Tuhan IIzziinnkkaann Aku KKeemmbbaallii -Sarah Habibie-
Daftar Isi Kata Pengantar ………………….……… ii Daftar Isi………………………………....iii Chapter I Kehidupan Adalah Perjalanan Yang Harus di Nikmati…………………………..….. 1 Tujuan dalam hidup………………………..…..2 Tuhan tau kemampuanmu……………………..4 Maaf Tuhan, aku lemah……………….….…….5 Kamu yang memilih kalah dalam ketaatan………..9 Chapter II Bahasa kasih sayang Tuhan yang belum ku Pahami…..…………………..……7 Doa yang menjadi penguatku………………….13 Chapter III Saatnya Aku harus Kembali membaik dengan diri sendiri dan memperbaiki hubungan dengan-Nya………………..….15 Bahasa cinta Allah untuk hamba-Nya…………..16
Salam kasih untuk kalian yang mengikuti jejak langkah didalam lembaran ini. Saya sangat bahagia bisa mempersembahkan E-book dengan judul “Tuhan, Izinkan Aku Kembali” disetiap lembaran akan membawa pembaca untuk memahami tentang sebuah kehidupan dan mengajak pembaca untuk bersama kembali memperbaiki hubungan dengan Allah, semoga setiap lembaran yang dibaca dapat menemani waktu kosong bagi pembaca dan juga membangkitkan semangat para pembaca yang sedang rapuh dalam taatnya dan hampir menyerah dengan kehidupan Selamat menikmati bacaan di setiap halamannya dan semoga dengan E-book berjudul "Tuhan, izinkan ragaku kembali taat pda-Mu" dapat menyentuh hati kalian seperti halnya menyentuh hati saya. Salam Hangat, untuk para pejuang taat barakallahu fiikum KATA PENGANTAR ii Banda Aceh, 03 Maret 2024 -Sarah Habibieii
Dalam keseharian, kita kerap kali mengalami pasang dan surut kehidupan, sebab hidup memang tidak dapat selalu berjalan dengan mulus sesuai dengan harapan dan keinginan. Sering kali, kita menghadapi beragam rintangan serta masalah yang pada akhirnya akan membuat kita menjadi sosok yang lebih kuat dan tegar dalam berkehidupan. Ya walaupun mungkin terkadang sulit untuk kita menghadapi rintangan dan masalah yang silih berganti setiap kalinya. Kehidupan merupakan sebuah perjalanan, sebuah kehidupan, diibaratkan seperti mendaki gunung atau berpetualang, disepanjang jalan pasti akan ada hambatan, dan juga rintangan. Namun, yang menjadi persoalan, apakah kita akan tetap stuck pada satu rintangan tersebut ? tidak semua perjalanan itu akan berjalan dengan mulus dan sebuah perjuangan tidak mungkin tanpa adanya rasa sakit, akan tetapi percayalah bahwa rasa sakit itu hanya terasa sementara dan rasa bahagia akan terasa selamanya. Kehidupan Adalah Perjalanan Yang Harus di Nikmati 1
Dalam hidup, kamu harus mampu menentukan sikap seperti apa yang harus kamu miliki untuk menghadapi berbagai rintangan dalam hidupmu, sebab hanya dengan sikap itulah maka kamu akan mampu bertahan di tengah kuatnya badai ujian. Apakah kamu tahu, bahwa setiap ujian dalam hidup itu, pada dasarnya adalah cara Tuhan untuk mengukur daya juang makhluk ciptaan-Nya dan membuatmu semakin dekat bahkan menaruh harapan pada-Nya. Namun, saat ujian itu tiba, manusia malah enggan mengevaluasi diri sendiri, dan mungkin kamu yang malah jarang bertanya pada diri sendiri, …..“apa ya, yang salah dalam diriku” 2
SSeennggaajjaa AAllllaahh UUjjii,, AAggaarr KKaammuu KKeemmbbaallii 3
Terkadang kita diuji, bukan untuk menunjukan kelemahan yang kita miliki, akan tetapi untuk menemukan kekuatan yang sebenarnya kita miliki. Tuhan tau, kemampuan mu dalam menghadapi berbagai bentuk ujian dan cobaan, Tuhan memilihmu untuk memikul ujian itu, karena tuhan tau bahwa bahumu itu kuat” ِإاَّل ُوْسَعَها ُف ُهَّللا َنْفًسا اَل ُي َكِّل Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya Q.S Al-Baqarah : 286 4
“…..Maaf tuhan, aku sangat lemah… Hari itu, mulai sunyi, dari luar jendela terdengar suara gemuruhnya angin, hati dan pikiranku mulai tak acuh, aku berada di gelapnya malam dan ditemani oleh cahaya bulan, sambil menatap dan bercerita banyak pada sang bulan.. Aku rapuh, dan berusaha bangkit setelah jatuh, pikiranku perlahan mulai buntu, air mata yang tak dapat ku bendung, terus saja mengalir membasahi pipiku. Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa luka ku akan pulih seiring dengan berjalannya waktu.. Tapi untuk saat ini, banyak ujian yang sedang ku jalani, banyak luka yang sedang ku obati, banyak yang hilang dalam hidupku dan aku berusaha untuk ikhlas, ada sabar yang harus ku luaskan, bahkan berusaha untuk bisa menerima setiap hal yang terjadi dalam hidupku. Namun, untuk sejenak aku mencoba menenangkan isi hati dan pikiranku, selang beberapa menit yang pada akhirnya aku tersadar bahwa yang hilang bukan hanya tentang mereka yang pernah ada dalam kehidupanku, 5 …melainkan ketaatanku pada Tuhanku”
“……ya rabb saat ini jalanku benar-benar buntu, tubuhku mulai rapuh, tapi aku yakin engkau selalu bersamaku untuk membantuku, Tuhan, kali ini saja, peluklah ragaku bimbinglah aku dan… …izinkanlah aku kembali dalam taat ku padamu” 6
Ketika kamu melakukan kesalahan yang Allah tidak sukai, Allah justru malah membalasnya dengan beribu-ribu kebaikan yang datang pada dirimu, Allah tidak langsung menghukummu saat itu juga. Tetapi, Ia tetap menolongmu ketika dirimu sedang berada di titik terendah dan menutupi semua aib-aib keburukan yang pernah kamu lakukan. Mungkin Allah menghancurkanmu begitu keras, dan begitu dalam sehingga dirimu tak memiliki siapapun untuk berharap selain kepada Nya. Mungkin Allah menyingkirkan orang-orang yang sangat kamu cintai, dalam hidupmu saat ini, sehingga dirimu dikelilingi dengan kesendirian dan kesulitan, hanya untuk mengingatkanmu, bahwa hanya Allah yang tidak pernah meninggalkanmu dalam keadaan apapun dan Ia tak ingin dirimu berharap kepada yang lain, selain hanya kepada Diri-Nya. Bahasa kasih sayang Allah yang belum ku pahami… 7
8
Sayangnya sering diantara kita yang memilih untuk kalah dalam ketaatan, padahal sebenarnya kita sadar, hati kita yang merasakan resah dan gelisah itu, ketika kita jarang bertemu dengan Alquran, ya walaupun itu hanya dalam sehari. Sebenarnya kita sadar bahwa disaat kita merasa gelisah jika raga tidak berkomunikasi dengan sang rabbi, lisan yang tidak pernah basah dengan kalimat dzikir dan yang paling sering terabaikan adalah disaat kita melewati malam tanpa bersujud padanya. Padahal hati mu tidak ingin menjalankan hari-harimu tanpa adanya kebaikan-kebaikan yang kamu lakukan, hanya saja sayangnya kamu memilih untuk dikalahkan oleh rasa malas. Kita yang merasa nyaman dengan hal-hal yang sebenarnya itu tidak mendatangkan efek postive dalam kehidupan kita. “Lantas apakah benar, sampai saat ini surga masih menjadi tujuan utama kita..? “ 9
“ Wahai Jiwa yang ingin akan ketenangan, diri yang masih rapuh, padahal Masih di awal tahun, tapi sudah menangis berkali-kali. Kita mengingat bahwa rasanya kita masih berjalan ditempat yang sama. Sayang sekali, disaat sesak seperti ini, kenapa versi terbaikku harus tertinggal di masa lalu ? Aku yang katanya ingin taat pun, hanya cerita di awal aku ingin berubah dan pada akhirnya diriku yang kembali goyah dan mulai lalai akan perihal dunia yang sementara” 10
Di malam itu, aku bergegas menghadap pada Tuhanku, aku menjelaskan banyak tentang kehidupanku saat ini, aku mencoba berkomunikasi dengan-Nya.. “Ya Rabb, ternyata sesakit ini, dan seberat ini kehidupanku, aku binggung, apa yang harus aku lakukan, fikiranku yang buntu, tetapi, kehidupanku akan terus berjalan. Namun, pada kenyataannya aku tau aku hampir rapuh dan tak tau arah jalan yang baik… Ya Rabb, aku mengaku, bahwa aku lelah, aku rasanya telah buntu akan semua hal yang sedang aku hadapi hari ini. kali ini akan ku coba untuk bangkit dari rapuhku, aku akan berjalan menemui sembuhku ” َّنَك َعُفٌو َكِرْيم ُتِحُّب اْلَعْفَو ُهَّم ِإ ّٰل ل َا اْعُف َعِّنْي َيا َكِرْيم َف Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku “….dan Doa ini terus saja terucap dari bibirku…” 11
WWaallaauuppuunnKKaammuu BBeerrjjaallaann JJaauuhh Taappii JJaannggaann LLuuppaa Unnttuukk PPuullaanngg.. Seelleellaahh AAppaappuunn HHiidduuppmmuu,, AAllllaahh llaahh yyaanngg Meennjjaaddii TTeemmppaatt Unnttuukk MMuu PPuullaanngg !! 12
Bahkan sampai detik ini, hanyalah doa yang menjadi penguatku untuk bisa mulai memperbaiki masa lalu ku yang membuatku jauh dari-Nya. “Setiap hari doamu tidak pernah berubah. Berbagai keadaan yang terus kamu jalani, terus menerus mengulangi permintaan itu, sebab hatimu tau, setiap usaha itu tercatat. Mengalirlah dengan deras air mata dan membasahi pipi mu, semua perasaan itu seperti terwakilkan.. bukankah Allah adalah dzat maha mendengar? terkabul atau tidak terkabul, maka tetaplah berdoa, karena sejatinya, dengan berdoa akan terus mendekatkan mu dengan sang pencipta. “….Doa yang menjadi penguatku” “Tidaklah jarang kalimat-kalimatmu terhenti.. “Ya Allah……….” 13
KKeeiinnddaahhaann IIssllaamm AAddaallaahh DDiissaaaatt MMeennggiinnggiinnkkaann KKeeddaammaaiiaann HHaattii,, MMaakkaa TTaaaattllaahh KKeeppaaddaa AAllllaahh,, TTaarruuhh KKeenniinnggmmuu DDii AAttaass SSaajjaaddaahh,, CCuurraahhkkaann SSeemmuuaa IIssii HHaattiimmuu.. RReennuunnggkkaann HHiidduuppmmuu,, SSeessaallii KKeessaallaahhaannmmuu,, ddaann BBeerrttoobbaattllaahh 14
Saatnya Aku harus Kembali membaik dengan diri sendiri dan memperbaiki hubungan dengan-Nya Kembalilah taat pada-Nya, kamu sudah terlalu jauh berjalan. Apakah kau tahu, bahwa dibalik rasa amanmu dalam kemaksiatan dan kelalaianmu, Allah menghadirkan di hatimu perasaan gelisah, agar hatimu kembali rindu akan ketaatan “Ya Rabb, hari ini, aku hanya bermodalkan lisan dengan doa yang ku langitkan. Kali ini aku memohon, semoga engkau izinkan aku kembali ke jalan yang engkau ridhoi, jika kemarin aku salah jalan, maka izinkan aku kembali ke dalam dekapanmu” Kehidupanmu akan kembali berjalan dengan damai, jika kamu menjadikan Allah sebagai puncak utama yang harus kamu taati, jika banyak sedihmu hari ini, jika banyak luka yang kamu rasakan saat ini, maka cobalah untuk kembali mengetuk pintu rahmatnya.. 15
Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Dosa dan kemaksiatan yang diikuti dengan pertobatan yang sungguh-sungguh selalu melahirkan lompatan keimanan yang jauh lebih tinggi dari sebelum berbuat dosa. َّلِه نُفِسِهْم اَل َتْقَنُطو۟ا ِمن َّرْحَمِة ٱل َأ و۟ا َع ٰٓىَل َّلِذيَن َأْسَر ُف ُقْل َٰيِعَباِدَى ٱ ۚ ْلَغُفوُر ٱلَّرِحيُم َّنُهۥ ُهَو ٱ ِإ َّلَه َيْغِفُر ٱلُّذُنوَب َجِميًعاۚ ِإَّن ٱل Q.S Az-Zumar : 53 16 “….bahasa Allah lembut banget ya….”
Jika kamu merasa ragu dengan dirimu sendiri, kamu ragu, apakah mampu melakukan suatu hal itu atau tidak, maka jangan pernah ragu bahwa pertolongan Allah itu sedekat keningmu dan sajadahmu Sesulit apapun proses yang kamu hadapi kedepan, dan seberat apapun beban yang nanti akan kamu pikul, semuanya akan terasa lebih ringan jika kamu mampu melibatkan Allah dalam setiap langkah. Wahai Jiwa yang akan tenang.. 17 …….”
AAllllaahh TTaakk MMuunnggkkiinn MMeenniinnggggaallkkaann KKiittaa SSeennddiirriiaann,, AAllllaahh PPaassttii MMeemmiilliikkii JJaallaann UUnnttuukk MMeennyyeelleessaaiikkaann SSeemmuuaa HHaall YYaanngg HHaarrii IInnii KKiittaa TTaannggisi. isi. AAllllaahh SSeellaalluu MMeemmiilliikkii AAnnddiill,, PPaaddaa SSeemmuuaa HHaall YYaanngg KKiittaa AAnnggggaapp MMuussttaahhil. il. 18
Terimakasih sudah kuat sampai saat ini, sudah berusaha untuk memperbaiki semua hal buruk yang terjadi di masa lalu, Sudah saatnya, kamu kembali untuk menjadi versi terbaikmu di hadapan-Nya, temuilah (Allah) mendekatlah padanya, bahkan disaat kamu berbuat salah, Ampunan itu masih terbentang untukmu. Sungguh Allah mendengar isak tangismu dalam sujudmu dan Allah maha pemaaf lagi maha penyayang. “Jemputlah rahmat-nya dan jadilah sebaik-baik hamba di hadapan-Nya” Untukmu… 19