Analisis Buku “Kronik Perang Jawa 1825-1830” Karya Abdul Rohim Alya Qurota Aini Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Email : [email protected] 1. Pendahuluan Latar Belakang Buku “Kronik Perang Jawa 1825-1830” merupakan salah satu buku sejarah karya Abdul Rohim. Buku ini membahas tentang Awal Mula hingga Puncak dari Perang Jawa, yang Berujung diasingkannya Pangeran Diponegoro di Sulawesi dan berakhir wafat pada tahun 1885. Selain menjelaskan tentang Perang Jawa Buku ini pula membahas tentang bagaimana kehidupan masyarakat Jawa sebelum pecah perang Diponegoro. Alasan Penganalisis memilih buku ini adalah karna buku ini menceritakan tentang bagaimana kehhidupan masyarakat, bagaimana pangeran Diponegoro lahir, Bagaimanan tercetusnya perlawanan Masyarakat Jawa terhadap Kolonial dan menjelaskan Bagaimana Pangeran Diponegoro di tangkap dan kemudian di asingkan Hingga wafatnya. Kronik Perang Jawa ini meupakan perang yang mengubah sejarah takhta Mataram, bahkan Nusantara. Sebab, VOC dihantam dua kampanye militer sekaligus, terutama di tanah Sumatera: Perang Aceh dan Perang Paderi. Dan sejak saat itu, kuku kekuasaan VOC semakin mencengkeram di bumi Nusantara. Buku ini tidak hanya membahas data-data relevan terkait kampanye militer sang Pangeran yang terbuang ini. Penulis mengisahkan dengan epik kronik perang yang dimulai dari intervensi VOC di takhta Mataram saat sang Pangeran masih belia, hingga ia mundur dalam kontestasi suksesi takhta guna menghimpun kekuatan rakyat untuk melawan tirani asing. 2. Pembahasan A. Resensi Buku Judul Buku : Kronik Perang Jawa 1825-1830 Pengarang : Abdul Rohim Tahun Terbit : Yogyakarta, 2018 Penerbit : ANAK HEBAT INDONESIA Jumlah Halaman : 192 Halaman ISBN : 9786237115441
B. Orienntasi Buku ini merupakan satu dari sekian fragmen tentang takhta Mataram Islam, terutama sejak Perjanjian Giyanti yang memecah Mataram menjadi Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Fragmen inilah yang banyak disorot sejarawan, terutama sepak terjang sang Pangeran sebagai seorang “messiah” tanah Jawa. Buku Kronik Perang Jawa 1825-1830 ini diinisiasi oleh Pangeran Diponegoro sebagai misi jihad melawan tirani asing yang menginjak kehormatan agama dan kedaulatan negara, terutama sejak intervensi mereka terhadap suksesi takhta Mataram. C. Sinopsis Apa yang menyebabkan Pangeran Diponegoro melawan takhta Mataram hingga memicu perang besar dalam sejarah Jawa sebagai “Perang Jawa 1825-1830”? Apa pula yang menyebabkan beberapa pengikut Diponegoro satu per satu menyerahkan diri kepada pihak asing (VOC)? Apa alasan sang pangeran—pada akhirnya—menyerahkan diri hingga dibuang ke Makassar? Siapakah Pangeran Diponegoro, yang sosoknya dimitoskan sebagai “messiah” dari tanah Jawa, dan menginspirasi perang kemerdekaan dalam Masa Revolusi Fisik di kemudian hari? Inilah kronik Perang Jawa—perang yang mengubah sejarah takhta Mataram, bahkan Nusantara. Sebab, VOC dihantam dua kampanye militer sekaligus, terutama di tanah Sumatera: Perang Aceh dan Perang Paderi. Dan sejak saat itu, kuku kekuasaan VOC semakin mencengkeram di bumi Nusantara. Buku ini tidak hanya membahas data-data relevan terkait kampanye militer sang Pangeran yang terbuang ini. Penulis mengisahkan dengan epik kronik perang yang dimulai dari intervensi VOC di takhta Mataram saat sang Pangeran masih belia, hingga ia mundur dalam kontestasi suksesi takhta guna menghimpun kekuatan rakyat untuk melawan tirani asing. D. Analisis Karya Dalam buku ini pada bagian awalnya tidak secara langsung menjelaskan tentang peristiwa perang Jawa yang dipelopori oleh pangeran Diponegoro namun pada awal bab buku ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan dan kondisi masyarakat Jawa sebelum pecahnya perang Diponegoro. Dalam buku ini langsung menjelaskan bagaimana masyarakat Jawa melakukan pekerjaan untuk tetap hidup dengan cara menjadi petani. Dalam bab selanjutnya yaitu bab kedua menjelaskan tentang kelahiran sampai pangeran, yaitu pangeran Diponegoro. Iya lahir dari keturunan raja ayahnya adalah anak sulung dari Sultan Hamengkubuwono II dan ibunya adalah RA Mangkarawati. Juga menjelaskan tentang masa kecil pangeran, yang di mana masa kecilnya tidak ia habiskan di Keraton ia lebih banyak menghabiskan waktu
mudanya di lingkungan pedesaan di daerah pinggiran kraton Yogyakarta daerah Tegalrejo namanya. Selain itu kehidupan pangeran Diponegoro selalu dibaluti oleh religiositas agama, iya banyak ketemu para ulama dan para ustaz di lingkaran Keraton Yogyakarta. Kemudian di bab selanjutnya Menjelaskan tentang kehidupan dan pendidikan sang pangeran. Di mana pangeran adalah keluarga bangsawan yang di mana tentunya harus mempelajari strata sosial yang lebih tinggi di tengah masyarat dan juga ia mempelajari keagamaan yang didapatkan dari para kyai dan ulama pondok pesantren. Selain itu ia juga mempelajari tentang karakter yang di mana sebenarnya mental seorang Diponegoro mudah diasah dan dibentuk menjadi orang yang keras dan kuat dalam memegang prinsip. Masuk ke bab selanjutnya, di mana mulainya masuk Daendels ke Mataram. Sehingga memanasnya hubungan diplomatik Belanda dengan Yogya dengan konflik kepentingan niaga di wilayah pesisir dan Timur. Kemudian dari sini muncullah gerakan anti penjajah, dan mulai adanya pemberontakan Raden Ronggo, dan terjadinya perlawanan terakhir yang dilakukan oleh pangeran Diponegoro yang dengan liciknya Belanda menangkap pangeran Diponegoro dan kemudian diasingkan di Makassar Sulawesi. E. Evaluasi Buku ini membahas tentang Spesifik kehidupan masyarakat Jawa dan bagaimana perlawanan masyarakat Jawa yang di pimpin oleh pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Dan secara detailnya juga menunjukan bagaimana kehidupan pangeran Diponegoro, dari ketika ia lahir, masa kecilnya hingga masa dewasanya dan bagaimana ia melalui pendidikannya hingga ia memimpin perlawanan atau perang Jawa. Penulis juga menjelaskan bagaimana konflik awal kenapa terjadinya perlawanan Jawa pada tahun 1825-1830 yang di pimpin oleh Pangeran Diponegoro yang juga berakhir dengan penangkapan Pangeran dan diasingkan di Sulawesi hingga ia wafat disana. Dalam penulisannya, penulis menggunakan bahasa yang mudah di mengerti, selain itu penulis pula memberikan kutipan-kutipan kata-kata tentang pengertian-pengertian dari hal yang kemungkinan pembaca kurang mengerti. Namun, dalam buku ini adapun kurangnya dala buku “Kronik Perang Jawa 1825-1830” ini adalah Penulis kurang rinci dalam menjelaskan perang atau perlawanan perang Jawanya itu sendiri, karna lebih banyak membahas tentang kehidupan Pangeran Diponegoro. Namun jauh dari isi buku tersebut, buku ini sangatlah bagus untuk dibaca dan untuk mencari tahu secara singkat bagaimana perang Jawa pada tahun 1825-1830 bisa terjadi, karna bhuku ini adalah rangkuman Kronik perang Jawa F. Sekilas Tentang Buku “Kronik Perang Jawa 1825-1830” Buku karya Abdul Rohim ini terbit pada tahun 2018 dengan judul “Kronik Perang Jawa 1825-1830” dan kembali terbit kembali Pada April Tahun 2022 dengan judul “De Java Oorlog : Rangkuman Kronik Perang Jawa 1825-1830” dengan isi yang sama namun dengan judul dan Cover buku yang sedikit di ubah.
3. METODE DAN KERANGKA TEORITIS Dalam Metode penulisan penelitian sejarah melibatkan langkah-langkah sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data sejarah. Dan dalam prosedurnya penelitian sejarah juga menggunakan kerangka teoritis. Selain itu dalam penulisannya kita butuh dengan bantuan pendekatan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, ilmu Politik dan lain sebagainya, karna dalam penelitian sejarah, penting untuk menggabungkan kerangka sejarah dengan ilmu-ilmu lainnya guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam. Penggabungan kerangka sejarah dengan konsep dan metode dari ilmu-ilmu lain ini membantu peneliti dalam melihat fenomena sejarah dari berbagai perspektif, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, dan menyajikan interpretasi yang lebih holistik dan terinformasi secara ilmiah. Dalam penelitian sejarah, ada beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisis sumber-sumber sejarah, dan menyusun interpretasi. Adapun beberapa metode penelitian sejarah yang umum digunakan yaitu Penelitian Arsip, Penelitian Lapangan, Wawancara, Penelitian Literatur, Analisis Sumber, Analisis Komparatif dan Analisis Naratif. Dan adapun Tahapan-Tahapan dalam penelitian sejarah, Adapun Tahapan Pertama yaitu, Heuristik (Pengumpulan Sumber) Tahapan ini berperan penting karena menjadi dasar peristiwa yang akan disusun sesuai dengan fakta sejarah yang ada. Pada tahap heuristik seorang sejarawan mengumpulkan sumber dengan tingkatan yang paling kuat hingga paling lemah berdasarkan sifatnya (sumber primer, sekunder dan tersier). Selain itu seorang peneliti juga harus mampu menggali sumber sejarah berdasarkan bentuknya (sumber sejarah lisan, tulisan, benda dan audio visual). Setelah melakukan metode heuristik atau penyumpulan sumber data, selamjutnya adalah tahap Verifikasi atau tahap kritik, Kritik sumber merupakan upaya peneliti untuk menyeleksi dan mengecek keaslian serta keabsahan sumber sejarah. Pada tahap ini peneliti harus mengecek kevalidan sumber sejarah. Terdapat dua jenis verifikasi / kritik sumber yaitu : Verifikasi (Kritik) Eksternal, Kritik eksternal adalah pengujian keaslian melalui bahan yang digunakan. Terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan seorang peneliti yaitu autentitas (kesesuaian sumber), orisinalitas (keaslian), dan integritas (keutuhan sumber) dan Verifikasi (Kritik) Internal : Kritik internal dilakukan untuk menguji isi dari sumber sejarah. Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu sifat sumber (keresmian sumber), latar belakang sumber, dan pembanding sumber lain. Selanjutnya, setelah tahap Verifikasi ada tahapan Inteprtasi (Penafsiran), menafsirkan dan menghubungkan antar peristiwa yang telah di verifikasi sehingga menjadi satu bagian utuh. Penafsiran yang dilakukan harus dilandasi sifat objektif dan harus bersifat rasional. Setelah melewati tahapan Penafsiran, terakhir adalah tahapan Historiografi (Penulisan Sejarah), Pada tahapan akhir penelitian sejarah dilakukan pencatatan terhadap hasil penelitian yang telah melalui langkah – langkah metodologi sejarah.
Peneliti tidak hanya melaporkan semata namun harus memahami peristiwa sejarah yang ditulis dan hasil pemikirannya. Dan penulis memulai proses menulis dengan cara menumpulkan Buku Literatur-literatur Sejarah Mengenai Perang jawa maupun Kisah Pangeran Diponegoro. Salah satu buku yang ia ambil adalah buku karya Asal-Usul Perang Jawa, Pemberontakan Sepoy & lukisan Raden Saleh karya Carey, peter. 4. Biografi Penulis Abdul Rohim. Biasa disapa Doel Rohim, lahir di Pati, Jawa Tengah, menempuh studi di UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya. la gemar membaca dan menulis. Di tengah ketukan kullah yang membosankan, la menyibukkan diri di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Arena sebagal pewarta kampus. Selain itu, la juga sibuk berkesenian bersama teman- teman Komunitas Rimbun di jurusan Sejarah Kebudayaan Islam. Beberapa kali sibuk ngopi sambil diskusi di beberapa warung kopi di daerah Ambarukmo, Yogyakarta. Sambil terus belajar menulis, la sedang merangkai mimpinya menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri. 5. Kesimpulan Buku “Kronik Perang Jawa 1825-1830” merupakan salah satu buku sejarah karya Abdul Rohim. Buku ini membahas tentang Awal Mula hingga Puncak dari Perang Jawa, yang Berujung diasingkannya Pangeran Diponegoro di Sulawesi dan berakhir wafat pada tahun 1885. Buku ini terdiri dari 8 BAB dan 192 Halaman, yang keseluruhan buku ini menjelaskan tentang Perang Jawa dan kehidupan sang Pangeran yaitu Pangeran Diponegoro.
DAFTAR PUSTAKA ROHIM, Abdul. Kronik Perang Jawa 1825-1830. Anak Hebat Indonesia, 2019. DEWI, Vira Maulisa. Pangeran Diponegoro Dalam Perang Jawa 1825-1830. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 2020, 2.2: 147-158. IRWANTO, Dedi; ALIAN, Sair. Metodologi dan historiografi sejarah. 2014.