The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul Bahasa Indonesia untuk pembelajaran cerita fantasi di kelas VII SMP/MTs.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Putri Intan Oktavia, 2022-07-15 22:58:59

Mengenal Cerita Fantasi Melalui Novel Mata dan Nyala Api Purba

Modul Bahasa Indonesia untuk pembelajaran cerita fantasi di kelas VII SMP/MTs.

MENGENAL CERITA FANTASI

MELALUI NOVEL MATA DAN NYALA API PURBA

Modul Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs

Putri Intan Oktavia Yulianeta Dheka Dwi Agustiningsih

MODUL BAHASA INDONESIA

MENGENAL CERITA FANTASI

MELALUI NOVEL MATA DAN NYALA API PURBA

KELAS
VII SMP/MTs

Modul Bahasa Indonesia untuk Kelas VII SMP/MTs

Mengenal Cerita Fantasi
Melalui Novel Mata dan Nyala Api Purba

Bandung, Juli 2022
45 hlm; 21 x 32 cm

Penulis : Putri Intan Oktavia
Dr. Yulianeta, M.Pd.
Penyunting Dheka Dwi Agustiningsih, M.Hum.
Penata Letak
Desain : Dr. Yulianeta, M.Pd.
Dheka Dwi Agustiningsih, M.Hum.

: Putri Intan Oktavia
: www.canva.com

© Hak cipta dilindungi Undang-Undang No. 28 Tahun 2014
Buku ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian, dengan dicetak ulang,
difotokopi, atau cara lainnya tanpa izin penulis.

Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra
Universitas Pendidikan Indonesia
2022

i

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, puji dan syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Swt. atas
kelancaran dan kemudahan yang diberikan sehingga dapat menyelesaikan modul
pembelajaran cerita fantasi untuk kelas VII SMP/MTs yang berjudul “Mengenal
Cerita Fantasi Melalui Novel Mata dan Nyala Api Purba” dengan baik.

Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran Bahasa Indonesia menuntut siswa untuk
mampu memahami berbagai karakteristik teks fiksi maupun nonfiksi. Pada kelas VII
semester ganjil, salah satu teks sastra yang perlu dipelajari adalah cerita fantasi
(teks narasi/cerita imajinasi). Terdapat kompetensi dasar yang menuntut peserta
didik untuk mampu menemukan unsur pembangun dan menceritakan kembali cerita
fantasi. Dengan demikian, modul ini diharapkan mampu membantu peserta didik
untuk melakukan pembelajaran cerita fantasi tersebut secara mandiri.

Atas segala doa dan dukungan yang diberikan, penulis mengucapkan terima
kasih. Penulis juga menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna. Oleh
sebab itu, dalam rangka menyempurnakan modul ini, penulis sangat terbuka
terhadap kritik dan saran yang diberikan agar kelak modul ini dapat menjadi lebih
baik lagi dari sebelumnya.

Semoga modul ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya.
Lebih khususnya, manfaat dalam pembelajaran cerita fantasi.

Bandung, Juli 2022





Penulis

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................... ii

Daftar Isi.......................................................................................................... iii

Pendahuluan.................................................................................................... 1

Deskripsi Materi Pembelajaran......................................................................... 1

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar............................................................ 1

Tujuan Pembelajaran....................................................................................... 2

Petunjuk Penggunaan Modul............................................................................ 2

Isi Buku............................................................................................................. 3

Peta Konsep Pembelajaran Cerita Fantasi.................................................... 4

Kegiatan Pembelajaran 1


Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi.......................................................... 5

Target Pembelajaran....................................................................................... 6

Temuan Materi................................................................................................. 6

Penugasan Mandiri.......................................................................................... 13

Rangkuman...................................................................................................... 14

Latihan Soal..................................................................................................... 15

Penilaian Mandiri............................................................................................. 17

Ice Breaking..................................................................................................... 18

Kegiatan Pembelajaran 2


Menceritakan Kembali Isi Cerita Fantasi...................................................... 19

Target Pembelajaran...................................................................................... 20

Temuan Materi................................................................................................ 20

Penugasan Mandiri.......................................................................................... 25

Rangkuman...................................................................................................... 25

Latihan Soal..................................................................................................... 26

Penilaian Mandiri............................................................................................. 29

Ice Breaking..................................................................................................... 30

Uji Kompetensi................................................................................................ 31

Penilaian Mandiri............................................................................................ 34

Refleksi............................................................................................................ 35

Kunci Jawaban................................................................................................ 36

Glosarium........................................................................................................ 39

Jendela Sastra................................................................................................ 40

Daftar Pustaka................................................................................................ 41

Tentang Penulis............................................................................................... 42

iii

PENDAHULUAN

Deskripsi Materi Pembelajaran

Tahukah Ananda apa itu cerita fantasi? Pernahkah Ananda membaca sebuah
cerita yang di dalamnya berisi hal-hal ajaib? Atau, pernahkah Ananda membaca
sebuah cerita yang tokoh-tokohnya memiliki kekuatan sakti? Jika pernah, maka
cerita yang Ananda baca termasuk cerita fantasi. Cerita fantasi adalah cerita yang
berisi imajinasi atau khayalan pengarangnya. Artinya, peristiwa yang ada di dalam
cerita fantasi tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Untuk mengetahui apakah sebuah cerita termasuk ke dalam cerita fantasi atau
tidak, kita perlu mengidentifikasi unsur pembangun dan unsur fantasi yang ada di
dalam cerita tersebut. Oleh sebab itu, melalui modul ini kita akan bersama-sama
mempelajari unsur pembangun dan karakteristik cerita fantasi.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Di bawah ini ada kompetensi dasar yang perlu Ananda capai melalui pembelajaran
ini.
Kompetensi Inti

KI 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam
sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur teks narasi (cerita imajinasi) yang dibaca
dan didengar.

4.3 Menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi) yang dibaca dan
didengar secara lisan, tulis, dan visual.

1

Tujuan Pembelajaran

Melalui modul ini, Ananda diharapkan dapat mengidentifikasi unsur pembangun
dan karakteristik cerita fantasi, sehingga Ananda dapat menceritakan kembali isi
cerita fantasi yang dibaca.

Petunjuk Penggunaan Modul

Sebelum Ananda menggunakan modul ini, mari pahami terlebih dahulu cara
penggunaan modul di bawah ini.

1.Mulailah dengan mempelajari materi pada kegiatan pembelajaran 1 hingga
Ananda dapat memahaminya dengan baik.

2.Lengkapi tugas yang terdapat di kegiatan pembelajaran 1.
3.Pahami rangkuman yang disediakan di setiap kegiatan pembelajaran.
4.Kerjakan latihan soal pada kegiatan pembelajaran 1.
5.Pecahkan kuis (ice breaking) yang tersedia untuk meningkatkan semangat

belajar.
6.Lakukan langkah 1 s.d. 5 pada kegiatan pembelajaran 2.
7.Kerjakan uji kompetensi untuk mengukur tingkat penguasaanmu terhadap materi

yang telah dipelajari.
8.Lakukan penilaian mandiri sesuai petunjuk setelah mengerjakan latihan soal dan

uji kompetensi.
9.Gunakan daftar isi dan glosarium yang tersedia di dalam modul ini untuk

mempermudah proses belajar.

2

ISI BUKU

Di dalam kegiatan pembelajaran 1 dan 2, Ananda akan menemukan bagian-
bagian buku seperti di bawah ini.

Target Pembelajaran Bagian ini berisi tujuan pembelajaran
yang perlu Ananda capai.

Temuan Materi Bagian ini berisi materi-materi yang
Penugasan Mandiri akan Ananda pelajari.

Rangkuman Bagian ini berisi tugas-tugas yang perlu
Latihan Soal Ananda kerjakan untuk memperdalam
Uji Kompetensi pemahamanmu terhadap materi.
Penilaian Mandiri
Ice Breaking Bagian ini berisi ringkasan dari
materi yang dipelajari.

Bagian ini berisi sejumlah soal yang
perlu Ananda kerjakan untuk melatih
kemampuanmu.

Bagian ini berisi sejumlah soal yang
perlu Ananda kerjakan untuk
mengukur tingkat pemahamanmu
terhadap materi yang dipelajari.

Bagian ini berisi petunjuk dalam menilai
hasil kerjamu, sehingga diketahui
seberapa jauh tingkat pemahamanmu
terhadap materi yang dipelajari.

Bagian ini berisi permainan yang dapat
Ananda mainkan untuk meingkatkan
motivasi Ananda dalam belajar.

3

PETA KONSEP

Pembelajaran
Cerita Fantasi

Mengidentifikasi Menceritakan
Unsur Cerita Kembali Cerita
Fantasi
Fantasi

Hakikat cerita fantasi Jenis cerita fantasi
Unsur pembangun cerita Menguraikan
fantasi kembali cerita
Karakteristik cerita fantasi.
fantasi

4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

MENGIDENTIFIKASI UNSUR
CERITA FANTASI

5

Mengidentifikasi Unsur Kata kunci:
Cerita Fantasi
Kategori, Fantasi,
Target Pembelajaran Fiksi, Imajinatif

Pada pembelajaran ini, Ananda akan belajar:
Mengidentifikasi hakikat cerita fantasi
Mengenali unsur pembangun cerita fantasi
Mengidentifikasi karakteristik cerita fantasi

Temuan Materi

Sumber:
www.goodreads.com

Pernahkah Ananda membaca salah satu novel di atas?
Perlu diketahui bahwa isi cerita dari novel di atas mengandung hal-hal yang
imajinatif. Sebuah cerita termasuk ke dalam cerita fantasi ketika isi ceritanya
mengandung hal-hal imajinatif. Oleh sebab itu, novel-novel di atas masuk ke kategori
cerita fantasi. Apa itu cerita fantasi? Untuk mengetahui jawabannya, mari ikuti
kegiatan pembelajaran berikut!

6

Bacalah sinopsis cerita fantasi berikut.

Mata dan Nyala Api Purba
Ini kisah dari masa depan. Masa di mana Matara sudah tumbuh besar menjadi
perempuan dewasa. Matara hidup di masa depan yang dipenuhi dengan
teknologi canggih dan juga imajinasi. Di masa ini, Matara bekerja sebagai guru
mata pelajaran Biologi di sekolah yang fasilitasnya serba canggih. Di sekolah
tersebut sudah tidak lagi menggunakan kertas dan alat tulis. Semua bahan ajar
dan buku-buku sudah tersimpan di langit dan awan. Setiap harinya, seluruh
guru dan murid di sekolah ini bekerja keras untuk menciptakan sesuatu.

Pada suatu hari, Matara dengan salah satu muridnya yang bernama Binar
membuat sebuah proyek. Sesuai dengan rencana awal, proyek yang dibuatnya
telah berhasil menciptakan jenis hewan yang memiliki berbagai kemampuan.
Hewan tersebut berbentuk menyerupai tikus dan diberi nama Bibikus.
Perkembangan proyek ini berjalan dengan lancar sampai suatu saat Bibikus-
bibikus ini semakin membesar dan membahayakan. Binar yang hendak tidur
berteriak kencang akibat keberadaan Bibikus yang meloncat-loncat kesana
kemari di kamarnya. Usaha Matara yang ingin melindungi Binar pun gagal
karena gigi-gigi tajam Bibikus menggigit jari-jari Matara. Situasi di asrama
sekolah menjadi kian ricuh saat Matara tidak sadarkan diri berhari-hari
setelahnya.

Semakin hari, Bibikus terus bertumbuh besar sehingga membuat kekacauan di
asrama sekolah. Untuk meredakan kekacauan tersebut, Matara dan Binar
dengan terpaksa harus membawa Bibikus keluar dari asrama sekolah. Dewa
sebagai kepala sekolah tersebut mengarahkan Matara dan Binar untuk
memindahkan para Bibikus ke hutan purba. Sayangnya, selama di hutan purba,
Matara, Binar, dan Bibikus mendapati gangguan yang menyebabkan mereka
jatuh ke lubang hitam besar dan sangat dalam. Lubang tersebut merupakan
portal lintas waktu, antara masa depan yang mereka tinggali dan masa purba,
yakni masa jutaan tahun yang lalu.

Selama di masa purba, Matara, Binar dan Bibikus bertemu dengan manusia-
manusia purba dan hewan purba. Banyak gangguan yang mereka hadapi
selama tinggal di masa purba. Bagaimana pun, mereka melakukan berbagai
cara untuk dapat bertahan hidup dan keluar dari masa purba untuk kembali ke
masa depan.

(Okky Madasari, 2021)



7

Setelah Ananda membacanya, menurutmu mengapa cerita di atas termasuk kategori
cerita fantasi? Apa yang membuat cerita di atas termasuk cerita fantasi? Mari kita
cari tahu alasannya dengan mempelajari materi berikut!

Hakikat Cerita Fantasi

Salah satu cerita yang di dalamnya terdapat peristiwa yang tidak memungkinkan
untuk menjadi nyata adalah cerita fantasi. Cerita fantasi mengandung hal-hal yang
mustahil dan bertolak belakang dengan kenyataan.
Cerita fantasi dapat mengubah dunia yang sudah ada. Cerita fantasi juga bisa
mengembalikan dunia yang telah musnah. bahkan, cerita fantasi bisa menghadirkan
dunia baru yang belum pernah ada sebelumnya. Dunia baru yang dimaksud adalah
dunia khayalan atau dunia imajinasi.

Apa kata pakar?
Menurut Tolkien (1966), cerita fantasi menyajikan dunia
sekunder yang bukan hanya hasil tiruan dari dunia primer,
melainkan bentuk penggambaran segala hal yang tidak dapat
kita temukan di dunia nyata.
Menurut Sammons (2010), cerita fantasi menciptakan dunia
yang mengandung unsur-unsur yang bukan bagian dari dunia
kita sendiri, melainkan dunia paralel, dunia di masa lalu atau di
masa depan, atau dunia di alam semesta lain.

Dari pendapat para pakar, kita dapat menyimpulkan bahwa cerita fantasi memiliki
sifat yang tidak realistis dan imajinatif. Hal ini karena di dalam cerita fantasi terdapat
dunia baru yang kehidupannya berbeda dari dunia nyata. Dunia baru itu biasanya
ditinggali oleh makhluk aneh dan memiliki kekuatan khusus. Untuk mengetahui
karakteristik cerita fantasi, mari pelajari terlebih dahulu unsur pembangunnya!

Unsur Pembangun Cerita Fantasi

Unsur pembangun bisa juga disebut dengan unsur intrinsik. Setiap cerita pasti
memiliki unsur intrinsik. Unsur instrinsik adalah unsur-unsur yang keberadaannya dapat
ditemukan di dalam cerita. Fungsi dari unsur intrinsik adalah membangun suatu cerita
menjadi satu bagian yang utuh.

8

Unsur intrinsik dalam cerita biasanya serupa dan tidak jauh berbeda dengan cerita
lain. Setiap cerita memiliki tema, alur, tokoh, dan latar yang membangun cerita.

Apa kata pakar?
Menurut Nurgiyantoro (1998), unsur intrinsik adalah
unsur-unsur yang memberi peran secara langsung dalam
membangun ceritanya.
Unsur-unsur intrinsik meliputi alur cerita, tema yang
diangkat dalam cerita, penokohan dalam cerita, serta
latar yang digunakan dalam cerita.

Dari pendapat pakar di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa unsur intrinsik cerita
fantasi, yaitu:

1. Alur / Rangkaian Peristiwa
Alur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Rangkaian peristiwa
biasanya menunjukkan hubungan sebab-akibat. Sebuah peristiwa tidak akan terjadi
tanpa ada penyebabnya. Alur cerita biasanya berawal dari pengenalan, bisa tokoh,
latar, maupun peristiwa. Kemudian, dilanjutkan dengan memunculkan masalah atau
konflik hingga puncak konflik. Alur berakhir dengan adanya penyelesaian masalah
atau konflik tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat bagan berikut.

Puncak konflik

Pengenalan Muncul konflik Penyelesaian
masalah

Bagan 1. Alur Cerita

2. Tema
Tema merupakan ide pokok cerita. Sebuah cerita bisa saja memiliki lebih dari satu
tema. Biasanya, novel memiliki tema utama dan tema tambahan. Tema dapat dilihat
dari rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam cerita.

9

3. Tokoh dan Penokohan
Tokoh merupakan pemain dalam cerita. Tokoh mengalami berbagai peristiwa yang
terjadi di dalam cerita. Sementara itu, penokohan merupakan cara penggambaran
tokoh dalam cerita. Penokohan biasanya menggambarkan keadaan fisik, status sosial,
tingkah laku, atau hubungan sesama tokoh.

4. Latar
Latar merupakan keterangan waktu, tempat, dan suasana dalam cerita.

Latar waktu menunjukkan 'kapan' terjadinya peristiwa. Latar waktu bisa berupa
jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan lain-lain.
Latar tempat menunjukkan 'di mana' terjadinya peristiwa. Latar tempat bisa
berupa segala ruang terjadinya peristiwa, seperti kamar, sekolah, sebuah dunia,
dan lain-lain.
Latar suasana menunjukkan 'bagaimana' keadaan peristiwa yang terjadi. Latar
suasana bisa berupa mencekam, menegangkan, haru, dan lain-lain.

Setiap jenis cerita memiliki unsur pembangun seperti di atas. Namun, ada yang
membedakan cerita fantasi dengan cerita lainnya. Apa itu? Mari pelajari karakteristik
cerita fantasi berikut!

Karakteristik Cerita Fantasi

Cerita fantasi memiliki unsur khusus yang menjadi karakteristik cerita fantasi. Unsur
khusus tersebut dinamai dengan unsur fantasi. Unsur fantasi ini dapat meliputi banyak
hal yang mustahil dan sulit dijelaskan dengan akal pikiran. Pada dasarnya, cerita
fantasi menyelipkan hal-hal supernatural di dalam alur, tema, tokoh, maupun latar
ceritanya.

Apa kata pakar?
Menurut Tompkins dkk (1987), karakteristik cerita fantasi adalah
peristiwa di dalam ceritanya berupa fantasi, memiliki latar yang
realistis, dan banyak tokoh yang memiliki kualitas magis.
Menurut Means & Lindner (1998), latar tempat cerita fantasi biasanya
kerajaan khayalan dan tokoh-tokohnya memiliki kekuatan khusus.
Menurut Grenby (2008), cerita fantasi menggunakan latar dunia lain,
terdapat kisah-kisah sihir, hantu, binatang yang dapat berbicara,
pahlawan manusia super, perjalanan waktu, halusinasi dan mimpi.

10

Dari pendapat para pakar, kita dapat menyimpulkan bahwa karakteristik cerita
fantasi, yaitu:

1. Ide Cerita Terbuka
Cerita fantasi biasanya berisi kisah-kisah yang mengandung hal-hal imajinatif dan
supernatural. Cerita fantasi menggunakan ide cerita yang terbuka akan hal-hal ajaib,
aneh, dan misterius. Hal ini membuat cerita fantasi mengandung peristiwa yang sulit
dijelaskan oleh akal pikiran. Ide cerita yang seperti ini membuat cerita fantasi bersifat
fiksi (fiktif).
Ide cerita (tema) cerita fantasi biasanya berupa:

1. Kisah sihir dan hantu.
2. Peperangan antara pahlawan super.
3. Perjalanan melintas ruang dan waktu.
4. Peperangan manusia dengan makhluk lain.
5. Halusinasi dan mimpi.
Contoh:

“Matara mengangguk. Tak ada yang bisa membantah itu.
Mereka memang berada di zaman purba. Mereka telah
melintasi waktu ke masa lalu, jutaan tahun jaraknya.”
(Madasari, 2021, hlm. 199).

Contoh di atas menunjukkan bahwa Matara dan teman-temannya mengalami
peristiwa lintas waktu ke zaman purba.

2. Tokoh Unik dan Sakti
Tokoh-tokoh di dalam cerita fantasi biasanya memiliki bentuk fisik yang unik. Fisiknya
tidak sama seperti manusia atau hewan pada umumnya. Tokohnya bisa berupa
manusia kerdil, raksasa, makhluk aneh, atau hewan yang bisa berbicara. Selain itu,
beberapa tokohnya memiliki kekuatan khusus dalam melakukan sesuatu. Tokohnya
bisa berupa pahlawan super, nenek sihir, atau seseorang dengan kemampuan hebat.
Contoh:

“…Hewan-hewan seperti anak tikus-api
bukan tikus-meloncat-loncat di kamar
Binar. Banyak sekali. Mungkin puluhan
jumlahnya.” (Madasari, 2021, hlm. 27).

Contoh di atas menunjukkan bahwa
terdapat tokoh hewan yang memiliki bentuk
aneh dan unik.

Sumber:
Mata dan Nyala Api Purba/Restu Ratnaningtyas

11

3. Latar Tempat yang Penuh Imajinasi
Latar tempat yang digunakan dalam cerita
fantasi biasanya bervariasi. Tempatnya tidak
sama dengan tempat yang ditemui di kehidupan
nyata. Cerita fantasi biasanya menghadirkan
dunia baru yang berbeda dengan dunia nyata.
Latar tempat dalam cerita fantasi bisa berupa
kerajaan khayalan, kehidupan di angkasa, atau
pun dunia lain yang di dalamnya terdapat
kehidupan makhluk-makhluk aneh.
Contoh:

“Semua bahan pelajaran, semua buku sudah Sumber:
tersimpan di awan, di langit-langit Mata dan Nyala Api Purba/Restu
penyimpanan yang dibangun oleh sistem
teknologi internet. Bahkan, buku-buku dan Ratnaningtyas
dokumen-dokumen tua juga sudah dipindai ke
file yang bisa dengan mudah diunduh. Tak ada
lagi perpustakaan penuh buku yang berdebu di
sekolah itu….” (Madasari, 2021, hlm. 16).

Contoh di atas menunjukkan bahwa sekolah tersebut memanfaatkan langit dan
awan sebagai tempat penyimanan buku dan bahan pelajaran.

4. Latar Waktu yang Beragam
Beberapa cerita fantasi menggunakan dua latar waktu sekaligus dalam satu
peristiwa. Hal ini disebut dengan lintas waktu. Selain lintas waktu, cerita fantasi juga
biasanya menggunakan perbedaan waktu atau perhentian waktu. Hal ini untuk
menunjukkan adanya perbedaan dimensi waktu antara dunia nyata dengan dunia
khayalan.
Contoh:

“’Tadi pagi?’ Dewa memotong kalimat
Matara. ‘Kalian sudah hilang enam hari!’”
(Madasari, 2021, hlm. 138).

Contoh di atas menunjukkan bahwa adanya perbedaan waktu antara dunia yang
ditinggali Matara dan Dewa.

12

Penugasan Mandiri

Setelah Ananda mempelajari materi cerita fantasi, mari kerjakan tugas berikut
secara mandiri! Tuliskan jawabanmu di lembar terpisah!
Tugas 1
1. Menurutmu, apa yang dimaksud dengan cerita fantasi?
2. Menurutmu, apa yang membedakan cerita fantasi dengan cerita lain?
3. Bacalah kutipan berikut!

Kutipan 1
“Di klinik kesehatan, Matara berbaring lemas. Dokter menyuntik lengan Matara.
Suntikan itu berisi obat penawar racun, yang terbuat dari campuran bermacan
bahan kimia terbaik. Dokter juga mengambil beberapa tetes darah dari ujung
jari Matara, mengirimnya ke laboratorium yang berada tak jauh dari klinik saat
itu juga, agar segera diketahui racun apa yang sedang menyerang tubuh
Matara.” (Madasari, 2021, hlm. 29).
Kutipan 2
“Di hamparan luas yang persis di tepi sungai itulah para raksasa tinggal.”
(Madasari, 2021, hlm. 183).
Dari dua kutipan di atas, tentukan mana latar tempat yang termasuk
karakteristik cerita fantasi dan bukan! Sertakan alasannya!

Selamat mengerjakan!

13

Rangkuman

Untuk mempermudah Ananda dalam memahami materi, berikut ringkasan dari
materi yang telah Ananda pelajari.

Cerita fantasi adalah cerita yang di dalamnya terdapat peristiwa
yang tidak memungkinkan untuk menjadi nyata. Cerita fantasi
mengandung hal-hal yang mustahil dan bertolak belakang
dengan kenyataan. Cerita fantasi memiliki sifat yang tidak
realistis dan imajinatif.
Unsur pembangun cerita fantasi meliputi alur (rangkaian
peristiwa), tema (ide cerita), tokoh dan penokohan, serta latar
tempat, latar waktu, dan latar suasana.
Karakteristik cerita fantasi meliputi:
(1) ide cerita terbuka akan hal-hal ajaib dan supernatural,
(2) tokoh-tokohnya bertubuh unik dan memiliki kekuatan,
(3) latar tempat dipenuhi imajinasi,
(4) latar waktu bervariasi dan dapat melintas waktu.

14

Latihan Soal

Ananda sudah mempelajari materi dan mengerjakan tugas. Sekarang saatnya
Ananda melatih pemahamanmu dengan mengerjakan latihan soal berikut!

Latihan Soal 1

Berilah tanda silang (x) pada satu jawaban yang tepat!

1. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Dia memang sudah tak sabar melihat apa yang dikerjakan Binar. Saat pertama
kali Binar menceritakan proyeknya, justru Matara yang meloncat penuh semangat
dan percaya ini akan menjadi penemuan hebat.” (Madasari, 2021, hlm. 41).
Unsur pembangun apa yang menonjol dalam kutipan di atas?
a. Alur.
b. Tokoh dan penokohan.
c. Latar tempat.
d. Latar waktu.

2. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Bangunan sekolah itu berbentuk bulatan besar, yang seluruh dindingnya berupa
kaca. Listriknya berasal dari cahaya matahari yang melimpah ruah sepanjang hari.
Bulatan besar itu dibagi menjadi empat area. Area pertama adalah laboratorium,
ruang teknologi, dan berbagai ruang untuk melakukan percobaan. Area kedua
adalah ruang hiburan, olahraga, dan makan. Area ketiga adalah barisan kamar
siswa dan guru. Area keempat adalah lahan terbuka yang bisa menjadi tempat
rekreasi sekaligus ruang percobaan....” (Madasari, 2021, hlm. 13).
Unsur pembangun apa yang menonjol dalam kutipan di atas?
a. Alur.
b. Tokoh dan penokohan.
c. Latar tempat.
d. Latar waktu.

3. Di bawah ini yang tidak termasuk karakteristik cerita fantasi adalah ....
a. adanya peristiwa perang antara sesama ilmuwan
b. adanya dunia lain yang dihuni makhluk aneh
c. adanya peristiwa lintas waktu
d. adanya hewan yang bisa berbicara

15

4. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Manusia-manusia purba sudah berdiri di hadapan Dewa dan teman-temannya.
Delapan orang yang mencari Matara dan Binar kini berdiri mematung, mulut
menganga, berulang kali mengusap mata karena tak percaya.” (Madasari, 2021,
hlm. 152).
Siapa tokoh yang keberadaannya memungkinkan ada di dunia nyata?
a. Manusia purba, Matara, dan Binar.
b. Manusia purba.
c. Dewa dan teman-temannya.
d. Matara dan Binar.

5. Bacalah kutipan di bawah ini.
“’Mereka tak bisa melawan waktu!’ seru si ahli fisika. ‘Kita bisa datang ke dunia
mereka karena waktu kita lebih cepat daripada mereka. Tapi mereka tak bisa pergi
ke tempat kita karena mereka ada di belakang. Waktu mereka sudah berhenti.
Sudah mati!’” (Madasari, 2021, hlm. 222).
Karakteristik cerita fantasi apa yang ditunjukkan dalam kutipan di atas?
a. Ide cerita yang terbuka.
b. Tokoh yang unik dan sakti.
c. Latar tempat yang penuh imajinasi.
d. Latar waktu yang beragam.

Selamat mengerjakan!

16

Penilaian Mandiri

Selamat! Ananda sudah mengerjakan latihan soal. Setelah mengerjakan, lakukan
penilaian mandiri untuk mengetahui tingkat pemahamanmu terhadap materi
kegiatan pembelajaran 1.
Langkah-langkah penilaian mandiri:

1.Sesuaikanlah jawabanmu dengan kunci jawaban "Latihan Soal 1" yang tersedia
di bagian belakang modul ini.

2.Hitunglah jumlah jawaban yang benar.
3.Hitunglah hasil akhir dengan rumus berikut.

Hasil akhir = Jumlah jawaban yang benar x 100
Jumlah soal

Jika hasil akhir adalah 81 – 100 maka tingkat pemahamanmu sangat baik.
Jika hasil akhir adalah 61 – 80 maka tingkat pemahamanmu baik.
Jika hasil akhir adalah 51 – 60 maka tingkat pemahamanmu cukup baik.
Jika hasil akhir adalah 0 – 50 maka tingkat pemahamanmu kurang.

17

Ice Breaking

TEMUKAN KATA

Aturan Bermain:

1.Temukan 5 kata TUNI K I S U T

yang

berhubungan AOT VB H UC I
dengan

karakteristik PA KDL N PA P
cerita fantasi.

2.Kata dapat R R NO G B E K E
tersusun secara

mendatar, I WKE U N R E S
menurun, dan

diagonal. M U KG H I NS L

A I NA L I AW A

J E RF I K T I F

I H LAS LU P A
N Q OCA D R A I

A S ET E HA P U
T U PP I RL I T

I A HE B OH K A

F PBAJ A I BU

18

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2

MENCERITAKAN KEMBALI
CERITA FANTASI

19

Menceritakan Kembali
Cerita Fantasi

Target Pembelajaran Kata kunci:

Pada pembelajaran ini, Ananda akan belajar: Ide pokok cerita,
Mengidentifikasi jenis cerita fantasi peristiwa, variasi
Menguraikan kembali cerita fantasi

Temuan Materi

Untuk menguraikan kembali isi cerita, penting bagi kita untuk mengetahui ide pokok
cerita. Hal ini karena ide pokok cerita merupakan pusat berkembangnya setiap
peristiwa yang terjadi.

Cerita fantasi tidak hanya memiliki satu ide cerita. Seperti yang sudah dipelajari
pada kegiatan pembelajaran 1, cerita fantasi memiliki banyak tema. Tema yang
bervariasi membuat cerita fantasi tergolong ke beberapa jenis. Oleh sebab itu,
sebelum kita belajar menguraikan kembali isi cerita fantasi, kita perlu mengetahui
jenis cerita tersebut. Dengan begitu, kita dapat menentukan ide pokok cerita untuk
dikembangkan.

Apa kata pakar?
Menurut Tuttle (2005), jenis cerita fantasi berdasarkan isi
ceritanya, yaitu fantasi heroik, fantasi epik, fantasi dinasti,
fantasi humor, fantasi gelap, realisme ajaib, fantasi slip waktu,
dan fantasi romantis.
Menurut Stableford (2009), jenis cerita fantasi meliputi fantasi
portal, fantasi slip waktu, fantasi binatang, fantasi gelap,
fantasi ilmiah, realisme ajaib, fantasi sejarah, dan fantasi
heroik.

20

Dari pendapat para pakar, kita dapat menyimpulkan bahwa jenis=jenis cerita fantasi
meliputi:

1. Fantasi heroik adalah cerita fantasi tentang petualangan seorang pahlawan untuk
bertahan hidup atau menyelesaikan sebuah misi.

2. Fantasi epik adalah cerita fantasi yang serupa dengan heroik
tetapi kurang menekankan pada sosok pahlawan.

3. Fantasi dinasti adalah cerita
fantasi tentang tokoh yang berjuang
mempertahankan atau melestarikan
suatu tempat/kerajaan.

4. Fantasi humor adalah cerita fantasi
yang menggabungkan komedi dengan
imajinasi.

5. Fantasi gelap adalah cerita fantasi yang Sumber:
mengandung unsur horor, hantu, atau gaib. www.freepik.com

6. Realisme ajaib adalah cerita fantasi tentang melintas ruang dari dunia magis
atau dunia lain ke dalam dunia nyata.

7. Fantasi slip waktu adalah cerita fantasi tentang perjalanan tokoh melalui waktu
untuk berpetualang di era lain.

8. Fantasi portal adalah cerita fantasi tentang perjalanan tokoh dari satu tempat ke
tempat lain dalam satu waktu.

9. Fantasi romantis adalah cerita fantasi yang mengandung unsur romantis dan
ditujukan untuk pembaca perempuan.

10. Fantasi binatang adalah cerita fantasi tentang kehidupan binatang yang
memiliki kekuatan super.

11. Fantasi ilmiah adalah cerita fantasi yang di dalamnya menghubungkan imajinasi
dengan sains atau teknologi.

12. Fantasi sejarah adalah cerita fantasi yang menghubungkan sihir dengan sejarah
untuk menciptakan dunia lain.

21

Setelah mengetahui jenis cerita fantasinya, kita perlu menentukan unsur-unsur
pembangun ceritanya. Pada pembelajaran 1, Ananda sudah belajar mengenali unsur
pembangun cerita fantasi. Sekarang, Ananda akan belajar menguraikan kembali isi
cerita dengan menentukan unsur pembangunnya!

Masih ingat dengan cerita fantasi "Mata dan Nyala Api Purba"? Bacalah penggalan
ceritanya berikut!

Bibikus - Bab 11

Dua minggu setelah kelas biologi pertama itu, Binar membawa sebuah kotak
besar ke ruang kerja Matara. Ia hendak menunjukkan apa yang sudah ia
kerjakan pada guru kesayangannya. Selama dua minggu mereka selalu bicara
lewat layar, berbalas pesan sepanjang hari.

Matara sudah menunggu di depan pintu saat Binar datang. Dia memang sudah
tak sabar melihat apa yang dikerjakan Binar. Saat pertama kali Binar
menceritakan proyeknya, justru Matara yang meloncat penuh semangat dan
percaya ini akan menjadi penemuan hebat. Selama dua minggu ini, Matara
mengirimkan berbagai dokumen penelitian pada Binar, ikut mencari jawaban
atas semua kebuntuan yang dihadapi Binar.

Guru dan murid itu duduk berhadapan di tengah ruangan. Kardus diletakkan di
meja. Binar membuka kardus, mengeluarkan satu per satu isinya: kertas,
tabung-tabung berukuran kecil, kotak-kotak beraneka ukuran, lalu... tikus! Ada
seekor tikus di dalam kardus itu.

Matara memegang tikus itu sementara Binar mengeluarkan satu kotak berisi
bermacam tabung kecil. Binar mencampur beberapa tetes isi tabung,
mengukur dengan cermat. Setiap tetes isi tabung sangat menentukan. Ia telah
menghitung semuanya, membuat rumusan dan uji coba ratusan kali dengan
simulasi di komputernya. Setelah selesai mencampur, Binar memasukkannya ke
suntikan, lalu menyuntikkan formula itu ke tubuh tikus yang dipegang Matara.
Tikus itu kembali dimasukkan ke kardus yang dibawa Binar. Ia menyimpan
kardus itu di bawah tempat tidurnya.

Setiap hari Binar selalu memeriksa tikus di bawah tempat tidurnya. Ia memotret
dan merekam bentuk tikus itu dari hari ke hari. Seminggu sekali ia menyuntik
tikus itu dengan zat makanan pengganti.

22

Pada hari ke-30, Binar meloncat kegirangan saat menemukan telur-telur kecil
seukuran telur cecak bertumpuk di satu sudut kotak.

Binar langsung menyalakan komputer, bertatap muka dengan Matara sambil
menunjukkan telur-telur itu. Matara masih tak percaya pada apa yang
dilihatnya. Hingga kemudian ia buru-buru lari dari ruangannya menuju kamar
Binar. Ia sentuh sendiri telur-telur itu dengan tangannya, lalu memeluk Binar
dengan erat sambil berseru, "Kita berhasil!"

Matara segera mengambil gambar dan video tikus dan telur-telur itu. Ia sudah
tak sabar untuk mengabarkan pada dunia bahwa penemuan besar telah lahir
di sekolah ini, dari tangan murid yang dibimbingnya sendiri. Dunia pasti akan
terkejut seakan tak percaya bahwa tikus yang beranak kini bisa bertelur.

Tepat sesaat sebelum kabar itu tersebar, Matara tiba-tiba mengurungkan
niatnya. Mereka akan merahasiakan temuan ini hingga tiba hasil akhir yang
mereka nantikan.

Binar mengangguk setuju. Mereka akan merahasiakan hal itu.

Binar terus memeriksa kotaknya setiap hari. Ia mengamati bagaimana telur-
telur itu terus tumbuh. Iya, telur-telur ini memang tak sama dengan telur
binatang pada umumnya. Lapisan kulitnya yang awalnya serupa agar-agar,
kian lama kian mengeras, menjadi semacam cangkang.

Binar sudah tak sabar melihat makhluk yang akan menetas dari telur-telur itu. Ia
tak tahu kapan tepatnya hal itu terjadi. Ia hanya punya angka perkiraan yang
dihitungnya dari rata-rata pertumbuhan telur itu setiap hari.

Hingga akhirnya saat itu tiba tanpa bisa diantisipasi Binar. Makhluk-makhluk
kecil keluar satu per satu dari kolong tempat tidurnya. Binar yang saat itu
sedang tiduran di ranjang langsung meloncat kegirangan. Tapi itu tak lama.
Karena kemudian binatang-binatang itu dengan cepat naik ke tubuhnya.
Jumlahnya yang banyak membuat Binar kewalahan sekaligus ketakutan.

Ia segera bangun, keluar dari kamar, dan spontan berteriak ketakutan hingga
mengundang kedatangan semua orang.

(Okky Madasari, 2021)

23

Setelah membacanya, dapatkah Ananda menentukan bagaimana penokohan
masing-masing tokohnya? Perhatikan tabel di bawah ini!

Tokoh Penokohan Bukti Peristiwa

Binar Ambisius Saat Binar menjalankan proyeknya.
Penakut Saat Binar menemukan hewan-hewan aneh di kamarnya.

Matara Ambisius Saat Matara membantu proyek Binar.
Labil Saat Matara mengambil keputusan terhadap penemuannya.

Tabel di atas telah menjelaskan penokohan dari tokoh Binar dan Matara. Selanjutnya,
Ananda dapat menentukan ide pokok cerita atau peristiwa apa yang terjadi pada
cerita di atas. Kemudian, Ananda dapat menguraikan setiap proses terjadinya
peristiwa tersebut. Perhatikan tabel di bawah ini!

Peristiwa Proses Terjadinya Peristiwa

Binar dan Matara Antusias Binar dan Matara dalam mengerjakan proyek
membuat proyek Kegiatan Binar dalam memeriksa terhadap
menciptakan hewan perkembangan proyek
baru. Keputusan Matara untuk merahasiakan proyek Binar
Rasa tidak sabar Binar terhadap hasil proyeknya
Kemunculan hewan-hewan di kamar Binar

Terakhir, Ananda dapat mengembangkan setiap poin proses terjadinya peristiwa
dengan bahasamu sendiri. Dengan begitu, Ananda telah menguraikan kembali isi
cerita fantasi dengan utuh.

24

Penugasan Mandiri

Setelah Ananda mempelajari materi cerita fantasi, mari kerjakan tugas berikut
secara mandiri! Tuliskan jawabanmu di lembar terpisah!
Tugas 2
1. Apa yang membuat cerita fantasi memiliki banyak jenis?
2. Apa perbedaan cerita fantasi slip waktu dengan cerita fantasi portal?
3. Mengapa kita perlu mengetahui jenis cerita fantasi sebelum menceritakan

kembali isi cerita tersebut?

Selamat mengerjakan!

Rangkuman

Untuk mempermudah Ananda dalam memahami materi, berikut ringkasan dari
materi yang telah Ananda pelajari.

Berdasarkan isi, jenis-jenis cerita fantasi meliputi: (1)
fantasi heroik, (2) fantasi epik, (3) fantasi dinasti, (4)
fantasi humor, (5) fantasi gelap, (6) fantasi realisme
ajaib, (7) fantasi slip waktu, (8) fantasi portal, (9)
fantasi romantis, (10) fantasi binatang, (11) fantasi
ilmiah, (12) fantasi sejarah.
Isi cerita fantasi dapat diuraikan kembali dengan
menentukan setiap unsur pembangun dan peristiwa
yang terjadi di dalamnya.

25

Latihan Soal

Ananda sudah mempelajari materi dan mengerjakan tugas. Sekarang saatnya
Ananda melatih pemahamanmu dengan mengerjakan latihan soal berikut!

Latihan Soal 2
Bacalah penggalan cerita fantasi berikut!

Selama di hutan, Matara dan Binar mengawasi bibikus-bibikus itu dari kejauhan.
Sementara itu, bibikus berkeliaran di padang berbatu dan mencari makanan dari
tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitarnya.

"Kita tidak bisa meninggalkan mereka,” kata Marara.

Binar mengangguk walaupun ia masih belum yakin bagaimana nanti mereka bisa
bergantian berjaga. Bagaimana kalau Dewa dan teman-temannya datang saat
ia berjaga sendiri?

"Pokoknya, kalau ada yang mau mengganggu bibikus-bibikus, kita minta mereka
untuk menyerang orang-orang itu,” kata Matara dengan penuh keyakinan.

Baru saja Binar tersenyum lega, terdengar suara gedebuk, disusul getaran hebat.
Getaran yang berbeda dari biasanya.

Bukan getaran karena suara lolongan atau karena bibikus itu melompat-lompat
bersama. Ini getaran yang jauh lebih besar daripada itu semua, yang membuat
tanah tempat Binar dan Matara berpijak terasa seperti terbelah. Matara dan
Binar berlari menuju tempat bibikus-bibikus berada.

Bibikus-bibikus sedang bergerombol di bagian paling ujung padang berbatu.
Mereka tampak mengelilingi sesuatu. Matara dan Binar akhirnya berhasil
mencapai kerumunan itu, lalu menyusup hingga sampai di baris paling depan dan
bisa melihat apa yang dikelilingi oleh badan-badan besar itu.

Ada lubang besar di hadapan mereka. Matara melongok ke dalam lubang dan
samar-samar bisa melihat empat moncong bibikus. Matara berteriak. Ia ingin
mengukur seberapa dalam lubang itu. Dari dasar, bibikus-bibikus itu terus
melolong meminta pertolongan.

26

'Awaaass!" Binar berteriak saat melihat tanah di seberangnya ambles, jatuh ke
dasar. Gedebuk! Tetap saja terlambat. Satu lagi bibikus jatuh ke dalam lubang.
Lalu... Buk! Buk! Disusul Marara dan Binar yang justru tak segera bergerak
menjauh karena menunggu semua bibikus lebih dulu mengamankan diri.

Matara dan Binar berteriak sekencang-kencangnya saat tubuh mereka jatuh
meluncur. Akhirnya Matara dan Binar mendarat di dataran lunak dan lembek
seperti lumpur. Meskipun selamat, tetap saja rasanya nyeri dan kaku di bagian
tulang paha dan betis.

Matara memaksakan diri untuk bergerak. Ia berusaha melangkah dengan kepala
yang masih terasa berputar-putar. Binar pun mengikutinya. Mereka kini berjalan
pelan-pelan, sambil meraba dinding di dekat mereka. Bibikus-bibikus kini ikut
berdiri dan berjalan mengikuti Matara dan Binar ke tempat yang keras dan tidak
berlumpur.

"Kita akan baik-baik saja,” katanya berulang kali. Matara mengucapkan itu untuk
menenangkan Binar sekaligus meyakinkan diri sendiri.

Setelah berjalan lama, sekeliling mereka jadi berwarna kemerahan dan terasa
lebih hangat. Bibikus-bibikus itu mendadak gelisah. Seperti ketakutan. Binar
mengelus para bibikus sambil berbisik bahwa semua akan baik-baik saja.

Matara meminta Binar dan bibikus untuk tak beranjak. Hanya Matara yang tetap
melangkah pelan-pelan menuju sumber cahaya dan asap. Sekelilingnya makin
memerah dan makin terasa hangat. Bahkan, sesekali ia merasakan sengatan
panas di kulitnya.

Teriakan Matara memecah keheningan. Di hadapannya kini berdiri tiga manusia.
Manusia yang bukan manusia. Mereka manusia, tapi tidak seperti dirinya dan
Binar. Matara merasa sering melihat manusia-manusia ini. Tapi ia tak bisa
mengingat di mana. Lalu, bagaimana mungkin ada manusia hidup di dalam
tanah? Ah, pasti mereka bukan benar-benar manusia.

"Manusia purba,” kata Binar pelan, nyaris berbisik. Matara mendesis, “Sssst.” Ia
memberikan isyarat agar Binar berhenti bicara. Lalu Matara mengangguk,
membenarkan apa yang baru saja dikatakan Binar. Ketiga manusia itu adalah
manusia purba.

(Okky Madasari, 2021)

27

Setelah membacanya, uraikan kembali isi cerita fantasi di atas dengan menjawab
soal berikut!

1. Apa jenis cerita fantasi di atas? Sertakan alasannya!
2. Peristiwa apa saja yang terjadi pada Matara, Binar, dan Bibikus?
3. Bagaimana penokohan Matara, Binar, dan Bibikus dalam peristiwa tersebut?

Tokoh Penokohan Bukti Peristiwa

Matara

Binar

Bibikus
4. Bagaimana proses setiap peristiwa yang terjadi?

Peristiwa Proses Terjadinya Peristiwa

Selamat mengerjakan!

28

Penilaian Mandiri

Selamat! Ananda sudah mengerjakan latihan soal. Setelah mengerjakan, lakukan
penilaian mandiri untuk mengetahui tingkat pemahamanmu terhadap materi
kegiatan pembelajaran 2.

Langkah-langkah penilaian mandiri:
1. Sesuaikanlah jawabanmu dengan kunci jawaban "Latihan Soal 2" yang tersedia
di bagian belakang modul ini.
2. Hitunglah skor jawaban tiap nomor soal dengan rubrik berikut.

Nomor Soal Kriteria Jawaban Skor

1 Jawaban tepat. 10
Jawaban kurang tepat. 5

2 Jawaban tepat. 20
Jawaban kurang tepat. 10

3 Jawaban seluruh tokoh sesuai. 30
Jawaban yang sesuai hanya 1 atau 2 tokoh. 15

4 Jawaban sesuai dengan urutan kejadian. 40
Jawaban kurang sesuai dengan urutan kejadian. 20

3. Hitunglah hasil akhir dengan rumus berikut.

Hasil akhir = Skor nomor 1 + skor nomor 2 + skor nomor 3 + skor nomor 4

Jika hasil akhir adalah 81 – 100 maka tingkat pemahamanmu sangat baik.
Jika hasil akhir adalah 61 – 80 maka tingkat pemahamanmu baik.
Jika hasil akhir adalah 51 – 60 maka tingkat pemahamanmu cukup baik.
Jika hasil akhir adalah 0 – 50 maka tingkat pemahamanmu kurang.

29

Ice Breaking

TEKA-TEKI SILANG

Cara Bermain:
1. Isilah barisan kotak yang mendatar dengan menjawab soal mendatar.
2. Isilah barisan kota yang menurun dengan menjawab soal menurun.
1
21

2

3

Soal Mendatar:
1. Cerita fantasi horor dan gaib.
2. Cerita fantasi lintas waktu.
3. Cerita fantasi yang mempertahan suatu tempat.

Soal Menurun:
1. Bersifat khayalan, fiktif, dan imajinatif.
2. Cerita fantasi yang serupa dengan heroik.

30

Uji Kompetensi

Ananda sudah mempelajari materi dan mengerjakan tugas di pembelajaran 1 dan
2. Sekarang saatnya Ananda menguji pemahamanmu dengan mengerjakan soal-
soal berikut!

Berilah tanda silang (x) pada satu jawaban yang tepat!

Bacalah kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!

“Manusia-manusia purba sudah berdiri di hadapan Dewa dan teman-
temannya. Delapan orang yang mencari Matara dan Binar kini berdiri
mematung, mulut menganga, berulang kali mengusap mata karena tak
percaya.” (Madasari, 2021, hlm. 152).

1. Peristiwa apa yang ditonjolkan dalam kutipan di atas?
a. Kemunculan manusia purba di hadapan Dewa dan temannya.
b. Kemunculan Matara dan Binar di hadapan Dewa dan temannya.
c. Menghilangnya manusia purba dari hadapan Dewa dan temannya.
d. Menghilangnya Matara, Binar, dan manusia purba.

2. Latar suasana apa yang tepat dalam kutipan di atas?
a. Terkejut dan senang.
b. Penuh ketidakpercayaan dan senang.
c. Terkejut dan penuh ketidakpercayaan.
d. Terkejut dan penuh kepercayaan.

3. Kutipan mana yang mengandung latar tempat imajinasi?
a. "Di klinik kesehatan, Matara berbaring lemas. Dokter menyuntik lengan Matara."
(Madasari, 2021, hlm. 29).
b. "Dewa memanggil beberapa orang datang ke kamar Binar. Beberapa di antara
mereka adalah petugas keamanan." (Madasari, 2021, hlm. 55).
c. "Binar ikut ke laboratorium. Ia harus melihat semua prosesnya. Bibikus-bibikus itu
miliknya, ciptaannya." (Madasari, 2021, hlm. 62).
d. “Di hamparan luas yang persis di tepi sungai itulah para raksasa tinggal.”
(Madasari, 2021, hlm. 183).

31

4. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Senyap. Tak ada lagi dentuman. Tak ada lagi suara buuum akibat sesuatu yang
runtuh. Tak ada lagi warna merah di sekeliling mereka. Hanya ada gelap.”
(Madasari, 2021, hlm. 207).
Unsur pembangun apa yang menonjol dalam kutipan di atas?
a. Alur cerita.
b. Latar tempat.
c. Latar waktu.
d. Latar suasana.

5. Bacalah kutipan di bawah ini.
“'Zaman yang berbeda,' kata si ahli geologi sambil menunjuk ke dinding lorong
bawah tanah itu. Seperti ada coretan. Bukan lagi jejak telapak tangan.” (Madasari,
2021, hlm. 214).
Unsur pembangun apa yang menonjol dalam kutipan di atas?
a. Alur cerita.
b. Latar tempat.
c. Latar waktu.
d. Latar suasana.

6. Di bawah ini termasuk karakteristik cerita fantasi, kecuali ....
a. mengandung hal-hal supernatural
b. mengandung hal-hal kenyataan
c. mengandung hal-hal imajinasi
d. mengandung hal-hal ajaib

7. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Binar mencoba memasukkan tangan kirinya ke kobaran api. Ia tak merasakan
panas. Sama seperti tangan kanannya yang masih menyalakan api. Pelan-pelan
Binar memasukkan kakinya. Ia juga tak merasakan apa-apa. kini seluruh tubuh Binar
sudah berada dalam api. Ia bergerak cepat melewati api untuk menjemput ibu
owa.” (Madasari, 2021, hlm. 187).
Karakteristik cerita fantasi apa yang ditunjukkan dalam kutipan di atas?
a. Ide cerita yang terbuka.
b. Tokoh yang unik dan sakti.
c. Latar tempat yang penuh imajinasi.
d. Latar waktu yang beragam.

32

8. Bacalah kutipan di bawah ini.
“Binar tetap keras kepala. Ia terus menggosok dua batu itu. ia harus bisa membuat
api. Hanya itu cara untuk melawan orang-orang itu.” (Madasari, 2021, hlm. 130).
Berikut adalah penokohan tokoh Binar, kecuali ....
a. tidak percaya diri
b. keras kepala
c. bertekad kuat
d. tidak pantang menyerah

9. Mana kutipan di bawah ini yang menunjukkan bahwa Bibikus adalah hewan
super yang dapat berbicara?
a. “Binatang-binatang itu menurut. Mereka meloncat-loncat masuk ke lemari.
Binatang-binatang itu berdesak-desakan di lemari, bertumpuk-tumpuk hingga
nyaris menyentuh langit-langit lemari.” (Madasari, 2021, hlm. 45).
b. “…Bibikus-bibikus itu pemakan segala, tapi yang paling mereka suka adalah
tumbuhan.” (Madasari, 2021, hlm. 59).
c. “Tiga hari berikutnya bibikus sudah menjelma jadi seukur gajah. Setiap kali
melangkah, getaran terasa di seluruh penjuru Sekolah Semesta." (Madasari, 2021,
hlm. 69).
d. “’Kita harus ke mana? Kita harus ke mana?’ Kalimat itu yang berulang kali
terdengar di antara kawanan bibikus. Semua bertanya, tanpa satu pun bisa
memberikan jawaban. Semua kebingungan. Semua tak tahu arah. Semua
kelaparan. Tapi semua harus terus berlari.” (Madasari, 2021, hlm. 79).

10. Mana yang tidak termasuk cerita fantasi berdasarkan isinya?
a. Fantasi irisan.
b. Fantasi gelap.
c. Fantasi humor.
d. Fantasi realisme ajaib.

Ilmu bukanlah apa yang
dihafal, melainkan apa

yang diterapkan.

33

Penilaian Mandiri

Selamat! Ananda sudah mengerjakan uji kompetensi. Setelah mengerjakan,
lakukan penilaian mandiri untuk mengetahui tingkat pemahamanmu terhadap
materi kegiatan pembelajaran 1 dan 2.
Langkah-langkah penilaian mandiri:

1.Sesuaikanlah jawabanmu dengan kunci jawaban "Uji Kompetensi" yang
tersedia di bagian belakang modul ini.

2.Hitunglah jumlah jawaban yang benar.
3.Hitunglah hasil akhir dengan rumus berikut.

Hasil akhir = Jumlah jawaban yang benar x 100
Jumlah soal

Jika hasil akhir adalah 81 – 100 maka tingkat pemahamanmu sangat baik.
Jika hasil akhir adalah 61 – 80 maka tingkat pemahamanmu baik.
Jika hasil akhir adalah 51 – 60 maka tingkat pemahamanmu cukup baik.
Jika hasil akhir adalah 0 – 50 maka tingkat pemahamanmu kurang.

34

REFLEKSI

Selamat! Ananda sudah menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran 1 dan 2.
Tentu sudah banyak hal yang Ananda pelajari. Sekarang refleksikan
pemahamanmu dengan menandai setiap pernyataan berikut.

Lingkari pernyataan pada bagian:
Ya jika Ananda dapat melakukannya
Tidak jika Ananda tidak dapat melakukannya

Saya dapat membedakan cerita fantasi Ya Tidak
dengan cerita lain

Saya dapat menentukan bagian unsur Ya Tidak
pembangun cerita fantasi

Saya dapat menentukan karakteristik Ya Tidak
cerita fantasi

Saya dapat menentukan jenis cerita Ya Tidak
fantasi berdasarkan ide atau tema

Saya dapat menguraikan kembali isi cerita Ya Tidak
fantasi dengan bahasa sendiri

35

KUNCI JAWABAN

Tugas 1

1. Cerita fantasi adalah cerita yang berisi hal-hal imajinatif, ajaib, dan
supernatural.

2. Cerita fantasi menyelipkan hal-hal supernatural sedangkan cerita lain tidak.
3. Kutipan 1 merupakan latar yang tidak termasuk karakteristik cerita fantasi,

karena keberadaannya dapat ditemui di dunia nyata.
Kutipan 2 merupakan latar yang termasuk karakteristik cerita fantasi, karena
keberadaannya tidak dapat ditemui di dunia nyata.

Tugas 2

1. Cerita fantasi tidak hanya memiliki satu tema, sehingga hal ini membuat
cerita fantasi memiliki banyak jenisnya.

2. Fantasi slip waktu menceritakan peristiwa lintas waktu, sedangkan fantasi
portal menceritakan peristiwa lintas ruang/tempat. Selain itu, fantasi slip
waktu menggunakan dua waktu yang berbeda, sedangkan fantasi portal
menggunakan satu waktu.

3. Jenis cerita fantasi perlu diketahui untuk menemukan ide pokok cerita,
sehingga proses menceritakan kembali dapat berawal dari mengembangkan
ide pokok cerita tersebut.

Latihan Soal 1

1. b
2. c
3. a
4. b
5. d

36

KUNCI JAWABAN

Latihan Soal 2

1. Fantasi slip waktu, karena adanya peristiwa lintas waktu ke masa purba.
2. (1) Jatuh ke lubang yang menghubungkan mereka ke masa purba, (2) bertemu
dengan manusia purba.
3.

Tokoh Penokohan Bukti Peristiwa

Matara Tenang dan Saat Matara meyakinkan Binar dan Bibikus akan baik-baik
pemberani saja.
Saat Matara menghampiri sumber cahaya dan
menghampiri manusia purba.

Binar Penyayang Saat Binar meygelus bibikus agar merasa tenang.

Bibikus Penakut Saat Bibikus keadaan di dalam lubang kemerahan dan
memanas.

4. Proses Terjadinya Peristiwa
Peristiwa

Jatuhnya (1) Kegiatan Matara dan Binar dalam mengawasi Bibikus di hutan, (2)
Matara, Binar, adanya getaran hebat yang membuat sebagian Bibikus jatuh ke
dan Bibikus ke lubang, (3) kegiatan Matara dan Binar yang menghampiri bibikus, (4)
masa purba. amblesnya tanah sehingga Matara, Binar, dan Bibikus jatuh ke lubang.

Pertemuan (1) Keputusan Matara untuk tetap berjalan ke tempat yang keras dan
Matara, Binar, tidak berlumpur, (2) Keputusan Binar dan Bibikus untuk mengikuti
dan Bibikus Matara, (3) Keputusan Matara untuk mengahmpiri sumber cahaya, (4)
dengan munculnya manusia purba di hadapan Matara, Binar, dan Bibikus.
manusia
purba.

37

KUNCI JAWABAN

Uji Kompetensi Ice Breaking 1

1. a TUNI K I S U T
2. c
3. d AOT VB H UC I
4. d
5. c PA KDL N PA P
6. b
7. b R R NOG B E K E
8. a
9. d I WKE U N R E S
10. a
M U KG H I NS L

A I NA L I AW A

J E RF I K T I F

I H LAS LU P A
N Q OCA D R A I

A S ET E HA P U
T U PP I RL I T

I A HE B OH K A

F PBAJ A I BU

Ice Breaking 2 1F
2 E 1G E L A P
2S
PN
L I PWA K TU I

KA
3D I N A S T

I

38

GLOSARIUM

Dimensi Ukuran.
Fantasi Hal-hal yang berdasarkan imajinasi atau di luar nalar.
Fiksi Hal-hal yang bersifat tidak nyata.
Hakikat Bagian penting dari suatu hal.
Karakteristik Ciri umum dari suatu hal.
Kategori Kelompok, golongan, atau klasifikasi dari suatu hal.
Menguraikan Menjelaskan atau menceritakan.
Novel Karangan prosa panjang.
Pakar Seseorang yang ahli dalam suatu ilmu.
Pendapat Pikiran atau anggapan seseorang tentang suatu hal.
Penggalan Kutipan, potongan, atau bagian dari suatu hal.
Refleksi Penilaian diri terhadap kemampuan memahami suatu hal.
Rubrik Petunjuk penilaian.
Sinopsis Ringkasan cerita.
Unsur Bagian-bagian kecil dari suatu hal.
Variasi Beragam atau banyak bentuk.

39

JENDELA SASTRA

Sumber: Okky Puspa Madasari adalah salah
www.okkymadasari.net satu novelis perempuan yang berasal dari
Magetan, Indonesia. Sebagai novelis, Okky
telah menulis banyak buku, baik novel fiksi,
nonfiksi, maupun kumpulan cerpen.
Beberapa karya-karya yang dihasilkan Okky
Madasari terkenal dengan mengangkat
persoalan-persoalan sosial, di antaranya
adalah kemanusiaan, ketidakadilan dan
diskriminasi. Selain menulis novel, Okky juga
aktif menulis untuk media-media di
Indonesia dan internasional terkait isu-isu
yang diminatinya.

Pada tahun 2010, Okky meluncurkan novel pertamanya dengan judul Entrok.
Novel berikutnya berjudul 86 (2011), Maryam (2012), Pasung Jiwa (2013), serta
Kerumunan Terakhir (2016). Kelima novel tersebut sudah diterjemahkan ke dalam
beberapa bahasa asing di antaranya bahasa Inggris dan bahasa Arab. Karya Okky
Madasari yang lainnya adalah antologi cerpen berjudul Yang Bertahan Binasa
Perlahan (2017).

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya, pada tahun 2018, Okky mulai
menulis novel untuk anak-anak. Novel anak-anak pertamanya berjudul Mata di
Tanah Melus (2018) yang mengisahkan petualangan fantasi Matara di Belu, Nusa
Tenggara Timur. Selanjutnya, novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi (2018) yang
mengisahkan petualangan Mata dan teman-temannya dalam menyelamatkan
warisan besar di pulau Ternate, Maluku Utara. Kemudian, novel Mata dan Manusia
Laut (2019) yang mengisahkan petualangan Mata di Wakatobi, Sulawesi Tenggara,
dan terakhir novel Mata dan Nyala Api Purba (2021) yang mengisahkan
petualangan Mata di masa depan dan masa lampau.

40

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:
Grenby, M.O. (2008). Children’s Literature. Edinburgh: Edinburgh University Press

Ltd.
Madasari, O. (2021). Mata dan Nyala Api Purba. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.
Means, B., & Lindner, L. (1998). Teaching Writing in Middle School: Tips, Tricks, and

Technique. USA: Teacher Ideas Press.
Nurgiyantoro, B. (1998). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University

Press.
Sammons, M. C. (2010). War of the Fantasy Worlds: C. S. Lewis and J. R. R. Tolkien

on Art and Imagination. California: Praeger.
Stableford, B. (2009). The A to Z of Fantasy Literature. UK: The Scarecrow Press.
Tolkien, J. R. R. (1966). The Tolkien Reader. New York: Ballantine.
Tompkins, G.E., Bright, R.M., Pollard, M.J., & Winsor, P.J.T. (1987). Language Arts:

Content and Teaching Strategies. New York: Macmillan Publishing Company.
Tuttle, L. (2005). Writing Fantasy & Science Fiction (Second Edition). London: A&C

Black Publisher Limited.

Sumber Internet:
www.canva.com
www.freepik.com
www.goodreads.com
www.okkymadasari.net

41

TENTANG PENULIS

Putri Intan Oktavia lahir di Bandung, 04 Oktober
2000. Ia mengawali pendidikannya di TK Al-Firdaus
(2004-2006), melanjutkan ke SD Negeri Coblong 3
Bandung (2006-2012) dan SMP Negeri 19 Bandung
(2012-2015). Tidak sampai di sana, ia melanjutkan
pendidikannya di SMA Pasundan 8 Bandung (2015-
2018) dengan jurusan IPA. Atas ketertarikannya
terhadap dunia pendidikan, ia menempuh pendidikan
tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia dengan
program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia (2018-2022).

Dr. Yulianeta, M.Pd adalah dosen Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia, dan asisten profesor Fakultas
Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan
Indonesia. Beliau aktif di bidang pendidikan, bahasa,
sastra, menjadi pengisi seminar Bahasa dan Sastra
Indonesia, menulis karya fiksi dan ilmiah. Sejak 2017
beberapa karya tulis ilmiahnya berhasil disitasi
sebanyak 79 sitasi dan 6 terindeks baik. Beberapa
karya tulisnya adalah Sastra Bandingan sebagai
Alternatif Bahan Ajar dalam Pembelajaran Bahasa
Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA); Representasi Nilai-
nilai Budaya NTT dalam Novel Anak Mata di Tanah
Melus Karya Okky Madasari, dll.

Dheka Dwi Agustiningsih, M.Hum. adalah dosen
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas
Pendidikan Indonesia. Beliau aktif di bidang bahasa
dan sastra Indonesia. Sejak 2017 beberapa karya tulis
ilmiahnya berhasil disitasi sebanyak 11 sitasi, dan 2
terindeks baik. Beberapa karya yang pernah ditulisnya
adalah Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Negeri
Terluka Karya Saut Situmorang; The Argument on A
Student’thesis of Department of Islamic Education;
Langue Bahasa Indonesia untuk Mengembangkan
Kreativitas Mahasiswa, dll

42


Click to View FlipBook Version