The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini merupakan Pedoman Pengelolaan Perpustakaan di Lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bpm.ubmgorontalo, 2022-01-16 19:00:22

Pedoman Pengelolaan Perpustakaan

Buku ini merupakan Pedoman Pengelolaan Perpustakaan di Lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Keywords: Pedoman,Pengelolaan Perpustakaan

YAYASAN BINA MANDIRI GORONTALO
UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

Jln. Prof. Dr. Aloe Saboe No. 173 Telp/Fax: (0435) 834062
GORONTALO

KEPUTUSAN REKTOR
UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

Nomor: 219/UBM/TA.01.01/2021

TENTANG

PEDOMAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN
UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

REKTOR UNIVERSITAS BINA MANDIRI GORONTALO

Menimbang : a. Bahwa Universitas Bina Mandiri
Gorontalo sebagai penyelenggara

pendidikan tinggi harus mampu

bersaing dan dapat mengikuti
dinamika perkembangan ilmu

pengetahuan, teknologi, seni dan
budaya yang terus berubah dan

berkembang;

b. Bahwa untuk mewujudkan hal
tersebut, perlu memiliki Perpustakaan

sebagai salah satu pusat belajar yang
perlu dikelola secara baik dan

profesional;

c. Bahwa untuk mewujudkan
pengelolaan perpustakaan yang

profesional maka perlu dibuatkan
Pedoman Pengelolaan yang ditetapkan

melalui Surat Rektor Universitas Bina

Mandiri Gorontalo;
d. Bahwa sehubungan dengan butir a, b

dan c di atas, perlu diterbitkan
keputusannya.

ii

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2012 tentang Pendidikan tinggi;

2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun

2007 tentang Perpustakaan;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun

2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan

Pendidikan Tinggi;

4. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 24 Tahun 2014

tentang Pelaksanaan Undang-Undang
Nomor 43 tahun 2007 tentang

Perpustakaan;

5 Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 13 tahun 2015

tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19

Tahun 2005 tentang Standar Nasional

Pendidikan;
4. Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014

tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi;

5. Surat Keputusan Menristekdikti

Nomor 1033/KPT/I/2019 Tanggal 18
Oktober 2019 tentang Izin

Penggabungan STIM Bisnis Gorontalo
& STIKES Bina Mandiri Gorontalo

menjadi Universitas Bina Mandiri

Gorontalo
7. Statuta Universitas Bina Mandiri

Gorontalo tahun 2019
8. Surat Keputusan Yayasan Bina

Mandiri Gorontalo Nomor

70/YBM/UBM/XI/2019 Tanggal 23
Nopember 2019 Tentang Pengangkatan

Rektor UBMG Masa Jabatan 2019-
2023

Memperhatikan : Hasil Rumusan Pedoman Pengelolaan
Perpustakaan Universitas Bina
Mandiri Gorontalo

iii

Menetapkan : MEMUTUSKAN:
PERTAMA
: 1. Pedoman Pengelolaan Perpustakaan

Universitas Bina Mandiri Gorontalo; .
2. Pedoman ini merupakan dasar bagi

Pengelolaan Perpustakaan di
lingkungan Univesitas Bina Mandiri

Gorontalo dalam pengelolaan dan

penyelenggaraan layanan
perpustakaan.

3. Hal-Hal yang belum diatur atau belum
cukup diatur dalam Keputusan ini,

apabila diperlukan akan diatur dalam

peraturan tersendiri.
4. Surat keputusan ini berlaku sejak

tanggal ditetapkan. Apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan,

akan diperbaiki sebagaimana

mestinya.

Ditetapkan di : Gorontalo
Pada tanggal : 21 April 2021
Rektor,

Dr. Hj. Titin Dunggio, SE, M.Si, M.Kes

Tembusan
1. Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo;
2. Wakil Rektor I dan II
3. Kepala UPT Perpustakaan
4. Dekan
5. Arsip

iv

KATA PENGANTAR

Perpustakaan yang baik harus dapat menjamin
ketersediaan sumber-sumber informasi kepada
pemustaka (user), serta menjamin nilai informasi, baik
konten maupun wadah informasi yang cepat,
mudah diakses dan handal. Indikator keberhasilan
pengelolaan perpustakaan adalah sejauh
memerankan fungsi dan tugasnya dalam
pencapaian tujuan institusi. Semakin besar kontribusi
dalam pencapaian dan terlaksananya Tri dharma
Perguruan Tinggi, menunjukkan semakin tingginya
keberhasilan pengelolaan perpustakaan.

Sesuai dengan dinamikanya, UPT Perpustakaan
berkembang secara akumulatif sejalan dengan
pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi induknya,
Perpustakaan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
Namun jika pengelolaannya kurang terkontrol
dengan baik, maka sangat berpotensi pada
munculnya berbagai permasalahan di dalam
internal maupun lingkup institusi. Oleh karena itu,
sebagai salah satu unit penunjang, UPT Perpustakaan
memerlukan sebuah pedoman pengelolaan yang
sistematis, terukur dan strategis sehingga dapat
menghasilkan pencapaian yang efektif, efisien dan
produktif.

Pengelolaan yang baik harus diselenggarakan
melalui manajemen yang terstruktur mulai dari
perencanaan, pengorganisasian, monitoring dan
evaluasi. Dengan demikian, pengelolaan
perpustakaan merupakan pelaksanaan fungsi
manajemen internal perpustakaan dalam

v

menunjang visi dan misi Perpustakaan Universitas
Bina Mandiri Gorontalo

Pada akhirnya, kami berharap semoga dengan
buku pedoman ini bisa memberikan manfaat bagi
perkembangan perpustakaan dan sekaligus
kemajuan Perpustakaan Universitas Bina Mandiri
Gorontalo.

Gorontalo, 15 April 2021
Rektor

Dr. Hj. Titin Dunggio, SE, M.Si, M.Kes

vi

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...........................................................i
KEPUTUSAN REKTOR ....................................................... ii
KATA PENGANTAR ........................................................ v
DAFTAR ISI ..................................................................... vii
BAB I PENDAHULUAN ................................................... 1

A. Latar Belakang .................................................... 1
B. Dasar Hukum ........................................................ 3
C. Visi UPT Perpustakaan ........................................ 3
D. Misi UPT Perpustakaan ....................................... 3
E. Fungsi UPT Perpustakaan ................................... 4
F. Tugas Pokok dan Tujuan ..................................... 5
BAB II TATA KELOLA ..................................................... 6
A. Ruang lingkup ..................................................... 6
B. Istilah dan Definisi ................................................ 6
C. Koleksi .................................................................. 11
D. Pengorganisasian Bahan Perpustakaan ........ 15
E. Pelestarian Bahan Perpustakaan .................... 15
F. Sumber Daya Manusia ...................................... 16
G. Layanan Perpustakaan ................................... 22
H. Penyelenggaraan perpustakaan ................... 23
I. Gedung dan Tata Ruang ................................. 23
J. Anggaran ............................................................ 25
K. Teknologi Informasi dan Komputer .................. 26
L. Kerjasama Perpustakaan .................................. 26
M. Evaluasi Kinerja Perpustakaan ........................ 27
BAB III PENUTUP ........................................................... 29
DAFTAR PUSTAKA ....................................................... 30

vii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dengan amanah Undang-undang

Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, bahwa setiap lembaga pendidikan
harus mempunyai perpustakaan. Demikian
halnya Universitas Bina Mandiri Gorontalo
sebagai salah satu lembaga pendidikan di
tingkat Perguruan Tinggi Swasta harus memiliki
perpustakaan dan dikelola sesuai dan berdasar
pada standar operasional yang menjamin
bahwa perpustakaan dikelola secara profesional.
Untuk itu perlu dibuat secara tertulis pedoman
pengelolaan perpustakaan institusi.

Pedoman Pengelolaan Perpustakaan
Universitas Bina Mandiri Gorontalo adalah
pedoman tertulis yang disusun dan digunakan
sebagai acuan dalam pengelolaan
perpustakaan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
Penyusunan pedoman ini mengacu pada
standar perpustakaan yang berlaku diantaranya
standar perpustakaan yang dikeluarkan oleh

1

Perpustakaan Universitas Bina Mandiri Gorontalo,
standar perpustakaan perguruan tinggi yang

telah dibuat oleh kementerian pendidikan

dengan beberapa penyesuaiannya.

Dalam penyusanannya juga telah
melibatkan unsur-unsur terkait, seperti Badan
Penjaminan Mutu Univesitas (BPMU), Fakultas dan
pengelola perpustakaan, Keterlibatannya sangat

penting dalam memberikan usulan-usulan dan

masukan membangun terutama dalam
penyesuaian antara standar yang berlaku,
kebijakan yang ada serta kondisi yang nyata.

Standar telah dibahas dan kemudian
disetujui oleh Rektor Universitas Bina Mandiri

Gorontalo sebagai Pedoman Pengelolaan

Perpustakaan di lingkungan Universitas Bina

Mandiri Gorontalo ____________________

berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor

________ tahun ________ tentang Pedoman

Pengelolaan Perpustakaan Universitas Bina

Mandiri Gorontalo Dengan demikian segala

aktivitas dan kegiatan perpustakaan, mulai

perencanaan program, pelaksanaan dan juga

evaluasinya akan berpedoman pada standar ini.

2

B. Dasar Hukum
1) UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
2) UU nomor 43 tahun 2007 tentang
Perpustakaan;
3) PP nomor 24 tahun 2014 tentang Pelaksanaan
UU nomor 43 tahun 2007 tentang
perpustakaan;
4) Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan No.
234/U/2003 tentang Pedoman Pendirian
Perguruan Tinggi;

C. Visi UPT Perpustakaan
Visi Perpustakaan Universitas Bina Mandiri
Gorontalo adalah meningkatkan minat baca
Mahasiswa, Dosen dan Tenaga Kependidikan di
lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.

D. Misi UPT Perpustakaan
Misi Perpustakaan Universitas Bina Mandiri
Gorontalo adalah:
1. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas
pengelolaan dan pelayanan koleksi;

3

2. Memaksimalkan sumber daya perpustakaan

dalam menunjang pelaksanaan tri dharma

perguruan tinggi;

3. Menumbuhkan minat baca dan

menanamkan pondasi literasi informasi;

4. Membangun kerjasama bidang

informasi dan keperpustakaanan.

E. Fungsi UPT Perpustakaan

UPT Perpustakaan Universitas Bina Mandiri

Gorontalo berfungsi melaksanakan bidang

layanan, pembinaan dan pengembangan

perpustakaan, mengadakan kerjasama antar

perpustakaan, mengendalikan, evaluasi dan

menyusun laporan kepustakaa Fungsi ini terjabar

dalam sub fungsi utama perpustakaan yaitu:

1. Sebagai pusat ilmu pengetahuan dan

pembelajaran

2. Sebagai pusat penelitian literatur

3. Sebagai tempat rekreasi kultural dengan

menyediakan bahan bacaan ringan/ilmiah

popular dan karya fiksi).

4. Sebagai sumber inspirasi.

5. Sebagai pusat penelitian ilmiah.

4

F. Tugas Pokok dan Tujuan
Tugas pokok perpustakaan adalah

menghimpun, mengolah, menyimpan, melayani
dan melestarikan sumber-sumber informasi.
Adapun tujuan perpustakaan adalah :
1. Memenuhi kebutuhan informasi perguruaan

tinggi baik staf pengajar, mahasiswa maupun
tenaga pengelola.
2. Menyediakan bahan pustaka rujukan.
3. Menyediakan ruangan belajar yang nyaman
dan kondusif.
4. Menyediakan jasa pinjaman yang tepat guna
bagi berbagai jenis bahan pustaka.

5

BAB II
TATA KELOLA

A. Ruang lingkup
Pedoman pengelolaan perpustakaan

Universitas Bina Mandiri Gorontalo ini mengacu
pada kriteria/ standar minimal yang harus
dipenuhi dalam penyelenggaraan unit pengelola
teknis perpustakaan berdasarkan standar
perpustakaan yang berlaku.

Pedoman pengelolaan perpustakaan
Universitas Bina Mandiri Gorontalo menetapkan
dasar pengelolaan perpustakaan institusi yang
sifatnya mengajak minat baca

Pedoman pengelolaan perpustakaan
Universitas Bina Mandiri Gorontalo ini berlaku
untuk semua perpustakaan yang ada di
lingkungan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
B. Istilah dan definisi
1) Perpustakaan

Perpustakaan adalah institusi pengelola
koleksi karya tulis dan karya cetak, secara
profesional dengan sistem yang baku guna

6

memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian,
informasi.
2) Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan yang merupakan bagian
integral dari kegiatan pendidikan dan
penelitian yang berfungsi sebagai pusat
sumber belajar untuk mendukung
terpenuhinya tujuan pendidikan yang
berkedudukan di perguruan tinggi.
3) Bahan Perpustakaan
Bahan perpustakaan adalah semua hasil
karya tulis dan karya cetak
4) Koleksi
Koleksi perpustakaan adalah semua informasi
dalam bentuk karya tulis dan karya cetak,
yang mempunyai nilai pendidikan, yang
dihimpun dan diolah
5) Pemustaka
Pemustaka adalah pengguna perpustakaan,
yaitu perseorangan, kelompok orang, atau
lembaga yang memanfaatkan fasilitas
layanan perpustakaan.
6) Kepustakawanan

7

Teori, praktik, dan teknologi ilmu
perpustakaan dan informasi guna
melaksanakan fungsi perpustakaan.

7) Cacah ulang

Kegiatan menghitung jumlah bahan
perpustakaan dengan mencocokkan antara

data koleksi dengan data yang sebenarnya

yang ada pada rak dengan tujuan untuk

mengetahui jumlah bahan perpustakaan

yang hilang dan rusak.

8) Jam buka perpustakaan

Waktu yang disediakan perpustakaan untuk

memberikan layanan di tempat kepada
pemustaka.

9) Jurnal ilmiah

Terbitan berkala yang setiap kali terbit

memuat sedikitnya empat artikel ilmiah.

10) Prosiding

Kumpulan paper akademis yang

dipublikasikan dalam suatu acara seminar

ilmiah, berisi kontribusi yang dihasilkan para

peneliti dalam seminar tersebut dan

8

didistribusikan sebagai buku cetakan setelah
seminar usai.
11) Klasifikasi
Pengelompokan bahan perpustakaan
menurut susunan yang logis berdasarkan
berbagai pendekatan ilmu.
12) Layanan perpustakaan
Jasa yang diberikan kepada pemustaka
sesuai dengan tugas dan fungsi
perpustakaan.
13) Layanan referensi/ rujukan
Jasa perpustakaan dalam menjawab
pertanyaan, menelusur dan menyediakan
bahan perpustakaan dan informasi sesuai
dengan permintaan pemustaka dengan
mendayagunakan koleksi referensi.
14) Layanan sirkulasi
Jasa perpustakaan untuk meminjamkan
bahan perpustakaan bagi pemustaka sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
15) Literasi informasi
Kemampuan untuk mengenal kebutuhan
informasi untuk memecahkan masalah,

9

mengembangkan gagasan, mengajukan

pertanyaan penting, menggunakan

berbagai strategi pengumpulan informasi,

menetapkan informasi yang cocok, relevan

dan otentik.

16) Koleksi referensi

Bahan perpustakaan yang disusun untuk

memberikan informasi berbagai macam hal

dan dimaksudkan acuan bukan untuk dibaca

secara keseluruhan, seperti atlas, bibliografi,

buku tahunan, ensiklopedi, direktori, indeks,

kamus.

17) Pendidikan pemustaka (user education)

Kegiatan perpustakaan yang bertujuan

menjadikan pemustaka mampu

mendayagunakan koleksi perpustakaan

secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya.

18) Pengorganisasian bahan perpustakaan

Kegiatan deskripsi, klasifikasi, penentuan tajuk

subjek, deskriptor serta kegiatan bibliografis

lainnya untuk keperluan penyimpanan dan

temu balik bahan perpustakaan melalui

berbagai pendekatan.

10

19) Penyiangan koleksi (weeding)
Kegiatan mengeluarkan bahan perpustakaan
dari jajaran koleksi, yang dinilai sudah tidak
layak dan tidak relevan dipergunakan oleh
pemustaka.

C. Koleksi
1) Kebijakan Pengembangan Koleksi
Dalam upaya pembinaan koleksi, UPT.
Perpustakaan Universitas Bina Mandiri
Gorontalo harus menyusun kebijakan
pengembangan koleksi sesuai dengan
kebutuhannya dengan berasaskan pada
profesionalitas, relevan, mutakhir dan
lengkap.
2) Seleksi Bahan Perpustakaan.
Kegiatan seleksi bahan perpustakaan harus
dilaksanakan oleh pustakawan perguruan
tinggi bekerja sama dengan para sivitas
akademika lainnya yaitu para dosen,
mahasiswa, peneliti dan tenaga administrasi.
3) Penambahan Koleksi/ Pengembangan Koleksi
1. Penambahan koleksi perpustakaan
sekurang-kurangnya 2% dari jumlah judul

11

dari judul koleksi yang sudah ada, atau

minimal 30 judul per tahun untuk bahan

tercetak maupun elektronik;

2. Sekurang-kurangnya berlangganan 3 jurnal

terakreditasi nasional dan 3 jurnal

terakreditasi internasional, dan 1 jurnal

elektronik yang relevan untuk tiap prodi

dalam satu tahun.

4) Pengadaan Koleksi/ Akuisisi

Perpustakaan Universitas Bina Mandiri

Gorontalo harus menyediakan bahan

bacaan wajib dan bahan bacaan pengaya

dalam koleksi perpustakaan. Pengadaan

koleksi dapat dilakukan melalui:

- Pengadaan

- Hadiah

5) Jenis koleksi

Koleksi disesuaikan dengan tujuan dan

implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi

yang dikelompokan dalam:

1. Bahan perpustakaan pendukung

Perpustakaan mengadakan,

mengumpulkan dan menyediakan bahan

12

perpustakaan dengan tidak memandang

format maupun media guna mendukung

kegiatan pendidikan, penelitian, serta

kegiatan dharma lainnya yang sesuai

dengan program lembaga induknya.

2. Bahan perpustakaan inti (koleksi bahan

ajar)

Perpustakaan perguruan tinggi

mengadakan, mengumpulkan dan

menyediakan bahan bacaan mata kuliah

yang ditawarkan di perguruan tinggi.

Masing-masing judul bahan bacaan

tersebut di sediakan tiga eksemplar untuk

tiap seratus mahasiswa.

3. Terbitan perguruan tinggi

Perpustakaan mengumpulkan dan

menyediakan terbitan perguruan tinggi

yang bersangkutan, termasuk terbitan

lembaga penelitian, karya akhir, prosiding,

mahasiswa, karya pengajar, serta karya

yang berkaitan dengan perguruan tinggi

tersebut.

4. Terbitan badan internasional

13

Perpustakaan mengumpulkan dan
menyediakan terbitan badan internasional.

5. Bahan perpustakaan referensi

Perpustakaan mengadakan dan

menyediakan bahan referensi baik umum

maupun kajian agama Islam

6. Majalah/ jurnal ilmiah

Perpustakaan melanggan sekurang-

kurangnya tiga judul majalah ilmiah untuk

setiap program studi yang diselenggarakan

perguruan tinggi pada program diploma

serta sarjana, dan program pascasarjana.

7. Prosiding

Perpustakaan mengumpulkan dan
menyediakan prosiding baik terbitan
institusi maupun terbitan dari luar baik

nasional maupun internasional.

8. Bahan perpustakaan elektronik

Perpustakaan mengumpulkan dan
menyediakan akses sumber informasi
elektronik baik CD-ROM, hardisk eksternal,
pangkalan data maupun internet.

6) Penyiangan

14

Perpustakaan melakukan penyiangan

terhadap bahan perpustakaan yang rusak

serta tidak dapat diperbaiki dan tidak dapat

dikonversi ke format lain, bahan yang tersedia

dalam jumlah yang besar. Pelaksanaannya

disesuaikan dengan kebijakan

pengembangan koleksi dan aturan yang

berlaku.

D. Pengorganisasian bahan perpustakaan

1) Bahan perpustakaan diorganisasikan agar

dapat ditemukan kembali secara cepat dan

tepat.

2) Bahan perpustakaan dideskripsikan, diklasifikasi

dan disusun secara sistematis dengan

menggunakan

E. Pelestarian bahan perpustakaan

1) Pelestarian bahan perpustakaan meliputi

kegiatan yang bersifat pencegahan,

perawatan dan perbaikan kerusakan fisik, dan

isi informasi melalui perbaikan bentuk aslinya

ataupun pengalihmediaan ke dalam format

lain.

15

2) Pelaksanaan kegiatan pelestarian dilakukan
secara rutin dan kondisional, dilakukan baik
oleh pustakawan dan staf perpustakaan. Jika
dianggap pekerjaan pelestarian ini
memerlukan keahlian dan peralatan khusus
yang belum dimiliki, maka dapat dilimpahkan
kepada pihak lain yang memiliki kualifikasi
keahlian dan ketersediaan alat serta bahan
untuk melestarian bahan perpustakaan.

3) Dalam melakukan upaya pencegahan dari
kerusakan, perpustakaan harus menjaga
kebersihan ruang, mengatur temperatur udara
dan tingkat kelembaban, serta mengatur
cahaya dan penerangan.

4) Perawatan dan perbaikan kerusakan bahan
perpustakaan dilakukan melalui kegiatan
penjilidan, penambalan dokumen, laminasi
dan enkapsulasi, fumigasi dan sebagainya.

F. Sumber daya manusia
1) Koordinator pelaksana perpustakaan
1. Ketentuan tentang syarat dan kualifikasi
koordinator perpustakaan didasarkan pada
Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2014

16

tentang pelaksanaan Undang-Undang
nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.
2. Koorditator pelaksana perpustakaaan
diangkat dan diberhentikan oleh Rektor;
3. Koorditator pelaksana perpustakaaan lebih
diutamakan berasal dari tenaga
kependidikan dari kelompok jabatan
fungsional pustakawan yang berpendidikan
minimal Magister (S2), dengan jabatan
fungsional serendah rendahnya adalah
Pustakawan Muda;
4. Dalam hal tidak terdapat pustakawan yang
memenuhi syarat sebagaimana dalam
Ketentuan tersebut, maka Koorditator
pelaksana Perpustakaan dapat diangkat
dari tenaga Dosen yang memiliki
pengalaman keahlian di bidang
perpustakaan dengan jabatan paling
rendah lektor atau pangkat golongan ruang
III/ d;
5. koordinator Perpustakaan diangkat untuk
masa 4 (empat) tahun dan dapat diangkat
kembali dengan ketentuan

17

tidak boleh lebih dari 2 (dua) kali masa
jabatan berturut-turut;
6. Dalam hal Koordinator pelaksana
perpustakaan berhalangan tetap atau
berhenti sebelum masa jabatannya, rector
menetapkan pengganti antar waktu sampai
berakhirnya masa jabatan pejabat
sebelumnya yang ditetapkan paling lambat
2 (dua) bulan setelah pejabat sebelumnya
berhalangan tetap.
2) Jumlah sumber daya manusia
1. Kebutuhan tenaga kerja
Sumber daya manusia yang diperlukan di
perpustakaan terdiri dari Pustakawan,
Tenaga Teknis (termasuk di dalamnya
tenaga teknis jaringan dan teknologi,
tenaga teknis administrasi dan sebagainya)
dan dapat memiliki Tenaga Ahli bidang
perpustakaan.
Kebutuhan jumlah sumber daya manusia
ditentukan berdasarkan variabel antara lain
adalah:
a. Jumlah dan macam pemustaka;

18

b. Pelayanan yang diberikan;
c. Sistem pelayanan yang ditetapkan;
d. Lama waktu pelayanan;
e. Titik layan;
f. Besarnya koleksi;
g. Tata ruang gedung;
h. Penggunaan jaringan dan komputer;
i. Pertambahan koleksi.
2. Kebutuhan pustakawan
Untuk mengetahui kebutuhan pustakawan
di perpustakaan, digunakan Rumus jabatan
Pustakawan
(untuk setiap titik layanan) sebagai berikut:

Formasi JF = W/JKE orang
Keterangan:
Formasi JF = formasi jabatan fungsional yang
diperlukan W = jumlah waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan pertahun
JKE = standar jam kerja setiap orang, yaitu
1250 jam per tahun
Misal :

19

Bagian pengolahan, jenis pekerjaan:
inventarisasi, klasifikasi, penentuan kata
kunci, input dan barcode, finishing. Dalam
satu tahun terkumpul 5000 eksmplar bahan
perpustakaan.
a. Inventarisasi dan stempel 10 mnt/eks x

5000 = 50.000
= 833 jm
b. Klasifikasi perbuku 15 mnt/ eks x 5.000 =
75.000 =
1.250 jam
c. Penentuan kata kunci 2 mnt/ eks x 5.000 =
10.00 = 176 jam
d. Input dan cetak barcode 5 mnt/ eks x
5.000 = 25.000 =
416 jam
e. Finishing 12 mnt/ eks x 5.000 = 60.000 mnt =
1.000 jam.
f. Total jam = 833 + 1250 + 176 + 416 +1000 =
3675 jam 3675 jam/ 1250 = 4.6 > 5
pustakawan bagian pengolahan.
3) Kompetensi sumber daya manusia

20

1. Kompetensi profesional, yaitu yang terkait
dengan pengetahuan pustakawan di
bidang sumber-sumber informasi, teknologi,
manajemen, penelitian dan kemampuan
menggunakan pengetahuan sebagai dasar
untuk penyediaan layanan perpustakaan
dan informasi

2. Kompetensi individu, yaitu menggambarkan
satu kesatuan keterampilan, perilaku dan
nilai yang dimiliki pustakawan agar dapat
bekerja secara efektif, menjadi komunikator
yang baik, selalu meningkatkan
pengetahuan dan dapat bertahap
terhadap perubahan dan perkembangan
dalam dunia kerjanya.

4) Pengembangan sumber daya manusia
Pustakawan dan staf Perpustakaan diberikan
kesempatan untuk mengikuti kegiatan
pengembangan kualitas sumber daya
manusianya secara terprogram ataupun yang
sifatnya kondisional melalui keikutsertaan
pendidikan formal maupun nonformal melalui
studi berlanjut, kegiatan diklat, workshop,

21

seminar dan sejenisnya sesuai dengan
kebutuhannya.

G. Layanan perpustakaan

1) Jam layanan

Jam buka perpustakaan 08.30 pagi sampai
dengan 16.30 sore.

2) Sistem Layanan

Pada prinsipnya lsistem layanan perpustakaan
adalah sistem terbuka (open acces), kecuali
untuk beberapa layanan yang sifatnya
tertutup karena alasan privatisasi terhadap
suatu jenis dan atau format bahan
perpustakaan tertentu.

3) Jenis Layanan

Jenis layanan yang

diberikan adalah:

a. layanan sirkulasi;

b. layanan referensi;

c. Layanan pendidikan pemustaka (user
education)

d. Layanan bimbingan sumber rujukan

e. Layanan keanggotaan
f. Layanan peminjaman ruang studi carrel

22

H. Penyelenggaraan perpustakaan

1) Perpustakaan adalah tempat pelayanan
informasi ilmiah bagi sivitas akademika yang
menyediakan koleksi yang lengkap, relevan
dan mutakhir, baik dalam format buku,
maupun non buku.

2) Perpustakaan menerapkan prinsip

manajemen

3) Perpustakaan dikelola oleh seorang
koordinator pelaksana perpustakaan yang
bertanggung jawab kepada pimpinan
perguruan tinggi;

4) Rincian tugas perpustakaan dan syarat
Ketentuan lainnya diatur dalam Statuta dan
Ketentuan Organisasi dan Tata Kerja Institusi;

I. Gedung dan Tata Ruang

1) Gedung atau ruang perpustakaan
merupakan tempat khusus yang dirancang
sesuai dengan tugas dan fungsi
perpustakaan dengan lebih mengutamakan
aspek fungsional daripada artifisial.

2) Penataan ruang

23

Menurut fungsinya, gedung perpustakaan
harus terdiri dari ruang yang mendukung dan
menunjang aktivitas didalamnya. Sesuai
pembagiannya, ruang-ruang terbagi dalam
beberapa fungsi, yang masing-masing
memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai
kebutuhannya sebagai berikut:
Area koleksi terdiri dari:
- Koleksi rujukan/ referensi - Koleksi yang

dipinjamkan
- koleksi terbitan berkala
- Koleksi multi media
- Ruang baca bebas
- Ruang katalog perpustakaan
- Tempat display koleksi mutakhir
- Ruang akses internet dan intranet
- Ruang konferensi/diskusi
Area staf terdiri dari bagian-bagian ruang
untuk
- Kerja staf layanan
- Pengolahan
- Preservasi

24

5) Suhu dan kelembaban ruang yang
diperlukan dibagi menurut peruntukan
fungsinya sebagai berikut: Ruang kerja, ruang
koleksi dan ruang baca = 22 -24 o C Ruang
komputer dan server = 20o C.

Kelembaban yang diperlukan = 45 – 55 %

6) Suhu dan kelembaban ruang yang
diperlukan dibagi menurut peruntukan

fungsinya sebagai berikut: Ruang kerja, ruang
koleksi dan ruang baca = 22 -24 o C Ruang
komputer dan server = 20o C.

Kelembaban yang diperlukan = 45 – 55 %

7) Penerangan ruang

Prinsip penerangan didasarkan pada
kebutuhan ruang dan penglihatan yang
dibuat dengan sistem penerangan alami dan

buatan.

J. Anggaran

Anggaran perpustakaan sekurang-

kurangnya 2% dari total anggaran perguruan
tinggi diluar belanja pegawai, dengan rincian
pembelanjaan sebagai berikut:

a. Biaya operasional

25

b. Biaya pengadaan buku/referensi

c. Biaya pengadaan fasilitas pendukung

K. Teknologi Informasi dan Komputer

Teknologi informasi adalah teknologi yang

digunakan untuk menyimpan, menghasilkan,

mengolah, serta menyebarluaskan informasi.

Perlengkapan perpustakaan yang

diperlukan dalam aplikasi teknologi informasi dan

komunikasi antara lain :

1. Server

2. Komputer

3. Jaringan computer

4. Internet

5. Printer

L. Kerja sama Perpustakaan

Kerja sama perpustakaan dalam UU No. 43

tahun 2007 Bab XI pasal 42 disebutkan :

1) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dan peningkatan layanan

sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

dilakukan dengan memanfaatkan

sistem jejaring perpustakaan yang

berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

26

2) Kerja sama dilakukan untuk melengkapi dan
memenuhi keterbatasan sumber dana;
keterbatasan sumber daya informasi;
peningkatan kebutuhan masyarakat akan
informasi; perkembangan karya cipta manusia;
peningkatan aktivitas pengelola informasi;
keterbatasan SDM; keterbatasan akses; dan
keterbatasan infrastruktur.

3) Prinsip-prinsip kerja sama:
1. Ada komitmen dan nota kesepahaman
kedua belah pihak
2. Ada sarana dan prasarana penunjang

4) Bentuk kerja sama
1. Kerja sama dalam pengembangan koleksi

M. Evaluasi Kinerja perpustakaan
1) Evaluasi kinerja merupakan proses umpan balik
atas kinerja yang tujuannya adalah untuk
mengevaluasi dan mendorong peningkatan
produktivitas;
2) Evaluasi kinerja menyediakan informasi
mengenai kinerja dalam hubungannya
terhadap tujuan dan sasaran;

27

3) Indikator yang dapat digunakan untuk
mengukur kinerja perpustakaan perguruan
tinggi Universitas Bina Mandiri Gorontalo
adalah:
1. Kepuasan pemustaka, Dilakukan dengan
melalui survey lapangan dengan
menggunakan metode yang dapat
dipertanggungjawabkan
2. Prosentase populasi target yang
memanfaatkan perpustakan, merupakan
persentase dari jumlah sivitas akademika
yang memanfaatkan perpustakaan
dengan jumlah sivitas akademika yang
ditargetkan menggunakan perpustakaan
3. Ketersediaan judul bahan perpustakaan
4. Penggunaan bahan perpustakaan di
dalam perpustakaan
5. Tingkat penggunaan bahan perpustakaan
6. Ketersediaan judul bahan perpustakaan
yang diminta dalam koleksi
7. Ketersediaan fasilitas

28

BAB III
PENUTUP

Pedoman Pengelolaan Perpustakaan

Universitas Bina Mandiri Gorontalo ini merupakan

petunjuk penyelenggaraan untuk mengembangkan

perpustakaan yang dilaksanakan secara terencana,
terpadu, dan berkesinambungan.

Untuk menjamin keberhasilan pengelolaan
Perpustakaan diperlukan sinergi dan dukungan
berbagai pihak di dalam institusi yang bersangkutan.

Untuk itu pedoman ini harus bisa menjadi acuan

utama pengelolaan, pembinaan dan

pengembangan perpustakaan.

29

DAFTAR PUSTAKA

ACRL Board of Directors. 2004. Standard for Libraries
in Higher Education Dalam
http://www.ala.org/acrl/standards/standardsli
braries di unduh hari Ahad, 2 September 2012
pukul 03.00.

Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional

RI. 1994. Perpustakaan Perguruan Tinggi:

Buku pedoman. 2nd edition. Jakarta:

Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi,

Departemen Pendidikan Nasional RI.

Indonesia. Departemen Pendidikan Nasional

RI. 2005. Perpustakaan Perguruan Tinggi:

Buku Pedoman. 3rd edition. Jakarta: Direktorat

Jenderal pendidikan Tinggi, Departemen

Pendidikan Nasional RI.

Indonesia. Perpustakaan Nasional RI. 1992. Survai dan
Kajian Perpustakaan Perguruan Tinggi: Kajian
Pelayanan di 7 Propinsi.

Indonesia. Perpustakaan Nasional RI. 1999.

Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Perguruan

Tinggi. Jakarta: Bagian Proyek

pengembangan Sistem Nasional

Perpustakaan. Perpustakaan Nasional RI.

Indonesia. Perpustakaan Nasional RI. 2008. Undang-
undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007,
dilengkapi dengan Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah tangga Kode Etik Ikatan

30

pustakwan Indonesia. Yogyakarta: Graha
Ilmu.

Indonesia. Perpustakaan Nasional RI. 2010.
Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi.
Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Prytherch, Ray. 1995. Harrod’s Librarians’

Glossary:9.000 terms used in information

management, library science,

publishing, the book trades and archive

management.8th edition. England: Gower.

Wilson, Louis Round dan Maurice F. Tauber. 1966. The
Universitas Library: the Organization,
Administration and function of Academic
Libraries. New York: Columbia University Press.

31


Click to View FlipBook Version