The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

e-module sub materi manfaat keanekaragaman hayati

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sitiuswatun2000, 2024-01-20 04:31:26

e-module sub materi manfaat keanekaragaman hayati

e-module sub materi manfaat keanekaragaman hayati

10. Kayu Bemali Deskripsi Manfaat Cara penggunaan Gambar 24. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 26


11. Kayu Ara Deskripsi Manfaat Cara penggunaan Gambar 25. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 27


12.Daun Sirih Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat yang bersandar pada batang pohon lain. Tinggi 5- 15m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tepi rata, tulang daun melengkung,f lebar daun 2,5-10 cm, panjang daun 5-18cm, tumbuh 8 berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Menurut Van Steenis (1997), tanaman sirih memiliki bunga majemuk berkelamin 1, berumah 1 atau 2. Bulir berdiri sendiri, di ujung dan berhadapan dengan daun. panjang bulir sekitar 5 -15 cm dan lebar 2 -5 cm. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5 -3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 2,5 -6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan.Akar sirih merupakan akar tunggang yang berbentuk bulat dan berwarna cokelat kekuningan, buah tanaman sirih merupakan buah buni ynag berbentuk bulat dengan ujung yang tumpul, bulir pada buah berbulu, tersusun rapat, dan berwarna kelabu. Biji pada tanaman sirih berbentuk bulat. Manfaat Cara penggunaan Nama Lokal. : Daun Sirih Divisi : Magnoliopsida Kelas : Magnoliopsida Ordo : Piperales Famili : Piperaceae Genus : Piper Spesies : Piper betle Gambar 26. Piper betle (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 28 Klasifikasi Deskripsi


13. Bambu Berakar serabut, Rebung Berwarna hitam tertutup bulu hijau keunguan yang ditutupi pelepah rebung berwarna coklat tua. Daun Bentuk daun lebar, pertulangan daun sejajar, tepi daun rata,pangkal daun runcing,ujung daun runcing,daun berwarna hijau dengan permukaan atas daun tidak berbulu, dan permukaan bawahdaun bambu berbulu halus, lebar daun antara 6-7 cm dengan panjang daun 20-30 cm. Batang Batang lurus dengan panjang ruas sekitar 30-40 cm dan diameter batangnya 45-52 cm, warna batangnya hijau keabuabuan dan menjadi cokelat kusam ketika kering Manfaat Cara penggunaan Nama Lokal : Buluh DIvisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Poales Famili : Poaceae Genus : Bambusa schreb. Spesies : Bambusa vulgaris schrad Gambar 27. Bambusa Vulgaris schrad (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 29 Klasifikasi Deskripsi


14. Ribu-ribu Deskripsi Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Rigu-rigu Divisi : Pteridophyta Kelas : Pteridopsida Ordo : Schizaeales Famili : Lygodiaceae Genus : Lygodium Spesies : Lygodium japanicum Gambar 28. Lygodium japanicum (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 30 Klasifikasi


15. Engkunyint Kunyit merupakan tanaman yang tergolong dalam kelompok jahejahean dengan warna yang khas yaitu kuning. Tanaman ini berbatang basah dengan batang berwarna hijau atau keunguan, tinggi batangnya sampai 0,75 m, berdaun 4 sampai 8 helai dan berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda.Bunga kunyit berwarna cokelat dan di tengahnya berwarna kemerah-merahan dan kuning.kunyit menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Keseluruhan rimpang membentuk rumpun yang rapat, berwarna oranye dan tunas mudanya berwarna putih. Akar serabut kunyit berwarna cokelat muda. Bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang atau akarnya. Manfaat Cara penggunaan ama lokal : Engkunyin Divisi : Magnoliopsida Kelas : Lillopsida Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : Curcuma Spesies. : Curcuma longa Gambar 29. Curcuma longa (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 31 Klasifikasi Deskripsi


16. Jarik Tumbuhan ini merupakan tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara dengan ukuran pohon yang tinggi yaitu ± 20 m, tegak bulat berkayu, licin, percabangan simpodial, cokelat kotor. Bentuk majemuk, lonjong, berhadapan, panjang 10 – 20 cm, lebar 5 – 15 cm, tepi rata, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip, tangkai panjang 0,5 – 1 cm, warna hijau tua. Bentuk buah menyerupai kelopak mangkok, benang sari kuning, putik silindris, kuning mahkota lonjong, putih kekuningan. Bulat pipih berwarna coklat kehitaman, berkeping dua dan berakar tunggang. Menurut penelitian, ekstrak air kulit buah jengkol dapat digunakan sebagai larvasida untuk mencegah penyakit demam berdarah. Selain itu juga dimanfaat sebagai herbisida alami untuk pengendalian gulma di sawah tanpa menghambat pertumbuhan padi, senyawa aktif tersebut merupakan hasil dekomposisi kulit buah jengkol selama 5-20 hari.Kayu dari pohon jengkol juga dapat digunakan untuk membuat peti mati dan sebagai kayu bakar. Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Jarik Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Genus : Archidendron Spesies : Archidendron pauciflorum Gambar 30. Archidendron pauciflorum (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 32 Klasifikasi Deskripsi


Rumput teki merupakan tanaman menahun yang tumbuh liar dan kurang mendapat perhatian. Sering dianggap sebagai gulma atau tanaman pengganggu yang layak dicabut atau dibuat sebagai makanan ternak. Bagian yang biasanya digunakan sebagai obat adalah rimpangnya yang apabila sudah tua akan terdapat banyak tunas yang menjadi umbi berwarna coklat atau hitam (Anonim, 2008a).Akar teki atau rumput palsu (batang segitiga) hidup sepanjang tahun dengan ketinggian mencapai 10 sampai 75 cm. Biasanya tanaman liar ini tumbuh di kebun, di ladang dan di tempat lain sampai pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Tanaman rumput teki (Gambar 1) mudah dikenali karena bunga-bunganya berwarna hijau kecoklatan, terletak di ujung tangkai dengan tiga tunas helm benang sari berwarna kuning jernih, membentuk bunga-bunga berbulir, mengelompok menjadi satu berupa payung (Anonim, 2008a). Ciri khas dari tanaman ini terletak pada buah-buahnya yang berbentuk kerucut besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk berwarna coklat, dengan panjang 1,5 - 4,5 cm dengan diameter 5 - 10 mm. Daunnya berbentuk pita, berwarna mengkilat dan terdiri dari 4-10 helai, terdapat pada pangkal batang membentuk rozet akar, dengan pelepah daun tertutup tanah. Pada rimpangnya yang sudah tua terdapat banyak tunas yang menjadi umbi berwarna coklat atau hitam. Rasanya sepat kepahit-pahitan dan baunya wangi. Umbi-umbi ini biasanya mengumpul berupa rumpun (Anonim, 2008a ). Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Semalit Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Cyperales Famili : Cyperaceae Genus : Cyperus Spesies : Cyperus rotundus 17. Cyperus rotundus Gambar 31.Cyperus rotundus (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 33 Klasifikasi Deskripsi


Pohon memiliki perawakan besar dengan tinggi pohon yang bisa mencapai 50 m.Diiameter batangnya berkisar antara 125 sampai 200 cm dan memiliki sedikit percabangan dengan ketinggian 15 m. Permukaannya bertekstur halus, sedikit retak, mengelupas dalam bentuk kepingan, dan berwarna cokelat kemerahan. Bunga dan daun simpur.Daun simpur masuk ke dalam golongan daun tunggal yang duduk dalam spiral di ranting. Daunnya berukuran relatif besar seperti daun jati, berbentuk jorong, tepi daun halus, dan memiliki tangkai yang panjangnya mencapai 10- 15 cm. Bentuk buah simpur bulat kecil yang diameternya hanya mencapai 1 cm. Setiap buahnya terdapat 6-7 biji yang berwarna hitam buah simpur jika dilihat dari dekat. Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Simpur Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Dilleniales Famili : Dilleniaceae Genus : Dillenia Spesies : Dillenia indica 18. Dillenia indica Gambar 32. Dillenia indica (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 34 Klasifikasi Deskripsi


Tanaman pisang adalah terna besar tahunan yang berimpang dan berserat.Batang semunya tumbuh mengelompok dalam rumpun, daunnya lebar, helainya berbentuk lonjong-lanset, kadang berlapis lilin, tangkai daun panjang dan membentuk batang semu.Perbungaan pada ujung batang, menjulur, keluar dari ujung batang semu, menjurai, semi-menjurai atau bahkan tegak. Braktea tidak beralur dalam, tergulung bersama-sama atau tegak menyirip,dan biasanya menggugurkan diri (Nasution dan Isamu, 2001). Tinggi batang mencapai 2 sampai 8 meter tergantung pada variasi dan kondisi, dan memiliki bonggol yang pendek. Bonggol memiliki mata tunas dan menghasilkan rhizome pendek dan akar (anakan) dekat pohon induk. Batangnya merupakan batang semu yang ternyata berupa lembaran daun yang saling tumpang tindih dengan daun baru dan akhirnya bunga muncul dari bagian tengah (Mudita, 2012). Diameter batang sekitar 48 cm ketebalan dapat mencapai 20-5-cm batang sejati akan muncul pada saat bunga terbentuk. Batang sejati ini tumbuh didalam batang semu sehingga muncul dan mendukung tanda Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Pisang Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Zingiberales Famili : Musaceae Genus : Musa Spesies. : Musa paradisica 19. Musa paradisica Gambar 32. Dillenia indica (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 35 Klasifikasi Deskripsi


Labu Air merupakan tanaman herba semusim yang tumbuhnya menjalar, batang bersujud atau tebing, memiliki batang basah (herbaceus), yaitu batang yang berair danlunak.Batang bersegi empat (quadrangularis) permukaan batangnya berambut (pilosus) berwarna putih panjang mencapai 5 mm, apabila batang dipotong maka batang tidakmengeluarkan getah.Arah tumbuh batangnya berbaring (humifusus) batang berada di atas permukaan tanah, hanya sedikit ujungnya menjulur ke atas (Tjitrosoepomo, 1980).Tipe batangnya adalah simpodial artinya batang pokoknya sukar ditentukan, karenadalam perkembangan selanjutnya mungkin menghentikan pertumbuhan atau kalah besar dankalah cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan cabangnya. Labu Air memiliki akar tunggang (radix primaria) susunan akarnya memanjang dan kuat pada satu titik. Akar halus berbentuk serabut. Akar tunggang yang bersifatdemikian seringkali berhubungan dengan fungsinya sebagai penyimpan atau penimbun zatmakanan (cadangan) kemudian mempunyai bentuk yang istimewa (Tjitrosoepomo, 2005).Pada Labu Air pada bagian daunnya terdapattangkai dan helaian daun sehingga disebut daun bertangkai.Bangun daun Labu Air termasuk jantung (cordatus) yaitu bangun seperti bulat telur, tetapi pangkal daun memperlihatkan suatulekukan.Ujung daunnya meruncing (acuminatus) seperti pada ujung yang runcing tetapi titik pertemuan kedua tapi daunnya jauh lebih tinggi dari perkiraan, hingga ujung daun nampaksempit panjang dan runcing.cker, 2004). Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Labu Air Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Cucurbitales Famili : Cucurbitaceae Genus : Lagenaria Spesies : Leganaria siceraria 20. Leganaria siceraria Gambar 34. Leganaria siceraria (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 36 Klasifikasi Deskripsi


Deskripsi Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Nipah Divisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Arecales Famili : Arecaceae Genus. : Nypa steck Spesies : Nyp fruticans 21. Nypa frutican Gambar 35. Nypa fruticans (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Nipah adalah sejenis palem (palma) yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang-surut dekat tepi laut. Tumbuhan ini juga dikenal dengan banyak nama lain seperti daon, daonan (Sd., Bms.), buyuk (Jw., Bali), bhunyok (Md.), bobo (Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera), palean, palenei, pelene, pulene, puleanu, pulenu, puleno, pureno, parinan, parenga (Seram, Ambon dan sekitarnya). (Sumber: Wikipedia) 37 Klasifikasi


Alamanda (Allamanda cthartica L) memiliki nama daerah Lame areuy (Sunda) dan bunga akar kunig (Melayu). Tanaman ini merupakan tanaman perdu dengan tinggi 4 sampai 5 m. Batang berkayu, berbuku-buku, tiap buku terdapat 4 sampai 5 daun yang melingkar dan bergetah. Daun alamanda merupakan daun tunggal, lonjong, tepi rata melipat kebawah, ujung dan pangkal meruncing. Bunga alamanda merupakan bunga majemuk dengan bentuk tandan di ujung cabang dan ketiak daun. Alamanda memiliki tangkai yang berbentuk selindris, pendek dan hijau. Kelopak bunga alamanda berbentuk lanset, permukaannya halus dan berwarna hijau. Benang sari alamanda tertancap pada mahkota, mahkota berselang pada lekukan, tangkai putih selindris dan mahkota berbentuk corong atau terompet. Buah alamanda berbentuk kotak, bulat, diameter leboh kurang 1,5 cm dengan biji berbentuk segitiga. Ketika masih muda biji alamanda berwarna hijau keputih-putihan setelah tua warnanya menjadi warna hitam. Alamanda memiliki akar tunggang berwarna putih kusam (Hidayat, 2015). Manfaat Cara penggunaan 22. Allamanda cathartica Nama lokal : Bunga Paet Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Gentianales Famili : Apocynaceae Genus : Allamanda Spesies : Allamanda cathartica Gambar 36. Allamanda cathartica (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 38 Klasifikasi Deskripsi


Tangkai tembakau memiliki ukuran yang bervariasi tergantung varietas. Sebagian besar varietas memiliki permukaan kasar dan tidak rata, sedangkan spesies lain memiliki permukaan yang halus. Tangkai tembakau memiliki ciri berbentuk tegak, bulat, lengket, berambut, lengket dan berukuran besar. Tangkai tersusun oleh zat yang menyerupai kayu dan mengandung empulur yang lengket. Tembakau memiliki bentuk daun yang beragam, seperti oval, lanset dan runcing.N.Tabacum memiliki bentuk daun melekat, oval atau lonjong lanset, sedangkan Ni otinrustica memiliki bentuk bertangkai dan biasanya oval atau menjantung. Warna pada daun memiliki warna yang bervariasi tergantung kondisi tanah dan akan berubah setelah matang atau melalui proses penyalaian.[10] Bunga tembakau memiliki warna beragam, yaitu merah muda, kuning atau ungu keputihan yang tumbuh berkelompok dan bergugus di pucuk tanaman. Manfaat Cara penggunaan 24. Nicotiana tabacum L. i Nama lokal : Tembakau Divisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Solanales Famili : Solanaceae Genus : Nicotiana L Spesies : Nicotiana tabacum L. Gambar 38. Nicotiana tabacum L. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 39 Klasifikasi Deskripsi


salah satu ciri dari tanaman Gambir adalah memiliki helaian daun jorong . Tanaman gambir merupakan tanaman perdu dengan cabang yang memanjat, ketika muda tanaman gambir memiliki batang yang berbentuk segi empat. Daun tanaman gambir tunggal dengan tekstur agak licin dan berwarna hijau. Pada satu helai cabang terdapat beberapa helai ranting yang sejajar atau mempunyai arah yang sama antara daun yang satu dengan daun yang lainnya (Amos, 2004). Pertulangan primer daun pada bagian bawah menonjol. Daun gambir memiliki kait diantara dua tangkai daunnya (Sugito, 2017). Manfaat Cara penggunaan 23. Uncaria gambir Nama lokal : Gamber Divisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Gentianales Famili : Rubiaceae Genus : Uncaria schreb Spesies : Uncaria gambir Gambar 37. Uncaria gambir (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 40 Klasifikasi Deskripsi


25. Daun jeruk Jeruk purut (Citrus hystrix) adalah tanaman yang tumbuh pada daerah tropis, yang tersebar luas di Asia bagian selatan. Daun dan buah digunakan sebagai makanan. Buahnya berkerut, berbentuk pir dan berwarna hijau tua dan akan menjadi kuning apabila sudah matang. Daunya berwarna hijau tua, mengkilap, dan permukaan bawah hijau muda atau kekuningan, buram, jika diremas baunya harum. Biasanya daunnya tumbuh berpasangan dan seperti angka delapan. Tangkai daun sebagian melebar menyerupai anak daun. Helaian anak daun berbentuk bulat sampai lonjong, pangkal membundar atau tumpul, ujung tumpul sampai meruncing. Panjangnya 8-15cm dan lebarnya 2-6 cm dan kedua permukaan licin dengan bintik-bintik kecil berwarna jernih, (Joko,2010). Bunganya berbentuk bintang, berwarna putih kemerah-merahan atau putih kekuningkuningan. Bentuk buahnya bulat, kulitnya hijau berkerut, rasanya asam agak pahit. Tanaman ini perdu, setinggi 3-5 meter. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bias bertahan selama sekitar satu minggu. Sementara buah dalam keadaan utuh, bias bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu, (Wongsariya, 2014). Batang yang tua berwarna hijau tua, berbentuk bulat, berwarna hijau tua, berbintik-bintik, dan berdiri di ketiak daun. Letak daun jeruk purut terpencar dan bertangkai agak panjang serta bersayap lebar (Rukmana, 2003). Manfaat Cara penggunaan Nama lokal : Lemo Divisi : Tracheophyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Sapindales Famili : Rutaceae Genus : Citrus L Spesies : Citrus aurantifolia Gambar 39. Citrus aurantifolia (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 41 Klasifikasi Deskripsi


Deskripsi Manfaat Cara penggunaan 26. Calamus javensisz Nama lokal : Rotan Dodok Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Arecales Famili : Arecaceae Genus : Calamus Spesies : Calamus javensis Gambar 40.Calamus javensisz (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 42 Klasifikasi


Indonesia merupakan salah satu sentral tanaman paku sarang burung. Ia dapat kita jumpai di berbagai daerah, mulai dari Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai Papua.Lokasi pertumbuhan paku sarang burung biasanya ternaungi banyak atau sedikit pohon. Mereka menyukai habitat yang lembap, meski cenderung akan mati jika tergenang air.Baca juga: Paku Pedang, Satu Lagi Jagoan Penghalau Polusi UdaraMorfologi dan Ciri-Ciri Paku Sarang BurungVarietas A. nidus terkecil pernah pakar temukan berbiak sepanjang 7 cm dengan lebar 3 cm. Sedang spesies terbesarnya, tumbuh sepanjang 120-150 cm dengan lebar 26-30 cm.Daunnya yang tunggal memiliki panjang 7 -150 cm dan lebar 5-30 cm. Tepi daun terlihat rata dengan permukaan bergelombang, berwarna hijau pucat dengan tangkai yang pendek.Saking kecilnya, bagian tangkai paku sarang burung kerap kali tidak terlihat. Ia berwarna cokelat kehitaman, dengan sorus yang terletak di pertulangan rusuk daun bagian bawah.Sorus atau tempat berkumpulnya sporangium ini menguasai setidaknya 3/4 panjang daun. Tersedia pula pelindung berupa indusium, tampak lebar yang berguna melindungi sorus.Jika kita lihat dari samping, gelungan daun A. nidus pada batang pohon memang seperti sarang burung. Atas dasar itu pulalah, mungkin spesies paku ini publik namai demikian.Akar rimpang paku sarang burung terbilang kokoh. Bagian ujungnya bertugas mendukung pertumbuhan daun, sedang bawahnya merupakan tempat berkumpulnya akar-akar besar. Manfaat Cara penggunaan 27. Asplenium australasicumi Nama lokal : Pakis Sarang Burung Divisi : Pteridophyta Kelas : Pteridopsida Ordo : Polypodiales Famili : Aspleniaceae Genus : Asplenium Spesies : Asplenium australasicum Gambar 41. Asplenium australasicum (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 43 Klasifikasi Deskripsi


1. Nabo’ panyugu babatak ngawaha’ ka uma Ritual akan berladang Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Pertanian Gambar 42. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Macam-Macam Jenis Upacara Adat Suku Dayak Kanayatn Nabo’ panyugu babatak ngawaha’ ka uma, Ngiliratn penyakit padi, Baremah matah tandan padi, Bapuar, Naik dango’, Balala’.Tahapan pertama dimulai dengan ritual Nabo’ panyugu babatak ngawaha’ ka uma (ritual akan berladang), ritual ini dilakukan dengan mendatangi atau menemui penyugu/patung keramat untuk melaksanakan Doa bersama dan meminta izin kepada arwah leluhur, kepada pohon besar, kepada tanah dan air bahwa masyarakat akan berladang. Ritual ini dilaksanakan dengan tujuan agar pemilik ladang sendiri diberi kesehatan dan tidak diganggu dari makhluk halus. Untuk pelaksanaan ritual Nabo’ panyugu babatak ngawaha’ ka uma dilaksanakan diatas bukit setiap tanggal 5 Juni dengan dihadiri oleh Timanggong, Penyangahatn (imam), pasira, pangaraga adat, tuha tahun, dan masyarakat. Dalam pelaksanaan ritual Nabo’ panyugu babatak ngawaha’ ka uma ada beberapa peraga adat yang harus di persiapkan yaitu seperti padi dana, padi poe’, pinang, daun sirih, daun tembakau, daun gambir, rokok dan nipah, daun kelapa, daun kenjuank (hanjuang), daun buat, buah pisang, daun kemako, Ui, daun layak, buluh, uang logam, pelita, tumpi, lemang, ayam, telur. Piring, dan lempeng. 44


2. Ngiliratn penyakit padi (menghanyutkan penyakit padi) Ritual Ngiliratn penyakit padi (menghanyutkan penyakit padi). Ritual ini dilakukan pada saat padi sudah ditanam dan berusia 2 bulan, maka akan di adakan ritual dengan tujuan menghanyutkan penyakit padi atau memelihara dan menjaga padi agar tidak terjadi gagal panen, Pada pelaksanaan ritual adat Ngiliratn penyakit padi ini diselenggarakan setiap tanggal 7 November untuk pelaksaaanya dimulai dengan mengunjungi rumah tua tahun untuk mempersiapkan peraga adat yang digunakan dalam ritual Ngiliratn penyakit padi adapaun peraga adat yang harus dipenuhi yaitu, buah pianag, daun gamber, daun kenjuak (hanjuang), buluh (bambu), daun layak, pisang, daun buat, Ui, padi dana, padi poe’, daun kemako, daun sirih, daun kelapa, daun nipah, tembakau, kayu arus, piring, lempeng, telur, ayam, tumpi, perahu mini yang terbuat dari upih pelepah pinang, batang padi yang terkena ulat atau hama dikumpulkan, setelah semua peraga adat terkumpul maka ritual akan dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tua tahun. Setelah itu tua tahun pergi ke sungai bersama masyarakat dengan membawa perahu mini yang didalamnya sudah diisi dengan peraga adat yang semuanya itu dihanyutkan dan seorang Penyangahatn (imam) akan menyuruh semua penyakit padi itu pulang ke tempatnya. Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Pertanian Gambar 44. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 43. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 45


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Pertanian 3. Baremah matah tandan padi (panen padi) pada tahap ini yaitu ritual Baremah matah tandan padi (panen padi), pada saat padi sudah masuk masa panen yang ditandai dengan masaknya tandan padi siap untuk dipanen, maka dilakukan lah ritual Baremah matah tandan padi yang maknanya agar proses pemanenan atau memetik padi diladang, memberikan hasil panen yang berlimpah dan memberi kesehatan dalam memanen padi. Adapun peraga adat yang dipersiapkan iyalah buah pinang, gamber, kenjuak (hanjuang), buluh (bambu), daun layak, buah psang, daun buat, Ui, padi dana, padi poe’, engkunyin, daun sirih, daun nipah, daun kemako, tembakau, ayam, telur, dan pelita. Ketika semua peraga adat telah terkumpul maka selanjutnya peraga adat tersebut akan di bawa keladang dan dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Penyangahatn (imam) dan diikuti oleh masyarakat. Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 46. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 46


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Pertanian 4. Bapuar (syukuran) Tahapan keempat yaitu ritual Bapuar (syukuran) ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur dan terimakasih kepada Jubata (Tuhan) terhadap hasil panen padi baru yang didapat. Pada kegiatan ini peraga adat yang dipersiapkan iyalah buah pinang, gamber, kenjuak (hanjuang), kelapa, buluh (bambu), daun layak, pisang, daun buat, daun semalit, Ui, padi dana, padi poe’, engkunyin, daun kemako, nipah, tembakau, sagu dan kembang bayat. Semua peraga adat ini akan di bawa ke rumah penyanghatn (imam) yang nantinya akan memimpin doa dan diikuti oleh masyarakat. Setelah itu penyanghatn (imam) akan membagikan kepada setiap masyarakat peraga adat yang telah dibawa untuk disimpan dirumah masing masing dengan baik, dan kemudian masyarakat setempat akan memasak beras baru yang telah dipanen untuk dimakan bersama-sama. Gambar 46. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 46


6. Balala’(bepantang) Tahapan keenam upacara Balala’(bepantang) makna upacara adat Balala’ ialah sebagai salah satu bentuk menjaga tradisi nenek moyang, sebagai bentuk ucapan syukur dan terimakasih serata meminta permohonan dan perlindungan supaya dijauhkan dari mara bahaya dalam kehidupan sehari-hari. tujuan pelaksanaan upacara balala’ ialah untuk mengingatkan supaya selalu bersyukur, menghargai alam dan menghargai sang pencipta. Pelaksanaan upacara balala’ dimulai pada setiap tanggal 28 Mei pada pagi hari setelah semua masyarakat berkumpul di pentula’, masyarakat akan membersihkan pentula’ dengan makna menjadikan pentula’ sebagai tempat yang bersih dari sampah dan layak untuk dijadikan sebagai tempat beribadah. Setelah masyarakat bergotong royong membersihkan pentula’ maka selanjutnya masyarakat mempersiapkan peraga adat yang adapun peraga adat yang di persiapakan yaitu peraga adat manta’ seperti padi dana, padi poe’, buah pinang, gamber, kenjuak (hanjuang), buluh (bambu), tembakau, daun ribu-ribu, rokok daun nipah, Ui, engkunyin, daun kelapa, daun sirih, daun simpur, daun sonoh, daun lemo, daun perengat, daun semalit, kayu ara, kayu bemali, akar kayu arus, telur, ayam, uang logam, pelita, cangkir, minyak kelapa, dan untuk peraga adat masak yaitu ada tumpi,lamang, bontong, tempukng tawar, ayam kampung jantan yang sudah dimasak. Apabila semua peraga adat sudah terkumpul maka kemudian disusun di pentula’ dan kemudian dimulai lah upacara pembukaan balala’ dengan dipimpin oleh penyangahatn (imam) dan dikuti oleh masyarakat dengan duduk berkumpul di pentula’ untuk menggelar pembacaan doa, memanggil dan menyampakaikan kepada leluhur dan Jubata (Tuhan) untuk memberitahukan bahwa akan memulai balala’, kemudian setelah selesai penyangahatn (imam) mengambil sebagian persembahan dan sisanya untuk dibagikan kepada setiap masyarakat dan dibawa pulang kerumah untuk diletakkan di atas pintu rumah dengan makna sebagai penanda bahwa masyarakat sedang melaksanakan tradisi adat balala’. balala’ (bepantang ) yaitu larangan keluar rumah setelah semua ritual adat petani peladang di lakukan untuk menjaga dan memberikan keselamatan dan kesehatan satu kampung dimulai pada tanggal 28 mei pada pukul 06:00 sore nanti sampai jam 06:00 sore tanggal 29. Selama satu hari satu malam masyarakat dipantang untuk tidak keluar rumah dan tidak menaikan hewan seperti babi, anjing, renjong, udang, dan ikan seluang ke dalam rumah semasa bepantang dan tidak mengerjakan pekerjaan yang berat atau yang memakai alat tajam. Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Pertanian Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 48


Upacara adat yang berkaitan dengan perkawinan ini terdiri dari 4 tahapan ritual adat pernikahan dimulai dengan adat makan pulut tunang, makan pulut rakeh, ngelulus adat (nikah adat), pembagian pirikng penganten, pituah. berikut ini penjelasan yaitu: 1. Ritual makan pulut tunang Ritual makan pulut tunang merupakan salah satu rangkaian upacara adat sebelum dilaksanakannya pernikahan. Pelaksanaan ritual makan pulut tunang ini bermakna untuk melakukan pertunangan dan sekaligus membicarakan kapan hari yang disetujuai oleh dua keluarga untuk pelaksanaan nikah adat. Pada ritual ini dilakukan tukar cincin dan kedua belah pihak keluarga di pertemukan untuk menentukan hari kapan akan dilaksanakanya ngelulus adat (nikah adat) namun sebelum itu ada ritual adat makan pulut rakeh terlebih dahulu baru selanjutnya meraka dapat melakukan ngelulus adat (nikah adat). Pada ritual makan pulut tunang ada peraga adat yang harus dipersiapakan yaitu beras dana, beras poe’, buah pinang, sirih, tembakau, rokok daun nipah, minyak kepala, engkunyin (kunyit), yang nantinya akan didoakan oleh penyangahatn (imam). Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Perkawinan Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 49


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Perkawinan 2. Ritual Makan Pulut Rakeh Selanjutnya ritual makan pulut rakeh yaitu pertemuan dua keluarga mempelai pengantin yang kedua kalinya dengan tujuan untuk berdoa kepada Jubata (Tuhan) dengan didampingi seorang imam atau penyangahatn menghadap sesajian pengantin untuk mengukuhkan dua manusia ini menjadi suami istri secara sah dihadapan keluarga . adapun peraga adat yang dipersiakan dalam ritual makan pulut rakeh yaitu ada beras poe’ yang sudah dimasak, tumpi (cucur), beras banyu (beras yang dicampur minyak kelapa) ini dipersiapkan untuk sajian kedua pasangan pengantian yang akan didoakan oleh penyangahatn (imam). Dengan ini pasangan pengantin sudah sah di mata keluarga. Dan selanjutnya akan dilakukan ngelulus adat (nikah adat). Keesokan harinya setelah kedua pengantin sudah selesai mandi dan berdanadan, maka akan dilaksnakan acara puncak adat perkawinan. Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 50


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Perkawinan 3. ngelulus adat (nikah adat). Keesokan harinya setelah kedua pengantin sudah selesai mandi dan berdanadan, maka akan dilaksnakan acara puncak adat perkawinan. mempelai pengantin yang disaksikan oleh halayak ramai, kedua mempelai didudukan bersanding diantara penyangahatn (imam) yang akan membacakan doa kepada Jubata (Tuhan) untuk mengukuhkan kedua mempelai menjadi sepasang suami istri yang sah menurut adatdi antara adapaun peraga adat yang harus dipersiapkan iyalah beras dana, beras poe’, buah pinang, sirih, tembakau, rokok daun nipah, minyak kepala, engkunyin (kunyit), daun kenjuakng (hanjuang), daun pisang, daun simpur, buluh (bambu), telur, pelita, piring, mangko, lempeng tembaga, satu ekor babi, ayam dan 4 buah tempayan yang terdiri dari 3 buah tempayan besar (siton ) dan 1 buah tempayan kecil (buat tengah), yang nantinya akan didoakan oleh penyangahatn (imam). kemudian setelah itu rombongan pengantin dan tamu undangan melaksanakanmakan bersama dengan kedua keluarga pengantin. Tahapan selanjutnya selesai makan bersama, acara dilanjutkan dengan ritual adat pembagian pirikng penganten yaitu membagi piring kepada ahli waris kedua mempelai, adat pembagian pirikng penganten ini berupa pembagian irisan daging babi yang diletakkan di atas piring atau daundisebutnya (lantat) yang akan dibagiaka kepada ahli waris atau keluarga dari masing-masing mempelai pengantin setara, patone (orang yang menjodohkan kedua mempelai), temenggung, pasirah, dan pengaraga. Kemudian setelah dilakukan ritual adat pembagian pirikng penganten maka selanjutnya yaitu ritual adat pituah merupakan ritual memberikan petuah dan nasehat kepada kedua mempelai pengantin yang akan mengarungi mahligai rumah tangga yang akan disampaikan oleh para pengurus adat adan ahli waris atau keluarga kedua mempelai ituah yang disampaikan berbunyi: “ kalian berdua pada saat ini sudah dipersatuakan oleh Jubata (Tuhan) secara adat dan disaksikan oleh keluarga masing-masing dan halayak ramai. Dengan demikian mempelai laki-laki saat ini bukan lagi bujakng, tetapi telah bertanggung jawab kepada istrinya selaku suami. Demikian pula kepada mempelai perempuan saat ini sudah bukan lagi dara melainkan sudah menjadi seorang istri yang patuh dan mendampingi suami dalam menjalankan roda kehidupan rumah tangga dan harus ingat nasehat ini’. 51


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Perkawinan Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 52


4. Ritual Adat Berapus Upacara adat yang berkaitan dengan kelahiran yaitu adalah ritual adat berapus atau be arus yang bermakna memanggil semangat bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Jubata (Tuhan) bahwa saat kelahiran ibu dan anak ini selamat dan sehat walafiat. Melepas jiwa ibu dan anak yang lahir dengan sehat dari cengkraman si jahat atau iblis atau penolakan. Ritual adat berapus ini dilaksanakan ketika si bayi sudah tanggal pusar dan kesiapan orang tua bayi untuk melaksanakan ritual berapus sedangkan waktu pelaksaanya ritual adat berapus ini pada umumnya berlangsung pada pagi hari yaitu pukul 08:00 – selesai. Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Kelahiran Ritual adat berapus ini dipimpin oleh penyangahatn (imam) dengan diikuti anggota keluarga dan untuk pelaksanaanya ada peraga adat yang harus dipersiapkan seperti padi dana, padi poe’, buah pinang, tembakau, sirih, gambir, rokok daun nipah, buluh (bambu), daun pisang, daun simpur, Ui, akar kayu arus, daun dan buah kelapa, daun kenjuakng (hanjuang), engkunyin (kunyit), telur, ayam, mangkok, piring, perlita, tempayang kecil dan parang. Apabila peraga adat sudah terkumpul semua maka ibu dan si bayi di dudukan diantara sajian tersebut dan didampingi dukun atau bidan yang membantu dalam persalinan serta penyangahatn (imam) akan membacakan doa dan mengucapkan syukur kepada Jubata (Tuhan) dan meminta kesehatan untuk ibu dan bayi agar terhidar dari roh jahat. setelah itu bayi akan dimandikan oleh dukun atau bidan yang membantu saat persalinan dan diakhiri dengan makan bersama anggota keluarga. Gambar 45. (Sumber : Dokumentasi Pribadi) 53


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Kematian 1. Ngempasi Upacara kematian ketika ada orang meninggal dunia maka segera diikuti dengan upacara ngempasi (menghempas anak ayam) sampai mati dan anak ayam tersebut disimpan dibawah kaki mayat tersebut untuk mengiringi perjalanan arwah menemui Jubata (Tuhan) yang berada di surga. Ada tiga hal yang utama yang harus dipenuhi sebelum mayit dikuburkan yaitu: pertama memotong seekor babi untuk persembahan kepada roh leluhur, kedua memotong babi untuk memberi makan kepada tamu yang datang melayat, dan ketiga membuat alat penguburan berupa panca (Irumah-rumahan sebagi rumah bagi roh orang yang sudah tiada). Selain itu yang harus di persiapkan sebagai bekal kubur yaitu ada nasi secukupnya, tepung kanji yang dimasak dalam bambu, kuku babi,kuku ayam juga di masak dalam bambu, engkunyin, dan tumpi (cucur) dua warna yang dibungkus oleh daun simpur adat dan turih (kulit babi dan kuku ayam) yang nantinya akan digantungkan diatas makam. Setelah melaksanakan tiga hal tersebut berikutnya ada tujuh pekerjaan yang harus dilakukan yaitu membuat simaramaya (patung kecil terbuat dari kayu), membuat peti mati (alokng), menyediakan kayu, memandikan jenazah, memasukkan ke dalam peti, menggali kubur, dan mengantar atau memikul jenazah ke kuburan. Orang yang melaksanakan tujuh pekerjaan tersebut berhak mendapatkan imbalan berupa satu mangkok daging babi dan sebuah paku yang mempunyai makna tersendiri. Daging babi mengandung makna sebagi persembahan atau ucapan terimakasih dari keluarga, sedangkan satu buah paku ini diberikan bermakna untuk melambangkan penengah badan atau keras semangat agar dirinya dan keluarga yang ditingglkan tidak larut dalam kesedihan dan supaya kuat mengadapi musibah ditinggal oleh simayit. Setelah dimandikan, dikenakan pakaian, dihias dan dibuat copank yaitu tanda didahi yang terbuat dari campuran kunyit dan kapur sehingga berwarna kuning kemerahan, tanda ini diperuntukkn pada orang mati yang telah dewasa. Kemudian mayat diletakkan di dalam peti mati (alokng), kemudian dikuburkan didalam tanah, dan diatas kubur diletakkan panca dan simaramaya, serta bekal kubur yang telah dipersiapkan. 54


Upacara Adat yang Berkaitan Dengan Kematian 2. Basaru Sumangat Setelah pelaksanaan penguburan pada malam ketiga sampai malam ketujuh roh dipanggil oleh penyangahatn (imam) hanya dengan mengunakan kayu api yang di bakar dan masih menyala tidak menggunaka peraga adat dan tujuanya memberikan makanan yang ada pada saat itu kepada roh simayat. Kemudian di hari ketujuh akan dilaksanakan ritual adat basaru sumangat merupakan ritual memanggil semangat untuk menguatkan agar keluarga yang ditinggalkan menjadi kuat dan terhindar dari penyakit, memberikan makan yang terakhir pada arwah sebagai tanda pemisahan dan sekaligus menceraikan yang sudah meninggal dengan yang masih hidup. Pada ritual adat basaru sumangat ada perga adat yang harus di persiapkan yaitu seperti padi dana, padi poe’, buah piang, daun sirih, buluh (bambu), labu air, batok kelapa, tembakau, rokok daun nipah, Ui, kenjuakng (hanjuang), telur, ayam, pelita. ritual adat basaru sumangat ini akan dihadiri oleh penyangahatn (imam), dukun, dan anggota keluarga setelah ritual malam ketujuah pasca penguburan maka tidak ada lagi upacara adat yang bersifat mengikat, kecuali ritual persembahan atau pemberian makan kepada arwah yang dilakukan oleh keluarga masing-masing. 55


Video salah satu Kegiatan Upacara Adat Suku Dayak Kanayatn yang memanfaatkan tumbuhan Di Desa Ambawang Kabupaten Kubu Raya 58


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Kawasan hutan alam yang biasanya terletak di daerah pegunungan yang dikonservasikan untuk melindungi lahan agar tidak erosi 58 Tambahkan sedikit teks isiSalah satu usaha pemerintah Indonesia dalam pelestarian (konservasi) sumber daya alam, diantaranya Cagar Alam. Yang dimaksud Cagar Alam adalah... Kawasan konsrvasi alam dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun di peraira Kawasan hutan yang dibina dan dipertahankan kelestariannya untuk pendidikan Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tumbuhan dan ekosistem yang perkembangannya diserahkan pada alam


Materi : Keanekaragaman Hayati Submateri : Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Kelas/Semester : X/Ganjil Nama : Kelas : Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran e-module, peserta didik diharapkan dapat: 1. Menjelaskan pemanfaatan keanekaragaman hayati dalam berbagai bidang. 2. Menganalisis berbagai jenis tumbuhan sebagai tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat 3.Menjelaskan jenis tumbuhan yang digunakan sebagai tumbuhan yang digunakan dalam kegiatan upacara adat di Desa Ambawang Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. C. Kegiatan Siswa 59 Pertanyaan 1. Perhatikan Gambar Berikut ini, pada gambar 1-8 silahkan tentukan nama tumbuhan dan klasifikasinya dari masing masing tumbuhan.


4. Perhatikanlah gambar berikut ini , Pada gambar no 1-8 silahkan tentukan nama tumbuhan beserta nama ilmiahnya dari masing masing tumbuhan Gambar 1:..................................... 63 2. Tuliskan dan jelaskan 3 peranan keanekaragaman hayati yang paling banyak digunakan pada masa sekarang ini! 3. Deskripsikan ciri-ciri salah satu tumbuhan yang didapatkan dari hasil pengamatan menggunakan acuan artikel! 4. Setelah kamu mengetahui tumbuhan yang memiliki manfaat dalam prosesi upacara adat oleh Suku Dayak Kanayatn selanjutnya jelaskan morfologi dari masing-masing tumbuhan? 5. Berdasarkan gambar di hal sebelumnya yang telah kamu amati tentukan 3 jenis upacara adat yang menggunakan tumbuhan yang sama dalam?


RANGKUMAN Keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan sebagaisumber pangan, sandang,papan, obat-obatan, kosmetik,aspek budaya, keilmuan,plasma nutfah dan sumber pendapatan. 1. Urang-aring, pandan, minyak kelapa, mangkohan, lidah buaya dapatdigunakan sebagai pemulas maupun penghitam rambut. 2. Plasma nutfah (sumberdaya genetik) adalah bagian tubuh tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme yang mempunyai fungsi dan kemampuan mewariskan sifat. 3. Plasma nutfah memiliki peranan yang penting dalam pembangunan dikarenakan kebutuhan dunia dari bahan-bahan hayati, untuk obat, varietas baru tanaman, pertanian, dan ternak maupun proses industridan pengolahan akan semakin meningkat. 4. 5.Padi rojolelemewariskan sifat yang pulen dan enak. Tumbuhan secara vegetatifbuatan diperlukan upaya seperti mencangkok, menempel, menyambung, merunduk maupun stek. 6. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan dalam prosesi upacara adat Suku Dayak Kanayatn yaitu sebanyak 27 jenis tanaman dari 12 rangkaian upacara adat. 7. Keanekaragaman hayati memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan manusia salah satunya yang digunakan sebagai bahan pangan, bahan sandang, bahan papan, sumber pendapatan, plasma nutfah, keilmuan, bahan ob obat-obatan dan keinduha 8. Kearifan tradisi yang terkandung pada masing-masing budaya memang bersifat lokal, namun makna inti dari produk budaya tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu konservasi keanekaragaman hayati sebagai suatu nilai yang bersifat univer 9. 60


EVALUASI 1.Pilihlah jawaban yang paling benar pada soal dibawah ini dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, D, E dilembar jawaban yang telah disediakan 2. Setelah menjawab semua soal evaluasi, cocokkanlah jawabanmu dengan kunci jawaban yang sudah tersedia pada halaman 40. 3. Hitunglah jawaban kamu yang benar dengan menggunakan rumus pada pedoman penskoran pada halaman 37. 1.Perhatikan jenis-jenis tanaman berikut 1. cendana 2. kayu jati 3. jute 4. kapas 5. sisal jenis-jenis tumbuhanyang dimanfaatkan sebagai sumber sandang yang ditunjuk oleh nomor…. a. 1, 3, 5 b. 2, 3, 4 c. 2, 3, 4 d. 2, 4, 5 e. 3, 4, 5 2. Manfaat keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia adalah sebagai berikut, kecuali….. a. untuk pemenuhan kebutuhan hidup b. sebagai sumber kebutuhan sandang c. sebagai sumber kebutuhan pangan d. sebagai sumber kekayaan pribadi e. sebagai sumber obat-obatan 3. Tanaman padi memiliki manfaat untuk memenuhi kebutuhan….. a. papan b. sandang c. pangan d. obat-obatan e. kosmetik 65


Click to View FlipBook Version