LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran Nama Mahasiswa : Mulyadi NIM : 201500830202 LPTK : Universitas Siliwangi Kelas : B Lokasi SMA Negeri 1 Citeureup Lingkup Pendidikan Sekolah Menegah Atas Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik dalam pembelajaran PJOK dengan model PBL Penulis Mulyadi, S.Pd., M.Pd Tanggal 19 Januari 2023 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah? Ada beberapa latar belakang masalah dari hasil identifikasi masalah melalui kajian literatur dan wawancara dengan kepala sekolah beserta staff yaitu: 1. Kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran PJOK 2. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. 3. Sarana lapangan yang kurang kondusif karena di dalam pelaksanaan sering digunakan dengan yang lain. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Praktik ini penting untuk dibagikan karena praktik ini bisa menjadi opsi solusi penyelesaian dari ketiga latar belakang masalah tersebut, yaitu: 1. Penggunaan media digital mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan membuat peserta didik lebih tertarik dalam mengikuti pembelajaran. 2. Penggunaan media digital dalam pembelajaran PJOK termasuk pemanfaatan dalam bidang teknologi dan pembelajaran dengan menggunakan model PBL menjadi sesuatu yang baru bagi mereka maupun gurunya, menjadikan peserta didik dan guru selalu adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman. 3. Penggunaan media digital dalam pembelajaran PJOK tetap bisa dilakukan walaupun dalam kondisi lapangan kurang kondusif. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai peserta didik dalam pelaksanaan praktik PPL dan juga sebagai guru pelaksana dalam kegiatan praktik pembelajaran tersebut agar adanya hasil peningkatan dan perbaikan.
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Ada beberapa tantangan untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu: 1. Beberapa peserta didik tidak mempunyai paket internet dan ada sedikit kendala dalam masalah GPS di HP peserta didik. 2. Ada kegiatan sekolah yang terkadang mendadak yang membuat penggunaan lapangan dan pengambilan video menjadi kurang kondusif. 3. Guru masih kurang menguasai model pembelajaran PBL. 4. Guru tidak mempunyai teman sejawat di sekolah untuk teman diskusi dalam pelaksanaan praktik ini. Siapa saja yang terlibat? Untuk mencapai tujuan dari tantangan tersebut ada beberapa yang terlibat baik dalam pelaksanaan langsung maupun tidak langsung, yakni: 1. Kepala sekolah 2. Kasubag TU (perizinan penggunaan wifi sekolah) 3. Wakasek (perizinan jadwal dan koordinasi tentang pelaksanaan pembelajaran) 4. Rekan guru (perizinan peminjaman kamera dan penugasan peserta didik) 5. Guru PJOK sebagai guru olahraga dan teman diskusi dalam pelaksanaan praktik 6. Peserta didik kelas X-9 (pengambilan photo dan video dalam praktik pembelajaran. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? Langkah yang dihadapi dalam menghadapi tantangan tersebut adalah: 1. Menganalisis identifikasi masalah-masalah yang terjadi di sekolah 2. Setelah itu menganalisis eksplorasi masalah yang berhubungan dengan proses pembelajaran dengan diskusi kepada kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaan, teman sejawat dan dari kajian literatur. 3. Hasil analisis eksplorasi masalah tersebut di analisis lagi akar penyebab masalahnya 4. Lalu terpilihlah 2 masalah yang akan diselesaikan 5. Setelah terpilih 2 masalah yang akan diselesaikan maka tahapan selanjutnya adalah mencari alternatif solusi dari masalah tersebut 6. Alternatif solusi yang telah di dapat langsung dituangkan ke dalam bentuk RPP pembelajaran sebagai rencana aksi pembelajaran. Strategi apa yang digunakan? Strategi yang digunakan adalah menggunakan media digital dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) yang membuat peserta didik menjadi lebih aktif (student center) dan membuat peserta didik lebih kritis dalam berfikir. Bagaimana prosesnya? 1. Peserta didik dibagi dalam 4 kelompok besar dengan permainan dinamika kelompok. 2. Lalu peserta didik diberikan lembar kerja dan video pembelajaran untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran dan berliterasi tentang materi pelajaran yang akan dipraktikkan. 3. Setelah peserta didik selesai menganalisis dan berdiskusi dengan kelompoknya peserta didik mempresentasikan hasil diskusi dan
analisisnya. 4. Setelah semua peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan penjelasan dan meluruskan hasil diskusi tentang materi PJOK Siapa saja yang terlibat? Untuk yang terlibat pada tahapan ini adalah: 1. Kepala Sekolah (perizinan tempat PPL PPG) 2. Kasubag TU (perizinan penggunaan wifi sekolah) 3. Waka Sekolah (perizinan jadwal, dan koordinasi tentang pelaksanaan pembelajaran) 4. Rekan guru SMAN 1 Citeureup (perizinan peminjaman kamera dan penugasan peserta didik) 5. Peserta didik kelas X-9 (pengambilan photo dan video dalam praktik pembelajaran) 6. Guru PJOK sebagai guru olahraga dan teman diskusi dalam pelaksanaan praktik. Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini? Sumber daya atau materi yang diperlukan pada tahapan ini antara lain: 1. Peralatan kamera 2. Video pembelajaran tentang analisis masalah 3. Video pembelajaran tentang materi senam lantai 4. Materi ajar
Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan? Dampak dari aksi langkah-langkah yang dilakukan yaitu: 1. Dampak bagi peserta didik Peserta didik menjadi lebih bersemangat dan termotivasi dalam pembelajaran materi PJOK, selain itu peserta didikpun dapat memanfaatkan media pembelajaran tersebut di luar jam sekolah. 2. Dampak bagi guru Guru menjadi lebih banyak mengetahui tentang model pembelajaran PBL dan dapat menggunakan media yang variatif. 3. Dampak bagi teman sejawat Model pembelajaran PBL dan penggunaan media digital untuk pembelajaran bisa menjadi solusi ketika lapangan kurang kondusif dan juga menjadi dan juga menjadi pembelajaran menjadi semakin menarik, mudah dan berpusat ke peserta didik 4. Dampak bagi sekolah Langkah –langkah tersebut dinilai mampu menjadi solusi untuk pembelajaran PJOK. Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Hasil dari langkah-langkah yang dilakukan adalah efektif, karena dengan pembelajaran PJOK menggunakan model PBL dan menggunakan media digital sebagai pembelajaran dinilai mampu meningkatkan motivasi peserta didik, semangat peserta didik dan menjadikan pembelajaran menjadi lebih menarik, hal ini dapat dilihat dan semangat peserta didik mencoba dan mempraktikkan ketika pembelajaran berlangsung. Hasil tidak efektif Untuk yang tidak efektif tidak ada Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan? Respon orang lain atau jawaban dari peserta didik dengan strategi yang dilakukan adalah peserta didik merasa tertantang dengan hal yang menurut mereka adalah hal yang baru, menjadikan mereka lebih semangat untuk mencoba dan mempraktikan, selain itu mereka juga merasa lebih kritis berpikir dalam menganalisis permasalahan yang dimunculkan ketika pembelajaran menggunakan model PBL Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Ada beberapa faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan, antara lain: 1. Guru pribadi Guru bisa menerima kekurangan dan masukan dari dosen pembimbing, guru pamong, dan teman-teman sejawat dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan, baik itu berupa metode maupun model pembelajaran. 2. Guru bidang lain Faktor berkolaborasi dengan guru lain juga termasuk salah satu faktor keberhasilan, karena dengan bantuan mereka proses pembelajaran dan proses pengambilan video praktik pembelajaran menjadi lebih mudah. 3. Kepala sekolah beserta staff Kepala sekolah beserta staff sangat membantu dalam proses pembelajaran ini, dikarenakan adanya perizinan sarana dan prasarana dan juga memberikan masukan yang bermanfaat untuk keberhasilan proses pembelajaran ini. Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut? Pembelajaran dari keseluruhan proses ini adalah saya belajar banyak tentang perencanaan dan proses pembelajaran, banyak hal sebelumnya saya tidak tahu menjadi banyak tahu, antara lain yaitu
belajar tentang kolaborasi, belajar menanggapi, berkomentar dan berargumen tentang pendapat maupun menganalisis permasalahan yang diberikan. Pembelajaran dari keseluruhan ini membuat saya mulai mencoba dan mempraktikan model PBL, dimana peserta didik diberikan masalah awal untuk berdiskusi dan mencoba terlebih dahulu secara mandiri dan point pentingnya adalah PBL membuat pembelajaran menjadi lebih mudah dan berpusat kepada peserta didik yang sedikit meringankan tugas guru. Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang, bisa dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran peserta didik memberikan refleksi bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan media pembelajarannya menarik juga mudah dipahami. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan akan penguasaan guru terhadap media pembelajaran, metode, model dan langkah-langkah pada rencana pelaksaanaan pembelajaran yang sudah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari prosesdan kegiatan yang sudah guru dilakukan adalah seyogyanya guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih metode, model dan media pembelajaran untuk membuat proses belajar mengajar sesuai dengan yang diharapkan.