The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by deuxwillbeun, 2023-01-03 21:28:49

Materi Pelaku kegiatan Ekonomi

Materi Pelaku kegiatan Ekonomi

PELAKU KEGIATAN EKONOMI DAN PERAN PELAKU
EKONOMI KEGIATANEKONOMI

A. Pelaku Kegiatan Ekonomi
Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia tidak hanya produsen dan konsumen. Pemerintah

dan masyarakat luar negeri juga ikut andil dalam kegiatan ekonomi di Indonesia. Setiap pelaku
ekonomi memiliki peran masing – masing. Peran pelaku ekonomi saling berkaitan satu dengan
lainnya sehingga memberikan manfaat besar bagi keseimbangan dan kelancaran perekonomian
Indonesia. Peran pelaku kegiatan ekonomi dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK)

Konsumen berkaitan dengan subjek yang melakukan kegiatan ekonomi, yaitu
konsumsi. Konsumen dapat terdiri atas perorangan, keluarga, kelompok masyarakat, dan
organisasi. Kegiatan konsumsi dapat dilakukan oleh konsumen dengan mengurangi atau
menghabiskan nilai guna suatu barang. Konsumen menggunakan barang dan/atau jasa yang
digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut diperoleh dari rumah tangga
produsen (RTP). Dalam perekonomian Indonesia, Rumah tangga konsumen (RTK) tidak
hanya berperan sebagai konsumen. Peran RTK sebagai pelaku ekonomi adalah sebagai
berikut:
a. Bertindak sebagai masyarakat umum yang membeli barang atau jasa (benda dalam ilmu

ekonomi) yang dihasilkan oleh RTP.
b. Pemasok faktor produksi, yaitu yang menyediakan faktor produksi seperti sumber daya

alam, sumber daya manusia, modal, teknologi. Contohnya kita bekerja sebagai buruh,
maka kita yang tadinya masyarakat umum menjadi pemasok faktor produksi di tempat
kita bekerja.

Salah satu peran penting rumah tangga konsumen dalam kegiatan ekonomi adalah
membeli barang dan jasa.

2. Rumah Tangga Produsen (RTP)
Rumah tangga produsen (RTP) memiliki kegiatan utama sebagai penghasil barang

dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam perekonomian, terdapat
ketergantungan antara RTP dan RTK sebagai penyedia faktor produksi. Kegiatan produksi
harus mempertimbangkan kebutuhan pasar serta memperhatikan efektivitas dan efisiensi.
Kegiatan produksi juga perlu mengedepankan sikap jujur, peduli dan tanggung jawab atas
barang dan/atau jasa yang dihasilkan.

Kegiatan ekonomi yang dilakukan Rumah Tangga Produsen adalah sebagai berikut:
a. Memproduksi benda dan menjual hasil produksinya tersebut kepada Rumah Tangga

Konsumen (RTK).
b. Pengguna faktor produksi, seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, modal,

teknologi. Karena sebagai orang memproduksi pasti memerlukan modal, memerlukan
SDM, mesin, dan SDA untuk mengubah bahan baku sesuai dengan kebutuhan
konsumen.
c. Agen Pembangunan. Agen yang dimaksud adalah agen perantara atau pembantu, di
manana pada umumnya agen pembangunan ekonomi dilakukan oleh pemerintah.
Produsen membantu pemerintah sebagai agen pembangunan ekonomi, seperti membuka
lapangan pekerjaan, sehingga berpartisipasi dalam meningkatkan pembangunan
ekonomi di suatu wilayah atau negara.
3. Rumah Tangga Negara ( RTN) atau Pemerintah

Kegiatan ekonomi suatu negara tidak terlepas dari peran pemerintah. Pemerintah
berperan mengatur, mengendalikanm dan mengawasi kegiatan ekonomi suatu negara.
Misalnya, mengendalikan laju inflasi, menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok
masyarakat, dan memutuskan kebijakan ekspor impor barang. Pemerintah juga menetapkan
suatu kebijakan untuk mendorong kegiatan perekonomian negara. Pemerintah berperan
sebagai produsen dalam penyediaan fasilitas umum dan menguasai sumber daya vital bagi
hajat hidup masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatannya, pemerintah melakukan konsumsi
dengan melakukan belanja rutin. Pemerintah melakukan belanja guna penyediaan
infrastruktur berupa pembangunan fasilitas umum. Pemerintah menjadi pelaku yang secara
langsung atau tidak langsung berperan dalam kegiatan ekonomi. Peran rumah tangga
pemerintah atau RTN sebagai pelaku ekonomi adalah sebagai berikut:

a. Regulator atau mengatur, tugasnya adalah menjamin proses kegiatan ekonomi agar
berjalan dengan baik atau lancar. Tak heran rumah tangga pemerintah berperan sebagai
pengatur kehidupan ekonomi karena fungsi regulator tersebut.

b. Sebagai konsumen, misalnya pemerintah menyediakan fasilitas umum, maka
pemerintah pasti akan mengkonsumsi barang atau jasa untuk membangun fasilitas
umum tersebut.

c. Sebagai produsen, kalo di Indonesia biasanya kita sebut BUMN (Badan Usaha Milik
Negara), contohnya Pertamina, memproduksi minyak menjadi bahan bakar.

d. Agen Pembangunan, sudah menjadi kewajiban negara untuk membangun perekonomian
negaranya.

4. Mayarakat Luar Negeri
Masyarakat luar negeri, yaitu kelompok pelaku ekonomi dari negara lain. Kehadiran

produk impor di Indonesia menunjukkan adanya kegiatan ekonomi masyarakat luar negeri
dalam perekonomian nasional. Beberapa negara di dunia melakukan kerja sama
perdagangan ekspor impor untuk saling memenuhi kebutuhan hidup. Kegiatan impor
melibatkan pelaku ekonomi dalam negeri dan masyarakat luar negeri.

Peran masyarakat luar negeri dalam perekonomian adalah sebagai berikut:
a. Sebagai mitra perdagangan, yaitu eksportir dan importer barang atau jasa, sebagai

eksportir dan importir faktor – faktor produksi
b. Sebagai pasar tenaga kerja
c. Sebagai investor atau penanam modal, ketika negara kekurangan dana atau

membutuhkan dana besar, suatu negara dapat mengundang investor asing untuk
menanamkan modalnya bagi perusahaan Indonesia.
d. Sebagai sumber pemberi pinjaman dan bantuan

B. Model Diagram Interaksi Antarpelaku Ekonomi (Circular Flow Diagram)
Interaksi antarpelaku ekonomi bersifat saling menguntungkan karena setiap pelaku

ekonomi memiliki kebutuhan dan peran berbeda. Interaksi tersebut meliputi kegiatan dan
pembayaran secara terus – menerus serta menimbulkan siklus atau perputaran interaksi yang
disebut circular flow diagram. Circular flow digram merupakan interaksi timbal balik dalam
kegiatan ekonomi yang membentuk sistem tertentu, diwujudkan dalam arus melingkar.
Melalui circular flow diagram dapat diketahui posisi perputaran uang, barang dan jasa
antarpelaku kegiatan ekonomi.
1. Perekonomian Dua Sektor

Arus lingkaran kegiatan perekonomian (circular flow diagram) dua sektor bersifat
sederhana atau tertutup. circular flow diagram dalam perekonomian dua sektor melibatkan
kerja sama saling menguntungkan antara rumah tangga konsumen (RTK) dan rumah tangga
produsen (RTP). Dalam lingkaran kegiatan ekonomi tersebut terjadi perputaran ars yang
dan barang. RTK melakukan penawaran faktor produksi, sementara RTP melakukan
permintaan atas faktor produksi. Tawar – menawar faktor produksi terjadi di pasar faktor
produksi atau pasar input. Perputaran arus barang dalam perekonomian dua sektor terjadi
ketika RTP melakukan penawaran barang dan/atau jasa, sementara RTK melakukan
permintaan atas barang dan/atau jasa. Tawar – menawar barang dan/atau jasa terjadi di pasar
output.

Dari gambar dapat diketahui kegiatan ekonomi dimulai dari penyediaan sumber daya
ekonomi dan faktor – faktor produksi berupa alam/ tanah, modal, tenaga kerja, dan keahlian.
Faktor – faktor produksi tersebut digunakan oleh RTP dalam melakukan kegiatan produksi.
Atas penyediaan faktor – faktor produksi tersebut, RTK memperoleh balas jasa berupa
uang/gaji, sewa, bunga modal, dan laba/ keuntungan. Produk yang dihasilkan dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan RTK. Pada perekonomian, RTK memperoleh
barang dan/atau jasa dengan membelanjakan pendapata. Pendapatan merupakan balas jasa
atas keikutsertaan RTK dalam mendukung proses produksi.

2. Perekonomian Tiga Sektor
Circular flow diagram tiga sektor melibatkan tiga pelaku ekonomi, yaitu RTK, RTP,

dan Pemerintah. Circular flow diagram perekonomian tiga sektor disebut juga
perekonomian tertutup.

Berdasarkan gambar dapat dilihat adanya keterlibatan rumah tangga pemerintah/
negara (RTN) dalam kegiatan ekonomi. Dalam perekonomian, RTN berperan sebagai
konsumen dan produsen. Sebagai konsumen, pemerintah memerlukan barang dan/atau jasa
yang diproduksi oleh RTP untuk memenuhi kebutuhan. Barang dan/atau jasa yang
dibutuhkan pemerintah antara lain alat kelengkapan kantor, mobil dinas, dan rumah dinas.
RTN juga memerlukan faktor – faktor produksi guna mendukung pelaksanaan tugas

pemerintah. Sebagai produsen, RTN berperan sebagai produsen yang ditunjukkan dengan
menghasilkan barang dan/atau jasa. Hasill produksi RTN dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat umum. Kondisi ini akan menimbulkan arus barang dari RTN kepada
RTK dan RTP.

Dalam menunjang berbagai kegiatan produksi, pemerintah membutuhkan biaya.
Biaya diperoleh dari RTP dan RTK dalam bentuk pajak. RTP membayarkan sejumlah pajak
atas kegiatan usaha yang dilakukan. RTK juga menyerahkan pajak atas kegiatan konsumsi
yang dilakukannnya. Pajak yang diterima pemerintah digunakan untuk membiayai belanja
rutin negara, menyediakan dan memperbaiki berbagai fasilitas public, serta menyediakan
subsidi dan bantuan kepada rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen.
3. Perekonomian Empat Sektor

Arus perekonomian empat sektor melibatkan empat pelaku ekonomi, yaitu rumah
tangga konsumen, rumah tangga produsen, pemerintah dan masyarakat luar negeri.
Circular flow diagram perekonomian empat sektor disebut juga perekonomian terbuka.
Dalam arus lingkaran perekonomian ini melibatkan interaksi pelaku ekonomi dalam negeri
dan masyarakat luar negeri dalam kegiatan perekonomian. Aktivitas interaksi tersebut
membentuk hubungan kerja antarnegara yang saling menguntungkan.

Pelaku ekonomi dalam negeri menyediakan barang dan/atau jasa serta produksi
dalam negeri yang dibutuhkan masyarakat luar negeri. Untuk mendukung kegiatan tersebut
pelaku ekonomi dalam negeri melakukan ekspor barang dan/atau jasa serta faktor produksi
barang dan/atau jasa yang diekspor berupa barang produksi local yang tidak diproduksi oleh
masyarakat luar negeri. Faktor produksi yang dibutuhkan masyarakat luar negeri berupa
tenaga kerja (TKI) dan bahan mentah tertentu. Selain melakukan kegiatan ekspor, pelaku
ekonomi dalam negeri melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Kegiatan impor dapat berupa impor bahan baku, tenaga kerja, serta barang dan/atau jasa
yang tidak diproduksi di dalam negeri.

Kegiatan ekspor dan impor antara pelaku ekonomi dalam negeri dan masyarakat luar
negeri menimbulkan arus barang dan/jasa, arus faktor produksi, dan arus uang. Arus faktor
produksi dan arus barang dan/atau jasa dari pelaku ekonomi dalam negeri kepada
masyarakat luar negeri menghasilkan devisa negara. Penerimaan devisa meningkatkan
pendapatan negara untuk menyelenggarakan pembangunan ekonomi demi tercapainya
kesejahteraan masyarakat.


Click to View FlipBook Version