PROJEK PENGUATAN PROFIL PANCASILA
BAGI GURU SMP - FASE D
MEMAKNAI
TRADISI NYADAR
TEMA : KEARIFAN LOKAL
TUJUAN,ALUR DAN TARGET PROJEK
Dengan mengangkat tema “Kearifan lokal” dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar
Pancasila, Projek “Memaknai Upacara Nyader” ini bertujuan :
1.Membentuk peserta didik yang mempunyai kesadaran untuk memahami kehadiran Tuhan dalam
kehidupan sehari-hari
2.Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/ daerah berkembang seperti
yang ada, bagaimana perkembangan tersebut dipengaruhi oleh situasi/konteks yang berubah dari
waktu ke waktu.
3.Peserta didik juga mempelajari konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal, serta
merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka.
4.Peserta didik juga belajar untuk mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya dan
nilai-nilai luhur yang dipelajarinya
Projek ini dimulai dengan tahap temukan, peserta didik diajak untuk mengenali kearifan
lokal, mengidentifikasi kearifan lokal kearifan lokal yang ada di Sumenep, mengekplorasi upacara
nyadar dan permasalahannya serta melakukan refeksi awal.
Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini peserta didik
diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini
peserta didik diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan
fungsinya bagi masyarakat.
Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik
untuk menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi peserta didik sesuai dengan
kemampuan dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana
seluruh peserta didik membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru,
dan perwakilan masyarakat.
Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan dua dimensi Profil Pelajar
Pancasila, yaitu , Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia serta Berkebinekaan
Global
TAHAPAN DALAM PROJEK “MEMAKNAI TRADISI NYADAR”
Tahap Temukan: Mengenali, Membangun Kesadaran Peserta didik terhadap pengetahuan lokal
1. 2. 3. 4.
Perkenalan: Pengantar Identifikasi kearifan lokal Eksplorasi nyadar Refleksi Awal adanya nilai-
Materi Kearifan Lokal di Sumenep nilai keTuhanan dalam
nyadar (Tata cara ritual,
rasa bersyukur,)
Tahap bayangkan: Menggali bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah masing-masing
5. 6. 7. 8.
Menelusur Warisan masa diskusi kritis : menemukan Benang Merah Asesmen formatif
Berkelanjutan Presentasi Pemaknaan
Lampau kesalahpahaman tradisi
nyadar tradisi nyadar
Tahap Lakukan: Mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui bentuk aksi pelestarian
budaya lokal yang paling mungkin dilakukan
9. 10. 11. 12
Identifikasi Potensi Diri dan Menentukan Bentuk Aksi Persiapan Aksi simulasi Aksi
kelompok
Tahap Bagikan: Melengkapi proses dengan aksi pelestarian budaya lokal serta melakukan
evaluasi dan refleksi
13. 14
Asesmen Sumatif: Pembuatan Refleksi internalisasi nilai-
Video tradisi nyadar nilai Ketuhanan dalam
tradisi nyadar
DIMENSI, ELEMEN, DAN SUB ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA
CARA Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SMP (Fase D) yang
PENGGUNAAN berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang
PERANGKAT AJAR mengusung tema Kearifan Lokal. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Memaknai
PROJEK INI
Tradisi Nyadar ” ini, ada 14(empat belas) aktivitas yang saling berkaitan.
Aktivitas disusun sedemikian rupa agar siswa tidak hanya mengetahui tentang
tradisi nyadar hanya sebatas pengetahuan saja tetapi perlu dieksplorasi dalam dirinya
dan lingkungan dengan sikap bersyukur dan menerima atas kodratnya yang Tuhan telah
berikan kepada seluruh makhluk hidup.
Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah dengan total
kurang lebih 108 JP. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar di satu sisi para guru
mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik
diskusi dan refleksi siswa. Siswa juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan
menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik. Namun demikian, tim penyusun
memahami bahwa kondisi tiap sekolah berbeda-beda. Oleh karena itu, guru dan kepala
sekolah mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas,
alokasi waktu per aktivitas, dan apakah semua aktivitas diselesaikan dalam waktu
singkat atau disebar selama satu semester/satu tahun ajar.
Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan
efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi sekolah juga kondisi
daerah tempat sekolah berdiri. Kami juga akan memberikan saran praktis dan alternatif
pelaksanaan beberapa aktivitas, serta rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan
MEMAKNAI tradisi NYADaR
1. PERSIA PAN
1. Guru mengumpulkan berbagai bahan-bahan mengenai kearifan lokal
PERKENALAN: 2. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan definisi dan berbagai bentuk kearifan lokal
PENGANTAR yang memiliki hubungan dengan keberlanjutan sumber daya alam
3. Guru menyiapkan artikel tentang kearifan local yang ada di sumenep
KEARIFAN
LOKAL
PELAKSANAAN
1. Guru mengawali projek dengan meminta peserta didik untuk menuliskan pepatah / nyanyian,
pepatah, tarian, atau bahkan semboyan peribahasa / nasihat-nasihat orang tua atau orang
dewasa yang masih ada sampai saat ini.
WAKTU: 3 JP 2. Setelah peserta didik selesai menulis, guru bersama dengan peserta didik membahas hasil
tulisan peserta didik dan menanyakan jika ada peserta didik lain yang menuliskan hal serupa.
3. Guru menggali lebih dalam apakah peserta didik tahu arti dari pepatah / nyanyian, pepatah,
tarian, atau bahkan semboyan peribahasa / nasihat-nasihat orang tua atau orang dewasa
yang masih ada sampai saat ini.
4. Kemudian guru memberi pengantar bahwa pepatah / peribahasa / nasihat-nasihat
merupakan salah satu bentuk kearifan lokal.
Setelah itu, guru bertanya kepada peserta didik tentang pengertian dan bentuk kearifan lokal
yang diketahui. dengan mengajukan beberapa pertanyaan pemantik yang bisa dipakai:
Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata kearifan lokal?
Menurutmu, apa itu kearifan lokal?
Seperti apa bentuknya?
Kearifan lokal apa yang kamu ketahui?
Berasal dari daerah mana kearifan lokal tersebut?
Bagaimana kamu bisa mengetahui bentuk kearifan lokal tersebut?
Apakah kamu tahu atau pernah mencari tahu makna dibalik kearifan lokal tersebut?
6. Guru membagi kpeserta didik menjadi 5 kelompok dan membagikan artikel kepada masing-
masing kelompo
7. Peserta didik membaca sebuah artikel tentang “Kearifan Lokal Sumenep”
8. Siswa diminta untuk membaca artikel tentang kearifan lokal.
9. Membuat daftar pertanyaan dengan jawabannya berdasarkan pendapat sendiri
mengacu kepada literasi ADIKSIMBA berdasarkan artikel yang dibaca
10. Perwakilan kelompok melakukan presentasi di kelas berdasarkan hasil diskusi kelompok
yang telah dilakukan
PERSIAPAN
Guru mempersiapkan kartu bemain peran dan memahami cara bermain peran
2. PELAKSANAAN
1. Guru membagi peserta didik menjadi 4-5 kelompok. Setiap kelompok akan
IDENTIFIKASI diberi satu kartu role play yang tidak boleh diketahui oleh kelompok lainnya.
KEARIFAN LOKAL 2. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk mempersiapkan bermain peran
berdasarkan kartu gambar yang diperoleh, peserta didik dibebaskan untuk
DI SUMENEP mengekspresikan peran dengan mengatur gaya rambut, gaya berpakaian,
tarian, atau nyanyian yang menunjukkan ciri khas dari peran tersebut
DURASI: 3 JP 3.Setiap kelompok juga diberi kesempatan untuk mencari refrensi dari berbagai
sumber yang berhubungan dengan peran yang dimainkan terkait dengan asal
daerah dan makna yeng terkandung dari kearifan lokal yang ada.
4.Kelompok menampilkan peran mereka di depan kelas. Setelah selesai,
kelompok lain menebak peran apa yang baru saja dimainkan disertai dengan
alasannya
5.Setelah selesai bermain peran, guru merangkum seluruh tebakan peserta
didik pada saat bermain, bahwa setiap kearifan lokal memiliki ciri khas dan
makna tertentu yang terkandung di dalamnya.
PERSIAPAN
Guru mempersiapkan video atau artikel tentang budaya nyadar
white paper dan spidol
3. Pelaksanaan
EKPLORASI 1.Guru melakukan apersepsi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
TRADISI NYADAR DAN tentang kearifan lokal, dan menyebutkan contoh kearifan lokal yang ada di
Sumenep.
PERMASALAHAN
KESALAH PAHAMAN 2.Guru meminta siswa untuk melihat video / membaca artikel tentang upacara
UPACARA NYADAR nyadar, sebagai salah satu contoh kearifal lokal di Sumenep
3. Siswa diminta untuk memberikan pendapat berdasarkan isi artikel dengan
DURASI: 4 JP mengisi Lembar Kerja yang telah dibagikan
4.Guru bersama siswa menggali pemahaman siswa tentang berbagai kesalah
pahaman kegiatan nyadar yang berdampak pada pandangan keliru dalam
aktivitas ritual
5.Guru menjelaskan kembali makna nyadar yang mempunyai nilai-nilai luhur
(Ketuhanan).
Nama : Kelas :
Apakah yang kalian rasakan setelah menyimak video atau membaca artikel tentang budaya nyadar?
3. Apakah yang kalian ketahui tentang nyadar?
Lembar Kerja Dimanakah nyadar dilakukan?
Siswa Siapa saja yang mengikuti yang mengikuti upacara tersebut?
Jelaskan nilai/makna luhur (kebaikan) dalam upacara nyadar yang kamu ketahui !
kesalah pahaman kegiatan nyadar yang berdampak pada pandangan keliru dalam aktivitas ritual
Hal apakah yang bisa dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman tentang budaya
nyadar?
4. Persiapan
Artikel tentang budaya nyadar
REFLEKSI AWAL Guru mempersiapkan lembar refleksi untuk mengetahui sejauh mana siswa
BENTUK DAN mendalami dan memahami makna yang terkandung Budaya nyadar
white paper dan spidol
FUNGSI KEARIFAN
LOKAL Pelaksanaan
1.Dari hasil eksplorasi, ajak siswa untuk mendalami dan memahami makna yang
terkandung dalam budaya nyadar sebagai sebuah kearifan lokal yang harus
DURASI:4 JP dilestarikan.
Apakah siswa dapat memahami budaya nyadar yang memuat nilai-nilai luhur
(keTuhanan)?
Apakah siswa sudah mampu untuk menjelaskan makna dari budaya nyadar yang
terdapat dalam komunitasnya.
Apakah siswa sudah melakukan perilaku kebaikan yang bersumber dari
makna/nilai-nilai kebaikan dalam budaya nyadar?
2.Setelah siswa mengisi lembar refleksi, guru dapat membaca dan mengidentifikasi
pengetahuan dan kemampuan yang sudah dimiliki saat ini
3.Guru dapat mengajak siswa untuk berbagi hasil dari refleksi tersebut, seperti:
Hal yang menarik untuk mereka tentang makna budaya nyadar
Kendala yang biasa ditemui saat mereka ingin memaknai budaya nyadar
4.
Lembar
Refleksi Awal
adanya nilai-nilai
luhur (kebaikan)
dalam tradisi Nyadar
5.1 PERSIAPAN
Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di wilayah
MATERI : tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi.
MENELUSUR
WARISAN MASA PELAKSANAAN
1.Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang perlu
LAMPAU dipersiapkan peserta didik sebelum memulai perjalanan.
(NYADAR 1- 2.Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
3.Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk kearifan
ZIARAH) lokal yang ada di wilayah terdekat dengan kearifan lokal apa saja yang ada pada daerah
tersebut .
4.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang
ditemukan, mengonfirmasi asumsi di awal, dan mendokumentasikannya dengan lengkap.
CATATAN
WAKTU: 10JP Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki budaya lokal / pengetahuan lokal
yang mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia
dengan semesta.
Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing orang memiliki asumsinya
sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan bagi peserta didik mengambil data apa adanya langsung
dari lapangan dan didokumentasikan dengan baik (menggunakan alat perekam, dlsb) agar
PERAN GURU: terhindar dari informasi yang salah kaprah
FASILITATOR
5.2 PERSIAPAN
Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di
MATERI : wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi.
MENELUSUR
WARISAN MASA PELAKSANAAN
1.Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang
LAMPAU perlu dipersiapkan peserta didik sebelum memulai perjalanan.
(NYADAR 1 - 2.Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
UPACARA ADAT) 3.Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk
kearifan lokal yang ada di wilayah terdekat dengan kearifan lokal apa saja yang ada
pada daerah tersebut .
4.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang
ditemukan, mengonfirmasi asumsi di awal, dan mendokumentasikannya dengan
lengkap.
WAKTU: 10JP CATATAN
Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki budaya lokal / pengetahuan
lokal yang mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan
manusia dengan semesta.
Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing orang memiliki
asumsinya sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan bagi peserta didik mengambil data apa
PERAN GURU: adanya langsung dari lapangan dan didokumentasikan dengan baik (menggunakan
FASILITATOR alat perekam, dlsb) agar terhindar dari informasi yang salah kaprah
5.3 PERSIAPAN
Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di
MATERI : wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi.
MENELUSUR
WARISAN MASA PELAKSANAAN
1.Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang
LAMPAU perlu dipersiapkan peserta didik sebelum memulai perjalanan.
(NYADAR 2- 2.Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
3.Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk
ZIARAH) kearifan lokal yang ada di wilayah terdekat dengan kearifan lokal apa saja yang ada
pada daerah tersebut .
4.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang
ditemukan, mengonfirmasi asumsi di awal, dan mendokumentasikannya dengan
lengkap.
WAKTU: 10JP CATATAN
Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki budaya lokal / pengetahuan
lokal yang mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan
manusia dengan semesta.
Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing orang memiliki
asumsinya sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan bagi peserta didik mengambil data apa
PERAN GURU: adanya langsung dari lapangan dan didokumentasikan dengan baik (menggunakan
FASILITATOR alat perekam, dlsb) agar terhindar dari informasi yang salah kaprah
5.4 PERSIAPAN
Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di
MATERI : wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi.
MENELUSUR
WARISAN MASA PELAKSANAAN
1.Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang
LAMPAU perlu dipersiapkan peserta didik sebelum memulai perjalanan.
(NYADAR 2 - 2.Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
UPACARA ADAT) 3.Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk
kearifan lokal yang ada di wilayah terdekat dengan kearifan lokal apa saja yang ada
pada daerah tersebut .
4.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang
ditemukan, mengonfirmasi asumsi di awal, dan mendokumentasikannya dengan
lengkap.
WAKTU: 10JP CATATAN
Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki budaya lokal / pengetahuan
lokal yang mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan
manusia dengan semesta.
Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing orang memiliki
asumsinya sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan bagi peserta didik mengambil data apa
PERAN GURU: adanya langsung dari lapangan dan didokumentasikan dengan baik (menggunakan
FASILITATOR alat perekam, dlsb) agar terhindar dari informasi yang salah kaprah
5.5 PERSIAPAN
Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan budaya lokal di
MATERI : wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi, alokasi biaya, transportasi.
MENELUSUR
WARISAN MASA PELAKSANAAN
1.Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi arahan apa saja yang
LAMPAU perlu dipersiapkan peserta didik sebelum memulai perjalanan.
(NYADAR 3 ) 2.Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
3.Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung bentuk-bentuk
kearifan lokal yang ada di wilayah terdekat dengan kearifan lokal apa saja yang ada
pada daerah tersebut .
4.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari kearifan lokal yang
ditemukan, mengonfirmasi asumsi di awal, dan mendokumentasikannya dengan
lengkap.
WAKTU: 10JP
CATATAN
Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki budaya lokal / pengetahuan
lokal yang mengatur hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan
manusia dengan semesta.
Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing orang memiliki
PERAN GURU: asumsinya sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan bagi peserta didik mengambil data apa
FASILITATOR adanya langsung dari lapangan dan didokumentasikan dengan baik (menggunakan
alat perekam, dlsb) agar terhindar dari informasi yang salah kaprah
6. TUJUAN
Peserta didik membongkar asumsinya terhadap identitas budaya nyadar
DISKUSI KRITIS : Peserta didik dapat menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan kearifan lokal
MENEMUKAN sebuah kelompok masyarakat
KESALAHPAHAMAN PERSIAPAN
BUDAYA NYADAR Guru mempersiapkan narasumber yang dapat membantu peserta didik dalam
menemukan berbagai jawaban dalam pertanyaan yang mereka temukan selama
pelaksanaan nyadar
PELAKSANAAN
1.Sebelum aktivitas diskusi dimulai, guru guru membagi peserta didik ke dalam
WAKTU: 4 JP kelompok dan memberi arahan apa saja yang perlu dipersiapkan peserta didik
sebelum memulai diskusi
2.Guru membimbing dan menjelaskan aturan berdiskusi
3.Guru memberikan kesempatan pada narasumber untuk memaparkan tentang
nyadar sebagai bahan stimulus bagi peserta didik dalam berdiskusi.
4.Guru meminta peserta didik untuk mengemukakan pertanyaan tentang nyadar,
PERAN GURU: berdasarkan data, pengalaman dan pengetahuan mereka pada saat pelaksanaan
FASILITATOR nyadar
5.Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat dari nyadar .
TUJUAN
peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk kearifan lokal
7. yang ada di wilayahnya beserta fungsinya bagi masyarakat
peserta didik mampu menganalisis bentuk kearifan lokal yang ada dan bagaimana
BENANG MERAH hubungannya dengan struktur geografi, demografi, dan psikografis di sekitarnya
KEBERLANJUTAN peserta didik mampu mengkritisi kekuatan atau potensi masyarakat
PERSIAPAN
Guru mempersiapkan materi terkait dengan kearifan lokal Nyadar
PELAKSANAAN
WAKTU: 6 JP 1.Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi bentuk kearifan lokal yang
ditemukan dan hubungannya dengan kondisi masyarakat, kondisi sumberdaya alam,
dan sumber daya lokal.
Beberapa pertanyaan yang dapat dipakai:
Temukan apakah bentuk kearifan lokal tersebut bersifat ritual dan spritual?
Apakah bentuk kearifan lokal tersebut merupakan cara berinteraksi antar masyarakat
atau menunjukkan klasifikasi di masyarakat?
Apakah bentuk kearifan lokal tersebut bertujuan untuk menjaga sumber daya alam
atau sumber daya lokal yang tersedia?
Bagaimana kearifan lokal ini dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal?
Apa nilai-nilai yang ingin dibangun dari kearifan local tersebut?
2.Peserta didik diminta melakukan identifikasi selengkap- lengkapnya berdasarkan
hasil wawancara dan temuan langsung di lapangan
3.Setelah menuliskan seluruh temuan pada lembar kerja, guru mengajak peserta didik
untuk membuka lembar kerja kegiatan 4 “Tantangan di Sekitarku”
4.Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi apakah ada keterkaitan antara kearifan
lokal yang ditemui dan masalah yang dirasakan oleh peserta didik saat ini. Adakah
bentuk kearifan lokal yang mampu menjawab tantangan atau masalah yang ada saat
ini?
Pelaksanaan
8. 1.Siswa mempresentasikan hasil temuan mereka dan menjawab pertanyaan dalam sesi
tanya jawab
ASESMEN FORMATIF
PRESENTASI 2. Guru memberikan umpan balik tertulis atas presentasi siswa di akhir sesi sebagai
bagian dari asesmen formatif
PEMAKNAAN BUDAYA
NYADAR 3. Guru sebagai moderator dapat meminta setiap siswa/kelompok untuk memberikan
satu kesimpulan dari hasil presentasi yang ada di akhir presentasi
4. Guru menegaskan kembali pentingnya pemaknaan dalam tradisi nyadar dan
internalisasi nilai-nilai keTuhanan dalam tradisi nyadar
WAKTU: 4 JP
9. TUJUAN
Pada kegiatan Lestari Budaya Lokalku, peserta didik mampu mengidentifikasi
IDENTIFIKASI potensi diri dan kelompok di sekolah
POTENSI DIRI DAN
KELOMPOK PERSIAPAN
Mereview kegiatan yang ada pada Lembar Kerja Peserta didik pada kegiatan 2
WAKTU: 4 JP ‘Identitas Diri dan Sosial’
PELAKSANAAN
1.Guru mengajak peserta didik untuk membuka kembali lembar kerja
kegiatan 2 “Identitas Diri dan Sosial”
2.Dari lembar tersebut guru meminta peserta didik di dalam kelompok
untuk menuliskan kembali kemampuan / keterampilan/ kebisaan / hobi
diri setiap anggota kelompok pada lembar kerja yang baru
3.Peserta didik diminta untuk merajut identitas anggota kelompok menjadi
potensi kelompok
TUGAS
Peserta didik mengidentifikasi potensi teman dalam kelompok mereka
masing masing
TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling mungkin ia lakukan
10. saat ini dengan melihat potensi diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung
harapan/kondisi idealnya terwujud
MENENTUKAN
BENTUK AKSI PERSIAPAN
Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh peserta didik,
misalnya merancang drama pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video,
membuat galeri foto, membuat komik, atau membuat produk
WAKTU: 4 JP PELAKSANAAN
1. Guru menceritakan bentuk-bentuk aksi yang pernah dilakukan dalam suatu karya
2. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan ide aksi sebanyak-banyaknya
dalam upaya melestarikan kearifan lokal dengan cara yang paling mungkin ia lakukan
berdasarkankemampuan kelompok
3. Peserta didik melakukan voting terhadap ide-ide yang dihasilkan dan memilih 1-2 ide
aksi yang paling mungkin diwujudkan
TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling
11. mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat potensi diri dan kelompok (aksi
tersebut mendukung harapan/kondisi idealnya terwujud
PERSIAPAN AKSI
PERSIAPAN
Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh
peserta didik, misalnya merancang drama pertunjukan, poster, membuat
lagu, membuat video, membuat galeri foto, membuat komik, atau
WAKTU: 4 JP membuat produk terkait kearifan lokal Nyadar
PELAKSANAAN
Guru mengajak peserta didik untuk mempersiapkan aksi pelestarian
budayalokal dengan mempertimbangkan:
1.Bahan atau alat yang diperlukan (jika ada)
2.Rancangan strategi aksi pelestarian kebudayaan lokal
3.Lama waktu yang dibutuhkan
4.Peserta didik diajak untuk membuat kesepakatan akan rancangan
tahapan pengerjaan dan timeline aksi
TUGAS
Peserta didik mengerjakan persiapan aksi pelestarian budaya lokal secara
mandiri dengan teman kelompok, guru bertugas mengecek laju aksi
peserta didik.
TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling mungkin ia lakukan saat ini dengan
melihat potensi diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung harapan/kondisi idealnya terwujud)
PERSIAPAN
Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh peserta didik, misalnya merancang
12. drama pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video, membuat galeri foto, membuat komik, atau
membuat produk, memandu dan membimbing peserta didik dalam melakukan simulasi aksi
SIMULASI AKSI
1.Tiap kelompok peserta didik bergantian melakukan simulasi aksi mereka dan menjawab pertanyaan yang
ditujukan kepada mereka dalam sesi tanya jawab
WAKTU: 4 JP 2.Guru memberikan umpan balik tertulis atas simulasi kelompok di akhir sesi
3.Guru sebagai moderator dapat meminta setiap kelompok untuk memberikan umpan balik dari simulasi
yang dilakukan
4.Guru menegaskan kembali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang ingin dilestarikan
Poin Penilaian Simulasi
1. Kejelasan Ide
Menceritakan informasi, temuan, dan argumen dengan bukti pendukung yang kuat.
Penjelasan mudah dimengerti
Memilih informasi, mengembangkan ide sesuai dengan kebutuhan.
2. Melengkapi alternatif solusi ataumemberikan pandangan lain sebagai pelengkap
3. Pengaturan Informasi
Memenuhi semua informasi yang diminta (termasuk sumber referensi)
Memberikan pendahuluan yang menarik, dan kesimpulan yang tajam
Bisa mengelola waktu simulasi dengan baik Gestur dan Penampilan
Menjaga kontak mata dengan pendengar,
Menjaga gestur dengan baik
Percaya diri
Baju rapi Penyampaian
Bicara jelas, tidak terlalu cepat/lambat, dengan suara lantang, intonasi yang menarik pendengar, jarang
menggunakan “err”, “emm”
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik Kelengkapan Simulasi
4. Menggunakan media pelengkap untuk mempermudah atau memperkuat informasi / pemahaman serta
menarik pendengar Respon Pertanyaan Pendengar
Bisa menanggapi pertanyaan dengan jelas dan lengkap.
Mengkonfirmasi pertanyaan dari peserta, mengakui kalau tidak tahu, atau menjelaskan bagaimana akan
mencari jawabannya.
5. Partisipasi dalam presentasi kelompok
Semua anggota berkontribusi dengan waktu/materi yang proporsional
6. Semua anggota bisa menjawab pertanyaan secara keseluruhan, tidak hanya bagian tertentu saja
TUJUAN
Peserta didik mampu menceritakan dan berbagi pengetahuan apa saja yang telah
13. mereka lakukan dalam perjalanan aksi “Memaknai tradisi Nyadar"
ASESMEN SUMATIF: PERSIAPAN
PEMBUATAN VIDEO Guru memfasilitasi dokumen yang diperlukan
Peserta didik menyiapkan dokumen dokumen selama perjalanan aksi mereka
TRADISI NYADAR
PELAKSANAAN
1.Guru meminta peserta didik untuk memilih beberapa foto atau video
dokumentasi perjalanan satu semester dari awal hingga akhir
2.Peserta didik diajak untuk memberikan keterangan penjelasan dari foto atau
WAKTU: 10 JP video tersebut untuk menjadi konten di media sosial pribadi milik peserta
didik
3.Peserta didik mengunggah foto dan keterangan projek di media sosial pribadi
dengan menambahkan tagar dan menandai akun media sosial lain yang
terkait
TUJUAN
peserta didik mampu merefleksikan seluruh proses dari awal sampai akhir
14. peserta didik mampu mengidentifikasi hal yang paling berkesan, menantang, hal baru
yang ia dapat, dlsb
REFLEKSI peserta didik mampu mengungkapan perasaan dan pikiran yang terjadi di sepanjang
projek
PELAKSANAAN
WAKTU: 4 JP 1.Guru bersama dengan peserta didik mengingat kembali proses projek melalui
permainan yang melibatkan olah tubuh. (Panduan bermain ada di halaman berikutnya)
Cara Bermain:
Bagi peserta didik menjadi duakelompok besar dengan jumlah yang sama banyak, jika
jumlah peserta didik ganjil maka guru dapat ikut bermain bersama
Atur posisi peserta didik seperti ilustrasi di samping, dua lingkaran besar, satu
lingkaran dalam dan satu lagi lingkaran luar
Anggota kelompok lingkaran luar dan lingkaran dalam saling berhadapan
Jika guru menyebut arah kiri atau kanan, maka peserta didik akan melompat ke arah
tersebut satu langkah, sehingga terlihat dua lingkaran ini akan melompat ke arah yang
berbeda karena saling berhadapan.
Guru boleh menyebutkan arah secara berulang, misal: kiri, kiri,
2. Setelah selesai bermain, guru meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi pribadi
akan perjalanan projek dari awal hingga akhir. Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat
ditanyakan
Hal yang paling berkesan
Hal yang paling menantang sepanjang projek, kendala saat melakukan aksi
Hal baru yang kamu dapat
Hal yang membantu kamu berproses
Perubahan cara pikir, perilaku, hubungan dengan lingkungan, kebiasaan sehari-hari
yang dialami
Perasaan yang paling dominan muncul selama projek
3. Peserta didik diajak untuk mengembangkan ide pelestarian kearifan lokal:
Kira-kira aksi pelestarian budaya lokal ini apakah akan berlanjut di masa mendatang?
Jika ya, bagaimana bentuknya? Jika tidak, mengapa?