The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Baru SD3 (1)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Abdul Wahid Rosyidi, 2025-03-17 22:45:11

Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Baru SD3 (1)

Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Baru SD3 (1)

ii DAFTAR ISI DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................................... iii KATA PENGANTAR .......................................................................................................... iv A. Pendahuluan ................................................................................................................. 1 B. Hasil Kajian Pembangunan Gedung Baru SD YPPSB 3............................................... 2 B.1 Analisis Kebutuhan ……………………………………………………………................. 2 B.1.1 Aktual dan Prediksi Jumlah Siswa YPPSB serta Kebutuhan Ruang ……………. 2 B.1.2 Kebutuhan, Lokasi Pembangunan, dan Strategi Penggunaan …………………… 4 B.2 Dampak Sosial Pembangunan bagi Masyarakat sekitar ……………………………….. 4 B.2.1 Dampak Sosial Pembangunan bagi Masyarakat sekitar ………………………….. 4 B.2.2 Aksesibilitas dan Transportasi ……………………………………………………….. 4 B.2.3 Pemanfaatan Sarana Umum ………………………………………………………… 5 B.2.4 Keamanan Lingkungan ………………………………………………………………. 5 B.3 Kajian Teknis dan Lingkungan ……………………………………………………………. 5 B.3.1 Kajian Teknis ………………………………………………………………………….. 5 B.3.1.1 Lokasi dan Tapak ……………………………………………………………….. 5 B.3.1.2 Spesifikasi Bangunan …………………………………………………………… 6 B.3.1.3 Sistem Utilitas ……………………………………………………………………. 6 B.3.2 Kajian Lingkungan …………………………………………………………………….. 6 B.3.2.1 Identifikasi Kondisi Lingkungan Awal ………………………………………….. 6 B.3.2.2 Potensi Dampak Lingkungan …………………………………………………… 8 B.3.2.3 Rencana Mitigasi Dampak Lingkungan ………………………………………...8 B.3.2.4 Kegiatan Pengelolaan Lingkungan …………………………………………….. 9 B.3.2.5 Pemantauan dan Evaluasi ……………………………………………………….9 B.4 Kajian Operasional …………………………………………………………………………. 9 B.4.1 Kebijakan Distribusi Peserta Didik SD …………………………………………… 9 B.4.2 Tempat Tinggal Peserta Didik …………………………………………………….. 10 B.4.3 Pengembalian SD YPPSB 3 bersekolah seluruhnya di Wilayah Munthe ……..11 B.5 Kajian Biaya ………………………………………………………………………………….13 C. Denah dan Desain ……………………………………………………………………………. 18 D. Time Schedule Pembangunan Gedung Baru SD YPPSB 3 ……………………..…..….. 26 E. Kesimpulan dan Rekomendasi ……………………………………………………………. 29 F. Penutup ………………………………………………………………………………………. 29 G. Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………….. 30


iii HALAMAN PENGESAHAN STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN GEDUNG BARU SD YPPSB 3 TAHUN 2025 Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan telah menyetujui studi kelayakan pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 dengan pertimbangan analisis kebutuhan, kajian teknis dan lingkungan, kajian operasional, dan kajian biaya. Dengan ditandatanganinya dokumen ini, maka studi kelayakan pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 telah disetujui untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Ditetapkan di: Sangatta Pada tanggal: 06 Maret 2025


iv Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Studi Kelayakan Pembangunan Gedung Baru SD YPPSB 3. Laporan ini disusun sebagai dasar evaluasi untuk mendukung keputusan strategis dalam pengembangan fasilitas pendidikan yang representatif dan mendukung proses pembelajaran yang optimal di SD YPPSB 3. Studi ini mencakup berbagai aspek penting, seperti analisis kebutuhan ruang, studi teknis bangunan, anggaran biaya, serta dampak sosial dan lingkungan yang mungkin ditimbulkan. Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan SD YPPSB 3 dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan aman bagi siswa, serta turut mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan sekitar. Kami menyadari bahwa laporan ini masih memiliki keterbatasan, sehingga kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi panduan yang efektif bagi pihak-pihak terkait dalam pembangunan gedung baru di SD YPPSB 3. Terima kasih. Sangatta, Januari 2025 Tim Penyusun


1 A. Pendahuluan Sekolah Dasar YPPSB 3 telah berperan penting dalam mendukung pendidikan dasar di Kabupaten Kutai Timur khususnya wilayah Munthe dan lingkungan sekitarnya. Seiring dengan pengembangan YPPSB yang telah mendirikan SMA sehingga menambah jumlah ruang kelas dan kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang semakin modern, pengembangan fasilitas fisik sekolah menjadi kebutuhan mendesak. Peningkatan jumlah siswa setiap tahunnya menuntut sekolah untuk memiliki sarana yang memadai, baik dari segi kapasitas ruang kelas, laboratorium, hingga ruang penunjang lainnya. Gedung sekolah yang ada saat ini sudah tidak dapat lagi menampung seluruh siswa dengan optimal, sehingga berpotensi menghambat proses pembelajaran. Gedung SD YPPSB 3 mulai tahun pembelajaran 2023/2024 sebagian digunakan untuk ruang belajar SMA, dan direncanakan semua gedung SD YPPSB 3 akan digunakan untuk ruang belajar SMA Pembangunan gedung baru di SD YPPSB 3 diharapkan mampu menjawab tantangan ini dengan menyediakan fasilitas yang lebih lengkap dan modern, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif. Studi kelayakan ini disusun untuk mengevaluasi berbagai aspek penting yang mendukung perencanaan pembangunan gedung baru, termasuk aspek teknis, finansial, sosial, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Uji Kelayakan pembangunan gedung baru SD 3 sangat dibutuhkan, dimana tujuan dari studi kelayakan ini adalah: 1. Mengkaji kelayakan pembangunan gedung baru di SD YPPSB 3 dari aspek kebutuhan pendidikan. 2. Menentukan desain bangunan yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan lingkungan sekitar. 3. Menyusun estimasi biaya yang diperlukan dalam pembangunan gedung. 4. Menganalisis dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul dari proyek pembangunan ini. 5. Merumuskan strategi pendanaan yang sesuai dan berkelanjutan untuk mewujudkan pembangunan gedung baru. Studi kelayakan ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Memberikan rekomendasi kepada YPPSB dan pemangku kepentingan terkait mengenai prospek dan dampak dari pembangunan gedung baru. 2. Menyediakan informasi rinci yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai investasi pendidikan di SD YPPSB 3. 3. Membantu proses perencanaan anggaran pembangunan yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. 4. Menjadi referensi dalam pengembangan fasilitas pendidikan di masa mendatang yang sesuai dengan standar pendidikan modern. Dengan demikian, studi kelayakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kebutuhan, perencanaan, serta manfaat jangka panjang dari pembangunan gedung baru SD YPPSB 3, sehingga dapat menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan ke depan.


2 B. Hasil Kajian Pembangunan Gedung Baru SD YPPSB 3 B.1 Analisis Kebutuhan B.1.1 Aktual dan Prediksi Jumlah Siswa YPPSB serta Kebutuhan Ruang Kebijakan KPC dan YPPSB dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahun berpengaruh pada jumlah siswa aktual YPPSB. Sebelum tahun pembelajaran 2024/2025 YPPSB selain mendidik anak dependen karyawan KPC, dalam batas tertentu juga mendidik anak kontraktor sesuai dengan tempat yang tersedia dan animo masyarakat untuk bersekolah di YPPSB. Pada tahun pembelajaran 2024/2025 PPDB YPPSB mengikutsertakan Labour Supply KPC (LS) dan kontraktor untuk dapat menjadi peserta didik pada jenjang TK dan kelas 1 SD. Hal ini menjadikan jumlah siswa di YPPSB optimal pada penggunaan ruang kelas saat ini. Tabel berikut adalah jumlah aktual dan prediksi anak dependen dan anak LS serta kontraktor dengan asumsi animo LS dan kontraktor tetap. Tabel 1. Jumlah siswa YPPSB (Dependen + LS dan Kontraktor) Aktual 2024/25 dan Prediksi 2025-2030 berdasarkan Aktual 2024 Tahun 2024/25 2025/26 2026/27 2027/28 2028/29 2029/30 TK A 132 129 128 131 128 123 TK B 171 132 129 128 131 128 Kelas 1 243 230 225 247 274 261 Kelas 2 242 243 230 225 247 274 Kelas 3 220 242 243 230 225 247 Kelas 4 180 220 242 243 230 225 Kelas 5 234 180 220 242 243 230 Kelas 6 282 234 180 220 242 243 Kelas 7 271 262 249 228 215 221 Kelas 8 265 271 262 249 228 215 Kelas 9 214 265 271 262 249 228 Kelas 10 144 144 192 192 192 192 Kelas 11 144 144 144 192 192 192 Kelas 12 0 144 144 144 192 192 *Asumsi SMA 6 kelas paralel Tahun 2024/2025 dan 2025/2026 jenjang SMP hanya menerima siswa non KPC melalui jalur beasiswa Prestasi (Prima Prestasi) dan beasiswa anak tidak mampu melalui Prima Golf Club (PGC). Untuk SMA sama sekali tidak ada anak non KPC yang bersekolah di SMA Prima YPPSB. Tabel 2. Kebutuhan Ruang Kelas Berdasarkan Keadaan Siswa Aktual dan Prediksi Sesuai Trend LS serta Kontraktor Tahun 2024/25 2025/26 2026/27 2027/28 2028/29 2029/30 TK A 9 9 9 9 9 8 TK B 9 9 9 9 9 9


3 Tahun 2024/25 2025/26 2026/27 2027/28 2028/29 2029/30 Kelas TK 9 9 9 9 9 9 Kelas 1 9 8 8 9 10 9 Kelas 2 9 9 8 8 9 10 Kelas 3 8 9 9 8 8 9 Kelas 4 7 8 9 9 8 8 Kelas 5 10 7 8 9 9 8 Kelas 6 11 10 7 8 9 9 Kelas SD 54 51 49 51 53 53 Kelas 7 9 8 8 8 7 7 Kelas 8 9 9 8 8 8 7 Kelas 9 7 9 9 8 8 8 Kelas SMP 25 26 25 24 23 22 Kelas 10 4 4 6 6 6 6 Kelas 11 4 4 4 6 6 6 Kelas 12 4 4 4 6 6 Kelas SMA 8 12 14 16 18 18 Jumlah Rombel 105 107 107 109 112 110 Jumlah Kelas 96 98 98 100 103 102 Kekurangan ruang 0 -2 -2 -4 -7 -6 Kekurangan kelas di atas belum termasuk kebutuhan sarana pendukung pembelajaran lain di SMA mencakup: Tabel 3. Kebutuhan Ruangan Pendukung Pembelajaran No Ruang Jumlah Ket 1 Lab. Kimia SMA 1 2 Lab. Biologi SMA 1 3 Lab. Komputer SMA 2 4 Perpustakaan SMA 2 5 R OSIS 1 6 R Pramuka 1 7 R BP / Konseling 1 8 R UKS 1 9 R Persiapan OSN 1 10 Ruang Agama Kristen 2 Kecil 11 Ruang Agama Katolik 1 Kecil 12 Ruang Agama Hindu 1 Kecil 15 Kondisi ini menjadikan kemungkinan penggunaan / optimalisasi ruang yang dapat beragam. Apakah dengan menampung siswa non KPC lebih banyak sesuai ruang kelas, menggunakan ruang kelas menjadi ruang pendukung pembelajaran siswa yang ada, atau alternatif membuat unit baru (Pendidikan Tinggi) menjadi memungkinkan.


4 B.1.2 Kebutuhan, Lokasi Pembangunan, dan Strategi Penggunaan Bedasarkan latar belakang di atas maka YPPSB memerlukan minimal penambahan ruangan/gedung dengan berbagai fungsinya sejumlah 19 Kelas (ruangan). Kebutuhan ini mendesak di tahun pembelajaran 2025/2026, dan puncak kebutuhan ada di tahun pembelajran 2028/2029. Pembangunan Gedung sekolah akan dilakukan di Kawasan permukiman Munthe, Desa Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara, Kab. Kutai Timur. Lokasi pembangunan ini yang merupakan lokasi permukiman karyawan PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) dan bersebelahan dengan SD YPPSB 3 / SMA Prima YPPSB saat ini. 19 ruang kelas minimal yang dibangun mencukupi kebutuhan SD YPPSB 3 sebanyak 18 ruang kelas dan sarana pendukungnya. Hal ini menjadikan YPPSB di Swarga bara akan dialokasikan untuk TK, SD1, SD2, dan SMP. Sedangkan Kawasan Munthe akan digunakan untuk SD3 dan SMA. Strategi penggunaan ini memerlukan pengkajian lebih lanjut terutama dalam proses perpindahan siswa SD YPPSB 3 yang selama ini bersekolah di Swarga Bara. (bagian B.4.3) B.2 Dampak Sosial Pembangunan bagi Masyarakat sekitar Pembangunan Gedung sekolah akan dilakukan di Desa Teluk Lingga di kawasan permukiman Munthe yang merupakan permukiman karyawan PT Kaltim Prima Coal (PT KPC). Lokasi pembangunan ini juga berbatasan dengan permukiman umum di sisi yang lain. Hal ini menjadikan posisi strategis dan unik yang harus memperhatikan banyak hal untuk lancarnya proses pembangunan dan beroperasinya sekolah. Aspek yang harus diperhatikan berdasarkan lokasi pembangunan adalah B.2.1 Pekerjaan (Sosial Ekonomi) Masyarakat Wilayah permukiman Munthe sebagai permukiman karyawan PT KPC dapat dikatakan memilki pekerjaan yang homogen sebagai karyawan. Pembangunan sekolah yang merupakan bagian dari benefit karyawan merupakan keuntungan tersendiri karena dapat diartikan sebagai pemenuhan hak karyawan. Walau merupakan perumahan karyawan PT KPC, tetapi Kawasan Munthe telah menjadi permukiman terbuka dengan penghuni yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan. Dekatnya dengan permukiman Munthe sekaligus permukiman umum dengan heterogenitas pekerjaan penghuni merupakan catatan tersendiri dalam pandangan masyarakat termasuk dalam proses penerimaan siswa bagi warga sekitar dengan segala aspek turunannya seperti biaya sekolah. Permasalahan : Sekolah terbuka untuk umum TK, SD, SMP Solusi : Sosialisasi biaya pendidikan B.2.2 Aksesibilitas dan Transportasi Lokasi yang dekat dengan permukiman menjadikannya ideal sebagai sekolah dengan aksesibilitas yang tinggi. Berangkat sekolah dapat dilakukan dengan berjalan kaki, bersepeda.


5 Walau demikian penggunaan sepeda motor, mobil atau bus antar jemput siswa pasti dilakukan. Bahkan untuk usia SMA yang telah memenuhi syarat mendapatkan SIM sehingga memungkinan siswa dapat membawa motor atau mobil ke sekolah. Hal ini menjadikan beberapa hal dalam aksesibilitas dan transportasi harus dikelola, yaitu: 1. Jalur/alur transportasi keluar masuk sekolah 2. Jalur/alur transportasi seputar wilayah sekolah 3. Pengelolaan jam-jam sibuk 4. Tempat parkir Permasalahan : Lalu lintas padat, parkir sepeda, motor, mobil Solusi : Peta dan panduan alur. Drop zone dan tempat parkir memadai B.2.3 Pemanfaatan Sarana Umum Keberadaan sarana umum di sekitar sekolah dapat menjadi hal yang menguntungkan. Keberadaan pujasera menjadikan peluang berputarnya ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan melayani anak sekolah saat menjelang masuk dan pulang dapat dilakukan. Kerjasama dengan pihak terkait seperti YSB, Koperasi, dan Swasta dapat mengoptimalkan potensi sarana umum ini. Sarana masjid dan ruang terbuka yang ada di lingkungan perumahan dapat menjadi lebih optimal penggunaannya. Pengelolaan dan kerja sama dalam kesamaan visi Pendidikan bagi anak perlu dikuatkan sehingga aspek mutualisme dapat terjadi. Permasalahan : Penggunaan sarana umum oleh sekolah Solusi : Kerjasama dengan DKM, YSB, RT dan pengelola pujasera B.2.4 Keamanan Lingkungan Berdirinya sekolah dipastikan mempengaruhi keramaian wilayah sekitar. Hal ini dapat berdampak pada keamanan, baik keamanan lalu lintas maupun keamanan secara umum. Karakter anak-anak yang senang berinteraksi dan bergerombol dengan seusianya potensial untuk berbagai hal, seperti berkumpul di pinggir jalan, cafe, ruang terbuka dan lainnya. Hal ini dapat berujung kearah negatif misalnya corat-coret tempat umum (vandalisme), saling ejek, perundungan, perkelahian bahkan tawuran. Lebih berbahya lagi yang tidak terlihat seperti obat terlarang dan narkotika. Hal ini perlu penanganan yang komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Permasalahan : Kenakalan hingga kriminalitas Solusi : Penanganan komprehensif sekolah, orang tua dan masyarakat B.3 Kajian Teknis dan Lingkungan B.3.1 Kajian Teknis B.3.1.1 Lokasi dan Tapak Lokasi proyek gedung kelas SD YPPSB 3 yang baru, berada di Jl. Munthe Kompleks Perumahan Griya Prima Lestari, Teluk Lingga, Kec. Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur 75611, berada dalam titik koordinat 0°31'37"N 117°31'23"E. Dengan luas area total


6 ±6500m2 . Untuk topografi area kontur tanah relatif datar dengan kemiringan < 5% dan tidak memerlukan pekerjaan pemadatan besar. Pemadatan besar nantinya akan diperlukan apabila dilakukan pengurukan besar di area yang saat ini masih rawa. Aksesibilitas di sekitar lokasi pekerjaan mempunyai jalan utama selebar 5 meter dengan permukaan aspal dan jarak ke fasilitas umum (pasar, rumah sakit) dalam radius ± 3 km. B.3.1.2 Spesifikasi Bangunan Tipe bangunan gedung bertingkat 2 lantai dengan jumlah 12 ruang kelas dan 10 ruang kelas mempunyai kapasitas masing-masing kelas 28 siswa sesuai aturan Kementerian Pendidikan Nasional rasio ruang kelas untuk jenjang Sekolah Dasar minimal 2 m2 per anak. Untuk total dimensi tiap kelas adalah 8x8 meter = 64 m2 , ketinggian ruangan 3,5 meter dengan memperhatikan standar sirkulasi udara yang baik. Dengan fasilitas pendukung: 1. Ruang guru dan administrasi 2. Ruang UKS 3. Toilet siswa dan guru 4. Sarana air bersih 5. Area parkir dan taman Struktur dan material yang digunakan dalam pembangunan gedung kelas tersebut adalah 1. Pondasi : Full plat cakar ayam dengan perkuatan strauss pile 2. Dinding : Lantai Satu menggunakan bata merah dan lantai dua menggunakan bata ringan dengan finish plester aci 3. Atap : Spandek Galvalum dengan rangka baja ringan 4. Lantai : Keramik/ubin 5. Jendela, kisi-kisi dan pintu menggunakan rangka kusen kayu ulin kelas 1 dengan bukaan kaca untuk jendela dan juga full panel kayu ulin untuk pintu. B.3.1.3 Sistem Utilitas 1. Sistem kelistrikan menggunakan instalasi standar PLN dengan daya ± 30.000 VA. 2. Air bersih menggunakan sumber air dari PDAM 3. Drainase pengaliran air menggunakan sistem saluran drain terbuka dengan melakukan rekonstruksi ulang drainase existing agar bisa menampung buangan air hujan dan gray water yang berasal dari area sekolah maupun area perumahan 4. Sistem keamanan terintegrasi dengan didukung CCTV di seluruh area kelas dan area-area umum lainnya. B.3.2 Kajian Lingkungan B.3.2.1 Identifikasi Kondisi Lingkungan Awal a. Topografi Lokasi area pembangunan SD YPPSB 3 yang baru ini berada di wilayah datar dengan ketinggian rendah, cocok untuk konstruksi bangunan gedung bertingkat, mengingat kondisi tanah yang sebagian besar sudah padat.


7 b. Jenis tanah  Dilakukan uji tanah menggunakan metode CPT (Cone Penetration Tes) atau sondir untuk memastikan daya dukung tanah memadai bagi bangunan bertingkat, hasil dari pengujian tanah adalah: a. Ketebalan material lunak rata-rata adalah 11,5 m berdasarkan hasil uji CPT (Sondir Test). Kami mengasumsikan material lunak sebagai kondisi lemah untuk daya dukung tanah. Ketebalan material kaku hingga sangat kaku rata-rata adalah 0,9 m dan kami mengasumsikannya sebagai kondisi sedang untuk daya dukung tanah. Kondisi baik untuk daya dukung tanah adalah jika kedalaman lebih dari 0,3 m dari permukaan asli. b. Kondisi aktual permukaan tanah hampir datar. Tanah lunak didominasi oleh lempung berpasir dan lempung berdebu, tanah kaku didominasi oleh lempung lanau, dan tanah keras didominasi oleh lempung sedang hingga kaku. c. Muka air tanah diasumsikan berada pada rata-rata kedalaman 1 m di bawah permukaan tanah berdasarkan pengukuran ujung Sondir.  Dilakukan antisipasi pada potensi tanah lunak dengan melakukan perencanaan pondasi yang rigid dan sesuai kondisi tanah.


8 c. Iklim dan Curah Hujan Lokasi pembangunan di area Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara menurut data BMKG memiliki iklim tropis dengan karakteristik sebagai berikut:  Suhu Udara  Rata-rata suhu harian ± 31oC  Variasi suhu harian cenderung konstan sepanjang tahun, dengan perbedaan minimal antara suhu tertinggi dan terendah.  Curah hujan  Musim hujan berlangsung sekitar 8 bulan, dari akhir Oktober hingga akhir juni, dengan kemungkinan air hujan melebihi 40%.  Puncak curah hujan terjadi pada bulan Desember dengan rata-rata curah hujan harian 15,6 hari hujan dan curah hujan signifikan. B.3.2.2 Potensi Dampak Lingkungan a. Selama Proses Konstruksi 1. Kebisingan: aktifitas pekerjaan konstruksi berpotensi menyebabkan kebingisingan kepada lingkungan sekitar. 2. Pencemaran udara: debu dari aktifitas pengangkutan tanah dan mobilisasi-demobilisasi material lainnya. 3. Limbah konstruksi: sisa bahan bangunan seperti beton, kayu dan material dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. 4. Gangguan ekosistem: pontensi kerusakan vegetasi di lokasi pembangunan seperti penebangan pohon dan juga pembersihan vegetasi lainnya. 5. Lalu Lintas: Peningkatan kendaraan proyek dapat mengganggu aktifitas warga sekitar. b. Pasca Konstruksi 1. Genangan Air dan Drainase Pentingnya sistem drainase yang memadai karena potensi air hujan dapat menyebabkan genangan atau banjir kecil. 2. Peningkatan Limbah Aktifitas pasca pekerjaan konstruksi dan juga aktifitas siswa dapat menimbulkan limbah domestik baik itu sampah maupun air limbah. 3. Kepadatan Aktifitas Kepadatan aktifitas bisa terjadi saat operasional sekolah berjalan lancar, dan berpotensi menimbulkan kebisingan di area sekitar. B.3.2.3 Rencana Mitigasi Dampak Lingkungan a. Selama Konstruksi - Opsi untuk Mitigasi Kebisingan:  Jam kerja dibatasi (07.00 s/d 17.00) kecuali pekerjaan yang tidak menimbulkan kebisingan bisa dikerjakan overtime.  Jika memungkinkan alat berat menggunakan peredam suara. - Pengelolaan Debu  Penyiraman area kerja secara rutin menggunakan air untuk mengurangi debu.  Memberikan penutup pada kendaraan pengangkut material yang menimbulkan debu. - Pengelolaan Limbah


9  Limbah konstruksi dipilah dan dibuang ke tempat pembuangan yang sesuai  Material sisa yang masih bisa dimanfaatkan dapat digunakan ulang untuk mengurangi limbah. - Perlindungan Vegetasi  Mempertahankan sebagian besar vegetasi yang ada disekitar Lokasi dan memanfaatkannya untuk menambah kerindangan lokasi sekolah.  Menanam kembali pohon yang sudah ditebang di area sekitar lokasi sekolah. - Pengaturan Lalu Lintas Melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengatur jalannya lalu lintas selama masa pembangunan dan juga saat proses operasional sekolah berjalan. B.3.2.4 Kegiatan Pengelolaan Lingkungan a. Sistem Drainase - Membuat perencanaan sistem drainase berbasis gravitasi dengan pemodelan parit yang memadai - Menyediakan sumur resapan untuk mengurangi limpasan air hujan yang berlebih b. Pengelolaan Limbah Domestik - Menyediakan tempat sampah terpilah sesuai klasifikasi jenis sampah (organik dan anorganik) - Limbah cair dari toilet maupun cuci tangan dari dapur dan wastafel dialirkan ke aliran khusus sesuai dengan standar SNI c. Penataan Lingkungan Hijau - Area terbuka hijau (30% dari total luas lahan) ditanami tanaman lokal yang dapat menyerap air dengan baik dan mempunya akar yang tidak merusak bangunan - Menambahkan taman bermain untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan serta sebagai media belajar anak-anak B.3.2.5 Pemantauan dan Evaluasi a. Selama Konstruksi - Pemantauan rutin terhadap kebisingan, kualitas udara, dan pengelolaan limbah - Melakukan rapat koordinasi dengan masyarakat sekitar (RT/RW) untuk menampung usul dan masukan. b. Pasca Konstruksi - Perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung secara berkala - Pemeliharaan rutin taman dan system pengelolaan limbah - Evaluasi dan pemantauan system drainase saat musim hujan - Survei kepuasan masyarakat sekitar terhadap dampak kegiatan sekolah B.4 Kajian Operasional B.4.1 Kebijakan Distribusi Peserta Didik SD Sebelum tahun 2022 SD YPPSB 3 diperuntukan bagi anak karyawan KPC yang berdomisili di wilayah terdekat SD YPPSB 3. Mulai dari wilayah Munthe dan terus meluas kearah luar sampai kapasitas sekolah terpenuhi. Hal yang diperhatikan adalah lokasi sekolah saudara kandung dari


10 peserta didik. Apabila terdapat saudara kandung yang bersekolah di salah satu SD, maka adiknya dialokasikan ke SD tersebut untuk mempermudah orang tua dalam proses keseharian sekolah. Selain itu untuk anak non dependen PT KPC juga dialokasikan untuk bersekolah di SD YPPSB 3 Munthe. Mulai tahun pembelajaran 2023/2024 dengan adanya pendirian SMA maka perencanaan saat itu adalah seluruh SD akan dipusatkan di Swarga Bara, sehingga seluruh SD kelas 1 dialokasikan seluruhnya di Swarga Bara dan distribusi siswa berdasarkan zonasi dihilangkan. Hal ini menjadikan seluruh anak kelas 1 mulai tahun pembelajaran 2023/2024 tersebar di SD YPPSB 1, 2, dan 3 tanpa memperhatikan zonasi. B.4.2 Tempat Tinggal Peserta Didik Tempat tinggal peserta didik YPPSB tersebar di wilayah sangatta utara dan Sangatta Selatan. Untuk pelayanan transportasi hanya dilakukan di Sangatta Utara dengan rute tertentu. Berikut adalah sebaran tempat tinggal peserta didik TK-SMP dalam hubungannya dengan transportasi bus perusahaan. Tabel 4. Tempat Tinggal Peserta Didik TK No Kelas Sangatta & Teluk Lingga K. Tator SB Batu Putih Kabo/PC Munthe Jumlah 1 TK A 83 34 6 1 25 18 167 2 TK B 67 17 3 4 29 14 134 Total 150 51 9 5 54 32 301 Tabel 5. Tempat Tinggal Peserta Didik SD1 – SD2 No Kelas Sangatta & Teluk Lingga K. Tator SB Batu Putih Kabo/PC Munthe Jumlah 1 1 73 16 37 2 29 6 163 2 2 92 9 24 5 18 12 160 3 3 95 21 23 3 22 1 165 4 4 51 16 13 5 24 0 109 5 5 101 12 24 2 17 4 160 6 6 124 20 23 0 14 0 181 Total 536 94 144 17 124 23 938 Tabel 6. Tempat Tinggal Peserta SD3 No Kelas Sangatta & Teluk Lingga K. Tator SB Batu Putih Kabo/PC Munthe Jumlah 1 1 37 10 0 131 7 di SB 2 2 37 13 0 0 di SB


11 No Kelas Sangatta & Teluk Lingga K. Tator SB Batu Putih Kabo/PC Munthe Jumlah 3 3 25 3 0 16 4 4 29 8 0 11 5 5 39 10 0 0 6 6 49 15 0 13 Total 216 59 0 0 131 47 453 Tabel 7. Tempat Tinggal Peserta SD3 SMP No Kelas Sangatta & Teluk Lingga K. Tator SB Batu Putih Kabo/PC Munthe Jumlah 1 7 166 22 30 6 13 34 271 2 8 161 12 35 2 30 27 267 3 9 123 26 15 0 21 33 218 Total 450 60 80 8 64 94 756 B.4.3 Pengembalian SD YPPSB 3 bersekolah seluruhnya di Wilayah Munthe Berdasarkan rencana kebijakan pendiran SMA dan distribusi siswa SD yang mengikuti kebijakan tersebut pada tahun 2023/2024, maka telah terdistribusi peserta didik SD YPPSB 1, 2, 3 kelas 1 seluruhnya di Swarga Bara. Pengalokasian unit dilakukan tidak berdasarkan zonasi sehingga tercampur di seluruh unit SD para peserta didik dari seluruh wilayah Sangatta. SD YPPSB 3 sampai dengan tahun pembelajaran 2024/2025 ruang belajarnya terdiri dari 2 tempat, selengkapnya pada tabel berikut: Tabel 8. Lokasi ruang kelas SD3 Kelas Jumlah Kelas Lokasi Belajar 1 3 Swarga Bara 2 3 Swarga Bara 3 2 Munthe 4 3 Munthe 5 3 Munthe 6 4 Munthe Total 18 Murid kelas 1 dan kelas 2 sebanyak 6 rombongan belajar berlokasi di kawasan Swarga Bara, murid kelas 3,4,5 dan 6 sebanyak 12 rombongan belajar berada di Munthe. Untuk tahun pembelajaran 2025/2026 jika ruang belajar di kawasan Munthe belum selesai proses pembangunan maka jumlah kelas dan ruang belajar SD YPPSB 3 adalah sebagai berikut:


12 Tabel 9. Lokasi ruang kelas SD3 Tahun 2025/2026 Kelas Jumlah Kelas Lokasi Belajar 1 3 Swarga Bara 2 3 Swarga Bara 3 3 Swarga Bara 4 2 Munthe 5 3 Munthe 6 3 Munthe Total 17 Murid kelas 1,2, dan 3 sebanyak 9 rombongan belajar berlokasi di kawasan Swarga bara dan murid kelas 4, 5 dan 6 berada sebanyak 8 rombongan belajar berada di wilayah Munthe. Secara teknis operasional pengelolaan pembelajaran di tahun pembelajaran 2025/2026 sama dengan pengelolaan pembelajaran pada tahun 2024/2025. Kelas 1 sampai 3 model pembelajarannya menggunakan model guru kelas. Khusus di kelas 3 ada tambahan muatan pelajaran yaitu Informatika (Komputer). Untuk pembelajaran Informatika (komputer) setiap minggu ada 2 jam pelajaran akan menggunakan ruang laboratorium komputer SD YPPSB 1 atau SD YPPSB 2 SD YPPSB 3 pada tahun pembelajaran 2026/2027 jika ruang belajar di kawasan Munthe sudah terbangun sebanyak 22 lokal kelas maka jumlah kelas dan ruang belajar SD YPPSB 3 adalah sebagai berikut: Tabel 10. Lokasi ruang kelas SD3 Tahun 2025/2026 Kelas Jumlah Kelas Lokasi Belajar 1 3 Munthe 2 3 Munthe 3 3 Munthe 4 3 Munthe 5 2 Munthe 6 3 Munthe Total 17 Murid kelas 1,2, dan 3 sebanyak 8 rombongan belajar yang pada tahun pembelajaran 2025/2026 berlokasi di kawasan Swarga bara atau murid kelas 2,3 dan 4 pada tahun pembelajaran 2026/2027 dipindahkan semua ke kawasan Munthe. Secara teknis operasional pengelolaan pembelajaran di tahun pembelajaran 2026/2027 semua kelas telah berada di kawasan Munthe maka pengelolaan pembelajaran akan sangat mudah dilakukan. Jika telah terbangun 22 ruang kelas, maka 5 kelas yang lainnya bisa digunakan untuk ruang Kepala Sekolah, ruang guru, ruang lab Komputer, ruang keagamaan, atau ruang UKS. Mulai tahun pembelajaran 2026/2027 semua ruang kelas SD YPPSB 3 yang lama akan dimanfaatkan semuanya oleh SMA Prima YPPSB.


13 Namun pemindahan SD YPPSB 3 ke Munthe harus memperhatikan kebijakan distribusi siswa SD yang mengikuti kebijakan pada tahun 2023/2024. Peserta didik SD YPPSB 1, 2, 3 kelas 1 terdistribusi seluruhnya di Swarga Bara. Pengalokasian unit dilakukan tidak berdasarkan zonasi sehingga tercampur di seluruh unit SD para peserta didik dari seluruh penjuru Sangatta. Pemetaan distribusi peserta didik yang tersebar tidak berdasarkan zonasi apabila hal tersebut dilakukan adalah sebagai berikut: Tabel 11. Distribusi Peserta Didik yang Tidak Berdasarkan Zonasi No Kategori 2023/2024 2024/2025 Ket 1 Sekolah di SD 1 dan 2 tinggal di area sekolah Munthe 16 5 2 Sekolah di SD 3 tinggal di area sekolah SD 1 dan 2 27 2 Total 43 7 Kondisi ini menuntut perhatian lebih pada saat kebijakan YPPSB akan mengembalikan seluruh SD3 bersekolah di bangunan sekolah baru di Munthe. Permasalahan : Pemindahan kelas 1,2 SD3 dari Swarga Bara ke Munthe Solusi : 1. Tetap di lokasi Swarga Bara hingga lulus 2. Dibuka peluang pindah sekolah berdasarkan zonasi B.5 Kajian Biaya Pembangunan gedung baru SD3 direncanakan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama membangun 12 ruang kelas dengan pendanaan dari CSR PT KPC. Untuk tahap selanjutnya membangun 10 ruang kelas dengan mengajukan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur. Berikut Rencana anggaran untuk pembangunan gedung SD3:


14 Rencana Anggaran Bangunan Tahap 1 SD YPPSB 3 dengan 12 ruang kelas Rencana Anggaran Bangunan Tahap 2 SD YPPSB 3 dengan 10 ruang kelas


15


16 NO URAIAN PEKERJAAN VOLUME SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA JUMLAH TOTAL BOBOT A PEKERJAAN PERSIAPAN 1 Pembersihan Lokasi 680,00 m2 15.300,00 10.404.000 0,22 2 Pengukuran & Pemasangan Bouwplank 232,00 m' 93.800,00 21.761.600 0,47 32.165.600 B PEKERJAAN TANAH DAN URUGAN 1 Galian Tanah Pondasi 166,42 m3 120.400,00 20.036.679 0,43 2 Urugan Pasir Bawah Pondasi tebal 5 cm 9,77 m3 399.600,00 3.903.293 0,08 3 Pekerjaan Urugan Tanah 462,80 m3 509.400,00 235.750.320 5,10 4 Urugan Pasir bawah lantai 32,20 m3 399.600,00 12.867.120 0,28 272.557.412 C PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN 1 Pasangan dinding tembok trasram (1:3) 600,00 m2 209.900,00 125.940.000 2,72 2 Pasangan dinding tembok biasa (1:4) 1201,28 m2 205.400,00 246.742.912 5,33 3 Plesteran Dinding 1794,56 m2 79.400,00 142.488.064 3,08 4 Acian Dinding 1794,56 m2 63.500,00 113.954.560 2,46 5 Pasangan pondasi batu belah (1:5) 71,82 m3 1.579.300,00 113.425.326 2,45 6 Pekerjaan Pancang Ulin 10/10 8,28 m3 9.000.000 74.520.000 1,61 817.070.862 D PEKERJAAN BETON BERTULANG 1 Pekerjaan Pondasi Foot Plat 100x100x38 Bekisting 97,28 m2 133.667,72 13.003.196 Beton fc' 25 Mpa 40,32 m3 1.667.720,82 67.242.504 Pembesian Tulangan 2340,80 Kg 18.025,33 42.193.692 122.439.392 2,65 2 Pekerjaan Pondasi Foot Plat 80x80x38 Bekisting 34,05 m2 133.667,72 4.551.119 Beton fc' 25 Mpa 34,81 m3 1.667.720,82 58.052.695 Pembesian Tulangan 629,11 Kg 18.025,33 11.339.949 73.943.762 1,60 3 Beton Sloof 25/45 Bekisting 270,00 m2 133.667,72 36.090.284 Beton fc' 25 Mpa 33,75 m3 1.667.720,82 56.285.578 Pembesian Tulangan 4581,67 Kg 18.025,33 82.586.134 174.961.996 3,78 4 Beton Balok Utama 30/60 Bekisting 235,20 m2 133.667,72 31.438.647,74 Beton fc' 25 Mpa 63,28 m3 1.667.720,82 105.533.373,56 Pembesian Tulangan 3223,06 Kg 18.025,33 58.096.655,40 195.068.677 4,22 5 Beton Balok Anak 20/40 Bekisting 230,40 m2 133.667,72 30.797.042,69 Beton fc' 25 Mpa 23,04 m3 1.667.720,82 38.424.287,72 Pembesian Tulangan 3408,58 Kg 18.025,33 61.440.707,23 130.662.038 2,82 6 Beton Balok Teras 10/20 Bekisting 22,40 m2 133.667,72 2.994.156,93 Beton fc' 25 Mpa 1,12 m3 1.667.720,82 1.867.847,32 Pembesian Tulangan 295,13 Kg 18.025,33 5.319.803,63 10.181.808 0,22 6 Beton Kolom 40/40 Bekisting 218,88 m2 133.667,72 29.257.190,55 Beton fc' 25 Mpa 61,29 m3 1.667.720,82 102.208.605,34 Pembesian Tulangan 4355,66 Kg 18.025,33 78.512.118,74 209.977.915 4,54 7 Beton Kolom 15/30 Bekisting 123,12 m2 133.667,72 16.457.169,69 Beton fc' 25 Mpa 11,08 m3 1.667.720,82 18.479.680,88 Pembesian Tulangan 1851,22 Kg 18.025,33 33.368.851,40 68.305.702 1,48 8 Beton Ringbalk 15/30 Mutu Bekisting 172,80 m2 133.667,72 23.097.782,02 Beton fc' 25 Mpa 12,96 m3 1.667.720,82 21.613.661,84 Pembesian Tulangan 2221,46 Kg 18.025,33 40.042.621,68 84.754.066 1,83 9 Pekerjaan Plat Lantai t:12 cm Bekisting 648,00 m2 133.667,72 86.616.682,56 Beton fc' 25 Mpa 16,20 m3 1.667.720,82 27.017.077,30 Pembesian Tulangan 3600,00 Kg 18.025,33 64.891.188,00 TOTAL ESTIMASI ANGGARAN BIAYA PEKERJAAN GEDUNG KELAS BANTUAN DINAS (10 KELAS) SUB TOTAL A SUB TOTAL B SUB TOTAL C TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL TOTAL


17 10 Pekerjaan Tangga Beton Bertulang Bekisting 20,64 m2 133.667,72 2.758.901,74 Beton fc' 25 Mpa 4,52 m3 1.667.720,82 7.538.098,11 Pembesian Tulangan 358,85 Kg 18.025,33 6.468.382,46 Pekerjaan Pondasi Tangga 50x50x20 Bekisting 6,40 m2 133.667,72 855.473,41 Beton fc' 25 Mpa 0,80 m3 1.667.720,82 1.334.176,66 Pembesian Tulangan 31,33 Kg 18.025,33 564.793,67 Pekerjaan Balok Tangga 10/20 Bekisting 1,20 m2 133.667,72 160.401,26 Beton fc' 25 Mpa 0,12 m3 1.667.720,82 200.126,50 Pembesian Tulangan 31,62 Kg 18.025,33 569.888,83 Pekerjaan Kolom Tangga 15/15 Bekisting 4,22 m2 133.667,72 564.612,45 Beton fc' 25 Mpa 0,16 m3 1.667.720,82 264.166,98 Pembesian Tulangan 33,70 Kg 18.025,33 607.453,62 21.886.476 0,47 11 Pekerjaan Pancang Kayu Ulin 10/10 1,38 m3 10.200.000,00 14.076.000,00 14.076.000 0,30 1.284.782.777 E PEKERJAAN LANTAI 1 Memasang Tegel Keramik tile 40x40 1600,00 m2 112.000,00 179.200.000,00 3,87 2 Pekerjaan Cor Lantai Rabat t: 5 cm (fc' 20 Mpa) 16,20 m3 1.590.100,00 25.759.620,00 0,56 204.959.620 F PEKERJAAN PINTU, JENDELA & PARTISI 1 Pek. Kusen Pintu jendela kayu 6/12 kelas 1 187,60 m' 173.900,00 32.623.640,00 0,71 2 Pek. Jalusi Kusen kayu kelas 1/II 6,00 m2 965.500,00 5.793.000,00 0,13 3 Pek. Pintu Klamp Standart Kayu kelas II 6,40 m2 378.300,00 2.421.120,00 0,05 4 Pek. Jendela kaca profil kayu kelas 1/II 39,60 m2 377.500,00 14.949.000,00 0,32 5 Pek. Engsel pintu & jendela kipas 5 inchi 96,00 bh 79.700,00 7.651.200,00 0,17 6 Pek. Grendel jendela 44,00 bh 60.800,00 2.675.200,00 0,06 7 Pek. Kait Angin 9 inchi 44,00 bh 57.300,00 2.521.200,00 0,05 8 Pek. Handle Pintu 4,00 bh 215.000,00 860.000,00 0,02 9 Partisi Plywood, rangka kayu kelas II 42,00 m2 348.700,00 14.645.400,00 0,32 84.139.760 G PEKERJAAN LANGIT-LANGIT & ATAP 1 Pek. Rangka plafond (Hollow galv.) 1600,00 m2 179.300,00 286.880.000,00 6,20 2 Pek. Plafond Gypsum t:9mm 1600,00 m2 61.600,00 98.560.000,00 2,13 3 Pek. Rangka Atap Baja Ringan 1380,66 m2 420.500,00 580.567.530,00 12,55 4 Pek. Atap Asbes Gelombang 108x270x6 mm 1380,66 m2 93.500,00 129.091.710,00 2,79 6 Pek. Pasangan Gunungan Atap 844,20 m2 205.400,00 173.398.680,00 3,75 1.268.497.920 H PEKERJAAN PENGECATAN 1 Pek. Pengecatan Dinding Baru Interior (2 lapis) 2645,48 m2 83.900,00 221.955.772,00 4,80 1 Pek. Pengecatan Dinding Baru Eksterior (2 Lapis) 2645,48 m2 83.800,00 221.691.224,00 4,79 2 Pek. Pengecatan Langit-langit (2 Lapis) 1600,00 m2 83.900,00 134.240.000,00 2,90 3 Pek. Pengecatan bidang kayu baru (2 lapis) 300,00 m2 52.500,00 15.750.000,00 0,34 593.636.996 I PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1 Pek. Lampu Downlight included Fitting Lampu Downlight 270,00 bh 70.000,00 18.900.000,00 Fitting Lampu 264,00 bh 40.000,00 10.560.000,00 29.460.000 0,64 2 Pek. Instalasi Saklar Dobel Pemasangan 1 m' kabel NYY 3 x 2,5 mm² 420,00 m' 42.903,05 18.019.281,00 Saklar Lampu Dobel 36,00 bh 40.000,00 1.440.000,00 19.459.281 0,42 3 Pek. Instalasi Stop Kontak Pemasangan 1 m' kabel NYY 3 x 2,5 mm² 420,00 m' 42.903,05 18.019.281,00 Saklar Lampu Dobel 36,00 bh 35.000,00 1.260.000,00 19.279.281 0,42 68.198.562 4.626.009.509 100,00 508.861.046 5.134.870.555 TOTAL TOTAL SUB TOTAL D SUB TOTAL E SUB TOTAL F SUB TOTAL G SUB TOTAL H TOTAL PPN 11% JUMLAH TOTAL TOTAL SUB TOTAL I TOTAL (A+B+C+D+E+F+G+H+I)


C. Denah dan Desain


18


19


20


21


22


23


24


25


26 D. Time Schedule Pembangunan Gedung Baru SD YPPSB 3 TIME LINE PEKERJAAN GEDUNG KELAS TAMBAHAN SD YPPSB 3 (TAHUN 2024) Jl. Munthe Kel. Teluk Lingga, Sangatta Utara TAHAP 1 TIME LINE NO URAIAN PEKERJAAN A PEKERJAAN PERSIAPAN 1 Pembersihan Lokasi 2 Pemasangan Bouwplank 3 Mobilisasi dan Demobilisasi Alat untuk Pemancangan 4 Sewa Alat Crane Pancang B PEKERJAAN TANAH DAN URUGAN 1 Pekerjaan Galian Tanah 2 Pekerjaan Urugan Pasir 5 Pekerjaan Urugan Tanah C PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG 1 Pekerjaan Pile Cap190x190x40 (P1) 2 Pekerjaan Pile Cap 90x45x40 (P2) 3 Pekerjaan Pile Cap 80x80x40 (P3) 4 Pekerjaan Concrete Pile 30x30x600 5 Pek. Beton Bertulang Lantai Kerja Bawah Pondasi & Sloof t: 15 cm 6 Pek. Perkuatan Dasar Papan Ulin 7 Pekerjaan Sloof 30/65 Mutu K 300 25 Hari Kerja 10 Hari Kerja 40 Hari Kerja


27 TIME LINE PEKERJAAN GEDUNG KELAS TAMBAHAN SD YPPSB 3 (TAHUN 2024) Jl. Munthe Kel. Teluk Lingga, Sangatta Utara TAHAP 2 TIME LINE NO URAIAN PEKERJAAN C PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG 8 Pekerjaan Kolom 40/40 Mutu K300 9 Pekerjaan Kolom 25/25 Mutu K300 10 Pekerjaan Kolom Praktis 15/15 Mutu K300 11 Pekerjaan Balok Induk 30/65 Mutu K 300 12 Pekerjaan Balok Anak 20/35 Mutu K 300 30 Hari Kerja 13 Pekerjaan Dak Lantai 2 Beton Bertulang 14 Pekerjaan Ring Balok 20/30 Mutu K 300 15 Pekerjaan Tangga Beton Bertulang D PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN 25 Hari Kerja 1 Pasangan dinding bata ringan 2 Plesteran Tembok 3 Acian Tembok 4 Pekerjaan Railing Besi Stainlessteel 5 Pekerjaan pas. Dudukan teras lt.1 30 Hari kerja 30 Hari kerja 25 Hari Kerja 25 Hari Kerja 25 Hari Kerja


28 TIME LINE PEKERJAAN GEDUNG KELAS TAMBAHAN SD YPPSB 3 (TAHUN 2024) Jl. Munthe Kel. Teluk Lingga, Sangatta Utara TAHAP 3 TIME LINE NO URAIAN PEKERJAAN E PEKERJAAN TANGGA LANTAI 1 Pekerjaan Rabat Lantai-1 K-125 t: 7 cm 2 Pekerjaan Pemasangan Lantai 40x40 3 Pekerjaan Pemasangan Lantai Keramik Tangga 40x40 4 Stepnosing 10x60, Roman type polos F PEKERJAAN LANGIT-LANGIT DAN ATAP 1 Pekerjaan rangka atap baja ringan 2 Pekerjaan Pemasangan Atap 3 Pekerjaan Plafond Gypsum Rangka Hollow Galv. 4 Pekerjaan List Plang GRC G PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA 1 Pekerjaan Pintu Kayu Kelas 1 inlclude kusen 2 Pekerjaan Jendela kaca rangka alumunium 3 Pekerjaan Kusen Alumunium 4 Pekerjaan Bovenlight Alumunium 5 Pekerjaan Roster ventilasi Kayu 20x40 H PEKERJAAN PENGECATAN 1 Pekerjaan Pengecatan Dinding Dalam 2 Pekerjaan Pengecatan Dinding Luar 3 Pekerjaan Pengecatan Plafond I PEKERJAAN KELISTRIKAN 1 Pemasangan Instalasi kabel Listrik lampu penerangan (2x2,5) NYYHY 2 Pemasangan Instalasi Stop kontak & saklar (3x2,5) NYYHY 3 Penyambungan daya listrik Baru 4 Pemasangan Panel 5 Instalasi Kipas Angin baling-baling 48" 6 Pemasangan Lampu LED (25 watt) included Fitting 7 Pemasangan Lampu LED (20 watt) included Fitting teras 8 pekerjaan Pemasangan Stop Kontak merk Masko 9 pekerjaan Pemasangan Saklar double merk Masko J PEKERJAAN TOILET 35 Hari Kerja 1 Pekerjaan Toilet (2 Lantai) 16 Bilik 30 Hari Kerja 30 Hari Kerja 30 Hari Kerja 40 Hari Kerja 40 Hari Kerja


29 E. Kesimpulan dan Rekomendasi E.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kelayakan pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 yang dilaksanakan mencakup analisa kebutuhan, dampak lingkungan sosial, kajian teknis dan lingkungan, kajian operasional, serta kajian biaya maka pembangunan SD YPPSB 3 dibutuhkan agar pelaksanaan pembelajaran di YPPSB sesuai dengan standar yang berlaku dan memudahkan dalam operasional layanan pendidikan secara terpusat khususnya untuk SD YPPSB 3. E.2 Rekomendasi Berdasarkan hasil analisis dari berbagai aspek, pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 dinyatakan layak untuk dilaksanakan. Disarankan agar: 1 Dilakukan pengawasan ketat selama pelaksanaan pembangunan untuk memastikan sesuai dengan rencana. 2 Memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan siswa dalam desain dan operasional gedung. 3 Melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung keberhasilan proyek. F. Penutup Setelah melalui berbagai tahapan analisis dan evaluasi yang komprehensif, studi kelayakan ini menunjukkan bahwa rencana pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat yang signifikan, baik dari segi pendidikan, fasilitas, maupun dampak sosial bagi masyarakat. Pembangunan gedung ini tidak hanya mendukung peningkatan mutu pendidikan tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap penyediaan lingkungan belajar yang lebih baik dan kondusif bagi siswa. Hasil kajian ini mencakup aspek analisa kebutuhan, dampak lingkungan sosial, kajian teknis dan lingkungan, kajian operasional, serta kajian biaya, yang keseluruhannya memberikan gambaran bahwa proyek ini layak untuk direalisasikan. Namun, pelaksanaan proyek ini tetap memerlukan perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, serta dukungan dari seluruh pihak terkait agar berjalan sesuai rencana. Laporan ini dapat menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan strategis dan langkahlangkah selanjutnya. Dengan kolaborasi yang baik dari semua pihak, pembangunan gedung baru SD YPPSB 3 diharapkan dapat terlaksana dengan sukses dan memberikan manfaat yang optimal bagi YPPSB dan lingkungan sekitarnya.


30 Daftar Pustaka 1. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2020). Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Sekolah. 2. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2016). Panduan Penyusunan UKL-UPL untuk Proyek Konstruksi. 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidupn 5. BMKG Kabupaten Kutai Timur tahun 2023


Click to View FlipBook Version