HANDOUTAKUNTANSI DASAR
DASAR
2021 OUT Disusun Oleh:
Dian Riamukti
KELAS X SEMESTER 2 AKUNTANSI
DASAR
(M1e|nAekrupnat ka nasni JDuarsnaar l, Konsep Debit Kredit, Saldo Normal,
Sistematika Pencatatan, dan Bentuk Jurnal)
AKUNTANSI DASAR
I. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.8 Menerapkan jurnal, konsep 3.8.1 Mengklasifikasi jenis-jenis akun Dian
debit dan kredit, saldo normal, 3.8.2 Menjelaskan konsep debit dan kredit
sistematika pencatatan, dan dalam akuntansi
bentuk jurnal. 3.8.3 Menjelaskan saldo normal tiap akun
3.8.4 Menjelaskan pengertian jurnal
3.8.5 Menguraikan fungsi dan kegunaan
jurnal
3.8.6 Menguraikan sistematika pencatatan
akuntansi kedalam jurnal
3.8.7 Menampilkan bentuk jurnal dalam
akuntansi
3.8.8 Menerapkan jurnal dalam perlakuan
akuntansi
4.8 Melakukan pencatatan buku 4.8.1 Menggunakan konsep debit dan
jurnal, konsep debet dan kredit sesuai dengan kasus dan
kredit, saldo normal, transaksi akuntansi
sistematika pencatatan, dan 4.8.2 Menggunakan saldo normal sesuai
bentuk jurnal dengan kasus dan transaksi
akuntansi
4.8.3 Menggunakan sistematika
pencatatan yang berlaku
4.8.4 Melakukan pencatatan akuntansi
dalam buku jurnal yang berlaku dan
bentuk jurnal yang sesuai dengan
transaksi
2|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
II. TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan pembelajaran Pengetahuan:
1. Peserta didik mampu mengklasifikasi jenis-jenis akun dengan benar
2. Peserta didik mampu menjelaskan konsep debit dan kredit dalam
akuntansi dengan tepat
3. Peserta didik mampu menjelaskan saldo normal tiap akun dengan benar
4. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian jurnal dengan benar
5. Peserta didik mampu menguraikan fungsi dan kegunaan dari jurnal
dengan benar
6. Peserta didik mampu menguraikan sistematika pencatatan akuntansi
kedalam jurnal dengan tepat dan teliti
7. Peserta didik mampu menampilkan bentuk jurnal dalam akuntansi
dengan benar
8. Peserta didik mampu menerapkan jurnal dalam perlakuan akuntansi
dengan tepat
Tujuan pembelajaran Ketrampilan:
1. Peserta didik mampu menggunakan konsep debit dan kredit sesuai
dengan kasus dan transaksi akuntansi dengan tepat
2. Peserta didik mampu menggunakan saldo normal sesuai dengan kasus
dan transaksi akuntansi dengan benar
3. Peserta didik mampu menggunakan sistematika pencatatan yang berlaku
kedalam jurnal dengan tepat dan teliti
4. Peserta didik mampu melakukan pencatatan akuntansi dalam buku jurnal
yang berlaku dan bentuk jurnal yang sesuai dengan transaksi
3|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
III. PETA KONSEP KEDUDUKAN KOMPETENSI DASAR
2. Pencatatan dalam
Jurnal
4|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
IV. PETA KONSEP Pengertian Akun
Akun-Akun Klasifikasi Akun
PENCATATAN DALAM Konsep Debit Pentingnya Pencatatan
JURNAL Kredit Debit Kredit
Saldo Normal Pengertian Debit
Kredit
Sistematika
Pencatatan Perbedaan Debit
Akuntansi Kredit
Bentuk jurnal Pengertian
Jurnal
5|Akuntansi Dasar
Fungsi Jurnal
Kegunaan Jurnal
Pencatatan
Transaksi dalam
Jurnal
Jurnal Umum
Jurnal Khusus
Jurnal
Penyesuaian
Jurnal Penutup
Jurnal Pembalik
AKUNTANSI DASAR
V. URAIAN MATERI
A. AKUN-AKUN DALAM AKUNTANSI
Dalam kegiatannya, transaksi suatu perusahan hampir terjadi setiap
hari. Semakin besar perusahaan maka semakin tinggi pula kegiatan
transaksi yang dilakukan. Namun, untuk mempermudah pencatatan
transaksi berdasarkan pengelompokannya, akun-akun transaksi juga perlu
dipahami secara mendalam.
1. Pengertian Akun
Akun atau account merupakan sebuah bagian dari akuntansi
sebagai media untuk mencatat (pembukuan) setiap transaksi keuangan
yang mengakibatkan terjadinya perubahan asset, utang, modal,
pendapatan, dan beban. Tujuan penggunaan akun ialah untuk
mempermudah pencatatan data yang muncul akibat kegiatan transaksi
keuangan suatu perusahaan.
6|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR Harta Lancar
2. Klasifikasi Akun
Harta Tetap
Asset/Harta
Harta Tak
Berwujud
Utang Lancar
Riil Liabilitas/ Utang Jangka
Utang
Panjang
Perorangan
A Ekuitas
K Perseroan
U Perseroan
Terbatas
N
Nominal Pendapatan Pendapatan
Beban Usaha
Pendapatan
Diluar Usaha
Beban Usaha
Beban Diluar
usaha
7|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
Secara umum, akun dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
Akun riil (tetap) adalah akun yang dilaporkan dalam neraca, saldo akun
terbawa dari satu periode ke periode berikutnya.
Akun nominal (sementara) adalah akun yang disajikan dalam laporan
laba rugi.
a. Akun Riil
Harta/Asset
Merupakan sumber ekonomis yang juga meliputi biaya-biaya yang
terjadi akibat transaksi sebelumnya dan mempunyai manfaat pada masa
yang akan datang. Harta merupakan jumlah kekayaan yang dimiliki
perusahaan untuk menjalankan usahanya.
8|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
Utang/Liabilitas
suatu kewajiban yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Itu artinya,
hutang akan terjadi atau dicatat ketika perusahaan sudah menggunakan
barang atau jasa lebih dulu. Akun hutang atau kewajiban pun harus
tetap dicatat jangka waktu atau jatuh tempo pengembaliannya.
Modal/Ekuitas
Total aset atau kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. akun
ekuitas ini diperoleh dan juga dicatat dalam wujud tanah, uang,
bangunan, atau bentuk lainnya yang dimiliki oleh perusahaan. Akun
modal akan dilaporkan di dalam laporan neraca ketika periode sudah
berakhir karena termasuk dalam bagian akun riil.
b. Akun Nominal
Pendapatan
Pendapatan termasuk dalam kelompok akun nominal. Akun pendapatan
adalah akun yang di dalamnya terdapat penambahan jumlah aset dari
kegiatan dan juga operasional perusahaan. Dalam praktik
pencatatannya, akun ini pendapatan diperoleh dan juga dicatat dengan
berdasarkan penjualan barang atau jasa di dalam satu periode waktu
tertentu. Akun pendapatan pun terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni
pendapatan operasional dan juga pendapatan lainnya. Pendapatan
9|Akuntansi Dasar
AKUNTANSI DASAR
operasional adalah suatu pendapatan yang dicatat dengan berdasarkan
aktivitas penjualan atau kegiatan utama perusahaan.Sedangkan akun
pendapatan lainnya adalah akun yang didapat dan dicatat dengan
berdasarkan pendapatan yang tidak tetap, seperti bunga dan juga komisi
perusahaan.
Beban
Beban merupakan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh
perusahaan dalam rangka melakukan kegiatan perusahaan. contohnya
adalah biaya penjualan, perlengkapan perusahaan, dan berbagai beban
lainnya. Sama seperti pendapatan, akun beban pun terbagi lagi menjadi
dua kelompok, yakni beban pendapatan dan beban lainnya.
Beban operasional merupakan beban yang harus dikeluarkan oleh pihak
perusahaan dalam rangka menjalankan kegiatan operasional
perusahaan. Sedangkan beban lainnya adalah beban yang terjadi secara
tiba-tiba, dan dari sisi jumlah nominalnya pun tentu harus dibayar.
B. KONSEP DEBIT dan KREDIT
Sebelum lebih dalam kita membahas apa itu Debit dan Kredit, terlebih dahulu
kita ingat kembali tentang Persamaan Dasar Akuntansi.
Contoh ilustrasi:
Seorang pengusaha akan mendirikan perusahaan, namun segala sesuatu yang
dimiliki perusahaan ini berasal darimana sumber dananya?
1. Misalnya, sebuah perusahaan memiliki uang Rp200.000.000,00 yang
berasal dari setoran pemilik perusahaan.
10 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
2. Perusahaa memiliki sebuah kendaraan senilai Rp150.000.000,00 yang
bersumber dari uang pemilik perusahaan sebesar Rp50.000.000,00 dan
bersumber dari utang ke dealer mobil sebesar Rp100.000.000,00.
3. Perusahaan memiliki sebuah peralatan berupa komputer senilai
Rp20.000.000,00 yang bersumber dari utang kepada Toko Galaxy.
11 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Kesimpulannya apa yang dimiliki perusahaan tersebut nilainya harus sama
dengan sumber dananya.
Perhatikan gambar dibawah ini:
Persamaan Dasar Akuntansi
Asset/Harta = Liabilitas/Utang + Ekuitas/Modal
12 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
1. Pentingnya Pencatatan Debit dan Kredit
Perhatikan gambar dibawah ini:
Toko Kelontong
(goodnewsfromindonesia)
Salon
(liputan6.com)
Apakah di daerah sekitar kalian terdapat toko kelontong, salon, atau
pelaku-pelaku usaha lainnya? Pernahkah terlintas bagaimana cara mereka
melakukan pencatatan transaksi saat ada pelanggan yang datang?
Sebuah usaha bisnis tentu sering mengalami transaksi, baik secara
internal maupun eksternal. Transaksi-transaksi tersebut mengharuskan
perusahaan untuk membuat dokumen transaksi dalam bentuk laporan
keuangan. Salah satunya adalah untuk mengetahui laju keluar masuknya
dana sebuah usaha untuk meminimalisir kemungkinan over budget pada
kategori akun tertentu dalam pelaporan.
13 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Terdapat lima unsur yang ada dalam transaksi akuntansi, yakni
harta, utang, modal, pendapatan, biaya atau beban. Suatu transaksi
debit sudah pasti disertai dengan transaksi kredit. Sebuah usaha yang tidak
memiliki dokumen pelaporan debit dan kredit tidak bisa mengendalikan
aliran keluar masuknya keuangan. Selain itu, data-data keuangan juga
tidak dapat dilacak jika terjadi sesuatu terhadap keuangan usaha tersebut.
Dengan mencatat proses debit dan kredit diharapkan dapat membantu
mengawasi keuangan dari kemungkinan adanya korupsi atau fraud dari
pegawai. Karena data debit dan kredit yang baik selalu disertai dengan
kuitansi atau nota resmi yang dapat dipercaya.
2. Pengertian Debit dan Kredit dalam Akuntansi
Dalam dunia akuntansi debit serta kredit merupakan salah satu hal
yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Keduanya saling berhubungan
dan melengkapi. Setiap ada transaksi maka dua
hal yang selalu berdampingan ini akan muncul.
Tidak dapat dipisahkan dan pasti ada.
Pertama agar lebih mengenal mari
dipahami dengan baik pengertian dari debit dan
kredit itu sendiri. Umumnya bagi mayoritas
orang yang masih awam, banyak yang memiliki pengertian dimana
kredit merupakan sebuah pengurangan sementara debit merupakan
penambahan. Memang tidak salah pemikiran yang sangat sederhana
tersebut.
14 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Namun, ada pengertian yang lebih tepat terutama di dunia akuntansi.
Debit
Sebagai permulaan akan dibahas sedikit asal kata debit. Debit
berasal dari kata debere yang merupakan bahasa latin. Artinya
pencatatan akuntansi dimana aset dan biaya mengalami peningkatan.
Debit biasanya berada di sisi sebelah kiri dan pertambahan asset bisa
berupa penambahan uang, alat hingga hal yang tidak berwujud secara
langsung seperti sewa ataupun piutang.
Kredit
Istilah kredit sendiri merupakan pencatatan akuntansi untuk
akun utang dan ekuitas yang mengalami peningkatan. Kredit biasa
terletak di sisi kanan dan memiliki nama latin credere.
Jika aset maupun beban berada pada posisi kredit maka artinya
pengurangan nilai dari akun tersebut. Begitupun sebaliknya jika
akun utang, ekuitas dan pendapatan berada di posisi debit maka
artinya kedua jenis akun ini mengalami penurunan nilai.
3. Membedakan Debit dan Kredit dalam Akuntansi
Setiap kali transaksi akuntansi dibuat, setidaknya dua akun
selalu terpengaruh. Akun tersebut adalah entri debit dicatat pada
satu akun dan entri kredit dicatat terhadap akun lainnya. Tidak ada
batas atas jumlah akun yang terlibat dalam satu transaksi namun minimum
dua akun yang terpengaruh.
Total dari debit dan kredit untuk setiap transaksi harus selalu sama
satu sama lain, sehingga transaksi akuntansi selalu dikatakan dalam
keseimbangan (balance). Jika suatu transaksi tidak seimbang, maka tidak
mungkin membuat laporan keuangan.
Dengan demikian, penggunaan debit dan kredit dalam format
pencatatan transaksi dua kolom adalah yang paling penting dari semua
kontrol atas akurasi akuntansi. Seperti ini acuannya:
15 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Debit mengacu pada sisi kiri akun buku besar sedangkan kredit
berhubungan dengan sisi kanan akun buku besar. Dalam rekening
pribadi, penerima di debet sedangkan pemberi dikreditkan.
Apa pun yang masuk maka artinya masuk di-debit dalam akun neraca,
sementara apapun yang keluar maka artinya akan dikreditkan di
dalamnya.
Untuk laporan laba rugi semua pengeluaran dan kerugian didebit,
namun, semua pendapatan dan keuntungan dikreditkan.
Peningkatan debit disebabkan oleh kenaikan cash, inventaris, pabrik
dan mesin, tanah dan bangunan, pengeluaran seperti gaji, asuransi,
pajak, dividen, dan lain-lain. Peningkatan kredit ini disebabkan oleh
kenaikan dana pemegang saham, biaya keanggotaan, pendapatan
sewa, laba ditahan, hutang, dan lain-lain.
C. SALDO NORMAL
Saldo normal atau saldo normal akun merupakan suatu ketetapan yang
pasti dalam ilmu akuntansi terkait dengan posisi dari akun atau rekening yang
menjadi prinsip pembukuan berpasangan.
Suatu akun dapat memiliki saldo normal debit (Dr) atau kredit (Kr). Saldo
Normal Akun untuk Harta dan Beban adalah debit, saldo harta dan beban
akan bertambah jika terjadi transaksi yang mengakibatkan harta atau beban di
posisi debit. Sedangkan Saldo normal hutang (kewajiban), modal dan
pendapatan adalah Kredit, saldo utang, modal dan pendapatan akan
bertambah jika terjadi transaksi yang mengakibatkan utang, modal dan
kewajiban diposisi kredit.
Setiap akun atau rekening memiliki saldo normal yang telah ditetapkan
dalam ilmu akuntansi. Ketetapan dalam penentuan saldo normal akun ini
bersifat mutlak atau tidak bisa dirubah.
16 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Tabel Saldo Normal Akun
Nama Akun Debit Kredit Saldo Normal
– Debit
Asset (harta) + + Kredit
Liabilitas (Utang) –
(kewajiban)
Ekuitas (Modal) – + Kredit
Pendapatan – + Kredit
– Debit
Beban +
Keterangan:
Pada saat aset atau harta bertambah maka catatlah pada posisi debit,
sementara jika aset berkurang maka catatlah pada posisi kredit.
Adapun saldo normal akun aset berada pada debit.
Akun Liabilitas atau utang berbanding terbalik dengan aset. Jika utang
bertambah maka dicatat pada posisi kredit, sementara jika utang
berkurang dicatat pada posisi debit. Sehingga saldo normal akun
utang atau kewajiban pada sisi kredit.
Pada akun ekuitas atau modal pencatatan sama dengan akun utang, jadi
jika modal bertambah dicatat pada posisi kredit dan jika modal
berkurang dicatat pada posisi debit. Saldo normal modal pada sisi
kredit.
Pada akun pendapatan pencatatan sama dengan akun utang dan modal.
Jika pendapatan bertambah maka dicatat pada posisi kredit dan jika
pendapatan berkurang catat pada posisi debit. Sehingga saldo normal
pendapatan pun pada sisi kredit.
Pada akun beban pencatatan sama dengan akun aset. Jika beban
bertambah dicatat pada posisi debit, sementara jika beban berkurang
dicatat pada posisi kredit. Dan saldo normal beban juga berada pada
posisi debit.
17 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Trik memahami Saldo Normal
Berlandaskan dengan Persamaan Dasar Akuntansi
Asset+Beban+Pengembalian Ekuitas = Liabilitas+Ekuitas+Pendapatan
(Penggunaan Dana) (Sumber Dana)
Jadi, dapat disimpulkan :
1. Disebelah sisi kiri ada Debet yang berisi akun Asset, Beban dan
Pengembalian Ekuitas (prive, deviden)
2. Disebelah sisi kanan ada Kredit yang berisi akun Liabilitas, Ekuitas
dan Pendapatan
Catatan: Konsep Debit Kredit diatas berbeda dengan pencatatan pada
Akuntansi Perbankan.
D. Sistematika Pencatatan Akuntansi Kedalam Jurnal
1. Pengertian Jurnal
Jurnal merupakan catatan yang tersusun secara sistematis dan
berdasarkan kronologis dari transaksi-transaksi finansial yang jumlah
dan keterangannya ringkas. Diantaranya waktu kejadian, keterangan
transaksi serta debet dan kredit.
Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa :
a. Sumber pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti /dokumen transaksi
keuangan.
b. Pencatatan transaksi di lakukan secara berurutan (kronologis) menurut
tanggal kejadiannya.
c. Sistematis artinya pencatatan dilakukan dengan mengikuti kepada
aturan mendebit dan mengkredit akun.
d. Setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan kredit
(double entry accounting).
e. Jumlah debit dan jumlah kredit harus sama/seimbang.
18 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
2. Fungsi Jurnal
Beberapa fungsi jurnal sebagai catatan sistematis dalam pencatatan bukti
transaksi, yaitu:
a. Fungsi pencatatan , artinya semua transaksi yang terjadi
berdasarkan bukti dokumen yang ada harus dicatat seluruhnya
b. Fungsi historis artinya transaksi dicatat sesuai kejadian waktunya
c. Fungsi analisis artinya setiap transaksi yang dicatat dalam jurnal
harus merupakan analisis dari bukti bukti transaksi
d. Fungsi instruktif artinya pencatatan dala jurnal merupakan instruksi
atau perintah untukmelakukan posting debet/kredit ke dalam buku
besar
e. Fungsi informatif artinya jurnal dapat memberikan informasi
transaksi yang terjadi
3. Kegunaaan Jurnal
Transaksi pada awalnya di catat secara kronologis di buku jurnal
(journal) sebelum dipindahkan ke akun – akun. Jadi, jurnal disebut
dengan buku pencatatan awal. Jurnal memberikan beberapa kegunaan
yang signifikan pada proses pencatatan, yakni:
a. Menggunakan pengaruh lengkap suatu transaksi pada satu tempat
b. Menyediakan catatan transaksi secara kronologis.
c. Membantu mencegah atau mengetahui adanya kesalahan karena
jumlah debit dan kredit untuk setiap ayat dapat dengan mudah
dibandingkan.
19 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
4. Pencatatan Transaksi kedalam Jurnal
a) Proses Pencatatan dalam Jurnal
Proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal disebut penjurnalan.
Pedoman dasar yang harus diikuti dalam menyusun jurnal adalah
sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya
dari nota, kwitansi atau faktur
2. Menentukan masing-masing akun yang dipengaruhi oleh
transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya.
3. Menetapkan apakah masing-masing akun tersebut mengalami
penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi
tersebut.
4. Menetapkan apakah harus mendebit atau mengkredit akun
dengan menerapkan aturan debit-kredit.
5. Memasukkan transaksi tersebut ke dalam jurnal dengan cara
sebagai berikut:
Contoh Transaksi:
Pada tanggal 1 Desember 2021, Bengkel Sejahtera menerima pelunasan piutang
dari Pak Amin atas penggunaan jasa servis motor sebesar Rp500.000,00
1) Catat tanggal pada waktu memulai suatu halaman jurnal tulis tahun buku
pada baris atas kiri dari kolom tanggal. Pada baris berikutnya tulis singkatan
dari nama bulan, kemudian cantumkan tanggal di bagian kanan dari kolom
tanggal. Selanjutnya tanggal dari transaksi berikutnya dicatat secara
kronoligis sesuai tanggal transaksi, namum tidak perlu mengulangi menulis
nama bulan dan tahun.
Hal: 1
Cara Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
penulisan 2021
tanggal Des 1
2
20 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
2) Catat ayat Debit: Catat nama akun yang didebit dalam kolom keterangan pada
baris yang sama dengan tanggal, masukkan jumlah nominal pada kolom
debit.
Hal: 1
Catat Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Ayat 2021 Kas Rp500.000,00
Debit Des 1
3) Catat ayat Kredit : Pada baris berikutnya sedikit menjorok ke kanan, catat
akun yang harus dikredit dan kemudian masukkan jumlah nominal pada
kolom kredit.
Hal: 1
Catat Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Ayat 2021 Kas Rp500.000,00
Kredit Des 1
Piutang Usaha Rp500.000,00
4) Penjelasan/keterangan: Pada baris berikutnya di bawah ayat kredit diberi
tanda ( ) catat penjelasan akun mengenai transaksi.
Nama-nama akun biasanya menyatakan alasan bagi tiap transaksi, maka
sering kali suatu keterangan dianggap tidak diperlukan. Apabila keterangan
diperlukan, maka harus singkat dan jelas.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 1 Kas Rp500.000,00
Piutang Usaha Rp500.000,00
(Pelunasan dari Pak
Catat Amin)
Keterangan
21 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
5) Ref = Referensi/penunjuk pembukuan, belum digunakan pada saat
penjurnalan. Kolom ini dipergunakan pada saat posting ke dalam Buku Besar.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 1 Kas Rp500.000,00
Piutang Usaha Rp500.000,00
(Pelunasan dari Pak
Amin)
Belum di
isi/digunakan
b) Pencatatan dalam Jurnal
Dalam pencatatan kedalam jurnal, ketentuan pendebitan dan pengkreditan serta
saldo normal akun harus dipahami dengan benar. Agar pemahaman tentang
penjurnalan semakin jelas, berikut disajikan beberapa contoh transaksi dan
analisisnya.
1. Transaksi Penyetoran Modal
Euis Ristansi memulai usaha sendiri dibidang kecantikan dengan membuka
salon bernama Salon Euis pada awal Desember 2021. Euis memindahkan
uang dari rekening pribadinya ke rekening salonnya sejumlah
Rp300.000.000,00 sebagai modal.
Analisis Transaksi:
1) Asset berupa uang tunai (kas) bertambah sebesar Rp300.000.000,00.
Karena saldo normal asset adalah debit, maka ketika bertambah dicatat di
sisi debit.
2) Modal Euis juga bertambah berupa uang karena Euis menyetorkan uang
pribadinya untuk membuka salon. Karena saldo normal modal adalah
kredit, maka ketika bertambah dicatat dikolom kredit.
22 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Catatan: Setoran modal awal sebuah usaha, bukan hanya berupa uang (kas) tetapi
bisa juga dalam bentuk barang seperti perlengkapan dan bias juga asset tetap
seperti peralatan, gedung, tanah dll.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 1 Kas Rp300.000.000,00
Modal Euis Rp300.000.000,00
(Setoran modal
awal)
2. Transaksi Peminjaman
Untuk memperbesar Asset perusahaan, tanggal 10 Desember Euis
mengajukan pinjaman ke Bank sebesar Rp200.000.000,00 dan disetujui oleh
Bank Mandiri.
Analisis Transaksi:
1) Asset berupa uang tunai (kas) bertambah yang bersumber dari utang
Bank. Karena saldo normal asset adalah debit, maka ketika bertambah
dicatat di sisi debit.
2) Karena Euis mendapatkan uang dengan cara meminjam ke Bank, maka
utang Euis bertambah, yaitu berupa utang Bank. Karena saldo normal
utang adalah kredit, maka ketika bertambah dicatat di sisi kredit.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 10 Kas Rp200.000.000,00
Utang Bank Rp200.000.000,00
(Utang Bank
Mandiri)
23 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
3. Transaaksi pembelian Perlengkapan dan Peralatan
Salon Euis membeli perlengkapan salon seharga Rp40.000.000,00 dan
peralatan salon seharga Rp100.000.00,00 dari Toko Gajah Mungkur pada
tanggal 12 Desember. Pembayaran dilakukan tunai sebesar Rp90.000.000,00
dan sisanya dengan kredit.
Analisis Transaksi:
1) Asset bertambah berupa perlengkapan dan peralatan. Karena saldo
normal asset adalah debit, maka ketika bertambah dicatat di sisi debit.
2) Asset berkurang berupa kas karena uangnya digunakan untuk membayar
pembelian perlengkapan dan peralatan. Karena saldo normal asset adalah
debit, maka ketika berkurang dicatat di sisi kredit.
3) Utang bertambah karena ada sisa pembayaran yang masih belum
dibayarkan yaitu sebesar 50.000.000 yang berasal dari
140.000.000-90.000.000 = 50.000.000.
Karena saldo normal utang adalah kredit, maka ketika bertambah dicatat
di sisi kredit.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 12 Perlengkapan Rp 40.000.000,00
Peralatan Rp100.000.000,00
Kas Rp90.000.000,00
Utang usaha Rp50.000.000,00
(Pembelian
perlengkapan dan
perlatan secara tunai
dan kredit)
24 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
4. Transaksi Pendapatan Jasa Salon
Tanggal 17 Desember Salom Euis menerima pendapatan jasa sebesar
Rp5.000.000,00.
Analisis Transaksi:
1) Asset berupa kas bertambah karena Euis menerima uang tunai karena
telah memberikan pelayana kepada pelanggan yang dating ke salonnya.
Karena saldo normal asset adalah debit, maka ketika bertambah dicatat di
sisi debit.
2) Pendapatan jasa bertambah karena jasa salon telah diberikan atau telah
dinikmati oleh pelanggan. Karena saldo normal pendapatan adalah kredit,
maka ketika bertambah dicatat di sisi kredit.
Catatan: Terdapat perbedaan mendasar antara pencatatan dalam persamaan dasar
akuntansi dan penjurnalan yang harus dipahami. Berdasarkan contoh diatas, jika
transaksi tanggal 17 Desember di catat pada persamaan dasar akuntansi, akun
Modal Euis akan berubah. Dilain pihak, pada penjurnalan, perubahan modal akan
dicatat melalui pendapatan jasa sehingga dalam hal ini modal tidak berubah
sampai akhir periode akuntansi. Pada akhir periode nilai modal akan berubah
setelah ditambah atau dikurangi dengan saldo laba atau rugi dan prive dalam
laporan perubahan ekuitas.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 17 Kas Rp5.000.000,00
Pendapatan Jasa Rp5.000.000,00
(Menerima jasa
pendapatan
salon)
25 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
5. Pembayaran Gaji
Tanggal 20 Desember dibayarkan gaji pegawai Salon Euis sebesar
Rp 2.000.000,00
Analisis Transaksi:
1) Asset berupa kas berkurang karena digunakan untuk membayar gaji
pegawai. Karena saldo normal asset adalah debit, maka ketika
bertambah dicatat di sisi debit.
2) Akun beban bertambah (naik) maksudnya adalah Euis memiliki beban
yang harus dia tanggung. Karena saldo normal beban adalah debit, maka
ketika bertambah dicatat di sisi debit.
Hal: 1
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
2021
Des 20 Kas Rp2.000.000,00
Beban Gaji Rp2.000.000,00
(Membayar gaji
pegawai)
E. Bentuk-Bentuk Jurnal
Dalam pembagiannya, Jurnal terbagi menjadi 2 yaitu:
a. Jurnal Umum merupakan jurnal yg mencatat seluruh transaksi dalam
satu kesatuan (berdasarkan urutan waktu).
Bentuk dari jurnal umum sebagai berikut:
1) Terdapat judul/identitas badan usaha
2) Terdapat kolom tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan,
dan tahun terjadinya transaksi.
3) Kolom akun atau keterangan digunakan untuk mencatat transaksi
yang didebit dan dikredit, disertai keterangan singkat tentang
transaksi tersebut.
26 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
4) Kolom ref. (referensi) digunakan untuk mencatat kode akun ketika
ayat jurnal dipindahkan ke buku besar. Sebelum dipindahkan, kolom
ref. tetap dalam keadaan kosong.
5) Kolom debit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
6) Kolom kredit digunakan untuk mencatat nilai transaksi.
7) Halaman digunakan sebagai referensi pada buku besar.
SALON EUIS
Jurnal Umum
Periode yang berakhir 31 Desember 2021
Hal: 1
Tanggal Akun/Keterangan Ref Debit Kredit
2021 Kas Rp300.000.000,00
Des 1
Modal Euis Rp300.000.000,00
(Setoran modal
awal)
10 Kas Rp200.000.000,00
Utang Bank Rp200.000.000,00
(Utang Bank
Mandiri)
12 Perlengkapan Rp 40.000.000,00
Peralatan Rp100.000.000,00
Kas Rp90.000.000,00
Utang usaha Rp50.000.000,00
(Pembelian
perlengkapan dan
perlatan secara tunai
dan kredit)
17 Kas Rp5.000.000,00
Pendapatan Jasa Rp5.000.000,00
27 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
(Menerima
pendapatan jasa
salon)
20 Kas Rp2.000.000,00
Beban Gaji Rp2.000.000,00
(Membayar gaji
pegawai)
Jumlah Rp647.000.000,00 Rp647.000.000,00
Catatan: Anatar Jumlah Debit dan Kredit haruslah sama (Balance)
b. Jurnal Khusus
Jurnal ini dipergunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara
spesifik berdasarkan jenis, sesuai kebutuhan perusahaan. Jurnal khusus
digunakan pada Perusahaan Dagang. Namun perlu di pahami, bahwa
dalam Perusahaan Dagangpun masih tetap membtuhkan Jurnal Umum.
Saat nanti mempelajari Perusahaan Dagang, penjurnalan yang
dibutuhkan adalah 5 yang terdiri dari Jurnal Umum, dan 4 Jurnal
Khusus.
Jenis jurnal khusus yang sering dipergunakan adalah:
1) Jurnal penjualan (Sales Journal) Berfungsi sebagai tempat mencatat
transaksi penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit.
2) Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal) Berfungsi sebagai
tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas.
3) Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal) Berfungsi sebagai
tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.
4) Jurnal Pembelian (Purchases Journal) Jumal pembelian berfungsi
sebagai tempat mencatat transaksi pembelian barang yang dilakukan
secara kredit
28 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
29 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
30 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
Catatan : Bentuk dari Ketiga Jurnal diatas sama seperti Jurnal Umum.
31 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
TUGAS MANDIRI
Buatlah contoh 10 Transaski dalan sebuah usaha jasa, analisislah
masing-masing transaksi dan catatlah kedalah jurnal!
32 | A k u n t a n s i D a s a r
AKUNTANSI DASAR
DAFTAR PUSTAKA
https://accurate.id/akuntansi/debit-dan-kredit-dalam-akuntansi/
https://accuratecloud.id/2016/12/20/penggolongan-akun-akuntansi/
https://www.accurateonline.co/penggolongan-akun-akuntansi/
https://www.goodnewsfromindonesia.id/uploads/post/large-photogrid-
1562749655025-b55c0b38787e4a54973806b85c23b090.jpg
https://www.feenance.web.id/2020/07/akun-pengertian-penggolongan-
manfaat.html
https://www.youtube.com/watch?v=JbL4IbiN9cU
https://www.youtube.com/watch?v=uHSJPjLMu8s
https://majoo.id/solusi/detail/debit-kredit
https://www.accurateonline.co/penggolongan-akun-akuntansi/
33 | A k u n t a n s i D a s a r