The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book ini berisi materi tentang kedudukan dan fungsi pancasila dalam lingkungan sekolah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by achfahrur66, 2022-12-22 21:59:47

Pembelajaran PPKn Materi Kedudukan dan Fungsi Pancasila dalam Lingkungan Sekolah

E-Book ini berisi materi tentang kedudukan dan fungsi pancasila dalam lingkungan sekolah

Keywords: modul ppkn smp,fungsi pancasila

DESAIN PENGEMBANGAN MEDIA/ BAHAN AJAR

Pengembangan bahan ajar modul PKn SMP Kelas VIII

Modul pembelajaran PKn berbasis STAD pada materi
Kedudukan dan Fungsi Pancasila dalam lingkungan
Sekolah

Pada pengembangan bahan ajar IPS ini penulis
mengembangkan bahan ajar dengan menerapkan metode
ADDIE yang dimodifikasi. ADDIE merupakan salah satu
desain pengembangan bahan ajar yang sering digunakan
yang melalui 5 tahapan: Analysis, Design, Development,
Implementation dan Evaluation. Dalam perkembangan lebih
lanjut pengembangan ADDIE Model sering digunakan
dalam pengembangan bahan ajar seperti modul, LKS dan
buku ajar (Cahyadi, 2019). Metode ADDIE dipilih karena
model pengembangan ini sederhana dan sistematik. Selain
itu juga agar terdapat evaluasi di setiap tahapan sehingga
dapat meminimalisir tingkat kesalahan atau kekurangan
produk pada tahap akhir penyusunan modul.
Berikut merupakan alur pengembangan media berdasar
model ADDIE

1. Analyze

Tahapan analisis yang dilakukan penulis mencakup tiga
hal yaitu analisis kebutuhan, analisis kurikulum, dan
analisis karakter peserta didik. Secara garis besar tahapan
analisis yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut.
a. Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan dilakukan dengan terlebih dahulu
menganalisis keadaan bahan ajar sebagai informasi
utama dalam pembelajaran serta ketersediaan bahan
ajar yang mendukung terlaksananya suatu
pembelajaran. Pada tahap ini akan ditentukan bahan
ajar yang perlu dikembangkan untuk membantu
peserta didik belajar.
b. Analisis Kurikulum
Pada analisis kurikulum dilakukan dengan
memperhatikan karakteristik kurikulum yang sedang
digunakan dalam suatu sekolah. Hal ini dilakukan
agar pengembangan yang dilakukan dapat sesuai
tuntutan kurikulum yang berlaku. Kemudian peneliti

mengkaji KD untuk merumuskan indikator-indikator
pencapaian pembelajaran
c. Analisis Karakter Peserta Didik
Analisis ini dilakukan untuk melihat sikap peserta
didik terhadap pembelajaran IPS. Hal ini dilakukan
agar pengembangan yang dilakukan sesuai dengan
karakter peserta didik.

A. Analisis Kebutuhan
Berdasar hasil observasi penulis, didapati bahwa
terdapat kurangnya semangat siswa dalam
mempelajari materi ASEAN yang merupakan materi
dominan yang terdapat di kelas 6. Materi yang cukup
banyak dan disajikan secara monoton melalui buku
teks peserta didik kurikulum 2013 revisi 2018 yang
menekankan pada pada aspek membaca membuat
kebosanan dalam proses belajar mereka untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Pelaksanaanya juga
belum mengakomodasi kebutuhan khusus peserta
didik untuk dapat aktif dalam pembelajaran.

Masalah lain yaitu kemampuan literasi peserta didik
yang masih kurang, dimana perlu adanya bahan ajar
yang dapat melatih kemampuan literasi peserta didik.
Berdasarkan analisis, tersebut diperoleh kesimpulan
bahwa perlu adanya pengembangan bahan ajar
berupa modul berbasis aktivitas dan dapat melatih
peserta didik. Sehingga, peserta didik dapat berperan

aktif dalam mengembangkan ide-idenya dalam
menyelesaikan masalah serta dapat membangun
pengetahuannya sendiri dengan menghubungkan
pada kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil studi lapangan yang penulis
lakukan, diketahui bahwa fasilitas internet tersedia di
sekolah tapi terbatas hanya dapat diakses oleh
pendidik dan tenaga kependidikan sehingga akan
lebih baik jika disediakan media cetak namun
dilengkapi pula dengan link e-worksheet yang dapat
digunakan di rumah sebagai penguatan.

B. Analisis Kurikulum
Melalui kegiatan analisis kurikulum diperoleh
informasi bahwa kurikulum yang digunakan adalah
kurikulum 2013 revisi 2018. Tujuan kurikulum
mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan
(4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai
melalui proses pembelajaran intrakurikuler,
kokurikuler, dan/ atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu
“Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran
agama yang dianutnya”. Adapun rumusan
Kompetensi Sikap Sosial yaitu “Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun,
peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan

keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta
tanah air”. Kedua kompetensi tersebut dicapai
melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan
budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik
mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik.

Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran
berlangsung dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter
peserta didik lebih lanjut.

C. Analisis Karakter Peserta Didik
Peserta didik yang akan menjadi objek penelitian
oleh penulis memiliki gaya belajar yang cenderung
pada aspek audio dan psikomotorik. Hal ini ditandai
dengan antusiasme mereka pada saat mendengar
pendidik menceritakan hal - hal yang perlu diketahui
siswa serta lebih cenderung menulis atau berkegiatan
lain yang membuat tubuh mereka bergerak.
kemampuan literasi siswa terutama membaca) juga
perlu diasah kembali yang ditandai dengan
ketidaksabaran mereka jika disediakan bacaan/ soal
yang terdapat teks panjang di dalamnya. Mereka
cenderung langsung menjawab pertanyaan tanpa
membaca bacaan terlebih dahulu.

2. Design

Tahapan desain meliputi beberapa perencanaan
pengembangan bahan ajar diantaranya meliputi beberapa

kegiatan sebagai berikut:
• Penyusunan bahan ajar dalam pembelajaran

kontekstual dengan mengkaji kompetensi inti dan

kompetensi dasar untuk menentukan materi
pembelajaran berdasarkan fakta, konsep, prinsip dan
prosedur, alokasi waktu pembelajaran, indikator dan

instrumen penilaian siswa.
• Merancang skenario pembelajaran atau kegiatan

belajar mengajar dengan pendekatan pembelajaran
• Pemilihan kompetensi bahan ajar
• Perencanaan awal perangkat pembelajaran yang

didasarkan pada kompetensi mata pelajaran.
• Merancang materi pembelajaran dan alat evaluasi

belajar dengan pendekatan pembelajaran
Berikut merupakan tahapan design dalam
pengembangan bahan ajar ini

A. Penyusunan bahan ajar

1. Mengkaji kompetensi inti dan kompetensi dasar
Kompetensi Inti
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama
yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggungjawab, peduli(toleransi, gotong
royong), santun, percaya diri,dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alamdalam jangkauan pergaulan dan

keberadaannya
3. Memahamipengetahuan (faktual, konseptual,

dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
4. Mencoba,mengolah, dan menyaji dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain
yang sama dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta
didik yang terkait dengan bahan ajar ini adalah
adalah:
Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
konsensus nasional Pancasila sebagai dasar
negara danpandangan hidup bangsa .
Mengembangkan sikap yang mencerminkan
nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara
dan pandangan hidup bangsa.
3.1 Menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan
pandangan hidup bangsa
4.1 Menyaji hasil telaah nilai-nilai Pancasila sebagai
dasar negara dan pandanganhidup bangsa
dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menentukan materi pembelajaran
Ruang lingkup materi ajar yang tercakup dalam

KD tersebut adalah

● Kedudukan, fungsi, dan arti penting Pancasila sebagai
Dasar Negara dan pandangan hidup bangsa

● Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Negara dan
pandangan hidup bangsa

● Membiasakan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila
sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa

● Sikap yang mencerminkan sila Pancasila

3. Alokasi waktu pembelajaran 8 JP
4. Indikator

Indikator Pencapaian Kompetensi yang
merupakan penjabaran dari kompetensi dasar
yaitu berupa perilaku yang dapat diukur atau
diobservasi untuk melihat ketercapaian dari
kompetensi dasar yang menjadi acuan penilaian
untuk peserta didik adalah:

Bersyukur atas kedudukan dan fungsi pancasila bagi
bangsa dan negara Indonesia.
Bersyukur atas pancasila yang memiliki
kedudukan dan fungsi sebagai prinsip bangsa dan
negara Indonesia..
Berperilaku peduli sebagai wujud pelaksanaan
kedudukan dan fungsi pancasila bagi bangsa dan
negara Indonesia.
Berani berperan/mensimulasikan sebagai pelaksana
dari kedudukan dan fungsi pancasila.
3.1.1. Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi

pancasila bagi bangsa dan negara
Indonesia.

3.1.5 Menunjukan prilaku sesuai nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara dan
pandangan hidup bangsa.

4.1.1. Mendiskusikan kedudukan dan fungsi
Pancasila Sebagai dasar negara dan
pandangan hidup bangsa.

4.1.2 Menyimpulkan hasil diskusi tentang kedudukan
dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara
dan pandangan hidup bangsa.

5. Instrumen penilaian siswa

Jenis penilaian yang digunakan adalah penilaian
kompetensi sikap, penilaian kompetensi
pengetahuan dan penilaian kompetensi
keterampilan. Penilaian kompetensi sikap
melalui observasi, penilaian diri, penilaianteman
sejawat oleh siswa dan jurnal. Penilaian
kompetensi pengetahuan melalui tes tulis dan
penugasan. Penilaian kompetensi keterampilan
dilaksanakan melalui kegiatan diskusi

Modul ini dirancang untuk mengasah aspek
kognitif siswa dalam mendiskusikan dengan sikap
saling menghormati dan menghargai hubungan atas
berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya
dan menyimpulkan tentang kedudukan dan fungsi
serta arti penting Pancasila sebagai dasar negara
sehingga siswa dapat menyusun dan menyajikan
laporan hasil telaah kedudukan, fungsi, dan arti

penting Pancasila sebagai dasar Negara dengan penuh
percaya diri dan rasa syukur terhadap Tuhan Yang
Maha Esa serta mensimulasikan peran tokoh dalam
merumuskan Pancasila.

Aspek yang juga diperhatikan dalam desain
modul ini adalah pada penguatan aspek
keterampilan dimana melalui kegiatan diskusi
serta show and tell siswa akan terasah dalam
menyajikan laporan hasil telaah kedudukan, fungsi,
dan arti penting Pancasila sebagai dasar Negara serta
pelaksanaan nilai- nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari- hari.

B. Skenario pembelajaran atau kegiatan belajar
mengajar
1. Persiapan Mengajar
Pada kegiatan persiapan, guru mempersiapkan
perangkat ajar yang akan digunakan untuk
kegiatan pembelajaran yang terdiri dari RPP,
materi ajar, lembar kegiatan peserta didik, dan
alat evaluasi.

2. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan
1. Guru membuka pelajaran dengan salam

dilanjutkan dengan do’a yang dipimpin oleh
salah seorang siswa. Siswa yang diminta

membaca doa adalah siswa yang hari ini

paling rapi dan menggunakan atribut yang

lengkap (Menghargai kedisiplinan siswa/

PPK)

2. Guru mengecek jumlah siswa yang

mengikuti kelas dengan melakukan presensi

siswa.

3. Dengan dipimpin siswa yang bertugas,

siswa bersama guru membaca Pancasila dan
dilanjutkan secara bersama – sama

menyanyikan lagu Garuda Pancasila serta

diberi penguatan tentang pentingnya

menanamkan semangat Nasionalisme

4. Sebagai apersepsi pada awal pembelajaran,

sebelum pelaksanaan kegiatan

pembelajaran, dilakukan Asesmen

Diagnostik Awal (sederhana) untuk

mengukur kesiapan belajar siswa. Asesmen

tidak untuk menilai kemampuan siswa

(tidak ada jawaban benar salah dan jawaban

siswa tidak untuk dinilai, hanya sebagai

catatan guru saja.

Asesmen diagnostik awal dilakukan dengan

diajukannya beberapa pertanyaan

seperti

- Apakah siswa pernah mendengar

tentang PANCASILA?

- Apakah siswa pernah membaca tentang

Lambang Negara Indonesia?
- Apakah siswa mengetahui kegiatan –

kegiatan yang menjadi wujud
pelaksanaan nilai- nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari- hari?
5. Kegiatan ini bisa merangsang keingintahuan
siswa untuk belajar lebih jauh lagi. Dengan
demikian, kegiatan pembelajaran awal ini
dilakukan secara menarik dan interaktif
6. Peserta didik diberi gambaran tentang
manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari yaitu siswa dapat memiliki
kepedulian terhadap lingkungan sosial yang
ada di sekitarnya yang berhubungan dengan
nilai- nilai Pancasila.

Kegiatan Inti
1. Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk

melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya
kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan
terkait materi Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi

bangsa dan Negara Indonesia yang juga tersedia
di link websiteedukasi.com
2. Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi

sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang
bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan
dengan materi :Kedudukan, fungsi, dan arti penting
Pancasila sebagai Dasar Negara dan pandangan
hidup bangsa, Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar

Negara dan pandangan hidup bangsa dan
Membiasakan berperilaku sesuai nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan

hidup bangsa.
3. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok

untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi,
mempresentasikan ulang, dan saling bertukar
informasi mengenai Kedudukan dan fungsi

Pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia.
4. Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok

atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat
atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi
kembali oleh kelompok atau individu yang

mempresentasikan.
5. Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang

hal-hal yang telah dipelajari terkait Kedudukan dan
fungsi Pancasila bagi bangsa dan Negara
IndonesiaPeserta didik kemudian diberi kesempatan
untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum

dipahami.
Penutup
1. Bersama-sama siswa dan guru menarik

kesimpulan hasil belajar selama sehari
(Integritas)
2. Bertanya jawab secara lisan tentang materi
yang telah dipelajari untuk mengetahui hasil
ketercapaian materi (Percaya diri, Creativity,
Berfikir kritis)
3. Guru memberi kesempatan kepada siswa
untuk menyampaikan pendapatnya tentang
pembelajaran yang telah diikuti.

4. Melakukan penilaian hasil belajar
5. Mengajak semua siswa berdo’a menurut

agama dan keyakinan masing-masing untuk
mengakhiri kegiatan pembelajaran (Religius)

3. Kompetensi bahan ajar/ Spesifikasi produk bahan
ajar
Bahan ajar yang digunakan berupa modul yang
didalamnya terdapat worksheet yang berisi bahan awal
pembuatan diorama yang dilengkapi pula dengan lembar
evaluasi untuk memantapkan aspek kognitif peserta didik.
Modul ini merupakan modul yang
mengimplementasikan model pembelajaran STAD
(Student Teams Achievement Division) dimana model
pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan
motivasi, meningkatkan kemampuan pemecahan
masalah, meningkatkan kecakapan kolaboratif, serta
meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
Selain implementasi STAD (Student Teams
Achievement Division), modul ini juga tersedia dalam
bentuk e-modul yang memfasilitasi peserta didik
untuk dapat belajar secara mandiri dalam lingkungan
belajar yang mendukung untuk diaksesnya internet
dari gadget sebagai sarana pendukung pembelajaran
sehingga dapat disimpulkan bahwa modul ini mampu
memfasilitasi pembelajaran dalam jaringan maupun di
luar jaringan atau tatap muka langsung.

4. Perencanaan awal perangkat pembelajaran.

Struktur bahan ajar yang akan disusun yaitu terdiri
atas:
1. Cover (judul)
2. Petunjuk belajar
3. KD/ Muatan pelajaran
4. Informasi penggunaan
5. Tugas/ langkah kegiatan
6. Assessment
7. Daftar Pustaka

5. Merancang materi pembelajaran dan alat evaluasi
belajar.

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

A. Arti Kedudukan dan Fungsi Pancasila

Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia

dan menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia.Sifat

dari Pancasila yakni ideologi terbuka,

karena Pancasila bisa dengan mudah beradaptasi dan

berubah sesuai dengan perkembangan

zaman. Pancasila juga merupakan dasar negara

Indonesia yang disebutkan pada pembukaan UUD

1945.

Maka Pancasila dijadikan pedoman bagi para

penyelenggara negara dalam menjalankan kehidupan

berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pancasila juga

merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia, yang

artinya sebagai pedoman bagi setiap warga negara

dalam bersikap di kehidupan sehari-hari.

Istilah Pancasila di Indonesia dikenalkan pertama

kali oleh Ir. Soekarno dalam sidang BPUPKI pada

tanggal 1 Juni 1945.Istilah Pancasila dikenal sejak
abad ke-14, dalam buku Nagarakertagama karangan
Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular.
Berasal dari bahasa Sansakerta yakni panca (lima)
dan sila (sendi, asas), yang berarti batu sendi yang
lima, juga berarti pelaksanaan kesusilaan yang lima
(Pancasila krama).

Pancasila memiliki 2 pengertian, yaitu berbatu
sendi yang lima dan pelaksanaan kesusilaan yang lima,
yakni meliputi:
1. Dilarang melakukan kekerasan
2. Dilarang mencuri
3. Dilarang berjiwa dengki
4. Dilarang berbohong
5. Dilarang mabuk/minuman keras
B. Makna Pancasila sebagai Dasar Negara dan
Pandangan Hidup
1. Pancasila sebagai Dasar Negara

Pengertian Pancasila sebagai dasar negara
dinyatakan secara jelas dalam Pembukaan UUD
Tahun 1945 yang berbunyi ”…maka disusunlah
kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam

suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia,
yang terbentuk dalam suatu susunan negara
Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada…”Rumusan Pancasila yang
terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 secara
yuridiskonstitusional sah, berlaku, dan mengikat
seluruh lembaga negara, lembaga masyarakat, dan
setiap warga negara, tanpa kecuali.

Dasar Negara merupakan landasan dan
pondasi negara. Dasar negara dijadikan pedoman
dan arah dalam gerak langkah penyelenggaraan
pemerintahan negara. Para pendiri negara
Indonesia sudah mengatakan bahwa bangsa
Indonesia membutuhkan sebuah dasar bagi
penyelenggaraan negara. Sehingga, dasar negara
disebut juga ideologi negara.
2. Pancasila sebagai Pandangan Hidup

Pancasila merupakan dasar negara kita. Dasar
negara disebut ideologi negara. Berasal dari
kata idea (ide, konsep, gagasan, cita-cita)
dan logos (pengetahuan)Ideologi adalah cita-cita,

keyakinan, dan kepercayaan yang dijunjung tinggi
oleh suatu bangsa dan dijadikan pedoman hidup
dan pandangan hidup dalam seluruh gerak
aktivitas bangsa tersebut.

Pancasila sebagai pandangan hidup disebut
juga way of life, pedoman hidup, atau petunjuk
hidup. Pandangan hidup adalah prinsip/asas yang
mendasari jawaban terhadap pertanyaan “untuk
apa seseorang itu hidup?” sehingga, dalam
pandangan hidup bangsa terkandung konsepsi
mengenai kehidupan yang dicita–citakan, pikiran
terdalam dan gagasan mengenai kehidupan yang
baik.

Fungsi dan peran dari Pancasila:
1. sebagai jiwa bangsa Indonesia.
2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa

Indonesia.
3. Pancasila sebagai sumber hukum.
4. Pancasila sebagai perjanjian luhur.
5. Pancasila sebagai satu-satunya asas

dalam kehidupan bangsa dan negara.

6. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan
Indonesia.

7. Pancasila sebagai moral pembangunan.

C. Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara dan
Pandangan Hidup

Nilai–Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan
Pandangan Hidup:
1. Sila pertama: pengakuan atas keberadaan Tuhan

sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.
2. Sila kedua: mengakui kedudukan manusia yang

sederajat dan sama, mempunyai hak dan
kewajiban yang sama.
3. Sila ketiga: perwujudan dari paham kebangsaan
yang mengatasi paham perseorangan, golongan,
suku bangsa, dan mendahulukan persatuan dan
kesatuan bangsa sehingga tidak terpecah-belah.
4. Sila keempat: sendi utama demokrasi di Indonesia
berdasar atas asas musyawarah dan asas
kekeluargaan

5. Sila kelima: salah satu tujuan negara yang hendak
mewujudkan tata masyarakat Indonesia yang adil
dan makmur berdasarkan Pancasila.

D. Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-
hari

1. Butir-butir pengamalan sila pertama:
a. Menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya
terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab.
b. Mengembangkan sikap saling menghormati
dan bekerja sama antara pemeluk agama
penganut kepercayaan yang berbeda-beda
terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
c. Membina kerukunan hidup di antara sesama
umat beragama dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
d. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa adalah masalah yang menyangkut

hubungan pribadi manusia dengan Tuhan
Yang Maha Esa.
e. Mengembangkan sikap saling menghormati
kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaannya masing-masing.
f. Tidak memaksakan suatu agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
kepada orang lain
2. Butir-butir pengamalan sila kedua :
a. Mengakui dan memperlakukan manusia
sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak
dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama,
kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,
warna kulit, dan sebagainya.
c. Mengembangkan rasa toleransi, saling
mencintai, dan saling menghargai.
d. Mengembangkan sikap saling mencintai
sesama manusia
e. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa

f. Mengembangkan sikap tidak semena-mena
terhadap orang lain

g. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan
h. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
i. Berani membela kebenaran dan keadilan
j. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai

bagian dari seluruh umat manusia
k. Mengembangkan sikap hormat-menghormati

dan bekerja sama dengan bangsa lain.
3. Butir-butir pengamalan sila ketiga :

a. Menempatkan persatuan, kesatuan,
kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara sebagai kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.

b. Rela berkorban untuk kepentingan negara dan
bangsa.

c. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air
dan bangsa.

d. Mengembangkan rasa bangga berbangsa dan
bertanah air Indonesia.

e. Memelihara ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan sosial.

f. Mengembangkan persatuan dan kesatuan
Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.

g. Memajukan pergaulan demi persatuan dan
kesatuan bangsa.

4. Butir-butir pengamalan sila keempat :
a. Sebagai warga negara dan masyarakat, setiap
manusia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yang sama.
b. Tidak boleh memaksakan kehendak orang
lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam
mengambil keputusan untuk kepentingan
bersama.
d. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi
oleh semangat kekeluargaan
Menghormati dan menjunjung tinggi setiap
keputusan yang dicapai sebagai hasil
musyawarah.

e. Iktikad baik dan rasa tanggung jawab
menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.

f. Dalam musyawarah, diutamakan kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.

g. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan
sesuai dengan hati nurani yang luhur.

h. Tidak mendiskriminasi pendapat yang
dikemukakan oleh orang lain.

i. Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada
Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi
harkat dan martabat manusia, nilai-nilai
kebenaran dan keadilan, mengutamakan
persatuan dan kesatuan demi kepentingan
bersama.

j. Percaya kepada wakil-wakil yang dipercayai
untuk melaksanakan pemusyawaratan.

5. Butir-butir pengamalan sila kelima :

a. Mengembangkan perbuatan luhur,

mencerminkan sikap dan suasana

kekeluargaan dan kegotongroyongan.

b. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.

c. Menjaga keseimbangan antara hak dan

kewajiban.

d. Menghormati hak orang lain.

e. Suka menolong orang lain.

f. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-

usaha yang bersifat pemerasan orang lain.

g. Tidak mengambil hal-hal yang menjadi hak

orang lain.

Semua sila dari Pancasila tersebut tidak dapat

dilaksanakan secara terpisah-pisah,

karena Pancasila merupakan satu kesatuan yang

utuh dan saling berkaitan. Sila-sila

dalam Pancasila merupakan rangkaian kesatuan

yang bulat sehingga tidak dapat dipisah-pisahkan

satu sama lain atau tidak dapat dibagi-bagi atau

dipisah.

Upaya mempertahankan Pancasila dapat

dilakukan dengan melaksanakan nilai-

nilai Pancasila oleh setiap warga negara Indonesia
dalam kehidupan sehari-hari di manapun berada.


Click to View FlipBook Version