The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Peningkatan suhu bumi, efek rumah kaca, perubahan iklim

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cindesanggantami13, 2023-06-15 04:56:31

PEMANASAN GLOBAL

Peningkatan suhu bumi, efek rumah kaca, perubahan iklim

Keywords: PEMANASAN GLOBAL

1 KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya akhirnya saya dapat menyelesaikan Bahan Ajar Projek IPAS kelas X SMK/MAK. Bahan ajar ini memuat atau membahas pokok materi Pemanasan Global yang disusun berdasarkan aspek pada fase E dan diperuntukkan bagi proses pembelajaran untuk siswa SMK. Kami berharap Bahan Ajar ini dapat membantu peserta didik memahami konsep dan menyelesaikan masalah yang terkait dengan materi pembelajaran secara kritis, kreatif dan kolaboratif. Semoga Bahan Ajar ini dapat membantu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan karakter peserta didik. Akhir kata, saya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan semua pihak dalam proses penyusunan Bahan Ajar ini. Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam Bahan Ajar ini. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk ke depannya. Jember, 5 Juni 2023 Penulis


2 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………………………………………. i KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………………………………….. 1 DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………………………… 2 PEMANASAN GLOBAL ……………………………………………………………………………………………….. 3 EFEK RUMAH KACA …………………………………………………………………………………………………… 12 PERUBAHAN IKLIM ……………………………………………………………………………………………………. 17 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………………… 21


3 PEMANASAN GLOBAL A. PENGERTIAN Pemanasan global adalah suatu proses peningkatan suhu rata-rata di bumi, baik itu pada lapisan atmosfer, daratan, dan lautan. Pemanasan global sangat erat kaitannya dengan pencemaran udara di seluruh dunia. Meningkatnya jumlah karbon dioksida, efek rumah kaca, gas akibat pembakaran bahan bakar fosil, dan aktivitas manusia lainnya, merupakan sumber utama terjadinya pemanasan global selama bertahun-tahun. Sumber Gambar : https://workamerica.co/wp-content/uploads/2020/01/kondisi-pemanasan-global.jpg B. FAKTOR PENYEBAB PEMANSAN GLOBAL 1. Emisi gas bahan bakar kendaraan Emisi gas buangan kendaraan bermotor merupakan salah satu penyebab utama pemanasan global. Sejumlah gas rumah kaca ini juga lambat laun akan merusak kualitas udara, tanah, dan air. Lebih dari 90% transportasi yang digunakan saat ini, baik transportasi darat, udara, maupun air, ditenagai oleh bahan bakar petroleum, seperti bensin atau diesel. Asap knalpot dari kendaraan bermotor mengandung karbon dioksida dan polutan lainnya, seperti gas metana dan dinitrogen dioksida. etiap jenis gas polutan memiliki kemampuan memerangkap panas yang berbeda. Beberapa di antaranya bahkan bisa memerangkap lebih banyak panas.


4 SumberGambar:http://1.bp.blogspot.com/ECcIKA3SAG4/VX1QBTB9uCI/AAAAAAAABEU/DZqwEf4WPdg/s 1600/penyebab%2Bpemanasan%2Bglobal.jpg 2. Penebangan dan Pembakaran Hutan Aktivitas penebangan dan pembakaran hutan secara liar dan tak terkendali juga menjadi penyebab terbesar terjadinya global warming. Seperti kita tahu, pohon-pohon di hutan dibutuhkan untuk menyumbang oksigen bagi mahluk hidup di bumi. Penebangan dan pembakaran pohon-pohon tersebut selain menyebabkan polusi udara, juga mengakibatkan hilangnya sebagian ‘paru-paru’ dunia untuk mendaur ulang karbon dioksida. Sumber Gambar : https://cdn4.uzone.id/assets/uploads/feeding/shutterstock_1357564949.jpg/1200 3. Penggunaan listrik Pembangkit listrik tenaga minyak bumi, gas alam, dan batu bara sejauh ini menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua setelah industri pabrik. Pembakaran batu bara untuk pembangkit listrik menghasilkan sekitar 2 miliar ton limbah karbon dioksida (CO2) setiap tahun di Amerika Serikat. Penggunaan tenaga listrik yang boros bisa menyumbang sekitar 25% dari total emisi gas rumah kaca pada tahun 2019


5 4. CFC tidak terkontrol Chloro Fluoro Carbon menjadi penyebab terjadinya pemanasan global yang sulit untuk dihindari. CFC atau Freon biasanya digunakan untuk mendinginkan kulkas atau AC dan membentuk efek semprot pada tabung aerosol. Penggunaannya dapat menyebabkan freon lepas ke atmosfer yang menjadi penyebab perubahan iklim global. Bahkan diketahui bahwa potensinya terhadap efek rumah kaca lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida. 5. Kegiatan pertanian dan peternakan Pertanian membuat pemanasan global karena pupuk yang digunakan kaya akan nitrogen. Nitrogen adalah molekul yang bisa menahan panas 300 kali lebih banyak dari karbon dioksida. Hewan ternak seperti sapi dan domba menghasilkan gas metana ketika mencerna makanannya 6. Tempat Pembuangan Sampah Selain menyebabkan pencemaran lingkungan tumpukan sampah juga dapat berpotensi menyebabkan pemanasan global melalui proses pembusukan secara anaerob (tanpa bantuan oksigen). Pembusukan diketahui dapat menghasilkan gas metana. SumberGambar:http://1.bp.blogspot.com/7urXHihL7Ls/TjEMmljtAaI/AAAAAAAAAAQ/wMUJm3f57Ek/s16 00/sampah-2.jpg


6 7. Mesin-mesin industri Untuk menjalankan mesin-mesin industry digunakan bahan bakar fosil berupa minyak bumi dan batu bara. Sisa pembakaran tersebut banyak menghasilkan gas karbon dioksida. Sumber Gambar : https://sahabatnesia.com/wp-content/uploads/2017/04/1-4.jpg C. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL 1. Iklim tidak stabil Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim dan cuaca adalah sinar matahari, suhu, tekanan udara, angina wan, dan curah hujan. Saat ini, musim menjadi sulit diprediksi. Seiring meningkatnya suhu, frekuensi penguapan air menjadi lebih besar. Hal ini memperburuk curah hujan dan meningkatkan potensi banjir. Sebaliknya perubahan iklim juga mengubah ketersediaan air diberbagai wilayah. Permanasan global meningkatkan potensi kekeringan lahan pertanian. 2. Terjadinya pergantian musim yang tidak teratur Pergantian musim yang tidak stabil ini membuat musim yang ada sebelumnya menjadi sulit diprediksi pergantiannya. Terkadang satu musim lebih lama terjadi daripada musim yang lainnya. Sebagai contoh di Indonesia sendiri. Musim hujan dan juga musim kemarau pada dasarnya terjadi masing- masing selama enam bulan. Waktu berlangsungnya musim ini pun sangat tertatur, yakni musim hujan dari November – Maret dan musim kemarau dari Oktober – April. Namun adanya pemanasan global terkadang membuat keberadaan musim- musim tersebut menjadi tidak teratur dan sulit sekali diprediksi kapan terjadinya musim tersebut.


7 Akibatnya di Indonesia hujan turun di musim- musim yang biasanya berlangsung musim kemarau dan terkadang musim kemarau berlangsung terlalu lama daripada biasanya. Hal ini akan membawa berbagai macam dampak buruk kepada manusia dan juga makhluk hidup lainnya, sebagai contoh adalah bencana kekeringan. 3. Peningkatan suhu global Satu decade terakhir adalah decade terpanas yang bpernah tercatat. Hamper semua daerah mengalami kenaikan suhu dan gelombang panas (heatwave). Peningkatan suhu ini berpengaruh pada peningkatan kasus penyakit yang berkaitan dengan panas, kebakaran hutan yang lebih cepat menyebar, damn melelehnya es kutub 4. Es Kutub Utara dan Selatan Mencair Sebagian besar area kutub utara dan selatan tertutup oleh es yang dapat memantulkan cahaya matahari. Global warming akan membuat es di kutub utara dan selatan mencair. Jika es di kutub utara dan selatan terus mencair maka panas matahari akan semakin banyak terserap dan menimbulkan panas. Selain itu, percepatan mencairnya es akan membuat berbagai binatang di kutub utara dan selatan kehilangan habitatnya. SumberGambar:https://asset.kompas.com/crops/bAOe7xRoq4NILYL2IjcZf7FPoZ0=/2x0:994x662/750x500 /data/photo/2017/05/17/78861416.jpg


8 5. Permukaan Laut Naik Es yang mencari dari kutub utara dan selatan akan mengalir menuju laut. Pada akhirnya permukaan air laut akan semakin tinggi secara perlahan-lahan. Menurut beberapa ilmuwan, sepanjang abad 20 permukaan air laut telah naik hingga 25 cm. Dan diperkirakan permukaan air laut akan terus naik hingga mencapai 88 cm. Hal ini tentu saja akan membuat area daratan di permukaan bumi semakin berkurang. 6. Ekologis Terganggu Global warming berdampak besar bagi semua mahluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan. Aktivitas manusia yang mengakibatkan global warming akan membuat banyak hewan melakukan migrasi ke tempat lain. Tumbuhan-tumbuhan di suatu daerah bisa hilang atau mati karena iklimnya sudah tidak sesuai dengan habitat aslinya. 7. Lapisan Ozon Menipis Lapisan ozon merupakan lapisan yang menyelimuti bumi sehingga tidak terkena radiasi langsung dari sinar matahari. Global warming mengakibatkan lapisan ozon ini semakin menipis bahkan rusak. Dampak dari kerusakan lapisan ozon ini adalah sinar matahari yang langsung mengenai kulit manusia. Sinar ultraviolet yang langsung mengenai kulit dapat mengakibatkan penyakit kulit hingga kanker kulit. SumberGambar:https://bm.soyacincau.com/wp-content/uploads/2020/03/lapisan-ozon-pulih-3- 1024x576.jpg


9 D. UPAYA PENCEGAHAN PEMANASAN GLOBAL 1. Melakukan penghematan listrik Dengan berhemat listrik, secara tidak langsung kita telah mengurangi kadar CO2 pada lapisan atmosfer karena sebagian besar gas CO2 ini dihasilkan dari pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil. 2. Menanam pohon atau reboisasi Menanam pohon atau reboisasi merupakan langkah untuk menyeimbangkan kadar gas CO2 di lapisan atmosfer. Karena pohon akan menyerap gas CO2 untuk melakukan proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara. Dan hal ini akan membuat udara pada lapisan atmosfer lebih sejuk dan pemanasan global sedikit teratasi Sumber Gambar: https://haloedukasi.com/wp-content/uploads/2020/04/reboisasi.jpg 3. Tidak menebang pohon di hutan sembarangan Seperti disebutkan sebelumnya, pohon merupakan tumbuhan yang menyerap gas CO2. Jadi, jika kita menebangnya, apalagi menebang dalam jumlah yang sangat banyak, akan menimbulkan bahaya jika hutan di bumi terus dieksploitasi secara berlebihan, dan dampak pemanasan global pun akan semakin buruk karena tidak ada yang menyerap gas CO2. Dengan mengurangi dampak penebangan hutan secara liar juga kita turut membantu cara menjaga kelestarian hutan yang saat ini banyak mengalami dampak akibat kerusakan hutan. 4. Menggunakan Energi Alternatif Kita dapat menggunakan energi alternatif guna meminimalisir hal – hal yang dapat menjadi penyebab pemanasan global. Misalnya mengganti pemakaian pembangkit listrik


10 yang berbahan bakar fosil dengan energi yang dikeluarkan oleh sinar matahari, panas bumi, angin atau air. Sumber Gambar: https://saintif.com/wp-content/uploads/2019/05/Panel-Surya-1.jpg 5. Tidak menggunakan alat yang menghasilkan gas CFC Gas CFC ini biasanya dihasilkan oleh peralatan pendingin udara. Dan perlu diketahui bahwa saat ini CFC menyumbangkan 20% proses terjadinya efek rumah kaca. Maka dari itu, penggunaan CFC harus dihentikan. menghapus penggunaan CFC secara menyeluruh. 6. Mengurangi penggunaan kendaraan bahan bakar fosil Kendaraan bahan bakar fosil, seperti mobil atau motor merupakan penyumbang CO2 terbesar di perkotaan. Apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi. Dengan banyaknya pemakaian kendaraan pribadi maka akan menyebabkan borosnya penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon dioksida. Tetapi jika kita mengurangi penggunaan kendaraan, maka sedikitnya kita sudah mengurangi emisi karbon dioksida yang dikeluarkan oleh kendaraan tersebut. 7. Melakukan Reuse, Reduce dan Recycle • Reuse, merupakan cara pemanfaatan sampah atau memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai atau penggunaan barang – barang yang tidak sekali pakai, jadi barang tersebut masih dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk pemakaian kedua dan seterusnya. Misalnya seperti menggunakan kertas bekas untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari hari atau menggunakan sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada menggunakan kertas tissue.


11 • Reduce, yaitu melakukan penghematan dan mengurangi sampah. Misalnya hemat dalam menggunakan kertas dan tissue karena kertas dan tissue terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan. Atau bisa juga membeli produk yang berlabel ramah lingkungan dan mengurangi pemakaian produk yang dikemas plastik atau styrofoam. Dan berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon bumi. • Recycle, yaitu mendaur ulang barang – barang yang sudah tidak dapat digunakan menjadi barang yang memberikan manfaat. Misalnya dengan cara memisahkan barang – barang yang berbahan organik dan bukan organik terlebih dahulu. Lalu yang berbahan organik bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dan yang bukan organik seperti botol plastik bisa dikreasikan menjadi kotak pensil atau pot tanaman.


12 EFEK RUMAH KACA A. PENGERTIAN Efek rumah kaca adalah sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi bumi yang memiliki efek seperti rumah kaca di atas. Panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer seperti karbon dioksida (CO2) bisa menahan panas matahari yang mengakibatkan panas matahari terperangkap di atmosfer bumi. Efek rumah kaca juga didefinisikan sebagai proses meningkatnya suhu permukaan pada bumi yang disebabkan oleh perubahan pada kondisi serta komposisi atmosfer yang sehingga panas dari matahari tetap berada dibumi dan tidak bisa dipantulkan secara sempurna ke atmosfer. Sumber Gambar: https://www.amazine.co/wp-content/uploads/2012/04/efek-rumah-kaca2.jpg B. GAS RUMAH KACA Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer bumi yang berfungsi menangkap panas. Atmosfer bumi terdiri dari sekitar 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan 1 persen gas lainnya. Sebagian gas-gas dalam 1 persen itu termasuk gas rumah kaca. Gas rumah kaca menjaga kestabilan temperatur bumi. Manusia, hewan, serta tumbuhan bisa hidup. Namun terlalu banyak gas rumah kaca tentu tak baik. Sebab, bumi bisa terlalu panas atau yang kini kita sebut sebagai pemanasan global. Sayangnya, selama 200 tahun terakhir, manusia menghasilkan gas rumah kaca terlalu banyak. Kebiasaan buruk itu membuat bumi kini terancam rusak.


13 Gas Rumah Kaca terdiri dari: 1. Uap air (H2O) Uap air adalah air dalam bentuk gas. Air dari darat dan lautan menguap karena terkena panas matahari lalu menjadi awan di langit. Air yang terkandung di awan itu akan turun kembali ke darat dan laut menjadi hujan. Proses ini memberi efek dingin 2. Karbon Dioksida (CO2) Gas ini terdiri dari karbon dan oksigen. Karbon dioksida ada di sekitar kita. selain dari proses pernafasan, karbon dioksida datang dari makhluk hidup yang membusuk. Karbon dioksida juga dihasilkan gunung berapi. Namun paling banyak, gas ini dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Saat ini, lebih dari setengah CO2 yang dilepas ke atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil selama 30 tahun terakhir. Rutinitas sehari-sehari yang menghasilkan karbon dioksida di antaranya berkendara menggunakan motor atau mobil yang berbahan bakar bensin dan gas. Kemudian menggunakan listrik yang berasal dari pembakaran minyak atau batu bara. Hampir seluruh aktivitas manusia yang membutuhkan listrik, atau konsumsi dan penggunaan barang yang diproduksi dengan mesin, menghasilkan karbon dioksida. Gas ini menjadi gas yang paling berkontribusi menyebabkan pemanasan global. Semua ini terjadi ketika manusia memasuki era Revolusi Industri dengan kemunculan pabrik dan mesin 3. Metana (CH4) Metana terbentuk dari karbon dan hidrogen atau air. Metana dihasilkan oleh rawa-rawa, sawah padi, peternakan, sampah sisa makanan, dan penggunaan gas bumi serta batu bara Hewan-hewan ini menghasilkan metana saat mencerna rumput yang dimakannya. Metana dikeluarkan lewat kentut dan sendawa. Kita bisa mengenali gas metana lewat baunya yang busuk. Metana kini dianggap sebagai penyebab pemanasan global terburuk kedua setelah karbondioksida.


14 4. Ozon (O3) Di ketinggian 30 kilometer di langit atau lapisan stratosfer, ozon atau trioksigen membantu menangkal radiasi matahari. Manusia dan makhluk hidup lainnya tak bisa terpapar radiasi matahari yang terlalu kuat. Lapisan ozon-lah yang selama ini melindungi kita. Namun, selama ini kita menambah lapisan ozon di langit yang rendah atau troposfer. Dengan adanya ozon di troposfer, makin banyak panas yang terperangkap di bumi. Ozon di lapisan troposfer ini terbentuk dari kebiasaan manusia mengendarai mobil dan aktivitas pabrik. 5. Dinitrogen Oksida (N2O) Dinitrogen oksida biasa kita kenal sebagai penambah kecepatan di kendaraan dan roket. Secara alami, dinitrogen oksida dihasilkan oleh laut serta bakteri di tanah. Namun, dinitrogen oksida yang berlebihan juga dihasilkan oleh pabrik, pembangkit listrik, dan pupuk. Akibat dinitrogen oksida yang terlalu banyak, lapisan ozon rusak. 6. Klorofluorokarbon (CFC) Senyawa ini diciptakan oleh manusia dengan menggabungkan unsur klorin, karbon, hidrogen, dan fluorin. Tujuannya, menghasilkan senyawa kimia pendingin yang kita kenal dengan freon. Pendingin seperti kulkas dan AC menggunakan freon. Pernah merasakan deodoran semprot yang memberi efek dingin? Kemungkinan ada kandungan CFC di dalamnya. Sama seperti dinitrogen oksida, CFC merusak lapisan ozon. Selain itu, CFC memperkuat efek gas rumah kaca yang menambah panas bumi.


15 C. PROSES TERJADINYA SumberGambar:https://3.bp.blogspot.com/VN5YiEGVlco/VdimbdV6C4I/AAAAAAAABYc/g3S PWEpmeN0/s1600/efek%2Brumah%2Bkaca.jpg Saat proses terjadinya efek rumah kaca, ada gas kaca yang keluar lalu membentuk lapisan yang menyelimuti bumi. Gas kaca tersebut berupa karbon dioksida, metana, nitrogen dioksida, dan beberapa gas lainya dan merupakan reaksi alami industri. Apabila gas efek rumah kaca tersebut lepas, partikelnya akan mampu naik hingga lapisan troposfer. Kemudian, terbentuklah lapisan yang menyelimuti bumi. Energi-energi yang memantul lagi ke bumi di antaranya sebanyak 25% dipantulkan awan dan partikel lain, 25% terserap awan, 45% terserap permukaan bumi, dan 10% dipantulkan lagi oleh permukaan bumi. Perlu diketahui, bumi yang kita tinggali ini dilapisi oleh lapisan atmosfer. Melalui proses terjadinya efek rumah kaca, terdapat partikel gas yang melayang di antara bumi dan lapisan atmosfer itu. Hal ini mengakibatkan panas bumi memantul dan harus dibawa keluar. Pada prosesnya, panas bumi kembali masuk yang mengakibatkan suhu bumi naik lalu akhirnya menghangat. Mulanya, kondisi bumi hanya akan menghangat saja. Namun apabila hal ini terus berlanjut, bumi tidak hanya menghangat melainkan juga memanas yang bersifat global. Hal itu dikenal sebagai pemanasan global (global warming).


16 D. DAMPAK Efek rumah kaca memiliki dampak yang tidak sedikit. Apabila kita tidak segera bergerak untuk menanggulanginya, efek rumah kaca akan semakin besar dan bisa mengancam kehidupan. 1. Pemanasan Global Karena efek rumah kaca bisa menyebabkan pemanasan global, tentu akan mengancam semua ekosistem lantaran suhu bumi naik yang juga dibahas di dalam buku Pemanasan Global yang ada dibawah ini. 2. Mencairnya Es di Kutub Dampak selanjutnya adalah mencairnya es di kutub yang juga berimbas pada keberlangsungan ekosistem. Mencairnya es tersebut mengakibatkan kenaikan air laut yang dapat menenggelamkan daerah-daerah rendah. 3. Kerusakan Ekosistem & Tingginya Tingkat Keasaman Laut Kemudian, laut akan kian asam lantaran konsentrasi gas-gas rumah kaca meningkat. Asamnya air laut bisa mematikan terumbu karang dan ekosistem lainnya. 4. Menipisnya Lapisan Ozon Terakhir, lapisan ozon yang menipis bisa menyebabkan bahaya sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi.


17 PERUBAHAN IKLIM Sumber Gambar: https://cdn.bmkg.go.id/Web/A-10-min-1.jpg A. PENGERTIAN Perubahan iklim merupakan suatu perubahan jangka panjang dalam pola cuaca tertentu di suatu wilayah. Perubahan iklim ini sendiri sering dikaitkan dengan pemanasan global. Pemanasan global adalah kenaikan pada suhu Bumi yang kemudian berlangsung selama satu dekade atau lebih dimana salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim. B. PENYEBAB PERUBAHAN IKLIM 1. EFEK RUMAH KACA Gas Rumah Kaca sebagai penyebab perubahan iklim pertama dan berasal dari gas-gas rumah kaca. Beberapa gas di atmosfer Bumi sendiri turut berperan dalam hal ini, misalnya pada kaca di rumah yang memerangkap panas matahari kemudian menghentikannya agar tidak bocor kembali ke angkasa. Banyak dari gas-gas ini terjadi secara alami, meski berbagai aktivitas manusia disekitarnya meningkatkan konsentrasinya di atmosfer, khususnya pada metana, karbon dioksida (CO2), gas berfluorinasi CO2 dan dinitrogen oksida sebagai gas rumah kaca yang paling umum diproduksi oleh aktivitas manusia serta bertanggung jawab atas 64% pemanasan global buatan manusia. 2. PENINGKATAN EMISI


18 Penyebab perubahan iklim yang kedua berasal dari peningkatan emisi yang diakibatkan oleh ulah manusia, misalnya saja pada Pembakaran minyak, batu bara, dan gas yang akan menghasilkan dinitrogen oksida dan karbon dioksida. Ha ini juga disebabkan oleh deforestasi atau penebangan hutan. Pohon sendiri membantu mengatur iklim dengan menyerap CO2 dari atmosfer. Karenanya saat terjadi penebangan, efek menguntungkan kemudian hilang dan karbon yang tersimpan di pohon akan dilepaskan ke atmosfer, dan menambah efek rumah kaca di bumi. Selain itu peningkatan emisi juga disebabkan oleh meningkatnya jumlah peternakan, khususnya pada Sapi dan domba, dimana keduanya menghasilkan metana dalam jumlah besar saat mencerna makanan 3. PEMANASAN GLOBAL Penyebab perubahan iklim lainnya berasal dari aktivitas pemanasan global. Pembangkit listrik dan instalasi industri lainnya ialah penghasil CO2 utama. Suhu rata-rata global saat ini sendiri adalah 0,85ºC lebih tinggi jika dibandingkan dengan akhir abad ke-19. Masing-masing dari tiga dekade terakhir ini sendiri telah lebih hangat dibandingkan dekade sebelumnya sejak pencatatan mulai dilakukan yaitu pada tahun 1850an. Para ilmuwan iklim terkemuka mengemukakan pendapatnya mengenai penyebab pemanasan global adalah aktivitas manusia. Hal ini sendiri telah diamati sejak pertengahan abad ke20. Peningkatan 2°C dibanding suhu pada masa pra-industri ini dinilai para ilmuwan sebagai ambang batas. Di mana kemudian terdapat risiko yang jauh lebih tinggi bahwa perubahan yang berbahaya serta berbagai bencana di lingkungan global kemungkinan akan terjadi. Karenanya hingga saat ini banyak diantara negara lain telah menanamkan kepada warganya tentang pentingnya menjaga pemanasan dibawah 2°C 4. PERUBAHAN ORBIT BUMI Penyebab terjadinya perubahan iklim selanjutnya berasal dari orbit bumi yang mengalami perubahan. Dalam 800.000 tahun terakhir, terdapat siklus alami dalam iklim Bumi di antara zaman es serta periode interglasial yang lebih hangat. Usai zaman es terakhir di 20.000 tahun yang lalu, suhu global kemudian naik rata-rata sekitar 3°C – 8°C dalam kurun waktu 10.000 tahun terakhir.


19 Peneliti juga menghubungkan kenaikan suhu dalam 200 tahun terakhir ini dengan kenaikan level CO2 di atmosfer. Tingkat gas rumah kaca ini sendiri kini telah berada jauh di atas siklus alami dalam kurun waktu 800.000 tahun terakhir. Orbit bumi yang berada di sekitar matahari adalah lingkaran bukannya elips. Kadang ia hampir melingkar dimana jarak Bumi berada kira-kira sama dari Matahari saat ia bergerak mengelilingi orbitnya. Pada waktu lainnya elips lebih menonjol hingga Bumi bergerak lebih dekat dan jauh dari matahari saat mengorbit. Saat Bumi lebih dekat ke matahari sendiri, iklim kemudian akan menjadi lebih hangat. C. DAMPAK PERUBAHAN IKLIM 1. Kepunahan Ekosistem Kemungkinan terjadinya kepunahan ekosistem yaitu pada spesies hewan dan tumbuhan adalah 20-30 persen hal ini terjadi jika bertambah CO2 di atmosfer serta kenaikan suhu rata-rata global sebanyak 1,5-2,5 derajat Celcius, yang kemudian akan turut meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal ini kemudian akan berdampak negatif terhadap para organisme-organisme laut seperti misalnya pada terumbu karang, hingga berbagai spesies yang hidupnya bergantung terhadap organisme tersebut 2. Pangan dan Hasil Hutan Menurun Meningkatnya frekuensi banjir serta kekeringan kemudian akan memberi dampak buruk terhadap produksi lokal utamanya pada penyediaan pangan pada area tropis dan subtropis. Jika perubahan iklim kemudian terjadi, maka hasil panen akan turut menurun pula, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sebagian tanaman sendiri sangat mungkin hancur, hingga kian sulit menghasilkan tanaman pangan yang baik. tingkat kesuburan sebagian tanah yang berkurang juga membuatnya tak dapat lagi dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Efeknya terhadap petani adalah kian sulitnya mendapatkan makanan Hutan juga turut membantu dalam mencegah terjadinya polusi air hingga menghambat terjadinya erosi. Hutan membantu menyimpan pasokan air hal ini dikarenakan hutan akan menyerap air hujan pada musim penghujan dan membantu melepaskannya di musim


20 kemarau. Hutan berfungsi sebagai rumah bagi banyak hewan liar, mulai dari serangga, burung, hingga berbagai tanaman. Keanekaragaman hayati ini sendiri sangatlah penting bagi sistem alami yang kemudian akan membuat lingkungan berfungsi dengan baik. Terjadinya perubahan iklim akan memberi dampak yang buruk pada kondisi hutan, tak hanya itu jumlah makanan serta produk hutan pun akan terus mengalami penurunan. Manusia yang menjual hasil hutan menjadi kian merugi.


21 DAFTAR PUSTAKA Hartati, Dwi, Dkk. 2021. Proyek IPAS Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Rumpun Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, serta Seni dan Ekonomi Kreatif untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga. Djubaedah, Elis, Dkk. 2022. IPA Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMA/MA Kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama https://www.gramedia.com/literasi/pemanasan-global/ https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5749642/pemanasan-global-penyebab-dampak-danupaya-penanggulangannya https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global https://www.dosenpendidikan.co.id/efek-rumah-kaca/ https://www.gramedia.com/literasi/efek-rumah-kaca/ https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/06/155959869/6-gas-rumahkaca#google_vignette https://www.kompas.com/skola/read/2019/12/06/155959869/6-gas-rumahkaca?page=all#page2. https://www.gramedia.com/literasi/perubahan-iklim-global/


Click to View FlipBook Version