Pervasi : penanaman norma secara berulang-ulang.
(pengisian)
Preventif : tindakan pencegahan.
Protoplasmik
: sejenis racun pada alkohol yang mempunyai
Simpati efek depresan pada sistem saraf, yang
mengakibatkan pengguna makin kurang
Social control kemampuannya untuk mengendalikan diri,
baik fisik maupun psikologis maupun sosial.
Status sosial
: perasaan tertarik yang timbul dalam diri
Studi kasus seseorang dan membuatnya merasa seolah-
(case study) olah berada dalam keadaan orang lain.
Sugesti
: proses yang digunakan oleh seseorang atau
Tindakan sosial kelompok untuk memengaruhi, mengajak,
bahkan memaksa individu atau masyarakat
agar berperilaku sesuai dengan norma dan
nilai-nilai yang berlaku di masyarakat,
sehingga tercipta ketertiban di masyarakat.
: posisi seseorang dalam struktur hirarkhi,
posisi seseorang secara umum dalam ma-
syarakat sehubungan dengan orang lain.
: pengamatan pada suatu keadaan, kelompok,
masyarakat, dan lembaga-lembaga.
: pemberian pengaruh atau pandangan sese-
orang kepada orang lain dengan cara
tertentu sehingga orang tersebut mengikuti
pandangan tersebut.
: perubahan atau perilaku manusia untuk
mencapai tujuan subjektif dirinya.
144 Sosiologi SMA Jilid 1
INDEKS ISTILAH Id, 85
Imitasi, 40, 65
Achieved status, 52, 66 Incest, 79
Achievement, 82 Indefendence, 82
Afektif, 36 Induktif, 10
Amalgamasi, 45 Invention, 61
Analogi organik, 4, 26 Joint venture, 43
Applied science, 7, 12 Kapitalis, 15
Arbitration, 43 Kinship, 78
Ascribed status, 52, 66 Kolektif, 14
Assigned status, 52, 66 Kompulsif, 86, 111
Association values, 25 Komulatif, 6
Assosiatif, 42, 55 Kontravensi, 48
Bargaining, 42 Krisis, 3
Body values, 23 Kualitatif, 8
Caracter values, 23 Kuantitatif, 9
Case study method, 10 Labelling, 104
Challenge and response, 60 Latent social problem, 122
Coercion, 43 Laws, 29
Comparative method, 10 Leasefire, 44
Compromise, 43 Logos, 5, 16
Conflict theory, 59 Longitudinal, 8
Conversion, 44 Lower class, 25
Cooperation, 42 Manifest social problem, 122
Cultural contact, 63 Message, 39
Cultural lag, 59 Metode histories, 8
Custom, 28 Middle class, 25
Cyclical theory, 60 Modis, 30
Deduktif, 9 Nilai social, 21
Delinkuensi, 121 Nonetis, 6
Discovery, 61 Nuclear family, 78
Dispasement, 44 Objek formal, 7
Dissosiatif, 47 Objek material, 7
Diviation, 96 Play stage, 77
Economic values, 25 Polling, 9
Ego, 85 Prepatory stage, 77
Empati, 41 Presposition, 84
Empiris, 10 Primary deviation, 99
Empiris, 6 Punishment, 110
Empty shell family Pure science, 7, 12
Evolutionary theory, 59 Questionere, 9
Extended family, 78 Real curriculum, 81
Fashion, 30 Receiver, 39
Feedback, 39 Recreation values, 25
Folkways, 27 Riset, 8
Game stage, 77 Role distance, 54
Generalized other, 77 Role, 53
Heredity, 86 Secondary deviation, 100
Hidden curriculum, 82
Historical method, 10
Indeks 145
Segresasi, 44
Significant other, 77
Simpati, 41
Socius, 5, 16
Social contact, 37
Statistical method, 10
Stalemate, 44
Study cross sectional, 8
Sugesti, 40
Superego, 85
Survei, 10
Symbiotic, 64
Uji statistik, 9
Universalisme, 82
Upper class, 25
Value, 21
White collar crime, 98, 123
INDEKS PENGARANG
Abdul Syani, 21, 25
Astrid S. Susanto, 35, 58
Emil Salim, 127, 128
Koentjaraningrat, 27
Masri Singaribun dan Sofian Effendi, 128, 130
Moh. Nasir, 7, 8, 128
M.J. Herkovits, 87
Paul B. Horton, 6, 7, 96
Robert M.Z. Lawang, 12
Roucek dan Warren, 11
Selo Soemardjan, 5, 58
Soerjono Soekanto, 3, 6, 8, 9, 14, 15, 40, 58, 60, 61
William F. Ogburn, 59
Wirawan Sarlito Sarwono, 47, 99, 101, 123, 126
146 Sosiologi SMA Jilid 1