47 A. Mengganti latar B. Mengulang sabagian cerita rakyat C. Mempertahankan alur cerita rakyat D. Mengubah nama tokoh E. Mengubah alur maju dan berbingkai. 12. Unsur intrinsik yang paling menentukan keberhasilan dalam menyusun cerpen atau hikayat adalah…. A. Latar B. Amanat C. Tema D. Alur E. Sudut pandang 13. Alur yang bertujuan untuk menghadirkan tokoh lain yang bercerita tentang suatukisah disebut alur…. A. Maju B. Mundur C. Berbingkai D. Maju mundur E. Campuran 14. Hal yang harus dipertahankan ketika mengembangkan cerita rakyat menjadi cerpen adalah… A. Nilai B. Tokoh C. Alur D. Latar E. Sudut pandang 15. Agar cerita yang dibuat sesuai dengan isi cerita rakyat sebaiknya dibuatkan… A. Alur B. Ide pokok C. Kerangka D. Paragraf E. Kalimat utama Uraian I. Kerjakan soal berikut dengan benar. 1. Perhatikan teks berikut. “Apa ada mimpi yang merupakan firasat, Bu?” “Ada.” “Misalnya apa?” “Misalnya mimpi kejatuhan bulan. Orang yang mimpi kejatuhan bulan, biasanya akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Kalau petani, misalnya akan bagus panennya. Kalau pedagang akan mendapatkan banyak untung dalam dagangnya. Kalau seorang pemuda, akan mendapatkan jodoh yang diinginkannya. Dan banyak lagi keberuntungan
48 yang tidak disangka-sangka. Maka dari itu, orang zaman dulu kalau bermimpi yang aneh-aneh, yang disangka sebagai firasat atau pertanda, atau bisa juga dikatakan perlambang akan datang ke orang pintar. Orang pintar yang dimaksud adalah orang yang mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang pada umumnya.” “Kelebihan apa misalnya?” “Ya kelebihan semacam bisa menebak arti mimpi. Bisa meramal tentang apa yang akan dialami orang lain beberapa waktu yang akan datang.” “Kalau aku mimpi berjodoh dengan bidadari, lalu aku tinggal di kayangan sebagai suami dari bidadari tadi apa artinya, Bu? Apa itu pertanda baik bagiku?” “Semoga begitu,” kata Mbok Milah dengan nada ragu. Bahkan, ada nada kecemasan di sana. Kalau seseorang bermimpi yang terlalu indah, kadang-kadang orang itu akan menemui celaka. Begitu kata hati Mbok Milah. Misalnya kalau orang mimpi naik kereta kencana milik raja maka orang itu biasanya dekat dengan ajalnya. Tapi, semoga Jaka Tarub tidak demikian. Dia masih muda, tentu saja tidak akan mati secepat itu. Jaka Tarub masih muda belia dan belum punya istri, tentu tidak akan mati sekarang ini atau dalam waktu dekat ini. Jaka Tarub yang umurnya baru dua puluh tahun tentunya tidak akan mati muda seperti ayahnya Sumber Buku Cerita-cerita Rakyat Nusantara 1: Jaka Tarub Melanggar Janji Latar yang terdapat dalam teks tersebut adalah latar .... 2. Perhatikan teks berikut. “Apa ada mimpi yang merupakan firasat, Bu?” “Ada.” “Misalnya apa?” “Misalnya mimpi kejatuhan bulan. Orang yang mimpi kejatuhan bulan, biasanya akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Kalau petani, misalnya akan bagus panennya. Kalau pedagang akan mendapatkan banyak untung dalam dagangnya. Kalau seorang pemuda, akan mendapatkan jodoh yang diinginkannya. Dan banyak lagi keberuntungan yang tidak disangka-sangka. Maka dari itu, orang zaman dulu kalau bermimpi yang aneh-aneh, yang disangka sebagai firasat atau pertanda, atau bisa juga dikatakan perlambang akan datang ke orang pintar. Orang pintar yang dimaksud adalah orang yang mempunyai kelebihan tertentu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang pada umumnya.” “Kelebihan apa misalnya?” “Ya kelebihan semacam bisa menebak arti mimpi. Bisa meramal tentang apa yang akan dialami orang lain beberapa waktu yang akan datang.” “Kalau aku mimpi berjodoh dengan bidadari, lalu aku tinggal di kayangan sebagai suami dari bidadari tadi apa artinya, Bu? Apa itu pertanda baik bagiku?” “Semoga begitu,” kata Mbok Milah dengan nada ragu. Bahkan, ada nada kecemasan di sana. Kalau seseorang bermimpi yang terlalu indah, kadang-kadang orang itu akan menemui celaka. Begitu kata hati Mbok Milah. Misalnya kalau orang mimpi naik kereta kencana milik raja maka orang itu biasanya dekat dengan ajalnya. Tapi, semoga Jaka Tarub tidak demikian. Dia masih muda, tentu saja tidak akan mati secepat itu. Jaka Tarub masih muda belia dan belum punya istri, tentu tidak akan mati sekarang ini atau dalam waktu dekat ini. Jaka Tarub yang umurnya baru dua puluh tahun tentunya tidak akan mati
49 muda seperti ayahnya. Sumber Buku Cerita-cerita Rakyat Nusantara 1: Jaka Tarub Melanggar Janji Cara penggambaran watak tokoh Mbok Milah dalam cerita tersebut adalah .... 3. Perhatikan teks berikut. Hatta beberapa lama, anak saudagar itu mendapatkan sahabat dua puluh lagi. Setelah s audagar mendengar cerita anaknya itu, ia pun suka tertawa tergelak-gelak seraya berkat a, “Hai, buah hatiku! Terlalu heran sekali aku akan dikau. Sejak muda sampai tua, tiada j uga aku mendapatkan sahabat genap dua orang. Akan sekarang engkau peroleh sahab at empat puluh orang. Maka hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat puluh oran g itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepadamu.” Maka saudagar itu menyuruh anaknya menjamu sahabat-sahabatnya dan katakan diriny a hendak dibunuh raja karena bermain dengan dayang-dayang di dalam istana. Setelah sudah selesailah daripada makan dan minum itu, maka kata anak saudagar itu berkata, “ Hai saudara hamba sekalian! Hamba memanggil semuanya hendak mengadukan akan d ibunuh oleh raja sebab dosa hamba bermain dengan dayang-dayang dalam istana raja. Sekarang juga, tuan-tuan sekalian bicaralah hal baik ataukah jahat perlakuan hamba ini? ” Setelah mereka mendengar kata anak saudagar itu, maka semuanya tunduk berpikir ser aya membicarakan di dalam hatinya. Ada seorang pemuda di antara orang banyak berka ta, “Hai Saudaraku! Pendapat hamba kita lawanlah seboleh-boleh hamba raja itu, jangan diberi ampun oleh hamba raja itu. Daripada itu, mana yang baik atau jahat kepada sauda raku, sebab kasih sayangmu berlimpah dengan emas dan perak diberi kepada hamba. S ekarang dengan daging darah hambalah akan membalasnya.” Disadur dari Hikayat Bayan Budiman: Cerita Orang Bersahabat Tengah Dua Orang deng an penyesuaian. Sumber Disadur dari Hikayat Bayan Budiman: Cerita Orang Bersahabat Tengah Dua Orang dengan penyesuaian 4. Perhatikan teks berikut. Dengan sigap, Batara Narada menangkap bayi itu lalu membawanya ke Kawah Candrad imuka. Batara Narada meminta Dewa yang hadir menceburkan senjata ke dalam kawah. Dalam kawah yang sangat panas, bayi itu tidak lebur, tetapi tumbuh menjadi besar. Senj ata yang diceburkan menambah keperkasaan dan kesaktiannya. Dari dalam kawah mun cul seorang pemuda yang gagah. Ia berbicara. “Siapakah engkau dan aku ini siapa?” tanya pemuda itu. “Aku Batara Narada dan kamu Raden Tetuka. Ayahmu Raden Werkudara atau Hyang Pr amesthi dari keluarga Pandawa,” kata Batara Narada. “Mana ayahku? Aku akan mencari ayahku.” “Kamu boleh mencari ayahmu setelah kamu dapat mengalahkan Prabu Kala Sekipu di P adang Oro-Oro.” Setelah Tetuka mengalahkan Prabu Kala Sekipu, Batara Narada membawanya mengha dap Hyang Pramesthi. Raden Tetuka segera menyembah ayahnya dan para sesepuh kel uarga Pandawa. Hyang Pramesthi berkata di hadapan mereka, “Saudara-saudaraku, pemuda ini akan sa ya beri nama Raden Gatotkaca. Saya juga akan memberi topeng baja dan baju kutang o
50 ntokusuma. Topeng itu akan menambah kekuatan dan kesaktiannya. Baju kutang ontoku suma itu untuk terbang tanpa sayap.” Sumber: Buku Gatotkaca Satria dari Pringgadani Sumber: Buku Gatotkaca Satria dari Pringgadani Berikut ini adalah hal yang tidak logis yang terdapat dalam kutipan tersebut, kecuali .... 5, Perhatikan teks berikut. Teks 1 Tersebutlah seorang Raja Wurawari yang sakit hati karena ditolak Raja Dharmawangsa Teguh saat meminang putrinya. Saat semua penghuni istana terlelap, dengan liciknya R aja Wurawari melampiaskan dendamnya dengan cara membunuh semua penghuni istan a dan membakarnya. Peristiwa ini dikenal dengan pralaya. Dalam peristiwa itu, Airlangga berhasil menyelamat kan diri bersama Narottama hambanya yang setia. Mereka pun harus naik turun gunung dan keluar masuk hutan untuk menyembunyikan diri dari kejaran musuh. Selama dalam pelariannya, ia selalu melakukan pemujaan kepada para dewa agar dapat melindungi du nia dan dapat menghancurkan kejahatan yang terjadi. Tiga tahun setelah terjadinya pralaya, para resi, pendeta Siwa dan Buddha, serta Brahm ana merestui Airlangga menjadi raja. Airlangga diberi gelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri L okeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. Setelah ditasbihkan sebagai raja, Airlangga mulai melakukan penyerangan terhadap Raj a Wurawari dan raja-raja bawahan yang melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Matar am sepeninggal Raja Dharmawangsa Teguh yang gugur. Akhirnya semua musuh dapat dikalahkan oleh Airlangga. Raja-raja yang dahulu melepaskan diri mengaku takluk dan tu nduk terhadap Raja Airlangga. Sumber: Buku Kisah Airlangga Teks 2 Dengan sigap, Batara Narada menangkap bayi itu lalu membawanya ke Kawah Candrad imuka. Batara Narada meminta Dewa yang hadir menceburkan senjata ke dalam kawah. Dalam kawah yang sangat panas, bayi itu tidak lebur, tetapi tumbuh menjadi besar. Senj ata yang diceburkan menambah keperkasaan dan kesaktiannya. Dari dalam kawah mun cul seorang pemuda yang gagah. Ia berbicara. “Siapakah engkau dan aku ini siapa?” tanya pemuda itu. “Aku Batara Narada dan kamu Raden Tetuka. Ayahmu Raden Werkudara atau Hyang Pr amesthi dari keluarga Pandawa,” kata Batara Narada. “Mana ayahku? Aku akan mencari ayahku.” “Kamu boleh mencari ayahmu setelah kamu dapat mengalahkan Prabu Kala Sekipu di P adang Oro-Oro.” Setelah Tetuka mengalahkan Prabu Kala Sekipu, Batara Narada membawanya mengha dap Hyang Pramesthi. Raden Tetuka segera menyembah ayahnya dan para sesepuh kel uarga Pandawa. Hyang Pramesthi berkata di hadapan mereka, “Saudara-saudaraku, pemuda ini akan sa ya beri nama Raden Gatotkaca. Saya juga akan memberi topeng baja dan baju kutang o
51 ntokusuma. Topeng itu akan menambah kekuatan dan kesaktiannya. Baju kutang ontoku suma itu untuk terbang tanpa sayap.” Sumber: Buku Gatotkaca Satria dari Pringgadani Sumber: Buku Gatotkaca Satria dari Pringgadani Manakah pernyataan yang tepat mengenai kedua teks tersebut? 6. Perhatikan teks berikut. Suatu ketika terjadi gempa bumi dahsyat di daerah Lombok. Korbannya begitu banyak. T idak hanya manusia. Sedikit saja hewan yang berhasil menyelamatkan diri termasuk dua ekor musang kakak-beradik. Kini, keduanya hidup sebatang kara dan tinggal di antara pu ing-puing rumah yang sebagian masih utuh. “Kita masih beruntung karena masih memiliki tempat tinggal,” kata musang yang paling t ua menghibur adiknya yang bersedih hati. “Lebih baik kita tidak memiliki tempat tinggal daripada kehilangan orang tua,” jawab sang adik sambil menangis. “Dik, ini sudah takdir. Kita tidak kuasa menolaknya,” kata si kakak. Sekarang, mereka harus mencari makan sendiri. Padahal, dulu mereka tinggal menikmat i saja. Orang tua merekalah yang berburu ayam hutan untuk makan bersama. Apalagi, ki ni sudah tidak ada lagi ayam di hutan itu. Sang adik yang tidak ingin meninggalkan ruma h pun menolak sang kakak untuk pergi. Akhirnya, sang kakak meninggalkan adiknya per gi ke perkebunan kopi. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, si kakak tiba di perkebunan kopi. Ia bisa menyantap biji kopi sepuasnya. Kedatangan sang musang tern yata diterima baik si pemilik kopi. Biji kopi yang telah dimakan musang dan dikeluarkan b ersama kotorannya akan diolah menjadi kopi yang sangat enak dan dikenal dengan seb utan kopi luwak. Setelah cukup lama tinggal di kebun kopi, tubuh si kakak semakin gemuk karena makan an yang berlimpah. Awalnya ia sangat senang dengan keadaan ini. Namun, lama-lama d irinya teringat dengan nasib adiknya. Ia pun rindu pada sang adik dan berniat untuk pergi menemuinya. Karena tubuhnya yang sudah membesar, si kakak kesulitan melewati paga r kebun. Akhirnya, si kakak berpuasa beberapa hari agar tubuhnya menjadi kurus. Setela h kurus, ia berhasil keluar dari kebun itu dan mulai menempuh perjalanan jauh untuk sa mpai kembali ke rumahnya. Melihat kedatangan sang kakak, wajah si adik terlihat gembira. Namun, tak lama kemudi an, si kakak jatuh pingsan karena kelelahan dan tidak cukup makan selama perjalanan. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, si adik merawat sang kakak hingga sembuh. Sumber: Kumpulan Fabel Nusantara Favorit:Dua Musang Bersaudara Kalimat manakah yang menunjukkan bahwa adik musang tidak terima dengan nasibnya? 7. Perhatikan teks berikut. Suatu ketika terjadi gempa bumi dahsyat di daerah Lombok. Korbannya begitu banyak. Tidak hanya manusia. Sedikit saja hewan yang berhasil menyelamatkan diri termasuk dua ekor musang kakak-beradik. Kini, keduanya hidup sebatang kara dan tinggal di ant ara puing-puing rumah yang sebagian masih utuh. “Kita masih beruntung karena masih memiliki tempat tinggal,” kata musang yang paling
52 tua menghibur adiknya yang bersedih hati. “Lebih baik kita tidak memiliki tempat tinggal daripada kehilangan orang tua,” jawab san g adik sambil menangis. “Dik, ini sudah takdir. Kita tidak kuasa menolaknya,” kata si kakak. Sekarang, mereka harus mencari makan sendiri. Padahal, dulu mereka tinggal menikm ati saja. Orang tua merekalah yang berburu ayam hutan untuk makan bersama. Apalag i, kini sudah tidak ada lagi ayam di hutan itu. Sang adik yang tidak ingin meninggalkan r umah pun menolak sang kakak untuk pergi. Akhirnya, sang kakak meninggalkan adikn ya pergi ke perkebunan kopi. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, si kakak tiba di perkebunan kopi. Ia bisa menyantap biji kopi sepuasnya. Kedatangan sang mus ang ternyata diterima baik si pemilik kopi. Biji kopi yang telah dimakan musang dan dik eluarkan bersama kotorannya akan diolah menjadi kopi yang sangat enak dan dikenal dengan sebutan kopi luwak. Setelah cukup lama tinggal di kebun kopi, tubuh si kakak semakin gemuk karena maka nan yang berlimpah. Awalnya ia sangat senang dengan keadaan ini. Namun, lama-lam a dirinya teringat dengan nasib adiknya. Ia pun rindu pada sang adik dan berniat untuk pergi menemuinya. Karena tubuhnya yang sudah membesar, si kakak kesulitan melew ati pagar kebun. Akhirnya, si kakak berpuasa beberapa hari agar tubuhnya menjadi kur us. Setelah kurus, ia berhasil keluar dari kebun itu dan mulai menempuh perjalanan jau h untuk sampai kembali ke rumahnya. Melihat kedatangan sang kakak, wajah si adik terlihat gembira. Namun, tak lama kemu dian, si kakak jatuh pingsan karena kelelahan dan tidak cukup makan selama perjalana n. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, si adik merawat sang kakak hingga sembuh. Sumber: Kumpulan Fabel Nusantara Favorit:Dua Musang Bersaudara Mengapa kakak musang meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan? 8. Perhatikan teks berikut. Ada seorang saudagar di negeri Madi Negara yang terlalu kaya di antara saudagar di d alam negeri itu. Saudagar itu pun ada beranak seorang laki-laki dengan paras dan sika pnya yang baik. Maka, berikanlah emas dua ribu dirham kepada anaknya sebab terlalu sayang saudagar itu kepadanya dan tidak banyak keluarganya, seraya berkata, “Belanj akan emas ini olehmu untuk mencari sahabat; satu atau dua orang pun, asalkan engka u mendapat sahabat yang baik.” Maka, anak saudagar itu pun pergi mencari sahabat yang berkenan; beberapa banyak orang muda yang baik-baik sikapnya dijadikan sahabat dengan menghabiskan dua ribu dirham untuk membelanjakan mereka berbagai jenis pakaian. Lalu, anak saudagar itu pun mendapatkan dua puluh orang sahabat. Setelah emas habis, maka anak saudagar itu pun kembalilah kepada bapaknya. Maka kata saudagar itu, “Hai Anakku! Telah tualah aku ini, umurku pun singkatlah; beb erapa lamanya di dalam dunia ini, tidak dapat aku memiliki sahabat seperti anakku ini; sungguhlah orang muda pandai mencari sahabat. Baiklah, buah hatiku, engkau cari pul a yang lebih baik lagi,” seraya diberinya lagi emas empat ribu dirham. Hatta beberapa lama, anak saudagar itu mendapatkan sahabat dua puluh lagi. Setelah saudagar mendengar cerita anaknya itu, ia pun suka tertawa terbahak-bahak seraya be rkata, “Hai buah hatiku! Terlalu heran sekali aku akan dikau. Sejak muda sampai tua, ti ada juga aku mendapatkan sahabat genap dua orang. Akan sekarang engkau peroleh sahabat empat puluh orang. Maka hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat pul
53 uh orang itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepada mu.” Maka saudagar itu menyuruh anaknya menjamu sahabat-sahabatnya dan katakan dirin ya hendak dibunuh raja karena bermain dengan dayang-dayang di dalam istana. Setel ah sudah selesailah daripada makan dan minum itu, maka kata anak saudagar itu berk ata, “Hai saudara hamba sekalian! Hamba memanggil semuanya hendak mengadukan akan dibunuh oleh raja sebab dosa hamba bermain dengan dayang-dayang dalam ista na raja. Sekarang juga, tuan-tuan sekalian bicaralah hal baik ataukah jahat perlakuan h amba ini?” Setelah mereka mendengar kata anak saudagar itu, maka semuanya tunduk berpikir s eraya membicarakan di dalam hatinya. Ada seorang pemuda di antara orang banyak b erkata, “Hai Saudaraku! Pendapat hamba kita lawanlah seboleh-boleh hamba raja itu, j angan diberi ampun oleh hamba raja itu. Dari pada itu mana yang baik atau jahat kepa da saudaraku, sebab kasih sayangmu berlimpah dengan emas dan perak diberi kepad a hamba. Sekarang dengan daging darah hambalah akan membalasnya.” Maka, diceritakan oleh anaknya kepada bapaknya perkataan sahabatnya itu. Setelah di dengar oleh saudagar itu, maka katanya, “Hai Anakku! Bahwa sesungguhnya sahabat yang banyak itu bukan hanya sekadar sahabat di tengah jalan melainkan seseorang se orang yang harus engkau bawa ke rumah. Anakku! Jangan sekali-sekali hendak kamu berbuat khianat kepadanya atau kepada segala yang berbuat baik kepadamu!” Disadur dari Hikayat Bayan Budiman: Cerita Orang Bersahabat Tengah Dua Orang de ngan penyesuaian. Tentukan pesan yang sesuai dalam teks tersebut! 9. Perhatikan teks berikut. Ada seorang saudagar di negeri Madi Negara yang terlalu kaya di antara saudagar di d alam negeri itu. Saudagar itu pun ada beranak seorang laki-laki dengan paras dan sika pnya yang baik. Maka, berikanlah emas dua ribu dirham kepada anaknya sebab terlalu sayang saudagar itu kepadanya dan tidak banyak keluarganya, seraya berkata, “Belanj akan emas ini olehmu untuk mencari sahabat; satu atau dua orang pun, asalkan engka u mendapat sahabat yang baik.” Maka, anak saudagar itu pun pergi mencari sahabat yang berkenan; beberapa banyak orang muda yang baik-baik sikapnya dijadikan sahabat dengan menghabiskan dua ribu dirham untuk membelanjakan mereka berbagai jenis pakaian. Lalu, anak saudagar itu pun mendapatkan dua puluh orang sahabat. Setelah emas habis, maka anak saudagar itu pun kembalilah kepada bapaknya. Maka kata saudagar itu, “Hai Anakku! Telah tualah aku ini, umurku pun singkatlah; beb erapa lamanya di dalam dunia ini, tidak dapat aku memiliki sahabat seperti anakku ini; sungguhlah orang muda pandai mencari sahabat. Baiklah, buah hatiku, engkau cari pul a yang lebih baik lagi,” seraya diberinya lagi emas empat ribu dirham. Hatta beberapa lama, anak saudagar itu mendapatkan sahabat dua puluh lagi. Setelah saudagar mendengar cerita anaknya itu, ia pun suka tertawa terbahak-bahak seraya be rkata, “Hai buah hatiku! Terlalu heran sekali aku akan dikau. Sejak muda sampai tua, ti ada juga aku mendapatkan sahabat genap dua orang. Akan sekarang engkau peroleh sahabat empat puluh orang. Maka hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat pul uh orang itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepada mu.”
54 Maka saudagar itu menyuruh anaknya menjamu sahabat-sahabatnya dan katakan dirin ya hendak dibunuh raja karena bermain dengan dayang-dayang di dalam istana. Setel ah sudah selesailah daripada makan dan minum itu, maka kata anak saudagar itu berk ata, “Hai saudara hamba sekalian! Hamba memanggil semuanya hendak mengadukan akan dibunuh oleh raja sebab dosa hamba bermain dengan dayang-dayang dalam ista na raja. Sekarang juga, tuan-tuan sekalian bicaralah hal baik ataukah jahat perlakuan h amba ini?” Setelah mereka mendengar kata anak saudagar itu, maka semuanya tunduk berpikir s eraya membicarakan di dalam hatinya. Ada seorang pemuda di antara orang banyak b erkata, “Hai Saudaraku! Pendapat hamba kita lawanlah seboleh-boleh hamba raja itu, j angan diberi ampun oleh hamba raja itu. Dari pada itu mana yang baik atau jahat kepa da saudaraku, sebab kasih sayangmu berlimpah dengan emas dan perak diberi kepad a hamba. Sekarang dengan daging darah hambalah akan membalasnya.” Maka, diceritakan oleh anaknya kepada bapaknya perkataan sahabatnya itu. Setelah di dengar oleh saudagar itu, maka katanya, “Hai Anakku! Bahwa sesungguhnya sahabat yang banyak itu bukan hanya sekadar sahabat di tengah jalan melainkan seseorang se orang yang harus engkau bawa ke rumah. Anakku! Jangan sekali-sekali hendak kamu berbuat khianat kepadanya atau kepada segala yang berbuat baik kepadamu!” Disadur dari Hikayat Bayan Budiman: Cerita Orang Bersahabat Tengah Dua Orang dengan penyesuaian. Tidak. Dari teks tersebut dapat terlihat bahwa pertemanan sejati dapat terlihat ketika seseorang berada di dalam kesulitan. 10. Perhatikan teks berikut. Suatu ketika terjadi gempa bumi dahsyat di daerah Lombok. Korbannya begitu banyak. Tidak hanya manusia. Sedikit saja hewan yang berhasil menyelamatkan diri termasuk dua ekor musang kakak-beradik. Kini, keduanya hidup sebatang kara dan tinggal di ant ara puing-puing rumah yang sebagian masih utuh. “Kita masih beruntung karena masih memiliki tempat tinggal,” kata musang yang paling tua menghibur adiknya yang bersedih hati. “Lebih baik kita tidak memiliki tempat tinggal daripada kehilangan orang tua,” jawab san g adik sambil menangis. “Dik, ini sudah takdir. Kita tidak kuasa menolaknya,” kata si kakak. Sekarang, mereka harus mencari makan sendiri. Padahal, dulu mereka tinggal menikm ati saja. Orang tua merekalah yang berburu ayam hutan untuk makan bersama. Apalag i, kini sudah tidak ada lagi ayam di hutan itu. Sang adik yang tidak ingin meninggalkan r umah pun menolak sang kakak untuk pergi. Akhirnya, sang kakak meninggalkan adikn ya pergi ke perkebunan kopi. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, si kakak tiba di perkebunan kopi. Ia bisa menyantap biji kopi sepuasnya. Kedatangan sang mus ang ternyata diterima baik si pemilik kopi. Biji kopi yang telah dimakan musang dan dik eluarkan bersama kotorannya akan diolah menjadi kopi yang sangat enak dan dikenal dengan sebutan kopi luwak. Setelah cukup lama tinggal di kebun kopi, tubuh si kakak semakin gemuk karena maka nan yang berlimpah. Awalnya ia sangat senang dengan keadaan ini. Namun lama-lama dirinya teringat dengan nasib adiknya. Ia pun rindu pada sang adik dan berniat untuk p ergi menemuinya. Karena tubuhnya yang sudah membesar, si kakak kesulitan melewat i pagar kebun. Akhirnya, si kakak berpuasa beberapa hari agar tubuhnya menjadi kurus . Setelah kurus, ia berhasil keluar dari kebun itu dan mulai menempuh perjalanan jauh
55 untuk sampai kembali ke rumahnya. Melihat kedatangan sang kakak, wajah si adik terlihat gembira. Namun, tak lama kemu dian, si kakak jatuh pingsan karena kelelahan dan tidak cukup makan selama perjalana n. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, si adik merawat sang kakak hingga sembuh. Sumber: Buku Kumpulan Fabel Nusantara Favorit:Dua Musang Bersaudara Menurutmu, apa yang harus ditambahkan penulis agar pembaca lebih tertarik untuk membaca cerita tersebut? 11. … Mendengar hal tersebut, salah satu babi dewasa berkata “Hai domba sok bijak, kamu bisa berkata begitu karena tidak mengalami apa yang kami alami. Kamu hanya dicukur bulunya tanpa harus disembelih. Namun lihat kami, kami diambil dan tak lama lagi nyawa kami hilang. Hidup kami tentulah tidak senikmat hidup kalian. Begitu tegakah engkau mengejek anak babi yang sedang di ujung kematian?” Sejak saat itu, kandang domba menjadi sunyi dan senyap. Mereka merenungkan apa yang sudah disampaikan oleh salah satu babi tersebut. Dan akhirnya mereka pun sadar bahwa mereka lebih beruntung dari pada babi. Lalu mereka pun meminta maaf kepada babi dewasa yang tadi. Dikutip dari: thegorbalsla.com Alasan mengapa cerita rakyat sangat digemari oleh warga masyarakat berdasarkan kutipan teks tersebut adalah …. 12. Asal-asul nama Gunung Tengger dan Gunung Tangkuban Perahu dalam bentuk cerita rakyat termasuk ke dalam jenis …. 13. … Sejak tinggal di sana, Putri Kandita sangat terkenal karena kecantikan yang ia miliki. Banyak Pangeran dari berbagai kerajaan datang untuk melamarnya. Namun, dari sekian banyak yang melamarnya Putri Kandita sama sekali tidak tertarik. Sebagian dari mereka mundur karena Putri Kandita mengajukan syarat yang sangat sulit. Salah satu syaratnya adalah mengadu kesaktianya di atas gelombang pantai laut. Namun, sebagian dari mereka yang menerima syarat. Ternyata, dari sekian banyak lelaki yang beradu kesaktian, tak seorang pun mampu Gunung Tengger konon diambil dari nama Rara Anteng dan Joko Seger dan Gunung Tangkuban Perahu di Bandung Utara, konon berasal dari perahu yang tertelungkup di tendang Sangkuriang.
56 mengalahkan Putri Kandita. Mereka akhirnya menjadi pengikut setia yang selalu mengawal Sang Putri ke mana pun dia pergi. Sejak itulah, Putri Kandita dikenal sebagai Ratu Penguasa Laut Selatan Pulau Jawa yaitu Nyai Roro Kidul. Dikutip dari: dongengceritarakyat.com Dari karakteristik yang muncul, cerita rakyat tersebut berjenis ... 14. Dahulu kala, ada seorang murid panah yang sangat berbakat. Walaupun ia baru belajar panahan selama satu tahun, ia sudah sangat pandai memanah. la bisa memanah sebuah ranting kayu kecil di pucuk pohon. Lalu, dengan panah berikutnya ia bisa membelah panah pertama menjadi dua. Sayangnya, si murid menjadi sombong karena kehebatannya. Ia sering berkata bahwa dialah pemanah terhebat di seluruh dunia. Dikutip dari: dongengceritarakyat.com Dari karakteristik yang muncul, cerita rakyat tersebut berjenis ... 15. Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud pun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsung memandikan dan melulurkan anaknya. (Hikayat hang huang) . Unsur intrinsik yang tidak terdapat dalam cuplikan hikayat di atas adalah … 16. 1. Roy berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari pasukan Raja Semut yang memburunya. Napasnya terengah-engah. 2. Sebuah gubuk tampak olehnya, aksa di depan sana. Ada halnya gubuk itu pertapaan orang-orang yang mencahari amerta. 3. Ketika sampai di tempat yang dimaksud, mereka langsung masuk. Namun, mereka dibuat heran karena tak ada satu pun orang di sana. 4. Sekarang tidak ada lagi pilihan lagi baginya selain mengikuti permintaan
57 bapak tua itu. Terpancar senyum penuh kelicikan dari orang tua itu. 5. Aku tak pernah membayangkan akan melawan seseorang yang memiliki kesaktian melebihi kesaktianku. Kalau begini, aku harus melawannya dengan cara pintar. Berdasarkan gaya bahasa, kutipan yang dapat dipastikan sebagai bagian dari hikayat ditunjukkan dengan nomor …. 17. Kutipan 1: Maka kata Bayan itu, adalah seorang raja di negeri Istanbul, terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Maka adalah nama raja itu Kilan Syah dan istrinya baginda itu bernama tuan putri Nur Zainun anak raja di negeri Kastambar ada dengan menterinya benama Mangkubumi. Adapun akan raja itu ada berputra seorang lakilaki terlalu amat baik parasnya maka dinamai oleh baginda akan anakanda itu Raja Johan Rasyid. Dikutip dari: ilmuusekolah.blogspot.com Kutipan 2: Latihan intensif yang diberikan Risa ke Mira itu seperti saat pagi harus menghafal rumus. Di tempat pensil, dompet, dan semua barang-barang yang sering dilihat oleh Mira, ditempeli rumus fisika. Saat waktu istirahat tiba, biasanya Mira diberi soal latihan oleh Risa. Mira baru boleh makan jika sudah bisa menyelesaikan. Kalau ada salah satu, makanan Mira akan diambil satu oleh Risa dan begitu seterusnya. Dikutip dari: tifazulfa.blogspot.com Pernyataan berikut sesuai dengan isi kutipan tersebut, kecuali …. 18. Kutipan 1: Maka kata Bayan itu, adalah seorang raja di negeri Istanbul, terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Maka adalah nama raja itu Kilan Syah dan istrinya baginda itu bernama tuan putri Nur Zainun anak raja di negeri Kastambar ada dengan menterinya benama Mangkubumi. Adapun akan raja itu ada berputra seorang lakilaki terlalu amat baik parasnya maka dinamai oleh baginda akan anakanda itu Raja Johan Rasyid. Dikutip dari: ilmuusekolah.blogspot.com Kutipan 2: Latihan intensif yang diberikan Risa ke Mira itu seperti saat pagi harus menghafal rumus. Di tempat pensil, dompet, dan semua barang-barang yang sering dilihat oleh Mira, ditempeli rumus fisika. Saat waktu istirahat tiba, biasanya Mira diberi soal latihan oleh Risa. Mira baru boleh makan jika sudah bisa menyelesaikan. Kalau ada salah satu, makanan Mira akan diambil satu oleh Risa dan begitu seterusnya. Dikutip dari: tifazulfa.blogspot.com Majas yang dapat kita temukan pada kedua kutipan tersebut adalah ….
58 19. Kutipan 1: Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itu pun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Maka dilemparilah akan si miskin itu kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah. Maka orang pun gemparlah. Maka titah baginda, “Apakah yang gempar di luar itu?”. Sembah segala raja-raja itu, “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si Miskin tuanku”. Dikutip dari provinsiriau.blogspot.com Kutipan 2: Kupandangi langit malam yang cerah dengan rembulan yang bersinar keemasan. Jutaan bintang gemintang yang gemerlap pun tersebar luas bagai hamparan permadani. Aku yakin, di antara jutaan bintang itu pasti ada satu milikku dan suatu saat nanti aku akan dapat menggapainya dengan kemauan dan tekad yang kuat. Aku memang terlahir dari keluarga yang berlatar belakang ekonomi bawah. Namun, hal tersebut bukan masalah bagiku dan tak sedikit pun menyurutkan niatku untuk terus belajar dan bersekolah setinggi mungkin supaya semua impianku dapat menjadi nyata. Dikutip dari: cerpenmu.com Pernyataan berikut ini yang paling sesuai dengan kutipan tersebut adalah …. 20. Kutipan 1: Hatta, maka pada suatu hari baginda sedang ramai dihadapi oleh segala raja-raja, menteri, hulubalang, rakyat sekalian di penghadapannya. Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itu pun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. Maka dilemparilah akan si miskin itu kena tubuhnya habis bengkak-bengkak dan berdarah. Maka segala tubuhnya pun berlumur dengan darah. Maka orang pun gemparlah. Maka titah baginda, “Apakah yang gempar di luar itu?”. Sembah segala raja-raja itu, “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si Miskin tuanku”. Dikutip dari provinsiriau.blogspot.com Kutipan 2: Kupandangi langit malam yang cerah dengan rembulan yang bersinar keemasan. Jutaan bintang gemintang yang gemerlap pun tersebar luas bagai hamparan permadani. Aku yakin, di antara jutaan bintang itu pasti ada satu milikku dan suatu saat nanti aku akan dapat menggapainya dengan kemauan dan tekad yang kuat. Aku memang terlahir dari keluarga yang berlatar belakang ekonomi bawah. Namun, hal tersebut bukan masalah bagiku dan tak sedikit pun menyurutkan niatku untuk terus belajar dan bersekolah setinggi mungkin supaya semua impianku dapat menjadi nyata.
59 Dikutip dari: cerpenmu.com Majas yang digunakan pada kedua kutipan tersebut adalah …. DAFTAR PUSTAKA Kosasih, Engkos. 2017. Cerdas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA Kelas X kelompok Peminatan Bahasa dan Budaya. Jakarta: Erlangga. Suherli, dkk. Buku Guru Bahasa Indonesia Kelas X Revisi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Dari internet https://www.dosenpendidikan.co.id/karya-sastra-melayu-klasik/ https://jelajahduniabahasa.wordpress.com/2011/04/13/sastra-melayu-klasik/ https://greatedu.co.id/greatpedia/mengenal-nilai-nilai-dan-gaya-bahasa-dalam-cerita-rakyathikayat
60 https://www.romadecade.org/cerita-hikayat/# http://cerpenmu.com/cerpen-keluarga/perasaan-seorang-ibu.html http://gg.gg/Eennuraeny_Kearifanlokal_ceritarakyatcilacap
61 KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN EVALUASI No. Kunci Jawaban Pembahasan 1. D Sudah jelas 2. A Sudah jelas 3. D Sudah jelas 4. C Sudah jelas 5. C Nilai yang mendominasi adalah nilai social karena mengisahkan tentang kehidupan. 6. B Majas simile adalah majas yang menggunakan kata penghubung, seperti, ibarat, laksana dan lain-lain. 7. D Sudah jelas. 8. B Sudah jelas 9. A Sudah jelas 10. E Sudah jelas 11. E Menguah ciri khas cerita rakyat/ hikayat hatus mengubah ciri khas yaitu menggunakan alur maju dan berbingkai. 12. D Sudah jelas 13. C Alur berbingkai adalah yang menghadirkan tokoh lain yang bercerita tentang suatukisah. 14. A Nilai adalah hal yang harus dipertahankan dalam mengembangkan cerita raksudah jelasyat menjadi cerpen. 15. D Dalam menyusun cerpen membuat kerangka sangat diperlukan sebagau acuan menulisan. Pembahasan Soal Uraian 1. Suasana Dalam kutipan tersebut, kita dapat menemukan unsur intrinsik berupa latar. Jenis latar yang diketahui ada 3, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Penggambaran latar dalam kutipan tersebut adalah latar suasana berupa cemas, yaitu pada saat Jaka Tarub menceritakan mimpinya kepada Mbok Milah lalu dirinya merasa cemas akan arti mimpi anaknya tersebut dalam kutipan: “Kalau aku mimpi berjodoh dengan bidadari lalu aku tinggal di kayangan sebagai suami dari bidadari tadi apa artinya Bu? Apa itu pertanda baik bagiku?” “Semoga begitu,” kata Mbok Milah dengan nada ragu. Bahkan, ada nada kecemasan di sana. Kalau seseorang bermimpi yang terlalu indah, kadang-kadang orang itu akan menemui celaka. Begitu kata hati Mbok Milah. Sedangkan latar tempat dan waktu tidak dapat ditemukan baik secara tersurat maupun tersirat dalam kutipan teks. 2. Dialog antartokoh, pikiran tokoh Penggambaran watak tokoh dalam cerita dibagi menjadi dua, yaitu:
62 secara langsung (analitik) berupa penjelasan langsung pengarang secara tidak langsung (dramatik) berupa tindakan, ucapan, dan pikiran tokoh, lingkungan tokoh, bentuk fisik tokoh, serta dialog antartokoh. Watak Mbok Milah adalah: Penyayang, yang terlihat dalam pikiran tokoh melalui kutipan Kalau seseorang bermimpi yang terlalu indah, kadang-kadang orang itu akan menemui celaka. Begitu kata hati Mbok Milah. Misalnya, kalau orang mimpi naik kereta kencana milik raja maka orang itu biasanya dekat dengan ajalnya. Tapi, semoga Jaka Tarub tidak demikian. Dia masih muda, tentu saja tidak akan mati secepat itu. Jaka Tarub masih muda belia dan belum punya istri, tentu tidak akan mati sekarang ini atau dalam waktu dekat ini. Jaka Tarub yang umurnya baru dua puluh tahun tentunya tidak akan mati muda seperti ayahnya. Bijaksana, yang dapat terlihat dari dialog antara tokoh Mbok Milah dan Jaka Tarub melalui kutipan “Ya kelebihan semacam bisa menebak arti mimpi. Bisa meramal tentang apa yang akan dialami orang lain beberapa waktu yang akan datang.” “Kalau aku mimpi berjodoh dengan bidadari lalu aku tinggal di kayangan sebagai suami dari bidadari tadi apa artinya Bu? Apa itu pertanda baik bagiku?” “Semoga begitu,” kata Mbok Milah dengan nada ragu. Bahkan ada nada kecemasan di sana. 3. Banyak menggunakan kata melayu klasik Hikayat memiliki karakteristik sebagai berikut. a. istanasentris b. bersifat khayal atau fantastis c. banyak menggunakan kata-kata klise yang sekarang ini tidak lazim digunakan dalam komunikasi sehari-hari d. menggunakan bahasa Melayu Dalam kutipan Hikayat Bayan Budiman: Cerita Orang Bersahabat Tengah Dua Orang terdapat karakteristik hikayat, yaitu banyak menggunakan kata Melayu klasik, istanasentris, dan penggunaan kata kiasan. Beberapa bentuk kata klasik dalam kutipan tersebut: “Hatta beberapa lama, anak saudagar itu mendapatkan sahabat dua puluh lagi.” Kata hatta bermakna ‘lalu, sudah itu lalu, maka’. “Maka hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat puluh orang itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepadamu.” Kata syahdan bermakna ‘selanjutnya, lalu’. “Hai saudara hamba sekalian! Hamba memanggil semuanya hendak mengadukan akan dibunuh oleh raja sebab dosa hamba bermain dengan dayang-dayang dalam istana raja.” Kata hamba digunakan untuk menggantikan kata panggilan saya yang berfungsi untuk merendahkan diri. Karakteristik istanasentris tidak terlalu ditonjolkan karena tidak kisah-kisah tentang kehidupan lingkungan istana melainkan hanya menyinggung sedikit persoalan mengenai raja, seperti pada kutipan “Hai saudara hamba sekalian! Hamba memanggil semuanya hendak mengadukan akan dibunuh oleh raja sebab dosa hamba bermain dengan dayang-dayang dalam istana raja.” Karakteristik penggunaan kata kiasan hanya terlihat dari kutipan “...sebab kasih sayangmu berlimpah dengan emas dan perak diberi kepada hamba. Sekarang dengan daging darah hambalah akan membalasnya.” yang bermakna janji untuk setia kawan. Dengan demikian, karakteristik hikayat yang paling menonjol dalam kutipan tersebut adalah banyak menggunakan kata Melayu klasik.
63 4. Para dewa mencabut senjata ke dalam kawah dan raja yang mencuri seorang bayi memerintah untuk membutuh. Salah satu karakteristik cerita rakyat adalah pralogis atau tidak sesuai dengan logika atau ilmu pengetahuan. Dalam kutipan tersebut, kita dapat mengetahui hal tidak logis atau tidak sesuai dengan logika atau ilmu pengetahuan, yaitu: 1. Muncul seorang pemuda yang bisa bicara dari kawah. (Dari teks tersebut, seorang bayi yang dimasukkan ke dalam kawah tidak mungkin keluar dari kawah menjadi seorang pemuda yang bisa bicara). 2. Senjata yang dapat menambah kesaktian seseorang. (Dari teks tersebut, senjata dewa, topeng baja, dan baju kutang dapat menambah kesaktian seseorang padahal suatu benda tidak mungkin memberikan atau menambah kesaktian seseorang). 3. Manusia yang masih hidup walau dimasukkan ke dalam kawah berapi. (Dari teks tersebut, diceritakan bahwa seorang bayi dibawa ke Kawah Candradimuka dan dimasukkan ke dalam kawah bersamaan dengan senjata dewa yang kemudian menjadi seorang pemuda yang gagah padahal manusia tidak mungkin masih hidup dan bernyawa ketika dimasukkan ke dalam kawah berapi yang panas). 5. Teks 1 merupakan cerita rakyat Sage, sedangkan teks 2 merupakan cerita rakyat mite Persamaan kedua teks tersebut adalah Teks 1 dan teks 2 sama-sama membahas mengenai seorang tokoh. Dalam teks 1 diceritakan tentang tokoh Airlangga sedangkan teks 2 diceritakan tentang tokoh Gatotkaca. Kamu harus mengingat kembali jenis-jenis cerita rakyat, yaitu: 1. Fabel, dongeng yang tokoh utamanya adalah hewan. 2. Legenda, dongeng yang isinya tentang tokoh, peristiwa, atau tempat tertentu yang mencampurkan fakta, historis, dan mitos yang bercerita tentang asal-usul dunia tumbuh- tumbuhan, binatang, serta tempat. 3. Sage, dongeng yang tokoh utamanya adalah pahlawan legendaris, keluarga yang terkenal, atau petualangan tokoh yang mengagumkan. 4. Mite, dongeng yang tokoh utamanya adalah makhluk yang luar biasa, dewa-dewa, atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sifat kedewaan, dan mengisahkan peristiwa tidak rasional. 5. Pelipur lara, dongeng yang tokoh utamanya memiliki perilaku yang penuh kejenakaan atau lelucon dan biasanya menceritakan kebodohan tokoh tersebut. Dari jenis cerita rakyat tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks 1 termasuk ke dalam sage karena menceritakan sosok kepahlawanan Airlangga yang selamat dari peristiwa pralaya yang bertekad agar dapat melindungi dunia dan dapat menghancurkan kejahatan yang terjadi. Sedangkan teks 2 termasuk ke dalam mite karena menceritakan tentang kesaktian tokoh Gatotkaca, seorang bayi yang diceburkan ke dalam kawah berapi yang kemudian menjadi kuat dan sakti sehingga dapat mengalahkan Prabu Kala Sekipu. Dengan demikian, pernyataan yang tepat mengenai kedua teks tersebut adalah teks 1 merupakan cerita rakyat sage sedangkan teks 2 merupakan cerita rakyat mite. 6. “Lebih baik kita kehilangan tempat tinggal dari pada orang tua,” jawab sang adik sambil mengis. Kalimat yang menunjukkan bahwa adik musang tidak terima dengan nasibnya adalah “Lebih baik kita tidak memiliki tempat tinggal daripada kehilangan orang tua,” jawab sang adik sambil
64 menangis. Dari pernyataan sang adik, lalu sang kakaknya meyakinkan adiknya bahwa takdir atau nasib merupakan sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang yang harus diterima bagaimanapun juga. “Dik, ini sudah takdir. Kita tidak kuasa menolaknya,” kata si kakak. 7. Tidak ada lagi ayam hutan yang tersisa untuk dimakan di area lingkungan mereka. Pernyataan 1 “Tidak ada lagi ayam hutan yang tersisa untuk dimakan di area lingkungan mereka” adalah alasan kakak musang meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan. Dalam teks dituliskan bahwa tidak ada lagi ayam hutan yang tersisa untuk dimakan di area lingkungan mereka sehingga kakak musang harus meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan. Pernyataan 2 “Ia bebas menyantap biji kopi tanpa diusir pemilik kebun” bukan alasan kakak musang meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan karena dalam teks disampaikan bahwa keputusannya untuk pergi meninggalkan adiknya mengakibatkan ia menemukan perkebunan kopi dan bebas menyantap biji kopi tanpa diusir pemilik kebun. Pernyataan 3 “Ia sering kelelahan karena tidak cukup makan” bukan alasan kakak musang meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan karena dalam teks disampaikan bahwa karena teringat dengan adiknya, akhirnya ia kembali pulang yang menyebabkan ia jatuh sakit karena kelelahan dan tidak cukup makan. Dengan demikian, alasan kakak musang meninggalkan adiknya sendirian untuk mencari makan karena tidak ada lagi ayam hutan yang tersisa untuk dimakan di area lingkungan mereka. 8. Kita harus menolong saudara kita yang kesulitan. Pernyataan Kita harus mencari sahabat sebanyak-banyaknya agar tidak kesepian bukan merupakan pesan yang diambil dari teks tersebut karena saudagar berpesan kepada anaknya agar mencari sahabat yang baik dan dapat memberikan nasihat walaupun hanya satu atau dua orang. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan (1) “Hai Anakku! Telah tualah aku ini, umurku pun singkatlah; beberapa lamanya di dalam dunia ini, tidak dapat aku memiliki sahabat seperti anakku ini; sungguhlah orang muda pandai mencari sahabat. (2) “Sejak muda sampai tua, tiada juga aku mendapatkan sahabat genap dua orang. Akan sekarang engkau peroleh sahabat empat puluh orang. Maka, hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat puluh orang itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepadamu.” (3) “Hai Anakku! Bahwa sesungguhnya sahabat yang banyak itu bukan hanya sekadar sahabat di tengah jalan melainkan seseorang seorang yang harus engkau bawa ke rumah. Pernyataan Kita harus jujur apa pun kondisi kita bukan merupakan pesan yang diambil dari teks tersebut karena saudagar meminta anaknya untuk berpura-pura dalam kondisi kesulitan untuk mengetahui respons dari teman-temannya. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan Maka, hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat puluh orang itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepadamu.” Maka, saudagar itu menyuruh anaknya menjamu sahabat-sahabatnya dan katakan dirinya hendak dibunuh raja karena bermain dengan dayang-dayang di dalam istana. Pernyataan Kita harus menolong saudara kita yang kesulitan merupakan pesan yang diambil dari teks tersebut karena saudagar meminta sang anak untuk berpura-pura kesulitan untuk melihat mana teman yang mau menolongnya, lalu dalam teks tersebut seorang teman bersedia untuk bersusah diri dan membantu anak saudagar tersebut sebagai wujud setia kawan. Hal tersebut dapat terlihat dari kutipan (1) Maka, hendaklah engkau coba sahabatmu yang empat puluh orang
65 itu supaya kita dengar katanya, syahdan kita lihat setianya mereka itu kepadamu.” Maka, saudagar itu menyuruh anaknya menjamu sahabat-sahabatnya dan katakan dirinya hendak dibunuh raja karena bermain dengan dayang-dayang di dalam istana. (2) “Hai Saudaraku! Pendapat hamba kita lawanlah seboleh-boleh hamba raja itu, jangan diberi ampun oleh hamba raja itu. Daripada itu mana yang baik atau jahat kepada saudaraku, sebab kasih sayangmu berlimpah dengan emas dan perak diberi kepada hamba. Sekarang dengan daging darah hambalah akan membalasnya.” Dengan demikian, pesan yang sesuai dalam teks tersebut adalah kita harus menolong saudara kita yang kesulitan. 9. Tidak. Dari teks tersebut dapat terlihat bahwa pertemanan sejati dapat terlihat ketika seseorang berada di dalam kesulitan. Dalam teks tersebut, seorang saudagar kaya raya memberikan kekayaan kepada anaknya untuk mencari teman. Melalui kekayaan tersebut sang anak mendapatkan banyak teman. Saudagar tersebut terheran-heran karena anak tersebut pandai mencari teman. Lalu, untuk menguji kesetiaan temannya, saudagar meminta anaknya berpura-pura berada dalam kesulitan untuk melihat siapa yang akan membantunya. Dari permasalahan tersebut dapat terlihat hanya seorang yang berperan sebagai teman dengan memberikan pandangannya dan menunjukkan kesetiakawanannya. 10. Ilustrasi gambar yang mendukung dan menuliskan pesan moral yang terkandung di akhir pesan. Beberapa elemen pendukung yang dapat ditambahkan penulis agar pembaca lebih tertarik untuk membaca cerita tersebut adalah: Ilustrasi gambar yang mendukung. Penulis dapat menambahkan ilustrasi gambar yang mewakili alur cerita supaya pembaca dapat membayangkan latar dan alur lebih realistis. Menuliskan pesan moral di akhir cerita. Biasanya, dalam cerita fabel penulis menambahkan pesan moral di akhir cerita sehingga pembaca tahu amanat yang dapat diambil dari cerita yang dibacanya. Sementara itu, mengubah hewan musang sebagai tokoh utama bukan merupakan hal yang dapat ditambahkan penulis agar pembaca lebih tertarik untuk membaca cerita tersebut karena akan mengubah jalan cerita. 11. Cerita rakyat menjadi suri teladan yang mengandung nilai-nilai dan pesan moral. Jenis cerita rakyat tersebut adalah fabel. Fabel adalah cerita rakyat berisi tokoh hewan yang berkelakuan seperti manusia. Dalam teks tersebut, pembaca atau masyarakat yang didongengkan kisah fabel tersebut dapat meneladani sikap dari tokoh-tokoh berupa binatang yang dapat berbicara dan berkelakuan seperti manusia. Dalam teks fabel tersebut, kita meneladani sikap domba yang menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada babi. Hal itu dapat diperoleh dari kalimat Mereka merenungkan apa yang sudah disampaikan oleh salah satu babi tersebut. Dan akhirnya mereka pun sadar bahwa mereka lebih beruntung dari pada babi. Lalu mereka pun meminta maaf kepada babi dewasa yang tadi. Melalui cerita rakyat seperti fabel juga, masyarakat mengajarkan pendidikan dari generasi ke generasi tanpa menggurui, tetapi dengan menyenangkan (bersifat didaktis). Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah Cerita rakyat menjadi suri teladan yang mengandung nilai-nilai dan pesan moral. 12. cerita rakyat legenda Legenda dikaitkan dengan keunikan atau keajaiban alam. Kejadian alam seperti asal nama
66 Gunung Tengger dan terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu adalah contoh-contoh legenda. Mite adalah cerita tentang para dewa, fabel adalah cerita mendidik yang tokohnya binatang, sage adalah cerita kepahlawanan yang legendaris, dan pelipur lara adalah cerita jenaka. 13. Legenda Teks cerita rakyat tersebut berjenis legenda. Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah atau asal usul terciptanya sebuah tempat. Dalam teks tersebut, diceritakan kutipan kisah yang berakhir dengan pengungkapan asal usul Legenda Nyi Roro Kidul sebagai Penguasa Laut Selatan Pulau Jawa. Dengan demikian, kutipan di atas termasuk ke dalam jenis cerita rakyat legenda. 14. Mite Jenis cerita rakyat berupa dongeng yang bertokoh makhluk yang luar biasa, dewa-dewa atau makhluk lain yang dianggap mempunyai sifat kedewaan, mengisahkan peristiwa-peristiwa yang tidak rasional, dan sakral disebut mite. Dari penggalan tersebut dapat diketahui bahwa tokoh Ia dapat membelah panah menjadi dua. Hal tersebut merupakan bukti bahwa tokoh tersebut merupakan seseorang yang luar biasa dan tidak rasional. 15. Amanat Hikayat dibangun oleh unsur-unsur intrinsik seperti tema, alur, tokoh, perwatakan, latar, gaya bahasa, dan amanat. Dalam cuplikan teks di atas, tidak terdapat unsur amanat. Unsur amanat, baik tersirat maupun tersurat, biasanya hadir dalam cuplikan yang berisi hikmah atau nasihat. Teks dalam soal belum berisi hikmah, baru bercerita peristiwa. 16. 2 Salah satu gaya bahasa yang membedakan hikayat dengan bentuk prosa lainnya seperti cerpen adalah penggunaan bahasa atau kata arkais (kuno). Kata arkais adalah kata-kata yang masih terpengaruh bahasa klasik atau Melayu kuno dan saat ini sudah jarang atau tidak digunakan lagi. Dari kelima kutipan tersebut, kita dapat menemukan satu kutipan yang menggunakan kata-kata arkais. Bukti kata arkais yang digunakan adalah aksa yang bermakna jauh dan amerta yang bermakna abadi. Dengan demikian, kutipan yang dapat dipastikan merupakan bagian dari hikayat adalah kutipan yang ditunjukkan dengan nomor 2 karena menggunakan kata arkais/Melayu kuno/klasik. 17. kutipan 1 menggunakan dialog, sedangkan kutipan 2 tidak menggunakan dialog. Di antara kelima opsi, kita dapat menemukan satu pernyataan yang tidak sesuai dengan isi kutipan 1 dan kutipan 2. Pernyataan tersebut adalah kutipan 1 menggunakan dialog, sedangkan kutipan 2 tidak menggunakan dialog. Penggunaan dialog dalam suatu teks harus ditandai dengan adanya kalimat-kalimat yang diapit dengan tanda petik dua. Pada kedua kutipan tersebut, kita tidak menemukan adanya kalimat dialog. Dengan demikian, pernyataan tersebut tidak sesuai karena seharusnya kedua kutipan tersebut tidak menggunakan kalimat dialog. 18. Pleonasme. Majas hiperbola bertujuan membandingkan dengan cara yang berlebihan Majas simile bertujuan membandingkan secara tidak langsung Majas metafora bertujuan membandingkan secara langsung Majas personifikasi bertujuan membandingkan benda lain dengan manusia Majas pleonasme bertujuan menegaskan dengan menggunakan kata mubazir Dalam kutipan 1, kita menemukan penggalan terlalu amat besar kerajaan baginda itu. Dalam
67 penggalan tersebut terdapat majas pleonasme yang dibuktikan dengan kata terlalu amat. Dalam kutipan 2, kita menemukan penggalan Saat waktu istirahat tiba. Dalam penggalan tersebut pun terdapat majas pleonasme yang dibuktikan dengan saat waktu. Dengan demikian, majas yang terdapat pada kedua kutipan tersebut adalah majas pleonasme. 19. Kombinasi kalimat pada kutipan 1 lebih lengkap daripada kutipan 2 Dalam kutipan 1 kita dapat menemukan adanya penggunaan kalimat narasi, deskripsi, dan dialog. Bukti kalimat narasi: Maka si Miskin itu pun sampailah ke penghadapan itu. Bukti kalimat deskripsi: Setelah dilihat oleh orang banyak, si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Bukti kalimat dialog: Maka titah baginda, “Apakah yang gempar di luar itu?”. Sembah segala raja-raja itu, “Ya tuanku Syah Alam, orang melempar si Miskin tuanku”. Dalam kutipan 2 kita dapat menemukan penggunaan kalimat narasi dan deskripsi. Bukti kalimat deskripsi: Kupandangi langit malam yang cerah dengan rembulan yang bersinar keemasan. Bukti kalimat narasi: Aku memang terlahir dari keluarga yang berlatar belakang ekonomi bawah. Akan tetapi, kita tidak dapat menemukan penggunaan kalimat dialog yang ditandai tanda petik pada kutipan 2. Dengan demikian, bisa kita katakan bahwa kombinasi kalimat pada kutipan 1 lebih lengkap daripada kutipan 2. 20. Simile Majas hiperbola bertujuan membandingkan dengan cara yang berlebihan Majas simile bertujuan membandingkan secara tidak langsung Majas metafora bertujuan membandingkan secara langsung Majas personifikasi bertujuan membandingkan benda lain dengan manusia Majas pleonasme bertujuan menegaskan dengan menggunakan kata mubazir Dalam kutipan 1, kita menemukan penggalan si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Dalam penggalan tersebut terdapat majas simile yang dibuktikan dengan kata perbandingan seperti. Dalam kutipan 2, kita menemukan penggalan Jutaan bintang gemintang yang gemerlap pun tersebar luas bagai hamparan permadani. Dalam penggalan tersebut pun terdapat majas simile yang dibuktikan dengan kata perbandingan bagai. Dengan demikian, majas yang terdapat pada kedua kutipan tersebut adalah majas simile.