5. Pembelahan primer akan menghasilkan sel-sel yang berdiferensiasi membentuk
berbagai macam jaringan. Jaringan yang bersifat meristematik adalah…
A. Epidermis
B. Parenkim
C. Kolenkim
D. Sklerenkim
E. Kambium
6. Dari hasil pengamatan pertumbuhan kecambah dikenal istilah etiolasi. Etiolasi adalah
peristiwa pertumbuhan yang ….
A. Sangat lambat akibat pengaruh cahaya matahari
B. Sangat cepat karena cahaya matahari
C. Lambat dalam keadaan gelap
D. Cepat dalam keadaan gelap
E. Lambat akibat kekurangan auksin
7. Pembelahan sel-sel meristem pada akar mengakibatkan akar bertambah panjang.
Pertambahan panjang akar terutama terjadi pada bagian ….
A. Tudung akar
B. Meristem
C. Elongasi
D. Diferensiasi
E. Meristem dan diferensiasi
8. Dari hasil pengamatan pada percobaan pertumbuhan kecambah, kelembapan pada
dasarnya berpengaruh baik terhadap pertumbuhan pada tumbuhan, karena
berhubungan dengan ketersediannya faktor pertumbuhan, yaitu ....
A. Air
B. Suhu
C. Sinar matahari
D. Tanah
E. Hormon
9. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada percobaan pertumbuhan
diantaranya adalah:
1. Nutrisi
40
2. Gen
3. Hormon
4. Sinar matahari
5. Suhu
6. Kelembapan
Faktor internal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan yaitu ….
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 4
D. 4 dan 5
E. 5 dan 6
10. Tanaman kerdil dapat dipacu menjadi tanaman normal dengan memberikan perlakuan
hormon pertumbuhan, yaitu hormon ….
A. Auksin
B. Giberelin
C. Etilen
D. Sitokinin
E. Asam absisat
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas!
1. Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
2. Apa perbedaan perkecambahan epigeal dengan hypogeal
3. Apakah yang membedakan antara pertumbuhan primer dengan pertumbuhan
sekunder?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi perkecambahan?
5. Tuliskan faKtor-faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan!
6. Tuliskan peran hormone auksin pada pertumbuhan!
7. Apakah yang membedakan antara metamorphosis sempurna dengan metamorphosis
tidak sempurna?
8. Apa fungsi dari masing-masing hormon auksin, giberelin, dan sitokinin pada
tumbuhan?
9. Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan
manusia?
41
REFERENSI
Pratiwi,D.A, DKK. 2015. Biologi Umum SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013. Jakarta:
Erlangga.
Suharano, Dkk. 2009 ”Biologi Umum Kelas XII SMA/MA. Jakarta: Perbukuan
Depertermen Pendidikan.
Biggs, A., W.C. Hagins, C. Kapicka, L. Lundgren, P. Rillero, K.G. Tallman, & D. Zike.
2015 Biologi: The Dinamics of Life. New York. Mc Graw-Hill Companies, Inc.
Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Standar Mata Pelajaran Biologi SMA
dan MA. Jakarta.
Clegg, C. J. and D. G. Mackean. 2000. Advanced Biology: Principle and Application.
Second Edition. London: John Murray.
Campbell, N. A. 1992. Biology. Third Edition. California: The Benjamin/Cummings
Publishing Company Inc.
Sri Pujiyanto, 2015. Menjelajah Dunia Biologi 3 Untuk Kelas XII SMA/MA. Solo:
Platinum.
Green, N.P.O. et al. 1994. Biological Science. London: Cambridge University Press.
Sumber Pendukung:
http://Penjaskes.co.id
http://poincerdas.wordpress.com
http://mfauzihamzah.blogspot.com
http://belajarbiologionlinemudah.blogspot.com
http://kompasiana.com
http://pikist.com
http://pusatilmupengetahuan.com
http://reniyuya.blogspot.com
http://dictio.id
42
GLOSARIUM
A
Auksin : Suatu hormone pertumbuhan pada tumbuhan yang menyebabkan
pemanjangan sel-sel dipucuk batang
Antagonisme : Pengaruh hormone tumbuhan yang saling berlawanan
Asam absisat : hormone yang berlawanan dengan auksin dan giberelin berperan
dalam penuaan dan pengguran daun
B
Biji beralbumin : Suatu biji yang tidak mengandung endosperm waktu masak
Biji eksalbumin : Biji yang tidak berendosperm dan fungsi penyimpanan hara
diambil alih kotiledon
Blastulasi : Proses pembentukan blastula dari morula
E
Epigeal : Keadaan pertumbuhan di atas tanah, terutama tumbuhan yang
Epikotil bijinya terangkat ke atas tanah pada waktu berkecambah
Etiolasi : Bagian sumbu embrio yang berada di atas tempat munculnya
kotiledon
Etilen : Gejala pertumbuhan yang tidak normal, antara lain ditandai oleh
batang memanjang dan daun yang berwarna pucat karena keadaan
F kurang cahaya
: Satu-satunya hormone tumbuhan yang berbentuk gas, tidak
berwarna, dan berbau seperti eter.
Fase embrionik : Fase yang dimulai setelah terbentuk zigot
Fase pascaembrionik : Fase penyempurnaan alat-alat reproduksi.
Fertilisasi : Proses terjadinya pembuahan sel telur dengan sel sperma
Fotoperiodisme : Respon tumbuhan terhadap lama waktu terang (siang) dan gelap
(malam) setiap harinya.
43
G : Proses morfogenetik dimana proses ini bertujuan untuk mengatur
kembali sel-sel blastula
Gastrula : Hormon yang berperan dalam proses perkecambahan embrio
: Substansi genetik yang diturunkan dari induk kepada anaknya atau
Giberelin keturunannya
Gen
: Tumbuh di bawah permukaan tanah, kebalikan dari epigeal.
H : Bagian sumbu embrio yang berada di bawah, tempat munculnya
kotiledon (kebalikan dari epikotil)
Hipogeal : Titik tumbuh batang dan akar
Hipokotil : Suatu senyawa kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang dalam
jumlah sedikit dapat menyebabkan reaksi fisiologis yang besar.
Histogen
Hormon : Masuknya air ke dalam biji
I : Terbentuk dari pembelahan tangensial sel-sel parenkim atau
kolenkim dibawah epidermis.
Imbibisi : Sel-sel cambium yang melakukan pembelahan kea rah dalam
membentuk jaringan xilem sekunder dan kea rah luar membentuk
K jaringan floen sekunder.
Kambium gabus : Sel-sel meristem yang terdapat pada pucuk batang dan ujung akar.
: Pergiliran keturunan antara fase sporofit dan gametofit
Kambium vaskuler : Peristiwa perubahan bentuk tubuh secara bertahap yang dimulai
dari larva sampai dewasa
M : Proses pembentukan morula dari zigot.
Meristem apical : Organ-organ yang berkembang dari tiga lapisan pada saat proses
Metagenesis gastrulasi.
Metamorfosis
Morulasi
O
Organogenesisi
44
P : Tumbuhnya embrio yang terdapat dalam sebutir biji
: Proses perubahan menuju kedewasaan
Perkecambahan : Proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau
Perkembangan jumlah) yang sifatnya irreversible (tidak dapat balik).
Pertumbuhan
: Hormon-hormon tumbuhan yang saling berinteraksi untuk
S memperkuat pengaruh hormone lainnya.
: Hormon yang berperan pada pembelahan sel
Sinergisme
: Suatu selubung biji kuat yang berasal dari dinding bakal biji
Sitokinin
T
Testa
45
INDEKS
A daerah maturasi, 15
defisiensi, 24
absisi, 23 dermatogen, 14
aerasi, 6, 23, 26, 27, 29 dermatogen, 14
air, 5, 7, 9, 12, 15, 18, 22, 25, 26, 27, 29, diferensiasi, 5, 6, 9, 15, 18, 44
diploid, 6, 31, 41
33, 39, 42, 48, 54, 55 dominansi apikal, 19, 21, 23
angiospermae, 14 dormansi, 5, 12, 21, 22, 54
antagonisme, 23
anthesis, 6, 18 E
asam absisat,, 6, 19
auksin, 6, 12, 19, 20, 21, 23, 25, 27, 44, ekdison, 38, 39, 42
eksternal, 5, 6, 7, 10, 12, 18, 23, 38, 39,
45, 47, 54
42, 45, 54, 55
B ektoderm,, 32
embrio, 5, 6, 10, 11, 12, 18, 21, 32, 33,
benzil amino purin, 21
biji beralbumin, 11 36, 47, 48, 54
biji berendosperm, 11 empulur, 14
biji eksalbumin, 11 endoderm., 32
blastosol, 31 endosperm, 6, 11, 12, 18, 47
blastula, 31, 32, 47 epidermis, 15, 17, 48
blastulasi, 6, 31, 41 epigeal, 5, 13, 27, 45, 48, 53
epikotil, 10, 14, 48, 53
C estrogen, 39, 42
etilen, 6, 19, 23, 27
cahaya, 5, 6, 7, 12, 19, 20, 23, 25, 27, 28, etiolasi, 13, 44
39, 40, 42, 44, 47, 54, 55 evokasi, 6, 17
D F
daerah divisi, 15 fase embrionik, 6, 31, 36, 41
daerah elongasi, 15 felogen, 17
46
fertilisasi, 6, 31, 41 internal, 5, 6, 7, 10, 12, 18, 19, 38, 42,
fitohormon, 19, 27 45, 54, 55
floem, 16, 27
fosfor, 24 irreversible, 5, 9, 27, 49, 53
fotoperiodisme, 25
J
G
juvenile, 38, 42
gametogenesis, 5, 10
gastrula, 32, 47 K
gastrulasi, 6, 31, 32, 41, 48
gen, 7, 10, 38, 42, 55 kaliptra, 14
generatif, 35 kambium gabus, 6, 16, 17
gestasi, 36, 42 kambium vaskuler, 6, 16, 43
gibberella fujikuroi, 20 karbohidrat, 12, 39
giberelin, 6, 19, 20, 21, 23, 27, 45, 47, 54 karbon, 17, 24, 25
giberelin, iv, 20, 45, 48, 54 karnivora, 33
glukosa, 25 katalisator, 25
kaulikalis, 10
H kelembapan, 6, 23, 26, 44
kinetin, 21
hidrogen, 24 klor, 24
hipogeal, 13, 14, 27, 53 klorofil, 12, 13, 24, 25
hipokotil, 11, 13, 53 klorosis, 24
histogen, 14 kobalt,, 24
histogenesis, 5, 10 kolenkim, 17, 48
hormon, 5, 6, 7, 12, 19, 20, 22, 23, 25, korteks, 15
kotiledon, 10, 12, 13, 14, 27, 47, 48, 53
38, 39, 42, 45, 49, 54, 55 kualitatif., 5, 10
kuantitatif, 5, 9
I kuncup primer, 5, 13
imago, 33, 34, 41, 54 L
imbibisi, 5, 12
induksi, 6, 17 lemak, 12, 39, 40
inisiasi, 6, 18 lentisel, 17
47
M organogenesis, 5, 6, 10, 31, 41
Organogenesis, 32
magnesium, 24 ovarium, 6, 18
makronutrisi, 24
medusa, 35, 41 P
megasporogenesis, 18
meristem apilkal, 5, 14 parenkim, 17, 48
meristem lateral, 6, 16, 53 pasca-embrionik, 6, 31, 41
mesoderm, 32 pembelahan tangensial, 17, 48
metagenesis, 35, 41, 48 pembungaan, ii, 6, 17
metamorfosis, 6, 33, 34, 39, 41, 54 penyerbukan, 10, 18
metamorfosis sempurna, 33, 41 perenial, 6, 16
metamorfosis tidak sempurna, 33, 34, 41, periblem, 14
perikarp, 18
54 perkecambahan, ii, iv, 5, 11, 12, 13, 48,
mikronutrisi, 24
mikropil, 5, 12 53, 54
mikrosporogenesis, 18 perkembangan, i, 5, 6, 7, 9, 10, 11, 12,
molibdenum, 24
morfogenetik, 32, 47 17, 18, 19, 23, 24, 26, 27, 31, 32, 33,
morula, 31, 47, 48 36, 37, 38, 39, 41, 42, 43, 45, 53, 54,
morulasi, 6, 31, 41 55
motil, 38 pertumbuhan, i, ii, iv, 5, 6, 9, 10, 14, 16,
multiseluler, 10 18, 27, 28, 31, 32, 33, 36, 38, 41, 43,
49, 53
N plerom, 14
plumula, 5, 13, 53
nimfa, 34, 41, 54 polip, 35, 41
nitrogen, 24 potasium, 24
nutrisi, 6, 7, 12, 23, 24, 25, 26, 27, 28, progesteron, 39, 42
protein, 12, 18, 25, 39
39, 42, 55 pupa, 33, 41, 54
O R
oksigen, 5, 12, 17, 24, 26, 27, 54 radikula, 5, 10, 13
48
respirasi, 12, 26 X
S xilem, 16, 27, 48
seng,, 24 Z
sinergisme, 23
sitokinin, 6, 19, 21, 22, 23, 27, 45, 54 zeatin, 21
sitoplasma, 9 zigot, 6, 9, 31, 33, 35, 41, 47, 48
somatotropin, 38, 39, 42
somatotropin, 39
sporofit, 35, 41, 48
stomata, 22
suhu, 5, 6, 12, 23, 25, 26, 27, 28, 54
sulfur, 24
T
teori histogen, 14
teori tunika-korpus, 14, 15
testa, 5, 11, 12, 14
testosteron, 39, 42
tiroksin, 38, 39, 42
transpirasi, 26
tumbuhan herbaseus, 14
tunas primordia, 15
U
uterus, 6, 36, 42
V
vertebrata, 9
49
KUNCI JAWABAN
SOAL
A. Jawaban PG
1. E
2. D
3. D
4. E
5. E
6. D
7. C
8. A
9. B
10. B
B. Jawaban Essay
1. Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan?
Jawaban:
Pertumbuhan adalah proses pertambahan biomassa atau ukuran (berat, volume, atau
jumlah) yang sifatnya irreversible (tidak dapat balik ke kodisi semula). Sedangkan
Perkembangan merupakan proses perubahan menuju kedewasaan.
2. Apa perbedaan perkecambahan epigeal dengan hipogeal?
Jawaban:
Perkecambahan epigeal, kotiledon terangkat ke atas tanah karena pertumbuhan
memanjang bagian hipokotil. Sedangkan pada perkecambahan hypogeal, kotiledon
tetap berada di bawah tanah, plumula terbawa ke atas tanah karena pertumbuhan
memanjang bagian epikotil.
3. Apakah yang membedakan antara pertumbuhan primer dengan pertumbuhan
sekunder?
Jawaban:
Pada pertumbuhan primer diawali oleh pembelahan sel-sel meristem apical, yaitu sel-
sel meristem yang terdapat pada pucuk batang dan ujung akar. Sedangkan pada
50
pertumbuhan sekunder merupakan hasil pembelahan sel-sel meristem lateral, yaitu
cambium vaskuler, dan cambium gabus.
4. Faktor apa saja yang memengaruhi perkecambahan?
Jawaban:
Perkecambahan suatu biji dipengaruhi oleh factor luar (eksternal) dan factor dalam
(internal). Faktor eksternal adalah factor-faktor yang berasal dari lingkungan, antara
lain suplai air yang cukup, suhu, oksigen, dan cahaya. Sementara itu, factor internal
adalah factor-faktor yang berasal dari biji itu sendiri, misalnya hormone, kematangan
embrio, dan dipatahkannya dormansi.
5. Jelaskan peran faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan!
Jawaban:
Auksin adalah hormone yang berperan untuk memacu proses pemanjangan sel,
Giberelin adalah hormone yang berperan dalam perkembangan perkecambahan
embrio, Sitokinin adalah hormone yang berperan pada pembelahan sel, Asam Absisat
adalah hormon yang berlawanan dengan auksin dan giberelin berperan dalam penuaan
gan pengguguran daun, serta Etilen adalah hormon yang berperan untuk mempercepat
pematangan buah.
6. Apakah yang membedakan antara metamorphosis sempurna dengan metamorphosis
tidak sempurna?
Jawaban:
Metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau
kepompong. Bentuk larva dengan serangga dewasa jauh berbeda, sedangkan
metamorfosis tidak sempurna, bentuk serangga yang baru menetas (nimfa) tidak jauh
berbeda dengan bentuk serangga dewasa (imago).
7. Apa fungsi dari masing-masing hormon auksin, giberelin, dan sitokinin pada
tumbuhan?
Jawaban:
Fungsi Auksin: menghambat pembentukan tunas lateral, merangsang pembentukan
akar lateral, untuk menghasilkan buah tanpa biji,mencegah rontoknya buah, bunga,
serta daun.
Fungsi Giberelin: merangsang perkecambahan, menghambat pertumbuhan akar
adventif, merangsang pertumbuhan bunga pada tanaman harian panjang, mematahkan
dormansi Sebagian besar jenis biji.
51
Fungsi Sitokinin: menghambat dominansi apical oleh auksin, merangsang
pertumbuhan kuncup lateral, menghambat proses penuaan, merangsang pembentukan
akar cabang, merangsang pemanjangan titik tumbuh.
8. Faktor apa yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan
manusia?
Jawaban:
Ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan
manusia, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal pertumbuhan dan
perkembangan pada hewan dan manusia dipengaruhi oleh gen, dan hormon. Serta
faktor eksternalnya terdiri dari nutrisi, air, cahaya, dan lingkungan.
52