SMA Santa Theresia Tahun Ajaran 2023/2024 PENERAPAN PANCASILA DAN NILAI SERVIAM (INTEGRITAS) Cara menyikapi perubahan ideologi dengan kacamata Kristiani IDEOLOGI MODERN Budaya dan mindset modern YAYAYA!! “Menjadi pemimpin yang peduli, kreatif, dan berwawasan global.”
1 7 IDEOLOGI MODERN 5 TENTANG PENULIS 4 KATA PENGANTAR 9 KONSUMERISME 11 HEDONISME 13 FEODALISME 15 KERAJINAN NUSANTARA 17 PERMAINAN 21 REFLEKSI 22 DESKRIPSI KERJA 23 KATA PENUTUP 24 DAFTAR PUSTAKA
2 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan dan rahmat-Nya yang dilimpahkan bagi kami sehingga E-Magazine yang bertopik tentang penerapan Pancasila dan nilai integritas ini dapat terselesaikan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada banyak pihak yang telah membantu kami dalam proses penyusunan E-Magazine ini, termasuk Bapak/Ibu guru, keluarga, dan temanteman yang terkasih. Terlepas dari itu, kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam karya kami. Namun, kami harap EMagazine ini dapat menyadarkan kita tentang betapa pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dan integritas dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi manfaat bagi pembaca.
Jessylea Mikaela Gunawan X.6/13 3 Rafael Aditya Widananto X.6/26 Nicholas Derrick Wijaya X.6/24
Jessylea Mikaela Gunawan Rafael Aditya Widananto Nicholas Derrick Wijaya Sebenarnya, nama majalah kami “YAYAYA!!” itu diambil dari penggalan nama-nama anggota kelompok kami, lho! JessyleYA, AditYA, dan WijaYA Kami terinspirasi dari bunyi sorakan semangat banyak orang sebagai bentuk nilai Semangat Persatuan, maka dari itu kami juga menambahkan dua tanda seru di belakangnya supaya teman-teman juga bisa merasakan euphoria meriahnya meskipun hanya lewat tulisan. 4
KITA AKAN MEMBAHAS TENTEMAN-TEMAN PASTI PENA
NTANG IDEOLOGI MODERN. ASARAN, KAN? YUK, DIBACA!
Istilah ideologi berasal dari bahasa Prancis “Idéologie” yang berasal dari gabungan bahasa Yunani “Idea” yang berarti gagasan dan “logia” yang berarti studi. 7 Secara definisi, ideologi adalah bentuk pemikiran, gagasan, dan tindakan yang dilakukan oleh setiap individu atau kelompok masyarakat. Ideologi berisi pola hidup dan budaya tertentu yang dianut oleh masyarakat, khususnya di sebuah negara tertentu.
8 Ideologi modern berarti suatu pemikiran atau mindset kelompok masyarakat yang berdasar pada modernisasi zaman dan perkembangan budaya seiring berjalannya waktu. Kita bisa melihat terapan ideologi ini di sekeliling kita, lho! Ideologi merupakan lensa untuk memandang dunia. Seiring dengan perkembangan zaman, ideologi kita juga ikut berubah karena berbagai faktor. Pemikiran kita berubah sehingga kebiasaan, pola hidup, dan budaya pun berubah sesuai ideologi yang kita yakini.
9
Apakah teman-teman sudah mengenal tentang ideologi konsumerisme? Konsumerisme adalah tatanan ekonomi dan sosial yang mendorong pembelian barang atau jasa dalam jumlah besar secara terus-menerus. Ideologi ini berkembang secara global. Tindakan konsumerisme ini merupakan dampak dari globalisasi dan kapitalisme modern yang berdasar pada nilai materialistis. Seorang sosiolog bernama Jean Baudrillard menyebutnya sebagai budaya konsumsi yang menciptakan hasrat terus-menerus untuk mengonsumsi. Tindakan konsumerisme diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal tentang pemahaman dan keyakinan terkait gaya hidup) dan faktor eksternal tentang tren yang beredar di media sosial, tekanan luar, pemasaran, dan citra diri. Masyarakat mengonsumsi barang secara berlebihan demi suatu tujuan, yaitu keinginan untuk tampil berbeda, kebanggaan terhadap penampilan, ikutikutan atau takut ketinggalan tren (fomo), dan dorongan agar menarik perhatian atau validasi dari orang lain. Hayo... apakah teman-teman memiliki mindset konsumerisme? 10 Membeli barang secara berlebihan merupakan tindakan yang tidak baik dan tidak sesuai dengan sila Pancasila, lho! Sifat konsumtif bertentangan dengan sila ke-5, yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” karena keingannya untuk terus boros dan menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak terlalu penting yang di mana kebiasaan tersebut tidak sesuai dengan keadilan yang harusnya tercipta di antara seluruh warga negara Indonesia. Perilaku konsumtif menunjukkan ketidakadaannya integritas dalam pribadi seseorang. Sebagai solusi untuk permasalahan tersebut, teman-teman dapat menyumbangkan uang dan barang untuk sesama lain yang lebih membutuhkan sebagai bentuksikap integritas. Bersedekah juga termasuk dalam nilai kemanusiaan, sehingga sebagai anggota Gereja kita langsung dapat menerapkan nilai cinta dan belas kasih.
11 Kalau perilaku dan kebiasaan konsumtif itu bertentangan dengan nilai Pancasila dan ajaran Gereja, apakah ideologi yang satu ini juga, ya? Ternyata hedonisme juga merupakan salah satu pemikiran dan kebiasaan yang bertentangan dengan sila ke-5 Pancasila. Kebiasaan untuk menghamburkan uang demi kesenangan sementara merupakan kebiasaan yang tidak baik dan tidak menunjukkan adanya keadilan sosial. Sebagai anggota Gereja, kita harusnya bisa menyikapi hal tersebut dengan baik serta tidak mengikuti gaya hidup boros dan gemar menikmati kesenangan duniawi. Kesadaran dalam diri kita juga perlu ditingkatkan agar kita dapat memahami skala prioritas, mana yang harus terlebih dahulu dipenuhi. Berbijaklah dalam meladeni kesenangan, ya, teman-teman! Jangan sampai nikmatnya hanya sementara, tapi malah rugi belakangan...
12 Hedonisme juga dapat diartikan pula sebagai pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan merasakan bahagia dengan cara mencari kebahagiaan sebanyak mungkin serta dengan cara bagaimana pun harus menghindar dari perasaan yang dapat membuatnya merasakan sakit. Hedonisme adalah kebalikan dari sifat hidup seadanya atau sederhana. Ada sebagian orang yang memiliki gaya hidup sederhana karena lebih nyaman dengan kesederhanaan, namun ada pula yang lebih menyukai gaya hidup yang mewah. Mewah belum tentu bisa dikatakan sebagai hedonisme, hedonisme lebih mengarah pada membeli barang namun sebenarnya tidak terlalu membutuhkan alias hanya menghamburkan uang. Di mana hedonisme merupakan kesenangan berada di atas manfaat atau kebutuhan. Kalau dilihat-lihat, mindset konsumerisme yang sudah kita bahas sebelumnya nyambung ke ideologi hedonisme juga, ya? Karena dua pemikiran tersebut sama-sama bertujuan untuk mencari kesenangan dengan menghamburkan uang.
13 Lukisan “The Harvesters” oleh Pieter Bruegel the Elder pada 1565
14 Selain konsumerisme dan hedonisme, ada juga feodalisme, yaitu pemikiran seseorang yang lebih mengagungkan jabatan dibanding prestasi. Feodalisme diambil dari kata bahasa Inggris “feudalism” yang berasal dari bahasa Latin “feudum” , berarti sebidang tanah yang diberikan untuk sementara kepada seorang vasal selama ia menjabat. Feodalisme merupakan sistem sosial yang menunjuk pada golongan bangsawan atau borjuis yang dianggap berkuasa karena memiliki jabatan. Budaya ini sudah berkembang di Indonesia sejak zaman penjajahan karena banyaknya kerajaan-kerjaan yang tersebar di wilayah Nusantara, serta warisan dari para penjajah dahulu kala karena berdasarkan Oxford Learner’s Dictionary, feodalisme adalah sebuah sistem sosial kemasyarakatan yang berkembang di Eropa pada Abad Pertengahan. Masyarakat Indonesia sudah menentang segala bentuk feodalisme di negara ini karena tidak sesuai dengan nilai Pancasila ke-3, yaitu “Persatuan Indonesia” di mana pemikiran akan pihak yang berkuasa harus ‘diagungkan’ sehingga menciptakan kelas sosial dalam masyarakat dan pada akhirnya mengakibatkan perpecahan akibat konflik yang terjadi. Pihak yang memiliki keterikatan dengan Raja atau seorang yang berkuasa pun merugikan pihak lain pula karena mereka memiliki privilege untuk mengakses hal-hal tertentu, seperti misalnya lebih mudah mendapatkan pendidikan. Feodalisme ini juga tidak sesuai dengan ajaran Kristiani tentang semua manusia sama di mata Tuhan, berbanding terbalik dengan prinsip feodalisme yang meninggikan derajat seorang Raja atau pihak yang berkuasa. Sebagai anggota Gereja, seharusnya kita menyikapi hal tersebut dengan bijak, yaitu dengan menganggap semua orang dengan sama rata. Kita juga harus meningkatkan kesadaran bahwa semua orang memiliki kewajiban serta haknya masing-masing, pantas untuk menerimanya sebagai perwujudan nilai keadilan sosial. Bentuk saling menghargai hak satu sama lain dengan persahabatan
PRODUK KERAJINAN NUSANTARA Teman-teman tahu, enggak? Mangkuk keramik yang terbuat dari tanah liat ini merupakan salah satu jenis kebudayaan Indonesia, lho! Mangkuk keramik ini dibuat dengan tangan sendiri, yang pasti hasilnya berbeda untuk setiap produknya! Mangkuk ini dibuat dengan tujuan untuk memperkenalkan kerajinan tangan Nusantara kepada masyarakat serta melestarikan budaya khas Indonesia. Mangkuk ini memiliki beberapa manfaat juga, seperti untuk meletakkan hidangan camilan, pajangan, atau sebagai wadah makanan berkuah. Membuat dan mempromosikan mangkuk keramik ini juga merupakan salah satu upaya kita untuk melestarikan budaya Nusantara yang mulai hilang akibat perkembangan zaman dan ideologi. Warisan budaya semacam ini sudah dianggap kuno sehingga ditinggalkan masyarakat. Kami akan membahas mengenai mangkuknya sendiri dan juga hiasan yang dilukis pada mangkuknya. Kira-kira hiasan apa yang dilukis pada mangkuk di atas, ya? MANGKUK KERAMIK TANAHLIAT 15
Tanah liat Air Cat akrilik Bahan: Kayu bulat atau penggiling Meja Putar Tali pemotong Cetakan Pisau pahat Butsir Sudip Tungku pembakaran Kuas Alat: Yap, betul seratus persen! Hiasan pada mangkuk tersebut merupakan kebudayaan Betawi. Budaya Betawi yang kami lukis pada mangkuk keramik tersebut adalah gigi balang. Gigi balang merupakan ornamen khas Betawi yang digunakan sebagai hiasan pada lipslang rumah-rumah di Jakarta. Gigi balang bermakna sesuai namanya, yaitu balang atau belalang yang hanya bisa mematahkan kayu menggunakan giginya secara terus-menerus dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadikan ornamen ini sebagai lambang kekokohan, kegagahan, dan wibawa. Untuk membuat produk mangkuk keramik ini dibutuhkan: Menyiapkan tanah liat yang mudah dibentuk dan terbuat dari bahan baku pasir. Basahi tanah liat dengan air, lalu bentuk tanah liat menjadi mangkuk dengan menggunakan alat meja putar. Jemur hasil dari tanah liat di bawah sinar matahari. Bakar keramik dengan tungku besar agar tidak mudah pecah ataupun retak. Lukis mangkuk dengan cat dan hias dengan kreasi khas Betawi. Mangkuk dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Proses pembuatan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 16 YUK, LESTARIKAN BUDAYA KITA!
17 S I A F E O D A L I S M E N S I M E R I F S M E N T G I O I E M P U A O P S D D G N C H S D E N O A O P O P A G O I I I S M M T D R G A Y T T A N A S I O I E I S N A E C O O S M L N R R O F C H S M A D O T K A G N R G A I D K E E S A R E E I I S S D N T I H I R E M T S T N I U I I S N A L O A N A A I L P M C A S L R S L I S S L A E I I D E O L O G I I N I I I I N E K O N S U M E R I S M E Cari dan lingkari kata-kata berikut! mindset, prioritas, ideologi, konsumerisme, media sosial, feodalisme, integritas, modernisasi, hedonisme, pancasila, gaya hidup, fomo Perhatikan kata-kata yang sudah kamu temukan tadi, lalu lakukan berbagai permainan di halaman berikutnya!
Derrick merupakan seseorang yang suka mengoleksi sepatu. Ia gemar membeli berbagai model dan merk sepatu, dari yang murah sampai yang sangat mahal. Setiap ada model baru yang rilis, Derrick langsung membelinya tanpa berpikir dua kali. Derrick melakukan hal tersebut karena itu adalah hobinya, meskipun tidak berguna karena sepatunya miliknya sudah banyak. Derrick merupakan pribadi yang memiliki mindset... a. Konsumerisme b. Hedonisme c. Feodalisme 18 Tindakan Derrick tersebut tidak sesuai dengan nilai Serviam, khususnya... a. Keberanian dan Ketangguhan b. Totalitas c. Integritas Rafael sedang bingung, antara ia harus membeli tas atau kacamata hitam. Ia berpikir lagi, jika ia tidak membeli tas, maka ia tidak bisa membawa peralatan ke sekolah karena tas lamanya rusak. Pada akhirnya Rafael membeli tas karena... a. Tas adalah prioritasnya b. Kacamata hitam belum dibutuhkan saat ini c. Kedua jawaban benar
19 Teman-teman butuh dadu untuk memainkan ini! Setelah mendapat angka pada dadu, telusurilah jalan ini dan berhenti pada rumah sesuai angkanya. Temanteman ditantang untuk melakukan apa yang diminta di rumah tersebut! Dadu boleh diputar berkali-kali. 01 Menolong teman yang membutuhkan Bersedekah 02 03 Membuat daftar prioritas 05 Menabung 04 Menyapa seseorang dengan ramah 06 Memuji hasil karya orang lain 07 Mempelajari salah satu warisan budaya Nusantara 08 Menghormati orang lain 10 Menahan diri untuk tidak membeli barang yang tidak penting karena tren 09 Memposting tentang salah satu budaya Nusantara di media sosial
20 Jessie sedang terjebak di masa lalu! Bantu jessie untuk segera kembali ke zaman ia berasal. Hati-hati, ya, jangan sampai Jessie salah jalan! Zaman Modern Salah! Ini jalan menuju zaman kerajaan, banyak kasus feodalisme di sini.. Salah! Ini jalan menuju tempat orangorang konsumtif yang gemar membeli barang tak perlu! Jessie harus menyimpan uangnya untuk kembali ke zamannya. Sedikit lagi sampai! Tapi bukan ini jalannya... Belok sedikit, ya! Jessie ada di sini!
Jessylea Mikaela Gunawan Ideologi berubah seiring dengan perkembangan zaman, entah akan berdampak positif ataupun negatif. Konsumerisme, hodenisme, dan feodalisme merupakan beberapa jenis ideologi yang negatif. Kita diberi pilihan, mengikutinya atau menolaknya. Sebagai manusia, kita diberi akal budi untuk beradaptasi, maka kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan yang ada dengan bijak menanggapi pilihan tersebut. Pancasila dan nilai Serviam perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup, agar pilihan yang kita ambil tidak merugikan kita suatu hari nanti. Rafael Aditya Widananto Yang kami dapat dari pembuatan E-Magazine ini, yaitu bahwa orang-orang memiliki opini masing-masing dalam membelanjakan uang untuk membeli barang-barang dan akan ada berbagai sifat pembeli (konsumen). Kami harapkan EMagazine ini bisa membantu penanganan masalah-masalah yang terjadi dari ideologi yang dibahas, dan diharapkan juga kita bisa lebih bijak dalam pengambilan keputusan dalam berbelanja. Nicholas Derrick Wijaya Dari proyek SAS kolaborasi ini kami dapat menyimpulkan bahwa ideologi-ideologi sangat berpengaruh terhadap perilaku dan sifat seseorang. Kelompok kami memilih konsumerisme, hedonisme,
dan feodalisme sebagai topik utama dari E-Magazine ini. Dengan adanya E-Magazine ini, kita mendapat berbagai wawasan tentang ideologi di zaman modern. Diharapkan dengan adanya EMagazine ini, kita dapat menanggapi berbagai masalah yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi tersebut. Penulis Ideologi, Feodalisme: Jessylea M. G. Penulis Konsumerisme: Rafael A. W. Penulis Hedonisme: Nicholas Derrick W. Desain cover & isi: Jessylea M. G. Permainan: Jessylea M. G., Rafael A. W., Nicholas Derrick W.
21 Demikian dari hasil karya E-Magazine kami mengenai ideologi modern serta penerapan Pancasila dan pandangan Kristiani. Diharapkan pembaca dapat mengambil poin-poin penting yang dibahas dan terus melakukan aplikasi nilai-nilai yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan juga pembaca dapat lebih bijak dalam menyikapi perubahan ideologi dalam masyarakat. Semoga dengan adanya karya E-Magazine ini, pembaca dapat terinspirasi untuk terus menanamkan nilai Pancasila dan nilai Serviam, terutama integritas, kepada sesama di sekitar. Kami meminta maaf sebesar-besarnya bila ada kesalahan kata, frasa, atau kalimat dalam karya kami. Tuhan memberkati.
22 Ideologi. https://www.gramedia.com/literasi/ideologi/ Konsumerisme. https://finance.detik.com/solusiukm/d-6353639/konsumerisme-adalahciri-dampak-dan-contohnya Hedonisme. https://money.kompas.com/read/2022/03/06/115413726/mengenalhedonisme-definisi-ciri-contoh-dan-dampaknya?page=all Feodalisme. https://katadata.co.id/iftitah/berita/6200a36a01aa8/feodalismepengertian-sejarah-dan-ciri-ciri-masyarakat-feodal?page=all https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6825631/feodalisme-adalahkenali-sejarah-prinsip-dan-orientasinya Gigi balang. https://merahputih.com/post/read/gigi-balang-ornamen-khas-betawiyang-sarat-makna https://www.setubabakanbetawi.com/mengenal-8-ikon-kebudayaanbetawi/
TERIMA KASIH!! Dari Penulis Jessie, Rafael, Derrick Kelas X.6 SMA Santa Theresia Tahun Ajaran 2023/2024 “Menjadi pemimpin yang peduli, kreatif, dan berwawasan global.”