BEST PRACTICE Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait dengan Penerapan Pendekatan Saintifik, Model Problem Based Learning, Metode Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan, Presentasi, Media Video, Canva Presentasi, Live Worksheet (LKPD) dan Game Interaktif Kahoot (Evaluasi) untuk Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik dalam Materi Menulis Ringkasan Cerita Wayang Ramayana “Kidang Kencana” Kelas VII Semester Genap MTsN 1 Cilacap Penyusun : Nama : Wiji Budi Lestari NIM : 22001039317466063 Kelas : Bahasa Jawa 03 KEMENAG Kelompok : C PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2023
KATA PENGANTAR Segala ucapan syukur kita curahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah, yang berjudul : “Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran”. Penulis menyadari bahwa keberhasilan penyusunan karya ilmiah ini tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada: 1. Bapak dan Ibu Dosen Pembimbing dalam PPG Daljab Kemenag 2023 2. Bapak dan Ibu Guru Pamong dalam PPG Daljab Kemenag 2023 3. Rekan-rekan PPG Daljab Kemenag 2023 4. Bapak Drs. Kusnandar, M.Ag sebagai kepala madrasah MTs Negeri 1 Cilacap 5. Rekan-rekan Guru MTs Negeri 1 Cilacap Penulis menyadari bahwa di dalam penulisan karya ilmiah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kebaikan di masa yang akan datang. Akhir kata semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan pembaca. Penulis Wiji Budi Lestari, S.Pd.
LK 3.1 Menyusun Best Practice Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi MTsN 1 Cilacap Lingkup Pendidikan Madrasah Tsanawiyyah Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik dalam Materi Menulis Ringkasan Cerita Wayang Ramayana “Kidang Kencana” Kelas VII Semester Genap MTsN 1 Cilacap Menggunakan Model Problem Based Learning dengan Media Video Youtube, Anyflip, Canva presentasi, dan Liveworksheet untuk LKPD, serta game interaktif Kahoot untuk Evaluasi. Penulis Wiji Budi Lestari Tanggal 05 Juli 2023 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. A. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah Rendahnya kemampuan siswa kelas VII MTsN 1 Cilacap memahami teks menggunakan bahasa Jawa dalam cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. Hal ini disebabkan beberapa faktor : 1. Media yang digunakan kurang menarik 2. Bahan ajar yang digunakan kurang tepat 3. Buku bacaan yang terbatas dan kurang bervariasi khususnya buku bacaan cerita wayang 4. Bahasa yang digunakan dalam cerita wayang sulit dipahami oleh siswa 5. Guru masih menggunakan model dan metode pembelajaran yang kurang inovatif 6. Minimnya sumber belajar seperti bausastra yang tersedia di sekolah 7. Banyak kosakata yang dianggap asing oleh peserta didik 8. Peserta didik cenderung pasif dalam mencari informasi dan hanya mengandalkan guru sebagai sumber informasi utama di kelas 9. Peserta didik tidak terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Jawa, karena komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Indonesia 10. Peserta didik merasa malu untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa karena dianggap ketinggalan jaman atau kurang menarik B. Pentingnya Praktik Ini Untuk Dibagikan Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan karena beberapa hal sebagai berikut : 1. Praktik pembelajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi sesama guru bahasa Jawa yang mengalami permasalahan yang sama, yaitu
tentang menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. 2. Bisa memotivasi diri guru sendiri dan juga diharapkan bisa menjadi referensi atau inspirasi bagi rekan guru yang lain. Metode pembelajarannya yang lebih bervariasi. Media, alat, dan bahan pembelajaran yang lebih inovatif. Proses pembelajaran yang lebih terstruktur. Pembelajaran berpusat kepada peserta didik dan guru berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran yang lebih menarik sehingga peserta didik lebih fokus dan tercapainya tujuan pembelajaran sesuai apa yang direncanakan oleh guru. C. Peran dan Tanggung Jawab sebagai Guru Peran saya sebagai guru dalam praktik ini adalah memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bahasa Jawa khususnya materi menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. Tanggung jawab saya sebagai guru dalam praktik pembelajaran ini adalah membuat desain pembelajaran yang kreatif, dan menarik dengan menggunakan media, pendekatan, model, dan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan pembelajaran Abad 21, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif agar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi menulis cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana.” Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? Berdasarkan kajian literatur dan hasil wawancara terhadap stake holder madrasah dan teman sejawat tantangan yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” Kelas VII Semester Genap MTsN 1 Cilacap bersumber dari beberapa faktor, yaitu faktor guru, faktor peserta didik, dan faktor fasilitas madrasah. Faktor-faktor tersebut sebagai berikut : 1. Faktor Guru a. Guru tidak meningkatkan kemampuan pedagogiknya dalam membuat media yang menarik. b. Guru tidak melakukan diagnostik di awal pembelajaran c. Guru tidak mengikuti pelatihan pengembangan diri dalam ranah pedagogik 2. Faktor dalam Diri Siswa a. Peserta didik tidak terbiasa menggunakan bahasa yang digunakan dalam teks cerita wayang dalam komunikasi sehari-hari
b. Siswa memiliki minat baca yang kurang sehingga perbendaharaan kosakatanya terbatas c. Pengaruh penggunaan gawai yang kurang diawasi orangtua membuat siswa malas membuka buku dan lebih memilih memainkan gawainya 3. Faktor Fasilitas di Madrasah a. Perpustakaan tidak melakukan observasi terhadap jenis buku bacaan yang diminati peserta didik serta menunjang proses pembelajaran bahasa Jawa dalam materi cerita wayang Ramayana Berdasarkan tantangan yang telah dipaparkan di atas, yang harus terlibat dalam praktik pembelajaran ini adalah guru sebagai pengajar yang harus menguasai kemampuan pedagogik dan profesional. Yang kedua adalah peserta didik yang bermasalah dengan motivasi belajar khususnya dalam pelajaran Bahasa Jawa. Kepala madrasah sebagai pembuat kebijakan, dan teman sejawat sebagai observer untuk memberikan kritik dan masukan yang membangun sekaligus motivator serta membantu dalam proses perekaman kegiatan pembelajaran. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Langkah-langkah yang harus dilakukan berdasarkan tantangan-tantangan yang telah dijelaskan diatas yaitu : 1. Berkaitan dengan media ajar, guru menggunakan media yang menarik seperti menggunakan video youtube dalam penyampaian cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana,” serta melakukan penguatan dengan memberikan materi melalui media buku digital berupa anyflip. Serta, dalam proses pembelajaran di kelas guru juga menggunakan media presentasi dalam mendukung penyampaian materinya yang dibuat menggunakan aplikasi canva. Media ajar tersebut tentunya sudah berbasis TPACK sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad 21 sehingga minat peserta didik terhadap pembelajaran meningkat khususnya pada pembelajaran bahasa Jawa, serta peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Berikut link media pembelajaran yang digunakan : a. Video Youtube Cerita Wayang Ramayana “Kidang Kencana” Link video : https://www.youtube.com/watch?v=D8KEpy wzeV4
b. Link Anyflik Cerita Wayang Ramayana “Kidang Kencana” Link Bahan Ajar : https://anyflip.com/bkofv/ksac/. c. Media Presentasi Menggunakan Aplikkasi Canva Presentasi
2. erkaitan dengan penilaian, guru melakukan penilaian dari seluruh aspek, mulai dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan instrumen yang lengkap mulai dari kisi-kisi, indikator ketercapaian pada setiap ranah dan rubrik penilaian. Untuk aspek kognitif guru memberikan penilaian melalui media game interaktif Kahoot untuk mengetahui ketercapaian ranah kognitif peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. Penilaian diaspek psikomotor guru menggunakan media LKPD (Lembar Kerja Peserta Didi) online melalui Liveworksheet untuk mengetahui kemampuan siswa dalam aspek keterampilan menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. Penilaian pada aspek afektif dilakukan dengan lembar pengamatan/jurnal pengamatan. Berikut media yang digunakan untuk melakukan penilaian : a. Penilaian Ranah Kognitif Menggunakan Game Interaktif Kahoot Link game interaktif Kahoot : https://create.kahoot.it/details/be7d90e9- a15a-473b-8d1f-dca56ffacaa1 b. Penilaian Ranah Psikomotor Menggunakan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) online dengan Memanfaatkan Aplikasi Liveworksheet Link Liveworksheet : https://www.liveworksheets.com/8- nt342458qo
c. Penilaian Afektif dengan Lembar Pengamatan atau Jurnal Pengamatan Strategi apa yang digunaka? Strategi yang digunakan dalam praktik pembelajaran baik ini adalah : 1. Pemilihan Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik peserta didik
dan materi pembelajaran. Dalam materi pembelajaran menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” digunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini dalam pengaplikasikannya memuat kegiatan yang melibatkan keaktifan peserta didik mulai dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi (mencoba), menalar (mengasosiasikan), dan mengkomunikasikan. 2. Pemilihan Model Pembelajaran Model pembelajaran yang dipilih dalam praktik pembelajaran baik ini adalah Problem Based Learning (PBL). Model pembelajaran ini memungkinkan peserta didik untuk berperan aktif dalam pembelajaran dan guru hanya sebagai fasilitator. Pada awal pembelajaran peserta didik melakukan orientasi masalah yang mendorong peserta didik untuk belajar dan bekerjasama secara kooperatif dalam kelompok untuk mencari dan mendapatkan solusi. Peserta didik juga dituntut untuk berpikir kritis dan analitis serta mampu menetapkan dan menggunakan sumber daya pembelajaran yang sesuai untuk menyelesaikan masalah. 3. Pemilihan Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang digunakan dalam praktik pembelajaran baik ini yaitu metode diskusi, tanya jawab, penugasan, dan presentasi. Dalam praktik pembelajaran, peserta didik melakukan diskusi dan tanya jawab berkaitan dengan materi menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana.” Setelah melakukan diskusi dan tanya jawab beserta kelompoknya dan guru, peserta didik kemudian melakukan presentasi dari hasil diskusi tersebut. Diakhir pembelajaran guru memberikan penugasan secara individu untuk mengukur kemampuan menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”. Bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat? Berikut ini proses pembelajaran yang sudah saya laksanakan dengan materi menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana: 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan
menyapa dan memberi salam serta memeriksa kerapian pakaian peserta didik dan kebersihan kelas, dan peserta didik menjawab sapaan serta salam guru (4C-communication) b. Perwakilan peserta didik memimpin berdoa untuk memulai pembelajaran c. Guru memeriksa kehadiran peserta didik d. Guru memberikan motivasi belajar kepada peserta didik e. Guru memberikan apersepsi tentang apa yang akan dipelajari, peserta didik menelaah (C4) kembali tentang jenis wayang dan tokoh-tokoh wayang dalam cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana" dengan bernalar kritis (PPP, 4C-(comunicaton, critical thinking)) f. Guru menjelaskan tentang hal-hal yang akan dipelajari, tujuan yang akan dicapai dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. (4C-communication) g. Guru menjelaskan cakupan materi metode pembelajaran, serta penilaian yang akan dilakukan pada pertemuan ini. (4Ccommunication) 2. Kegiatan Inti a. Orientasi Masalah Peserta didik menyimak video pada tayangan youtube cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana dengan link : https://www.youtube.com/watch?v=D8KE pywzeV4 (PPP, Integrasi-ICT, 4C- (colaboration, critical thinking, comunication)) Peserta didik dibimbing guru untuk menganalisis (C4) unsur-unsur intrinsik dalam cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana" secara mandiri dan bernalar kritis Guru membagikan link anyflip (https://anyflip.com/bkofv/ksac/) yang berisikan materi ajar tentang cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” dan peserta didik menelaah (C4) Peserta didik melakukan tanya jawab dengan guru tentang materi dalam bahan ajar tersebut dengan bernalar kritis. (Integrasi-ICT, 4C-critical thinking) b. Mengorganisasi Peserta Didik
Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 peserta didik untuk berdiskusi menyimpulkan (C5) isi teks cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana" dengan bergotong royong dan bernalar kritis. (4C-(colaboration, critical thinking, comunicatioan), PPP) Peserta didik mengaplikasikan (C3) penjelasan tugas pada LKPD dengan link https://www.liveworksheets.com/8- nt342458qo untuk mendiskusikan ringkasan isi dalam cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” dengan bantuan gambar secara kreatif, bernalar kritis, dan bergotong royong. (4C- (colaboration, comunication, crtitical thinking, creative), PPP) c. Membimbing Peserta Didik Peserta didik secara berkelompok melakukan diskusi untuk menulis (P5) ringkasan cerita dalam cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” melalui bantuan gambar secara kreatif, bernalar kritis, dan bergotong royong. (4C- (comunication, colaboration, critical thinking, creative), PPP) Guru dengan rasa tanggung jawab membimbing peserta didik, baik secara berkelompok maupun individu dalam proses menulis ringkasan cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana". (4C- (colaboration, comunication) d. Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Peserta didik beserta kelompoknya mempresentasikan (C6) hasil diskusinya berkaitan dengan menulis (P5) ringkasan cerita bergambar wayang Ramayana "Kidang Kencana" secara bernalar kritis dan bergotong royong. (4C- (comunication, colaboration, critical thinking, creative), PPP) Peserta didik dari kelompok lain terlibat aktif dengan memberikan tanggapan (C5) kepada kelompok yang sedang melakukan presentasi dengan mandiri dan gotong royong serta bernalar kritis. (4C- (comunicatioan, colaboration, critical thinking), PPP)
e. Menganalisis dan Mengevaluasi Hasil Peserta didik mengumpulkan LKPD hasil diskusi dan presentasi yang sudah diberikan tanggapan oleh peserta didik yang lain dengan mandiri dan bergotong royong. (4C-(comunication, colaboration), PPP) Guru memberikan reward kepada peserta didik yang telah aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran dalam bentuk hasil karya ringkasan cerita bergambar cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana", akan diunggah di sosial media milik madrasah yaitu instagram serta memberikan motivasi bagi peserta didik yang belum aktif (Integrasi-ICT, PPP, 4C- (comunication, creative)) Peserta didik mengerjakan evaluasi/penilaian tentang ketercapaian tujuan pembelajaran dengan mandiri dan bernalar kritis, melalui media evaluasi berbasis game berupa Kahoot dengan link : https://create.kahoot.it/details/be7d90e 9-a15a-473b-8d1f-dca56ffacaa1 (Integrasi-ICT, PPP) 3. Kegiatan Penutup a. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan tentang pembelajaran yang sudah dilaksanakan (4C-(collaborative, creative, communication)) b. Peserta didik dengan bernalar kritis bersama-sama dengan guru merefleksikan kegiatan dan target yang dicapai (4C- (communication, collaboration), PPP) c. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut berupa remedial dan pengayaan, serta penugasan meringkas cerita wayang Ramayana "Kidang Kencana" secara individu d. Guru menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya e. Guru mengakhiri kegiatan dengan kata penutup, doa dan salam yang dipimpin oleh perwakilan siswa (4C-(comunication, colaboration) Pihak-pihak yang terlibat dalam praktik pengalaman baik ini adalah :
1. Kepala Madrasah 2. Wakil Kepala bagian Kurikulum, Kesiswaan, dan Sarpras 3. Guru Mata Pelajaran Bahasa Jawa 4. Rekan Sejawat 5. Peserta Didik khususnya kelas VII H Sumber atau materi yang diperlukan dalam strategi ini adalah: Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini adalah Guru menggunakan video, aplikasi anyflip, media presentasi menggunakan canva presentasi, game interaktif Kahoot, Liveworksheet untuk media LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), TV digital, 3 HP, 2 Laptop, tripod, 1 handycam, jaringan internet, papan tulis, spidol, dan alat tulis. Dari peserta didik menggunakan buku pendamping bahasa Jawa, bahan ajar yang disusun oleh guru, dan LKPD. Guru juga harus memahami mengenai model pembelajaran yang digunakan, kemampuan Guru menggunakan teknologi aplikasi, perangkat pembelajaran guru. Hal ini mendukung suksesnya strategi yang direncanakan. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari aksi langkah-langkah yang dilakukan yaitu : 1. Dampak dari penggunaan media yang menarik melalui tayangan video pembelajaran yaitu meningkatnya minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Jawa khususnya pada materi menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana” 2. Respon peserta dikit terkait dengan strategi yang dilakukan, sebagian besar peserta didik merasa senang jika pembelajaran menggunakan media yang menarik seperti video youtube untuk penyampaian cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana”, media anyflip untuk menyampaikan penguatan materi, canva presentasi untuk membantu guru menyampaikan materi di kelas, liveworksheet untuk media mengerjakan LKPD, dan media game interaktif Kahoot untuk evaluasi. 3. Indikator keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam pemilihan model pembelajaran dan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik yang dikembangkan dalam rancangan pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar yang dibuat.
4. Pembelajaran dari keseluruhan proses pembelajaran tersebut adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam memilih model pembelajaran dan media pembelajaran agar materi yang disampaikan mudah dipahami, menarik, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat terlibat aktif dalam pembelajaran yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil Efektifitasnya yaitu : Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa model pembelajaran, metode pembalajaran, dan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran sangat efektif, dan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran menulis ringkasan cerita wayang Ramayana “Kidang Kencana.” Hasil Evaluasi menggunakan media game interaktif Kahoot Hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan Liveworksheet
Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan: Respon orang lain terutama peserta didik terhadap pembelajaran yang dilakukan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan media video youtube, anyflip, canva presentasi, Liveworksheet, serta Kahoot adalah peserta didik terlibat aktif, antusias, termotibasi, dan senang serta tertarik untuk mengikuti pembelajaran bahasa Jawa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan pada saat proses pembelajaran dan respon peserta didik dalam mengerjakan LKPD serta evaluasi. Faktor Keberhasilan dari praktik pembelajaran Faktor keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan sangat ditentukan oleh perisapan yang matang sebelum proses pelaksanaan pembelajaran dan didukung oleh kemampuan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, inovatif, dan menyenangkan dengan cara memilih model pembelajaran serta media pembelajaran yang dikembangkan dalam RPP ataupun Modul Ajar. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang menjadi faktor keberhasilan dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai berikut : 1. Ketepatan dalam memilih Model Pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik sebagai pusat dalam proses pembelajaran (student center) 2. Ketepatan dalam memilih media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga peserta didik lebih tertarik, termotivasi, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran 3. Kerjasama dan dukungan dari pihak madrasah, mulai dari Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Sarpras, Waka Kesiswaan, rekan-rekan
guru dan peserta didik khususnya kelas VII H Pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Berdasarkan evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang menarik, kreatif, dan inovatif untuk peserta didik sesuai dengan karakteristiknya. Guru memegang peran penting dalam keberhasilan tujuan pembelajaran yang akan dicapainya. Guru juga dituntut untuk selalu aktif, kreatif, dan inobatif serta menguasai berbagai kemampuan dalam memanfaatkan teknologi agar dapat mengembangkan serta meningkatkan minat belajar dan motivasi belajar peserta didik sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.