Eksplorasi Konsep Modul 1.3 Lina Sartika Putry, S.Pd
Kasus 4 Kasus 4 Sejak pandemi covid-19 melanda dunia, seluruh lini kehidupan manusia terpengaruh, tidak terkecuali dunia pendidikan. Proses belajar mengajar beralih dilakukan dengan cara daring. Dunia bisnis secara keseluruhan juga terkena imbasnya. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan berkurang pendapatannya. Hal ini membuat beberapa orangtua murid memindahkan sekolah anak-anaknya ke sekolah yang lebih murah atau menunda menyekolahkan anak[1]anaknya, terutama di jenjang pendidikan usia dini atau taman kanak-kanak. Banyak TK dan Kelompok Bermain yang menjadi kekurangan murid, tak terkecuali TK dan Taman Bermain Pelangi. Jumlah murid yang telah mendaftar untuk tahun ajaran depan menurun drastis bila dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Kepala sekolah, Ibu Marina, pun harus membuat keputusan yang sulit dalam hal pengelolaan anggaran sumber daya manusia. Dengan turunnya jumlah murid, yayasan menetapkan 5 dari 10 gurunya perlu diberhentikan, agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan agar institusi tetap dapat bertahan dalam masa pandemi. Dalam hati kecilnya, sangat berat bagi Ibu Marina untuk melakukan ini, ia tidak tega membayangkan beberapa gurunya akan kehilangan pekerjaan, apalagi di masa[1]masa sulit pandemi ini. Namun ia juga paham bahwa ia bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dari TK dan Kelompok Bermain yang ia pimpin agar tetap dapat bertahan. Ia pun perlu mengurangi jumlah karyawan agar tetap mampu membayar gaji mereka.
Lanjutan Kasus 4 Bila Anda berada dalam posisi Ibu Marina, apa yang akan Anda lakukan? Karyawan mana yang akan anda berhentikan, kriteria apa yang akan Anda gunakan? Apa alasannya? Jika saya berada di posisi Ibu Marina, yang akan saya lakukan adalah bermusyawarah dengan yayasan agar mencari solusi bersama, agar guru saya tidak diberhentikan. Salah satu caranya yang saya ajukan dengan mengurangi gaji setiap guru sesuai dengan jumlah murid TK. Setelah yayasan menyetujui rencana saya, langkah selanjutnya saya akan mengadakan musyawarah dengan guru - guru saya berkaitan dengan pengurangan gajinya dikarenakan kekurangan murid pada masa pandami covid - 19 ini, akan berpengaruh terhadap anggaran yang diterima oleh sekolah. Menyebarkan pemahaman kepada orang tua murid melalui daring atau membuat spanduk agar tetap menyekolahkan anaknya di yayasan kami dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang dikenal dengan 3M. Dengan harapan anggaran biaya operasional akan kembali seperti semula lagi.
Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut? Paradigma yang terjadi menurut saya adalah Jangka Pendek Lawan Jangka Panjang. Jangka pendek yaitu harus memilih 5 dari 10 guru untuk diberhentikan agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan yayasan tetap bertahan dalam masa pandemi yang sedang terjadi. Jangka Panjangnya yaitu bagaimana nasib guru - guru tersebut jika diberhentikan secara mendadak. Nilai yang saling bertentangan adalah empati dan tanggungjawab Pertanyaan 1
Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal). Dalam situasi kasus tersebut tidak ada unsur pelanggaran hukum. kasus ini terjadi karena memang adanya kendala keuangan disituasi yang sedang sulit Pertanyaan 2
Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi). Menurut saya pada study kasus ini tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi. Karena pada study kasus ini tidak melibatkan kinerja seorang guru, kasus ini terjadi akibat Pandemi Pertanyaan 3
Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi). Menurut saya dalam situasi ini adanya dilema etika antara memberhentikan 5 dari 10 guru agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman Atau sebaliknya, mempertahankan guru - guru tersebut namun keuangan anggaran sekolah tidak menyangkupi untuk membayar gaji. Pertanyaan 4
Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman? bila masuk kedalam ranah media sosial mungkin saya merasa sedih karena lembaga saya menjadi perbincangan banya orang namun saya juga berharap adanya saran dan masukan dr pihak lain yang barangkali dapat menjadi pilihan bagi lembaga kami Pertanyaan 5
Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini? menurut saya panutan saya tidak akan mengeluarkan 5-10 guru. akan mempertahankan mereka Pertanyaan 6
Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)? tetap mempertahankan mereka dengan memberikan pengertian bahwa belum bisa manggaji terlebih dahulu sampai keuangan lembaga kembali stabil. memberikan mereka piihan untuk tetap mengajar namun belum bisa menggaji atau untuk sementara waktu mereka bisa dirumah terlebih dahulu atau Opsi lainnya bermusyawarah dengan seluruh pihak sekolah untuk membagi uang yang ada untuk dibagi secara rata bersama atau meminta bantuan yayasan dan wali murid seikhasnya untuk membantu perihal penggajian guru Pertanyaan 7
Apa keputusan yang anda ambil ? Tidak mengeluarkan mereka. tetap bertahan bersama sama. berkomitmen satu sama lain untuk menanggung semuanya bersama. membagi uang yang ada untuk dirasakan bersama Pertanyaan 8
Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa? Prinsip yang saya gunakan adalah Berpikir Berbasis rasa Peduli Pertanyaan 9
Terima Kasih Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan