The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Agus Panji Raditya (1)
I Wayan Bagus Adhitama(16)
Komang Tristan Braveda Wirawan(18)
Nyoman Jiyesthania Paramawaskita Empuadji(23)
Pande Ketut Daniel Rama Raditya(25)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Daniel R, 2023-03-08 08:12:48

Masa reformasi

Agus Panji Raditya (1)
I Wayan Bagus Adhitama(16)
Komang Tristan Braveda Wirawan(18)
Nyoman Jiyesthania Paramawaskita Empuadji(23)
Pande Ketut Daniel Rama Raditya(25)

Keywords: #sejarah,#pelajaran

Masa Reformasi 1998-sekarang


Apa itu masa reformasi : Menurut KBBI, pengertian reformasi adalah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang sosial, politik, atau agama) dalam suatu masyarakat atau negara. Pengertian reformasi juga menjadi awal perubahan sistem, yakni sistem atau tata kelola kehidupan dalam suatu kelompok masyarakat. sementara itu, menurut Sedarmayanti di dalam buku Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja (2009), pengertian masa reformasi adalah sebagai proses upaya sistematis, terpadu, komprehensif, serta ditujukan untuk merealisasikan tata pemerintahan yang baik. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI melalui rilisannya menerangkan bahwa masa reformasi dapat terjadi dengan berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi. Di antaranya yaitu ketika terdapat penyimpangan dalam penyelenggaraan negara. Baik oleh pemerintah maupun masyarakat Pengertian Masa Reformasi


Bagian Sejarah Reformasi Lahirnya Gerakan reformasi 01 Perkembangan Politik 02 Perkembangan Ekonomi 03 04 Kehidupan Pada Masa Reformasi


Lahirnya Gerakan Reformasi Sikap kritis rakyat Indonesia yang menganggap bahwa pemerintah pada Masa Era Oder Baru gagal menjalankan tugasnya, hingga memunculkan kesadaran untuk melakukan perbaikan. Atas kesadaran itu, rakyat, yang di bantu mahasiswa fsn cendekiawan mengadakan suatu kegerakan yang dinamakan reformasi. Reformasi adalah suatu Gerakan tatanan kehidupan lama menjadi tatanan kehidupan yang baru yang lebih baik. Beberapa minggu setelah Soeharto terpilih sebagai presidenuntuk ke enam kaliny, kekuatan oposisi mulai Kembali muncul ke permukaan. Kencaman terhadap Pak Soeharto tumbuh subur yang di tandai dengan lahirnya beragam demonstrasi mahasiswa sejak awal 1998. Reformasi memiliki arti: perbaikan dalam berbagai bidang. Masa Reformasi muncul sebagai evaluasi masa pemerintahan sebelumnya Para mahasiswa pun melakukan aksi turun ke jalan Reformasi yang digulirkan memiliki 6 agenda. Keenam agenda reformasi: A. Penegakan supremasi hukum B. Pemberatasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) C. Pengadilan Presiden Soeharto dan kroni kroninya D. Amandemen kontitusi. E. Percabutan dwifungsi TNI/Polri F. Pemberian otonomi daerah seluas-luasnya


Perkembangan Politik Perkembangan politik pada masa reformasi ditengarai oleh beberapa peristiwa dan kebijakan penting seperti Sidang Istimewa MPR 1998, Otonomi Daerah, Pencabutan pembatasan partai politik, penghapusan Dwifungsi Abri, dan penyelenggaraan pemilu yang lebih demokratis. Berikut adalah pemaparan masing-masing perkembangan politik di masa reformasi menurut Tim Kemdikbud Sidang istimewa MPR 1998 Pada tanggal 10-13 November 1998, MPR mengadakan Sidang Istimewa untuk menentapkan langkah pemerintah dalam melaksanakan reformasi di segala bidang. Dalam Sidang Istimewa MPR 1998 terjadi perombakan besar-besaran terhadap sistem hukum dan perundang-undangan.


Sidang Istimewa MPR 1998 menghasilkan 12 ketetapan MPR yang memperlihatkan adanya upaya mengakomodasi tuntutan reformasi, ketetapan-ketetapan tersebut antara lain adalah sebagai berikut. 1.Ketetapan MPR No.VIII Tahun 1998, yang memungkinkan UUD 1945 diamandemen. 2.Ketetapan MPR No.XII Tahun 1998, mengenai pencabutan Ketetapan MPR No. IV Tahun 1993 3. tentang Pemberian Tugas dan Wewenang Khusus kepada Presiden/Mandataris MPR dalam rangka Menyukseskan Pembangunan Nasional sebagai Pengamalan Pancasila. 4.Ketetapan MPR No. XVIII Tahun 1998, mengenai Pencabutan Ketetapan MPR No. II Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa). 5.Ketetapan MPR No. XIII Tahun 1998, tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden Maksimal Dua Periode. 6.Ketetapan MPR No. XV Tahun 1988, tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan Pembangunan dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 7.Ketetapan MPR No XI Tahun 1998, tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.


Perkembangan Ekonomi . Pada masa kepemimpinan B.J Habibie, ditetapkan kebijakan pokok di bidang ekonomi, misal penanggulangan krisis ekonomi dengan mengendalikan nilai rupiah. Kebijakan lainnya, yakni ketersediaan kebutuhan bahan pokok serta obatobatan dengan harga terjangkau.


Untuk melaksanakan kebijakan tersebut dilakukan langkah-langkah berikut: 1. Menjalin kerja sama dengan International Moneter Fund (IMF) untuk membantu proses pemulihan ekonomi. 2. Menerapkan independensi Bank Indonesia agar fokus mengurus perekonomian. 3. Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah 4. Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hingga di bawah Rp10 juta 5. Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri.


Kehidupan pada masa reformasi


Kehidupan Sosial . Pada masa reformasi, kehidupan sosial masyarakat Indonesia sempat diwarnai dengan terjadinya berbagai konflik sosial yang bersifat etnis di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi sosial masyarakat yang kacau akibat lemahnya hukum dan kondisi ekonomi negara yang tidak kunjung membaik sehingga mengakibatkan sering terjadinya gesekan-gesekan dalam masyarakat. Namun, seiring dengan keberhasilan pemerintah era reformasi dalam mengatasi masalahmasalah yang tengah dihadapi, kehidupan sosial masyarakat Indonesia berangsur-angsur kembali kondusif. Pada masa reformasi masyarakat lebih bebas menyuarakan berbagai aspirasinya. Hal ini didukung dengan adanya reformasi di bidang komunikasi. Media massa seperti surat kabar, dan majalah juga dapat dengan lebih bebas menyalurkan aspirasi dan gagasannya secara bebas. Hal tersebut dibarengi dengan pencabutan ketetapan untuk meminta Surat Izin Terbit (SIT) bagi media massa cetak, sehingga media massa cetak tidak lagi khawatir dibredel melalui mekanisme pencabutan Surat Izin Terbit. . . . .


Pendidikan 1. Pemerintah pada masa Reformasi menjalankan amanat UUD 1945 dengan memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Selain itu, pemerintah juga memberikan ruang yang cukup luas bagi perumusan kebijakan-kebijakan pendidikan baru yang bersifat reformatif dan revolusioner. 2. Hal ini dapat dilihat dari ditetapkannya UU No 22 Tahun 1999 yang mengubah sistem pendidikan Indonesia menjadi sektor pembangunan yang didesentralisasikan, dan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menggantikan UU No 2 Tahun 1989 yang mendefenisikan ulang pengertian pendidikan.


Sesuai dengan agenda reformasi bidang pendidikan, terutama masalah kurikulum yang harus ditinjau paling sedikit lima tahunan, Pemerintah pada masa Reformasi melakukan beberapa kali perubahan kurikulum. Kurikulum tersebut adalah sebagai berikut. . 1.Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pada pelaksanaan kurikulum ini, siswa dituntut untuk aktif untuk memperoleh informasi. Guru bertugas sebagai fasilitator untuk memperoleh informasi. KBK berupaya untuk menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. 2.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Secara umum, KTSP tidak jauh berbeda dengan KBK, namun perbedaan yang menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada desentralisasi sistem pendidikan. Pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, lalu sekolah, dalam hal ini guru, dituntut untuk mampu mengembangkannya dalam bentuk silabus dan melakukan penilaian sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya masing-masing. 3.Kurikulum 2013 Kurtilas (Kurikulum 2013) menekankan pada kompetensi berbasis sikap, keterampilan, dan pengetahuan, serta menekankan pada keaktifan siswa untuk mendapatkan pengalaman personal melalui observasi (pengamatan), bertanya, menalar, menyimpulkan, dan mengomunikasikan informasi dalam kegiatan pembelajaran.


CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik Terima Kasih Ada yang mau menanya?


Click to View FlipBook Version