Menyajikan Informasi Aktual Kampus
EDISI 41
TAK ADA DEMOKRASI
JALANKAN SISTEM OLIGARKI
. Pejabat Struktural di UIJ Akan Ditunjuk Langsung Oleh Rektor
. Kosongnya Dekan Febi, kabag Keuangan Rangkap 2 Jabatan
. Bobroknya Sistem Demokrasi di UIJ
. Miris , Kabag Keuangan UIJ Harus Rangkap Jabatan
Januari 2022 Infaq Rp 10.000
Salam Redaksi
Assalamualaikum wr. Wb.
Salam Persma...!!!
Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang telah
melimpahkan kesehatan kepada kita semua. Tak lupa sholawat
serta salam kami panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membawa kita dari jaman kebodohan menuju jaman yang
sejahtera ini. Selanjutnya saya sebagai pimpinan redaksi
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk
semua pihak yang telah berpartisispasi dalam kegiatan
pembuatan buletin edisi ke-41 terutama untuk seluruh anggota
LPM Mitra.
Buletin dengan Judul " Tak ada demokrasi jalankan
sistem oligarki " kendati hal ini kami angkat, karena melihat
pada pergantian warek II sebelum nya. Tidak menutup
kemungkinan warek II yang sebelumnya menitipkan nama
anaknya sebagai bawahan warek II yang baru . Buletin yang
kami buat, pastinya banyak kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Masukan yang membangun selalu kami terima demi
membangun kesempurnaan buletin yang kami buat. Dengan
tulisan dalam buletin ini semoga para pembaca dapat
mengetahui dan seakan-akan terjun lebih di kampus tercinta
ini.
Wassalamualaikum wr.wb.
SUSUNAN REDAKSI
Pelindung dan Penasehat : Rektor UIJ; Desain Layout : Feroz, Dewa,
Penanggung Jawab : WR I UIJ;
Pembina : Drs. Shodiq Syarif, M.Si. Indra M, Vito ;
Pimpinan Umum : Mohammad Zaeni;
Pimpinan Redaksi : Zaenab Nur Hafila; Ilustrator : Aris;
Redaktur Pelaksana : Dimas Erlangga, Galuh F.;
Editor : Anis, Yunike;
Fotografer : Arifin, Galuh;
Reporter : Sholeha, Ifa;
2 Buletin MITRA Edisi 41
Daftar Isi
Berita
Pejabat Struktural di UIJ
Akan Ditunjuk Langsung Oleh Rektor ............................................................................... 6
Kosongnya Dekan Febi,
Kabag Keuangan Rangkap 2 Jabatan ............................................................................... 4
Opini
Bobroknya Sistem Demokrasi di UIJ .................................................................................. 8
Miris , Kabag Keuangan UIJ
Harus Rangkap Jabatan ............................................................................................................. 10
Kisah Inspiratif
Ikhlas membawa Berkah ........................................................................................................... 12
Artikel
Seberapa Pentingkah
Belajar Politik Bagi Mahasiswa .............................................................................................. 14
Cerpen
Amaraloka .......................................................................................................................................... 16
Puisi
Yang Berhak ya Penguasa ................................................................................................. 20
Methamorfosa Rasa ...................................................................................................................... 21
Pantun
Kata Mutiara
Foto Jurnalistik
Iklan
Karya Anak Mitra
3Buletin MITRA Edisi 41
Berita
Fotografer: Arifin
Sepi : Suasana Kampus I Universitas Islam Jember (UIJ) di sore hari Selasa (1/2).
Pejabat Struktural di UIJ Akan
Ditunjuk Langsung Oleh Rektor
Pengangkatan pejabat Yay as an h an y a p en y elen g g ar a,
struktural Universitas Islam Jember posisinya mengangkat rektor yang
(UIJ) tidak lagi dilakukan oleh yayasan. ditentukan oleh Surat Keputusan (SK).
Namun, rektor sendiri yang dapat Kemudian setelah diangkat maka harus
memilih dan menunjuk orang yang memilih dan menunjuk pembantu-
akan membantu pelaksanaan tugas- pembantunya. "Mulai dari wakil rektor,
tugasnya. Pernyataan itu dikatakan oleh sampai dekan dan seluruh pejabat
Ketua Yayasan Nahdlatul Ulama struktural yang ada di lingkungan UIJ,"
(YPNU) Abdullah Syamsul Arifin saat paparnya.
diwawancarai di Kantor Pengurus
Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Kemarin, kata Gus Aab sapaan
Kamis (19/1). akrabnya, YPNU telah menyampaikan
bahwasannya pada akhir Februari
Menurut dia, hal itu mendatang, masa jabatan pejabat
berdasarkan pada statuta terbaru UIJ. struktural di lingkungan UIJ akan
4 Buletin MITRA Edisi 41
berakhir. Maka, diawal bulan Maret Menanggapi hal itu, Badan
nanti sudah ada pergantian pejabat Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIJ M.
baru. Namun, disisi lain masa jabatan Wahid Hasyim sangat menyayangkan
rektor masih tersisa satu tahun. jika hal semacam itu benar-benar
terjadi. "Sayang sekali apabila
Sehingga, ia berkesempatan sekelas perguruan tinggi masih
untuk melengkapi warek dan dekan menerapkan sebuah sistem
untuk menjadi pejabat antar waktu. nepotisme," terangnya.
"Hanya mengisi satu tahun, agar nanti
bisa diangkat kembali bersamaan Seharusnya, lanjut Hasyim,
dengan rektor," jelasnya. sebuah perguruan tinggi yang
merupakan ladang intelektual harus
Sementara itu, Rektor UIJ mengupayakan setegak-tegaknya
Abdul Hadi mengatakan, tidak pernah sistem demokrasi. Tidak ada alasan
mempersiapkan hal itu. Sebab, dirinya apapun untuk memperbolehkan
mengetahui orang yang nantinya akan ataupun membenarkan hal seperti itu.
konsisten untuk meneruskan UIJ saat "Karena nepotisme yang sering
ini. Dia sudah mengantongi nama- terjadi biasanya lebih mementingkan
nama calon pengganti pejabat yang keluarga daripada kualitas," tegasnya.
telah habis masa tenggatnya. "Tidak
bisa disebutkan, karena bersifat Oleh karena itu, Hasyim
rahasia. Tapi, dipastikan dapat bekerja menginginkan Rektor UIJ harus
sama baik dengan saya," kata Hadi. memberikan keterbukaan untuk
seluruh warga kampus dalam
Hadi juga membeberkan, dalam memilih struktural yang ada
pemilihan dan penunjukan ini harus dibawahnya dengan landasan yang
profesional. Namun, bukan berarti jelas. "Misal, adanya dialog publik
tidak meniadakan adanya unsur antara mahasiswa dan calon yang
nepotisme (keberpihakan). Sebab, direkomendasikan oleh rektor,"
menurut dia, tidak semua nepotisme tandasnya. (St/Kn)
berarti jelek. "Kalau dalam pekerjaan,
bukan karena duit ya gakpapa," 5Buletin MITRA Edisi 41
tuturnya.
Berita
Fotografer: Galuh
Suasana pegawai di kantor Fakultas Ekonomi Bisnis Islam di Kampus II UIJ, Rabu (2/2).
Kosongnya Dekan Febi, Kabag
Keuangan Rangkap 2 Jabatan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIJ Abdul Hadi, angkat bicara terkait
Islam (FEBI) Universitas Islam Jember hal tersebut, bahwa sebelumnya Dekan
(UIJ) mengalami kekosongan jabatan FEBI telah mengundurkan diri. Namun,
Dekan. Disinyalir Dekan Febi pada saat mendengar hal itu, ia
sebelumnya dikabarkan telah sampai langsung mengambil kebijakan serta
pada masa pensiunan. Sehingga, tidak menunjuk salah satu pejabat struktural
lagi melaksanakan tanggung jawab UIJ untuk mengisi kekosongan.
menjadi sebagai dekan di fakultas "Saya langsung ambil sikap,
tersebut. mengangkat pak Izzul jadi Plt
(Pelaksana Tugas)," tegasnya saat
Menaggapi hal tersebut, Rektor
6 Buletin MITRA Edisi 41
dikonfirmasi oleh Reporter Mitra di pertama akan fokus pada penataan
ruang kerjanya, Kamis (20/1). Sumber Daya Manusia (SDM).
Seperti pengembangan kualitas mutu
Hadi menambahkan, dosen, pengabdian, pemikiran, dan
pengangkatan Plt itu hanya untuk juga kualitas Kerjasama.
sementara waktu. Pasalnya, untuk
mengantisipasi terjadinya Disamping itu, lanjut Izzul,
kekosongan pimpinan. Khawatir untuk kerjasama nanti akan lebih
nantinya mahasiswa kesulitan dalam berfokus pada pengabdian
mengurus berbagai kebutuhan. masyarakat yang terkait dengan
Seperti proses wisuda yang akan (Kuliah Kerja Nyata) KKN
datang. mahasiswa. Sehinggga nantinya ia
"Kasihan, mahasiswa yang akan mengusahakan agar dapat
diwisuda. Sudah tidak dapat bekerjasama dengan lembaga-
beasiswa, wisudanya jadi sulit," lembaga keuangan mikro ataupun
terangnya. lembaga-lembaga keuangan
pemerintah seperti OJK (Otoritas Jasa
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan), Bank Indonesia (BI),
(Kabag) Keuangan UIJ Izzul Ashlah, ataupun koperasi Baitul Maal wat
membenarkan hal tersebut. Ia sudah Tamwil (BMT) yang bisa digunakan
merencanakan program kerja yang sebagai tempat praktik pengabdian
dijadikan pedoman untuk mahasiswa. (If/Kn)
menjalankan roda kepemimpinan di
Febi.
"Sudah pasti relnya mengikuti
Renstra (Rencana Strategis) dan
Renja (Rencana Kerja) yang sudah
ada," paparnya.
Selain itu, Izzul yang juga
mejabat sebagai ketua Cabang
Gerakan Pemuda Ansor Jember yang
7Buletin MITRA Edisi 41
Opini
Sumber: google.com
Bobroknya Sistem Demokrasi di UIJ
Demokrasi dapat diartikan penerapannya sama dengan demokrasi
pemerintahan untuk rakyat, menurut dalam bentuk pemerintahan negara.
Diane Ravicth:1991 pemerintahan oleh
rakyat dimana kekuasaan tertinggi Bersumber dari buletin MITRA
berada di tangan rakyat dan dijalankan bisa disimpulkan bahwa di lingkungan
langsung oleh rakyat atau wakil-wakil UIJ sendiri terjadi bobrok sistem
yang mereka pilih di bawah sistem demokrasi dikarenakan pemilihan
pemilihan bebas. Hal itu, merupakan warek dan dekan ditunjuk langsung
penjelasan demokrasi secara umum, oleh rektor itu sendiri. Hal ini mungkin
namun bagaimanakah sistem dapat dimanfaatkan oleh segelintir
demokrasi di universitas apakah orang yang menginginkan jabatan
tersebut, bisa dikatakan menjilat rektor
68 Buletin MITRA Edisi 41
supaya diangkat menjadi apa yang Sumber: freepik.com
mereka inginkan, dikarenakan posisi
ini sangat strategis untuk dimanfatkan Sehingga, perlu adanya
dalam hal buruk maupun baik. keterbukaan demokrasi terhadap
struktur sistem pemilihan senat
Penulis rasa hal ini benar- pembantu tugas rektor ini. Seperti
benar perlu diperhatikan dan dikaji halnya dialog publik, dengan begitu
secara intens, agar tidak terjadi masyarakat kampus dapat menilai
pengambilan keputusan yang dapat calon pemimpin mereka dan
merugikan khalayak umum. Oleh memberikan hak suaranya dalam
karena itu banyak hal yang perlu di memilih pemimpin yang dirasa
perbaiki di UIJ sendiri, khususnya layak bagi mereka kedepannya.[]
pada sistem pemerintahannya yang
tergolong masih tertutup.
Dikarenakan sudah disahkan dalam
statuta bawasanya pembantu rektor
dipilih rektor itu sendiri dan disahkan
oleh Yayasan dalam bentuk (SK).
Sumber: freepik.com Oleh: Galuh Febrivianto
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 6
Prodi Agribisnis
9Buletin MITRA Edisi 41
Opini
Sumber: google.com
Miris , Kabag Keuangan UIJ Harus
Rangkap Jabatan
Akhir-akhir ini beredar isu di Tentunya, Rektor UIJ segera
kampus 2 Universitas Islam Jember mengambil sikap, atas kekosongan
(UIJ) tidak memiliki dekan, yang jabatan pemimpin di FEBI Itu, dengan
berakibat terjadi kekosongan jabatan mengangkat Pelaksana Tugas (Plt)
pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dekan, agar mahasiswa di fakultas
Islam (FEBI) khususnya. Kondisi tersebut tidak kesulitan saat wisuda,
seperti itu akan berdampak terhadap sewaktu-waktu.
pelayanan mahasiswanya, seperti
layanan administrasi, pendidikan, Namun, alasan pengangkatan
penelitian, pengabdian pada Izul Aslah sebagai Dekan baru di FEBI
masyarakat dan membina tenaga ini , terkesan kurang tepat. Karena yang
kependidikan di lembaga itu. bersangkutan juga menjabat sebagai
10 Buletin MITRA Edisi 41
Kepala Bagian Kabag Keuangan sekaligus Dekan
FEBI, terkesan keliru. Sehingga
Keuangan di UIJ, artinya Ketua dalam upaya memperbaiki kualitas
Pimpinan Cabang Ansor Jember dosen, kualitas penelitian dan
tersebut, merangkap jabatan di kerjasama dalam pengabdian
kampus naungan Nadhlatul ulama masyarakat, hanyalah mimpi disiang
(NU) itu. Sepertinya, kondisi bolong.
demikian UIJ masih kekurangan
Sumber daya manusia (SDM) yang Okelah, mungkin pak Rektor
layak untuk menduduki jabatan UIJ punya pertimbangan lain,
struktural tersebut, sampai harus ada mengambil keputusan tersebut,
satu orang yang merangkap dua namun tetap saja persoalan ini harus
jabatan. diantisipasi mulai sekarang, agar
persoalan serupa tidak terulang
Tentunya, kondisi seperti ini kembali.
akan membuat terjadinya
kecemburuan sosial, dari kalangan Oleh karena itu, Pimpinan UIJ
pegawai UIJ ini, yang menimbulkan harus berani membuka rekrutmen
konflik internal di lembaga, bahkan karyawan sebanyak-banyaknya, agar
mahasiswa sendiri juga akan tidak ada orang yang punya jabatan
berpandangan buruk akan kampus ganda di kampus hijau ini. Syukur-
hijau ini. syukur para pegawai yang di Rekrut
ini, punya Skill yang mumpuni, dan
Selain itu, dampak lain yang jaringannya luas, yang mampu
akan terjadi, jika terjadi dualisme membawa UIJ dalam kerjasama di
jabatan tersebut, akan menurunkan banyak lembaga, seperti OJK
kualitas dan kuantitas para dosen, (Otoritas Jasa Keuangan) juga BI
karena Plt Dekan FEBI UIJ yang (Bank Indonesia) untuk peningkatan
baru ini, tidak fokus saat menjalankan belajar mengajar para mahasiswa.[]
tugas.
Oleh: Umi Kulsum
Maka dari itu, Keputusan
Rektor UIJ dengan mengangkat Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 2
Prodi Kebidanan
11Buletin MITRA Edisi 41
Kisah Inspiraitif
Sumber: Istimewa
Ikhlas Membawa Berkah
Muhammad Aminuddin kerap pula Amin sudah mengenal desain,
dengan saapan Amin, berasal dari yang berawal dari rasa
keluarga yang sederhana dengan latar penasarannya sampai benar-benar
belakang dirinya adalah seorang santri tertarik pada desain. Tetapi, ia
yang kurang lebih sekitar 7 tahun sempat terfikirkan tidak ingin
mengabdi di salah satu pondok pesantren melanjutkan belajar desain lagi,
ASY - SYAFIYAH Bangsalsari Jember. namun ia juga tidak menyangka
bahwa telah memilih jurusan SMK
Amin termasuk siswa berprestasi Multimedia yang terdapat fasilitas
di pondok maupun di sekolahnya. Ia telah teknologi yang cukup memadai
banyak mendapatkan penghargaan atas untuk mendalami dunia desain
prestasi yang ia dapatkan. Sejak dibangku yang lebih luas.
SMP pula
12 Buletin MITRA Edisi 41
Tepatnya di SMK Ma'arif Dari banyaknya karya yang
Bangsalsari, dari ketertarikannya di dihasilkan, ia diberi kesempatan untuk
dunia desain ia sering mengikuti menjadi kontributor desain grafis,
perlombaan, salah satunya lomba diantaranya brosur, banner, kalender,
Mading 3D tingkat kabupaten di dan website. Sampai pada akhirnya ia
Universitas Muhammadiah Jember. mulai dikenal di kampus karena
Meskipun ia tidak mendapatkan juara kemampuannya di bidang tersebut.
karena ada beberapa kesalahan Tidak banyak dari pihak kampus
teknis, namun karyanya menjadi untuk meminta bantuannya, dan ia
pusat perhatian dibanding dengan ikhlas melakukannya dengan tujuan
peserta lainnya. untuk mengabdi.
Setelah lulus dari SMK, ia Selesai di bangku kuliah tak
mencoba mendaftar jalur Mandiri membuatnya berhenti berkarya dan ia
diberbagai Perguruan Tinggi salah berhasil mendapatkan pekerjaan di
satunya, UNEJ dan IAIN Jember. salah satu perusahan Event Organizer
Sayangnya ia tidak lolos dikeduanya, yang bernama PT. Mahameru Indo
ia hampir putus asa, namun pengasuh Raya tepatnya di bagian desain grafis
pondok memberi ia tawaran untuk sampai saat ini.
mendafatar jalur beasiswa bidikmisi
di Universitas Islam Jember (UIJ) dan Dari semua yang Amin capai
ia mencoba tawaran itu. Akhirnya ia saat ini, ia berkeyakinan bahwa hasil
menjadi salah satu mahasiswa yang yang dapat adalah barokah dari
lolos mendapatkan beasiswa pondok dan saat ia mencari ilmu. Kata
bidikmisi di UIJ. yang sempat ia katakan, dan dapat kita
ambil hikmahnya yakni “IKLAS
Di kampus ia mengikuti MEMBAWA BERKAH”.
beberapa organisasi, salah satunya
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Oleh: Zaenab Nur Hafila
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 6
Prodi Ilmu Biologi
13BBuuleletintinMMITITRRAAEEddisiis4i 411 13
Artikel
Sumber: freepik.com
Seberapa Pentingkah Belajar
Politik Bagi Mahasiswa?
“Politik”. Menurut Kamus Besar Sementara itu kampus
Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian merupakan negaranya mahasiswa
politik adalah pengetahuan mengenai yang tentunya tidak lepas dari
ketatanegaraan atau kenegaraan kebijakannya, konfliknya dan lebih
(seperti tentang sistem pemerintahan, khususnya dinamika perpolilitikan di
dasar pemerintahan). Jika politik perguruan tinggi. Sejauh ini,
dikaitkan dengan kampus mayoritas kebanyakan mahasiswa lebih
mahasiswa seakan banyak yang menghindari politik dengan alasan
menjauhi bahkan dianggap tabu. tidak ingin terlibat konflik di kampus.
Karena politik sendiri sering diartikan Namun bukan berarti kita
sebuah kelicikan, korupsi, konflik dll. menghindari untuk mempelajari ilmu
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perpolitikan, karena semakin kita
dimanapun tempatnya kita akan tetap membenci politik maka semakin
dihadapkan dengan politik. Well, terjadilah konflik yang akan
apasih itu politik? dihadapipi dalam bermasyarakat
14 Buletin MITRA Edisi 41
nantinya. Oleh karena itu mempelajari berkata dengan santun dan kata yang
ilmu ilmu politik itu sangat penting bagi mudah untuk difahami.
mahasiswa, berikut beberapa hal yang
menjelaskan tentang seberapa 3. Proses pendewasaan
pentingnya belajar politik bagi Dewasa dalam berpolitik artinya
mahasiswa, diantaranya : menerima kemenangan atau
kekalahan dengan lapang dada,
1. Memudahkan Kita Mendapat tanpa menggunakan cara yang
Kepercayaan curang atau kotor untuk memperoleh
kekuasaan tertentu.
Dalam proses mempengaruhi orang
lain yaitu lobbying, komunikasi, 4. Pengalaman
interaksi dan konsolidasi. Ketika kita Untuk mendapatkan pengalaman
sudah mendapatkan kepercayaan sebelum terjun ke dunia poltik nyata.
dari orang lain, maka itu bisa Sebagai mahasiswa di dunia
menjadi bekal untuk dipercaya. milenial, kita harus selektif. Dengan
Namun, Ketika sudah mendapat bekal dikampus setidaknya dunia
kepercayaan jangan pernah politik di Indonesia akan lebih baik
mengkhianati kepercayaan tersebut, dan tidak akan bertambah keruh.
karena sekali berbohong bisa jadi Politik merupakan seni kehidupan,
akan kehilangan kepercayaan polotik bukan hanya mempelajarai
selamanya. bagaimana cara mendapatkan
kekuasan atau memperoleh posisi
2. Menguji Mental dalam pemerintahan, melainkan
sebagai bagian dari hidup untuk
Latihan mental bisa didapatkan membuat tatanan masyarakat
disaat kita berbicara didepan umum menjadi lebih baik.
atau seperti menyampaikan visi misi,
karena meyakinkan begitu banyak Oleh: Izzata Barid Zein
nya orang tidak lah mudah. Ada 3 hal
yang harus dilakukan jika berbicara Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
didepan umum yaitu, tatapan mata dan saat ini masih duduk di semester 4
yang yakin, gestur tubuh tidak Prodi Ilmu Hukum
gemetar dan tidak gugup, dan
Buletin MITRA Edisi 41 15
Cerpen
Sumber: pexels.com
Amaraloka
Kuala lumpur, langit sore ditemani melihat petugas dengan penuh
megah yang indah dengan merahnya. cemas. Takut karena dua minggu
Pesawat Citilink mendarat dengan aman yang lalu aku dan sekeluarga
di Bandar Udara Kuala Lumpur diiringi ditolak dan dikembalikan lagi ke
senyum sumringah dan ucapan syukur Indonesia.
para penumpang yang dari tadi
melambung di udara karena cuaca “Kamu baru saja kena
buruk. tolak, aturannya lepas 30 hari
baru boleh masuk kat sini lagi.
Aku (Andi) dan keluargaku turun Kenapa awak dah masuk
dan bergegas masuk untuk check out. lagi?”
Aku menarik napas panjang dan sesekali
16 Buletin MITRA Edisi 41
Pertanyaan itu membuatku terdiam
dan lemas. Dugaanku benar, aku
kembali ditolak untuk masuk. Aku
hanya bisa menatap petugas bandara
dengan mata yang sudah berkunang-
kunang. Badan rasanya sudah tidak ada
tenaga lagi.
“Adek sekarang masuk ke office Sumber : freepik.com
sebelah sana,” tangannya menunjuk
sebuah ruangan yang tidak asing bagiku Ku hembuskan nafas panjang dan
“nah,” katanya sembari memberikan mulai berjalan pelan menuju ruangan
passwordku yang dari tadi dipegangnya yang diarahkan oleh petugas tadi. Aku
untuk diperiksa. tidak sendiri, keluarga bersamaku dan
melanjutkan langkah apa yang harus
dilakukan supaya bisa lolos dan tidak
dikembalikan ke Indonesia.
Mataku melihat sekeliling
ruangan itu yang full oleh orang-orang
dengan berbagai macam masalah lain.
Tiba giliran aku dan keluarga untuk
menghadap ke petugas. Petugas itu
menanyakan beberapa hal;
Sumber : freepik.com “Ada urusan apa ke
Malaysia?” “Uang saku?” Dan
“Tinggal bersama siapa selama di
Malaysia”
16 Buletin MITRA Edisi 41 BBuulleetin MITTRRAAEEddisisi i4411 1717
“Lin, gimana? Sudah ada cara?”
Ayahku sudah beberapa kali
menanyakan hal yang sama pada Kak
Lina.
Kak Lina adalah kakak sepupuku,
dia ikut datang ke bandara untuk
menjadi penjamim jika terjadi hal
semacam ini kepada kami. Dan
ternyata benar, sekarang kak Lina dan
Ayahku merasa resah karena belum
juga dikasih kabar oleh pihak Office
untuk masuk memberikan jaminan.
“Bu, sakit” kataku, sambil Sumber : google.com
menyenderkan kepalaku di lengan
Ibuku. ruang office dimana sekitar 4 jam lebih
kami menunggu.
Aku sakit dari sejak sebelum
pesawat berangkat. Pusing dan mual “Dimananya Nak? Kepala?”
yang aku rasakan. Sakit itu semakin Tangan Ibuku langsung memijat
terasa saat menunggu keputusan di kepalaku.
Aku tau Dia juga capek. Ngantuk,
dan ingin segera istirahat. Tapi melihat
anaknya sakit, rasa sayangnya
mengalahkan rasa capeknya.
Ayahku berjalan menuju area
Sumber : freepik.com parkir dan mengeluarkan satu batang
18 Buletin MITRA Edisi 41
rokoknya. Dia merokok untuk Aku semakin merasa lemas disitu.
menghilangkan rasa cemasnya yang Aku hanya bisa tiduran sambil
berlebih. Memikirkan anak istri yang menyenderkan kepalaku di lengan
tak kunjung diberi keputusan, dan Ibuku.
memikirkan anaknya yang sakit
sedang berada di dalam office yang Bukan Ibu, bukan juga kakak.
sangat dingin. Ayahku langsung memeluk aku dan
menanyakan yang sakit dimana.
“Mang, Lina dah boleh masuk “Apanya Nak yang sakit? Maghnya ya
nih. Mamang tunggu kat sana ye. Nak? Ha? Perutnya?” Sangat terlihat
Di ruang tunggu” Kak Lina datang dari raut wajahnya yang begitu
menghampiri Ayah untuk khawatir dengan kondisi anaknya
memberi tahu bahwa ia sudah bisa yang pucat dan lemas.
masuk untuk memberikan
jaminan. “Udah Mang, jom balek.
Nanti boleh istirahat di rumah”
“Alhamdulillah” ucap ayah Kata Kak Lina sambil
pelan. Sambil berjalan menuju menggandeng kakak untuk masuk
ruang tunggu, ia menghidupkan hp ke dalam mobil.
nya dan memberikan pesan
Whatsapp kepada kakak. Selama di Mobil dalam perjalnan
pulang, aku terus berada di dalam
Wajah kakakku terlihat begitu dekapan ayah, kekhawatirannya tidak
senang. Dia langsung memberi tahu bisa disembunyikan. Sangat terlihat
Ibu kabar baik bahwa Kak Lina sudah dari perlakuan dan raut wajahya.
menuju ruang office untuk menjamin
kita. Itulah cinta kasih Orang Tua
dan Aku sayang mereka.
“Alhamdulillah” Ibuku tidak
henti bersyukur dan tangannya Oleh: Nuzulur Rahman
masih terus memijat kepalaku.
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 2
Prodi Ilmu Komunikasi
Buletin MITRA Edisi 41 19
Puisi
Yang Berhak, ya Penguasa
Dunia semakin menua
Juga semakin sempit
Lapisan bumi semakin menipis
Kehidupan pun semakin rumit
Maling roti karena lapar
Dipenjara tanpa kuasa
Disana bertahun-tahun
Tak ada pembela satupun
Jelas-jelas maling negara
Masih saja leluasa
Masih saja tertawa di depan media
Dipenjara bak seorang raja
Kamar nya ber-AC
Makan nya KFC
Di protes tapi tak didengar
Di demo katanya melawan
Diam katanya lemah
Berdiri sendiri ujungnya dijatuhkan
Negara makin miris jadinya
Bencana alam ada dimana-mana
Corona pun belum usai melanda
Lalu bagaimana nasib rakyat kita
20 Buletin MITRA Edisi 41
Methamorfosa Rasa
Hai kamu
Apa kabar
Aku harap baik-baik saja
Walau kita
Tak pernah jumpa
Tapi saling tatap lewat kata
Ketika aku menyapa
Di sosial media
Hati kita
Akan terus tertata
Walau tanpa tatap muka
Karena kita
Sama dalam rasa
Satu dalam cinta
Entah itu halu atau nyata
Rasa kita memang beda
Kadang ini seperti sandiwara
Di lain waktu terasa benar adanya
Aku cuma ingin satu hal saja
Rasa kita bermethamorfosa
Ke dunia nyata
Oleh: Malik Abdur Rohman
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 2
Prodi Bimbingan dan Konseling
Buletin MITRA Edisi 41 211
Pantun
Dipondok berbau melati Ada ikan ada tiram
Dirumah ada pak haji Pak Yanto sedang minum jamu
Dari pada sakit hati Hai mbak yg berkerudung hitam
Lebih baik kita megaji
Bolehkah saya jadi pacarmu
Pergi kepasar bersama Sahil
Pulangnya membeli micin
Saya yang bernama Ismail
Santri darul ari n
Buang sampah kedalam tong
Gula aren campur dudul
Desa saya yg bernama curah kalong
Yg terkenal keren dan gaul
Oleh: Ismail
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 2
Prodi Ilmu Komunikasi
22 Buletin MITRA Edisi 41
Ada anak namanya Arga Jalan jalan ke Belitar
Dia sedang makan coklat Kepasar membeli micin
Kolok ingin masuk surga Kalau kamu ingin jadi anak pintar
Jaganlah kamu tinggalkan sholat Belajarlah degan rajin
Jalan jalan kerumahnya mbak putri
Ambil buku kerumah pamannya
Jangan pernah menghina santri
Karna santri Banyak ilmunya
Pagi pagi makan nekstar
Makan nekstar di rumah kaca
Jika kamu ingin pintar
Maka perbayak lah membaca
Buletin MITRA Edisi 41 23
KPamntutn
Belajar dari secangkir kopi bahwa sepahit apapun rasanya
tetap ada kenikmatan didalamnya
Seberat apapun masalahmu pasti Sukses itu ketika kau mampu
ada jalan keluarnya semuanya membuat banyak orang
tergantung bagaimana caramu tersenyum bukan termenung
ber kir dan melangkah
Dewasa itu ketika kita mulai bisa proses bukan protes
Jalani nikmati Karna proses menuju bahagia
tak semudah membuat mie instan
Oleh: Siti Evi Nurmufida
Penulis merupakan anggota penuh LPM Mitra
dan saat ini masih duduk di semester 4
Prodi Agroteknologi
24 Buletin MITRA Edisi 41
FotoPJaunrtnuanlis
Gurau: Bercanda Dikeramaian Pusat Kota Juang: karno berjualan digelapnya malam
Antri: Pembeli Memesan Minuman Memasak: Penjual Menghidangkan Makanan
Atraksi: Berkalungan Ular di Keramaian Santai: Mengobrol di Alun Alun Kota Jember
Buletin MITRA Edisi 41 25
Iklan
Melayani Jasa:
Desain Foto Jasa
Pamflet Wisuda Ketik
Poster Preweeding Cetak Banner
Sertifikat Pernikahan Print
Dll Keluarga Sertifikat
Stiker
Video
Dokumentasi
26 Buletin MITRA Edisi 41
Karya Anak Mitra
Oleh: Dimas Erlangga Subiyanto Oleh: Dimas Erlangga Subiyanto
Oleh: Indra Maulana Oleh: Indra Maulana
Buletin MITRA Edisi 41 27
LPM Mitra Mengucapkan
9 Februari 2022