The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nemeje7355, 2021-10-24 10:25:09

KBM 17 Dampak Mobilitas Sosial

Dampak Mobilitas Sosial

5. Dampak Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial yang dilakukan oleh masyarakat, baik vertikal maupun horizontal dapat
memberikan dampak, baik positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial. Di samping itu
juga memberikan dampak, baik bagi orang yang mengalami mobilitas itu sendiri maupun bagi
seluruh anggota masyarakat.

Apabila semua mobilitas sosial bersifat ke atas (social climbing), tentu semua orang akan merasa
senang. Akan tetapi, selalu ada 3 (tiga) kemungkinan mobilitas sosial, yakni ke bawah, ke
atas, dan ke samping. Karena itulah, kita perlu memahami bahwa dampak terjadinya mobilitas
sosial bersifat positif dan negatif. Apakah dampak positif terjadinya mobilitas sosial?

Berikut ini beberapa dampak positif terjadinya mobilitas sosial.
a. Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju

Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi
yang tinggi pada diri seseorang untuk maju di berbagai bidang. Kalian dapat membedakan
kondisi Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan. Pada masa penjajahan, banyak rakyat
kecil yang tidak memiliki citacita menjadi camat, bupati, atau gubernur. Hal ini karena tidak
adanya kesempatan untuk itu. Bagaimana dengan sekarang? Banyak rakyat kecil kemudian
berhasil menjadi pemimpin di berbagai bidang.

b. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial
Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang
lebih baik. Contoh: Indonesia sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke
masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung sumber daya
manusia yang berkualitas. Hal itu berarti perlu peningkatan kualitas pendidikan.

Keberhasilan mobilitas sosial di Indonesia berarti membuat orang Indonesia memiliki
kedudukan terhormat. Cerdik cendekia yang semakin banyak secara langsung mendorong
terjadinya perubahan sosial budaya masyarakat. Perubahan yang mudah dilihat, misalnya,
pada masyarakat desa. Penduduk yang berhasil melakukan mobilitas sosial biasanya akan
memengaruhi teman-teman atau masyarakat lainnya. Hal ini berarti secara langsung akan
mendorong terjadinya perubahan sosial budaya di desa tersebut. Penduduk yang sebagian
besar berpendidikan rendah, kemudian berpendidikan tinggi akan berpengaruh terhadap gaya
hidup dan mata pencaharian mereka.

c. Meningkatkan Integrasi Sosial
Terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial.
Contohnya, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilai-nilai, dan norma-norma yang
dianut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta integrasi sosial.
Perubahan sosial yang terjadi pada suatu masyarakat akan mendapat respon yang berbeda dari
masyarakat lain. Respon tersebut dapat berupa tentangan, namun juga dapat berupa
penerimaan. Penerimaan pengaruh yang diakibatkan mobilitas sosial tentu merupakan salah
satu contoh terjadinya integrasi dalam masyarakat.

d. Individu atau kelompok akan berusaha untuk mewujudkan harapan atau cita-citanya.
Hal ini karena adanya kesempatan terbuka untuk pindah dari lapisan bawah ke lapisan atas.

e. Tidak tertutup kemungkinan bagi warga kelas sosial tertentu akan lebih maju daripada
warga kelas sosial di atasnya.

f. Individu atau kelompok dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan
yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat.

g. Memberikan dorongan atau rangsangan kepada warga masyarakat, individu, maupun kelompok
untuk bekerja perubahan sosial akan lambat terjadi.

h. Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih
baik. Mobilitas sosial mendorong masyarakat untuk mengalami perubahan sosial ke arah
yang diinginkan. Sebaliknya, jika masyarakat statis dan tidak banyak bergerak, maka
perubahan sosial akan lambat terjadi.

Sementara itu, beberapa konsekuensi negatif yang seringkali muncul mengiringi mobilitas sosial,
di antaranya adalah urbanisasi, munculnya kawasan kumuh, pengangguran, kemiskinan,
kriminalitas, dan konflik.
1. Urbanisasi sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
2. Munculnya kawasan kumuh (Slum Area) sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
3. Banyaknya pengangguran sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
4. Kemiskinan sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
5. Perilaku kriminal (kriminalitas) sebagai konsekuensi negatif mobilitas sosial.
6. Terjadi konflik atau benturan antara berbagai nilai dan kepentingan tertentu.
Dampak negatif yang terutama :
a. Konflik
Mobilitas sosial merupakan salah satu perjuangan manusia dan kelompok sosial untuk mencapai
posisi sosial yang semakin tinggi. Dalam hal ini, sangat wajar kalau kemudian timbul persaingan,
yang kerap juga memicu konflik. Dalam perjalanan kehidupan manusia, persaingan tidak dapat
dihindarkan. Persaingan selalu muncul dengan berbagai kategorinya. Bahkan, persaingan bisa
menjelma menjadi konflik.

Perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan mendapat tentangan luar biasa
dari penjajah. Konflik ini tidak dapat dihindarkan bahkan sampai terjadi perang. Sebagai contoh
kecil, perjuangan karyawan bawahan di suatu perusahaan untuk mencapai kedudukan yang lebih
tinggi akan menghadapi persaingan dari karyawan lain. Bahkan, dapat pula berhadapan dengan
atasan yang takut kedudukannya digeser.
Contoh lain, perjuangan di dalam partai politik dan antarpartai politik. Semua partai politik
berjuang salah satunya untuk memperoleh kekuasaan. Kondisi ini tentu menimbulkan persaingan
yang kadang memunculkan konflik. Kalian tentu masih ingat peristiwa Gerakan 30 September
1965. Peristiwa tersebut merupakan salah satu dampak negatif dari ambisi mereka, jabatan, atau
kekuasaan yang lebih tinggi. Persaingan antarpartai politik di Indonesia mengakibatkan konflik
yang membahayakan kelangsungan bangsa Indonesia.

Persaingan ataupun konflik perlu disikapi dengan bijaksana. Persaingan tidak dapat dihindarkan,
tetapi persaingan yang tidak sehat akan menyebabkan konflik. Karena itulah, setiap perubahan
sosial hendaknya selalu dikelola dengan sikap yang positif. Dengan demikian, tiap individu atau
kelompok sosial yang berhasil atau gagal dalam usaha melakukan mobilitas sosial ke atas sama-
sama ikhlas menerima kenyataan.

b. Gangguan Psikologis
Seseorang yang memiliki jabatan kadang khawatir kehilangan jabatan. Bahkan pada saat jabatan
yang dimiliki sudah lepas, kadang ia tidak rela melepaskan jabatan tersebut. Banyak orang yang
setelah kehilangan jabatan, baik karena diganti maupun karena sudah selesai masa tugasnya
(pensiun), menjadi mudah gelisah. Individu yang mengalami keadaan seperti ini termasuk
mengalami gangguan psikologis. Hal tersebut akan membahayakan diri sendiri karena stres yang
berkepanjangan akan melahirkan berbagai penyakit psikis dan fisik lainnya.
Contoh: darah tinggi, asam lambung, insomnia merupakan penyakit yang salah satunya
disebabkan gangguan psikologis. Gangguan psikologis seperti di atas tentu tidak akan terjadi
pada individu yang lapang dada menerima keadaan, dan kemudian bertekad untuk berubah.

Manusia tidak dapat lepas dari mobilitas sosial, entah mobilitas vertikal atupun horizontal.
Dalam mobilitas sosial vertikal, manusia bisa mengalami mobilitas ke atas ataupun ke bawah.
Mobilitas ke bawah tentu berusaha dihindari oleh manusia, namun seandainya terjadi hendaknya
manusia menerima dengan lapang dada dan berusaha bangkit kembali. Untuk melakukan
mobilitas ke atas diperlukan perjuangan yang gigih.


Click to View FlipBook Version