TEMA 02 KEBERAGAMAN LINGKUNGAN SEKITAR A. BERKENALAN DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR B. PEMBIASAAN DIRI UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN C. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN KELANGKAAN
A. BERKENALAN DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR 1.Berkenalan dengan Alam 2. Berkenalan dengan Masyarakat
B. PEMBIASAAN DIRI UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN 1. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Udara. 2. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Air 3. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya TanaH 4. Aktivitas Manusia Zaman Praaksara 210 5. Mengenal Leluhur Bangsa Indonesia 220 7G belum 6. Diaspora Bangsa Indonesia
C. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN KELANGKAAN 1. Pembangunan Berkelanjutan 2. Karakteristik Pembangunan Berkelanjutan 3. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia yang Tidak Terbatas 5. Faktor yang Menyebabkan Kelangkaan 6. Dampak Ekonomi atas Kelangkaan Sumber Daya 7. Langkah Pencegahan Kelangkaan Sumber Daya 8. Masalah Pokok Ekonomi
A. BERKENALAN DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR 1. Berkenalan dengan Alam Bumi kita sudah sangat tua dan banyak mengalami kerusakan. Pemanasan global (global warming), efek rumah kaca, polusi udara, air, dan tanah merupakan contoh yang dapat merusak bumi. Kerusakan bumi banyak disebabkan oleh perilaku manusia. Beberapa aktivitas yang menimbulkan kerusakan antara lain, penggunaan teknologi yang menghasilkan polusi, aktivitas membakar hutan atau menebang pohon sembarangan, dan membuang sampah sembarangan.
• Ketika awal penciptaan makhluk hidup, kondisi memengaruhi perkembangan bumi kita sudah stabil dan dapat ditempati dengan baik oleh makhluk hidup. Proses perkembangan bumi sebagai pembabakan sejarah berdasarkan ilmu geologi dibagi ke dalam empat zaman, antara lain: a.Zaman Arkaekum/Arkeozoikum b.Zaman Primer/Paleozoikum c.Zaman Sekunder/Mesozoikum d. Zaman Hidup Baru/Neozoikum
ZAMAN ARKAEKUM/ARKEOZOIKUM •Zaman Arkaekum merupakan zaman tertua yang berlangsung sekitar 2.500 juta tahun lalu. Pada zaman ini, keadaan bumi belum stabil. Suhu bumi masih sangat tinggi dan tanda-tanda kehidupan belum muncul.
ZAMAN PRIMER/PALEOZOIKUM • Paleozoikum atau zaman hidup tua telah berlangsung sekitar 340 juta tahun lalu. Pada zaman ini, mulai ada tanda-tanda kehidupan yang ditandai dengan kemunculan makhluk hidup berupa organisme bersel satu.
ZAMAN SEKUNDER/MESOZOIKUM • Zaman Mesozoikum adalah zaman hidup pertengahan yang sudah berlangsung sekitar 140 juta tahun silam. Pada zaman ini muncul hewan-hewan reptil besar seperti dinosaurus, Oleh karena itu, zaman ini dikenal juga dengan zaman reptil .
ZAMAN HIDUP BARU/NEOZOIKUM ▪ Pada zaman hidup baru dapat dibedakan menjadi dua zaman antara lain: • Tersier Zaman tersier terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini dinosaurus telah punah dan mulai berkembang jenis binatang menyusui atau mamalia. •Kuartier Zaman kuartier mulai terdapat tanda-tanda kehidupan manusia. Pada zaman ini merupakan zaman terpenting bagi kemunculan aktivitas manusia.
Kalian sebagai manusia senantiasa berinteraksi dengan lingkungan alam. Alam merupakan sumber dari kebutuhan yang dibutuhkan oleh manusia. DAMPAK POSITIF • Alam menyediakan kebutuhan manusia seperti barang-barang tambang DAMPAK NEGATIF • Pencemaran Udara • Pencemaran Air • Pencemaran Tanah
PR Amatilah perilaku masyarakat terhadap lingkungan sekitar di sekeliling kalian. Coba kalian deskripsikan temuan dari perilaku dan masalah yang kalian temukan beserta dampaknya. Setelah itu berilah solusi untuk menangani masalah tersebut.
2. BERKENALAN DENGAN MASYARAKAT A. PENGERTIAN INTERAKSI SOSIAL Interaksi sosial merupakan suatu proses dalam bertindak dan bereaksi dengan keberadaan orangorang yang berada di sekitar kita.
B. SYARAT INTERAKSI SOSIAL •KONTAK SOSIAL •KOMUNIKASI BENTUK
KONTAK SOSIAL Kontak sosial merupakan keterlibatan antara seseorang dan individu lain, atau antarkelompok. 1)Kontak langsung (primer) adalah kontak yang secara langsung terjadi tatap muka (tanpa perantara). Contohnya berjabat tangan, berbincang, dan berdiskusi. 2) Kontak tidak langsung (sekunder) seperti melalui email, Instagram
KOMUNIKASI Komunikasi adalah suatu proses dalam menyampaikan pesan dari penyampai pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan). Komunikasi dapat terjadi apabila telah didahului dengan kontak sosial.
C. BENTUK – BENTUK INTERAKSI Interaksi Sosial Disosiatif a. Persaingan b. Kontravensi c. Pertentangan atau Konflik Sosial Interaksi Sosial Asosiatif a. Kerjasama b. Akomodasi c. Asimilasi d. Akulturasi
Interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang positif karena mengarah pada kesatuan.
a. Kerjasama adalah suatu usaha bersama-sama atau individu-individu atau kelompok sebagai usaha mencapai suatu kepentingan atau tujuan yang telah disepakati bersama-sama
Beberapa bentuk dari kerjasama diantaranya : 1. Bargaining adalah bentuk kerjasama dengan melakukan perjanjian untuk pertukaran barang atau jasa diantara organisasi-organisasi, baik dua pihak atau lebih; 2. Coalition (Koalisi), merupakan bentuk kerja sama yang penggabungan antara organisasi dua atau lebih yang berusaha dalam mencapai tujuan bersama yang telah disepakati; 3. Joint Venture adalah kerjasama dalam bentuk pendirian atau penyelesaian dalam suatu proyek-proyek yang dirancang sebelumnya; 4. Cooptation (Kooptasi) merupakan penerimaan suatu unsur yang baru dalam suatu kepemimpinan baru di dalam suatu organisasi atau aktivitas politik
b. Akomodasi adalah suatu proses seorang individu atau kelompok dalam tahap penyesuaian akibat pertentangan yang terjadi sebelum akomodasi, dalam rangka mengatasi ketegangan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu interaksi sosial yang seimbang, tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang berkembang tumbuh di masyarakat.
Bentuk-bentuk dari akomodasi diantaranya adalah 1. Toleration (toleransi) merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan bersama; 2. Coercion (koersi) adalah bentuk dari akomodasi yang prosesnya dilaksanakan secara paksaan, di mana salah satu pihak menguasai pihak lain; 3. Arbitration (perwasitan) suatu bentuk penyelesaian masalah melalui pihak ketiga, apabila masing-masing pihak yang bertentangan tidak mampu menyelesaikan sendiri; 4. Mediation (mediasi) penyelesaian sengketa yang menyerupai arbritation, tetapi pihak ketiga hanya sebagai perantara dan tidak mempunyai kewenangan mengambil prakarsa; 5. Conciliation (konsiliasi) adalah usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih, agar tercapai persetujuan bersama.
c. Asimilasi merupakan pembaruan dari dua kebudayaan yang disertai dengan suatu ciri khas kebudayaan asli yang hilang, sehingga terbentuk kebudayaan baru CONTOH : baju koko yang merupakan asimilasi budaya china dan islam.
d. Akulturasi adalah percampuran kebudayaan. Akulturasi dapat terjadi saat suatu kelompok yang punya kebudayaan tertentu dihadapkan pada suatu unsur budaya asing yang secara sadar atau tidak mulai diterima keberadaannya tanpa berpengaruh pada budaya yang sudah ada. Contohnya seperti bangunan masjid demak yang merupakan tempat ibadah umat islam memiliki corak candi hindu dengan atap bertingkat seperti layaknya candi hindu.
Interaksi sosial disasosiatif atau interaksi sosial disosiatif. Interaksi sosial disosiatif memiliki hasil akhir yang negatif atau berujung pada perpecahan antar individu maupun kelompok.
Persaingan atau kompetisi merupakan interaksi yang bersifat negatif. Contoh dari hal tersebut adalah persaingan antara perusahaan-perusahaan dalam memperebutkan daerah pemasaran
KONTRAVENSI ADALAH SIIKAP UNTUK MENUJU SUATU KETIDAKSENANGAN YANG DISEMBUNYIKAN
Konflik sering terjadi dengan disertai berbagai ancaman dan kekerasan. Pertentangan/konflik mempunyai beberapa macam pertentangan, seperti pribadi, rasial, antarkelas sosial, politik dan internasional.
D. Pembentukan Karakteristik Budaya (Kebiasaan) Masyarakat Daerah Kebudayan adalah segala sesuatu yang tercipta dan dimiliki oleh seorang manusia pada saat berinteraksi secara bersama-sama. Kebudayaan membentuk individu untuk memandang dunia dengan caranya. B
1. Sebutkan 4 pembagian Proses perkembangan bumi berdasarkan ilmu geologi! 2. Bagaimana keadaan bumi pada zaman Arkaekum? 3. Dinosaurus hidup pada Zaman ….. 4. Pada zaman Paleozoikum awal munculnya mahluk hidup berupa …. 5. Zaman Neozoikum dibagi menjadi 2 zaman yaitu…. Dan …, mulai muncul kehidupan manusia pada zaman ….. 6. Apakah yang dimaksud dengan interaksi social? 7. Sebutkan 2 syarat terjadinya interaksi social! 8. Kontak social dibagi menjadi 2, jelaskan! 9. Sebutkan dampak positif dan negatif interaksi manusia dengan lingkungan ! 10.Apakah perbedaan dari interaksi social Asosiatif dengan Disosiatif!
B. Pembiasaan diri untuk melestarikan lingkungan Pelestarian lingkungan hidup merupakan upaya menjaga agar kondisi lingkungan hidup tetap terjaga dengan meningkatkan daya dukungnya. Berikut merupakan beberapa contoh aktivitas pelestarian lingkungan hidup berupa : 1. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Udara 2. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Air 3. Pembiasaan Melestarikan Sumber Daya Tanah
❖ Usaha pelestarian sumber daya udara akibat aktivitas pabrik dapat dilakukan dengan pemasangan alat penyaring udara. ❖ Sedangkan pelestarian sumber daya udara karena asap dari kendaraan bermotor dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat dengan menggunakan sepeda. ❖ Penanaman pohon juga merupakan usaha pelestarian sumber daya udara karena pohon dapat memproduksi oksigen (O2 ) sehingga udara menjadi lebih bersih.
❖Upaya untuk menjaga ketersedian air dapat dilakukan dengan pengaturan siklus hidrologi seperti menyimpan air hujan di dalam profil tanah melalui sumur resapan. ❖melaksanakan program kali bersih, merawat dan membersihkan pintupintu air, dan penindakan bagi pelanggar aturan yang dengan sengaja membuang limbah ke sungai juga harus ditegakkan.
Pelestarian sumber daya tanah dapat dilakukan dengan : ❖ melindungi, memperbaiki tanah agar kembali produktif, dan meningkatkan produktivitas tanah. ❖ Pemanfaatan pupuk organik lebih aman dan tidak mencemari tanah dibandingkan penggunaan pupuk kimia. ❖ Bioremediasi merupakan proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Tujuan kegiatan ini yaitu dapat memecah atau menurunkan tingkat zat-zat yang mencemari lingkungan sehingga menjadi bahan yang tidak beracun. 4
4. AKTIVITAS MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA a. Masa Berburu Dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana b. Masa Berburu Dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut c. Masa Bercocok Tanam d. Masa Perundagian
Masa Berburu Dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana ❖Kehidupan ekonomi : cara mengumpulkan makanan masih sederhana yaitu bergantung pada alam. ❖Kehidupan sosial : hidup secara berkelompok yang tersusun dari keluarga – keluarga kecil dan masih berpindah-pindah. ❖Kehidupan budaya : manusia sudah mampu membuat alatalat sederhana dari batu, tulang dan kayu.
Masa Berburu Dan Mengumulkan Makanan Tingkat Lanjut. ❖Kehidupan ekonomi : manusia sudah mengenal cara cocok tanam dengan system berladang. ❖Kehidupan sosial : manusia secara berkelompok mulai hidup menetap dengan memilih gua sebagai tempat tinggalnya. ❖Kehidupan budaya : selama hidup di gua mereka melukiskan sesuatu di dinding yang menggambarkan suatu pengalaman, perjuangan dan harapan hidup.
Masa Bercocok Tanam ❖Kehidupan ekonomi : manusia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada alam. Manusia sudah mampu mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada masa bercocok tanam diperkirakan manusia sudah melakukan kegiatan perdagangan yang bersifat barter. Barang yang dipertukarkan adalah hasil cocok tanam, hasil kerajinan berupa gerabah dan beliung. ❖Kehidupan social : mereka hidup menetap di suatu tempat secara berkelompok dan membentuk masyarakat perkampungan. ❖Kehidupan budaya : manusia semakin mahir membuat berbagai alat atau perkakas. Alat yang dihasilkan sudah di buat halus dan fungsinya beraneka ragam.
Masa Perundagian ❖Kehidupan ekonomi : manusia sudah mengenal pengaturan air agar kegiatan pertanian tidak sepenuhnya tergantung pada air hujan. Hasil pertanian disimpan untuk masa kering dan mungkin juga diperdagangkan ke daerah lain. Kegiatan peternakan juga ikut berkembang, hewan ternak yang dipelihara lebih beragam (kuda dan unggas). Perdagangan masih bersifat barter namun sudah mampu menjangkau tempat yang jauh, yakni antar pulau. ❖Kehidupan social : perkampungan mulai bersatu yaitu terbentuk dari bersatunya beberapa kampung hingga jumlah kelompok penduduk bertambah banyak. Masyarakat tersusun dalam kelompok yang beragam (petani, pedagang, undagi/pengrajin/tukang) ❖Kehidupan budaya :alat yang dihasilkan terbuat dari logam. Masyarakat meyakini bahwa arwah nenek moyang berpengaruh terhadap perjalanan hidup manusia dan masyarakat.
5. NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA ❑Paul dan fritz sarasin mengemukakan bahwa penduduk asli indonesia adalah suatu ras yang berkulit gelap dan bertubuh kecil ❑Ras lain yang menghuni kepulauan indonesia adalah proto melayu dan deutro melayu. ❑Ras lain yang juga terdapat di kepulauan indonesia adalah ras melanesoid.
DIASPORA BANGSA INDONESIA Istilah Dispora Indonesia Sering Dipersepsikan Sebagai Orang Indonesia Yang Lama Tinggal Di Luar Negeri. Diaspora Adalah Sebuah Perpindahan Dari Sekelompok Orang Yang Meninggalkan Tanah Air Mereka Ke Wilayah Baru Untuk Pemukiman Baru.
ORANG BUGIS DAN DAYAK DI AFRIKA SELATAN Orang bugis dan dayak di afrika selatan orang bugis dan mandar terkenal sebagai suku yang pandai melaut dan membuat kapal pinisi. Pada masa lampau, etnis dayak berlayar dengan perahu ke samudra hindia dan diduga terdampar di madagaskar yang sebelumnya tidak berpenghuni. Orang bugis dan dayak diduga menjadi salah satu dari diaspora bangsa indonesia yang datang pertama ke madagaskar dan afrika selatan. Mereka kemungkinan besar dibawa oleh belanda sebagai tawanan politik dan dipekerjakan sebagai budak di tanjung harapan. Mereka tidak pernah kembali dan menetap di madagaskar/afrika selatan. Salah satu dari tawanan politik yang dibawa belanda ke afrika selatan adalah syekh yusuf, seorang tokoh bugis dari gowa makassar. Beliau menetap di afrika selatan dan menyiarkan agama islam di sana terutama di kalangan para budak yang kemudian membentuk komunitas islam. Sebagai tanda penghormatan, salah satu kota kecil tempat ia berdakwah di afrika selatan dinamakan macassar.
SUKU BUGIS DI MALAYSIA • Suku Bugis didatangkan oleh pemerintah Belanda ke Tawau, Sabah pada tahun 1882-1885 untuk membangun daerah Tawau dan membuka perkebunan kelapa. Suku Bugis bermigrasi secara kelompok yang dipimpin oleh tokohtokoh bangsawan. Kaum laki-laki datang terlebih dahulu dan selanjutnya membawa keluarga mereka. Suku Bugis dari generasi pertama memperoleh tanah dan membuka usaha-usaha perkebunan di Sabah. Mereka juga melakukan perdagangan dan menangkap ikan. • Suku Bugis mendapat tempat istimewa dan punya posisi penting di Sabah. Proses penggabungan kebudayaan Bugis ke Malaysia dengan cara menjadi orang Melayu. Mereka menjadi seorang Muslim, menggunakan bahasa Melayu dan menerapkan adat istiadat Melayu. Orang-orang Bugis mudah untuk melakukan hal tersebut karena budaya, bahasa, dan adat istiadat yang tidak berbeda jauh.
ORANG MAKASAR (THE MACASSANS) DI AUTRALIA • Orang Makassar (The Macassans) adalah suku pelaut dari Sulawesi Selatan, Indonesia yang secara rutin berlayar ke Australia sejak abad ke-17 untuk mencari teripang (sea cucumber). Mereka menyebut daerah Arnhem di Australia Utara dengan Marege dan wilayah barat laut Australia dengan sebutan Kayu Jawa. Orang Makassar berdagang dengan penduduk setempat dan membeli kulit kura-kura, kayu besi, mutiara, dan kulit kerang. Mereka juga menyediakan kebutuhan suku Aborigin seperti makanan, tembakau, alkohol, baju, panah, dan pisau.