Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2024 Provinsi NTB
KFR sebagai salah satu output peranan Kanwil DJPb Provinsi NTB sebagai Regional Chief Economist (RCE) di Provinsi NTB, disusun sebagai upaya memotret perkembangan ekonomi daerah, kondisi fiskal atau keuangan pemerintah pusat maupun daerah, pengembangan ekonomi daerah, serta rekomendasi yang dirumuskan dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder dalam menyusun kebijakan.
Perekonomian NTB tumbuh 6,22% (yoy) didorong oleh sektor pertambangan, penggalian, dan industri pengolahan. Namun, pertumbuhan tanpa sektor tambang hanya mencapai 3,38%, menekankan kebutuhan diversifikasi ekonomi yang lebih inklusif. Lapangan usaha dominan adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan kontribusi 22,33% menjadi sektor yang menopang stabilitas ekonomi berbasis masyarakat perdesaan di Provinsi NTB.
Pada triwulan III tahun 2024, Pendapatan Negara di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp7.437,84 miliar atau naik 74,05% dari periode yang sama pada tahun 2023. Pendapatan negara telah mencapai 75,95% dari target yang ditetapkan. Belanja Negara di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp19.556,62 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 6,85% dibandingkan dari triwulan III tahun 2023. Belanja negara ini telah memenuhi 73,99% dari pagu yang tersedia. Pendapatan Daerah di Nusa Tenggara Barat hingga triwulan III tahun 2024 adalah sebesar Rp15.223,81 miliar mengalami pertumbuhan 19,84% dari capaian periode yang sama tahun lalu. Pendapatan Daerah ini telah mencapai 65,94% dari target. Belanja Daerah di Nusa Tenggara Barat telah mencapai Rp14.141,12 miliar mengalami pertumbuhan 15,10% dari realisasi triwulan III tahun 2023. Capaian belanja daerah ini telah terealisasi 60,75% dari pagu.
-
Follow
-
0
-
Embed
-
Share
-
Upload