The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ADA APA DENGAN KAMPUS UIJ?

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lpmmitrauijember, 2022-01-29 07:49:55

Buletin 39

ADA APA DENGAN KAMPUS UIJ?

Keywords: Buletin

Menyajikan Informasi Aktual Kampus

NOVEMBER 2021 EDISI 39 Ÿ UIJ Akreditas C, Pihak LP3M Ungkap Alasannya

Ÿ Masih Tahap Proses, UIJ Belum Siap Terapkan
MBKM?

Ÿ Nasib Masa Depan kami masih di perbudak
Akreditasi Kampus

Ÿ Persma Itu Pengawal UU Keterbukaan Informasi

ADA APA

DENGAN KAMPUS HIJAU

Infaq Rp 10.000

SALAM REDAKSI

Assalamualaikum wr. Wb.

Salam Persma...!!!

Alhamdulillah segala puji bagiAllah SWT yang telah melimpahkan kesehatan
kepada kita semua. Tak lupa sholawat serta salam kami panjatkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman kebodohan menuju jaman yang
sejahtera ini. Selanjutnya saya sebagai pimpinan redaksi mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah berpartisispasi dalam kegiatan
pembuatan buletin edisi ke-39 terutama untuk seluruh anggota LPM Mitra.

Buletin dengan Judul “ ADA APA DENGAN KAMPUS HIJAU ” dimana
dalam hal ini kami angkat, karena melihat kampus hijau yang sampai saat ini belum ada
perkembangan sehingga hal ini perlu dipertanyakan , dari segi apa saja yang menjadi
penghambat UIJ sulit berkembang. Buletin yang kami buat, pastinya banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Masukan yang membangun selalu kami
terima demi membangun kesempurnaan buletin yang kami buat. Dengan tulisan dalam
buletin ini semoga para pembaca dapat mengetahui dan seakan-akan terjun lebih di
kampus tercinta ini.

Wassalamualaikum wr.wb.

SUSUNAN REDAKSI

Pelindung dan Penasehat : Rektor UIJ; Desain Layout : Kholifatus (Ifa)
Penanggung Jawab
Pembina : WR I UIJ; Vito;
Pimpinan Umum
Pimpinan Redaksi : Drs. Shodiq Syarif, M.Si. Ilustrator : Ifa
Redaktur Pelaksana
: Muhammad Zaini; Editor : Anis;

: Zaenab Nur Hafila; Fotografer : Isma’il;

: Dimas Erlangga, Galuh F; Reporter : Riris, Hayati;

DAFTAR ISI

Berita Utama

- UIJ Akreditas C, Pihak LP3M Ungkap Alasannya................................................. 4-5
- Masih Tahap Proses, Uij Belum Terapkan MBKM................................................. 6-7

Opini

- Nasib Masa Depan kami masih diperbudak Akreditasi Kampus........................... 8-9
- Persma Itu Pengawal UU Keterbukaan Informasi Publik di Kampusnya.......... 10-12

Bantahan Faperta

- Bantahan Faperta.............................................................................................. 13-18
- Penjelasan dan Kronologis Peliputan Buletin Mitra Edisi 37 dan 38................. 19-21

Tokoh Inspiratif

- Dodi Sefriadi, Mahasiswa Penjual Jagung Bakar
Menjadi YouTuber Sukses................................................................................. 22-23

Artikel

- 3 Program Kampus Merdeka yang Layak Kamu Ikuti....................................... 24-26

Cerpen

- Melupakan Harapan............................................................................. 27-30

Puisi

- Suara Hati Mahasiswa.............................................................................. 31
- Jangan Pernah Putus Asa........................................................................ 32
- Dimanakah Dirimu.................................................................................... 33

Pantun

- Pantun................................................................................................. 34-35

Kata Mutiara

- Kata Mutiara............................................................................................. 36

Foto Jurnalistik

- Foto Jurnalis............................................................................................. 37

Karya Anak Mitra

- Karya Anak Mitra...................................................................................... 38

Iklan

- Persmart................................................................................................... 39

BERITA

Fotografer : Moh Isma’il

UIJ Akreditas C, Pihak LP3M Ungkap Alasannya

Sejak tahun 2016, Menurutnya, UIJ
Universitas Islam Jember (UIJ) terakreditasi C dikarenakan pada saat
masih terakreditasi C. Pasalnya, tahun 2016 dulu, pangkat dosen di
kampus hijau ini difokuskan dengan kampus ini tidak memiliki gelar
akreditas program studi yang Doktor (Dr) yang merupakan salah
dianggap lebih wajib daripada satu standart penilaian dalam
institusi. Hal itu dikatakan oleh peningkatan akreditasi
Kepala Lembaga Pengembangan
Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Kepala LP3M, Miftahul
(LP3M), Miftahul Hakim saat Hakim, mengungkapkan penyebab
ditemui di ruang kerjanya, Jum'at akreditasi kampus yang hingga
(19/11). sekarang masih belum mengalami
perubahan.

4 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Hal ini disebabkan oleh penyusunan jabatan akademik guna
beberapa faktor yaitu, ada program mendapatkan gelar Professor (Prof).
studi yang belum ter-akreditasi, dan
publikasi ilmiah dari dosen maupun Sementara itu, Wakil Rektor
mahasiswa yang masih dirasa I UIJ, Mohammad Qurtubi
kurang. menjelaskan status prodi yang ada di
lingkungan UIJ saat ini.
“Setelah saya hitung, artikel “Alhamdulillah seluruh prodi,
yang diterbitkan oleh dosen dan kecuali yang masuk di FEBI ter-
mahasiswa dimasukkan dalam akreditasi B semua,” tutur dia.
penilaian serta di evaluasi ternyata
kurang,” kata dia. Ia berdalih, progress yang
akan dilakukan ialah memperkuat
Ia juga menambahkan, saat pemberdayaan baik Sumber Daya
ini UIJ mendapat Surat Keterangan Manusia (SDM) mahasiswa maupun
(SK) perpanjangan sehingga dosen. Dengan harapan, dosen dapat
statusnya masih tetap C. “Walaupun menggandeng mahasiswa dalam
kita tidak mengajukan, SK kita kegiatan penelitian dari materi
sudah di perpanjang,” jelasnya. pembelajaran, sehingga hasil
penelitian tersebut dapat
Hakim juga memaparkan, menyempurnakan mata kuliah yang
Upaya yang dilakukan saat ini yaitu, di sampaikan. “Agar penjaminan
mengajukan akreditasi Fakultas mutu UIJ dapat berkembang lebih
Ekonomi Bisnis Syariah (FEBI). baik,” pungkasnya.
Dengan meminta kepada pimpinan
kampus untuk restrukturisasi
penjaminan mutu hingga pada
tingkat fakultas, melakukan
peningkatan kemampuan dosen
dalam bidang menulis jurnal, serta
melaksanakan akselerasi percepatan

5Buletin MITRA Edisi 39/2021

BERITA

Fotografer : Moh Isma’il ?

Masih Tahap Proses, UIJ Belum Siap Terapkan MBKM

Program Merdeka Belajar Menurutnya, draf Rencana
Kampus Merdeka (MBKM) di Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Universitas Islam Jember (UIJ) MBKM telah dikaji, dan
belum terlaksana. Pasalnya, kampus disempurnakan oleh forum pimpinan
hijau ini masih dalam proses perguruan tinggi di Situbondo.
menyelesaikan payung hukum Kemudian, setelah dari sana akan
pedoman universitas yang nantinya didiskusikan ulang, guna melihat
akan diperinci oleh prodi-prodi. Hal kelayakan dari universitas sendiri
itu dikatakan oleh Wakil Rektor I, seperti apa. “Mungkin seminggu lagi
Mohammad Qurtubi saat ditemui atau sebulan lagi,” kata dia.
diruangannya, Jum'at (17/11).

6 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Qurtubi juga menjelaskan, Ia juga membeberkan,
UIJ masih perlu meningkatkan sudah ada beberapa Mahasiswa
Sumber Daya Manusia (SDM), UIJ yang mengikuti magang
karena sukses tidaknya program bersertifikat yang diikuti oleh
kampus merdeka di UIJ ini, selain seluruh mahasiswa di Indonesia
lembaga juga dari mahasiswa. meskipun hasilnya tidak
“Disini kita hanya memfasilitasi,” memuaskan. “Karena memang
tegasnya. saingannya dari segala penjuru,”
pungkasnya.

Ilustrasi : Ifa Sumber : Google.com

Sementara itu Kepala
Bagian Humas Kerjasama dan
Kelembagaan, Nuzulul Ulum
berdalih pihaknya mendukung
terlaksananya program kampus
merdeka ini, dan akan
menjalankan ketika sudah ada
perintah. “Kembali lagi ke SDM
siap apa tidak,” tutur dia.

7Buletin MITRA Edisi 39/2021

OPINI

Sumber : Google.com

Karirku Tergantung Akreditasi Kampusku

Seperti yang kita tahu sebagaimana yang telah ditulis

bahwasanya Akreditasi Universitas dalam buletin berita 1 edisi buletin

Islam Jember (UIJ) sampai saat ini ke-39 diantaranya yaitu, adanya

masih C, padahal kampus hijau ini p r o g r a m s t u d i y a n g b e l u m

telah berdiri selama kurun waktu terakreditasi dan publikasi ilmiah

kurang lebih 30 tahun. Akan tetapi, dari dosen mahasiswa yang masih

sampai saat ini belum ada tanda- dirasa kurang.

tanda kemajuan akan hal itu. Tentunya hal itu sangat

Ada beberapa faktor yang b e r p e n g a r u h b e s a r b a g i

menyebabkan terjadinya hal itu kelangsungan karir mahasiswa

8 Buletin MITRA Edisi 39/2021

dimasa depan terutama ketika sendiri. Biasanya, perusahaan-
ingin melamar pekerjaan. Karena perusahaan tersebut memberi
akreditasi universitas termasuk batasan kriteria penilaian
dari salah satu faktor pendukung perguruan tinggi atau jurusan
utama untuk diterimanya bekerja dengan minimal akreditasi B.
di suatu perusahaan dan yang
lainnya. Nyatanya di UIJ sendiri
akreditasinya masih belum
Tidak hanya persyaratan mencapai batas minimal dari
bekerja di institusi pemerintahan, persyaratan tersebut. Sehingga kita
akreditasi juga di butuhkan dalam sebagai aktivis juga
proses belajar. Pasalnya, dengan mempertanyakan bagaimana nasib
justifikasi yang baik kita juga bisa masa depan karier kami jika hal
menambah wawasan bahkan bisa tersebut masih belum ada
bersaing mengikuti program kemajuan.
pertukaran pelajar di berbagai
kota. Oleh karena itu,
seharusnya pihak kampus tidak
Sumber : Google.com memandang remeh dan segera
berusaha bagaimana cara agar
masalah ini cepat terselesaikan.
Agar kami tidak ragu lagi akan
nasib jenjang karir di masa depan
dan kampus UIJ sendiri sudah
mempunyai mutu dan tidak
dipandang sebelah mata lagi oleh
pihak luar.

Selain itu ternyata Nur Vita Sari
akreditasi juga sangat
dipertimbangakan oleh Penulis merupakan anggota LPM
perusahaan swasta, BUMN, atau Mitra dan saat ini masih duduk di
multinasional. Kebanyakan dari semester 1 Prodi Administrasi Negara
perusahaan tersebut juga ingin
menjaga kualitas dari pegawainya

9Buletin MITRA Edisi 39/2021

OPINI

PERSMA

Ilustrasi : Ifa

Persma Itu Pengawal UU
Keterbukaan Informasi Publik di Kampusnya

Penerapan Undang-Undang setiap ada anggota organisasi ini
(UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang yang hendak wawancara, mereka
Keterbukaan Informasi Publik, akan merasa risih. Pada akhirnya,
rupanya masih belum begitu jawaban yang dilontarkan oleh
terlaksana dengan baik dalam dunia pejabat yang menjadi narasumber
kampus. Buktinya masih banyak itu cukup sedikit alias setengah hati.
Pers Mahasiswa (Persma) yang
mengalami upaya Meskipun anggota Persma
“Pembungkaman”. telah menanyakan banyak isu.
Muaranya bisa ditebak,
Sudah jadi rahasia umum pemberitaan yang diterbitkan
kalau banyak pejabat kampus terkesan sepotong-sepotong.
menganggap Persma sebagai Unit Beberapa informasi yang
Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang disampaikan anggota Persma,
suka cari kesalahan. Sehingga mereka mengaku dipanggil oleh

10 Buletin MITRA Edisi 39/2021

pimpinan fakultas atau kampus informasi, pendidikan, hiburan
setelah memberitakan dugaan dan kontrol sosial.
praktik lancung di perguruan
tinggi. Maka dari itu, Persma
memiliki hak untuk mencari,
Misalnya, terkait beasiswa memperoleh, mengolah dan
Bidikmisi hingga dana praktikum. menyebarluaskan gagasan dan
Sebagian ada yang informasi yang ada di kampusnya.
diancam.Bentuknya bermacam- Hal ini juga dilindungi oleh
macam, mulai nilai kuliah rendah, konstitusi sebagai bentuk
pencabutan beasiswa, hingga kebebasan menyampaikan
paling parah pembekuan UKM. pendapat sesuai Pasal 28F UUD
1945. Isinya, “setiap orang berhak
Padahal, jika ditelaah lebih untuk berkomunikasi dan
jauh, Persma merupakan memperoleh informasi untuk
lokomotif utama dalam penerapan mengembangkan pribadi dan
UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang lingkungan sosialnya, serta berhak
Keterbukaan Informasi Publik. untuk mencari, memperoleh,
Mereka menjadi pengawal memiliki, menyimpan, mengolah
implementasi regulasi yang dan menyampaikan informasi
menjamin hak informasi publik di dengan menggunakan segala jenis
dalam kampus. Publik di sini tentu saluran yang tersedia”.
adalah mahasiswa dan seluruh
sivitas akademika. Di sisi lain, Kasus-kasus yang telah
Persma juga berfungsi sebagai dialami Persma seperti ini,
mata mahasiswa dalam menjadi tanda masih banyak
mengawasi penyelenggaraan kampus yang masih lemah dalam
kampus agar lebih transparan dan melaksanakan keterbukaan
akun tabel. Dalam menjalankan informasi, sehingga pejabatnya
tugasnya, Persma berpedoman sering kali merasa gerah ketika
pada UU Nomor 40 tahun 1999 disoroti oleh Persma. Seharusnya,
tentang Pers. Sebagai media karya jurnalistik yang dihasilkan

11Buletin MITRA Edisi 39/2021

itu menjadi rujukan bagi pemangku Tentunya kualitas informasinya
kebijakan sebagai sarana evaluasi bisa dipercaya.
dan pengawasan kerja pegawainya.
Dengan hadirnya informasi kritis Oleh karena itu, seyogianya
dari Persma itu, seharusnya setiap kampus perlu membuat
petinggi kampus segera badan khusus yang independen
menindaklanjuti dan untuk menjadi mediator dalam
menyelesaikan sesuai mekanisme menyelesaikan sengketa informasi.
kelembagaan. Utamanya, bila Agar tidak ada lagi stereotip
informasi yang disuguhkan terkait Persma sebagai organisasi yang
dugaan kecurangan atau mengumbar aib perguruan tinggi,
penyelewengan jabatan. Bukan dan jika merasa dirugikan dengan
malah mengambinghitamkan hasil pemberitaan, bisa
organisasi Persma. menggunakan hak koreksi atau hak
jawab.
Perlu diingat, karya
jurnalistik yang diberitakan oleh Melalui langkah tersebut,
Persma pasti berkaitan dengan akan mewujudkan keterbukaan
kebijakan publik dan berkaitan informasi publik, disisi lain Persma
dengan hajat hidup orang banyak. juga memperoleh perlindungan
Bukan persoalan pribadi yang dari institusi kampus. Sehingga
menyinggung privasi pejabat kebijakan perguruan tinggi bisa
kampus atau fakultas. Karena lebih transparan dan demokratis.
semangatnya menjadi wakil Salam Persma!
mahasiswa dalam mengawasi
kinerja institusi. Imam Nawawi

Selain itu, sejauh ini Penulis merupakan Pimpinan
independensi Persma juga tak perlu Umum LPM Mitra Periode Tahun
diragukan lagi. Setiap produk 2019-2020
jurnalistik yang dihasilkan murni
berasal dari ruang redaksi.

12 Buletin MITRA Edisi 39/2021

BANTAHAN FAPERTA

13Buletin MITRA Edisi 39/2021

Lampiran 1. Pernyataan Buletin Mitra di Edisi 37 (Oktober 2021)
1."....pembayaran uang praktikum Rp.750.000, yang tak sedikitpun terlihat
adanya kejelasan terkait penggunaan anggaran ....". Buletin Mitra
Oktober 2021, Hal 10 paragraf ke 1.
v Pernyataan tersebut tidak berdasar dan tidak terbukti maka termasuk
dalam fitnah karena penggunaan dana praktikum bagi mahasiswa berupa
kegiatan praktikum yang dilaksanakan di dalam dan di luar kampus
sudah terlaksana.
2. " Tentunya menjadi tanda tanya besar bagi mahasiswa Program Studi
Agroteknologi maupun Agribisnis Pertanian" Buletin Mitra Oktober 2021,
Hal 10 Paragraf ke 1
v Tentu saja menjadi fitnah jika mahasiswa Program Studi Agribisnis
dikaitkan dengan pemberitaan karena reporter hanya menanyakan perihal
dana praktikum Program Studi Agroteknologi.
v Ketua Program Studi Agribisnis keberatan jika dikaitkan dengan
pemberitaan dikarenakan kegiatan praktikum Agribisnis telah berjalan
dan tidak ada mahasiswa Prodi Agribisni yang melakukan komplain,
maka ini juga bisa dianggap fitnah.
3. "Uang Praktikum menjadi ancaman ijazah tidak dikasihkan" Buletin Mitra
Oktober, Hal 7 paragraf ke 1.
v Tidak benar jika hanya mengkhususkan uang praktikum sebagai syarat
pengambilan ijazah karena SKBT banyak poin yabg harus diselesaikan,
dari sini penulis menggiring opini pembaca untuk percaya bahwa dana
praktikum dapat menjadi ancaman bagi proses pengambilan Ijazah.
v Pihak Mitra sendiri tidak memahami prosedur pengambilan ijazah (Tim
Marketing Mitra)
4. Narasumber "Riski Miftahul Ulum" Buletin Mitra Oktober 2021, Hal 6
v Tidak valid karena info yang didapatkan dari kakak tingkat Agri 2016
(sudah alumni), sedangkan tiap angkatan ada kebijakan lembaga yang
mengalami penyesuaian.
5. "Kurang transparan, mahasiswa UIJ pertanyakan dana praktikum"
Judul Artikel Buletin Mitra Oktober 2021, Hal 6
v Lembaga tidak berkewajiban menjelaskan transparansi pengeluaran dana
praktikum karena merupakan paket pembiayaan pendidikan selama
kuliah di Faperta.
v Gambaran kegiatan sudah dijelaskan pada mahasiswa sejak maba.
6. "Awas kecolongan dana praktikum" Judul artikel Buletin Mitra Oktober
2021, Hal 6.
v Menggiring opini pembaca seakan-akan Fakultas Pertanian melakukan
penggelapan tanpa memperhatikan sikap Tawadhu' pelajar muslim NU

14 Buletin MITRA Edisi 39/2021

v Praktikum hanya di SPJ kan secara internal Fakultas
7. Bapak Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Jember meminta hak
koreksi sesuai kode etik yang disampikan mitra di edisi 38, pihak Mitra
mengetahui hak tersebut tetapi tetap tidak dilaksanakan.

Lampiran 2. Pernyataan Bulein Mitra di edisi 38 (November 2021)
1. “Cover”

v Headline dirasa sangat tidak etis.
2. “Anjurkan titip Uang UKT” Buletin Mitra Judul Artikel Hal 4.

v Narasumber menyatakan “minta tolong” bukan sebagai anjuran
v Mahasiswa yang menitipkan UKT tidak dijelaskan spesifikasinya

hanya secara garis besar “dispensasi” padahal mahasiswa yang
bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk beregistrasi karena
melakukan pembayaran tidak sesuai ketentuan atau minimal 50% dari
UKT dan ada beberapa yang melakukan pembayaran terlambat
sehingga pihak fakultas membantu heregistrasi.
3. “Dituding fitnah, reporter LPM Mitra dipanggil Fakultas” Buletin Mitra
Judul Artikel Hal 6.
v Kenyataannya pemberitaan dari edisi 37-38 yang sangat berkaitan
dengan Faperta tidak diberitakan dengan sepenuhnya benar.
v Justru Faperta merasa pemberitaan edisi 38 terkesan dpaksakan
sebagai balasan perlakuan faperta terhadap reporter yang mengalami
penolakan wawancara.
v Fakultas tidak pernah memanggil secara resmi, hanya
mempertanyakan isi berita pada mahasiswa mitra yang
mendistribusikan bulletin dan mahasiswa tersebut memanggil
mahasiswa lainnya. Reporter yang dipanggil temannya (Tim
marketing) mitra karena tidak ada akhirnya pihak mitra menghadap
pak dekan keesokan harinya.
v “Dimarahi” Fakultas mempertanyakan isi berita, yang ternyata
pimpinan redaksi yang menghadap bersama pihak marketing mitra
tidak dapat menjelaskan dan terkesan lepas tangan dan menyatakan
“….itu bukan tulisan saya….”
v Pada dasarnya pemberitaan yang dilakukan mitra dalam bulletin
Bumi sudah sering mendapatkan complain dari pihak yang
diberitakan karena tidak menyertakan bukti yang terpercaya
sehingga tidak heran jika Faperta menganggap pemberitaan di edisi
37 dan 38 merupakan fitnah karena tidak diserta bukti dan
narasumber yang valid.
4. “Pak Rektor…. Pejabat Faperta UIJ perlu diajari Kode Etik Jurnalis”
Buletin Mitra Judul Artikel Hal 10.

15Buletin MITRA Edisi 39/2021

v Kode etik jurnalistik tidak diperlukan pejabat Faperta karena
bukan bidangnya.

v Faperta tidak anti pers hanya membatasi diri pada berita pers
mahasiswa yang tidak bertanggung jawab dan tidak beretika
dalam penulisannya. Contoh “Pejabat Kok Dikuliahi”.

5. Paragraf “Oleh karena itu sepertinya para pejabat di Faperta ini perlu di
Kuliahi soal kode etik jurnalistik, agar tidak sembrono seperti itu.
Mungkin dari jajaran rektor harus menghadirkan dosen khusus yang
paham tentang kewartawanan supaya paham penyelesaian sengketa
peberitaan biar tidak memalukan kampus, yang dijuluki kaum
akademis” Buletin Mitra Hal 11 paragraf ke 3.
v Pernyataan menunjukkan penulis tidak berakhlak, tidak
mengenal sifat tawadhu' sebagai pelajar NU.
v Justru dengan penulisan redaksi yang seperti ini, kami Fakultas
Pertanian sebagai bagian dari civitas akademika Universitas
Islam Jember merasa malu memiliki mahasiswa seperti itu.

6. “Fakultas tidak memebrikan Slip Pembayaran pada Mahasiswa” Buletin
Mitra Hal 11 Paragraf 3.
v Permasalahan ini sudah diselesaikan di tingkat Fakultas dari
beberapa bulan yang lalu, sejak itu mahasiswa Faperta yang
dibantu dan dilayani herregistrasi dengan dispensasi tidak ada
yang complain dengan layanan tersebut

7. Ahmad Nurul Mustofa (Mahasiswa Agribisnis angkatan 2019) sebagai
narasumber sat ini tidak dapat melakukan herregistrasi dalam melakukan
pembayaran UKT dan herregistrasi, biasanya pihak fakultaslah yang
membantu yang bersangkutan sehingga dapat melakukan pemrogaman
KRS. Dengan adanya pemberitaan Bumi edisi 38 maka pihak faperta
tidak lagi melayani dan membantu kasus seperti ini, akhirnya yang
bersangkutan tidak dapat melakukan herregistrasi dan pemrograman
semester Ganjil th 2021/2022 dan harus cuti. Faperta juga tidak melayani
dan membantu kasus dengan kendala yang sama bagi mahasiswa Faperta
yang lainnya juga.

8. Paragraf “melihat kejadian tersebut, dosen Ilmu Komunikasi Agus
Ainul Yakin, menilai apabila peristiwa itu terjadi, maka akan
menjadi sebuah pembungkaman” Buletin Mitra Hal 7 Paragraf 2.
v Setelah dikonfirmasi, kepada Bpk. Agus Ainul Yakin, yang
bersangkutan tidak pernah mengeluarkan statement demikian dalam

16 Buletin MITRA Edisi 39/2021

v konteks kejadian yang diberitakan, bahkan yang bersangkutan tidak
dimintai keterangan dan komentar terkait kejadian yang diberitakan,
maka hal ini juga menjadi fitnah sehingga menimbulkan potensi adu
domba antara Faperta dengan yang bersangkutan mengingat hubungan
teman sejawat.

9. Hasil pertemuan pihak Mitra dan Pak Dekan edisi 37 sudah disepakati
akan diklarifikasi di edisi 38 nyatanya tidak ada klarifikasi, justru
pemberitaan yang lebih menyudutkan Faperta.

10. Infaq yang ditentukan LPM Mitra selaku penerbit buletin Bumi pada edisi
37 dan 38 naik 2 kali lipat dari Rp. 5000,- menjafi Rp.10.000,-. Sehingga
pihak yang mengerti dan paham tentang marketing Faperta merasa sangat
terhina karena fitnah dan pemberitaan buletin Bumi terkait Faperta
khususnya pada edisi 38 dijadikan komoditi mencari keuntungan yang
lebih besar, dan tentu saja hal ini tidak diperkenankan dalam Islam,
sepatutnya sebagai muslim tidak mengambil keuntungan dari penderitaan
saudaranya sesama muslim.

Klarifikasi LPM Mitra
Lampiran 1 Buletin Edisi 37 (Oktober 2021)

1. Buletin Mitra Oktober 2021, Hal 10 paragraf ke 1 merupakan Rubrik
Opini. Sebagaimana diketahui, opini merupakan sudut pandang penulis
tehadap suatu persoalan. Jadi, jika pihak fakultas ada yang keberatan maka
dipersilakan membuat opini balasan. Dan kami akan menerbitkannya pada
edisi berikutnya.

2. Buletin Mitra Oktober 2021, Hal 10 paragraf ke 1 juga merupakan Rubrik
Opini.

3. Reporter LPM Mitra tidak menyorot persoalan mekanisme pengambilan
ijazah, tapi menyampaikan bahwa uang praktikum menjadi salah satu
syarat pengambilan ijazah.

4. Proses konfirmasi sudah dilakukan dan sudah dijelaskan oleh Staff Tata
Usaha.

5. *Sudah terkonfirmasi. Di sini posisi LPM Mitra ialah mencoba
berkomunikasi dan mecari informasi. Mengacu kepada UU Nomor 14
Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan juga Pasal 28F
Undang Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945, menyebutkan bahwa
setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak

17Buletin MITRA Edisi 39/2021

mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan informasi
dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
*Hanya dijelaskan gambaran kegiatan, bukan transparansi dana.
6. Merupakan Rubrik Opini.

Lampiran 2 Buletin Edisi 38 (November 2021)
1. Etika jurnalis itu sudah diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.
2. Berita tersebut sudah ditulis sesuai dengan apa yang dikatakan oleh

narasumber. Ada bukti pernyataan.
3. ● Proses wawancara dan konfirmasi sudah dilakukan. Ada bukti

rekaman.
● Kalimat tersebut membenarkan Mitra karena menunjukkan
adanya upaya melakukan konfirmasi.
4. Merupakan Rubrik Opini.
5. Menunjukkan adanya ruang dialektika sehingga bisa memberi
pandangan terhadap persoalan di kampus.
6. Merupakan Rubrik Opini.
7. Efek dari seluruh terbitan buletin itu tergantung sudut pandang
setiap orang yang membacanya. Otomatis kebijakan yang diambil
oleh siapapun maka itu lepas dari tanggung jawab LPM Mitra.
8. Sudah melakukan peliputan, wawancara ke Dosen Ilmu
Komunikasi Agus Ainul Yakin. Ada bukti rekaman.
9. Kami mohon maaf karena ada wawancara yang belum diterbitkan.
Dan kami akan terbitkan pada edisi berikutnya.
10. Tudingan Faperta tidak benar. Karena kenaikan jumlah infaq
tersebut sudah direncanakan jauh hari sebelum buletin edisi 38
diterbitkan. Dan ini sah berbdasarkan AD/ART LPM Mitra.

18 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Penjelasan dan Kronologis Peliputan Buletin Mitra Edisi 37 dan 38
Salam Persma!

Buletin Mitra edisi 37 dan 38 mendapat respon dari Fakultas Pertanian
(Faperta) Universitas Islam Jember (UIJ). Dekan Faperta Mawardi berkirim
surat kepada Pembina LPM Mitra Shodiq Syarif atas isi buletin yang
diterbitkan. Perihal pengajuan keberatan atas pemberitaan yang termuat
dalam dua isi tersebut. Isinya ada permintaan klarifikasi, rehabilitasi nama
fakultas, dan permintaan maaf. Surat itu kami terbitkan lengkap tanpa
mengubah titik atau koma. Upaya ini sebagai bentuk penyediaan ruang hak
jawab di LPM Mitra.
Kendati demikian, kami bermaksud menjelaskan rangkain proses
peliputan yang dilakukan. Selain untuk memberikan gambaran kepada
pembaca tentang kronologis sebelum buletin tersebut terbit, penjelasan ini
juga menjawab beragam kalimat yang bernuansa tudingan. Untuk itu, kami
menyampaikan terimakasih atas respon tertulis ini. Sebab, Faperta telah
menggunakan hak jawabnya yang menjadi edukasi kepada publik tentang
sengketa pemberitaan. Berikut proses peliputan yang kami lakukan sebelum
buletin diterbitkan :

· Pada Senin, 20 September lalu, di depan Masjid Kampus I LPM Mitra
mewawancarai Mahasiswa Prodi Agroteknologi, Riski Miftahul
Ulum terkait transparansi dana praktikum. Pada saat itu, Riski tidak
sendirian, namun juga ada temannya, Cintiya yang juga mahasiswa
semester tujuh.

· Keesokan harinya, 21 September, Reporter LPM Mitra melanjutkan
wawancara dengan mengonfirmasi ke Dekan Fakultas Pertanian
Mawardi. Namun, saat sampai di kantor Faperta, ternyata dekan tidak
ada. Kami langsung ke wakil dekan. Setelah wawancara itu
berlangsung, ternyata yang bersuara bukan hanya wakil dekan saja,
tetapi juga ada Kaprodi Agribisnis Hikmatul Lutfia dan Staf Tata
Usaha Eva Nuraini. Tak lama kemudian, dekan datang dan ikut
menanggapi.Tahap konfirmasi tidak hanya sampai di pihak fakultas
saja. Di hari yang sama, Reporter LPM Mitra juga mewawancari
Kepala Bagian Keuangan UIJ.

19Buletin MITRA Edisi 39/2021

· Namun saat buletin Mitra edisi 37 terbit, tim distribusi tidak boleh
keluar dari Faperta, karena berita yang diterbitkan dianggap fitnah.
Lalu, pihak fakultas mengintruksikan tim distribusi untuk
memanggil Pimpinan Umum LPM Mitra. Selang beberapa menit,
Pimpinan Umum dan Pemimpin Perusahaan menghadap pihak
fakultas. Di sana, Dekan Faperta menuntut karena sebelum berita itu
terbit tidak ada konfirmasi ulang terkait tulisan kepadanya untuk
dilakukan koreksi. Padahal dalam dunia pers, layak tidaknya berita
terbit yang menentukan ialah pemimpin redaksi. Bukan yang lain.
Kemudian, Kaprodi Agribisnis Hikmatul Lutfia ikut bersuara. Dia
menyampaikan kalimat dengan nada lantang dan menuding berita
yang diterbitkan LPM Mitra tidak sesuai dengan fakta. Padahal, LPM
Mitra sudah menulis berita sesuai dengan apa yang disampaikan oleh
narasumber. Bukti berupa rekaman ada.

· Yang dipermasalahkan oleh Faperta bukan hanya berita yang
dianggap fitnah, melainkan juga opini. Pimpinan Perusahaan LPM
Mitra pada saat itu mengatakan, tidak bisa menjawab karena opini
merupakan sudut pandang pribadi penulis. Kendati begitu, LPM
Mitra bersedia menghadirkan penulis opini tersebut. Namun saat
penulis yang sekaligus pemimpin redaksi hendak menghadap, Dekan
Faperta sedang tidak ada di ruang kerjanya.

· Keesokan harinya, Pimpinan Umum dan Pemimpin Redaksi, serta
Pemimpin Perusahaan LPM Mitra kembali menghadap ke Dekan
Faperta. Di sana redaksi menyampaikan, jika Faperta keberatan
dengan berita, maka disediakan hak koreksi dan hak jawab. Bila
keberatan dengan tulisan opini, maka diminta membuat opini balasan
yang akan diterbitkan pada buletin edisi berikutnya. Akan tetapi,
Dekan Faperta menolak.

· Pada 22 Oktober, reporter LPM Mitra berusaha mencari narasumber.
Namun beberapa mahasiswa Faperta yang menitipkan uang UKT
tidak bersedia. Hingga akhirnya ada salah seorang yang bersedia
diwawancarai. Pada saat itu, LPM Mitra langsung mengonfirmasi

20 Buletin MITRA Edisi 39/2021

ke Staf TU Eva Nuraini via WhatsApp. Namun ia enggan memberikan
jawaban. Sebelum itu, Reporter LPM Mitra juga sudah pernah datang
langsung ke kantor Faperta, namun pihak fakultas enggan
diwawancarai dengan alasan sibuk dan banyak pekerjaan.
· Sebelum itu, pada 21 Oktober, Reporter LPM Mitra meminta
tanggapan kepada Kepala Bagian Keuangan, Izzul Ashlah terkait
mekanisme pembayaran UKT yang sesuai dengan prosedur.
· Untuk berita buletin edisi 38 yang berjudul “Dituding Fitnah, Reporter
LPM Mitra Dipanggil Fakultas Pertanian”, itu sudah pernah mencoba
konfirmasi kepada Kaprodi Agribisnis Hikmatu Lutfia. Akan tetapi
pihaknya enggan memberikan jawaban karena merasa sebelumnya
sudah dijelaskan oleh dekan. LPM Mitra bertanya kepada Hikmatu
Lutfia, apa penyebab ia mengeluarkan kalimat bernada tinggi
sebelumnya? Ia berdalih, “saya tidak perlu menjawab, karena sudah
dijelaskan oleh dekan selaku pimpinan tertinggi”.
· Pada 22 Oktober, reporter LPM Mitra meminta tanggapan kepada
salah satu dosen Ilmu Komunikasi UIJ Agus Ainul Yakin, yang juga
bergelut di bidang jurnalistik. LPM Mitra meminta tanggapan
bagaimana jika ada seorang reporter yang “dimarahi” karena tidak
mengirim draf berita kepada narasumber untuk dikoreksi sebelum
menerbitkannya. Namun, pertanyaan yang disampaikan bersifat
umum, tidak menyebut kasus di Faperta.
· Demikian kronologis peliputan Buletin Mitra edisi 37 dan 38.
Penjelasan ini kami sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban
kepada publik. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang
jurnalislistik, LPM Mitra menerima segala saran dan kritik sebagai
bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi. Dan
kami mohon maaf jika ada pihak yang merasa dirugikan atau
keberatan atas pemberitaan. Kami menyediakan ruang hak koreksi
dan hak jawab yang proporsional. Terimakasih.

21Buletin MITRA Edisi 39/2021

TOKOH INSPIRATIF

Sumber : Istimewa

Dodi Sefriadi, Mahasiswa Penjual Jagung Bakar
Menjadi YouTuber Sukses

Lahir di Jakarta, besar di Hari demi hari ia lewati
Riau dan sukses di Jember, itulah kuliah dengan bekerja serabutan.
kisah dari seorang Dodi Sefriadi. Pada saat Kuliah Kerja
Mahasiswa Fakultas Pertanian Nyata(KKN), ia merasakan
Universitas Islam Jember (UIJ), ia waktunya semakin banyak yang
hidup seorang diri jauh dari kosong. Dari situ Dodi ingin
keluarga demi menuntut ilmu di mencoba untuk melamar pekerjaan
kota Jember. Mulai menjadi di sebuah perusahaan kecantikan
fotografer pernikahan, menjual yang ada di daerah Kebonsari
kerupuk sampai jagung bakar sudah Jember. Akhirnya berkat
ia alami demi membiayai kegigihannya, pria berumur 26
perkuliahannya itu. tahun itu bisa diterima di

22 Buletin MITRA Edisi 39/2021

perusahaan kecantikan sebagai sebagai konten kreator.
staf di bagian digital marketing, tak Sampai saat ini tercatat ada
berselang lama dia diangkat
menjadi administrasi kantor. 300 video yang sudah di unggah
dalam akun youtube-nya. Dengan
Memasuki tahun ketiga jumlah subscriber mencapai 350
sebagai Admin kantor. Ia ribu dan viwer menginjak 1 jutaan.
memutuskan untuk tidak Jumlah subscriber dan viwer yang
memperpanjang kontraknya. sangat besar bagi akun Youtube
Rupanya keputusan itu sudah perorangan. Kini dia sudah meraup
dipikirkan secara matang-matang. keuntungan dari Google AdSense
Karena ia merasa masih kuliah di sebesar 10 juta/bulan.
semester akhir, sekaligus untuk
menyiapkan tugas skripsi serta Inilah kisah dari seorang
sidang. mahasiswa UIJ yang berusaha
hidup jauh dari keluarga, bekerja
Disamping itu, ia juga serabutan agar tetap bisa kuliah,
mulai mengembangkan kreativitas sampai akhirnya, menjadi seorang
dan hobinya didunia maya. Tepat yang sudah bisa dikatakan sukses.
di tahun 2019, dodi mulai aktif Itu ia dapatkan dari kerja keras dan
kembali membangun Channel pantang menyerah. Kini ia sudah
YouTube yang sebelumnya sudah menyandang gelar S-1 dan sudah
pernah ia buat. Dalam akun bekerja sebagai konten kreator
Youtube-nya, termuat konten YouTube.
mulai video dari edukasi,
pembahasan hal unik dan menarik. Kholid Suyanto
Semua itu ia jalani dengan banyak
rintangan, mulai dari disepelekan Penulis merupakan anggota LPM
teman yang menganggap ia sok Mitra dan saat ini masih duduk di
mau jadi artis dan lain sebagainya. semester 3 Prodi Ilmu Komunikasi
Akan tetapi, hal itu tidak pernah
menyulutkan semangatnya

23Buletin MITRA Edisi 39/2021

ARTIKEL

Program Kampus Merdeka

Ilustrasi : Ifa

3 Program Kampus Merdeka
yang Layak Kamu Ikuti

Apa sih Kampus hard skills, agar lebih siap dan
Merdeka itu? Kampus Merdeka relevan dengan kebutuhan
merupakan program pemerintah zaman, menyiapkan lulusan
Menteri Pendidikan dan sebagai pemimpin masa depan
Kebudayaan, Nadiem Makariem. bangsa yang unggul dan
Dalam programnya memiliki berkepribadian, dengan
tujuan meningkatkan kompetensi menerapkan “Hak belajar tiga
lulusan, baik soft skills maupun semester di luar program studi.”

24 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Ada 8 Program yang di (MSIB), yang merupakan
sediakan Kampus Merdeka, disini sebuah program magang
penulis akan memberitahukan 3 yang dipercepat dan
Program yang kebanyakan diikuti diakselerasikan dengan
mahasiswa, diantaranya : pengalaman belajar yang
dirancang dengan baik.
1. Pertukaran Pelajar Program ini dirancang dan
Jika kalian memilih dibuat khusus berdasarkan
pertukaran pelajar kalian tantangan nyata yang
bisa mendapatkan dihadapi oleh
pengalaman baru yang mitra/industri.
tidak kalian dapatkan di
kampus kamu, di Sumber : Google.com
pertukaran pelajar kamu
hanya bisa memilih 20 sks, 3. Membangun Desa/Kuliah
bisa dikombinasikan 10 sks Kerja Nyata Tematik
di universitas yang kalian (KKNT)
pilih dan 10 sks di Program ini memberikan
kampusmu. Seperti yang pengalaman hidup di
tercantum dalam peraturan tengah masyarakat, yang
menteri pendidikan dan diharapkan juga mampu
kebudayaan mengidentifikasi potensi
(Permendikbud) nomor 3 dan bisa menggembangkan
tahun 2020. potensi tersebut,

2. Magang/Praktik kerja
Dikutip dari
h ps://kampusmerdeka.ke
mdikbud.go.id/news/
Magang dan Studi
Independen Bersertifikat

25Buletin MITRA Edisi 39/2021

setelah mengikuti KKNT baru. Maka dari itu jangan
diharapkan mahasiswa mampu siasiakan program kampus
menuliskan hal-hal yang merdeka untuk
dilakukannya dalam bentuk mengembangkan potensi yang
tugas akhir. ada di diri kamu. Selain itu
kamu juga bisa mendapatkan
Sumber : Google.com tunjangan/bantuan jika
mengikuti program ini, maka
Program Merdeka tunggu apalagi siapkan masa
Belajar - Kampus Merdeka depanmu dengan mulai
diharapkan dapat menjawab mengikuti kegiatan Merdeka
tantangan Perguruan Tinggi Belajar-Kampus Merdeka.
untuk menghasilkan lulusan
yang sesuai perkembangan Sumber : Freepik.com
zaman, kemajuan IPTEK, M. Taufik N. H
tuntutan dunia usaha dan dunia
industri, maupun dinamika Penulis merupakan anggota LPM
masyarakat. Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 3 Agroteknologi
Dikarenakan
memberikan pengalaman
kontekstual lapangan yang
akan meningkatkan
kompetensi mahasiswa secara
utuh, siap kerja, atau
menciptakan lapangan kerja

26 Buletin MITRA Edisi 39/2021

CERPEN

Sumber : Google.com

Melupakan Harapan

Aku tak mengerti apa yang hatiku yang pilu. Mengingat bahwa
aku rasakan. Benarkah ini aku pernah mengharapkannya.
cemburu? Atas dasar apa aku Malam itu ia dating mengkhitbah
cemburu? Seharusnya aku bahagia adikku. sungguh, aku tak sanggup
dan bersyukur karna hari ini saudari melawan guncangan hebat yang
kembarku akan melakukan berdenyut kuat dalam hati.
pertunangannya dengan seorang Bodohnya aku yang tak pernah
gus yang mengkhitbahnya tiga hari mengungkapkan apa yang
yang lalu. tapi entah kenapa aku tak dirasakan hati, aku tak pernah
bisa berbohong bahwa ada sisi lain sanggup untuk menang, aku jejak

27Buletin MITRA Edisi 39/2021

yang tidak jelas, aku hanya yang pantas dijadikan
memiliki tujuan, tapi tak bisa pendamping. Apa lagi yang
kucapai. Dan bahkan kini tak kurang?
akan penah mencapai tujuannya. ''nis…nisa..''
Dilorong pagi itu, ia mengatakan ''iya bu? Ada apa? Butuh
jelas bahwa gadis itu aku, ia terus sesuatu?''aku berteriak tanpa
mengulang bahwa takdirnya beranjak membukakan pintu
adalah aku. Tapi itu sebelum ia tau kamar untuk ibu. Harus ku akui,
bahwa gadis yang ia maksud aku mengalami guncangan hebat
bukan aku, tapi adikku, saudari karna hal ini. Aku tak mampu
kembarku. Ternyata ia tak bisa menahan air mata yang terus saja
membedakan antara aku dengan memberontak menyusuri pipi.
adikku. Ya, secara sederhana, aku ''kamu baik-baik aja kan nak?''
hancur seketika. Aku tau, ia tak ''iya bu, nisa baik kok, Cuman
akan pernah tau bahwa gadis capek aja pengen tidur.''
dilorong yang ia janjikan itu ''adek kamu nanyain, kenapa kamu
adalah aku, bukan adikku. Ia tak ga ada pas acara tukeran cincin
akan tau betapa terlukanya tadi.''
aminku, ketika namanya kuhapus Aku tak menjawab. Dadaku sesak
paksa dari doaku. Tidak, ini bukan tiba-tiba. Saat air mata itu kembali
salahnya, Tapi salah diriku memaksa menitik, cepat-cepat aku
sendiri yang ditinggikan oleh menyekanya tanpa meninggalkan
harapan, lalu dijatuhkan oleh jejak dipipi. kemudian langkah ibu
kenyataan. terdengar beranjak menjauh dari
Meski bisa tidur, tapi tak nyenyak. kamar. Dan aku tak merasa baik
Apa yang saudari kembarku setelah acara pertunangan itu
rasakan sekarang? Tentu saja ia selesai.Karna hari ini ada harapan
pasti sangat senang. Ia seorang yang harus dibunuh paksa, meski
muslimah yang taat, sopan, lemah itu adalah doa-doa dari hati kecil
lembut dan penuh kasih sayang sejak lama.

28 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Waktu terus berlalu, hari terus keadaan.'' Suara itu terdengar pilu.
berganti, Ada langkah yang harus Tampak sekali guratan wajah
terhenti, mundur, bahkan memutar sedih alisa kurasakan. Aku
arah, meski yang telah dilalui jauh merasa dalam keadaan yang
sekali. Aku mulai membiasakan mengharuskan untuk memeluk
diri, Aku berhasil melupakannya, saudari kembarku. Sejak acara
aku berhasil menghilangkan rasa pertunangan kemarin selesai, aku
sesak saat mendengar namanya, tak pernah merasakan pelukannya
ya, aku berhasil lagi. Belum pernah aku bersikap
mengikhlaskannya. Aku hanya seperti ini, belum pernah aku
ingin menncintainya dengan cara seegois ini, tentu saja alisa pasti
yang paling rahasia, yang bahkan merasakan kejanggalan.
air matapun tak akan mampu
menjabarkan rasa sakitnya. Aku tersadar, bahwa seharusnya
aku tak perlu menyalahkan orang
Malam ini keluarga pria akan lain tentang harapanku sendiri
makan malam dirumah, untuk yang tak sesuai eksptasi.
mempererat hubungan Sebenarnya tidak ada yang
kekerabatan kata ibu. Sengaja aku mengecewakanku, aku hanya
tak keluar kamar untuk sekedar dijatuhkan oleh perasaanku
membantu ibu mempersiapkan sendiri. Aku sadar, bahwa ternyata
makanan. Alisa berulang kali aku yang terlalu memanjakan
mengetuk-ngetuk pintu kamar, perasaan.
aku sama sekali tak tertarik untuk
membukanya. Aku beranjak membuka pintu,
memaksakan diri menentang hati
''kalo lisa punya salah, maafin lisa yang sedang ingin dimengerti.
ya kak. Alisa ga ngerti kenapa
kakak seolah menjauh. Tapi Brukkk
apapun itu, ini pasti kesalahan lisa. Alisa menubruk tubuhku kuat. Ia
Mau alisa segede apapun, alisa menangis sejadi-jadinya. Aku
tetep butuh anisa dalam setiap membalas pelukannya tak kalah
erat. Secara sederhana, pelukan itu

29Buletin MITRA Edisi 39/2021

Sejurus berlalu, Malam kian larut, nisa harus berhenti
awan hitam semakin mencekam. mengharapkannya sekarang. ''
acara makan malam berjalan Kalimat ibu yang sukses membuat
lancar. keluarga gus pun sudah pertahananku roboh, air mata
pulang beberapa menit yang lalu. yang sejak dari tadi tak bisa
begini rasanya mengikhlaskan dibendung. aku hanya bisa diam.
seseorang yang diharapkan tapi Padahal emosiku sedang meronta
tak bisa membenci seseorang yang ingin didengarkan. Setelah rasa
didapatkan. Sakit sekali. sakit yang terus saja berulang
''Nisa?'' entah mengapa belum
''setidaknya jangan sembunyikan menimbulkan kejeraan
kesedihanmu dari ibu,'' menghantam. Aku sudah belajar
''maksud ibu?'' menerima, menerima segalanya.
''ibu tau nak, kamu ga perlu pura- Tuhan, tolong! Sudahi rasa ini.
pura kek gini..ibu tau perasaan Rasa yang tak pantas mendekam
kamu.'' dalam hati. rasa ingin membenci
Tanpa berpikir panjang, aku pada orang yang sama sekali tak
memeluk ibu erat. Melepaskan air mampu kubenci.Adikku sendiri.
mata yang mendekam dalam hati.
Kupikir, ibu sama sekali tak Aku tak pantas mengharapkan
memperhatikanku. Tapi nyatanya seseorang yang sudah dimiliki
tanpa aku berkata sekalipun ibu orang lain. Aku harus belajar
sudah mengerti segalanya. menerima keadaan lalu berusaha
''sabar ya nak, dia jodoh adik berdamai dengan kehendak
kamu. Kita tak bisa semesta yang telah ditentukan.
mengendalikan keadaan, ini sudah Aku harus bisa menerima bahwa
takdir. yang perlu kamu ingat, terkadang yang terjadi tidak harus
Jangan risaukan perkara jodoh sesuai dengan apa yang kita
yang telah Allah tentukan. Allah harapkan.
maha tau apa yang terbaik. Jadi Ada rasa yang harus disudahi,
meski sebenarnya berat bagi hati.

30 Buletin MITRA Edisi 39/2021 Putri Lasmita Rani

Penulis merupakan anggota LPM
Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 3 Prodi Ilmu Hukum

PUISI

Suara hati mahasiswa

Kami bersuara katanya membangkang
Kami melawan katanya dak punya sopan santun

Kami bersuara keadilan
Pikiran kami masih Pancasila
Bagaimana mungkin kami ber dak dak sesuai dengan Norma
Ha kami terlampau cinta pemerintah

Kami mahasiswa hanya ingin memiliki hak hak kami
Kami mahasiswa ingin kampus kita menjadi kampus merdeka

Mana hak kami
Mana kesejahteraan yang kami dapat

Mana ..... Mana...

Tindakan bullying masih banyak di kampus
Tindakan kesusilaan masih ada

Mana katanya kampus kita merdeka
Kita bersuara hanya ingin mendapatkan apa yang seharusnya kami

dapat
Apa yang kita suarakan katanya anarkis dak sesuai dengan norma

norma

Kita dak akan melakukan ndakan tersebut jika dak ada alasan

tertentu
Kami mahasiswa bersuara dengan lantang karena kami pemimpin

bangsa di masa depan
Kami ingin mencapai kesuksesan bangsa ini
Kami mahasiswa hanya ingin mendapat apa yang kami seharus dapat .

Tria Febriani 31Buletin MITRA Edisi 39/2021

Penulis merupakan anggota LPM
Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 1 Prodi Ilmu Hukum

PUISI

Jangan Pernah Putus Asa

Kita ini pemenang, bukan pecundang
Ragu-ragu menjadi penghambat

Tidak ada gunung yang dak dapat didaki
Hanya ketakutan yang dapat Menggerogo

Jangan bicarakan kekalahan yang pernah dialami
Membuat tumpul semangat perjuangan

Percayalah akan sebuah keberhasilan di masa yang akan mendatang
Walau jalan terjal masih banyak menghadang

Kita menutup harapan ke ka ruang ketakutan diberikan
Pikirkan tentang masa depan dan kebahagiaan
Pikirkan suatu hal yang menyenangkan

Jangan kotori dengan ketakutan apalagi keragu-raguan

Tidak mungkin adalah mimpi buruk bagi perubahan
Hidupkan semangat perjuangan
Hidupkan api kebenaran

Gunakan itu jalani roda-roda kehidupan

Tria Febriani

Penulis merupakan anggota LPM
Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 1 Prodi Ilmu Hukum

32 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Dimanakah Dirimu

Sesak berbilang
kau menghilang, aku melapang
namun ha masih saja mengenang

aku pasrah

Mencoba lupa pada relung jiwa,
tersimpan luka belum sembuh juga

ah, sungguh nyeri rasanya

Ha mendesak
meminta lapak untuk sesaat rebah

resah berlanjut pasrah
namun perihal melupa ia tetap ogah

Lalu harus bagaimana
luka dalam dada masih tetap ada

mencoba menghilangkannya
tak semudah berkata
kau pas bisa

semua butuh waktu lama

Saripi

Penulis merupakan anggota LPM
Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 3 Prodi Agroteknologi

33Buletin MITRA Edisi 39/2021

PANTUN

Naik pesawat ke negara India
Sampai disana membeli ikan

Jika kamu ingin bahagia
Jauhkan hati dari kesyirikan

Dirumahku kehadiran tamu
Tamunya datang dari Rusia
Cobalah rangkai tulisanmu
Agar bisa takjubkan dunia

Bapak duduk didepan rumah
Sambil membaca selembar koran
Jadilah orang yang selalu ramah

Agar mendapat kebaikan

Bersepeda dijalan aspal
Mengayuh dengan hati-hati
Ketika kamu merasa gagal
Jangan pernah untuk berhenti

34 Buletin MITRA Edisi 39/2021

Lampu taman selalu menyinari
Meskipun malam terasa sepi
Semangatlah jalani hari
Semoga bisa meraih mimpi

Ke pasar sambil jalan
Tidak lupa membeli ikan
Jika seseorang tak bisa kau tinggalkan
Kenapa Tuhan bisa kau tinggalkan

Ada mawar ada duri
Menusuk jari gadis berponi
Saat kamu merasa sendiri
Ada Tuhan yang selalu menemani

Diatas meja ada jamu Yosi Nur Fadila I
Jamunya tumpah di atas makanan
Libatkanlah Tuhan selalu dihidupmu Penulis merupakan anggota LPM
Agar kamu mendapat kedamaian Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 1 Prodi Ilmu Hukum

35Buletin MITRA Edisi 39/2021

KATA MUTIARA

"Apa yang kita pikirkan
menentukan apa yang terjadi pada kita,
jadi jika kita ingin mengubah hidup,
kita perlu meregangkan pikiran"

"Kita hidup dengan apa yang kita dapatkan,
tetapi kita membuat kehidupan
dengan apa yang kita berikan"

“Jangan menganggap hidup terlalu serius.
Anda tidak akan pernah bisa keluar darinya hidup-hidup”

“Jika Anda tidak merancang rencana hidup Anda sendiri,
kemungkinan besar
Anda akan jatuh ke dalam rencana orang lain.
Dan coba tebak
apa yang mereka rencanakan untuk Anda?
Tidak banyak"

Saripi

Penulis merupakan anggota LPM
Mitra dan saat ini masih duduk di
semester 3 Prodi Agroteknologi

36 Buletin MITRA Edisi 39/2021

FOTO JURNALIS

37Buletin MITRA Edisi 39/2021

Cover Buku KARYA ANAK MITRA

38 Buletin MITRA Edisi 39/2021 Cover Majalah

IKLAN

Melayani Jasa :

Desain Foto Jasa

Video
Dokumentasi

39Buletin MITRA Edisi 39/2021

Selamat Hari

GURU

NASIONAL

Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa MITRA
(Universitas Islam Jember)


Click to View FlipBook Version