The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ARTIKEL BAST PRACTICE PPG by ANI WIJAYANTI, S.Pd

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ani Wijayanti, 2023-07-20 04:44:49

ARTIKEL BAST PRACTICE PPG by ANI WIJAYANTI, S.Pd

ARTIKEL BAST PRACTICE PPG by ANI WIJAYANTI, S.Pd

ANI WIJIYANTI S.PD MEMBANGUN KEMANDIRIAN PROFESIONAL GURU MELALUI PPG DALJAB MAPEL SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR (UNM) BIDANG STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR NIM. 20303419158001


MEMBANGUN KEMANDIRIAN PROFESIONAL GURU MELALUI PPG DALJAB MAPEL SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR (UNM) Sumber : Doc Kegiatan PPL di MA Minhajut Tholabah Purbalingga By ANI WIJIYANTI S.Pd NIM. 20303419158001 BIDANG STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR


Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang cerah bagi generasi penerus bangsa. Sejalan dengan perkembangan zaman, tuntutan akan kualitas pendidikan semakin meningkat, dan para pendidik memiliki peran sentral dalam mencapai tujuan tersebut. Di sinilah pentingnya Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai langkah kritis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. PPG bukanlah sekadar program pelatihan tambahan bagi calon guru, melainkan sebuah perjalanan transformasional yang membentuk pribadi dan profesionalisme seorang pendidik. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, PPG telah membuktikan keberhasilannya dalam menghasilkan guru-guru berkualitas yang siap menghadapi dinamika dunia pendidikan yang terus berubah. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang peran penting Pendidikan Profesi Guru dalam mengubah paradigma pendidikan dan memberdayakan para pendidik untuk mencetak generasi yang unggul di era modern ini. Kami akan melihat bagaimana PPG telah menciptakan perubahan positif di dalam dan di luar kelas, mencermati inovasi yang dihadirkan, serta dampaknya terhadap pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Perjalanan kita akan mengajak para pembaca untuk memahami betapa pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan pendidikan. Kami juga akan menyoroti bagaimana Pendidikan Profesi Guru telah menjadi wadah bagi para calon guru untuk tumbuh dan berkembang, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pemimpin, motivator, dan inspirator bagi para siswa. Mari kita bersama-sama menjelajahi bagaimana PPG telah menjadi pendorong perubahan, menciptakan atmosfer pembelajaran yang inklusif, dan menerapkan teknologi dan inovasi yang relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dengan menggali lebih dalam tentang PPG, kita akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana mencetak guru-guru yang memiliki visi, dedikasi, dan keahlian untuk membawa perubahan positif di dunia pendidikan. Tahun ini, saya berkesempatan untuk mengikuti Program Pendidikan Guru atau yang lebih dikenal dengan sebutan PPG. Ada banyak suka, duka dan pengalaman selama mengikuti PPG Sukanya ada banyak teman dari sekolah lain yang bertemu. Tentu saja ini menambah banyak jaringan kerja saya sebagai guru agar bisa meningkatkan kemampuan mengajar dari guru-guru yang lebih dahulu mengajar sehingga sarat akan pengalaman mengajarnya. Selain itu, juga bertemu dengan dosen-dosen perguruan tinggi yang seperti mengingatkan ketika kuliah dulu, saya duduk sebagai mahasiswa dan dosen yang sedang mengajar menjadi mentor kuliah saya. Seperti layaknya kuliah, tentu saja ada banyak keceriaan ketika sedang berkumpul sesama mahasiswa PPG. Meskipun usia kami beragam, ada yang masih muda, ada yang setengah baya, namun tetap saja ketika di kelas kami saling berkomunikasi layaknya mahasiswamahasiswa biasa dalam satu kelas. Kadangkadang kami berbicara banyak hal di luar materi kuliah kami, seperti kesenangan, hobi, PENDAHULUAN


daerah asal, cerita lucu dan banyak lagi yang lainnya. Intinya, kami merasa seperti sedang menjadi mahasiswa seperti dulu lagi. Selain suka, tentu saja ada duka. Tugas-tugas yang begitu menumpuk dan materi-materi yang begitu menggunung merupakan keseharian kami. Kami harus betah dengan semuanya itu untuk menjadi guru yang profesional sesuai dengan tuntutan undangundang untuk ikut memajukan bangsa dan negara melalui pendidikan PROSES PPL PRAKTIK PEMBELAJARAN INOVATIF 1. Kondisi Yang Menjadi Latar Belakang Kegiatan praktik mengajar yang dijadwalkan oleh Universitas Negeri Makasar dimulai 15 juni s/d 7 Juli 2019. Setiap mahasiswa bertugas untuk melaksanakan praktek pembelajaran inovatif di sekolah masingmasing dan mengampu mata pelajaran sesuai dengan jurusan/kompetensi mengajar masing-masing dan mempunyai kewajiban mengajar minimal 4 kali dengan materi yang berbeda. Kegiatan PPL PPG DALJAB ini dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa PPL PPG DALJAB Bersama dosen dan guru pembimbingnya.Pada umumnya kegiatan mengajar di kelas dilakukan secara terbimbing dan mandiri. Masalah yang menjadi latar belakang disekolah kami terkait dengan motivasi belajar siswa yang masih rendah dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis Tekhnologi yang masih sangat minim. Berdasarkan hasil observasi dan identifikasi masalah yang saya temukan di MA Minhajut Tholabah selama melaksanakan pembelajaran di kelas XII IPS, saya menemukan beberapa masalah yang melatar belakangi pengambilan solusi penggunaan model pembelajaran yang inovatif dalam proses pembelajaran diantaranya adalah motivasi belajar peserta didik masih rendah dalam mengikuti pelajaran sosiologi. Peserta didik pada umumnya kurang memerhatikan guru saat menjelaskan materi pelajaran dikelas, peserta didik sering mengobrol dengan teman sebangkunya, peserta didik sibuk bermain pada saat proses pembelajaran berlangsung, peserta didik kurang aktif dalam mengemukakan pendapat di kelas pada saat diskusi. Berdasarkan masalah diatas dan berdasarkan hasil kajian wawancara dan kajian literatur dapat disimpulkan bahwa akar permasalahannya adalah Model Pembelajaran yang digunakan oleh guru masih konvensional, dan masih monoton sehingga solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). 2. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan Menurut saya praktik ini penting untuk dibagikan agar dapat digunakan sebagai salah satu referensi atau insprirasi terbaik bagi rekan guru yang menemukan masalah yang sama dengan permasalahan yang saya temukan pada proses pembelajaran sosiologi di kelas. Dengan praktik ini semoga berdampak pada perbaikan pembelajaran sosiologi di dalam kelas yang nantinya akan


berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik. 3. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Sebagai seorang guru saya harus berperan aktif dan bertanggungjawab untuk : 1. Merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 2. Melaksanakan proses pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan Model pembelajaran yang Inovatif seperti Problem Based Leraning (PBL) 3. Menggunakan Metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran berlangsung agar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 4. Menggunakan media pembelajaran yang inovatif sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar di kelas. 5. Melaksanakan tindak lanjut proses pembelajaran. 6. Melaksanakan Refleksi . 4. Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut. Tantangan yang saya temukan diantaranya : 1.Guru harus mampu menggunakan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. 2.Guru harus terus belajar untuk meningkatkan kompetensi di bidang teknologi. 3.Guru harus bisa menerapkan model,metode, dan media pembelajaran yang menarik dalam proses pembelajaran. 4.Guru harus bisa merancang pembelajaran yang menarik dengan menyisipkan ice breacking agar semangat belajar peserta didik tetap terjaga selama proses pembelajaran berlangsung. 5. Siapa saja yang terlibat Dari tantangan di atas dapat disimpulkan bahwa yang terlibat dalam tantangan yang dihadapi adalah guru dan peserta didik. Dimana guru harus terus mengembangkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesionlisme dalam proses pembelajaran. Sedangkan dari sisi peserta didik adalah motivasi dan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. 6. Langkah-langkah dan strategi apa yang digunakan untuk menghadapi tantangan tersebut Langkah-langkah dan strategi yang diambil untuk menghadapi tantangan tersebut antara lain : 1.Menerapkan model pembelajaran yang inovatif seperti model pembelajaran PBL, dimana pembelajaran berpusat pada peserta didik atau student center, sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi sosiologi dengan memanfaatkan media youtube dan canva dalam proses pembelajaran yang berdampak pada keaktifan peserta didik dalam proses diskusi di kelas sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton.


2.Memilih media pembelajaran yang menarik dan bervariasi. 3.Menyisipkan ice breacking pada pertengahan pembelajaran agar semangat siswa dalam belajar tetap terjaga. 7. Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini: Penguasaan Guru terhadap Materi pelajaran yang akan di sampaikan. Penguasaan guru terhadapat Model pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran. Kemampuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang menarik. Kratifitas guru dalam menggunakan Media pembelajaran. Laptop LCD Jaringan Internet Buku 8. Dampak dari aksi dari Langkahlangkah yang dilakukan sangat efektif, dapat dilihat dari a. Dengan menggunakan model pembelajaran PBL proses belajar menjadi lebih terarah dipadukan dengan mengintegrasikan tekhnologi yang diimplementasikan dalam bentuk vidio dari youtube dan presentasi ynag dilakukan siswa menggunakan media canva secara umum dapat dikatakan sudah efektif dan dapat peserta didik lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran dan tidak bosan di kelas. b. Dengan Menggunakan metode yang bervariasi pembelajaran berjalan dua arah. c. Siswa dapat berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah yang mereka temukan. d. Berdiskusi dengan penuh semangat dan antusias bersama kelompoknya serta mempresentasikan hasil diskusi mereka didepan kelas. PPG (Pendidikan Profesi Guru) memang telah membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Dalam perjalanan artikel ini, kita telah menyelami beragam aspek yang memukau dari program ini. Dari dedikasi guru-guru berpengalaman yang menjadi mentornya, hingga semangat juang calon guru yang berusaha menggali potensi terbaiknya. Sejauh mata memandang, PPG telah menorehkan jejak prestasi yang gemilang. Tak hanya mencetak ribuan guru berkualitas, tetapi juga merubah perspektif tentang pengajar. PPG menerangi jalan bagi para penerus harapan bangsa, memberikan bekal ilmu, nilai-nilai luhur, dan jiwa kepemimpinan yang tangguh. Namun, perjalanan PPG masihlah panjang. Seperti cahaya yang tak pernah padam, program ini harus terus dikembangkan, disempurnakan, dan disesuaikan dengan dinamika zaman. Generasi penerus kita membutuhkan


edukasi yang relevan, teknologi yang canggih, dan semangat yang tak pernah pudar. Mari kita, sebagai komunitas pendidik dan pembelajar, terus berkolaborasi, berinovasi, dan berkomitmen untuk menjadikan PPG sebagai tonggak kejayaan pendidikan Indonesia. Bersama, kita bisa menggapai masa depan yang lebih cerah, di mana setiap generasi memiliki akses terbaik untuk mencapai potensi penuh mereka. Maka, marilah kita bergandengan tangan dan berjalan bersama, melewati lorong-lorong labirin dunia pendidikan. Setiap langkah kecil yang kita ambil, setiap perubahan yang kita mulai, akan memberikan dampak besar bagi peradaban kita. PPG bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perubahan. Dalam setiap langkah kita, mari kita bersama-sama merangkai cerita keberhasilan, membentuk generasi yang terdidik, terinspirasi, dan mampu menginspirasi. Sekarang adalah saatnya untuk beraksi! Jadilah bagian dari perubahan, menjadi penerang, dan berkomitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Satu tujuan, satu semangat, dan satu PPG menuju masa depan gemilang! Teruslah berkarya, teruslah berinovasi, karena Pendidikan Profesi Guru bukanlah akhir, melainkan permulaan bagi perubahan besar. Bersama, mari kita membentuk masa depan pendidikan yang lebih cemerlang dan memberi sinar harapan bagi anak bangsa. Mari kita menjadi pelopor perubahan, mengubah dunia melalui pendidikan, satu guru, satu murid, dan satu PPG pada satu waktu. Saya yakin, bersama, kita akan mencapai puncak kesuksesan dalam dunia pendidikan, dan mewujudkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke21. Terima kasih telah menyertai perjalanan ini. Semoga artikel ini telah memberikan inspirasi, dan semangat untuk terus berjuang demi masa depan pendidikan yang lebih baik. Mari kita satukan tekad, bersama PPG, menuju masa depan yang cemerlang! SELAMAT DATANG DI ERA PENDIDIKAN BARU, ERA PENDIDIKAN PROFESI GURU!!


Click to View FlipBook Version