The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini membahas dan menjelaskan materi - materi terkait kalor

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Dewi Ayu Wandirah, 2023-05-12 06:03:25

Buku pembelajaran IPA Kalor

Buku ini membahas dan menjelaskan materi - materi terkait kalor

Keywords: e - book pembelajaran IPA kalor

KALOR Materi untuk SD/MI OLEH : DEWI AYU WANDIRAH 220404111 BUKU PEMBELAJARAN IPA


Kegiatan Belajar 1 A. Pengertian Kalor..................................................6 B. Satuan Kalor.........................................................7 C. Kalor Jenis.............................................................8 D. Kapasitas Kalor..................................................11 E. Kalor untuk mengubah suhu benda...............12 F. Kalor untuk mengubah wujud benda.............13 G. Azas Black...........................................................17 Kegiatan Belajar 2 A. Perpindahan kalor.............................................19 B. Isolator dan konduktor.....................................24 C. Kalorimeter.........................................................25 A. Pendahuluan..............................................................4 B. Peta Konsep................................................................5 DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN II. PEMBAHASAN Daftar Isi.........................................................................1 Tujuan Pembelajaran....................................................3 1


2 DAFTAR ISI Kegiatan Belajar 3 Pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari - hari..........................................................................26 Rangkuman.................................................................28 LKPD.............................................................................29 Latihan Soal................................................................32 Daftar Pustaka...........................................................33


3 Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep kalor Peserta didik diharapkan mampu memahami kalor jenis Peserta didik diharapkan mampu memahami kapasitas kalor Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep kalor untuk mengubah suhu benda Peserta didik diharapkan mampu memahami konsep kalor untuk mengubah wujud benda Peserta didik diharapkan mampu memahami perpindahan kalor yang terdiri dari perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi Peserta didik diharapkan mampu memahami apa itu isolator dan konduktor Peserta didik diharapkan mampu memahami alat kalorimeter Peserta didik diharapkan mampu memahami pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari - hari 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. TUJUAN PEMBELAJARAN


4 PENDAHULUAN KALOR Perhatikan gambar-gambar peristiwa di atas! Gambar kegiatan manakah yang paling sering kamu lihat dalam kehidupan sehari - hari di sekitarmu? Apakah persamaan semua gambar tersebut ? Semua gambar diatas berhubungan dengan kalor atau energi panas. Tahukah kamu sumber energi panas apa saja yang ada pada gambar tersebut ? ada api dan matahari. Baik pada bab ini, kita akan belajar tentang seputar kalor.


5 Pengertian Kalor PETA KONSEP Kalor Konduksi Konveksi Radiasi Perubahan Suhu benda Kapasitas Kalor Kalor jenis Perubahan Wujud benda Melepaskan kalor Membeku Mengembun Mengkristal Memerlukan kalor Menyublim Menguap/kalor uap Melebur/kalor lebur Isolator dan konduktor Azas Black Satuan Kalor Kalorimeter Pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari - hari Perpin dahan secara Berpengaruh terhadap Dan


6 Kalor berbeda dengan suhu, karena suhu adalah energi yang dimiliki oleh partikel penyusun benda sedangkan kalor merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun dilepaskan oleh suatu benda. Kalor atau nama lain untuk energi panas adalah suatu bentuk energi yang secara alamiah dapat berpindah dari benda yang suhunya tinggi menuju suhu lebih rendah. kalor juga dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu yang lebih tinggi jika dibantu dengan alat yaitu mesin pendingin yang mengakibatkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Kalor kegiatan Belajar 1 A. Pengertian Kalor


kegiatan Belajar 7 Satuan Joule merupakan satuan kalor yang umum digunakan dalam fisika, kalori (kal) merupakan satuan kalor yang biasa digunakan untuk menyatakan kandungan energi dalam makanan. contohnya : sepotong roti memiliki kandungan energi 200 kalori dan sepotong daging memiliki kandungan energi 600 kalori. Nilai 1 kalori ( 1 kal ) adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 kg air agar suhunya naik 1°C. Hubungan satuan kalori dengan joule adalah : Kalor 1 B. Satuan Kalor 1Joule = 0,24 kalori 1 kalori = 4,2 Joule


kegiatan Belajar 8 Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg suatu zat untuk menaikkan suhu zat tersebut sebesar 1 °C. sebagai contoh, kalor jenis air 4.200 J/kg °C, artinya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar 1 °C pada 1 kg air membutuhkan kalor 4.200 J. Kalor jenis suatu zat dapat diukur dengan alat kalorimeter. Berdasarkan definisi tersebut, maka hubungan antara banyaknya kalor yang diserap oleh suatu benda dan kalor jenis benda, serta kenaikan suhu benda, ditulis dalam bentuk persamaan berikut : 1 Kalor C. Kalor jenis c = Q/ m . ∆T


kegiatan Belajar 1 Kalor 9 Dimana : c = kalor jenis ( J/kg°C atau kal/gr°C ) Q = kalor ( joule atau kalori ) m = massa benda ( kg atau gr ) ∆T = perubahan suhu, yaitu suhu tinggi dikurangi suhu rendah ( T2 - T1 ) ( °C ) Jumlah kalor yang diterima atau dilepaskan suatu benda besarnya sebanding dengan massa, kalor jenis benda, dan kenaikan atau penurunan suhu benda. sehingga persamaan untuk kalor dapat ditulis sebagai berikut : Dimana : Q = kalor ( joule atau kalori ) m = massa benda ( kg atau gr ) c = kalor jenis ( J/kg°C atau kal/gr°C ) ∆T = perubahan suhu, yaitu suhu tinggi dikurangi suhu rendah ( T2 - T1 ) ( °C ) Q= m . c . ∆T


kegiatan Belajar 10 Satuan kalor jenis benda ( c ) untuk CGS untuk kalor jenis benda adalah kal/gr °C atau k.kal/kg °C, sedangkan dalam satuan sistem internasional ( SI ) untuk kalor jenis benda adalah J/kg.k atau J/kg °C. Tabel kalor jenis beberapa bahan Catatan : kalor jenis sebuah benda dipengaruhi oleh suhu, Tetapi apabila perubahan suhu tidak terlalu besar maka besar kalor jenis dianggap tetap. Contoh soal : Berapa banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 500 gram air dari 10 °C menjadi 60 °C, jika kalor jenis air adalah 4,2 x 10³ J/kg °C. Jawab : Q = m . c . ∆T = 0,5 kg x 4,2 x 10³ J/kg °C x ( 60 - 10 ) °C = 105.000 Joule 1 Kalor


kegiatan Belajar Kalor 1 11 D. Kapasitas Kalor C = Q / ∆T Kapasitas kalor suatu zat adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau menurunkan suhu suatu zat sebesar 1 °C. Jika dinyatakan dengan rumus, dapat di tulis : Dimana : C = Kapasitas Kalor ( J/ °C atau kal/ °C ) Q = Banyaknya kalor ( Joule atau kalori ) ∆T = Perubahan suhu ( °C ) m = massa benda ( kg atau gr ) c = kalor jenis ( J/kg°C atau kal/gr°C ) Contoh soal : Untuk menaikkan suhu benda yang memiliki massa 5 kg dari 30 °C menjadi 80 °C diperlukan kalor sebanyak 80.000 Joule. Tentukan berapa kapasitas kalor benda itu ? Jawab : C = Q / ∆T = 80.000 J / 50 °C = 1.600 J/ °C C = m . c


kegiatan Belajar 12 1 Kalor E. Kalor untuk mengubah suhu benda Perubahan jumlah kalor pada suatu benda ditandai dengan kenaikan atau penurunan suhu. suatu benda dapat berubah suhunya apabila benda tersebut menyerap atau melepaskan kalor. Setiap benda yang bersuhu lebih dari nol mutlak, benda tersebut memiliki kalor. Kandungan kalor inilah yang kemudian menentukan berapa nilai suhu zat tersebut. Apabila benda ini dipanaskan maka benda tersebut menerima tambahan kalor sehingga suhunya meningkat. Sedangkan apabila benda tersebut didinginkan maka benda tersebut melepaskan kalor sehingga suhunya menurun.


kegiatan Belajar Kalor 13 1 F. Kalor untuk mengubah Wujud benda Kalor yang diserap suatu zat tidak selalu menyebabkan kenaikan suhu/temperatur zat tersebut. kadangkala kalor yang diserap oleh suatu zat dapat mengubah wujud zat tersebut tanpa menaikkan suhunya, itu disebut kalor laten contonya es yang dipanaskan lama - kelamaan akan menjadi air, sebaliknya air yang didinginkan lama - kelamaan akan menjadi es. Zat dapat berada dalam tiga wujud, yaitu padat, cair, dan gas. pada saat terjadi perubahan wujud, misalnya dari padat menjadi cair atau dari cair menjadi gas selalu diawali dengan pelepasan atau penyerapan kalor. Akan tetapi perubahan wujud tidak disertai dengan perubahan suhu. Suatu zat apabila diberi kalor terus - menerus dan mencapai suhu maksimum, maka zat akan mengalami perubahan wujud. peristiwa ini juga berlaku jika suatu zat melepaskan kalor terus - menerus dan mencapai suhu minimumnya. oleh karena itu, selain kalor dapat digunakan untuk mengubah suhu zat, juga dapat digunakan untuk mengubah wujud zat.


kegiatan Belajar 14 Kalor Perubahan wujud zat yang memerlukan kalor ( menyerap kalor ) Mencair/melebur ( perubahan wujud zat dari padat menjadi cair ) Menguap ( perubahan wujud zat cair menjadi uap/gas ) Menyublim ( perubahan wujud zat padat menjadi gas ) Membeku ( perubahan wujud zat dari cair menjadi padat ) Mengkristal ( perubahan wujud zat dari gas menjadi padat ) Mengembun ( perubahan wujud zat uap/gas menjadi cair ) Perubahan wujud suatu zat akibat pengaruh kalor dapat digambarkan dalam skema berikut : Dari gambar di atas, dapat dikelompokkan menjadi dua jenis : 1. 2. Perubahan wujud zat yang melepaskan kalor 1


kegiatan Belajar 15 1 Kalor Untuk lebih memahami pengaruh kalor terhadap perubahan wujud zat, perhatikan grafik pemanasan es berikut : Garis AB dan CD condong ke atas, apa yang menyebabkan hal ini terjadi ? Hal ini disebabkan karena saat itu energi kalor yang diperlukan pada garis AB adalah untuk menaikkan suhu es mencapai 0 °C untuk mengubah wujud es menjadi cair. Juga pada garis CD kalor yang diperlukan adalah untuk mengubah wujud zat cair menjadi gas pada suhu 100 °C dan garis EF adalah proses ketika energi kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu uap dari 100 °C dst.


kegiatan Belajar 16 Jika diperhatikan garis BC dan DE mendatar, apa yang menyebabkan ? pada saat proses garis BC es yang berwujud padat mulai mencair berubah menjadi air, demikian pula garis DE terjadi perubahan wujud zat cair menjadi gas. Apabila kamu perhatikan garis BC dan DE mendatar, hal ini menunjukkan bahwa energi kalor yang diperlukan saat itu tidak digunakan untuk menaikkan suhu zat, melainkan mengubah wujud zat. Energi kalor ada yang digunakan untuk menaikkan suhu benda dan juga ada yang digunakan untuk mengubah wujud. selama perubahan wujud zat, kalor yang diterima atau dilepaskan oleh zat tidak digunakan untuk menaikkan suhu tetapi mengubah wujud. kalor yang digunakan untuk mengubah wujud zat bukan untuk menaikkan suhu disebut kalor Laten. Dengan : Q = Kalor yang dibutuhkan/ dilepas untuk berubah wujud ( J atau kal ) m = massa zat yang berubah wujud ( kg atau gr) L = kalor lebur atau kalor beku ( J/kg atau Kal/gr ) U = Kalor penguapan atau kalor pengembunan ( J/kg atau Kal/gr ) Kalor 1


kegiatan Belajar Kalor 1 17 Contoh soal : Sebongkah es bermassa 0,4 kg pada suhu 0°C. Banyak kalor yang dibutuhkan untuk melebur es menjadi air jika kalor lebur es 80 kal/gr adalah ? Diketahui : m = 0,4 kg = 400 gr L = 80 kal/gr Ditanya : banyak kalor yang dibutuhkan ? Dijawab : Q = m . L = 400 gr . 80 kal/gr = 32.000 kalori Mengapa jika air panas dicampur dengan air dingin maka air campurannya menjadi hangat. Dalam peristiwa ini air panas melepaskan kalor sehingga suhunya turun dan air dingin menerima kalor sehingga suhunya naik. G. Azas Black


kegiatan Belajar Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa zat cair yang memiliki energi kalor lebih tinggi melepaskan kalornya kepada zat yang energi kalornya lebih rendah sehingga terjadi keseimbangan energi. Joseph Black seorang saintis berhasil menemukan bahwa banyaknya kalor yang dilepaskan oleh zat cair yang memiliki energi kalor lebih tinggi sama besarnya dengan kalor yang diterima oleh zat cair yang energi kalornya lebih rendah. Banyaknya kalor yang dilepaskan sama dengan banyaknya kalor yang diterima. Selanjutnya penemuan ini dikenal dengan istilah Azas Black yang persamaannya dituliskan sebagai berikut : Kalor 1 Q lepas = Q terima 18


19 Sumber kalor yang utama di bumi adalah matahari. kalor dapat berpindah dari benda satu ke benda lain. Dalam beberapa hal kita memerlukan perpindahan kalor yang cepat, tetapi dalam hal tertentu kita perlu mencegah perpindahan kalor. Tanpa usaha luar, maka kalor sebagai suatu bentuk energi dapat berpindah tempat dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah dengan berbagai cara. kalor atau panas dari suatu benda dapat berbeda - beda, ketika terjadi kontak antara dua benda atau lebih yang memiliki perbedaan kalor, maka akan terjadi aliran kalor atau perpindahan kalor. Perpindahan kalor dibedakan menjadi tiga jenis yaitu perpindahan kalor secara konduksi, perpindahan kalor secara konveksi dan perpindahan kalor secara radiasi seperti gambar. kegiatan Belajar Kalor 2 A. Perpindahan Kalor


kegiatan Belajar 20 Kalor 2 Perpindahan kalor melalui zat perantara tanpa disertai perpindahan partikel - partikel zat tersebut secara permanen. contohnya adalah ketika salah satu ujung logam dipanaskan, maka ujung logam yang lainnya akan ikut panas karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah. Saat salah satu ujung logam dipanaskan, maka partikel pada ujung logam tersebut akan bergetar dan menggetarkan partikel lain yang terhubung dengannya. Sehingga partikel logam secara keseluruhan akan bergetar meskipun hanya satu ujung logam saja yang dipanaskan, hal ini lah yang akan merangsang terjadinya perpindahan kalor seperti dilihat pada ilustrasi berikut. 1.Perpindahan kalor secara konduksi


kegiatan Belajar 21 Perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian - bagian zat tersebut. konveksi dapat terjadi pada zat cair atau gas. Terdapat dua jenis perpindahan kalor secara konveksi. Konveksi Alamiah merupakan konveksi yang dipengaruhi gaya apung tanpa faktor luar dan disebabkan oleh karena adanya perbedaan massa jenis benda. Pada pemanasan air, massa jenis air yang panas akan naik dan menjauh dari api kemudian digantikan dengan partikel air lain yang suhunya lebih rendah. Proses ini akan membuat seluruh partikel zat cair tersebut menjadi panas sempurna. Kalor 2 2. Perpindahan kalor secara konveksi


kegiatan Belajar 22 Angin darat terjadi pada malam hari dan berhembus dari darat ke laut. peristiwa ini terjadi karena pada malam hari udara di atas laut lebih panas dari udara di atas darat, sehingga udara di atas laut naik diganti udara dari atas darat. Maka terjadilah aliran udara dari darat ke laut. Angin darat dimanfaatkan oleh para nelayan menuju ke laut untuk menagkap ikan. Angin laut terjadi pada siang hari dan berhembusan dari laut ke darat. Hal ini terjadi karena pada siang hari udara di atas darat lebih panas dari udara di atas laut, sehingga udara di atas darat naik diganti udara di atas laut. Maka terjadilah aliran udara dari laut ke darat. Angin laut dimanfaatkan oleh para nelayan untuk kembali ke darat atau setelah menangkap ikan. Konveksi paksa ialah proses perpidahan kalor yang difasilitasi oleh usaha luar sehingga kalor berpindah dari suhu rendah ke suhu tinggi. konveksi paksa menggunakan pompa atau blower, peristiwa konveksi paksa terjadi pada radiator mobil dan proses pertukaran udara pada lemari pendingin. Peristiwa konveksi juga terjadi pada angin darat dan air laut karena partikel - partikel udara yang panas berpindah. 2 Kalor


kegiatan Belajar 23 Perpindahan kalor secara radiasi adalah proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara. Perpindahan kalor secara radiasi berbeda dengan konduksi dan konveksi . Supaya terjadi perpindahan kalor, kedua benda tidak harus bersentuhan karena kalor dapat berpindah tanpa zat perantara. Ini berarti kalor tersebut akan dipancarkan ke segala arah oleh sumber panasnya, dan mengalir ke segala arah. Contoh saat dekat dengan api unggun dari sudut manapun, akan tetap merasakan kehangatan dari sumber api. Seperti dapat dilihat pada ilustrasi gambar berikut : 2 Kalor 3. Perpindahan kalor secara Radiasi


kegiatan Belajar Kalor 2 24 B. Isolator dan Konduktor Isolator adalah bahan/benda yang tidak dapat menghantarkan panas dengan baik. Beberapa bahan/benda yang termasuk sebagai isolator, antara lain adalah kayu, kain dan plastik konduktor adalah bahan/benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Bahan/benda konduktor yang sering digunakan dalam kehidupan sehari - hari, biasanya terbuat dari bahan logam seperti panci, wajan, dll. Jenis logam yang paling sering digunakan untuk membuat alatalat tersebut antara lain, besi, aluminium, dan tembaga.


kegiatan Belajar 25 Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor ( panas ). Kalorimeter umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Kalorimeter ini terdiri dari dua bejana dari tembaga yang kalor jenisnya belum diketahui. Bejana tembaga berukuran kecil diletakkan di dalam bejana lain yang ukurannya lebih besar. Supaya kedua bejana tidak bersentuhan langsung. Diantara kedua bejana tersebut diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor contohnya gabus. Bahan isolator ini akan berfungsi sebagai penahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak dapat keluar dan masuk dari luar. Tutup yang dipakai terbuat dari kayu dan terdapat dua buah lubang yang berguna untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada saat sampel logam dimasukkan. Air di dalamnya tidak perlu diaduk agar sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan segera. Batang pengaduk ini biasanya terbuat dari bahan yang sama dengan bejana kalorimeter. Kalor 2 C. Kalorimeter


kegiatan Belajar 26 Kalor Pemanfaatan Kalor dalam kehidupan sehari - hari 3 1.Pemanfaatan kalor pada kulkas ( pendingin ) Lemari es beroperasi untuk mentransfer kalor dari keluar lingkungan yang sejuk ke lingkungan yang hangat. Dengan melakukan kerja kalor diambil dari lemari es dan dikeluarkan ke lingkungan. 2. Pemanfaatan kalor pada Setrika Setrika terbuat dari logam yang bersifat konduktor yang dapat memindahkan kalor secara konduksi ke pakaian yang sedang di setrika. Adapun, pegangan setrika terbuat dari bahan yang bersifat isolator. Dengan panas yang ada pada setrika dapat mengubah baju atau pakaian yang kusut menjadi rapi


kegiatan Belajar 27 Kalor 3. Pemanfaatan kalor pada Tanur Pembakaran Dinding tanur pembakaran terbuat dari bahan isolator dan dapat memantulkan kalor. Dengan adanya dinding isolator, kecenderungan kalor mengalir keluar dapat dihindari. Dinding isolator juga membantu efisiensi pembakaran tanur. 4. Pemanfaatan kalor pada panci Panci masak terbuat dari bahan konduktor yang bagian luarnya mengkilap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pancaran kalor. Adapun pegangan panci terbuat dari bahan yang bersifat isolator untuk menahan panas. 3 5. Pemanfaatan kalor pada AC AC beroperasi untuk menyerap panas dari rumah dan dikeluarkan ke luar rumah sehingga yang tertinggal di dalam rumah hanya udara yang sejuk dan dingin


Kalor 28 Rangkuman Kalor merupakan salah satu bentuk energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah jika kedua benda saling bersentuhan. Satuan kalor adalah joule Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 °C Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu zat sebesar 1 °C Kalor menyebabkan terjadinya perubahan suhu dan wujud benda. Azas Black berbunyi banyaknya kalor yang dilepaskan benda bersuhu lebih tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima benda yang bersuhu lebih rendah. Perpindahan kalor dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu perpindahan kalor secara konduksi, perpindahan kalor secara konveksi dan perpindahan kalor secara radiasi. Isolator adalah bahan/benda yang tidak dapat menghantarkan panas dengan baik. Sedangkan konduktor adalah bahan/benda yang dapat menghantarkan panas dengan baik. Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor ( panas ). Pemanfaatan kalor dalam kehidupan sehari - hari antara lain, pemanfaatan kalor pada kulkas ( pendingin ), setrika, panci, AC dan tanur pembakaran.


Kalor 29 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD ) Nama : Kelas : No. Absen : A. Nama Kegiatan Perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi. B. Tujuan Kegiatan Melalui percobaan, siswa dapat membuat laporan percobaan perpindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi dengan benar. C. Alat dan Bahan 1. Korek Api 2. 1 buah Lilin 3. 1 buah sendok 4. cutter Diskusikan bersama kelompok kalian! Langkah - langkah percobaan I perpindahan panas secara konduksi : 1. Nyalakan lilin menggunakan korek api 2. Taruh sendok hingga mengenai api pada lilin tersebut 3. Tunggu beberapa saat


Kalor 30 Apa yang dapat kalian amati pada percobaan tersebut ?. Bagaimana keadaan sendok tersebut ? Setelah kegiatan percobaan I, menurut kalian apa yang dimaksud dengan konduksi ? Apa yang terjadi dengan lilin pada sendok tersebut ? Menurut kalian, kenapa hal ini dapat terjadi ? Setelah kegiatan tersebut, menurut kalian apa yang dimaksud dengan konveksi ? Langkah - langkah percobaan II perpindahan panas secara konveksi : 1. Matikan lilin yang telah kalian gunakan pada percobaan I terlebih dahulu. 2. Potong lilin sedikit saja, kemudian letakkan potongan lilin tersebut diatas sendok. 3. Nyalakan kembali lilin yang telah sedikit dipotong tadi 4. Letakkan sendok di atas lilin 5. Amati apa yang terjadi Langkah - langkah percobaan III perpindahan panas secara Radiasi : 1. Letakkan/ taruh sendok yang telah kalian gunakan 2. Taruh tangan melingkar diatas lilin 3. Rasakan Diskusikan bersama kelompok kalian! Percobaan I : 1. 2. 3. Percobaan II : 1. 2. 3.


Kalor 31 Apa yang kalian rasakan pada tangan kalian ? Menurut kalian, mengapa hal ini dapat terjadi ? Setelah kegiatan tersebut, menurut kalian apa yang dimaksud dengan radiasi ? Percobaan III : 1. 2. 3.


Kalor 32 Latihan Soal 1.Bentuk energi yang pindah karena adanya perubahan suhu disebut.. a. Kalori b. Kalor c. Radiasi c. konduksi 2.Satu kalori setara dengan.. a. 0,42 Joule b. 4,2 Joule c. 42 Joule d. 420 Joule 3. Kalor dapat berpindah dengan cara... a. Konduksi, induksi, dan radiasi b. Konduksi, konveksi, dan radiasi c. Konduksi, induksi, dan konveksi d. Konveksi, induksi dan radiasi 4. Aluminium sering di pakai sebagai bahan pembuat panci karena... a. Isolator yang baik b. Benda lunak c. Benda yang berat d. Konduktor yang baik 5. Air bermassa 100 gram suhu mula - mula 30 °C dipanasi hingga suhunya 100 °C. Jika kalor jenis air 1 kal/g °C, maka besarnya kalor yang diperlukan adalah...kal a. 3000 b. 7000 c. 10000 d. 13000 6.Sepotong es akan dipanaskan sampai menimbulkan uap untuk membuktikan... a. adanya kalor pada benda b. kalor dapat mengubah wujud zat c. kalor dapat pindah ke benda d. adanya perpindahan kalor pada setiap zat. 6. Benda yang diberi kalor akan mengalami... a. perubahan suhu dan wujud zat b. Perubahan suhu saja c. perubahan wujud saja d. Tidak mengalami perubahan


33 DAFTAR PUSTAKA Astuti, Heny Yuliana. 2021. Bahan Ajar Berbasis SETS kalor. Pati Athiyyah, Ummu. 2022. E - Modul kalor dan perpindahannya. Makassar : Universitas negeri makassar. Hanurawati, sri. 2020. Kalor dan perpindahan kalor. Jalan Budi kemasyarakatan Medan : SMA Negeri 3 Medan. Junarti berelaku, Dewi serlli. 2020. Bahan ajar kalor dan perpindahannya. Ummijathie, Dianna. 2022. Bahan Isolator dan Konduktor. Bondowoso : MI Nurul Hasan Kejawan Grujungan.


Click to View FlipBook Version