MOBILITAS SOSIAL
MODUL
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)
Disusun Oleh :
Nindi Tri Noviyanti Sari, S.Pd
SMP PGRI Rawalumbu
Bekasi
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunianya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan modul bahan
ajar ini dengan lancar.
Modul bahan ajar ini disusun dalam rangka menunjang keberhasilan proses
pembelajaran. Banyak faktor yang harus dipersiapkan dengan matang oleh seorang
guru, mulai dari melakukan analisis kurikulum, pengembangan perangkat, model dan
metode yang digunakan, materi, sumber belajar, dan bagaimana penerapannya
dikelas.Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran
adalah tersedianya bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran baik berupa modul
ataupun handout yang dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran.
Modul bahan ajar ini masih jauh dari sempurna, saya mengharapkan kritik, saran
dan masukan yang berharga untuk perbaikan dan penyempurnaan modul ini. Atas
kontribusinya, saya ucapkan terimakasih.
Penyusun,
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
PENDAHULUAN
Pernahkah kamu berpikir mengapa terdapat kesenjangan sosial di sekitar kita?
Mengapa ada perbedaan posisi sosial antara si kaya dan si miskin? Mengapa sebagian
besar individu berlomba-lomba untuk mengubah taraf kehidupannya untuk
mendapatkan tempat terhormat dimata masyarakat? Pertanyaan-pertanyaan tersebut
akan terjawab melalui konsep sosiologi yang dikenal dengan istilah mobilitas sosial
Realitanya pada masyarakat kita terdapat suatu sistem yang dikenal dengan
istilah hirarki sosial, adapun hirarki sosial itu sendiri dapat kita ibaratkan sebagai
tangga, terdapat individu-indivudu tersebar di tingkatan tangga, ada yang sudah berada
di tangga atas dan ada yang masih di tangga bawah, ada pula yang berada di tengah
sedang berusaha untuk berpindah posisi ke puncak tangga. Nah, para
individu/kelompok yang melakukan upaya perpindahan posisi sosial disebut dengan
istilah moGbaimlitbaasr s1o. sIliuasl.trasi masyarakat yang sedang melakukan mobilitas sosial
Sumber gambar : Medicaldaily.com
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
Kompetensi Dasar
3.2. Menganalisis pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang berbeda terhadap
kehidupan sosial budaya serta pengembangan kehidupan kebangsaan.
4.2. Menyajikan hasil analisis tentang pengaruh interaksi sosial dalam ruang yang
berbeda terhadap kehidupan sosial dan budaya serta pengembangan
kehidupan kebangsaan.
Indikator Pembelajaran Kompetensi (IPK) :
3.2.1. Menjelaskan pengertian mobilitas sosial
3.2.2. Menganalisis bentuk mobilitas sosial
3.2.3. Menemukan contoh bentuk mobilitas sosial
3.2.4. Menganalisis cara mengatasi mobilitas turun saat pandemi covid 19
4.2.1. Mempresentasikan hasil analisis kelompok mengenai pengaruh covid 19 pada
mobilitas sosial masyarakat
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran daring dengan pendekatan
Kontekstual, model Cooperatif learning, metode Problem Base Learning peserta didik
mampu:
1. Menjelaskan pengertian mobilitas sosial dengan benar
2. Mengelompokkan bentuk mobilitas sosial dengan benar
3. Menganalisis bentuk-bentuk mobiltas sosial setelah terjadinya wabah Covid-19
dengan benar
4. Mempresentasikan hasil analisis kelompok dengan berani, penuh percaya diri
dan benar.
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
PETA KONSEP
Pandemi Covid19 telah merubah segalanya. Dari segi sosial maupun ekonomi. Pernahkah
kalian mendengar kisah karyawan pabrik yang terkena PHK karena pandemic covid 19?
Silahkan akses video berikut dengan scan code QR berikut ini.
Untuk memulai kegiatan pembelajaran, , maka bentuklah kalian dalam satu kempok yang
beranggotakan dari 5 orang siswa.
Kegiatan 1. Menganalisis mobilitas yang terjadi pada
Apa yang kamu perlukan?
1. Alat tulis
2. Lembar kegiatan diskusi
Apa yang harus kalian lakukan?
amati video tersebut
a. Apa yang dimaksud dengan mobilitas sosial?
b. Mobilitas sosial apa yang terjadi pada video tersebut?
c. Apa dampak dari pandemi covid 19 pada mobilitas sosial tersebut?
d. Bagaimana cara menghadapi mobilitas turun akibat pandemi covid 19?
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
. A. PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL
Apakah kamu tahu apa itu
mobilitas sosial ?
Apakah ayahmu pernah pindah tugas ke wilayah lain karena
pekerjaannya? Hmm... atau kakakmu yang dulu seorang pelajar kini sudah menjadi
pengusaha? Masih belum pernah ngalamin itu semua? Kalau begitu, coba tonton
sinetron azab deh. Judulnya pejabat korupsi yang dicopot dari jabatannya,
menganggur, jatuh miskin, pas perjalanan ke penjara ketabrak motor emak-
emak yang sen kiri tapi belok kanan abis itu kelar hidupnya. Sebenarnya pertanyaan-
pertanyaan itu sebagai contoh dari mobilitas sosial aja. Mobilitas sosial adalah
perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial yang
lain dalam masyarakat. Hasil perpindahan status sosialnya bisa menjadi lebih tinggi,
lebih rendah, bahkan tetap sederajat.
Menurut Paul B. Horton mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu
kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata satu ke strata yang
lainnya. Contohnya adalah Ibu Nindi sebagai guru IPS di SMP PGRI Rawalumbu,
beberapa tahun kemudian beliau diangkat menjadi kepala sekolah di SMP PGRI
Rawalumbu. Hal ini diperkuat oleh Kimball Young dan Raymond W. Mack sertaAnthony
Gidedens yang menyatakan bahwa mobilitas adalah gerakan dari orang per orang dan
kelompok-kelompok diantara individu dan kelompok.
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
B. BENTUK –BENTUK MOBILITAS SOSIAL
Pembagian bentuk mobilitas sosial didasarkan pada berpengaruh tidaknya hasil
perpindahan status sosial yang dialami dengan derajat sosial yang dimiliki. Secara
umum bentuk mobilitas sosial terbagi menjadi dua, yaitu vertikal dan horizontal.
1. Mobilitas Sosial Vertikal
Pernahkah kamu mendengar ada berita yang cukup viral di Indonesia mengenai
kisah perempuan berprestasi bernama Raeni yang merupakan anak tukang becak?
Raeni yang bukan berasal dari keluarga berada dan terpandang di Semarang
berhasil dikenal orang sebagai wisudawan terbaik di Universitas Negeri Semarang
dengan IPK 3.96. Tak selesai disitu, ia kemudian melanjutkan studi S2 dan S3
melalui beasiswa LPDP di Universitas Birmingham di Inggris. Kisah hidup Raeni
dengan jelas menggambarkan adanya fenomena mobilitas sosial vertikal ke atas /
naik.
Raeni berhasil mengubah posisi sosial dirinya serta keluarganya menjadi lebih baik
dibandingkan keadaan sebelumnya dengan segala keterbatasan ekonomi yang ada.
Meskipun ayah Raeni berpendidikan rendah dan berprofesi sebagai tukang becak
namun Raeni mampu menempuh jenjang pendidikan tertinggi berkat usaha dan
kerja kerasnya hingga akhirnya Raeni mampu berprofesi sebagai dosen.
Gambar 2. Anak tukang becak yang hidup sukses mengalami mobilitas sosial
vertikal ke atas
Sumber gambar: i.ytimg.com
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
Apakah yang dimaksud mobilitas sosial vertikal? Mobilitas sosial vertikal
adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke
kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang
lebihtinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).
2. Mobilitas Sosial Horizontal Guru SMP WINUS
Guru SMP PGRI Rawalumbu
PINDAH MENGAJAR
Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau
sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan
peralihanindividu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke
kelompoksosial lainnya yang sederajat. Pada mobilitas horizontal, tidak terjadi
perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.
Contohnya, seorang dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit Bandung
diharuskan pindah tugas ke rumah sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter tersebut
mengalami mobilitas horizontal, yaitu perpindahan tempat kerja tetapi tidak
mengubah status sosialnya sebagai dokter.
Kelas VIII Semester 1
C. FAKTOR PENDORONG MOBILITAS
SOSIAL
Kalian mungkin bertanya, mengapa terjadi mobilitas sosial? Apakah mobilitas
selalu terjadi dalam masyarakat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kalian perlu
mempelajari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya mobilitas sosial.
Dalam setiap masyarakat, kecenderungan mengalami mobilitas sosial berbedabeda. Ada
masyarakat yang dengan cepat dan mudah mengalami mobilitas sosial,
tetapi ada pula masyarakat yang cenderung sulit mengalami mobilitas sosial.
Mengapa demikian?
Terdapat beragam faktor yang mendorong dan terjadinya mobilitas sosial, yaitu:
1. Faktor Struktural
Faktor ini terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah kedudukan
serta kemudahan untuk memperolehnya. Kalau di Indonesia struktur masyarakatnya
sangat terbuka. Jadi, kesempatan kamu untuk menempati berbagai jabatan yang tinggi,
seperti manajer bahkan presiden, menjadi lebih besar
2. Faktor Individu
Kalau faktor ini terkait dengan kualitas individu yang dilihat dari segi sikap, pengetahuan,
dan keterampilan. Manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki orang tuanya , jika
seseorang tidak puas dengan status sosial yang diwariskan, ia dapat berusaha untuk
mencapai status sosial yang lebih tinggi. Namun, dia harus berpendidikan terlebih dahulu
agar menjadi individu yang berkualitas.
Kelas VIII Semester 1
3. Faktor Ekonomi
Jika situasi ekonomi dalam masyarakat cenderung baik maka mobilitas sosial pun dapat
terwujud. Kondisi ekonomi yang baik membuat masyarakat mudah memperoleh modal,
pendidikan, dan kesempatan lainnya. Tapi, kalau kondisi ekonominya buruk, masyarakat
akan memiliki pendapatan terbatas sehingga sulit untuk memenuhi seluruh kebutuhannya
dan mobilitas sosial tidak akan bisa terjadi.
4. Faktor Politik
Faktor yang satu ini sangat bergantung pada situasi politik suatu negara. Keadaan negara
yang tidak stabil akan memengaruhi kondisi keamanannya. Untungnya saat ini kondisi
keamanan Indonesia sedang baik sehingga roda pembangunan pun dapat berjalan.
Dengan begitu, ketersediaan dan kemudahan dalam bekerja juga lebih baik sehingga
masyarakat mampu melakukan mobilitas sosialnya.
5. Faktor Kependudukan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di Indonesia hampir selalu
bertambah dari waktu ke waktu. Pertambahan itu bisa mempersempit lahan pemukiman
bahkan meningkatkan kemiskinan . Makanya, masalah kependudukan seperti ini
mendorong individu dan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke
daerah lain sehingga mobilitas sosial pun terjadi.
FAKTOR PENGHAMBAT MOBILITAS SOSIAL
1. Kemiskinan
Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial
tertentu. Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. Emang kenapa
kalau pendidikannya rendah? Dengan pendidikan yang rendah, kualitasnya sebagai sumber
daya manusia pun juga menjadi rendah. Akibatnya, kemampuannya untuk bersaing dalam
mendapatkan pekerjaan menjadi terbatas.
2. Diskriminasi
Diskriminasi adalah membedakan perlakuan terhadap sesama karena alasan beda bangsa,
suku, ras, agama, dan golongan. Nah, perlakuan membedakan seperti ini sangat tidak baik,
selain dapat mengakibatkan konflik, juga dapat menghambat mobilitas sosial.
3. Stereotype Gender
Membeda-bedakan karakteristik serta posisi sosial laki-laki dan perempuan, seperti memiliki
pandangan bahwa derajat laki-laki lebih tinggi daripada wanita juga bisa menghambat
mobilitas sosial, lho! Misalnya, pandangan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan
tinggi toh yang bekerja adalah suami. Nah, perilaku seperti itu dapat menghalangi prestasi
dan kesempatan seseorang untuk melakukan mobilitas agar status sosialnya meningkat
Kelas VIII Semester 1
Saluran-saluran Mobilitas Sosial
Kalian tentu berpikir, bagaimana caranya agar mobilitas sosial itu terjadi? Setiap
orang dapat mewujudkan mobilitas sosial di lingkungan atau instansi tempat ia
sedang berkarya. Sebagai contoh, bagi seorang guru yang sedang bertugas di lembaga
pendidikan, ia dapat mewujudkan mobilitas sosial di lembaga pendidikan tersebut.
Seorang politikus di partai politik dapat melakukan mobilitas sosial di partai politik
yang ia ikuti.
Berikut ini merupakan contoh saluran-saluran mobilitas sosial.
1. Pendidikan
Pendidikan merupakan saluran bagi mobilitas vertikal yang sering digunakan
karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya
. Contoh, seorang anak dari keluarga miskin mengenyam sekolah sampai
jenjang perguruan tinggi. Setelah lulus, ia memiliki pengetahuan dagang dan
menggunakan pengetahuannya itu untuk berusaha. Setelah ia berhasil menjadi
pedagang, secara otomatis status sosialnya juga meningkat
2. Organisasi Politik
Seorang angota partai politik yang profesional dan punya dedikasi tinggi kemungkinan
besarakancepat mendapatkan status yang semakin tinggi dalam partainya sampai akhirnya
menjadi anggota dewan legislatif. Kalian dapat menemukan berbagai contoh perjuangan
orang-orang di partai politik di sekitar tempat tinggalmu.
3. Organisasi Ekonomi
Kalian tentu memiliki koperasi di sekolahmu. Apa tujuan didirikan organisasi koperasi? Tentu
untuk menyejahterakan anggotanya. Karena itu, koperasi akan melayani kebutuhan
anggotanya. Koperasi sekolah tentu akan mengutamakan pelayanan terhadap para peserta
didik. Demikian juga halnya dengan koperasi pasar, petani, nelayan, dan sebagainya. Melalui
organisasi koperasi, kesejahteraan anggota dapat diperjuangkan. Keberhasilan perjuangan
koperasi mencerminkan keberhasilan perjuangan anggota-anggotanya.
Kelas VIII Semester 1
4. Organisasi Profesi
Bagaimana organisasi profesi dapat menjadi sarana saluran mobilitas vertikal? Karena
organisasi profesi merupakan himpunan orang-orang yang memiliki profesi yang sama
sehingga mereka akan lebih kompak dan kuat memperjuangkan profesinya. Sebagai contoh,
organisasi profesi guru Persatuan Guru Republik Indonesia merupakan salah satu sarana
perjuangan para guru dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan guru. Selain
memperjuangkan pendidikan di Indonesia, PGRI juga memperjuangkan peningkatan
kesejahteraan guru. Perjuangan PGRI tentu diperhatikan oleh pemerintah Indonesia sehingga
kesejahteraan guru di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Dampak Mobilitas
Apabila semua mobilitas sosial bersifat ke atas (social climbing), tentu semua orang
akan merasa senang. Akan tetapi, selalu ada 3 (tiga) kemungkinan mobilitas sosial, yakni ke
bawah, ke atas, dan ke samping. Karena itulah, kalian perlu memahami bahwa dampak
terjadinya mobilitas sosial bersifat positif dan negatif.
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
RANGKUMAN
1. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok
orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain dalam struktur masyarakat
2. Mobilitas vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu
kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat
3. Mobilitas vertikal ada dua yaitu vertikal ke atas (climbing) dan ke bawah
(sinking)
4. Contoh mobilitas sosial climbing adalah seorang karyawan biasa dengan
kerja keras kemudian naik jabatan menjadi direktur
5. Contoh mobilitas sosial sinking adalah seorang karyawan yang terkena PHK
karena perusahaan terdampak covid 19
6. Mobilitas Horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau
sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama
7. Contoh mobilitas horizontal dalah seorang guru yang pindah tugas ke
sekolah lain
Kelas VIII Semester 1
EVALUASI
A.Pilihlah satu jawaban yang benar!
1. Pengertian mobilitas sosial yang tepat adalah...
A. Gerak perpindahan seseorang atau kelompok dari status sosial satu ke status sosial
lain
B. Perilaku individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan nilai dan norma
C. Hubungan dinamis yang terjadi antar individu, antar kelompok, atau individu dengan
kelompok
D. Himpunan manusia yang hidup bersama dan memiliki hubungan timbal balik satu
sama lain
2. Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1) Terjadi perubahan status dari rendah ke tinggi
2) Kedudukan baru lebih baik dari kedudukan sebelumnya
3) Seseorang mengalami penurunan status sosial
4) Kedudukan baru dianggap lebih rendah dari kedudukan lama
Pernyataan yang sesuai dengan ciri-ciri mobilitas sosial sinking ditunjukkan oleh
nomor...
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 3) dan 4)
3. Sinta adalah seorang asisten rumah tangga berpenghasilan rendah. Dengan adanya
pandemic covid 19 Sinta memiliki ide untuk membuat masker kain. Semakin hari
peminat masker Sinta bertambah sehingga omset penjualan semakin meningkat dan
Sinta berhasil menjadi pengusaha masker. Bentuk mobilitas yang dialami Sinta
adalah...
A. horizontal
B. vertikal
C. vertikal naik
D. vertikal turun
4. Ani merupakan siswi berprestasi akan tetapi ketika pandemi melanda Ani kesulitan
dalam belajar secara daring dan berpengaruh pada prestasi belajarnya yang menurun.
Ani berusaha untuk tetap semangat dalam belajar dan memperbaiki nilai yang turun.
Sikap yang dilakukan oleh Ani merupakan...
A. Upaya menghadapi mobilitas sinking dalam belajar
B. Upaya menghadapi mobilitas climbing dalam prestasi belajar
C. Cara Ani untuk menambah uang saku
D. Cara Ani untuk meningkatkan perhatian guru
Kelas VIII Semester 1
5. Perhatikan gambar di bawah ini
Mobilitas yang terjadi berdasarkan gambar di atas adalah
A. horizontal
B. vertikal
C. antargenerasi
D. intragenerasi
Kunci Jawaban
No. Jawaban
1. A
2. D
3. C
4. A
5. A
Kelas VIII Semester 1
MOBILITAS SOSIAL
Daftar Pustaka
https://www.ruangguru.com/blog/mobilitas-sosial-bentuk-dan-faktor (diunduh tanggal 21
April 2021 Jam 12:49)
Medicaldaily.com Gambar 1. Ilustrasi masyarakat yang sedang melakukan mobilitas
sosial( diunduh tanggal 21 April 2021 jam 12:49)
i.ytimg.com Gambar 2. Anak tukang becak yang hidup sukses mengalami mobilitas
sosial vertikal ke atas ( diunduh tanggal 21 April 2021 jam 12:49)
https://www.youtube.com/watch?v=jUvwAxtEsf0 tentang pilot banting setir menjadi
penjual mie ayam (diunduh tanggal 05 Mei 2021 jam 15.00 WIB)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial
SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.
Kelas VIII Semester 1