Bunyi
Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 1
Pengertian Bunyi
Bunyi adalah getaran yang merambat sebagai gelombang akustik, melalui media
transmisi seperti cairan, gas, atau padat.
Cara Menghasilkan Bunyi
Benda yang menghasilkan bunyi adalah dinamakan dengan sumber bunyi. Adapun
cara benda tersebut menghasilkan bunyi adalah dengan dipukul, digerakkan,
dipetik, ditabuh, digesek, ditiup dan lain sebagainya agar benda tersebut
bergetar dan menghasilkan bunyi atau suara.
Beberapa contoh nama-nama benda dan cara mengahsilkan bunyi
1. Kursi
Cara menghasilkan bunyi: Digeser.
Gesekan kursi dengan lantai menimbulkan getaran pada kursi sehingga
menghasilkan bunyi.
2. Piring
Cara menghasilkan bunyi: Dipukul.
Piring yang gesekan dengan sendok dan garpu menimbulkan bunyi pada
piring.
3. Toples
Cara menghasilkan bunyi: Dipukul.
Toples yang dipukul akan menimbulkan getaran di dalam toples.
4. Biola
Cara menghasilkan bunyi: Digesek.
Busur yang digesekkan pada senar atau dawai biola akan menghasilkan
bunyi.
5. Lonceng
Cara menghasilkan bunyi: Dipukul atau Digoyangkan.
Lonceng yang dipukul akan menimbulkan getaran yang bisa menghasilkan
bunyi, atau digoyangkan bagian tengah lonceng sehinga betemu dengan
penampang luar, sehingga menghasilkan bunyi.
6. Gitar
Cara menghasilkan bunyi: Dipetik
Senar pada gitar dipetik denganjari atau alat bantu pick gitar akan
menimbulkan getaran dan menghasilkan bunyi
7. Harmonika
Cara menghasilkan bunyi: Ditiup.
Harmonika yang ditiup dengan mulut dengan bantuan otot pipi dan perut
akan menghasilkan bunyi.
Sifat – sifat bunyi
1. Bunyi memerlukan media atau medium untuk merambat.
Karena membutuhkan medium untuk merambat, bunyi tidak bisa merambat di
ruang hampa.
2. Bunyi dapat diserap dan dipantulkan.
Pantulan bunyi terjadi jika bunyi mengenai suatu penghalang, sehingga
menimbulkan gema maupun gaung.
3. Bunyi dapat dibiaskan.
Misalnya, suara petir di malam hari terdengar lebih keras dibandingkan siang
hari, karena suhu udara siang hari lebih panas dan kerapatan udara di siang hari
lebih renggang. Sehingga, suara petir di malam hari lebih keras.
Bunyi merambat melalui 3 media yaitu, zat padat, zat cair, zat gas. Berikut
adalah contohnya:
Contoh perambatan bunyi melalui zat padat:
Suara yang terdengar saat kita memainkan telepon kaleng dan benang.
Contoh perambatan bunyi melalui zat cair:
Suara air yang terdengar saat berenang.
Contoh perambatan bunyi melalui zat gas:
- Kita bisa mendengar suara teman yang memanggil kita.
- Bunyi lonceng yang dipukul terdengar di lingkungan sekitarnya.
Bunyi berdasarkan frekuensinya
1. Bunyi Infrasonik : bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz.
Contoh hewan yang dapat mendengar mendengar bunyi infrasonic adalah
ayam, jangkrik, anjing, kuda, angsa, dan kucing.
2. Bunyi Audiosonik : bunyi yang memiliki frekuensi antara 20 Hz – 20.000
Hz.
3. Bunyi Ultrasonik : bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz.
Contoh hewan yang dapat mendengarkan bunyi ultrasonik adalah ikan paus,
ikan lumba-lumba, dan kelelawar.