KFR sebagai salah satu output peranan Kanwil DJPb Provinsi NTB sebagai Regional Chief Economist (RCE) di Provinsi NTB, disusun sebagai upaya memotret perkembangan ekonomi daerah, kondisi fiskal atau keuangan pemerintah pusat maupun daerah, pengembangan ekonomi daerah, serta rekomendasi yang dirumuskan dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi para stakeholder dalam menyusun kebijakan.
Perekonomian NTB yang tercermin dalam PDRB Triwulan I 2024 tumbuh 4,75% (YoY). Secara qtq, perekonomian mengalami kontraksi 1,36%. Penurunan ini tidak lepas dari merosotnya pada Industri Pengolahan (-16,62%), Administrasi Pemerintahan (-6,51%), dan Pengadaan Air (-5,30%).
Pada Triwulan I Tahun 2024, pendapatan negara di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp.1.923 miliar atau naik 74,04% dari perioode yang sama pada tahun 2023. Pendapatan negara telah mencapai 19,78% dari target yang ditetapkan.