IX
Kata Pengantar Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya, kami dapat menyelesaikan lembar kerja siswa ini dengan baik. Lembar kerja ini disusun sebagai bagian dari upaya kami untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pelajaran yang sedang kami pelajari. Penulis mengucapkan terima kasih kepada guru yang senantiasa memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada kami dalam proses pembelajaran. Lembar kerja ini bukan hanya hasil dari usaha kami sendiri, tetapi juga dukungan dari orang tua dan keluarga yang senantiasa memberikan dorongan moril dan materiil. Kami mengakui peran mereka dalam membantu kelancaran proses belajar kami. Semoga lembar kerja ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pemahaman dan kemampuan kami dalam memahami materi pelajaran. Penulis berharap lembar kerja ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak yang berkepentingan. Kritik dan saran membangun kami terima sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang, terima kasih. Penulis Mitra Verolina Hulu
Menjelaskan dan menentukan kesebangunan dan kekongruenan antarbangun datar. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kesebangunan dan kekongruenan antarbangun datar. Kompetensi Inti Tujuan Peserta didik dapat mengidentifikasi dua benda sebangun atau tidak. Peserta didik mampu menjelaskan syarat-syarat dua bangun segi banyak yang sebangun. Peserta didik dapat membuktikan dua segitiga sebangun atau tidak.
Megidentifikasi Dua Benda Kongruen Atau Tidak Coba kamu amati gambar di bawah ini dengan seksama. A. Kekongruenan Bangun Datar Kegiatan 1
Menemukan Konsep Dua Bangun Datar Kongruen Perhatikanlah beberapa pasangan bangun berikut ini. Gambar di bawah ini adalah contoh Pasangan bangun yang kongruen Gambar di bawah ini adalah contoh pasangan bangun tidak kongruen. Kegiatan 2
Mendapatkan Dua Bangun Kongruen Dengan Translasi Perhatikanlah bangun di bawah ini. 1. Salinlah persegi panjang ABCD pada Gambar 4.8 pada kertas lain kemudian guntinglah. 2. Geser (tranlasikan) persegi panjang ABCD yang kamu buat tadi sehingga titik A berimpit dengan E, dan titik B berhimpit dengan titik F. Apa yang terjadi dengan titik-titik lain? 3. Apakah persegi panjang ABCD tepat menempati (menutupi) persegi panjang EFGH? Jika benar setiap titik pada persegi panjang ABCD dapat menempati titik-titik persegi panjang EFGH, maka dikatakan bahwa persegi panjang ABCD kongruen dengan persegi panjang EFGH. Kegiatan 3
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen. Dua bangun segi banyak (poligon) dikatakan kongruen jika memenuhi dua syarat, yaitu: sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang, dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Jika bangun ABCD dan JKLM memenuhi kedua syarat tersebut, maka bangun ABCD dan JKLM kongruen, dinotasikan dengan ABCD ≅ JKLM. Jika bangun ABCD dan JKLM tidak memenuhi kedua syarat tersebut maka bangun ABCD dan JKLM tidak kongruen, dinotasikan dengan ABCD ≅ JKLM. Catatan: Ketika menyatakan dua bangun kongruen sebaiknya dinyatakan berdasarkan titik-titik sudut yang bersesuaian dan berurutan, contohnya: Syarat Dua Bangun Datar Yang Kongruen Sudut-sudut yang bersesuaian: ∠A dan ∠J → m∠A = m∠J ∠B dan ∠K → m∠B = m∠K ∠C dan ∠L → m∠C = m∠L ∠D dan ∠M → m∠D = m∠M Sisi-sisi yang bersesuaian: AB dan JK → AB = JK BC dan KL → BC = KL CD dan LM → CD = LM DA dan MJ → DA = MJ
Dua bangun yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dinamakan kongruen. Dua segitiga dikatakan kongruen jika hanya jika memenuhi syarat berikut ini: sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang sudut-sudut yang bersesuaian sama besar Syarat Dua Segitiga Kongruen
Dua bangun datar yang mempunyai bentuk yang sama disebut sebangun. Tidak perlu ukurannya sama, tetapi sisi-sisi yang bersesuaian sebanding (proportional) dan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Perubahan bangun satu menjadi bangun lain yang sebangun melibatkan perbesaran atau pengecilan. Dengan kata lain dua bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat: perbandingan panjang sisi yang bersesuaian senilai sudut yang bersesuaian besarnya sama Jika bangun ABC dan DEF memenuhi kedua syarat tersebut, maka bangun ABCD dan EFGH sebangun, dinotasikan dengan ABCD ∼ EFGH. Jika bangun ABC dan DEF tidak memenuhi kedua syarat tersebut maka bangun ABCD dan EFGH tidak sebangun, dinotasikan dengan ABCD ≁ EFGH. B. Kesebangunan Bangun Datar
Kesebangunan Dua Segitiga Dua segtiga dikatakan sebangun jika hanya jika memenuhi syarat seperti berikut: Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian senilai Besar sudut-sudut yang bersesuaian sama Syarat Dua Segitiga Sebangun Perbandingan ketiga pasangan sisi yang bersesuaian sama Dua pasang sudut yang bersesuaian sama besar Perbandingan du pasang sisi yang bersesuaian sama dan sudut yang diapitnya sama besar