The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ravenadewi08, 2022-01-20 11:54:47

ATLAS MIKROTEKNIK METODE APUS Darah Bufo sp

BUKU MIKTEK METODE APUS B2

METODE APUS

A. Deskribsi Metode

Metode apus merupakan salah satu cara pembuatan sediaan awetan dengan cara

memoleskan jaringan diatas kaca benda hingga dapat diamati dibawah

mikroskop di sebut juga media poles. Jaringan yang bisa dioleskan adalah

jaringan yang bersifat cair seperti darah. Beberapa jenis jaringan yang dapat

dibuat dengan metode apus adalah darah, limfa, cairan sum sum tulang

belakang, semen jantan dan sediaan air seni (Wahyuni, 2012). Sel darah yang

biasanya diamati pada sajian apus yang dibuat dengan menyebarkan setetes

darah menjadi satu lapisan tipis pada kaca obyek. Darah harus tersebar secara

merata di atas kaca dan dibiarkan kering dengan cepat di udara sehingga sel-sel

nampak jelas dapat dibedakan dan sitoplasmanya tersebar.

B. Alat dan Bahan

Alat : Bahan :

1. Cutter 1. Darah kodok (Bufo sp)

2. Gunting bedah 2. Alkohol 100 %

3. Kaca benda 3. Larutan Pewarna Giemza

4. Kaca penutup 4. Pewarna Methylene Blue

5. Spuit (2 buah) 5. Xylol I

6. Pipet tetes 6. Xylol II

7. Jarum pentul 7. Entellen

8. Papan parafin

9. Mikroskop

C. Metode

No. Gambar Keterangan

1. Membedah bagian abdomen

kodok atau Bufo sp menggunakan
gunting bedah, kemudian
mengambil darah pada bagian
jantung menggunakan spuit.
Meneteskan darah pada bagian
tepi benda dan mengApus dengan
cara meletakkan kaca benda yang
lain diatas kaca benda yang berisi
darah dengan posisi kemiringan
450, menggeser 1x ke arah
berlawanan setipis mungkin.

2. Mengeringkan darah agar
menempel pada kaca benda

3. Menetesi alkohol 100% selama 10
menit

4. Memberi pewarnaan Giemza dan
Methylene blue masing-masing
selama 30 menit

5. Mengeringkan zat warna yang
masih ada dengan tisue

6. Menetesi xylol I selama 10 menit
sampai kering

7. Menetesi xylol II langsung diberi
zat entellen dan langsung ditutup
dengan kaca penutup

8. Mengamati preparat dibawah
mikroskop dan pelebelan preparat

D. Data hasil

1 1
2 2
3

Perbesaran 40x10 Perbesaran 40x10
Pewarna Giemza Pewarna Methylen Blue
Keterangan Keterangan :

1. Eritrosit 1. Monosit
2. Monosit 2. Eritrosit
3. Basofil

E. Pembahasan hasil

Pada pewarna Giemza ditemukan 3 bagian dari darah Bufo sp yaitu eritrosit,
monofit, dan basofil. Sedangkan pada pewarna Methylene blue hanya
ditemukan 2 bagian yaitu monofit dan eritrosit. Eritrosit pada kodok berbentuk
elips atau lonjong (bikonfeks) dan mempunyai jarak yang berdekatan antara
eritrosit yang satu dan eritrosit yang lain atau tidak membentuk suatu formasi.
Eritrositnya mempunyai inti besar yang letaknya ditengah. Eritrosit kodok
berukuran 3x lebih besar daripada eritrosit manusia. Monosit terdapat dalam
darah, jaringan ikat, dan rongga tubuh. Ukurannya antara 12-15 mikron dan
jumlahnya berkisar antara 3-8% dari seluruh sel darah putih. (Wulangi, 1993).
Monosit berbentuk bulat dan memiliki inti lekukan yang ditempatkan secara
eksentrik. Monosit umumnya memiliki rasio sitoplasma terhadap inti yang
lebih tinggi daripada limfosit dan inti bulat, berbentuk ginjal atau berbentuk
tapal kuda. Basofil memiliki sel bulat dan memiliki butiran besar berwarna
ungu tua di atas inti tidak beraturan serta seluruh sel. Basofil secara morfologis
mirip dengan NMV lain dan mungkin dalam jumlah rendah atau tinggi
tergantung pada spesiesnya, zat seperti heparin telah dijelaskan dalam basofil
dari beberapa spesies amfibi, dan mereka tampaknya memiliki fungsi yang
mirip dengan basofil yang ditemukan di NMV lainnya.

F. Kesimpulan

Metode apus merupakan salah satu cara pembuatan sediaan awetan dengan cara
memoleskan jaringan diatas kaca benda hingga dapat diamati dibawah
mikroskop di sebut juga media poles. Perlakuan menggunakan pewarna giemza
dan methylene blue. Dan hasil didapat pada preparat darah bufo sp yang diberi

pewarna giemza adalah eritrisot, monosit dan basofil sedangkan pada pewarna
methylene blue adalah monosit dan eritrosit.

PROFIL SINGKAT PENULIS

1. NAMA : Ravena Puspitadewi

NIM : 201910070311087
KELAS : Biologi 5B/ Mikroteknik 5B2

PENGALAMAN SINGKAT MELAKUKAN PRAKTIKUM MIKTEK
Awalnya takut salah pada saat perlakuan (soalnya kakaknya bilang gak boleh
tanya dan harus hafal langkah-langkah dari metodenya masing-masing), karena
dapet metode yang pjnya sedirian. Tapi pada saat pengamatan sangat seru dan
kita saling membantu metode dari temen-temen yang lain, terutama metode
rentang karena kita sama-sama mendapatkan metode yang pjnya sendiri.


Click to View FlipBook Version