BAHAN AJAR
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN
Materi 1
Tujuan, Karakteristik, Macam-Macam Laporan
Pertanggungjawaban Keuangan
Materi 2
Pembuatan Laporan Pertanggungjawaban
Oleh : Esti Riyani, S.Pd
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN
Sekolah : SMK Yusha
Mata Pelajaran : OtomatIsasi Tata Kelola Keuangan
Kelas/Semester : XI OTKP/2
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran dengan menggali infomasi, melihat tayangan video, membaca materi
terkait laporan keuangan, serta diskusi kelompok peserta didik dapat :
3.7.1.1 Menyimpulkan tujuan laporan pertanggungjawaban dengan baik (C5)
3.7.1.2 Menganalisis karakterisitk laporan pertanggungjawaban dengan benar(C4)
3.7.1.3 Membandingkan macam-macam laporan pertanggungjawaban dengan baik (C5)
4.7.1.1 Melakukan identifikasi komponen-komponen pembuatan laporan keuangan dengan tepat
sesuai kaidah (P2))
4.7.2.1 Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan dengan baik (P2)
B. URAIAN MATERI
A. Pentingnya laporan pertanggungjawaban keuangan
B. Tujuan laporan pertanggungjawaban keuangan
C. Karakteristik laporan pertanggungjawaban keuangan
D. Macam-macam laporan pertanggungjawaban keuangan
A. PENTINGNYA MENYUSUN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
Laporan pertanggungjawaban anggaran memiliki bentuk laporan keuangan. Adanya laporan
pertanggungjawaban ini dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisasi penyelewengan anggaran.
Dengan dibuatnya laporan pertanggungjawaban ini, dapat diketahui segala bentuk penggunaan anggaran,
sebagai transparansi atas penggunaan anggaran.
B. TUJUAN DISUSUN LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
1. Memberikan informasi keuangan yang membantu pembuat laporan untuk memberikan informasi
keuangan kepada para pemakai laporan keuangan dalam perusahaan
2. Memberikan informasi secara umum mengenai perubahan aktiva dan kewajiban, seperti informasi
mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi
3. Memberikan informasi mengenai penggunaan anggaran yang dapat diandalkan
4. Memberikan gambaran mengenai perusahaan dalam aset-aset suatu perusahaan yang muncul dari
kegiatan usaha untuk memperoleh laba atau keuntungan dalam perusahaan
C. KARAKTERISTIK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
1. Laporan pertanggungjawaban harus netral
Informasi yang diberikan untuk kebutuhan umum pemakai laporan keuangan merupakan bentuk
informasi yang jujur dan wajar.
2. Laporan pertanggungjawaban haruslah andal
Laporan tersebut menyajikan informasi yang jujur dan wajar.
3. Laporan pertanggungjawaban harus dibuat dengan relevan
Laporan pertanggungjawaban tersebut dapat membantu para pemakai informasi akuntansi dalam
melakukan evaluasi program kerja.
4. Laporan pertanggungjawaban sebagai sumber informasi harus dapat dipahami oleh pemakai
laporan keuangan
5. Laporan pertanggungjawaban harus dapat digunakan oleh pemakai keuangan
D. MACAM-MACAM LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
1. Laporan pertanggungjawaban keuangan negara
2. Laporan pertanggungjawaban keuangan daerah
3. Laporan pertanggungjawaban keuangan pada perusahaan
E. A
E. URAIAN MACAM-MACAM LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
1. Laporan pertanggungjawaban keuangan negara
Laporan pertanggungjawaban negara merupakan laporan keuangan yang dibuat oleh lembaga
kementerian, lembaga negara, lembaga tinggi negara, maupun laporan daerah dalam pembuatan
laporan pertanggungjawaban.
Macam-macam laporan pertanggungjawaban pemerintah pusat dan pemerintah daerah terdiri atas
Laporan Realisasi Anggaran (LRA), neraca, Laporan Arus Kas (LAK), dan Catatan Atas Laporan
Keuangan (CALK).
2. Laporan pertanggungjawaban keuangan daerah
Laporan pertanggungjawaban keuangan daerah merupakan jenis laporan pertanggungjawaban yang
dibuat oleh pemerintah daerah dengan tujuan untuk mendukung penilaian atas pelaksanaan
kebijakan pemerintah daerah dalam penggunaan anggaran.
Menurut peraturan pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 mengenai Lpaoran Keuangan dan Kinerja
Industri Pemerintah, macam-macam komponen laporan keuangan sebagai berikut :
a. Entitas pelaporan menyusun laporan keuangan seperti pemerintah pusat, BUMN, dan BUMD
meliputi hal-hal berikut :
1) Laporan realisasi anggaran
2) Neraca
3) Laporan arus kas
4) Catatan atas laporan keuangan
b. Entitas akuntasi seperti kementerian negara, lembaga atau satuan kerja, menyusun laporan
keuangan meliputi hal-hal berikut :
1) Laporan realisasi anggaran
2) Neraca
3) Catatan atas laporan keuangan
3. Laporan pertanggungjawaban keuangan pada perusahaan
a. Laporan laba rugi
b. Laporan neraca
c. Laporan arus kas
d. Laporan perubahan modal
F. MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN
1. Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
Siklus Akuntansi
Perusahaan Jasa
Setelah melalui beberapa tahap dalam Tahap Tahap Tahap
penganggaran dan penggunaan Pencatatan Pengikhtisaran Pelaporan
anggaran, perusahaan harus menyusun
anggaran di akhir periodenya sebagai Pendahuluan Neraca Saldo Laporan
bentuk pertanggungjawaban. Laba/Rugi
Laporan
Setiap bentuk transaksi yang terdapat di Perubahan
dalam perusahaan tentu akan dicatat oleh Sumber Jurnal Modal
Pencatatan Penyesuaian Neraca
bagian pembukuan ke dalam dokumen Kertas Kerja
Bukti
atau buku transaksi. Pembuatan bukti Pencatatan
transaksi merupakan tahap awal dalam
penyusunan laporan
pertanggungjawaban. Setelah itu
dilakukan pembuatan jurnal. Penyusunan Analsis Bukti Jurnal
Pencatatan Pembalik
jurnal dilakukan dengan cara
mengumpulkan bukti transakdi dan
mencatatanya ke dalam jurnal umum. Jurnal Jurnal
Buku Besar Penutup
Setelah dicatat ke dalam jurnal umum, Neraca Sisa
Setelah
langkah selanjutnya dengan Penutup
(Alur Sikuls Akuntansi)
mempostingnya ke dalam buku besar.
Adapun tujuan pembuatan neraca saldo,
yaitu untuk menilai proses perhitungan
data dari jurnal ke dalam buku besar.
Apabila jumlah debit dan kredit seimbang,
berarti hal tersebut sudah benar.
Tahap selanjutnya adalah jurnal
penyesuaian dan melakukan
penyesuaian-penyesuaian yang hasilnya
dimasukkan ke dalam neraca lajur.
Setelah itu, dapat disusun laporan
keuangan perusahan.
Laporan keuangan yang disajikan setiap
akhir periode tersebut didasarkan pada
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang
meliputi hal-hal berikut :
A. Laporan Laba Rugi
Merupakan jenis laporan yang didasarkan pada pada pendapatan dan beban. 3 akun dalam
menyusun laporan laba rugi yaitu :
a. Pendapatan
Pendapatan merupakan suatu akun yang muncul karena adanya aktivitas akuntasi dalam
pembayaran.
b. Beban
Beban merupakan suatu hal yang muncul dalam pelaksanaan aktivitas pada umumnya.
Misalnya, beban pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, beban penyusutan dan sebagainya.
c. Laba atau rugi
Laba atau rugi merupakan suatu bentuk perhitungan yang hasil akhir niali pengeluarannya lebih
kecil daripada nilai pemasukannya.
Laporan laba rugi, terdiri atas beberapa macam, diantaranya sebagai berikut :
a. Pendapatan dari kegiatan pokok perusahaan
Pendapatan merupakan hasil dari pemberian jasa yang diberikan kepada pelanggan yang
merupakan mata usaha pokok dan normal perusahaan. Misalnya untuk perusahaann konsultan,
pendapatannya berasal dari tambahan yang diberikan oleh pelanggan.
b. Pendapatan dari luar kegiatan pokok perusahaan
Pendapatan ini berasal dari kegiatan di luar usaha pokok perusahaan. Misalnya perusahaan jasa
mendapatkan pendapatan bunga bank.
c. Beban yang muncul akibat dari kegiatan pokok usaha
Beban yang muncul akibat dari kegiatan pokok usaha, yaitu semua beban yang dikeluarkan atau
terjadi dalam hubungannya dengan aktivitas operasional perusahaan. Misalnya beban telepon,
beban listrik, beban rapat, beban supplies, dan sebagainya.
d. Beban yang timbul dari kegiatan di luar kegiatan pokok
Beban ini merupakan beban untuk membiayai kegaitan di luar kegiatan pokok usaha. Misalnya
beban sewa, beban bunga, dan sebagainya.
e. Laba bersih
Laba bersih merupakan laba sebelum pajak yang merupakan hasil pengurangan laba operasi
dengan pendapatan di luar operasi.
1. Laporan Perubahan Modal
BENGKEL DINASTI
Perhitungan Rugi Laba
Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2022
Pendapatan
1. Pendapatan Rp 11.000.000,00
2. Pendapatan Komisi Rp 500.000,00 +
Rp 11.500.000,00
Beban-beban Rp 3.800.000,00
1. Beban gaji Rp 600.000,00
2. Beban Iklan Rp 250.000,00
3. Beban Bunga Rp 400.000,00
4. Beban Perlengkapan/supplies Rp 500.000,00
5. Beban Asuransi Rp 600.000,00
6. Beban Sewa Rp 300.000,00 +
7. Beban Penyusutan
Rp 6.450.000,00 -
Laba bersih Rp 5.050.000,00
B. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi sebab akibat adanya perubahan modal
dalam perusahaan. Laporan perubahan modal berhubungan dengan laporan secara umum dan
laporan secara khusus. Unsur dalam laporan perubahan modal.
a. Modal awal
Merupakan modal yang diperoleh dari investasi ataupun dari pemilik perusahaan.
b. Laba atau rugi
Merupakan laba atau rugi yang didapatkan dari aktivitas operasi perusahaan.
c. Prive
Merupakan laba yang diambil oleh pemilik perusahaan. Prive ada umumnya ada untuk kepentingan
perusahaan.
d. Modal akhir
Merupakan saldo modal awal yang ditambah laba atau rugi kemudian dikurangi penarikan uang
dari pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
BENGKEL DINASTI
Laporan Perubahan Modal
Periode yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2022
Modal Tuan Galang (1 Januari 2022) Rp 10.000.000,00
Laba bersih Rp 5.000.000,00
Prive Tuan Galang Rp 500.000,00 –
Penambahan Modal Rp 4.500.000,00 +
Modal 1 Desember 2022 Rp 14.500.000,00
2. Neraca
Merupakan surat laporan keuangan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada
tanggal tertentu dan dinyatakan dalam jumlah uang. Keadaan neraca ini menggambarkan keuangan
perusahaan dengan jumlah harta yang dimiliki maupun jumlah kewajiban dan modal perusahaan data
keuangan. Unsur neraca sebagai berikut :
a. Aset
Merupakan kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan
dapat memberikan manfaat di masa yang akan datang. Terdiri dari :
1) Aset lancar (Current Assets)
Merupakan uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan lain yang diharapkan
dapat dicairkan menjadi uang tunai rekening giro bank.
a) Kas
Merupakan saldo uang tunai pada tanggal neraca pada laporan keuangan.
b) Bank
Merupakan saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca.
c) Surat berharga
Surat berharga ini bentuk jangka pendek.
d) Piutang
Merupakan sisa hasil usaha yang belum dibayarkan oleh pihak yang membeli barang
dagang.
e) Persediaan
Merupakan barang berwujud yang tersedia untuk dijual, diproduksi, maupun masih dalam
proses.
2) Investasi jangka panjang
3) Aset tetap (Fixed Assets)
4) Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
b) Investasi jangka panjang
merupakan jenis investasi yang terdiri atas aset jangka panjang yang diinvestasikan bukan
untuk menunjang kegiatan operasi pokok dalam perusahaan.
Penyertaan dalam perusahaan dalam bentuk saham, obligasi, maupun surat berharga
lainnya.
Dana untuk tujuan-tujuan khusus, seperti dana untuk pelunasan utang jangka panjang.
Tanah yang tidak dipakai untuk lokasi usaha.
c) Aset tetap (Fixed Assets)
merupakan aset berwujud yang digunakan untuk aktivitaso operasional normal pada
perusahaan, memiliki umur ekonomis yang lebih dari satu tahun maupun memiliki siklus
operasional yang normal. Contohya tanah untuk usaha, gedung, mesin, peralatan produksi,
peralatan kantor, kendaraan.
6) Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
Merupakan aset yang terdiri atas hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan
perusahaan dalam mendapatkan pendapatan atau keuntungan dalam perusahaan. Contohnya
hak cipta, franchise, merek dagang atau logo dan goodwill.
7) Aset lain-lain (Other Assets)
Merupakan aset yang digunakan untu menampung aset yang tidak dapat digolongkan sebagai
aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap, aset tetap tidak berwujud.
b. Kewajiban/Liabilitas
1) Kewajiban Lancar (Current Liabilities)
Merupakan kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka panjang dalam
satu tahun.
2) Kewajiban Jangka Panjang (Long-Term Debts)
Merupakan jenis kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau lebih
dalam satu tahun.
3) Kewajiban Lain-lain
Merupakan bentuk kewajiban yang tidak dapat digolongkan ke dalam kewajiban jangka panjang.
c. Ekuitas
merupakan suatu bentuk aset yang menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang
diukur dan ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dengan kewajiban.
Ada dua jenis neraca yaitu :
1) Bentuk laporan
Neraca bentuk ini disusun dalam bentuk yang lengkap. Hal ini berarti neraca bentuk stafel disajikan
dengan harta atau aset bagian atas dan kewajiban serta modal disajikan di bagian bawah. Biasa
disebut dengan laporan vertikal atau jurnal umum.
NERACA SALON ANGGI Per 31 Januari 2022
No. Perkiraan/Akun Debet (Rp) Kredit (Rp)
Akun
25.000.000
Kas 169.880.000 200.000.000
Piutang sewa tenda 10.000.000 81.713.333
Perlengkapan 6.350.000 306.713.333
Inventory kantor 7.500.000
Akumulasi penyusutan inventory kantor
Peralatan salon (250.000)
Akumulasi penyusutan inventory salon 40.000.000
Peralatan tenda
Akumulasi penyusutan peralatan tenda (600.000)
Sewa gedung dibayar di muka 50.000.000
Utang usaha
Modal (750.000)
Laba bulan berjalan 24.583.333
306.713.333
2) Neraca bentuk T (Skontro atau bentuk rekening)
Merupakan jenis neraca yang disusun dalam bentuk T. artinya jenis neraca tersebut disajikan harta
dan aset di sebelah kiri, sedangkan kewajiban dan modal berada di sebelah kanan.
BENGKEL DINASTI
Neraca
31 Desember 2022
Aktiva Rp 1.400.000,00
Aktiva lancar Rp 700.000,00
Rp 200.000,00
Kas Rp 200.000,00
Piutang usaha Rp 700.000,00
Perlengkapan/supllies Rp 350.000,00
Asuransi dibayar di muka Rp 150.000,00
Sewa dibayar di muka Rp 250.000,00 +
Piutang dibayar di muka
Gaji dibayar di muka Rp 3.950.000,00
Iklan dibayar di muka
Jumlah Harta Lancar
Aktiva Tetap Rp 2.000.000,00
Peralatan Servis Rp 800.000,00 _
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Jumlah Aktiva Rp 1.200.000,00 +
Rp 5.150.000,00
Passiva Rp 500.000,00
Utang Jangka Pendek Rp 100.000,00 +
Utang Usaha Rp 600.000,00
Utang Bunga
Jumlah Utang Jangka Pendek Rp 4.550.000,00
Modal Rp 5.150.000,00
Modal Tuan Galang
Jumlah Passiva
d. Laporan Arus Kas
Merupakan suatu laporan yang membutuhkan data atau informasi mengenai neraca pada periode
sebelumnya dan periode yang bersangkutan pada laporan keuangan. Laporan arus kas
menunjukkan sumber dan penggunaan kas selama satu periode, sehingga saldo kas sama seperti
di neraca.
Manfaat laporan arus kas :
1) Laporan arus kas digunakan untuk melakukan penilaian kecermatan dan pertanggungjawaban
sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang.
2) Penyusunan laporan arus kas berguna sebagai taksiran arus kas yang telah dibuat
sebelumnya.
3) Laporan arus kas menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar.
4) Apabila dihubungkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan
gambaran informasi mengenai aliran arus kas yang bermanfaat bagi pengguna laporan
keuangan.
Klasifikasi arus kas menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan :
1) Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas yang diperoleh dari pendapatan perusahaan, misalnya :
a) Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa
b) Penerimaan kas dari royalty, fee, komisi dan pendapatan lainnya
c) Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
d) Pembayaran kepada karyawan.
e) Bentuk penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi kaitannya dengan
premi, klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lainnya
2) Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan
sumber daya dan bertujuan untuk menghasilkan pendapatan serta arus kas masa depan,
seperti :
a) Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka
panjang lainnya
b) Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, peralatan, aset tak terwujud, dan aset
jangka panjang lainnya
c) Perolehan saham maupun instrumen keuangan perusahaan lainnya
d) Uang muka dari pinjaman maupun instrumen keuangan perusahaan lainnya
e) Pembayaran kas sehubungan dengan kontrak jangka panjang, kontrak jangka pendek,
swap contract, dan sebagainya.
d) Uang muka dari pinjaman maupun instrumen keuangan perusahaan lainnya
e) Pembayaran kas sehubungan dengan kontrak jangka panjang, kontrak jangka pendek,
swap contract, dan sebagainya.
f) Arus kas dari aktivitas pendanaan
3) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Suatu bentuk pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendaan yang perlu
dilakukan. Hal ini berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para
pemasok perusahaan, misalnya :
a) Penerimaan kas dari emisi saham maupun instrumen modal lainnya
b) Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham
perusahaan
c) Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan sebagainya.
d) Pelunasan pinjaman.
C. LATIHAN DAN KUNCI JAWABAN/RUBRIK
1. Yang tidak termasuk karakteristik laporan keuangan adalah ….
a. laporan pertanggungjawaban harus netral
b. laporan pertanggungjawaban harus andal
c. laporan pertanggungjawaban harus rumit
d. laporan pertanggungjawaban harus relevan
e. laporan pertanggungjawaban harus dapat digunakan
2. Laporan keuangan yang dibuat oleh lembaga kementerian, lembaga tinggi negara, maupun laporan
daerah dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban merupakan ….
a. laporan keuangan negara
b. laporan keuangan daerah
c. laporan keuangan akuntansi
d. laporan keuangan perusahaan
e. laporan keuangan instansi
3. Laporan pertanggungjawaban pemerintah pusat dan pemerintah daerah terdiri dari ….
a. LRA, neraca, LAK, CALK
b. LRA, CALK, neraca
c. Laba rugi, neraca, LAK
d. LAK, neraca, laba rugi, perubahan modal
e. CALK , perubahan modal, neraca, LAK
4. Laba yang diambil oleh pemilik perusahaan disebut ….
a. modal awal
b. prive
c. modal akhir
d. pendapatan
e. laba rugi
5. Waktu yang diberikan untuk membacakan laporan pertanggungjawaban pada akhir tahun anggaran ….
a. 1 bulan
b. `2 bulan
c. 3 bulan
d. 4 bulan
e. 5 bulan
DAFTAR PUSTAKA
https://www.youtube.com/watch?v=D_qMnlsgjuA (Diakses pada tanggal 10 November 2022)
https://www.youtube.com/watch?v=lzb_fbI7OPU (Diakses pada tanggal 10 November 2022)
Purwanti, Titik. 2017. Otomatisasi Tata Kelola Keuangan (C3) SMK/MAK. Jakarta : Bumi Aksara