The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arly.hajj70, 2022-02-26 14:26:57

Susur Zuriyat Datuk Apoy

Silsilah keturunan Datuk Apoy

WAG APOY FAMILY

SUSUR ZURIYAT
DATUK APOY

___

Oleh H. ARLIANSYAH

Segala puji bagi Allah SWT. yang telah memberikan hidayah
bagi kita sekalian. Shalawat dan salam senantiasa kita
haturkan kepada Baginda Nabi Muhamad SAW beserta
seluruh keluarga, sahabat dan pengikut beliau hingga akhir
zaman.
Berawal dibuatnya WA grup keluarga APOY FAMILY pada 11
Juni 2019 yang berisi anggota Juriat Kayi/Datuk Apoy bin
Muhammad yang tentunya bertujuan untuk dapat dijadikan wadah atau sarana
menjalin komunikasi dan berinteraksi anak cucu buyut sampai cicit keturunan
Datuk Apoy yang sudah memasuki generasi kelima.

2

Dengan adanya WAG Apoy Family terjadilah hubungan antara anggotanya,
saling mengenal dan berkenalan, saling berkirim kabar, saling berbagi
informasi dan kisah lucu. Ada yang muncul dengan emoticon dan GIF yang
ekspresif bahkan ada yang bertausiah tentang moral dan keagamaan.

Pada siang hari Tanggal 5 Agustus 2021 ada kabar duka meninggalnya kakak
sepupuku Alan - anak almarhum Jumri di Gintung-Loa Duri Ulu.

Aku bersama adingku Hendra dan Heri beserta semua anakku (Nisa, Nita dan
Ardha) juga keponakanku Rafly sempat bertakziah atau melayat pada malam
harinya. Kami bertemu dengan semua anak dan keponakan almarhum Alan.
Cerita semasa hidup Alan bisa dibaca pada tulisan anak ketiga Datuk Apoy.

Dari tulisan di atas ternyata hubungan atau komunikasi yang terjadi di WAG
Apoy Family sangat berfaedah untuk kita semua. Kabar berita cepat sampai
kepada keluarga.

Dan sejak meninggalnya sepupuku tersebut aku mulai menghitung berapa
orang sepupu lainnya yang sudah pulang mendahuluiku.

Sejak itu pula aku menyadari usiaku sudah melewati 50 tahun dan tergerak hati
untuk menulis silsilah keluarga yang berpucuk pada sosok Datuk Apoy dan
semua keturunannya.

Sejak 5 Agustus 2021 pada waktu senggang aku membuat tulisan dan langsung
dibagikan melalui WAG Apoy Family. Sepanjang pengetahuanku sambil
meminta data dan informasi dari keluarga, satu per satu aku tulis riwayat
singkat anak keturunan Datuk Apoy.

Respon positif dan apresiasi baik semakin membuat aku bersemangat untuk
menulis keturunan Datuk Apoy hingga selesai pada 28 Agustus 2021. Bahkan
ada yang menginginkan semua tulisan nantinya dijadikan dokumen dalam
bentuk Portable Digital Format (PDF).

3

Intuisiku untuk menulis terus bertambah karena dalam perjalanan penulisan
terjadi peristiwa menyedihkan dan menggembirakan. Pada Tanggal 9 Agustus
acilku atau ading mamaku Haji Iriani Djon bin Djon Djunaid meninggal dunia.
Lalu esok harinya Rika binti Anang sepupuku dari pihak mamaku juga
meninggal dunia. Kemudian Tanggal 11 Agustus telah meninggal kakak
sepupuku Hajjah Hamnah binti Ismail atau Iham di Tenggarong. Dan ada satu
kabar menggembirakan pada Tanggal 17 Agustus telah lahir Cucu Sadar (anak
Devina) di Samarinda.

Semua yang kutulis diatas menjadi alasan untuk merangkum semua tulisan
Susur Zuriyat Datuk Apoy dalam sebuah buku digital yang Anda baca saat ini.
Jika ada kekeliruan dalam tulisan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Terima kasih.

Loa Janan, Februari 2022

H. Arliansyah

4

Susur Zuriyat Datuk Apoy

Datuk Apoy memiliki 8 (delapan) orang anak yaitu 4 anak perempuan dan 4

anak laki-laki :
1. Kasum (Karang Asam)
2. Jariah (Palaran)
3. Jumri (Loa Haur dan Solong)
4. Sohor (Bontang)
5. Saidah (Samarinda)
6. Ahmat (Loa Janan)
7. Armansyah (Loa Janan)
8. Bariah (Balikpapan)

Datuk Apoy bin Muhammad dimakamkan di Kuburan Muslimin Kilomenter 1
Loa Janan (samping Pom Bensin)
Istri Datuk Apoy (Siti Aminah binti Muhammad) dimakamkan di Kuburan
Muslimin Gerodek-Loa Duri.

5

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 1 (pertama)

Anak Pertama Datuk Apoy seorang perempuan
bernama KASUM (nenek Ramzie) yang dulu tinggal
di Karang Asam-Samarinda.

Sepengetahuan saya Kasum memiliki 3 (tiga) orang

anak (semua kakak sepupu saya) yaitu :

1. Almh.Hj.HAMNAH/Iham (perempuan)
Tenggarong

2. H. BADRUN / Ibad (laki-laki) di Bontang
3. Alm. ARBAN (laki-laki) di Samarinda

Dari ketiga anak Kasum di
atas, saya hanya mengetahui
anak-anak Kak Iham, yaitu :

1. Ramzie +62 811-552-931
2. Duwin
3. Linda
4. Akhmad Rizani/Oha +62

821-9767-6432
5. Fahmi +62

813-4797-5278
6. Ronny +62 813-5020-5353
7. Lina +62 822-5026-8080
8. Yunan +62 812-2687-1777

Jadi dari silsilah Anak Pertama Apoy yang bernama Kasum, secara garis
keturunan Iham dan saudaranya adalah CUCU APOY, sedangkan Ramzie dan
semua saudaranya adalah CICIT APOY.

6

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 2 (kedua)

Anak Kedua Datuk Apoy seorang perempuan bernama
JARIAH yang dulu tinggal di Palaran. Saya biasa
memanggil beliau Angah Palaran.
Suami beliau bernama KARNO yang berusaha bengkel
sepeda dan salah seorang sesepuh membangun
Palaran Tempo Doeloe.
Dulu saya dan abah sering naik kapal dari Pasar Pagi
Samarinda mengunjungi beliau disana (belum ada
jalan darat ke Palaran).
Semenjak suaminya meninggal, Jariah tinggal berpindah tempat dari Loa
Janan sampai terakhir tinggal bersama mamanya Ramzie di Tenggarong.
Sampai akhir hayatnya anak kedua Apoy ini tidak memiliki anak/keturunan.
Pak Karno dimakamkan di Palaran dan Jariah dimakamkan di Tenggarong.

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 3 (ketiga)

Anak Ketiga Datuk Apoy seorang lelaki bernama JUMRI yang biasa kupanggil
Julak Ijum.
Semasa hidupnya, Jumri beristri dua kali. Istri pertama beliau bernama Jumas
dan menetap di Gintung Loa Haur / Loa Duri.

7

Dari istri pertama beliau melahirkan 2 anak yaitu :

1. Salbiah/Isal (meninggal dunia)
2. Alan (meninggal dunia)

Salbiah/Isal memiliki 5 orang anak yaitu :

1. Mardiana/Alus (Klaten)@+62 822-9282-1119
2. Mardiah
3. Mardiani
4. Mardianti
5. Mardianto

Sementara Alan bin Jumri memiliki 3 anak hidup, yaitu :

1. Iyan @+62 852-5017-5456
2. Idah
3. Inur

Semua anak dan cucu Jumri dan Jumas menetap di Gintung dan sebagian di
Ulaq Nanga-Bakungan.

Saat aku melayat meninggalnya almarhum Alan beberapa hari yang lalu jalan
menuju Gintung saat ini sudah sangat baik (semua semenisasi) sampai ke
depan rumah.

Juriat Salbiah dan Alan adalah CUCU APOY, sedangkan @+62 822-9282-1119
dan semua saudaranya, @+62 852-5017-5456 dan semua saudaranya adalah
CICIT APOY.

Setelah berpisah/cerai dengan istri pertama, Jumri bin Apoy menikah lagi
dengan istri kedua dengan Julak Nginang (aku tidak tahu ngaran aslinya).

Bersama istri kedua ini, Jumri hidup dan menetap hingga akhir hayatnya di
Solong Durian/Handil kopi Sambutan-Samarinda.

8

Semasa kanak-kanak, aku sering beelang kesini bersama abahku Arman dan
mamaku walaupun dari Jalan Gerilya harus masuk berjalan kaki beberapa kilo
meter karena masih jalan setapak dan becek.
Jumri dan keluarga menempati rumah panggung yang besar dengan kebun
kopi yang luas. Setiba disana pasti dihidangkan minuman segar air kelapa
muda menjadi penghilang rasa lelah di perjalanan.
Dari perkawinan Jumri kedua ini melahirkan 2 orang anak, yaitu :

1. Duan
2. Atah
Juriat kedua anak Jumri ini adalah CUCU APOY
Terakhir aku bertemu Duan (30 tahun yang lalu) sudah dalam kondisi hilang
ingatan karena istrinya meninggal dunia dan aku tidak mengenal
anak-anaknya.
Sementara Atah setelah menikah dan memiliki anak masih tinggal disana
dengan rumah sendiri. Dulu aku masih sering berkunjung ke rumahnya.
Sekarang Atah sudah pindah dari Solong Durian dan aku tidak tahu
keberadaannya.

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 4 (keempat)

Bagaimana sosok anak keempat Datuk Apoy? Anak
Keempat Datuk Apoy seorang lelaki bernama SOHOR
yang biasa kupanggil Julak Sohor.

9

Seingatku Sohor tidak pernah menetap lama di suatu daerah. Aku beberapa kali
pernah menemui beliau di Tenggarong , Bontang dan Batakan-Balikpapan.

Sohor berperawakan kurus tinggi dengan kulit putih. Sosok seperti Sohor
itulah yang diceritakan mamaku yang mirip dengan bapaknya. Ujar mama,
"mun ikam handak tahu muha dan awak kayi ikam (Apoy), lihati Julak Sohor."

Kalau ke Loa Janan, Sohor pasti menginap beberapa malam di rumahku.
Biasanya ngobrol santai dengan _abahku (Armansyah)_ sambil menikmati
hidangan teh panas. Kala itu abahku lamak (gemuk) dan sidin tetap kurus.

Sohor memiliki anak 8 (delapan) orang, 2 orang perempuan dan 6 orang
laki-laki, yaitu :

1. Suhariyanto (meninggal)
2. Supiyanto (Bontang)
3. Rita Hartini @+62 857-5195-9409 (Bontang)
4. Suriansyah (meninggal)
5. Saripudin @+62 895-3223-73878 (Balikpapan)
6. Jainal Abidin (meninggal)
7. Rosmiati @+62 822-5496-0846 (Muara badak)
8. Asnaini (meninggal)

Dari semua anak Sohor, ada 4 orang yang sudah meninggal dunia. Dan
kesemuanya adalah CUCU APOY.

Ada cerita miris karena ketidak tahuan hubungan keluarga tentang salah seorang
anak Sohor. Sekira Tahun 1991 ada rombongan pekerja proyek dari Jawa
mengontrak rumah di belakang rumah abahku.

Setelah beberapa hari, aku berjalan ke belakang rumah dan melihat seseorang
duduk sendiri di depan rumah kontrakan pekerja proyek. Dari kejauhan, aku
perhatikan wajahnya dan aku berpikir pernah tahu dengan orang tersebut. Orang
tersebut juga melihat ke arahku dengan wajah tanpa ekspresi. Aku ragu saat itu,
siapa dia?

10

Sesampai di rumah aku berpikir keras dan coba mengingat siapa orang di belakang
rumah tadi. Pikiranku tertuju bahwa orang tersebut adalah keluargaku, _but
who...?

Kejadian tadi aku kesahkan dengan abahku supaya sidin melihati orang di
belakang rumah tadi, tapi abahku masih sibuk belum sempat melihat orang
tersebut.

Sebulan berlalu dan aku beberapa kali berpapasan dengan orang proyek tersebut.
Dan timbul dalam pikiranku bahwa orang tersebut anak julak Sohor di Bontang
karena dulu pernah sekali berkunjung ke rumahku bersama Sohor. Aku ceritakan
lagi dengan abahku dan beliau kaget, koq ada keponakannya ngontrak di belakang
rumah?

Ba'da maghrib aku dan abahku langsung ke rumah kontrakan belakang rumah dan
memanggil orang tersebut serta mengajaknya ke rumah kami.

Melihat abahku orang tersebut hanya tersenyum dan diam saja. Lalu abahku
betakun, _siapa nama dan asalnya? Orang tersebut menjawab bahwa tahu dengan
abahku sekeluarga dan mengatakan bahwa dia anak Sohor yang tinggal di
Bontang. Abahku tambah kaget karena perkiraanku 99% benar bahwa orang
tersebut adalah sepupuku.

Mamaku juga sempat bertanya, siapa saja nama saudara-saudaranya? Dan
dijawab semuanya benar termasuk menyebut keluarga Kak Ibad di Bontang. 100%
benar.

Siapakah orang tersebut? Dia adalah Suhariyanto anak pertama Sohor. Biasa
kupanggil Anto. Pendiam, tanpa ekspresi dan bicara seperlunya.

Setelah kejadian itu, Anto sering ke rumah, makan bersama dan ngobrol apa
adanya. Dan setelah 3 bulan tidak ada lagi kabar Anto, rumah kontrakan sudah
kosong. Tanpa pamit, Anto pergi kemana? Terakhir aku mendengar kabar bahwa
Anto telah meninggal dunia.

11

Kenapa bisa ada kejadian seperti cerita di atas? Silakan pembaca jawab sendiri !

Dari informasi salah seorang anak Sohor yaitu Rita Hartini @+62
857-5195-9409 bahwa bapaknya Sohor meninggal dunia dan dimakamkan di
Muara Badak karena ada salah seorang anaknya disana yaitu Rosmiati @+62
822-5496-0846

Dan saat ini ada beberapa orang Cucu Sohor, yaitu :

1. Ayu (anak Supianto)
2. Almarhum Sarif (anak Udin @+62 895-3223-73878 )
3. Sayyit (anak Udin @+62 895-3223-73878 )
4. Zahrah (anak Udin @+62 895-3223-73878 )
5. Elok (anak Suriansyah)
6. Sahril (anak Suriansyah)
7. Anggun (anak Suriansyah)
8. Fadilah Rehana Yasmin (anak Ros @+62 822-5496-0846 )
9. Almarhum Fais (anak Ros @+62 822-5496-0846 )
10. Ahmad Romadhon (anak Ros @+62 822-5496-0846 )

Kesemuanya adalah CICIT APOY.

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 5 (kelima)

Anak kelima Datuk Apoy seorang perempuan bernama SAIDAH yang biasa
kupanggil Angah saja. Asal kata tangah (bhs.banjar) atau tengah (bhs.Indonesia)
karena beliau anak lahir pertengahan.

Aku tidak tahu persis suami beliau. Aku hanya ingat pada awalnya Saidah hidup
bersama anak perempuan satu-satunya di perkampungan belakang bioskop
Garuda Jalan Diponegoro Samarinda.

12

Sebagian perkampungan tersebut sudah tergusur. Saat ini di depan Jalan
Diponegoro tersebut berdiri Hotel Bumi Senyiur, beberapa toko, bengkel, bank
hingga pom bensin.

Angah tinggal di sebuah rumah padat penduduk bersama keluarga anak
perempuannya bernama JARMAS binti IMUK. Aku biasa memanggilnya Kak
Amas, yang memiliki seorang anak laki-laki bernama SADARUDDIN bin
ABDUL KARIM atau SADAR.

Biasanya kalau Abah dan mamaku belanja di Pasar Pagi sambil silaturahmi dan
mengunjungi Angah Saidah. Dan semasa aku libur sekolah (SD), sebelum
belanja aku diantar abahku kesana dan menginap di rumah tersebut.

Sampai hari ini masih lekat dalam ingatanku kondisi dan denah lokasi rumah
tersebut karena seringnya menginap di sana. Aku masih ingat dimana ruang
tamu, kamar Kak Amas, kamar Sadar dan kamar Angah. Bahkan aku masih
ingat posisi/letak mesin jahit Kak Amas dekat jendela.

Seingatku aku pernah bertemu dua kali dengan almarhum Abdul Karim (bapak
Sadar) karena kesibukan beliau bekerja.

Setelah Kak Amas (anak Saidah) meninggal dunia karena sakit, Saidah pindah
ke Loa Janan dan sempat tinggal di rumah kami beberapa bulan. Lalu be pindah
lagi ke rumah adiknya Amat (anak keenam Datuk Apoy) di samping kantor jaga
PLN Loa Janan Ilir.

Setelah beberapa bulan, Saidah membeli tanah dan membangun rumah di
dekat rumah Amat. Saidah tinggal seorang diri di rumahnya hingga akhir
hayatnya.

Secara garis keturunan, Kak Amas (mama Sadar) adalah CUCU APOY, beliau
anak satu-satunya Saidah. Sedangkan Sadar (anak tunggal Kak Amas) adalah
CICIT APOY.

13

Aku dan almarhum mamaku pernah sekali berkunjung ke rumah keluarga
Sadar di Bengkuring Sempaja.
Sadar memiliki 4 orang anak (2 laki-laki dan 2 perempuan), yaitu:

1. Elly Roslina (berkeluarga)
2. Ardi Lutfi (masih lajang)
3. Devina Lisia Avifa (berkeluarga)
4. Zidan Alfayid Asjari (masih sekolah)
Kedua anak perempuan Sadar yang sudah berkeluarga memiliki beberapa anak
(cucu Sadar), yaitu :
1. Ipad (anak Elly)
2. Kiki (anak Elly)
3. Iki (anak Devina)
4. Ibam (anak Devina)
Ketiga cucu Sadar di atas adalah CICIT APOY.

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 6 (keenam)

Anak Keenam Datuk Apoy sangat special. Kenapa?
Satu-satunya anak Datuk Apoy yang masih hidup
dan sehat sampai hari ini adalah AHMAD. Jujur ✌...
aku baru tahu nama asli beliau dari salah seorang
anak beliau dan biasanya aku hanya memanggil
JULAK AMAT karena beliau kakak abahku.
Ketika masih muda, Ahmad tinggal dengan kakak
tertuanya Kasum binti Apoy di Karang

14

Asam-Samarinda. Setelah menikah Ahmad tinggal di Loa Janan Ilir hingga saat
ini.

Amat Gosok adalah nama panggilan beliau karena dahulu Ahmad adalah tukang

gosok pakaian di kawasan Loa Janan. Gosokan berbeda dengan setrika ya ! Apa

bedanya jawab sendiri . Dan sejak masuknya listrik di Loa Janan pada Tahun
1982, gosokan mulai berganti nama dan bentuknya menjadi setrika listrik. Dan
profesi penatu mulai hilang ditelan zaman.

Nama istri Ahmad bernama Mesah. Aku biasa memanggil Julak Alus. Dan beliau
lebih dulu berpulang ke rahmatullah. Semasa hidupnya Julak Alus adalah
penjahit pakaian wanita di Loa Janan.

Ahmad mempunyai 4 (empat) orang keturunan, 3 anak perempuan dan 1 anak
laki-laki yaitu :

1. Jumiati (meninggal dunia)
2. Asrani
3. Rina Wati
4. Rusdiana

Mereka berempat adalah juriat CUCU APOY.

Jumiati (Ati) memiliki 3 orang anak, yaitu :

1. Frasnika Irwanti
2. Frasasti Dwi Irwanti
3. Ferdy Irwanto

Asrani (Aas) juga memiliki 3 anak, yaitu :

1. Handy Arya Syahputra (berkeluarga)
2. Tiara Annisa Puteri
3. Nur Hidayah Aisyah

Dan Rusdiana (Irus) juga memiliki 3 anak, yaitu :

15

1. M. Al fajri
2. Nur Aulia Azzahra
3. Assyifa Silvia Putri
Semua cucu Ahmad sebanyak 9 orang adalah juriat CICIT APOY. Ditambah 1
orang BUYUT APOY yaitu anak Handy Arya Syahputra.
Mari kita semua mendoakan, semoga Ahmad (satu-satunya anak Datuk Apoy
yang masih hidup) diberikan kesehatan dan umur panjang yang penuh berkah.
Dan semoga suatu saat beliau (Ahmad) bisa berkumpul bersama,

bersilaturahmi semua Cucu, Cicit dan Buyut Apoy. Aamiin

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 7 (ketujuh)

Terus terang untuk menulis manaqib Anak Ketujuh
Datuk Apoy aku harus menata kata yang baik yang
tentunya diawali berkirim hadiah Al Fatihah untuk
beliau dan pasangan hidupnya selama di dunia. Dan

mohon maaf jika tulisan ini terurai lebih panjang

Aku sangat mengenal sidin, almarhum ARMAN
abahku sebagai anak ketujuh Datuk Apoy. Setahuku
nama beliau hanya Arman tapi dalam semua
dokumen pribadi beliau ada penambahan kosa kata
dibelakang nama beliau menjadi ARMANSYAH. Beliau dilahirkan di Sungai
Mariam Kecamatan Anggana pada Tahun 1943.

16

Dalam manaqib/biografi singkat ini aku pakai nama panggilan beliau

sehari-hari. Semoga almarhum abahku Arman husnul khatimah. Aamiin

Sebagai anak lelaki termuda, Arman banyak mengetahui silsilah keluarga
karena sidin selalu bersama bapak beliau Datuk Apoy hingga meninggal dunia.

Banyak hal kebaikan yang diceritakan Datuk
yang tidak sempat melihat wajah
Apoy kepada Arman Apoy) karena lebih dulu

ibunya (istri Datuk

meninggal dunia.

Hidup bersama Datuk Apoy membuat Arman

tidak mau bekerja jauh dari abahnya. Bahkan ketika

musim banjir kap Tahun 1968 dimana banyak orang

bekerja dan mendapat penghasilan besar

dengan bekerja kayu/log tapi Arman tidak mau bekerja meninggalkan

bapaknya.

Pernah suatu waktu sekira Tahun 1964, Arman pergi bekerja ke Surabaya dan
Malang-Jawa Timur namun setelah beberapa bulan bekerja disana Arman
selalu ingat bapaknya Datuk Apoy hingga berhenti bekerja dan memutuskan
untuk kembali ke Kalimantan. Bertepatan saat itu ada peristiwa G30S PKI,
Arman tertunda untuk pulang ke Kalimantan. Dan pada Tahun 1968 akhirnya
Arman bisa pulang dan berkumpul kembali bersama Datuk Apoy.

Sebelum berkeluarga Arman

bertani bersama Datuk Apoy

sembari bekerja menjadi tukang

kayu (mendirikan rumah).

Setelah Datuk Apoy meninggal

dunia dan abahku Arman sudah

berkeluarga, Arman bisa

membangun sendiri rumah kami

yang dulunya hanya pondok kecil

17

yang didiami Datuk Apoy. Walaupun aku masih berusia 5 tahun saat itu masih
ingat dan melihat langsung abahku membangun rumah tersebut di Loa Janan
Ulu.

Sementara membangun rumah, kami pindah ke rumah gudang kakekku Jhon
yang saat ini sudah menjadi Kantor Kepala Desa Loa Janan Ulu.

Almarhum mamaku selalu mendampingi abahku Arman saat membangun
rumah sambil mengayunkan adingku Nana yang masih berusia 3 tahun saat
itu. Dan ketika atap serta lantai sudah terpasang walaupun dinding papan
hanya separo, kami langsung menempati rumah tersebut.

Untuk membiayai kebutuhan keluarga, sambil menjadi tukang Arman dan
istrinya mamanfaatkan rumah di pinggir jalan untuk membuka warung makan
soto, sop, gado-gado, sate ayam, nasi kuning dan lainnya. Dan karena
kesibukan mengurus warung itulah Arman meninggalkan pekerjaan menjadi
tukang.

Arman menikah dengan seorang perempuan bernama Hamisah binti Jhon
Junaid pada Bulan Februari 1969 dan dikaruniai 4 (empat) orang anak laki-laki
dan 1 (satu) orang anak perempuan, yaitu :

1. H. Arliansyah (Loa Janan) @628125838712

2. Arliana / Darmariana @6282241192690 (Tawangmangu-Jawa Tengah)

3. Anton @6287771276402 (Makassar)

4. Hendra Wahyudi @6281250097479 (Loa Janan)

5. Heriansyah @6282149988815 (Loa Janan)

Menurut Zuriyat kelima anak Arman adalah CUCU APOY.

Arman dan Hamisah yang
tidak pernah membebani
anak-anaknya adalah orang

18

tua yang sangat dihormati dan disayangi. Suami istri tersebut tidak pernah
mengeluh sakit dihadapan anak-anaknya hingga azal menjemput mereka.

Meninggalnya Arman abahku serasa kehilangan segalanya. Pagi hari itu
Tanggal 5 Agustus 2007 atau 21 Rajab 1428 H sepulang shalat subuh berjamaah
di Masjid Nurul Jannah-Loa Janan, abahku Arman sempat menggendong cucu
(anak Anton) sebelum stroke menyerang beliau. Kami memutuskan membawa
abahku ke RS.Islam-Samarinda. Dan pada siang harinya, aku terhenyak dan
menangis setelah mendapat telpon dari adingku Anton yang mendampingi
abah di rumah sakit mengabarkan bahwa abahku Arman telah meninggal
dunia pada pukul 12.15 wita.

Ada perasaan yang hilang dan pikiran yang kosong karena kehilangan sosok
orang tua yang membesarkan kami semua anak kandungnya. Dan dengan
hati-hati kabar duka ini kami sampaikan kepada mamaku karena ada
kekuatiran terjadi apa-apa dengan mama. Mendengar kabar itu, mama
menangis sejenak dan terdiam untuk mengikhlaskan kepergian pasangan
hidupnya selama 38 tahun.

Kabar meninggalnya abahku Arman juga disampaikan kepada adingku Nana di
Tawangmangu Jawa Tengah.

Arman dimakamkan di Kuburan Muslimin Loa Janan Ulu.

Dari kelima anak Arman yang sudah berkeluarga masing-masing telah
memiliki keturunan yang kesemuanya CICIT APOY, yaitu :

√ H.Arliansyah dan Dwi Sulistyowati memiliki 3 anak, yaitu :

1. Annisa Maulida Arlistya @6285246293455 (kuliah Adminstrasi Bisnis
di Polnes Samarinda)

2. Anita Karisma Arlistya @6281251615788 (kuliah bidan di Poltekkes
Samarinda)

3. Ardha Kencana Arlistya @6282324345788 (SMP Kelas 2 di Loa Janan)

19

♡ Darmariana @6282241192690 dan suaminya Narto memiliki 2 anak
perempuan, yaitu :

1. Shinta Devi Avistha (bekerja di Hotel Haris Solo)
2. Shanti Dewi Auliya (SMK 1 Karanganyar-Jateng)

♡ Anton @6287771276402 dan istrinya Supiati memiliki 3 anak, yaitu :

1. Iyha Istiqomah (SMK 1 Jeneponto Makassar)
2. Diyas Islamiah (SMK 1 Jeneponto Makassar)
3. Billy Islamiah (2 tahun)

♡ Hendra Wahyudi @6281250097479 dan istrinya Jamilah memiliki 3 anak,
yaitu :

1. Aldi (tidak bekerja)
2. Hani (bekerja di Samarinda)
3. Sari (SMP di Loa Janan)

♡ Heriansyah @6282149988815 dan Rahmi memiliki 3 anak, yaitu :

1. Maulana Rafli Syah (mekanik Toyota Samarinda)
2. Habibi Maulana Syah (SD di Loa Janan)
3. Muhammad Hafi Syah (3 tahun)

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga
perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang
sholeh."

(HR. Muslim).

Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii
shaghira.

"Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku. Baik mama maupun abahku,
sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil."

20

Zuriyat Datuk Apoy ~ Anak 8 (kedelapan)

Inilah tulisan terakhir silsilah keturunan Datuk
Apoy tentang anak bungsu beliau.

Anak kedelapan Datuk Apoy seorang perempuan
yang bernama BARIAH yang biasa kupanggil Acil
Ibar.

Tidak banyak riwayat hidup yang sempat
diceritakan abahku tentang Acil Ibar. Mungkin
karena beliau ading abahku dan waktu itu
sama-sama masih hidup sehingga aku harus
mengetahui sendiri kehidupan Acil Ibar.

Sedikit sempat diceritakan mamaku bahwa Om Nelman suami Acil Ibar adalah
montir yang handal ketika bekerja di Loa Janan dengan kakekku Djon. Mereka
sama-sama berasal dari Sulawesi Utara. Om Nelman dari Sangir (Sangihe
Talaud), sementara kakekku Djon dari Minahasa. Namun keluarga kakekku
lebih banyak bermukim di Buol-Toli Toli dengan marga/pam Wakari.

Pernah suatu ketika sekira Tahun 1972 Acil Ibar bersama Om Nelman masih
tinggal di Malang Jawa Timur dengan kehidupan yang serba susah ditemui
abah dan mamaku untuk mengajak mereka kembali pulang ke Kalimantan.

Namun karena kondisi saat itu mereka tetap harus bertahan disana. Ada
beberapa anak Acil Ibar yang dilahirkan di Malang, namun aku tidak tahu pasti
siapa saja mereka. Yang aku ingat hanya almarhum Iyul (Yulis Kamal) anak
Acil Ibar yang lahir di Jawa karena semasa hidupnya Iyul sering berkunjung ke
rumah kami di Loa Janan.

21

Semasa kecil aku sering diajak abah dan mama mengunjungi Acil Ibar yang
bermukim di kawasan Manggar (manggar kecil) di Balikpapan. Mereka
sekeluarga menempati rumah panggung kecil yang bersebelahan dengan
bengkel Om Nelman. Posisi rumah tersebut agak masuk dari jalan raya dengan
lahan kosong yang luas di depan rumah. Dari depan rumah kita masih melihat
kendaraan yang lalu lalang di jalan kala itu. Aku sering bermain bersama Iyul di
depan rumah tersebut bahkan sampai menyeberang jalan di pantai manggar
kecil lokasi tentara latihan. Pantai ini bukan pantai Manggar yang dikenal saat
ini. Aku juga sempat diajak Iyul ke SMP di Batakan tempat dia bersekolah.

Saat ini aku tidak bisa melukiskan dimana posisi rumah bersejarah Acil Ibar
dulu karena seingatku berkunjung terakhir sudah ada bangunan Kantor Pos di
depan rumah tersebut. Kabar terakhir rumah dan tanah tersebut sudah ditukar
dengan tanah yang berdekatan dengan makam Acil Ibar yang juga masih di
Manggar Balikpapan.

Dari informasi yang aku terima dari salah seorang anak beliau, Acil Ibar
memiki 8 orang anak, 7 laki-laki dan 1 orang perempuan yaitu :

1. Almarhum Muhammad Yusuf
2. Almarhumah Fatmawati
3. Almarhum Yulis Kamal
4. Ardiansyah (Iyan)
5. Almarhum Muhammad Elmi
6. Suriansyah (Surian) @+62 812-5419-7336
7. Ernes @+62 812-5346-6074
8. Hairul Jan Deti @+62 813-4703-9717

Semua anak Acil Ibar adalah CUCU DATUK APOY dan ketiga anak beliau yang
masih hidup semuanya bertempat tinggal dan berkeluarga di Balikpapan.
Hanya seorang yang belum berkeluarga yaitu Ardiansyah.

Dari ketiga anak Acil Ibar yang sudah berkeluarga memiliki beberapa anak
yang kesemuanya adalah BUYUT DATUK APOY, yaitu :

22

● Anak dari Suriansyah @+62 812-5419-7336 dan Rusmiyati @+62
812-5320-1062 :

1. Aliffah Shawalia @+62 895-1028-0214
2. Jinan Luqyana
3. Atikah Zalfa Syakirah.

● Anak Ernes @+62 812-5346-6074 dan Nana, yaitu :

1. Nanda Ernasty (berkeluarga)
2. Ade fauzan
3. Ferel

● Anak Hairul @+62 813-4703-9717 dan Nia, yaitu :

1. Arya
2. Lisa

Syukur, Terima kasih dan Do'a

Alhamdulillah wa syukurillah dengan hidayah Allah Swt. aku bisa menyelesaikan tulisan singkat
Susur Zuriyat Datuk Apoy.

Semoga tulisan ini bisa menjadi perekat silaturahmi keluarga karena sama-sama mengetahui
silsilah keluarga.

Memang ada pemahaman yang berbeda tentang istilah juriyat/zuriat dengan
silsilah/keturunan. Istilah zuriat lebih mengarah pada anak seorang lelaki/bapaknya
sehingga ada penambahan kata bin atau binti di belakang nama seseorang. Namun tidak ada
maksud untuk mengaburkan istilah zuriat dalam tulisanku.

Kita semua adalah keturunan dari darah daging Datuk Apoy. Setiap diri kita mengalir darah
beliau. Selain kita mendoakan kayi nenek dan kuitan. Sepatutnya kita juga mendoakan
khusus Datuk Apoy dan berkirim hadiah Al fatihah dimanapun dan kapanpun.

23

Dalam kesempatan ini juga aku ingin menyampaikan bahwa semua anak Datuk Apoy berjumlah
9 (sembilan) orang. Anak beliau yang keenam seorang perempuan meninggal dunia di usia
muda. Jika tidak salah nama almarhumah Salbiah. Aku dan abahku pernah satu kali ziarah ke
makam beliau di pekuburan lama simpang tiga Loa Janan (belakang rumah H.Abu atau rumah
Julak Amat).
Tidak semua yang kuketahui harus kumasukkan dalam tulisan. Jadi aku juga menyampaikan
permohonan maaf jika ada kekeliruan dalam penulisan.
Aku berharap tulisan terakhir tentang Susur Zuriyat Datuk Apoy bukan akhir dari semuanya
sehingga WAG Apoy Family menjadi vakum, sunyi, sepi dan tanpa komunikasi. Siapa saja boleh
mengisi grup WA Apoy Family. Buang rasa malu dan minder karena semua rindu sapaan oleh
merina, saudara, keponakan, sepupu, cucu bahkan buyut sekalipun. Manfaatkan grup WA
untuk berkomunikasi, tausiah, informasi penting atau untuk iklan dan berjualan online.
Akhirnya di usiaku yang sudah setengah abad lebih ini, aku memohon doa agar semua amal
ibadahku termasuk ibadah hajiku (2004) dan ibadah umrahku (2015 dan 2019) diterima Allah

Swt. Tetap diberi kesehatan dan berguna bagi keluarga. Aamiin

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq. Wassalamualaikum wr wb.

Struktur Sel

Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan
teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di
sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini.

Masukkan teks Anda di sini

Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini Masukkan
teks Anda di sini Masukkan teks Anda di sini.


Click to View FlipBook Version