The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by raapd27, 2021-12-13 23:54:33

Makalah Rasm Utsmani

Rasendry Padantya

MAKALAH
KAIDAH MEMBUANG HURUF ALIF

Dosen Pengampu : Dr. H.Abdur Rokhim Hasan, M.A.

Disusun oleh :
Abdul Muhith (201410048)
Moh. Samsul Ma’arif (201410017)
Sayyid abdulloh Al athos (201410093)

PROGAM STUDI ILMU AL – QUR’AN DAN TAFSIR
FAKULTAS USHULUDDIN

INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU AL – QUR’AN

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan semesta alam, yang manadengan
nikmat-Nya lah makalah yang berjudul “Kaidah Membuang Huruf Alif” ini dapat diselesaikan tepat
pada waktunya.

Shalawat serta salam semoga selaluterlimpahcurahkan bagi Baginda Muhammad Shalallahu
alaihi wa sallam hingga hari kiamat kelak, beserta keluarganya, sahabatnya, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan
mereka yang mengikuti orang-orang shalih tersebut hingga akhir hayatnya.

Terima kasih juga kami haturkan kepada Bapak Dr. H. Abdur Rokhim Hasan, M.A., selaku
dosen pengampu kami di mata kuliah Rasm Ustmani. Semoga Beliau selalu diberikan rahmat oleh Allah
azza wa jalla, diberikan kesehatan yang paripurna agar dapat selalu membagikan ilmu-ilmu Beliau
kepada para murid Beliau. Aamiin aamiin allahumma aamiin.

Kami sangat amat bersyukur telah mendapatkan tugas pembuatan makalah yang berjudul “
Kaidah Membuang Alif ” ini. Harapannya, makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami, selaku
penulis, dan para pembaca yang budiman.

Kami menyadari banyaknya kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini, sehingga kritik
dan saran yang membangun sangat amat kami harapkan demi perkembangan studi kami di hari depan.

Sekian yang dapat kami sampaikan, lebih kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya
dari Allah, yang salah datangnya dari diri kami dan syaithan. Wa billahi taufiq wal
hidayah,

Jakarta, 6 Maret 2020

2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...........................................................................................................................2
DAFTAR ISI ..........................................................................................................................................3
BAB I.......................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN ..................................................................................................................................4

A. LATAR BELAKANG ...............................................................................................................4
B. RUMUSAN MASALAH ...........................................................................................................4
C. TUJUAN .....................................................................................................................................4
BAB II .....................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN .....................................................................................................................................5
A. KAIDAH MEMBUANG HURUF ALIF .................................................................................5
B. ALASAN PEMBUANGAN ALIF ............................................................................................6
BAB III ...................................................................................................................................................8
KESIMPULAN ......................................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................................9

3

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Fenomena perbedaan tulisan mushaf Alquran dengan tulisan bahasa Arab bukan-Quran menjadi
faktor utama lahirnya ilmu rasm. Karya paling awal yang sampai ke kita tentang fenomena perbedaan
rasm mushaf-mushaf adalah bab ikhtilaf mashahif ahl al-amshar dalam kitab Fadha’il al-Qur’an karya
al-Qasim bin Sallam (w. 224 H).

Salah satu perbedaan rasm adalah soal pembuangan huruf Alif. Ulama mencoba memberi
beberapa macam alasan/penjelasan (ta’lil) atas perbedaan ini: ta’lil lughawi/nahwi, dan ta’lil bathini
(terdapat hikmah/rahasia di baliknya).

Perlu diketahui bahwa perbedaan penulisan ada yang muttafaq fih (tulisannya seperti itu pada
semua mushaf) ada yang mukhtalaf fih (terdapat perbedaan antara mushaf di suatu daerah dan daerah
lain).

Bersama makalah ini kami, selaku pemakalah akan memaparkan tentang kaidah dan alasan
membuang alif.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa saja kaidah membuang alif ?
2. Apa alasan membuang alif ?

C. TUJUAN

1. Mengetahui kaidah membuang alif
2. Mengetahui alasan membuang alif

4

BAB II

PEMBAHASAN

A. KAIDAH MEMBUANG HURUF ALIF

Pentashihan, para pentashih mushaf Al-Qur’an dan peserta sidang kembali mengkaji dan
mendalami ilmu rasm mushaf Al-Qur’an. Kajian yang diasuh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad ini,
pada Sidang Reguler Pentashihan ke-2 (27 Februari - 1 Maret 2019) tetap menggunakan kitab Al-
Muqni‘ fī Ma’rifati Marsūm Maṣāḥif Ahl al-Amṣār karya Abū ‘Amr ‘Uṡmān bin Saʻīd ad-Dānī. Beliau
mengulas bab pembuangan alif (‫)حذف الالف‬, melanjutkan pembahasan kajian rasm pada Sidang Reguler
Pentashihan sebelumnya.

Berikut ini adalah rangkuman Kajian rasm dengan kitab pegangan Al-Muqni‘ karya al-Imam ad-
Dānī oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad pada Sidang Reguler Pentashihan Mushaf Al-Qur'an ke-2
tahun 2019 di Sentul, Bogor.

Beberapa kondisi dan tempat dalam penulisan rasm mushaf Al-Qur'an di mana huruf alif tidak
ditulis (dibuang) diantaranya:

1. Alif yang terletak setelah huruf ya’ nida’ (panggilan). Pembuangan alif ini termasuk
pembuangan ikhtiṣār (meringkas). Contohnya: ,‫ يشعيب‬,‫ يلوط‬,‫ ينوح‬,‫ ياخت هرون‬,‫ ياولي الالبب‬,‫يايها الناس‬
,‫ يفرعون‬,‫ يمريم‬,‫ يهرون‬,‫يصلح‬, dan lain sebagainya.

2. Alif yang terletak setelah huruf ya’ pada kata “ ‫ “ القيمة‬di seluruh ayat Al-Qur’an.
3. Alif yang terletak setelah ha' tanbih (ha’ untuk peringatan/perhatian). Contohnya: ,‫ هؤلاء‬,‫هانتم‬.
4. Alif yang terletak setelah huruf ha’ pada kata ‫ انهر‬dan ‫الانهر‬.
5. Alif yang terletak pada kata ‫ سبحنه‬,‫ سبحن‬dan ‫سبحنك‬. Kecuali satu kata pada surah al-isra’: 93

(‫)قل سبحان ربي‬.
6. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata ‫ الهه‬,‫ الهنا‬,‫ الهكم‬,‫ اله‬,‫ وسلم‬,‫ السلم‬,‫ ملئكته‬,‫ وملئكة‬,‫الملئكة‬,

dan kata yang sama.
7. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata : ,‫ بلغا‬,‫ البلغ‬,‫ السلسل‬,‫ لايلف‬,‫ خلئف‬,‫ غلمين‬,‫ وغلما‬,‫بغلم‬

‫الخ ّلق‬. Begitu pula pada kata yang terdapat dua lam di dalamnya: ,‫ لا حلل‬,‫ الكللة‬,‫ الضللة‬,‫ في ظلل‬,‫الضلل‬
‫ من سللة‬,‫ الاغلل‬,‫ اغللا‬,‫ حلل‬,‫ ظللهم‬,‫ ظللها‬,‫ ضلله‬,‫من خلله‬.
8. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata ,‫ ا ّلتي‬,‫ يلقوا‬,‫ فملقيه‬,‫ ملقوه‬,‫ ملقوا‬,‫ اللت‬,‫ من اللعبين‬,‫اللعنون‬
‫ ثلث‬,‫ ثلثة‬,‫الّئي‬, dan ‫ثلثين‬.
9. Alif yang terletak setelah huruf lam pada kata : ‫ الئن خفف الله عنكم‬,‫ فالئن بشروهن‬,‫الئن جئت بالحق‬.
Kecuali pada satu tempat, yaitu surah al-Jin: 9 (‫)فمن يستمع الان‬.
10. Alif pada tasniyah marfu'. Seperti: ‫ يقتتلن‬,‫ يحكمن‬,‫ ما يعلمن‬,‫ سحرن‬,‫ رجلن‬,‫وامراتن‬, dan ‫اضلنا‬.

5

11. Alif yang terletak setelah huruf nun damir jama’ mutakallim (kata ganti pertama jamak). Sperti:
‫ انشأنهن‬,‫ ففهمنها‬,‫ فرشنها‬,‫ اتينها‬,‫ ارسلنك‬,‫ اتينك‬,‫ ع ّلمنه‬,‫ اتينه‬,‫ م ّكنّهم‬,‫ اغوينكم‬,‫ اتينكم‬,‫انجينكم‬, dan ‫فجعلنهن‬.

12. Alif yang terletak setelah huruf ‘ain seperti : ‫ تعلى الله‬dan ‫فتعلى الله‬.
13. Alif yang terletak setelah huruf ba’ seperti : ‫ المبركة‬,‫ مبركة‬,‫ مبركا‬,‫ بركنا‬,‫تبرك‬.
14. Alif yang terletak setelah huruf ṭa seperti : ‫ الشيطن‬dan ‫من سلطن‬.
15. Alif yang terletak setelah huruf sin pada kata ‫ مسكنهم‬,‫ مسكين‬,‫ المسكين‬,‫ المسجد‬,‫مسجد‬.
16. Alif yang terletak setelah huruf mim pada kata ‫ ثمنين‬,‫ ثمني حجح‬,‫ثمنية‬.
17. Alif yang terletak setelah huruf kḥa pada kata ‫ اصحب مدين‬,‫ اصحب الجنة‬,‫اصحب النار‬, dan kata yang

serupa.
18. Alif yang terletak setelah huruf ṣad dan ta' seperti : ‫ يتمى‬,‫ اليتمى‬,‫ نصرى‬,‫ النصرى‬pada seluruh ayat

Al-Qur’an.
19. Alif yang terletak setelah huruf wau pada kata ‫ السموت‬dan ‫ سموت‬dalam seluruh Al-Qur’an.

Kecuali pada surah fuṣṣilat: 12. Kata ‫سموات‬, alif setelah wau tetap ditulis (‫)سبع سموات‬. Adapun
alif setelah mim pada kata ‫ سموت‬dibuang pada seluruh ayat Al-Qur’an

B. ALASAN PEMBUANGAN ALIF

Ada tiga alasan pembuangan alif dalam penulisan kata di dalam mushaf Al-Qur’an, yaitu isyārah,
ikhtiṣār, dan iqtiṣār. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad dalam Focus
Group Discussion (FGD) tentang kajian rasm mushaf Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Bidang
Pentashihan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) di aula Bayt Al-Qur’an & Museum Istiqlal
(BQMI), Selasa, 27 November 2018.

Dalam kitab Al-Muqni‘ fī Ma’rifati Marsūm Maṣāḥif Ahl al-Amṣār karya Abū ‘Amr ‘Uṡmān bin
Saʻīd ad-Dānī, bab Żikru mā rusima fī al-maṣāḥif bi al- al-hażfi wa al-iṡbāti, Kiai Ahsin menjelaskan
bahwa ada tiga alasan pembuangan huruf alif dalam mushaf Al-Qur’an rasm usmani, yaitu isyārah,
ikhtiṣār, dan iqtiṣār.

“Pertama, isyārah, adalah pembuangan yang untuk mengisyaratkan karena mempertimbangkan
kesesuain qira’at. Contohnya seperti maliki yaumiddin. Setelah huruf mim tidak ada alif. Tulisannya
hanya mim lam kaf. Ini bisa dibaca māliki yaumiddin (dengan ma panjang) dan maliki
yaumiddin (dengan ma pendek). Jadi penulisannya dapat mengakomodasi dua bacaan. Dalam hal ini,
Imam Ibn al-Jazari dalam karyanya al-Nasyr fī al-Qirā'at al-'Asyr, menjelaskan bahwa ḥużifat al-
hurufu liyaḥtamila ar-rasmu alā al-qirā’at as-sab’i aw alā al-aḥruf as-sab’i. Agar bisa
mengakomodasi ahruf sab’ di mana Al-Qur’an diturunkan. Kalau dibaca maliki berarti sesuai dengan
rasm, sedangkan jika dibaca māliki (dengan ma panjang) berarti ihtimal bahwa ada bacaan lain
selain maliki.” terang Kiai Ahsin dalam menjelaskan alasan pertama.

6

“Kedua, ikhtiṣār, artinya ringkas. Jadi sengaja untuk meringkas saja, seperti al-ālamīn dan
semua jama’ mużakar salim dan muannaṡ salim yang ada alif-nya,” lanjut Kiai Ahsin menguraikan
alasan kedua.

Ketiga, ḥażfu iqtiṣār, pembuangan alif yang tidak ada kaitannya dengan bacaan atau qiraat lain.
“Aṣ-Ṣā’iqatu adalah contoh ḥażfu iqtiṣār. karena aṣ-Ṣā’iqatu tidak ada bacaan yang kedua.” Jelas
mantan Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an ini.

7

BAB III
KESIMPULAN

1. Dengan adanya tanda-tanda tersebut, kini umat Islam di seluruh dunia, apapun ras dan warna
kulit serta bahasa yang dianutnya, mereka mudah membaca Alquran. Ini semua berkat peran
tokoh-tokoh di atas dalam membawa umat menjadi lebih baik, terutama dalam membaca
Alquran.

2. Rasm Al-qur’an adalah tata cara penulisan Al-qur’an, yang biasa disebut juga dengan rasm
Utsmani. Rasm Utsmani memiliki fungsi yang sangat besar dalam menyatukan umat Islam.
Pada awalnya rasm Utsmani tidak memiliki tanda baca tapi kemudian di tambahi dan
disempurnakan

8

DAFTAR PUSTAKA

1. https://lajnah.kemenag.go.id/berita/424-kajian-rasm-mushaf-al-qur-an-ragam-
pembuangan-alif . ( Diakses pada 7 Maret 2021, pukul 23.00 )

2. https://lajnah.kemenag.go.id/berita/369-tiga-alasan-pembuangan-alif-dalam-rasm-mushaf-
al-qur-an. ( Diakses pada 7 Maret 2021, pukul 22.30 )

3. https://www.almunawwir.com/ngaji-ulumul-quran-3-membuang-huruf-alif-dari-penulisan-
kosa-kata-alquran/. ( Diakses pada 7 Maret 2021, pukul 23.05 )

9


Click to View FlipBook Version