The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rika Putri Utami

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yurikaputriutami, 2022-09-23 03:49:35

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rika Putri Utami

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rika Putri Utami

Nama : Rika Putri Utami
NIM : 2200103922156097
LPTK : Universitas Negeri Surabaya

LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi

Masalah Akar Penyebab Eksplorasi Alternatif Solusi Analisis Alternatif Solusi
Terpilih Masalah
No Yang
. Akan 1. Metode dan SUMBER KAJIAN LITERATUR Berdasarkan alternatif solusi yang telah
Diselesai model yang dieksplorasi, maka analisis kekurangan
diterapkan JURNAL ILMIAH dan kelebihan pada masing-masing
kan dalam Ariyana, Intan Sari Ramdhani, Sumiyani. Merdeka Belajar metode, model dan media sebagai berikut:
pembelajara Melalui Penggunaan Media Audio Visual Pada Pembelajaran
1 Siswa n belum Menulis Teks Deskripsi. Universitas Muhammadiyah MEDIA AUDIO VISUAL
mengala tepat. Tangerang. Jurnal Silampari Bisa. 2020.
mi https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2.1112 Kelebihan:
kesulitan 2. Media yang Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut.
dalam diterapkan 1. Lebih efektif dalam menerima
menulisk dalam 1. Media audio visual dapat membantu pendidik dan pembelajaran karena dapat
an teks pembelajara peserta didik dalam kegiatan pembelajaran menulis
deskripsi. teks deskripsi, mengajak peserta didik berpikir kritis,
n kurang serta memberikan pengalaman yang bermakna.
efektif. melayani, baik gaya bahasa siswa
2. Media audio visual adalah media yang mempunyai
unsur suara dan unsur gambar yang bisa dilihat yang auditif maupun yang visual.
misalnya rekaman, video, side, suara dan sebagainya.
Dengan menggunakan media visual, materi yang 2. Dapat memberikan pengalaman
sekiranya membutuhkan penggambaran secara
langsung akan lebih terealisasikan kepada peserta nyata lebih dari yang disampaikan
media audio maupun visual.

3. Siswa akan lebih cepat mengerti

karena mendengar disertai melihat

langsung sehingga lebih menarik

dan menyenangkan.
Kekurangan:

1. Pembuatan media audio visual

memerlukan waktu yang lama,

karena memadukan dua eleman,

didik. yakni audio dan visual.

JURNAL ILMIAH 2. Membutuhkan keterampilan dan
ketelitianya dalam pembuatanya.
Imayah, Windi Setiawan, Edy Widayat. Upaya Meningkatkan
3. Biaya yang digunakan dalam
Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Dengan Media Visual pembuatan cukup mahal.

Pada Siswa Kelas VII C SMPN 30 Surabaya. Jurnal Buana 4. Jika tidak terdapat peranti akan
sulit untuk membuatnya.
Pendidikan. 2020.

https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/jurnal_

buana_pendidikan/article/view/2711/2342 MEDIA VISUAL

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Kelebihan:

penggunaan media gambar dapat meningkatkan 1. Mudah pembuatannya dan mudah

keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII C dalam penggunaannya.
2. Media visual mudah
SMP Negeri Surabaya.
penyimpanannya dan bertahan

JURNAL ILMIAH lama.
Lilik Hariyanti, Fathia Rosyida, Abdul Ghoni Aaror. Upaya
Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi 3. Meminimalis pengamatan mata
Menggunakan Metode Amati Tiru Modifikasi (ATM) dengan
Media Gambar pada Siswa Kelas VII G SMP Negeri 1 terhadap objek yang nyata
Sambong Tahun Pelajaran 2021/2022. Pendidikan Bahasa 4. Membantu mengatasi keterbatasan
dan Sastra Indonesia, IKIP PGRI Bojonegoro. Jurnal Bahasa,
Sastra, dan Pengajaran. 2022. pengalaman yang dimiliki siswa.
https://ejurnal.ikippgribojonegoro.ac.id
Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa: 5. Meningkatkan pemahaman dan

1. Hasil penelitian pada siswa menggunakan metode memperkuat ingatan.
Amati Tiru Modifikasi (ATM) dengan media gambar
menunjukan perubahan yang lebih baik dan Kekurangan:
mengalami peningkatan. 1. Media visual tidak diikuti oleh audio

2. Tahapan dan Langkah Metode ATM sebagai berikut: sehingga memerlukan penjelasan
a. Tahap Amati
Kegiatan “amati” dapat dilihat dari proses dari guru tentang materi

pembelajaran.

2. Apabila terjadi kesalahan pada
pembuatan media visual akan sulit

untuk diperbaiki,

3. Ukuran pembuatan media

disesuaikan dengan kapasitas siswa

sehingga ukurannya terbatas untuk
kapasitas siswa dengan kelompok

belajar besar.

mengamati suatu model kemudian menganalisis METODE AMATI TIRU MODIFIKASI
unsur-unsur model yang telah dilihat. (ATM)
b. Tahap Tiru atau Meniru
Proses meniru dimulai dari tahap perencanaan. Kelebihan:
Perencanaan dimaksudkan untuk menentukan
unsur-unsur mana yang akan diadaptasi dari 1. Meningkatkan keterampilan menulis
model yang telah diamati sebelumnya. Kegiatan
meniru juga bukan serta-merta menjiplak sepersis siswa.
mungkin model yang telah ditampilkan,
melainkan mengambil hal-hal penting dan 2. Meningkatkan keterlibatan siswa
dianggap mampu untuk selanjutnya dapat dalam belajar bersama dan
dikembangkan lebih baik lagi.
c. Tahap Modifikasi kerjasama antar siswa.
Modifikasi memerlukan kreativitas dan kejelian
yang bertujuan untuk menutup kelemahan (dari 3. Meningkatkan persepsi siswa bahwa
hasil pengamatan) dan memberi nilai tambah.
hasil yang mereka peroleh

tergantung dari kinerja dan bukan
dari keberuntungan.

Kekurangan:

1. Membutuhkan waktu yang lama

untuk melihat perubahan

keterampilan menulis pada siswa.
2. Guru cenderung kesulitan dalam

pengelolaan kelas.

JURNAL ILMIAH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM
Pratama Bayu Santosa, Arum Pujiningtyas, Nur Halifah. BASED LEARNING (PBL)
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Kelebihan:
dengan Media Rainbow Card dalam Pembelajaran Menulis Mengembangkan keterampilan berpikir
Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri Model Terpadu
Madani Palu. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ilmiah tingkat tinggi/kritis.
Universitas Tadulako, Palu. Jurnal Kreatif Online (JKO). Kelemahan:
2020 Guru tidak mudah dalam memposisikan
http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JKTO/article/vi diri sebagai fasilitator, membimbing,
ew/16767 menggali pemahaman yang lebih dalam,
mendukung inisiatif siswa.

Pada penilitian tersebut disampaikan sebagai berikut:

1. Penerapan model pembelajaran PBL melalui media
Rainbow Card efektif dalam pembelajaran menulis
teks deskripsi.

2. Media Rainbow card atau kartu berwarna adalah
media kartu yang dibuat dengan mengaplikasikan
antara warna, gambar, dan materi. Media ini
menggunakan banyak warna yang berisikan gambar
dan kalimat yang mewakili materi pembelajaran yang
menarik minat siswa.

3. Problem based learning adalah kegiatan interaksi
antara stimulus dan respon yang memiliki hubungan
dua arah yakni belajar dan lingkungan. Selanjutnya
setelah mendapat stimulus maka siswa merespon
melalui bantuan pancaindranya, siswa dapat
menghidupkan kembali pengalaman tersebut dengan
cara menulis teks deskripsi.

4. Langkah-langkah pembelajaran PBL adalah sebagai
berikut:
a. Mengorientasi peserta didik pada masalah.
Peserta didik mengamati masalah yang
menjadi objek pembelajaran.
b. Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran.
Peserta didik menyampaikan berbagai
pertanyaan terhadap masalah yang dikaji.
c. Membimbing penyelidikan mandiri dan
kelompok. Peserta didik melakukan percobaan
untuk memperoleh data dalam rangka
menjawab atau menyelesaikan masalah yang
dikaji.
d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Peserta didik mengasosiasi data yang
ditemukan dari percobaan dengan berbagai
data lain dari berbagai sumber.
e. Analisis dan evaluasi proses pemecahan
masalah. Setelah peserta didik mendapat
jawaban terhadap masalah yang ada,
selanjutnya dianalisis dan dievaluasi.

SUMBER WAWANCARA
PAKAR (Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kab. Ngawi)
Narasumber: Abdul Ghofar, S.Pd., M.Pd.
Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022

Solusi terhadap kesulitan menulis teks deskripsi yang dapat
dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Guru menggunakan media gambar sebagai alat bantu
untuk mendeskripsikan objek.

2. Guru dapat menggunakan strategi pembelajaran
yaitu menulis terbimbing.

3. Guru menggunakan metode pembelajaran
karyawisata dengan mengajak siswa mengunjungi
langsung tempat atau objek yang akan
dideskripsikan.

TEMAN SEJAWAT
Narasumber 1: Ester Feny Sulistyoningrum, S.Pd. (Guru
Bahasa Indonesia SMP Baitul Quran Sragen)
Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022

Solusi terhadap kesulitan menulis teks deskripsi yang dapat
dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Guru memberikan Stimulus berupa gambar, siswa
menjelaskan gambar tersebut ke dalam tulisannya.

2. Anak terus berlatih menulis deskripsi dengan
memperhatikan strukturnya.

Narasumber 2: Fatriana, S.Pd. (Guru Bahasa Indonesia
SMPN 1 Karanganyar Ngawi)
Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menulis teks deskripsi yang dapat
dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Guru dapat menggunakan media berupa gambar
untuk memudahkan siswa dalam menstimulus ide ke
dalam tulisannya.

2 Siswa 1. Metode dan SUMBER KAJIAN LITERATUR Berdasarkan alternatif solusi yang telah
mengala model yang dieksplorasi, maka analisis kekurangan
mi diterapkan SKRIPSI dan kelebihan pada masing-masing
kesulitan dalam Intan Zahirah Mukarromah, 2018. Peningkatan Kemampuan metode, model dan media sebagai berikut:
dalam pembelajara Menelaah Unsur-Unsur Puisi Menggunakan Teknik Mind
menyimp n belum Mapping Dan Pemodelannya. Universitas Pendidikan MODEL PEMBELAJARAN CIRC
ulkan tepat. Indonesia. 2018. Kelebihan:
struktur http://repository.upi.edu
batin 2. Media yang Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa: 1. Membuat suasana belajar lebih
puisi. diterapkan menyenangkan dan rilex karena
dalam 1. Pembelajaran menelaah unsur-unsur puisi siswa dikelompokkan secara
pembelajara menggunakan teknik mind mapping dan pemodelan heterogen.
n kurang meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Model CIRC sangat tepat untuk
efektif. 2. Langkah-langkah teknik Mind Mapping sebagai meningkatkan keterampilan dan
berikut: hasil belajar siswa dalam
a. Siswa membaca keseluruhan materi yang sedang menyelesaikan soal pemecahan
dipelajari. masalah.
b. Siswa menentukan ide/gagasan dari materi.
c. Membuat pusat pemikiran Mind Map berupa 3. Dominasi guru dalam pembelajaran
gambar inti di tengah-tengah bagian kertas berkurang.

4. Siswa termotivasi pada hasil secara

kosong. teliti karena bekerja dalam kelompok
d. Siswa menentukan cabang-cabang utama yang
dan bersemangat untuk menjawab
merupakan subbab materi. pertanyaan yang diajukan.
e. Siswa mengembangkan cabang utama ke cabang-
5. Siswa dapat memahami makna soal
cabang tingkat berikutnya dengan memasukan
kata kunci sesuai dengan yang telah dipelajari dan saling mengecek pekerjaannya.

JURNAL ILMIAH 6. Membantu siswa yang lemah dan
Luqman Hakim, Ratna Dewi Kartikasari. Pengaruh Model
Reception Learning Terhadap Pembelajaran Puisi Berbantuan meningkatkan kerjasama diantara
Media Teka-Teki Silang Pada Siswa Kelas X. Pendidikan siswa.
Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Muhmmadiyah Jakarta. Jurnal Pena Literasi. Kekurangan:
2021.
https://jurnal.umj.ac.id/index.php/penaliterasi 1. Dalam presentasi terkadang kurang

A. Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa efektif karena memakan waktu yang
penggunaaan model reception learning berbantuan
media teka-teki silang dalam pembelajaran puisi cukup lama sehingga tidak semua
berpengaruh baik dalam proses pembelajaran klompok dapat
maupun hasil belajar pada siswa.
mempresentasekannya.
B. Langkah-langkah Reseption Learning sebagai berikut:
1. Penerimaan terhadap prinsip-prinsip umum, aturan- 2. Model pembelajaran ini hanya dapat

aturan, serta ilustrasi khusus. dipakai untuk mata pelajaran yang
2. Pemahaman terhadap prinsip umum. Pengujian
menggunakan bahasa sehingga
dilakukan dengan tes yang menuntut pengujian tidak dapat dipakai untuk pelajaran
ulang mengenai prinsip-prinsip dan contoh-contoh
yang telah diberikan. lain yang menggunakan prinsip
3. Partikulasi. Yaitu peneparan prinsip umum ke dalam
situasi atau keadaan tertentu. menghitung.
4. Tindakan. Yaitu gerakan dari suasana kognitif dan
proses simbol ke suasana perbuatan/tindakan. MODEL PEMBELAJARAN MID
C. Media teka-teki silang merupakan permainan bahasa Kelebihan:
dengan cara mengisi kotak-kotak dengan huruf
tertentu sehingga membentuk kata yang dapat 1. Mempermudah pemahaman siswa

terhadap materi pembelajaran dan
memahami konsep secara lengkap.
2. Dapat membantu siswa untuk
mentransformasikan informasi baru
secara mandiri.
3. Informasi dan pengetahuan baru
dipelajari dapat diingat lebih lama
sehingga dapat memudahkan
pemahaman pada proses belajar
berikutnya pada topik serupa.

dibaca, secara vertikal maupun horizontal. Kekurangan:

JURNAL ILMIAH 1. Guru merasa kesulitan dalam
Niva Atria, Satinem, Dian Ramadan Lazuardi. Pengaruh memberikan contoh yang bersifat
Strategi Discovery Learning terhadap Kemampuan Menelaah nalar untuk mendapat contoh yang
Unsur-Unsur Pembangun Teks Puisi Siswa Kelas VIII SMP baru.
Negeri O Mangunharjo. Linggau Jurnal Language Education
and Literature. 2021. 2. Menuntut kemampuan guru untuk
https://jurnal.lp3mkil.or.id/index.php/ljlel/arti lebih kreatif supaya dapat membuat
cle/view/80/118 proses belajar lebih bermakna.
Dalam penelitian tersebut disampaikan sebagai berikut:
3. Belum diketahui banyak pengajar
1. Pembelajaran discovery learning menekankan jadi masih jarang digunakan.
keterlibatan siswa secara aktif, siswa menemukan
atau mengonstruksi pengetahuan mereka sendiri. STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY
Penerapan strategi pembelajaran discovery learning
ini bertujuan agar siswa tidak hanya mengandalkan LEARNING
materi dari guru saja, tetapi siswa dapat menemukan
informasi tentang puisi, terutama unsur-unsur Kelebihan:
pembangun teks puisi.
1. membuat pembelajar memiliki
2. Langkah Discovery Learning:
a. Stimulasi (Stimulation) motivasi yang tinggi karena
Pemberian Rangsangan Pada tahap ini peserta memberikan kesempatan kepada
didik dihadapkan pada sesuatu yang
menimbulkan rasa ingin tahu agar timbul mereka untuk melakukan
keinginan untuk menyelidiki sendiri.
b. Identifikasi/ Pernyataan Masalah (Problem eksperimen dan menemukan
Statement)
Guru memberi kesempatan kepada peserta didik sesuatu untuk diri mereka sendiri.
dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah
yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian 2. Menimbulkan rasa senang pada
salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam peserta didik karena tumbuhnya
bentuk hipotesis yang umumnya dirumuskan
dalam bentuk pertanyaan. rasa menyelidiki dan berhasil.
c. Pengumpulan Data (Data Collection)
3. Peserta didik akan mengerti konsep

dasar dan ide-ide lebih baik.

4. Mendorong peserta didik berpikir
dan bekerja atas inisiatif sendiri.

5. Peserta didik belajar dengan

memanfaatkan berbagai jenis

sumber belajar.

Kekurangan:
1. Menyita banyak waktu karena guru

dituntut mengubah kebiasaan

Guru memberi kesempatan kepada peserta didik mengajar yang umumnya sebagai
untuk mengumpulkan informasi sebanyak-
banyaknya yang relevan sebagai bahan pemberi informasi menjadi
menganalisis dalam rangka menjawab pertanyaan fasilitator, motivator, dan
atau hipotesis di atas.
d. Pengolahan Data (Data Processing) pembimbing.
Merupakan kegiatan mengolah data atau
informasi yang telah diperoleh peserta didik, baik 2. Kemampuan berpikir rasional
melalui wawancara, pengamatan, pengukuran,
dan lain sebagainya, lalu ditafsirkan. peserta didik ada yang masih
e. Pembuktian (Verification)
Peserta didik dalam kelompok melakukan terbatas.
pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan 3. Tidak semua peserta didik dapat
benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan
tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan mengikuti pelajaran dengan cara ini.
dengan hasil pengolahan data.
f. Generalisasi (Generalization) TEKNIK MIND MAPPING
Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat
dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk Kelebihan:
semua kejadian atau masalah yang sama, dengan 1. Dapat mengemukakan pendapat
memperhatikan hasil verifikasi.
secara bebas
JURNAL ILMIAH
Setia Wati, Khairun Nisa. Pengaruh Model Circ Terhadap 2. Dapat bekerja sama dengan teman

Kemampuan Mengapresiasi Puisi “Gadis Peminta-Minta” lainnya.

Karya Toto Sudarto Bachtiar. Universitas Asahan. Jurnal 3. Catatan lebih padat dan jelas,
terfokus pada inti materi, dan lebih
Komunitas Bahasa. 2018.
mudah dicari saat diperlukan.
http://jurnal.una.ac.id/index.php/jkb/article/view/636/55
4. Membantu otak untuk mengatur,
7
mengingat, membandingkan, dan
1. Ada pengaruh model CIRC (Cooperative Integrated
membuat hubungan.
Reading and Composition) terhadap kemampuan 5. Mudah melihat gambaran secara

siswa mengapresiasi puisi “Gadis Pemintaminta“ keseluruhan dan menambahkan

karya Toto Sudarto Bachtiar. informasi baru.

Kekurangan:

1. Hanya siswa yang aktif yang terlibat.

2. Mind Map siswa bervariasi sehingga
guru akan kuwalahan

memeriksanya.

MEDIA TEKA-TEKI SILANG belajar
Kelebihan:

1. Siswa termotivasi untuk

2. Model pembelajaran CIRC merupakan salah satu tipe dan memahami kosakata dengan
dari model pembelajaran kooperatif dengan
menggunakan kelompok dan model pembelajaran mudah dan mendalam.
khusus mata pelajaran bahasa dalam rangka 2. Ada unsur permainan yang
membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran
atau tema sebuah wacana. mampu memunculkan gairah dan

3. Langkah-langkah model pembelajaran CIRC menurut rasa senang dalam belajar tanpa
Shoimin (2014:53), dibagi menjadi beberapa fase
sebagai berikut : rasa jenuh.
a. Fase pertama, yaitu orientasi.
Pada fase ini guru melakukan apersepsi dan 3. Mengembangkan instuisi siswa
pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan untuk memahami lebih banyak
diberikan, juga memaparkan tujuan pembelajaran
yang akan dilakukan. kosakata karena adanya tantangan
b. Fase kedua, yaitu organisasi.
Guru membagi siswa ke dalam beberapa yang menumbuhkan rasa
kelompok dengan memerhatikan keheterogenan
akademik. Guru membagi bahan bacaan tentang penasaran.
materi yang akan dibahas kepada siswa dan
menjelaskan mekanisme diskusi kelompok dan Kekurangan:
tugas yang harus diselesaikan selama proses 1. Susah digunakan untuk pelajaran
pembelajaran.
c. Fase ketiga, yaitu pengenalan konsep. seperti matematika, fisika, dan
Dengan cara mengenalkan tentang suatu konsep
baru yang mengacu pada hasil penemuan selama kimia yang terdapat banyak
eksplorasi. Pengenalan ini bisa didapat dari
keterangan guru, buku paket, film, kliping, poster, kesulitan dalam pembuatannya.
wacana atau media lainnya.
d. Fase keempat, yaitu publikasi. 2. Membutuhkan waktu yang tidak
Siswa mengomunikasikan hasil temuan- sedikit sebab pembuatannya rumit

harus disesuaikan antara

pertanyaan dengan kolom

jawaban.

3. Materi yang butuh pemaparan dan
penjelasan secara rinci tidak bisa

menggunakan teka-teki silang.

temuannya, membuktikan, tentang materi yang
dibahas, baik dalam kelompok maupun di depan
kelas.
e. Fase kelima, yaitu penguatan dan refleksi.
Guru memberikan penguatan berhubungan
dengan materi yang dipelajari berupa penjelasan
atau contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, siswa diberi kesempatan untuk
merefleksi dan mengevaluasi hasil
pembelajarannya.

JURNAL ILMIAH
Dewi Anggita Putri, Suhartono. Pengaruh Penerapan
Meaningful Instructional Design Dalam Pembelajaran
Menganalisis Unsur Pembangun Puisi Di Kelas X SMAN 1
Bluluk. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas
Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya. Bapala
Volume 9, Nomor 6 Tahun 2022.
Http://ejournal.unesa.ac.id

1. Penerapan Meaningful Instructional Design (MID)
dalam pembelajaran menganalisis unsur pembangun
puisi memberikan pengaruh baik pada hasil belajar
siswa kelas X SMAN 1 Bluluk.

2. Meaningful Instructional Design adalah salah satu
model pembelajaran yang lebih memprioritaskan
kebermaknaan belajar, keefektifan, dan menuntun
siswa untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan
pengalamannya dalam kehidupan sosial masing-
masing.

3. Langkah-langkah penerapan Meaningful Instructional

Design adalah sebagai berikut:

a. Lead-in.

Langkah pertama adalah mengembangkan

kegiatan belajar berkaitan dengan pengalaman

siswa, menganalisis, dan mengkonseptualisasikan

ide. Langkah ini mengajak siswa untuk

melibatkan pengalaman yang dimiliki untuk

dianalisis sebagai referensi tambahan sebagai

modal belajar materi baru.

b. Reconstruction.

Memfasilitasi pengalaman belajar siswa. Pada

langkah ini siswa dituntun untuk dapat

menciptakan interpretasi mereka sendiri tentang

dunia informasi. Siswa menggabungkan

pengalaman yang didapat selama belajar di

sekolah dengan pengalaman mereka sendiri.

c. Production.

Diekspresikan melalui konsep. Kemudian

menghayati atau menerapkan materi

pembelajaran yang diberikan dalam bentuk nyata.

Selanjutnya, langkah ini mengarah pada proses

pembelajaran produktif yang mengajak siswa

untuk menciptakan dan mengeksplorasi hal lain

yang baru dipahami.

SUMBER WAWANCARA

PAKAR (Kepala Sekolah Berlatar Belakang Bahasa
Indonesia)
Narasumber: Dewi Kadarwati, S.Pd. (Kepala SMP Al
Amnaniyah Karangjati Ngawi)

Waktu: Senin,12 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menganalisis struktur batin puisi

sebagai berikut:

1. Guru perlu memfasilitasi siswa untuk memahami
diksi-diksi dalam puisi, agar makna dalam puisi

(makna tersirat dan tersurat) dapat dipahami dengan
baik. Dengan begitu, struktur batin puisi akan dapat

dianalisis dan diidentifikasi oleh anak.
2. Teks puisi yang disajikan hendaknya mengangkat

tema yang menarik dan sesuai dengan karakteristik

siswa, sehingga siswa senang dalam

mengidentifikasinya.

TEMAN SEJAWAT

Narasumber 1: Ester Feny Sulistyoningrum, S.Pd. (Guru
Bahasa Indonesia SMP Baitul Quran Sragen)

Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022

Solusi terhadap kesulitan memahami struktur batin teks

puisi sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi struktur batin puisi menggunakan
video pembacaan puisi.

2. Menganalisis struktur batin puisi dengan strategi
problem based learning.

Narasumber 2: Yuli Indah Astuti, S.Pd. (Guru Bahasa

Indonesia SMP Al Azhar Paron Ngawi)

Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022

Solusi terhadap kesulitan menganalisis struktur batin puisi

sebagai berikut:

1. Siswa didampingi untuk mencari padanan kata dari
diksi-diksi yang terdapat dalam teks puisi agar
mudah memaknai isi puisi tersebut.

3 Siswa 1. Metode dan 2. Guru perlu mengarahkan anak agar dapat membaca Berdasarkan alternatif solusi yang telah
mengala puisi yang disajikan dengan berulang dan mendalam. dieksplorasi, maka analisis kekurangan
mi model dan kelebihan pada masing-masing
kesulitan SUMBER KAJIAN LITERATUR metode, model dan media sebagai berikut:
dalam pembelajara
menelaah JURNAL ILMIAH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
struktur n yang THINK PAIR SHARE
teks Angela Tuti, Christanto Syam, Deden Ramdani. Pengaruh Kelebihan:
inovatif Penerapan Metode Discovery Learning Terhadap Hasil
cerita Belajar Memahami Struktur Teks Cerpen. Program Studi 1. meningkatkan partisipasi siswa.
pendek. belum Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Untan, Pontianak. Pertanyaan ataupun isu yang
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa. 2017. diberikan guru akan memancing
diterapkan sikap berpikir kritis siswa.
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/arti
oleh guru. cle/view/18052/15308 2. Cocok untuk tugas sederhana.
Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa model 3. Lebih banyak kesempatan untuk
2. Media yang discovery learning efektif untuk menganalisis unsur
digunakan kontribusi masing-masing anggota
dalam struktur dan kebahasaan cerpen karena model tersebut kelompok sebab interaksi jadi lebih
pembelajara memiliki langkah-langkah yang sejalan dengan konsep mudah.
n kurang analisis tersebut, bahkan memiliki langkah yang lebih detail 4. Pembentukan kelompok lebih
efektif. dan sistematis. mudah dan cepat.
Kekurangan:
JURNAL ILMIAH 1. Banyak kelompok yang perlu
dimonitor.
Titi Istigfara, Afnita. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe 2. Lebih sedikit ide yang muncul dan
bahkan siswa bergantung pada
Think Pair Share (TPS) Dalam Pembelajaran Membaca pasangan.
3. Jika ada perselisihan,tidak ada
Pemahaman Cerpen. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra penengah.
4. Jumlah siswa yang ganjil berdampak
Indonesia. 2020. pada saat pembentukan kelompok,
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi karena ada satu siswa tidak
mempunyai pasangan.
Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa: 5. Sangat sulit diterapkan di sekolah

1. Model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat

meningkatkan kemampuan hasil belajar membaca

pemahaman cerpen siswa kelas IX MTsN 2 Pasaman.
2. Think Pair Share adalah metode yang membentuk

siswa berpasangan dalam kelas untuk memecahkan

masalah dengan diskusi.

3. Ada tiga langkah penerapan pembelajaran kooperatif

tipe Think Pair Share:

a. Think yang rata-rata kemampuan siswanya
rendah dan waktu yang terbatas.
Pada tahap ini guru meminta siswa untuk
membaca sebuah cerpen. Cerpen tersebut

difikirkan mulai dari tahap awal, tengah, dan

akhir. Selanjutnya siswa diminta untuk

memikirkan bagian atau babak-babak cerita

dalam cerpen.
b. Pair

Pada tahap ini guru memberikan kesempatan

kepada siswa untuk mengidentifikasi

permasalahan yang harus dipecahkan. Siswa

berdiskusi secara berpasangan tentang cerpen
yang telah dibaca dan dipahami.

c. Share

Siswa melihat kembali cerpen yang telah

dibacanya dengan memperhatikan struktur.

Kemudian siswa diminta melaporkan hasil
diskusinya di depan kelas.

SUMBER WAWANCARA

PAKAR (Kepala Sekolah Berlatar Belakang Bahasa
Indonesia)
Narasumber: Dewi Kadarwati, S.Pd. (Kepala SMP Al
Amnaniyah Karangjati Ngawi)
Waktu: Senin,12 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menganalisis struktur teks cerpen

sebagai berikut:

1. Guru perlu menguatkan literasi siswa, agar ketika

membaca teks cerpen siswa dapat menangkap dan

memahami isi dan rangkaian ceritanya.

2. Guru perlu menjelaskan dengan detail bagaimana

perbedaan yang terdapat dari masing-masing

struktur teks cerpen.
3. Guru baiknya menggunakan media teks cerpen yang

tidak terlalu panjang, tetapi memiliki alur cerita yang
menarik, dan memiliki struktur yang selengkap
mungkin.

TEMAN SEJAWAT

Narasumber 1: Ester Feny Sulistyoningrum, S.Pd. (Guru

Bahasa Indonesia SMP Baitul Quran Sragen)

Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022

Solusi terhadap kesulitan menganalisis struktur teks cerpen

sebagai berikut:
1. Pembelajaran dilakukan dengan media pohon
analisis, anak mencocokkan struktur cerpen dengan
kutipan teks cerpen yang telah disiapkan.

4 Siswa 1. Metode dan Narasumber 2: Yuli Indah Astuti, S.Pd. (Guru Bahasa Berdasarkan alternatif solusi yang telah
mengala model yang Indonesia SMP Al Azhar Paron Ngawi) dieksplorasi, maka analisis kekurangan
mi diterapkan Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022 dan kelebihan pada masing-masing
kesulitan dalam metode, model dan media sebagai berikut:
1. Guru perlu menggiatkan literasi siswa terkait dengan
teks-teks narasi agar semakin peka terhadap
perbedaan bagian-bagian cerita (tahap penyelesaian,
tahap konflik, dll). Dengan demikian, siswa akan
semakin mahir dalam mengidentifikasi struktur
teksnya.

2. Guru perlu mengarahkan siswa untuk membaca teks
cerpennya secara mendalam dan berulang.
SUMBER KAJIAN LITERATUR

JURNAL ILMIAH
Nining Astuti. Peningkatan Hasil Belajar Memahami Teks

dalan pembelajara Eksposisi Melalui Model Think Pair Share pada Siswa Kelas METODE BUZZ GROUP
VIII A di SMP Negeri 2 Munjungan Kabupaten Trenggalek. Kelebihan:
menyimp n belum Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah. 2022.
ulkan tepat. http://ojs.unublitar.ac.id/index.php/jtpdm/arti 1. Mendorong peserta yang malu-malu.
gagasan- 2. Media yang cle/view/426
gagasan digunakan 2. Menciptakan suasana yang
dalam dalam Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa:
teks pembelajara 1. Pembelajaran Model Think Pair and Share dapat menyenangkan dan memberi variasi.
eksposisi. n kurang meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII A
efektif. dalam memahami teks eksposisi. 3. Memungkinkan pembagian tugas
3. Teknik 2. Model pembelajaran Think-Pair-Share adalah salah dan memupuk kepemimpinan.

membaca satu model pembelajaran yang memberi kesempatan 4. Menghemat waktu.
yang kepada setiap siswa untuk menunjukkan partisipasi
digunakan kepada orang lain. 5. Memungkinkan pengumpulan
belum 3. Langkah-langkah dalam pembelajaran Think-Pair-
tepat. Share: pendapat.

a. guru membagi siswa dalam kelompok berempat 6. Dapat dipakai bersama metode
dan memberikan tugas kepada semua kelompok. lainnya.

b. setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas Kekurangan:
tersebut sendiri.
1. Kemungkinan terjadi kelompok yang
c. siswa berpasangan dengan salah satu rekan
dalam kelompok dan berdiskusi dengan terdiri dari orang yang tidak tahu
pasangannya.
apa-apa waktu,
d. kedua pasangan bertemu kembali dalam 2. Dapat memboroskan
kelompok berempat. Siswa mempunyai
terutama bila terjadi hal-hal yang
kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya
kepada kelompok berempat. bersifat negatif.

3. Perlu belajar apabila ingin

memperoleh hasil yang maksimal.
4. Ada kemungkinan kelompok

mendapatkan pemimpin yang lemah.

5. Laporan hasil diskusi kemungkinan

tidak tersusun dengan baik.

JURNAL ILMIAH STRATEGI K-W-L
Siti Ahadiah Desemyati. Meningkatkan Hasil Belajara
Bahasa Indonesia Materi Teks Eksposisi dalam Media Massa Kelebihan:
dengan Strategi Buzz Group pada Siswa Kelas VIII SMP 1. Memberikan tujuan menyimak
Negeri 1 Praya Tahun Pelajaran 2018/2019. Jurnal Ilmu kepada siswa.
Sosial dan Pendidikan. 2020. 2. Memberi kesempatan kepada siswa
http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index untuk berperan aktif sebelum, saat
dan setelah membaca.

Dalam penelitian tersebut menjelaskan bahwa: 3. Membantu siswa untuk memikirkan

1. Strategi buzz group adalah strategi kelompok kecil informasi yang baru diterima, serta
yang terbentuk dari tiap- tiap kelompok terdiri dari 3- memperkuat kemampuan siswa
6 siswa untuk melaksanakan diskusi singkat tentang mengembangkan pengetahuan.
suatu problem, yang masing-masing dari tiap-tiap Kekurangan:
kelompok menunjuk satu orang untuk melaporkan
hasil diskusi kepada kelompok besar. Diskusi 1. metode ini lebih menguntungkan
dimaksudkan untuk menajamkan kerangka bahan bagi siswa yang memang telah
pelajaran, memperjelas bahan pelajaran atau memiliki mental dan keberanian
menjawab pertanyaan-pertanyaan. Hasil belajar untuk mengemukakan pendapat
dalam belajar.
yang diharapkan ialah agar segenap individu
dapat membandingkan persepsinya tentang bahan
pelajaran, membandingkan interprestasi dan
informasi yang di peroleh masing-masing.

JURNAL ILMIAH

Soesiana Tri Eka Silver, Retno Suciati, Hetty Purnamasari,
Sri Yuni Hanifah. Penggunaan Media Pembelajaran Flash
Dengan Strategi K-W-L Dalam Membaca Pemahaman Teks
Eksposisi. Universitas Dr. Soetomo. Jurnal Online Fonema.
2022.
https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/view
/4836/2368

1. Strategi membaca What I Know, What I Want to

Learn, What I Learned (K-W-L) merupakan salah satu
strategi pembelajaran yang sederhana, tetapi telah
memiliki konsep yang jelas dalam tujuan membaca.
Strategi ini dapat digunakan pada berbagai tingkat
pendidikan.
2. Strategi K-W-L memiliki langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Siswa mendiskusikan topik bahasan yang sudah

disediakan oleh guru dan menemukan hal yang
berkaitan dengan topik tersebut.

b. Siswa merumuskan pengetahuan mereka yang
berkaitan dengan topik bahasan ke dalam
kolom“K”. Pada tahap pengisian kolom K (what I
know?), siswa dibimbing guru untuk melakukan
curah pendapat mengenai apa yang mereka
ketahui tentang wacana yang disediakan.

c. Siswa mendiskusikan hal yang ingin mereka
ketahui mengenai topik yang akan dibahas.

d. Siswa merumuskan pertanyaan mereka terhadap
topik bahasan ke dalam kolom “W”. Pada tahap
pengisian kolom W (what I want to learn?) siswa
menyusun pertanyaan/permasalahan yang belum
terpecahkan atau informasi yang ingin
didapatkan.

e. Siswa melakukan kegiatan membaca pemahaman
berdasarkan topik bahasan.

f. Siswa merumuskan pengetahuan baru hasil dari
membaca ke dalam kolom“L”. Pada tahap
pengisian kolom L (what I learned?) siswa
merumuskan hasil informasi setelah kegiatan
membaca pemahaman.

g. Siswa mendiskusikan hasil pekerjaan berupa
tabel kegiatan membaca dengan strategi K-W-L.

h. Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi akhir
kegiatan.

JURNAL ILMIAH
Hernik Farisia, Raden Syaifuddin, M. Na’im, Erdin Lies
Tyanto. Peningkatan Pemahaman Siswa Terhadap Teks
Eksposisi Melalui Strategi Membaca Pemahaman Sq3r Pada
Siswa Kelas Vii Mts Wachid Hasyim Surabaya. Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Jurnal PTK dan
Pendidikan. 2021.
http://jurnal.uin-

antasari.ac.id/index.php/ptkpend/article/view/4497/2829

Dalam penelitian tersebut disampaikan bahwa:
1. Penerapan SQ3R yang dapat meningkatkan
kompetensi memahami isi teks eksposisi siswa kelas
VII MTs Wachid Hasyim Surabaya adalah mengikuti
langkah-langkah berikut:
a. Pertama, guru memberikan apersepsi terkait
dengan tema pembelajaran teks eksposisi pada
pertemuan itu. Guru memberikan simulasi
tentang membuat pertanyaan (5W+1H) serta

informasi yang bersifat referensial maupun
inferensial dari teks.
b. Kedua, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok
yang terdiri dari 4-5 siswa (anggota ditentukan
oleh guru dengan mempertimbangkan pemerataan
anak). Secara klasikal siswa mengamati teks
eksposisi yang disajikan guru.
c. Ketiga, secara individu siswa membuat
pertanyaan terkait dengan teks yang diamati
dengan menggunakan LK.1. Pertanyaan-
pertanyaan yang dibuat siswa dikumpulkan di
tengah meja kelompok. Siswa secara berkelompok
di bawah bimbingan guru memilih pertanyaan
yang paling sesuai dengan kriteria pada LK.1.

d. Keempat, setiap siswa dalam kelompok membaca
teks eksposisi yang diberikan oleh guru dengan
memerhatikan pertanyaan yang telah terpilih
dalam kelompoknya di tahap sebelumnya sambil
menggarisbawahi informasi penting yang
merupakan jawaban pertanyaan.

e. Kelima, siswa menuliskan jawaban dari
pertanyaan yang telah mereka rumuskan pada
proses Question di LK.1, kemudian siswa dalam
kelompok menyepakati jawaban dari pertanyaan-

pertanyaan yang dipilih dalam kelompok dan
bersama mencermati kembali isi teks.
f. Keenam, siswa menjawab pertanyaan referensial
dan inferensial yang diberikan oleh guru pada
LK.2.
g. Ketujuh, guru memberikan umpan balik dan
penguatan atas pernyataan siswa tentang
hambatan dalam memahami gagasan-gagasan
dalam teks eksposisi.

SUMBER WAWANCARA

PAKAR (Kepala Sekolah Berlatar Belakang Bahasa
Indonesia)
Narasumber: Dewi Kadarwati, S.Pd. (Kepala SMP Al
Amnaniyah Karangjati Ngawi)
Waktu: Senin,12 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menyimpulkan gagasan-gagasan
dalam teks eksposisi sebagai berikut:

1. Guru perlu menguatkan literasi siswa supaya
pengetahuan yang dimiliki siswa semakin luas dan
semakin mudah memahami berbagai informasi dan
gagasan yang tersaji dalam teks eksposisi.

2. Guru harus menyajikan media teks eksposisi yang
tepat dan tidak mengangkat tema yang terlalu berat,
serta memilih tema yang dekat dengan siswa.

TEMAN SEJAWAT
Narasumber 1: Ester Feny Sulistyoningrum, S.Pd. (Guru
Bahasa Indonesia SMP Baitul Quran Sragen)
Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menyimpulkan gagasan-gagasan

dalam teks eksposisi sebagai berikut: strategi membaca

1. Guru bisa menerapkan
pemahaman SQ3R.

Narasumber 2: Yuli Indah Astuti, S.Pd. (Guru Bahasa
Indonesia SMP Al Azhar Paron Ngawi)
Waktu: Minggu, 11 Agustus 2022
Solusi terhadap kesulitan menyimpulkan gagasan-gagasan
dalam teks eksposisi sebagai berikut:

1. Guru perlu menerapkan metode pembelajaran yang
menarik bagi siswa.

2. Guru perlu menguatkan literasi siswa agar
kemampuan memahami berbagai bacaan, salah
satunya teks eksposisi, semakin baik.

3. Guru perlu menyajikan media yang sesuai dengan
karakteristik siswa dari segi substansinya dan
memilihkan tema yang menarik bagi siswa.


Click to View FlipBook Version