JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN MODUL PEMBELAJARAN IPA TERPADU SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK SISWA SMP KELAS VIII
Modul Pembelajaran SMP IPA Terpadu Kelas VIII Modul Sistem Ekskresi Manusia ii JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
Modul Pembelajaran SMP ILMU PENGETAHUAN ALAM Modul : Sistem Ekskresi Manusia Kelas VIII iii Penulis : Fitri Mariana Valentins
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan Rahmat-Nya, penulis telah berhasil menyusun Modul Pembelajaran IPA Terpadu Sistem Ekskresi Manusia kelas VIII dengan baik. Modul Pembelajaran IPA Terpadu Sistem Ekskresi Manusia kelas VIII yang dapat disusun dengan beberapa kegiatan belajar untuk setiap modulnya. Modul ini telah disesuaikan mata pelajarannya sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Dengan adanya modul pembelajaran IPA Terpadu Sistem Ekskresi Manusia kelas VIII ini. Harapan kami semua, peserta didik dapat memperoleh kemudahan dan kebermaknaan dalam menjalankan kegiatan pembelajaran mandiri dan terstrukturnya. Dalam penulisan modul ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan modul ini. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih . PRAKATA Tarakan, Januari 2023 Penulis iv
DAFTAR ISI v Kata Pengantar.............................................................................................. iv Daftar Isi.......................................................................................................... v Daftar Gambar............................................................................................... vi Petunjuk Penggunaan Modul..................................................................... vii Kompetensi Dasar....................................................................................... viii Peta Konsep.................................................................................................. ix I. Pendahuluan............................................................................................. 1 II. Kegiatan Pembelajaran 1 : Kulit dan Paru-Paru................................ 2 A.Indikator Pembelajaran...................................................................... 2 B.Aktivitas Pembelajaran....................................................................... 2 C.Rangkuman........................................................................................... 6 D.Tes Formatif.......................................................................................... 7 III. Kegiatan Pembelajaran 2 : Hati dan Ginjal........................................ 11 A.Indikator Pembelajaran..................................................................... 11 B.Aktivitas Pembelajaran...................................................................... 11 C.Rangkuman.......................................................................................... 17 D.Tes Formatif......................................................................................... 18 IV. Kegiatan Pembelajaran 3 : Menjaga Organ Sistem Ekskresi.......... 20 A.Indikator Pembelajaran..................................................................... 20 B.Aktivitas Pembelajaran...................................................................... 20 C.Rangkuman.......................................................................................... 25 D.Tes Formatif......................................................................................... 26 Tes Akhir Modul........................................................................................... 28 Lampiran....................................................................................................... 32 A. Glosarium................................................................................................. 32 B. Kunci Jawaban Tes Formatif.................................................................. 33 C. Kunci Jawaban Tes Akhir Modul............................................................ 33 Daftar Pustaka.............................................................................................. 34
DAFTAR GAMBAR vi Gambar 1. Organ Sistem Ekskresi............................................................... 1 Gambar 1.1 Struktur kulit............................................................................. 3 Gambar 1.2 Bagian lapisan epidermis............ .......................................... 3 Gambar 1.3 Bagian lapisan dermis ............................................................ 4 Gambar 1.4 Struktur paru-paru................................................................... 4 Gambar 2.1 Struktur dan anatomi hati.................................................... 11 Gambar 2.2 Struktur dan bagian hati....................................................... 11 Gambar 2.3 Struktur ginjal......................................................................... 13 Gambar 2.4 Mekanisme urin...................................................................... 15 Gambar 3.1 Penyakit dermatitis................................................................ 20 Gambar 3.2 Penyakit jerawat..................................................................... 21 Gambar 3.3 Penyakit kanker paru-paru................................................... 21 Gambar 3.4 Penyakit tuberkulosis............................................................ 22 Gambar 3.5 Penyakit kanker hati.............................................................. 22 Gambar 3.6 Penyakit batu empedu.......................................................... 23 Gambar 3.7 Penyakit batu ginjal............................................................... 23 Gambar 3.8 Penyakit kanker ginjal........................................................... 24
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL vii Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru. Kerjakan setiap tugas diskusi terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru. Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, langkahlangkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini adalah: 1. 2. 3.
KOMPETENSI DASAR viii Kompetensi Dasar 3.9 Menjelaskan struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri Kompetensi Dasar 4.9 Membuat peta pikiran (mapping mind) tentang struktur dan fungsi sistem eksresi pada manusia dan penerapanya dalam menjaga kesehatan diri
KULIT PETA KONSEP ix Alat Ekskresi Manusia Berupa : bagiannya Epidermis Dermis Hipodermis ekskresi berupa: Keringat PARU-PARU bagiannya Bronkus Bronkiolus Alveolus ekskresi berupa: Karbondioksida dan Uap Air HATI GINJAL bagiannya bagiannya ekskresi berupa: Lobus kanan Lobus kiri Empedu Korteks Medula Pelvis ginjal Vena ginjal Ureter ekskresi berupa: Urine GANGGUAN ORGAN SISTEM EKSKRESI DAN CARA MENJAGA ORGAN SISTEM EKSKRESI SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Halo adik-adik, kali ini kita akan belajar bersama mengenai "Sistem Ekskresi Manusia". Tahukah kamu? bahwa tubuh kita setiap harinya akan mengeluarkan zat yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh kita. Mengapa demikian? agar zat tersebut tidak menjadi racun atau penyakit pada tubuh kita. Proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dapat dibutuhkan atau dimanfaatkan oleh tubuh, kita kenal dengan nama "Ekskresi". Modul ini membantu adik-adik mempelajarinya dengan mudah, disajikan menjadi 3 kegiatan pembelajaran yaitu: Pembelajaran 1 (Kulit dan Paru-paru), pembelajaran 2 (Hati dan Ginjal), dan pembelajaran 3 (Menjaga Organ Sistem Ekskresi). Setiap akhir kegiatan pembelajaran akan disertai dengan lembar kerja siswa. PENDAHULUAN Sistem Ekskresi Manusia 1 Gambar 1. Organ Sistem Ekskresi (Sumber : www.cerdika.com)
PETUNJUK PENGGUNAAN Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain: Bacalah dan pahami indikator pembelajaran dari setiap kegiatan belajar Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru. Bacalah dan pahami rangkuman materi yang berisi poin penting yang mengacu pencapaian tujuan pembelajaran. Kerjakan tes formatif pada tiap kegiatan belajar untuk mengasah pemahamanmu terhadap materi.
Kulit dan paru-paru merupakan dua organ yang juga berperan dalam sistem ekskresi manusia. Keringat yang dikeluarkan oleh tubuh seseorang merupakan hasil ekskresi dari organ "Kulit", begitu juga dengan uap air dan karbondioksida (CO2) yang di keluarkan oleh "Paru-paru". Adik-adik kita akan membahas kedua organ sistem ekskresi tersebut lebih pada aktivitas pembelajaran 1 berikut ini. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 "KULIT DAN PARU-PARU" Menjelaskan pengertian kulit dan paru-paru Menjelaskan bagian dan struktur kulit dan paru-paru Indikator Pembelajaran: 1. 2. 2 Aktivitas 1: Kulit Pengertian Kulit adalah organ tubuh manusia yang melapisi seluruh permukaan tubuh dengan luas 1,8 m2. Fungsi utama kulit adalah sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dan rangsangan dari luar. (Timotius, 2018) Selain itu kulit juga berperan untuk mengekskresikan urea, garam, dan kelebihan air melalui kelenjar keringat yang ada di kulit. Keringat manusia terdiri dari air, garam mineral, sisa metabolisme sel, urea, serta asam.
3 Struktur Kulit Tahukah kamu? Bahwa kulit kita terdiri dari tiga lapisan utama yaitu, lapisan epidermis, lapisan dermis dan lapisan hipodermis Mari kita bahas bersama kedua lapisan kulit tersebut. Gambar 1.1 Struktur Kulit 1.Lapisan Epidermis (Kulit Ari) Epidermis atau kuli ari merupakan lapisan kulit yang terletak paling luar, tersusun dari sel epitel yang rapat serta mengalami keratin. Pada epidermis terdapat melanosit berupa sel penghasil pigmen melanin yang akan menentukan warna pada kulit kita. Gambar 1.2. Bagian Lapisan Epidermis 2. Lapisan Dermis (Kulit Jangat) Dermis terdapat dibawah lapisan epidermis, lapisan dermis ini terdapat otot penggerak rambut pada tangan, pembuluh darah, pembuluh limfa, saraf, kelenjar minyak (Glandula sebasea), dan kelenjar keringat (Glandula sudorifera). Kelenjar keringat ini berbentuk seperti pembuluh panjang, kelenjar keringat inilah yang akan menyerap air, ion, NaCl, dan urea dari dalam darah yang nantinya akan dikeluarkan melalui pori-pori kulit kita. (Sumber : www.ruangguru.com) (Sumber : www.siswapedia.com) S. Korneum S. Lucidum S. Granuiosum S. Spinosum S. Basal
Pengertian 3. Hipodermis (Lapisan bawah kulit) Lapisan ini terletak di bawah dermis, diantara lapisan jaringan ikat bawah kulit dengan dermis yang dibatasi oleh sel lemak. Dan lemak ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi dan penahan suhu tubuh. 4 Gambar 1.3. Bagian Lapisan Dermis Aktivitas 2: Paru-Paru Paru-paru merupakan organ pernafasan (respirasi) yang terkait dengan sistem pernafasan dan sirkulasi (peredaran darah). Letak paru-paru adalah berada di dada, dekat dengan jantung. Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu paru kanan dengan tiga lobus dan paru kiri dua lobus (lobus bagian sesuatu organ tubuh yg berbentuk bulat) Paru-paru memiliki fungsi dalam mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida terjadi ketika kita bernafas. (Sumber : www.hifdziua.wordpress.com) Gambar 1.3. Bagian Lapisan Dermis (Sumber : www.sekolahan.co.id) Kelenjar Minyak Otot Penegak Rambut Akar Rambut Tisu Adipos Arteri Vena
5 Struktur Paru-paru Gambar 1.4. Struktur Paru-paru (Sumber : Buku IPA Siswa.2017) Ingatkah kamu pada materi Sistem Pernafasan ? organ utama dalam proses pernafasan kita itu adalah Paru-paru. Berikut bagian Paru-paru : 1. Bronkus ialah bagian dari struktur paru-paru yang terhubung dengan paru-paru sebelah kanan dan kiri. Bronkus memiliki fungsi guna jalur udara dari mulut dan trakea sehingga udara yang masuk serta keluar akan melewati bagian bronkus tersebut. 2. Bronkiulus, memiliki cirinya sendiri, yaitu ukuran yang sangat kecil layaknya rambut serta berjumlah banyak. Pada paru-paru kanan ataupun kiri, ada kurang lebih 30.000 bronkiolus. 3. Alveoli adalah kumpulan dari kantung udara, dari kantong udara struktur paru-paru ini disebut sebagai alveolus. Alveolus adalah sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida di dalam paru-paru. 4. Kapiler adalah pembuluh darah kecil dengan jumlah sangat banyak yang menghubungkan arteri dengan vena. 5. Diagfragma merupakan otot utama saat bernafas. Otot ini terletak di bawah paru-paru dan jantung yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Diagfragma bergerak naik dan turun seiring proses pernafasan manusia
6 Paru-paru termasuk dalam salah satu sistem ekskresi manusia. Ketika proses inspirasi oksigen yang masuk kedalam paru-paru dan akan masuk kedalam alveolus, oksigen tersebut akan berdifusi dari alveolus kedalam kapiler darah dan akan diedarkan keseluruh tubuh. Didalam pembuluh kapiler, darah akan mengikat karbon dioksida (CO2) untuk dikeluarkan bersama uap air. FunFact Paru-paru kiri kita ukurannya lebih kecil dari paru-paru kanan. Mengapa demikian? Karena Jantung kita membutuhkan ruang yang lebih pada sisi tubuh kita.
7 Rangkuman Kulit merupakan organ yang melapisi seluruh permukaan tubuh manusia. Kulit berfungsi sebagai pelindung dari berbagai macam gangguan dari luar. Kulit berperan pada sistem ekskresi manusia dalam mengeluarkan urea, garam mineral, dan kelebihan air melalui kelenjar keringat. Kulit memiliki tiga lapisan yaitu lapisan epidermis yang terletak diluar tubuh dan lapisan dermis yang terletak dibawah lapisan epidermis. Paru-paru merupakan organ pernafasan yang terkait dengan sistem pernafasan manusia. Organ paru-paru pada sistem ekskresi manusia berfungsi dalam mengeluarkan Karbondioksida (CO2) dan Uap Air (H2O). Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu Paru Kanan dengan memiliki tiga (3) lobus dan Paru Kiri dengan memiliki dua (2) lobus.
Lapisan kulit yang dapat melindungi jaringan dibawahnya dari rangsangan atau gangguan dari luar adalah lapisan... 1. A. Dermis B. Hipodermis C. Epidermis D. Eksodermis 2. Zat yang di ekskresikan oleh kulit yaitu... A. Keringat B. Urin C. Empedu D. Glukosa 3. Perhatikan gambar dibawah ini ! Pada gambar struktur kulit diatas bagian yang berfungsi mengeluarkan keringat dan minyak terdapat pada nomor... A. 2 dan 3 B. 4 dan 5 C. 5 dan 2 D. 3 dan 4 4. Paru-paru sebagai organ sistem ekskresi manusia, yang mengeluarkan zat sisa berupa... A. Garam dan Urea B. Asam amino dan Uap air C. Karbondioksida dan Uap air D. Karbondioksida dan Urea 8 TES FORMATIF 1 (Sumber : https//pak.pandani.web.id)
9 Pada struktur paru-paru diatas alveolus ditunjukkan oleh pada nomor... A. 3 B. 4 C. 2 D. 1 (Sumber : www.roboguru.ruangguru.com) 5. Perhatikan gambar dibawah ini !
Setelah adik-adik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Pembelajaran 1 ini, silahkan cocokkan jawaban adik-adik dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian lampiran, kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat kamu capai dengan menggunakan rumus berikut ini: Jika Nilai Capaian yang adik-adik peroleh kurang dari 75 (disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), adik-adik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan kamu bagian mana saja yang masih belum dipahami untuk kemudian kalian dapat mendiskusikannya bersama teman, atau dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Jika tingkat penguasaan yang adik-adik peroleh lebih dari atau sama dengan 75, adik-adik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya atau mengikuti Tes Akhir Modul. Setelah adik-adik lulus dalam mengikuti Tes Akhir Modul, kamu dapat mempelajari materi pembelajaran yang terdapat dalam modul berikutnya. 10 Petunjuk Evaluasi Hasil Pengerjaan Tes Formatif
PETUNJUK PENGGUNAAN Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain: Bacalah dan pahami indikator pembelajaran dari setiap kegiatan belajar Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru. Bacalah dan pahami rangkuman materi yang berisi poin penting yang mengacu pencapaian tujuan pembelajaran. Kerjakan tes formatif pada tiap kegiatan belajar untuk mengasah pemahamanmu terhadap materi.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 "HATI DAN GINJAL" Menjelaskan pengertian hati dan ginjal Menjelaskan bagian dan struktur hati dan ginjal Indikator Pembelajaran: 1. 2. 11 Siapa yang suka menahan buang air kecil ? Jangan seperti itu ya adik-adik. Karena membuang air kecil (Urin) merupakan hasil dari ekskresi dari organ ginjal, selain itu organ hati pada sistem ekskresi mengubah zat berbahaya (Amonia) menjadi zat yang lebih aman bagi tubuh. Oleh karena itu kita akan membahas lebih lanjut mengenai kedua organ pada aktivitas pembelajaran 2 ini. Aktivitas 1: Hati Pengertian Hati merupakan organ lunak yang lentur dan terletak oleh struktur lainnya. Hati merupakan organ kelenjar terbesar di dalam tubuh manusia dengan berat sekitar 1,25–1,5kg. Hati terletak tepat di bawah diafragma di sisi kanan-atas tubuh. Hati selain berperan dalam sistem perncernaan, hati juga berperan pada sistem ekskresi dalam mengekskresikan zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin. Organ hati berfungsi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya bagi tubuh menjadi zat yang lebih aman bagi tubuh yaitu urea
Struktur Hati Bagian hati terbagi menjadi beberapa lobus dengan ukuran yang berbeda. Lobus kanan dan lobus kiri dipisahkan oleh ligamen falciform. Lobus kanan pada bagian hati memiliki ukuran yang paling besar dengan ukuran 5 sampai 6 kali lebih besar dari lobus kiri. Lobus kanan berfungsi sebagai pusat pemrosesan utama hati, lobus kiri memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih pipih. Hati akan menjalankan fungsinya seperti menghasilkan empedu. 12 Gambar 2.1. Struktur dan Anatomi Hati Gambar 2.2. Struktur dan bagian hati (Sumber : www.quipper.com) (Sumber : www.smakita.com) Esofagus Ligamen Falciform Lobus Kiri Lambung Aorta Lobus Kanan Pankreas Vena Kantong Empedu Saluran Empedu Usus 12 Jari Kelenjar Pankretik
13 Ligamen Falciform, selain memisahkan lobus kanan dan lobus kiri, ligamen ini berfungsi jadi penyangga hati agar bisa tetap berada pada tempatnya. Hati yang adalah organ terbesar kedua dengan berat kurang lebih 3 kg. Hati multitasker utama tubuh yang memiliki banyak tugas dalam tubuh. FunFact Aktivitas 2: Ginjal Pengertian Organ utama pada sistem ekskresi manusia adalah ginjal. Ginjal merupakan sepasang organ sebesar kepalan tangan yang terletak di pinggang bagian belakang. Sepasang ginjal ini, terletak di belakang perut atau abdomen dan berada di bawah hati dan limfa. Besar dan berat ginjal sangat bervariasi, tergantung jenis kelamin dan umur. Apa kamu mengetahui fungsi ginjal? Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh melalui urin.
14 Struktur Ginjal Korteks, bagian terluar ginjal, bagian ginjal satu ini adalah tempat di mana ginjal memproduksi urine. Luar korteks dilapisi oleh jaringan lemak atau sering juga disebut kapsul ginjal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam ginjal. Korteks juga berfungsi untuk menghasilkan sebuah hormon bernama erythropoietin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah baru. Gambar 2.3. Struktur Ginjal Medula, jaringan ginjal yang halus. Bagian ini terdiri dari lengkung Henle serta piramida ginjal, yaitu struktur kecil yang berisi nefron dan tubulus. Tubulus ini yang berfungsi dalam mengangkut cairan yang masuk dan mengeluarkan urine dari ginjal. (Sumber : www.quipper.com)
Ureter, bagian ginjal yang berupa tabung otot dan berfungsi mendorong urine ke dalam kandung kemih. Panjang ureter sekitar 20-30 sentimeter dengan diameter maksimal kurang lebih 1,7 sentimeter. 15 Pelvis ginjal, bagian berbentuk corong di bagian paling dalam dari ginjal berfungsi sebagai jalur untuk cairan dalam perjalanan ke kandung kemih. Bagian pertama dari pelvis ginjal terdapat calyces. Ini adalah ruang berbentuk cangkir kecil yang mengumpulkan cairan sebelum masuk ke kandung kemih. Lalu di pelvis ginjal juga terdapat hilum, yaitu lubang kecil yang terletak di bagian dalam ginjal. Vena Ginjal, berfungsi membawa darah yang sudah disaring oleh ginjal kembali ke jantung. Mekanisme Pembentukan Urin Pertama, darah mengalir malalui arteri ginjal masuk ke bagian Glomerulus dan Kapsula Bowman. Proses filtrasi ini akan menghasilkan urin primer yang mengandung glukosa, urea, natrium, kalium, dan asam amino. Tahap pertama ini disebut Tahap Filtrasi. Gambar 2.4. Mekanisme Urin (Sumber : www.roboguru.ruangguru.com)
16 Kedua, pada tubulus kontortus proksimal urin primer akan mengalami penyerapan kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses penyerapan ini akan menghasilkan urin sekunder yang mengandung air, garam, urea, dan urobilin. Urobilin ini yang akan memberikan warna kuning pada urin. Urin yang terbentuk dari proses penyerapan akan mengalir ke lengkung henle. Tahap kedua ini disebut Tahap Reabsorpsi. Ketiga, setelah melalui lengkung henle urin sekunder sampai pada tubulus kontortus distal, bagian ini masih terjadi proses penyerapan air, ion, natrium, klor, dan urea. Kemudian pada tubulus kontortus distal terjadi proses pengeluaran zat yang tidak diperlukan tubuh. Proses ini menghasilkan urin sesungguhnya yang mengandung 95% air, urea, garam mineral, dan zat yang berlebih. Urin akan ditampung sementara di pelvis ginjal. Tahap ketiga ini disebut Tahap Augmentasi. Setelah melalui tiga tahap utama tersebut urin akan melewati Ureter dan akan disimpan kembali di kantung kemih, jika kantung kemih penuh, dinding kantung kemih akan tertekan sehingga menyebabkan rasa ingin buang air kecil, dan urin pun dibuang melalui Uretra.
17 Rangkuman Hati merupakan organ lunak yang lentur dan terletak oleh struktur lainnya. Hati juga berperan pada sistem ekskresi dalam mengekskresikan zat warna empedu yang disebut dengan bilirubin. Organ hati berfungi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya bagi tubuh menjadi zat yang lebih aman bagi tubuh yaitu urea Bagian hati terbagi menjadi beberapa lobus dengan ukuran yang berbeda. Lobus kanan dan lobus kiri dipisahkan oleh ligamen falciform. Organ utama pada sistem ekskresi manusia adalah ginjal. Ginjal merupakan sepasang organ sebesar kepalan tangan yang terletak di pinggang bagian belakang. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di seluruh tubuh. Terdapat beberapa bagian ginjal yaitu korteks, medula, pelvis ginjal, arteri ginjal, vena ginjal, dan ureter Pada mekanisme pembentukkan terdapat tiga tahapan yaitu tahap filtrasi (penyaringan darah yang menghasilkan urin primer), tahap reabsorpsi (penyerapan kembali zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh menghasilkan urin sekunder), tahap augmentasi (pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh yang menghasilkan urin sesungguhnya)
1. Zat yang di ekskresikan oleh hati yaitu... A. Keringat B. Urin C. Zat empedu D. Glukosa 2. Organ hati berfungsi mengubah amonia (NH3) menjadi... A. Urea B. Kelenjar pankreatik C. Keringat D. Kelenjar hepatik 3. Ginjal mengekskresikan zat sisa berupa... A. Limfa B. Urin C. Urea D. Empedu 4. Berikut ini urutan proses pembentukan urin yang benar adalah... A. Filtrasi-Augmentasi-Reabsorbsi B. Reabsorbsi-Filtrasi-Augmentasi C. Reabsorbsi-Augmentasi-Filtrasi D. Filtrasi-Reabsorbsi-Augmentasi 5. Perhatikan gambar berikut ini ! Pada gambar mekanisme urin diatas Glomerulus dan Tubulus Kolektovus ditunjukan nomor... A. 1 dan 3 B. 4 dan 2 C. 1 dan 6 D. 5 dan 6 18 TES FORMATIF 2 (Sumber: www.roboguru.ruangguru.com)
Setelah adik-adik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Pembelajaran 2 ini, silahkan cocokkan jawaban adik-adik dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian lampiran, kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat kamu capai dengan menggunakan rumus berikut ini: Jika Nilai Capaian yang adik-adik peroleh kurang dari 75 (disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), adik-adik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan kamu bagian mana saja yang masih belum dipahami untuk kemudian kalian dapat mendiskusikannya bersama teman, atau dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Jika tingkat penguasaan yang adik-adik peroleh lebih dari atau sama dengan 75, adik-adik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya atau mengikuti Tes Akhir Modul. Setelah adik-adik lulus dalam mengikuti Tes Akhir Modul, kamu dapat mempelajari materi pembelajaran yang terdapat dalam modul berikutnya. 19 Petunjuk Evaluasi Hasil Pengerjaan Tes Formatif
PETUNJUK PENGGUNAAN Untuk memperoleh prestasi belajar secara maksimal, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam modul ini antara lain: Bacalah dan pahami indikator pembelajaran dari setiap kegiatan belajar Bacalah dan pahami materi yang ada pada setiap kegiatan belajar. Bila ada materi yang belum jelas, siswa dapat bertanya pada guru. Bacalah dan pahami rangkuman materi yang berisi poin penting yang mengacu pencapaian tujuan pembelajaran. Kerjakan tes formatif pada tiap kegiatan belajar untuk mengasah pemahamanmu terhadap materi.
Adik-adik pada kegiatan pembelajaran ketiga, kita akan membahas mengenai berbagai penyakit organ sistem ekskresi dan cara menjaga organ sistem ekskresi. Sistem ekskresi pada sistem tubuh manusia dapat mengalami gangguan atau penyakit jika tidak dijaga. Berikut ini kita akan membahasnya satu per satu. Dermatitis, penyakit kulit yang bersifat akut, sub-akut atau kronis yang terjadi akibat adanya peradangan pada kulit. Gejala dermatitis berupa rasa gatal yang ditandai bercak, ruam atau peradangan. KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 "MENJAGA ORGAN SISTEM EKSKRESI" Aktivitas Pembelajaran Menjelaskan berbagai gangguan atau penyakit pada organ sistem ekskresi Menjelaskan cara menjaga organ sistem ekskresi Indikator Pembelajaran: 1. 2. Penyakit pada Organ Sistem Ekskresi 20 1.Penyakit pada Kulit Gambar 3.1 Penyakit Dermatitis (Sumber : www.sehatfresh.com)
21 Acne vulgaris (jerawat) adalah penyakit kulit akibat peradangan kronis yang berasal dari unit pilosecaceous. Pemicu timbulnya jerawat antara lain genetik, aktivitas hormonal pada siklus menstruasi, stres, kebersihan, makanan, dan penggunaan kosmetik. Jerawat disebabkan oleh penyumbatan pori kulit sehingga sekresi minyak menjadi terhambat kemudian membesar dan mengering menjadi jerawat, gejala berupa bintik. Gambar 3.2 Jerawat 2.Penyakit pada Paru-paru Kanker paru-paru merupakan suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam organ. Kanker paru umumnya dibagi menjadi dua kategori besar, yakni kanker paru sel kecil dan kanker paru non-sel kecil. Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok. Gejala kanker paruparu seperti ketidaknyamanan atau nyeri di dada. Gambar 3.3 Penyakit Kanker Paru-paru (Sumber : www.hellosehat.com) (Sumber : www.health.kompas.com)
22 Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi ketika penderita TBC paru BTA positif batuk atau bersin dan tanpa disengaja penderita menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak. Gejala Tuberkulosis paru biasanya berupa batuk (kadang disertai darah), penurunan berat badan, berkeringat dimalam hari, dan demam. Gambar 3.4 Penyakit Tuberkulosis 2.Penyakit pada Hati Kanker hati, terjadi ketika sel hati mengalami mutasi sehingga tumbuh secara tidak terkendali. Dalam beberapa kasus infeksi kronis akibat virus hepatitis B dan C bisa menyebabkan kanker. kanker hati adalah penyakit kanker terbanyak nomor dua pada laki-laki. Gejala umum kanker hati ditandai dengan sakit perut, penurunan berat badan, kelelahan, dan pembesaran hati. Gambar 3.5 Penyakit Kanker Hati (Sumber : www.medindia.net) (Sumber : https://rsud.tulungagung.go.id)
23 Kantung empedu terdapat cairan yang disebut sebagai empedu dan berperan dalam pencernaan lemak. Batu empedu akan terbentuk ketika cairan empedu tersebut mengeras. Ukuran batu empedu bermacam-macam. Gejala utama batu empedu adalah nyeri di bagian kanan atas atau tengah perut, selain itu disertai mual, muntah dan diare. Gambar 3.6 Penyakit Batu Empedu 3.Penyakit pada Ginjal Batu ginjal merupakan batu saluran kemih (urolithiasis) penyakit yang umum ditemukan. Batu ginjal terjadi ketika mineral dan zat lain di dalam darah menumpuk lalu mengkristal sehingga membentuk batuan di ginjal. Batu ginjal dapat terbentuk ketika urin mengandung lebih banyak zat pembentuk kristal seperti kalsium dan oksalat. Gejala batu ginjal biasanya ditandai dengan sakit pinggang, kencing terasa sakit, dan urin berwarna keruh atau berdarah. Gambar 3.7 Penyakit Batu Ginjal (Sumber : www.health.grid.id) (Sumber : Buku IPA Siswa.2021)
24 Kanker ginjal, yang juga disebut kanker renal, adalah penyakit ketika sel-sel ginjal menjadi ganas (kanker) dan tumbuh di luar kendali, dan membentuk tumor. Beberapa gejala kanker ginjal yang dapat muncul yaitu darah di dalam urine, benjolan di pinggang atau perut. Kanker ginjal yang sudah menyebar ke bagian lain tubuh menyebabkan gejala lain, seperti: sesak napas, batuk berdarah, dan Sakit tulang. Gambar 3.8 Penyakit Kanker Ginjal Penyakit pada Organ Sistem Ekskresi Menjaga setiap organ eksresi sangat penting dilakukan agar organ eksresi agar tetap sehat. Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan organ sistem ekskresi Konsumsi air mineral yang cukup, air mineral memiliki banyak manfaat bagi tubuh, terutama untuk organ sistem ekskresi seperti kulit dan ginjal. Mengatur pola makan, anjuran Kementerian Kesehatan untuk konsumsi makanan bergizi seimbang berupa makanan pokok, sayur-sayuran, lauk pauk, buah-buahan, dan susu. Istirahat yang cukup kualitas tidur yang baik akan membuat kulit menjadi sehat dan tidak kering Olahraga teratur yang dianjurkan selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 3 kali seminggu. (Sumber : www.parkwaycancercentre.com)
25 Rangkuman Organ sistem ekskresi manusia dapat mengalami gangguan atau penyakit pada salah satu organnya. beberapa penyakit yang dapat menyerang atau menggangu organ sistem ekskresi manusia yaitu : dematitis, jerawat, panu, kanker paru-paru, tuberkulosis (TBC), asma, kanker hati, batu empedu, batu ginjal, dan kanker ginjal. beberapa cara agar kita dapat menjaga organ sistem ekskresi antara lain : mengkonsumsi air mineral secukupnya, mengatur pola makan dengan gizi yang seimbang, dan istirahat yang cukup.
1. Adanya bercak atau ruam di kulit akibat peradangan disebut... A. Jerawat B. Flek hitam C. Dermatitis D. Kanker kulit 2. Batuk disertai darah, penurunan berat badan, berkeringat dimalam hari, dan demam merupakan gejala dari penyakit ... A. Tuberkulosis B. Kanker hati C. Kanker paru-paru D. Batu empedu 3. Adanya pembesaran pada hati akibat mutasi sel yang tidak terkendali tejadi pada penyakit... A. Batu empedu B. Kanker hati C. Nefritis D. Gagal ginjal 4. Berikut ini zat yang dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal yaitu... A. Cl dan fosfor B. Natrium dan NH3 C. Kalsium dan kalium D. Oksalat dan kalsium 5. Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan organ sistem ekskresi, kecuali... A. Istirahat yang cukup B. Olahraga C. Mengkonsumsi minuman keras D. Mengkonsumsi air mineral 26 TES FORMATIF 3
Setelah adik-adik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Pembelajaran 3 ini, silahkan cocokkan jawaban adik-adik dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian lampiran, kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat kamu capai dengan menggunakan rumus berikut ini: Jika Nilai Capaian yang adik-adik peroleh kurang dari 75 (disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), adik-adik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan kamu bagian mana saja yang masih belum dipahami untuk kemudian kalian dapat mendiskusikannya bersama teman, atau dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Jika tingkat penguasaan yang adik-adik peroleh lebih dari atau sama dengan 75, adik-adik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya atau mengikuti Tes Akhir Modul. Setelah adik-adik lulus dalam mengikuti Tes Akhir Modul, kamu dapat mempelajari materi pembelajaran yang terdapat dalam modul berikutnya. 27 Petunjuk Evaluasi Hasil Pengerjaan Tes Formatif
Berikut ini, manakah yang termasuk dalam organ sistem ekskresi manusia, kecuali.... 1. A. Hati B. Anus C. Kulit D. Paru-paru 2. Fungsi sistem ekskresi pada manusia adalah …. A. Mengeluarkan zat sisa metabolisme yang masih dapat digunakan tubuh B. Mengeluarkan zat sisa metabolisme yang sudah tidak dapat digunakan tubuh C. Mengeluarkan feses dari hasil pencernaan D. Mengeluarkan zat sisa yang masih dapat digunakan 3. Zat sisa hasil metabolisme yang dikeluarkan melalui organ paru-paru adalah.... A. Asam amino dan uap air B. Glukosa dan asam amino C. Garam dan urea D. Uap air dan karbondioksida 4. Berikut ini zat yang tidak dihasilkan oleh organ hati adalah.... A. Glukosa B. Urea C. Empedu D. Urin 5. Rasa sakit pada saat berkemih dapat terjadi karena adanya endapan garam mineral yang menyumbat pada aliran urin yang disebut.... A. Anuria B. Poliuria C. Nefritis D. Batu ginjal 28 TES AKHIR MODUL
Urutkan secara berurutan pada gambar diatas dari nomor 1 sampai 4 menunjukan organ.... A. Kantung kemih, uretra, ginjal, dan ureter B. Ginjal, ureter, kantung kemih, dan uretra C. Ginjal, uretra, kantung kemih, dan ureter D. Uretra, ginjal, kantung kemih, dan ureter 7. Urin primer dihasilkan dari proses penyaringan darah pada bagian .... A. Badan malpighi B. Tubulus kontortus proksimal C. Tubulus kontortus distal D. Lengkung henle 8. Peradangan kelenjar minyak pada kulit mengakibatkan penyakit .... A. Biang keringat B. Kanker kulit C. Hiperpigmentasi D. Jerawat Urutkan secara berurutan lapisan pada struktut kulit diatas... A. Epidermis, hipodermis, dermis B. Dermis, epidermis, hipodermis C. Epidermis, dermis, hipodermis D. Hipodermis, epidermis,dermis 29 (Sumber : wwwroboguru.ruangguru.com) (Sumber : www.kejarcita.com) 6. Perhatiakan gambar berikut ini ! 9. Perhatikan gambar dibawah ini !
10. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena .... A. Melindungi tubuh dari kuman B. Mempunyai kelenjar keringat C. Mempunyai ujung saraf reseptor D. Melindungi tubuh dari cahaya matahari 30
Setelah adik-adik selesai mengerjakan Tes Formatif Kegiatan Pembelajaran 3 ini, silahkan cocokkan jawaban adik-adik dengan kunci jawaban yang telah disediakan pada bagian lampiran, kemudian hitung tingkat penguasaan yang dapat kamu capai dengan menggunakan rumus berikut ini: Jika Nilai Capaian yang adik-adik peroleh kurang dari 75 (disesuaikan dengan KKM yang ditetapkan), adik-adik harus mempelajari kembali materi yang belum dikuasai. Jika masih mengalami kesulitan, catatkan pada buku catatan kamu bagian mana saja yang masih belum dipahami untuk kemudian kalian dapat mendiskusikannya bersama teman, atau dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal kegiatan pembelajaran berlangsung. Jika tingkat penguasaan yang adik-adik peroleh lebih dari atau sama dengan 75, adik-adik dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar selanjutnya atau mengikuti Tes Akhir Modul. Setelah adik-adik lulus dalam mengikuti Tes Akhir Modul, kamu dapat mempelajari materi pembelajaran yang terdapat dalam modul berikutnya. 31 Petunjuk Evaluasi Hasil Pengerjaan Tes Formatif
Augmentasi : Proses terakhir dalam pembentukan urine, dimana akan terjadi penyaringan kembali air, garam NaCl, dan urea. Bilirubin : Zat berwarna kuning kecoklatan yang ditemukan di dalam empedu. BTA : Pemeriksaan bakteri tahan asam pada penderita TBC Filtrasi : Proses penyaringan darah yang mengandung zat-zat sisa metabolisme yang dapat menjadi racun bagi tubuh. Hepatitis : Peradangan pada hati atau liver. Kelenjar : Organ yang memproduksi dan melepaskan zat. Metabolisme : Proses pengolahan zat gizi dari makanan yang telah diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Mutasi : Perubahan dalam bentuk, kualitas, atau sifat Nefron : Salah satu bagian penting dari ginjal yang bertugas menyaring darah, kemudian mengambil nutrisinya dan membuang zat sisa hasil metabolismenya. Reabsorpsi : Proses diserapnya kembali zat-zat yang masih bermanfaat untuk tubuh Tumor : Benjolan yang muncul akibat sel-sel tumbuh secara berlebihan Urea : Zat sisa dari pemecahan protein dan asam amino di dalam hati LAMPIRAN 32 GLOSARIUM
KUNCIJAWABAN 33 Kunci Jawaban Tes Formatif 1 C. A. D. C. B. 1. 2. 3. 4. 5. Kunci Jawaban Tes Formatif 2 C. A. B. D. C. 1. 2. 3. 4. 5. C. A. B. D. C. 1. 2. 3. 4. 5. Kunci Jawaban Tes Formatif 3 Kunci Jawaban Tes Akhir Modul B. B. D. B. D. 1. 2. 3. 4. 5. 6. B. 7. A. 8. D. 9. C. 10. B.
Hasanah, Uswatun. 2015. Mengenal Penyakit Batu Empedu. Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera. FMIPA UNIMED. Kristiani, Tri Dewi dan Rana Hamida. 2020. Potensi Penularan Tuberculosis Paru Pada Anggota Keluarga Penderita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia. Semarang. Lestari, Retno Try, dkk. 2021. Perilaku Mahasiswa Terkait Cara Mengatasi Jerawat. Jurnal. Universitas Airlangga. Surabaya. Maudani, Andi Shaleha dkk. 2020. Analisis Spasial Penyakit Dermatitis di Puskesmas Labakkang Kabupaten Pangkep. Jurnal IKESMA. Universitas Muslim Indonesia. Parkway Cancer Centre. 2020. Kanker Ginjal. Brosur. WWW.parkwaycancercentre.com Sudrajat, Aceng Kurnia, dkk. 2019. Penggunaan Media Pembelajaran Tiga Dimensi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMP Pada Materi Sistem Ekskresi. Jurnal Kependidikan. UMMI. Sukabumi. Zubaidah, S, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII Semester 2 Buku Siswa. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. DAFTARPUSTAKA 34
PROFILPENGEMBANG Fitri Mariana Valentinus. Mahasiswa di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Modul ini merupakan produk pengembangan pada materi Sistem Ekskresi Manusia untuk Kelas VIII Semester II. Semoga Bermanfaat. 35