The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Catalogue Desa Pelangas_20230906_161731_0000

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ARIF ERGI HAYADI, 2023-09-08 11:16:19

E-Catalogue Desa Pelangas

E-Catalogue Desa Pelangas_20230906_161731_0000

Keywords: Bukit Penyabung, Desa Wisata, Pelangas

Modernisasi yang mendegradasi K K N M A s 2 0 2 3 DESA PPEELLAANNGGAASS


Tentang Sejarah 1 "Ada begitu banyak waktu dan tempat dalam sejarah di dunia kita yang tidak saya ketahui sama sekali, dan ketika saya mempelajarinya, mereka selalu menarik. " -Andrew Stanton


Tentang Sejarah Sebuah Nama Desa Pelangas merupakan salah satu Desa yang ada di Simpang Teritip , Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan jarak 198 km dari ibu kota provinsi atau sekitar 2 jam perjalanan yang dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi darat seperti travel, bus ataupun kendaraan pribadi. Desa Pelangas juga merupakan satu dari sekian banyaknya desa tertua yang sudah ada di Indonesia semenjak zaman penjajahan Belanda. Desa Pelangas diyakini oleh para tokoh dan budayawan lokal sudah berdiri sejak abad ke – 17 akhir namun belum dinamai Pelangas. Penamaan pelangas sendiri memiliki 2 versi menurut cerita turun – temurun yang sudah diwariskan dari para orang tua yang ada di desa yaitu; Pelangas (Tanaman kayu) Mayoritas penamaan desa di pulau Bangka khususnya diambil dari nama tanaman – tanaman berkayu yang banyak ditemukan pada areal sekitar Desa tersebut sebagai contoh yaitu Desa Berang, Desa Rambat, Desa Kundi, Desa Terentang dsb, nama dari desa – desa tersebut merupakan adaptasi dari penamaan tumbuhan yang menjadi ciri atau tanaman yang banyak ditemukan di desa tersebut. Pada area Desa Pelangas banyak ditemukan tanaman berjenis kayu dengan nama ilmiah Aporosa aurita atau biasa disebut oleh penduduk setempat dengan nama kayu Pelangas. Pelan Gas (kebiasaan tentara Belanda) Desa Pelangas terletak di tepi jalan lintas antar kabupaten dengan medan jalan yang berkelok dan cukup ekstrim. Hal ini mengakibatkan beberapa kendaraan yang berlalu lalang melewati desa Pelangas biasanya melaju dengan sangat cepat. Pada zaman penjajahan Belanda beberapa orang tentara Belanda yang melintasi jalan lintas yang melewati desa merasa ketakutan sambil menyerukan kata “pelan gas” yang ditujukan kepada supir supaya memperlambat laju kendaraannya. 1 Pada pengasingan Soekarno – Hatta di daerah Muntok saat zaman penjajahan Belanda, Ir. Soekarno diundang untuk menghadiri pernikahan anak Gegading (Pemimpin Desa) saat itu Desa Pelangas. Saat kunjungannya menghadiri acara itu, pak Soekarno memberikan Bendera merah putih ke Desa Pelangas sebagai bentuk kepercayaan pada masyarakat untuk menjaga bendera tersebut. Bendera tersebut disimpan secara turun – temurun oleh satu keluarga yang sekarang dikepalai oleh pak Syafi’e Samah. Pada akhirnya seluruh elemen Masyarakat di Desa Pelangas sepakat jika kata “Pelangas” untuk penamaan desa itu diambil dari versi cerita pertama yang menggunakan nama tumbuhan jenis kayu Aporosa aurita atau kayu Pelangas. Karena versi cerita ini lebih sesuai dengan kultur dari Masyarakat Bangka yang biasanya menggunakan nama – nama tumbuhan untuk penamaan desa, sehingga versi cerita yang kedua diyakini bukanlah cerita yang melatar belakangi nama dari desa Pelangas. Namun 2 versi cerita ini masih tetap diceritakan di kalangan masyarakat sebagai salah satu bentuk budaya lisan yang masih terjaga di desa Pelangas. Penamaan desa disematkan oleh sultan Palembang Darussalam II yaitu Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago pada saat eksplorasi nya untuk pengambilan hasil alam di Bangka Belitung yang saat itu masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Palembang, hal ini diperkuat pula dengan cerita masyarakat Jerieng dan adanya bukti Sungai buatan yang diberi nama Sungai Palembang yang berfungsi untuk jalur transportasi kapal tongkang pada zaman itu. Gambar.1. ilustrasi peta sejarah Gambar.2. Ilustrasi tentara Belanda saat mengendarai mobil Gambar.3. Ilustrasi Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago Gambar.3. Bendera pemberian Ir. Soekarno


Tentang Orang 2 "Apa yang perlu kita lakukan adalah menemukan jalan untuk merayakan keberagaman kita dan memperdebatkan perbedaan kita tanpa memecah belah masyarakat . " -Hillary Clinton


Tentang Orang Suku Jerieng Masyarakat di Desa Pelangas terdiri dari 3 ragam masyarakat yang sejalan dengan berdirinya Desa Pelangas yaitu, suku Melayu, suku Jerieng, dan etnis Tionghoa dan 3 ragam kepercayaan yang dianut yaitu Islam, Kristen, dan Konghucu. Namun demikian, tolerasni antar suku dan umat beragama terjalin dengan sangat baik. Suku Jerieng ini merupakan salah satu suku asli pendiri Desa Pelangas, walaupun demikian pada awalnya suku Jerieng adalah sebuah suku yang berasal dari Desa Pelangger. Suku Jerieng merupakan suku agraris yang no maden atau tidak menetap pada suatu wilayah tertentu dengan mengandalkan sektor pertanian dan pertambangan sebagai mata pencaharian utama masyarakat, sampai pada abad ke – 17 akhir tersebut mereka mendirikan permukiman di bawah kaki bukit Penyabung yang sampai saat ini dikenal dengan Desa Pelangas. Suku Jerieng juga sudah mendirikan Kerajaan yang disebut dengan Kesultanan Jerieng Amantubillah, istana Kerajaan ini juga masih terjaga baik di Desa Pelangas di seberang balai desa dengan nama Setana Jerieng Amantubillah. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat sehari hari merupakan Bahasa Bangka dan Bahasa Jerieng. Bahasa Jerieng ini memiliki bunyi dan logat yang serupa dengan Bahasa Bangka, namun memiliki beberapa pengucapan kata yang berbeda dan bisa merujuk pada makna kesatuan yang samadan/atau makna yang berbeda. Bahasa Jerieng ini sudah ada semenjak peradaban masyarakat Pelangas ini mulai menetap di bawah kaki bukit Penyabung, sehingga dapat dikatakan jika Bahasa Jerieng ini salah satu Bahasa daerah tertua di Indonesia. Bahasa ini senantiasa masih diwariskan dari generasi ke generasi di masyarakat Jerieng yang ada di Pelangas hingga sampai saat ini masyarakat Pelangas sudah berada pada generasi ke – 11. 2 Gambar.4. Suku Jerieng Gambar.5. Wanita suku Jerieng Gambar.6. SMB IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja menghadiri Maulid Agong dan pemberian penghargaan di Setana Jerieng Amantubillah di Desa Pelanggas


Tentang Kebudayaan 3 Kita makin mengakui dan menerima, menghormati dan merayakan, keragaman budaya kita. " - Julie Bishop


Tentang Adat&Kebudayaan Hukum Adat 3 Karena termasuk desa tertua yang ada di Bangka Belitung, masyarakat desa Pelangas juga memiliki adat dan kebudayaan yang menjadi pengatur dari tatanan kehidupan bermasyarakat di Desa Pelangas. Beberapa adat istiadat ini masih senantiasa dilakukan oleh masyarakat, walau sekarang beberapa pengaplikasian adat istiadat ini hanya dijadikan sebagai salah satu bentuk kearifan lokal. Mayoritas masyarakat Pelangas masih tetap menaati ketentuan dari adat istiadat ini. Timbang Buyung Timbang Bayung ini merupaksan salah satu sanksi adat yang pernah berlaku di desa Pelangas yang diperuntukkan untuk mereka yang melanggar aturan karena menikahi pasangan yang masih memiliki kekerabatan. Timbang Buyung ini akan dilakukan setiap tahun kepada para pengantin yang baru menikah yang dilaksanakan secara serempak pada 13, 14, atau 15 hari bulan, yang disebut “Raya Bulan”. Hukuman Timbang Buyung ini ditentukan oleh dukun kampung yang sesuai dengan kategori seberapa berat pelanggarannya mulai dari dimasukkan ke dalam bubu yang kemudian dilempar ke sungai atau yang paling berat dimasukkan ke bara api yang masih menyala. Jika satu orang ini menikahi pasangan yang memiliki satu garis dan sepangkat atau lebih dari ibu nya maka ini termasuk pelanggaran berat yang disebut dengan “buyung naik” dan diberikan hukuman paling berat seperti dibakar di atas bara api. Kemudian jika orang ini menikahi orang yang dibawah pangkat ibu nya, maka pelanggarannya tergolong ringan yang disebut dengan “buyung turun”, hukumannya berupa membuat anyaman seperti tikar dengan jumlah min 2 lembar dan maksimal 5 lembar sesuai dengan keputusan sang dukun kampung. Hukum timbang buyung ditebus oleh sang suami yang dimaksudkan untuk membuang sial bagi keluarga mereka. Hukum timbang buyung boleh ditunda jika keluarga tersebut belum siap dengan konsekuensi hukumannya akan berlipat ganda setiap tahunnya Pelanggar Hutan Adat Tak hanya Timbang Buyung, ada pula hukum adat yang pernah berlaku di desa Pelangas yang diperuntukkan untuk para penebang liar atau yang membuka lahan secara illegal pada hutan adat. Para tersangka akan dibawa tempat kummpul di desa seperti masjid atau balai desa untuk diumumkan ke seluruh masyarakat tentang perilakunya supaya memiliki efek malu dan jera. Sanksi yang diberikan yaitu, tersangka diharuskan memasak bubur merah putih yang diperuntukkan untuk masyarakat seluruh desa. Masyarakat Pelangas juga didapati memiliki ragam kebudayaan yang sangat berlimpah karena kulturasi dari ragam masyarakat yang telah diwariskan dari zaman ke zaman melalui tradisi lisan dan praktik – praktik kebudayaannya. Walaupun begitu, karena terjadinya Gap pada kurun waktu 2000 an membuat beberapa kebudayaan di desa Pelangas terdegradasi oleh zaman, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran akan pentingnya pewarisan kebudayaan nenek moyang di lingkungan masyarakat. Namun begitu beberapa kebudayaan yang masih ada di kehidupan masyarakat Pelangas masih terjaga dengan baik antara lain; Kesenian Gambar.7. Perangkap ikan/ Bubu sebagai hukuman timbang buyung Gambar.8. Ilustrasi pembakaran untuk hukuman timbang buyung Gambar.9. Bubur merah Gambar.9. Ragam kebudayan di Indonesia


Andai - andai Andai – andai Andai andai adalah istilah dari masyarakat Pelangas untuk sebuah cerita penghantar tidur yang dulu biasanya diceritakan oleh para orang tua kepada anaknya untuk memberikan gambaran tentang kehidupan yang memiliki nilai keagamaan dan budi pekerti serta norma norma berkehidupan, yang dikemas dalam bentuk cerita rakyat. Di dalam penceritaannya, sering kali andai andai ini dibubuhi kutipan kutipan yang menegaskan tentang norma – norma yang mengatur hubungan kita pada Tuhan, Alam, dan sesama manusia. 4 Berladang Berladang merupakan kegiatan Bertani nya masyarakat Pelangas, berladang sendiri identik dengan kegiatan bertani padi masyarakat desa. Karena sebagian besar penduduk Pelangas menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian, sehingga masyarakat Pelangas pun menyisipkan pula unsur ritual kebudayaan pada kegiatan berladang ini. Adapun kegiatan yang pertama untuk berladang yaitu “ngeseik utan” ini merupakan proses awal dalam berladang yaitu mencari lokasi untuk berladang. Saat pembukaan lahan digunakan kayu mentangur yang dipotong dengan ukuran sepanjang 5 hasta orang dewasa atau sekitar 1,7 m yang dipukul ke arah 4 mata angin. Konon jika setelah dipukul kayu mentangur akan menjadi lebih Panjang dari ukuran awal yang menandakan jika lahan tersebut boleh untuk dijadikan lokasi berladang, namun jika tidak terjadi penambahan panjang kayu maka lokasi tersebut tidak boleh dipakai untuk berladang karena diyakini jika lokasi tersebut merupakan lokasi yang disayang oleh hutan. Berladang Selanjutnya pada waktu membuat lubang untuk meletakkan bibit padi (nugal) menggunakan tiang kayu yang ditancapkan ke tanah. Saat proses me-nugal ini akan dilakukan nyanyain yang disebut tembang yang dilakukan oleh satu orang yang dipercaya untuk memimpin proses menugal ini, setelahnya akan diikuti oleh orang – orang yang membantu untuk menugal. Pada proses perawatan, masyarakat Pelangas di zaman dulu hanya akan bergantung pada kondisi iklim, sehingga mereka tidak akan perlu menggunakan pupuk ataupun air tambahan. Hal ini bisa terjadi karena memang pada suku Jerieng memiliki waktu atau musim tanam yang ditandai dengan buah Lunding (Ficus variegate). Buah ini memiliki ciri seperti buah tin dengan ukuran buah yang relative lebih kecil dari buah Tin. Masyarakat suku Jerieng akan memantau pertumbuhan buah di seluruh batang dengan ciri, jika rimbunan buah banyak tumbuh diujung batang itu menandakan jika musim tanam sudah ad di ujung musim sehingga dinilai tidak akan efektif menanam pada waktu itu. Jika buah tumbuh pada pertengahan pohon itu menandakan jika musim ideal untuk tanam sedang berlangsung sehingga waktu ini dianggap paling bagus untuk bercocok tanam. Kemudia jika buah tumbuh di bagian bawah pohon atau dekat dengan tanah, itu berarti awal bagi musim tanam sehingga ini juga waktu yang pas untuk bercocok tanam. Gambar.10. Batu balai salah satu legenda lokal masyarakat bangka Gambar.11. Prosesi nugal Gambar.12. Pembukaan lahan dengan cara tradisional


Taber Gunong Taber Gunong adalah ritual kebudayaan masyarakat Pelangas terutama suku Jerieng sebagai bentuk rasa Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala bentuk hasil panen dari alam. Taber gunong pula merupakan media masyarakat untuk menjaga keharmonisan antara manusia dan alam dengan beberapa pantangan sebagai bentuk kearifan lokal yang dilakukan setiap tahun satu kali pada bulan Muharram. Alunan gendang dan gong akan menjadi simbol dimulainya perjalanan menuju Bukit Penyabung, wilayah sakral suku Jerieng sekaligus tempat ritual taber gunong. 5 Selama perjalanan ada beberapa titik pemberhentian. Pertama, di balai desa tempat ditampilkannya “tari tabuh” yang diiringi musikk gendang dan gong. Kedua, pemakaman desa Pelangas, berziarah ke makam Kek Adung dan Kek Weng, leluhur atau “batin gunung” Suku Jerieng di masa lalu. Perjalanan menuju bukit penyabung dipimpin oleh seorang pemimpin adat yang diikuti oleh setiap perwakilan dari masyarakat suku Jerieng yang tersebar di 13 desa pulau Bangka. Dipimpin seorang ketua adat suku Jerieng desa Pelangas, Janum Bin Lamat yang juga merupakan keturunan ketujuh dari “batin gunung”, sosok pemimpin dalam sistem adat suku Jerieng. Batin gunung berperan layaknya dukun kampung yang memiliki kemampuan mengobati, serta sebagai penghubung dan menjaga keseimbangan antar manusia, alam, dan makhluk lainnya. Taber Gunong ini juga merupakan salah satu cara masyarakat Pelangas untuk menjaga alam, karena pelaksanaan taber gunong masyarakat memiliki pantangan untuk merusak atau membunuh makhluk hidup selama 3 hari sejak pulang dari ritual. Di dalam rangkaian ritualnya, akan disediakan sesaji dan makanan – makanan yang disebut dengan “merik antu makan”, hal ini dimaksudkan untuk konsep saling berbaagi pada makhluk – makhluk lain yang nantinya semua makanan yang dibawa ke atas akan dimakan Bersama – sama setelah acara ritual taber gunong selesai. Gambar.13. Perjalanan menuju bukit penyabung untuk ritual taber gunong Gambar.14. Ritual taber gunong Gambar.15. Janum bin Lamat dukun kampong yang memimpin ritual taber gunong Gambar.16. Sesajen untuk ritual taber gunong


Tentang Alam Desa Pelangas dikaruniai sumber daya alam yang masih sangat melimpah mulai dari tanaman, hewan, dan keindahan alam yang disajikan secara percuma yang didapatkan masyarakat dari bukit Penyabung. Bagi masyarakat, bukit Penyabung sendiri sudah seperti supermarket alam yang menyediakan berbagai macam kebutuhan sandang dan pangan bagi masyarakat sehingga masyarakat memiliki ketergantungan kebutuhan hidupnya pada hutan bukit Penyabung. Namun begitu, masyarakat juga sangat menjaga alam dan keasrian dari hutan dengan berbagai kearifan lokal seperti pantangan pantangan untuk tidak merusak hutan, mengurangi intensitas perburuan, dan musim perburuan yang sudah ditentukan.


Kondisi alam yang terjaga menjadikan hutan bukit Penyabung menjadi tempat bagi beragam tanaman, mulai dari tanaman kayu hingga tanaman perdu tumbuh subur di hutan Bukit Penyabung. Tanaman – tanaman ini seringkali dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai obat tradisional yang tentunya memiliki nilai manfaat yang tinggi dengan harga yang ekonomis karena mudah didapatkan dan diolah dengan teknologi tradisional. Flora "Bunga selalu membuat orang lebih baik, lebih bahagia, dan lebih bermanfaat; mereka adalah sinar matahari, makanan dan obat untuk jiwa." - Luther Burbank


1 Tanaman andong (Cordyline friticosa) dari famili agavaceae, bagian dari tanaman ini yang biasanya dimanfaatkan adalah daun. Daun andong merah (Cordyline fruticosa mengandung senyawa kimia saponin, flavonoid dan tanin yang mampu menyembuhkan luka secara topikal (Maudyana, et al. 2022). Kelor Terung Takokak daun kelor memiliki kandungan vitamin A, B, C, protein, dan mineral. Penyakit yang dapat diobati dengan tanaman kelor diantaranya: gangguan penglihatan, penumpukan lemak pada liver, beri-beri, dermatitis, kulit kering, rambut pecahpecah, pendarahan gusi, anemia, osteoporosis, dan mengatasi gangguan pertumbuhannpada anak/ stunting (Saputra, et al. 2021). Kingdom Plantae ,Divisi Tracheophyta, Kelas Dicotyledonea Ordo Asparagales, Famili Asparagaceae, Genus Cordyline, Spesies Tinospora cordifolia Andong Kingdom Plantae ,Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Brassicales, Famili Moringaceae, Genus Moringa, Spesies M.oleifera Kingdom Plantae ,Divisi Tracheophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Solanales, Famili Solanaceae, Genus Solanum, Spesies S.torvum Sediaan herbal yang berpotensi dapat meningkatkan sistem imun antara lain adalah Terong Takokak. Terung Takokak memiliki kandungan seperti antioksidan, anti bakteri pathogen, anti kanker, dan lain-lain (Setiyadi & Heilusiatiningsih, 2021).


2 Kingdom Plantae ,Divisi Tracheophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Gentianales, Famili Rubiaceae, Genus Uncaria, Spesies Uncaria gambir (Hunt.) Roxb Kingdom Plantae ,Divisi Tracheophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Asterales, Famili Asteraceaae, Genus Elephantopus, Spesies E. scaber L Kingdom Plantae ,Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledone Ordo Umbilales, Famili Umbilaferae, Genus Centella, Spesies Centella asiatica (L) Urban Gambir Gambir dengan kandungan dua komponen utama yaitu katekin dan asam katekutannat mempunyai banyak manfaat. Gambir memiliki daya astringensi, antibakteri, dan sifat - sifat farmakologis dan toksis yang lainnya. Sifat-sifat ini menyebabkan gambir banyak digunakan dalam berbagai bidang industri, seperti industri obat obatan dan farmasi, industri penyamakan kulit, dan lain-lain (Harnis, et al. 2021). Tapak Liman Secara empiris daun dan akar dari tanaman E.scaber memiliki banyak kegunaan seperti mengobati demam,malaria,batuk,sariawan di mulut dan anemia. Manfaat lain yang dapat ditemukan dari E.scaber ini yaitu sebagai antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri gram positif dan bakteri gram negatif karena tumbuhan ini mengandung senyawa flavonoid yang tinggi,fenol dan saponin yang dilaporkan memiliki antioksidan, antibakteri, antivirus, anti radang (Nasution, et al. 2021). Pegagan Pegagan dimanfaatkan sebagai penyembuh luka, radang, reumatik, asma, wasir, tuberkulosis, lepra, disentri, demam, dan penambah darah. Pegagan digunakan dalam bentuk ramuan maupun sebagai bahan tunggal. Herba tersebut dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk segar, Herba tersebut dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk segar (Sutardi. 2016).


3 Kingdom Plantae ,Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida Ordo Poales, Famili Poaceae, Genus Coix, Spesies C. Lacryma- jobi Kingdom Plantae ,Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida Ordo Zingiberales, Famili Costaceae, Genus Costus, Spesies Costus speciosus Kingdom Plantae ,Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledonae, Ordo Apiales, Famili Araliaceae, Genus Nothopanax, Spesies Nothopanax scutellarium Merr Jelai Tanaman ini merupakan sumber karbohidrat, lemak, serat, dan antioksidan yang sudah banyak digunakan sebagai makanan pokok masyarakat di dunia. Jali diketahui mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu sebesar 76.4%, serta kandungan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan beras, jagung, dan sorgum yaitu sebesar 54 mg/100 g (Husna, et al. 2018). Kelacing Tanaman kelacing/pacing itu sendiri berasal dari suku Zingiberaceae atau berasal dari suku temu-temuan. Sebagian besar dari famili tanaman ini memang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat-obatan herbal. Manfaat dari tanaman pacing (Costus speciosus) dapat menyembuhkan penyakit disentri, radang selaput lendir mata, luka akibat gigitan ular maupun gigitan serangga (Erlangga. 2020). Mangkokan Pada umumnya daun mangkokan banyak digunakan sebagai obat tradisional diantaranya sebagai pengobatan untuk mengobati radang panyudara, pembengkakan dan melancarkan pengeluaran ASI, rambut rontok, sukar kencing, bau badan dan luka (Listiana, et al. 2022).


4 Daun sirih udang/ sirih hijau digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan dalam menghentikan pendarahan, gatal-gatal, sariawan dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau pun jamur (Sadiah, et al. 2022). Kritabali Tumbuhan kritabali/brotowali merupakan tumbuhan yang sudah dikenal sebagai tumbuhan obat memar, demam, merangsang nafsu makan, sakit kuning, cacingan, batuk, mencuci luka pada kulit Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder Dari Ekstrak N-Heksanaatau gatal- gatal dan untuk mengobati penyakit kencing manis. Tumbuhan brotowali dilaporkan memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antimalaria, antidiabetes, antipieretik, antihipergli-kemik (Muharni & Masyita, 2015). Kingdom Plantae ,Divisi Tracheophyta, Kelas Dicotyledonea Ordo Ranunculales, Famili Menispermaceae, Genus Tinospora, Spesies Tinospora cordifolia Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mellitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Sirih merah banyak digunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia (Fadillah, 2015) Sirih Merah Kingdom Plantae ,Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Piperales, Famili Piperaceae, Genus Piper, Spesies P. ornatum Kingdom Plantae ,Divisi Angiospermae, Kelas Magnoliidae Ordo Piperales, Famili Piperaceae, Genus Piper, Spesies P. betle Sirih Udang


5 Tumbuhan ini mengandung efek antioksidan. Alkaloid dan flavonoidnya dikatakan mengandung zat yang selain baik untuk antioksidan, juga baik sebagai nutrisi buat tubuh. Di tanaman ini, selain mengandungi zat-zat tersebut, ada pula karbohidrat, steroid, tanin, polifenol, dan terpenoid (Siju, E.N. et al .2010). Balik Adap Karamunting Antioksidan dalam daun karamunting mampu mengikat radikal bebas sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Berkurangnya stres oksidatif dapat mengurangi resistensi insulin dan mencegah perkembangan disfungsi dan kerusakan sel β pankreas (Yuliana. 2021). Kingdom Plantae ,Divisi Angiospermae, Kelas Magnoliopsida Ordo Gentianales, Famili Rubiaceae Genus Mussaenda , Spesies M. frondosa Kingdom Plantae, Divisi Angiospermae, Kelas Magnoliopsida Ordo Myrtales, Famili Melastomaceae, Genus Melastoma, Spesies M. malabathricum Ketepeng Cina Daun ketepeng (Cassia alata) berkhasiat sebagai obat kurap, kudis, gatal-gatal, panu, obat luka dan obat malaria alami. Untuk mengatasi kudis dipakai ± 10 gram daun segar ketapang segar, dicuci lalu ditumbuk sampai hancur, kemudian ditempelkan pada area kulit yang terdapat kudis kemudian dibalut dengan kain bersih (Yamin, et al. 2017). Kingdom Plantae, Divisi Angiospermae, Kelas Dicotyledoneae Ordo Rosales, Famili Fabaceae, Genus Cassia, Spesies C.alata


6 Secara tradisional, masyarakat menggunakan tanaman ini untuk mengobati radang gusi, sariawan, dan pendarahan (Pratiwi, 2015). Berdasarkan hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa terdapat kandungan kimia yang terdapat dalam sisik naga yaitu saponin, polifenol, minyak atsiri, triterpen/sterol, fenol, flavonoid, tanin, dan gula. Daun meniran ini bermanfaat untuk menobati tekanan darah tinggi, anemia, batu empedu, retensi cairan, tuberkulosis, hepatitis dan diabetes, serta bermanfaat untuk mendukung kesehatan pencernaan (Khotimah, 2019). Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida OrdoMalpighiales, Famili Phyllanthaceae, Genus Phyllanthus, Spesies P. niruri Meniran Mahkota Dewa Secara kualitatif, mahkota dewa mengandung beberapa zat aktif seperti, i) alkaloid, bersifat detoksifikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh; ii) saponin yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan virus, mengurangi kadar gula darah, mengurangi penggumpalan darah; iii) flavonoid berfungsi sebagai antioksidan; dan iv) polifenol yang berfungsi sebagai antihistamin (Fiana & Octaria. 2016) Kingdom Plantae, Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledonae Ordo Thymelacales, Famili Thymelacaceae, Genus Phaleria, Spesies Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl. Sisik Naga Kingdom Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Pteridopsida, Ordo Polypodiales, Famili Polypodiaceae, Genus Drymoglossum, Spesies Drymoglossum piloselloides (L) Presl.


7 Kumis Kucing Sembung Sambung Nyawa Kumis kucing dimanfaatkan untuk mengobati rematoid, diabetes, hipertensi, radang amandel, epilepsi, gangguan menstruasi, gonore, sifilis, batu ginjal, batu empedu, demam, hepatitis, penyakit kuning (Ameer, et al., 2012) Tanaman sembung digunakan untuk pengobatan rematik, nyeri haid, influenza, kembung, sakit tulang, diare, sariawan, asma, angina pectoris (Dalimartha, 2005; Kinho, 2011), kolera, sakit perut, tidak nafsu makan, nyeri dada, penyakit jantung, demam, bronkhitis, epitaksis Tanaman sambung nyawa dimanfaatkan sebagai antikoagulan, mencairkan pembekuan darah, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, khusus bagian daunnya dapat digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, luka terpukul, melancarkan sirkulasi, radang mata, sakit gigi, rematik sendi, perdarahan kandungan, kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi (hipertensi), ganglion, kista, tumor, memar (Cancer Chemoprevention Research Center, 2016) Kingdom Plantae, Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledonae Ordo Lamiales Famili Lamiaceae, Genus Orthosiphon, Spesies O. aristatus Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Dicotyledonae Ordo Lamiales Famili Verbenaceae Genus Clerodendrum, Spesies Clerodendrum chinense (Osb.) Mabberley Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Dicotyledonae Ordo Lamiales Famili Asteraceae Genus Gynura, Spesies Gynura procumbens (Lour.)


8 Lempuyang gajah merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam industri obat tradisional atau jamu dan mempunyai khasiat sebagai obat disentri, sakit perut, mencret dan bersifat karminatif Asam kandis (Genus Garcinia) diketahui kaya akan metabolit sekunder yang berfungsi sebagai obat tradisional yaitu antibakteri, antifungi, antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik. Tanaman masco dapat digunakan sebagai antimikroba, antihermintik, antifungi, antiinflamasi, antibakterial, antioksidan, antidiabetes, antiinflamasi, dan antihistamin Lempuyang Gajah Masco (Miana) Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida, Ordo Zingiberales Famili Zingiberaceae Genus Zingiber, Spesies Zingiber zerumbet (L.) Sm Kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Malpighiales, Famili Clusiaceae, Genus Garcinia, Spesies G. xanthochymus Kingdom Plantae, Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledonae, Ordo Solanales Famili Lamiaceae, Genus Coleus, Spesies Coleus scutellariodes (L) Benth Asam kandis


9 Batang sesuru (Euphorbia antiquorum L.) digunakan untuk mengobati diare, bisul, malaria, demam, sakit gigi, rematik, dan sembelit. Tumbuhan rukam (F. rukam) memiliki kandungan fitokimia antara lain flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid sehingga tumbuhan ini memiliki manfaat sebagai antibakteri (Putri et al., 2019). Ciplukan (Celepok) Ciplukan dapat digunakan sebagai obat diabetes dengan mengengoptimalkan aktivitas insulin, antitumor antikanker analgesik, antiinflamasi antiasma, diuretik. Kingdom Plantae, Divisi Spermatophyta, Kelas Dicotyledonae, Ordo Malpighiales, Famili Euphorbiaceae, Genus Euphorbia, Spesies Euphorbia antiquorum L. Sudu - Sudu (Sesuru) Kingdom Plantae, Divisi Tracheophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Malpighiales, Famili Salicaceae, Genus Flacourita, Spesies Flacourita rukam Rukam Kingdom Plantae, Divisi Tracheophyta, Kelas Dicotyledonae, Ordo Solanales, Famili Solanacae, Genus Physalis, Spesies Physalis angulata L


10 Pare Idat Tanaman pecut kuda/biasa digunakan setiap hari. Bagian yang digunakan adalah daun. Daun pecut kuda digunakan untuk penyakit radang tenggorokan, dan sakit maag. tak hanya itu bagian daun pecut kuda dikonsumsi untuk penyakit nyeri, sendi dan sebagai peringkat daya tahan tubuh (Septiyadi, et al. 2021). Pecut Kuda Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida Ordo Lamiales Famili Verbenaceae Genus Stachytarpheta, Spesies S.jamaicensis Menurut Santoso (2008) kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare diantaranya : buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat dan zat warna. Tumbuhan Idat (Cratoxylum glaucum) merupakan tumbuhan lokal Bangka Belitung yang sering dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati demam, diare, batuk, penyalit kulit, dan memperlancar ASI. Kingdom Plantae, Ordo Malpighiales, Famili Hipercaceae, Genus Cratoxylm, Spesies Cratoxylum glaucum Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Sub Divisi Magnoliopsida, Kelas Dycotiledonae, Famili Cucurbitaceae, Genus Momordica, Spesies Momordica charantia


11 Tumbuhan ribu-ribu digunakan sebagai obat sakit kepala, obat bisul, sedangkan akarnya digunakan sebagai penghilang kelelahan (Setyowati and Wardah, 2007). Selain itu, daun ribu-ribu digunakan sebagai obat hipertensi (Meliki et al., 2013), obat diare, demam, disentri, sakit kuning, dan daun mudanya dapat digunakan sebagai obat luka (Izati & Hendra,2013) Tumbuhan obat mensirak (Ilex cymosa BI.) mengandung senyawa bioaktif flavonoid, tanin, saponin, dan steroid pada bagian daunnya, yang berkhasiat sebagai antibakteri (Asmaliyah et al., 2016). Tumbuhan ini bermanfaat sebagai obat luka, alergi, dan penyakit kulit (Setyowati, 2005) Menurut Heyne (1987) tanaman jenggitri (E. acuminata) merupakan perdu atau pohon kecil yang mirip dengan tanaman teh (Cina). Burkill (1935) melaporkan bahwa daun tanaman ini dapat digunakan sebagai bahan jamu-jamuan pada wanita saat melahirkan. Kayu dari tanaman ini juga mempunyai nilai ekonomis yaitu biasa digunakan sebagai tiang/balok pada bangunan rumah selain juga sangat bagus digunakan sebagai bahan bakar, sedangkan buahnya di Jepang digunakan sebagai pewarna. Mensirak Sesalah (Jenggitri) Sepiding (ribu-ribu) Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Theales, Family Theaceae, Genus Eurya, Spesises Eurya acuminata DC Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Class Eudicots, Ordo Cucurbitales, Family Anisophylleaceae, Genus Anisophyllea, Species Anisophyllea disticha Kingdom Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Aquifoliales Family Aquifoliaceae, Genus Llex, Spesises Llex cymosa BI.


Hutan bukit penyabung juga menjadi rumah yang nyaman bagi para hewan yang menempatinya, hal itu didukung pula dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Tak hanya sebagai geosite pariwisata, bukit penyabung secara tidak langsung menjadi cagar alam untuk beberapa hewan endemik Bangka Belitung seperti mentilin (Tarsius bancanus) dan tupai kerdil (Exilisciurus exilis) dan lain - lain. Fauna "Sampai seseorang mencintai binatang, sebagian dari jiwanya tetap tidak terbangun." - Anatole France


13 Secara umum, subspesies tupai Prevost dideskripsikan berdasarkan pola warnanya. Meskipun terdapat variasi geografis yang signifikan, terdapat juga beberapa variasi individual di setiap wilayah. Bagian bawahnya selalu berwarna oranye kemerahan hingga berwarna merah tua. Bentuk khasnya, termasuk subspesies Semenanjung Thailand-Melayu ( C.p. prevostii dan lainnya), adalah salah satu mamalia paling berwarna di dunia dengan bagian atas dan ekor berwarna hitam, bagian bawah berwarna oranye kemerahan, paha dan panggul berwarna keputihan, dan pipi berwarna abu-abu hingga putih abuabu Lurz, et al. 2017). TTupai kerdil terkecil (Exilisciurus exilis), juga dikenal sebagai tupai kerdil biasa , adalah spesies hewan pengerat dalam keluarga Sciuridae .Tupai berwarna coklat zaitun ini endemik di hutan, sebagian besar berada di bawah ketinggian 750 m (2.500 kaki) tetapi secara lokal jauh lebih tinggi, di pulau Kalimantan , Sumatra , dan Banggi di Asia Tenggara (Sidajabat, et al. 2017). Mentilin merupakan hewan nokturnal yang hanya aktif di malam hari dan biasa beraktivitas di atas dahan-dahan pohon yang memiliki ketinggian 5 meter. Tapi anehnya hewan ini berbeda dengan hewan nokturnal lainnya, jika hewan nokturnal biasanya memiliki daerah pemantul cahaya (tapetum lucidum) di matanya tapi mentilin tidak memilikinya. Dan juga mentilin ini memiliki fovea yang jarang sekali dimiliki oleh binatang nokturnal. Tupai Kerdil Mentilin Tupai 3 warna Kingdom Animalia, Filum Chordata Kelas Mamalia, Ordo Primata, Family Tharsiidae, Genus Tarsius, Spesises Tarsius bancanus Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mamalia, Ordo Rodentia, Family Scuridae, Genus Callosciurus, Spesies Callosciurus prevostii Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mamalia, Ordo Rodentia Family Scuridae, Genus Exilisciurus, Spesies Exilisciurus exilis


14 Kukang bangka (Nycticebus bancanus Lyon, 1906) adalah sejenis kukang yang menyebar di Pulau Bangka dan Pulau Kalimantan bagian barat daya. Nycticebus bancanus dicirikan oleh pola pewarnaan wajah yang terang, dengan ujung atas cincin gelap sekeliling mata yang baur di pinggiran atasnya. Tepi bawah cincin gelap itu tidak pernah melewati lengkung (tulang) pipi. Jalur pucat di antara kedua matanya lebar; pola atau bercak besar di ubunubunnya sering baur (kabur) tepi-tepinya. Telinganya berambut panjang; dan pita pucat di depan telinganya sempit (Munds, et al. 2013). Pelanduk kancil (Tragulus kanchil), juga dikenal sebagai kancil atau pelanduk, adalah sejenis ungulata berteracak genap bertubuh kecil anggota suku Tragulidae. Pelanduk bertubuh kecil, tinggi bahu sekitar 200 mm; panjang kepala dan tubuh 400–480 mm; ekor 65–80 mm; dan beratnya 0,7-2 kg.[5] Data dari Kalimantan sedikit berbeda; dengan panjang kepala dan tubuh 425–485 mm, ekor 60–93 mm, dan berat 2,0-2,5 kg. Perbedaannya dengan pelanduk napu (T. napu) yang memiliki lima garis putih, sedangkan pelanduk ini memiliki tiga garis putih di sekitar dada dan tenggorokan ( Chua, et al. 2009). Musang ini berekor besar panjang dan bertubuh besar. Panjang kepala dan tubuh antara 60 – 95 cm, ditambah ekornya antara 50 – 90 cm. Beratnya sekitar 6 – 14 kg, bahkan sampai 20 kg. Berambut panjang dan kasar, berwarna hitam seluruhnya atau kecokelatan, dengan taburan uban keputihputihan atau kemerahan. Pada masingmasing ujung telinga terdapat seberkas rambut yang memanjang. Ekor berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mendekati pangkal, sehingga terkesan gemuk. Ekor ini dapat digunakan untuk berpegangan pada dahan (prehensile tail), sebagai ‘kaki kelima’. Pelanduk/kancil Binturong Kukang Bangka Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mamalia, Ordo Carnivora, Family Viverridae, Genus Arctictis, Spesises Arctictis binturong Kingdom Animalia Filum Chordata, Class Mamalia, Ordo Primates, Family Lorisidae, Genus Nycticebus, Species Nycticebus bancanus Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Magnoliopsida, Ordo Aquifoliales Family Aquifoliaceae, Genus Llex, Spesises Llex cymosa BI.


Para Pokdarwis masyarakat desa Pelangas sudah menyusun rentetan elemen untuk menjadikan pariwisata bukit penyabung guna membantu melestarikan budaya dan ikut serta menjaga keadaan alam dengan menjadikan alam dan kebudayaan setempat sebagai produk edukasi yang bisa ditawarkan pada para wisatawan. Diatas merupakan salah satu contoh leaflet pariwisata yang ada di desa Pelangas. 15 Gambar.17. Leaflet paket wisata Desa Pelangas


Profil Penyusun Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) merupakan kegiatan KKN yang diselenggarakan oleh PTMA di seluruh Indonesia untuk mewujudkan catur dharma yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, serta Al-Islam Kemuhammadiyahan. Kelompok KKN Mas yang ditempatkan di Desa Pelangas ini terdiri dari Jodi Pranata (UMPRI) , Meilidiya Fuziani, (Unmuh Babel) Putri Fortuna (UMPP) , Yasmin Palmura (UMT) , Elgi Silvi Marlianti (STIK MK) , Dian Safitri (Unmuh Babel) , Sit Nurma Fikriah Rusdi Bahar (UMY) , Nadia Septiani (Unmuh Babel) Muhammad Febri Jaya (Unmuh Babel) , dan Arif Ergi Hayadi (UM Pontianak). Kegiatan KKN MAs ini dilakukan selama 40 hari di Desa Pelangas, Kec. Simpang Teritip, Kab. Bangka Barat. Pada kegiatan KKN MAs didapati luaran berupa ECatalogue dan ramuan jamu dari Daun Karamunting sebagai produk hasil UMKM warga setempat. Pada E - Catalogue ini berisi tentang sejarah, kebudayaan, serta flora dan fauna yang ad di desa Pelangas sebagai penguatan terhadap pariwisata berkelanjutan. Gambar.18. Kelompok KKN MAs Desa Pelangas


Daftar Pustaka


KATALOG K K N M A s 2 0 2 3 DESA PELANGAS E-Catalogue ini dibuat dengan tujuan sebagai upaya pengembangan pariwisata dengan teknologi yang memusatkan pada perekaman kebudayaan serta potensi sosial dan alam dengan harapan berkurangnya degradasi kebudayaan akibat masuknya modernisasi pada Desa Pelangas. E - Catalogue ini juga bisa menjadi acuan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan melalui pengajian pengajian lebih lanjut. Modernisasi yang mendegradasi


Click to View FlipBook Version