The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chatarinaintan843, 2023-08-17 22:37:33

flipbook stasiun balung

flipbook

Nama : Chatarina Intan Ekasari NIM : 200210302059 Mata Kuliah : Sejarah Agraria (B) Sejarah Aset Tanah Milik Mbah Sandiyem Pada kesempatan kali ini saya Chatarina Intan Ekasari akan menceritakan mengenai hak kepemilikan tanah tempat tinggal yang saya tempati sekarang yang merupakan milik nenek saya yaitu Mbah Sandiyem. Tempat tinggal saya beralamat di Dusun Tanjung, RT 03/RW 03, Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Proinsi Jawa Tengah. Saya mendapatkan informasi hak kepemilikan tanah tempat tinggal saya ini dari Mbah Sakijo yang merupakan kakak pertama dari nenek saya. Sebelum menceritakan mengenai hak kepemilikan rumah tempat tinggal saya ini, terlebih dahulu saya akan menceritakan silsilah keluarga saya yang dimulai dari Mbah buyut saya yaitu Mbah Sarikem. Mbah Sarikem memiliki suami yang bernama Mbah Karsorejo. Mbah Sarikem dan Mbah Karsorejo memiliki 6 orang anak, yang terdiri dari 2 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Anak pertama bernama Mbah Sakijo, anak kedua bernama Mbah Sakijem, anak ketiga bernama Mbah Sakinem, anak keempat bernama Mbah Sakiyem, anak kelima bernama Mbah Sandiyem yang merupakan nenek saya, dan anak terakhir atau anak keenam bernama Mbah Maijo. Mbah Sarikem bersama suami dan anak-anaknya tinggal di Tanjung, RT 03/RW 03, Kerjo Kidul, Ngadirojo. Sebelum tinggal di dusun Tanjung, Mbah Sarikem tinggal bersama keluarganya disebuah dusun yang jaraknya sekitar 3km dari dusun Tanjung yaitu dusun Tiyoso, Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Kedua orang tua kandung Mbah Sarikem tidak diketahui pasti siapa dan dimana keberadaannya. Dari informasi yang saya dapatkan dari Mbah Sakijo juga tidak mengetahui siapa orang tua kandung dari Mbah Sarikem ini. Mbah Sarikem dulunya merupakan seorang tukang pijat (tukang urut) atau pada zaman dahulu orang-orang menyebutnya dukun pijat yang cukup popular di Desa Kerjo Kidul. Pada suatu ketika Mbah Sarikem ini pergi melakukan acara tirakatan atau dalam artian karena Mbah Sarikem


merupakan tukang urut jadi ia melakukan sebuah ritual di Gunung Lawu daerah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Saat melakukan acara tirakatan tersebut, Mbah Sarikem bertemu seorang wanita tua yang bernama Mbah Engglik. Mereka saling bertukar cerita masingmasing. Mbah Engglik ini tidak mempunyai suami dan anak, sehingga ia memiliki niat untuk menjadikan Mbah Sarikem ini sebagai anaknya. Karena Mbah Sarikem juga tidak memiliki orang tua kandung yang jelas, maka Mbah Sarikem menerima Mbah Engglik sebagai pengganti kedua orang tuanya. Setelah selesai melakukan acara tirakatan di Gunung Lawu daerah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Mbah Engglik dan Mbah Sarikem kembali ke Dusun Tiyoso, Desa Kerjo Kidul. Awal mula tanah tempat tempat tinggal saya ini sebelum dijadikan bangunan rumah, dulunya merupakan lahan kosong yang dibeli oleh orang tua pengganti Mbah Sarikem. Mbah Engglik membeli lahan kosong ini dari Mandor Berit yang merupakan seorang warga Dusun Gayam, Desa Kerjo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Namun tidak diketahui berapa biaya yang dikeluarkan oleh Mbah Engglik ini untuk membeli lahan kosong tersebut. Lahan kosong yang dibeli oleh orang tua pengganti Mbah Sarikem atau Mbah Engglik ini kemudian diwariskan kepada Mbah Sarikem. Lahan seluas sekitar ± 4.100 m² (empat ribu seratus meter persegi) diwariskan kepada 4 anak perempuan Mbah Sarikem dan lahan kosong tersebut dibagi 4 bagian tanah. Lahan tersebut dibagikan kepada Mbah Sakijem, Mbah Sakiyem, Mbah Sakinem, dan Mbah Sandiyem. Pembagian lahan tersebut terjadi pada tahun 1985. Lahan kosong yang diwariskan oleh Mbah Sarikem tersebut merupakan lahan kosong yang luas, lahan tersebut dibagi menjadi 4 bagian tanah sehingga rumah yang ditempati oleh anak anak Mbah Sarikem ini saling bersebelahan. Dari rumah yang paling timur merupakan rumah anak perempuan pertama Mbah Sarikem yaitu Mbah Sakijem, kemudian sebelahnya rumah Mbah Sakiyem, lalu sebelahnya lagi merupakan rumah saya saat ini, dan di sebelah barat rumah saya merupakan rumah Mbah Sakinem. Kedua anak laki-laki Mbah Sarikem yaitu Mbah Sakijo dan Mbah Maijo tidak diberikan warisan tanah karena kedua anak laki-laki tersebut setelah menikah ikut hidup dengan istri masingmasing. Rumah yang saya tempati hingga saat ini beralamat di dusun Tanjung, RT 03/RW 03, Kerjo Kidul, Ngadirojo, Wonogiri. Hak kepemilikan tanah tempat tinggal ini atas nama nenek saya yaitu Mbah Sandiyem. Nenek saya mengurus hak kepemilikan tanah tempat tinggal ini pada tahun 1989,


setelah mendapat warisan tanah pada tahun 1985, namun Mbah Sandiyem baru mengurus hak kepemilikan tanah tersebut 4 tahun setelahnya. Saat mengurus hak kepemilikan tanah tersebut, pada saat itu keadaan lahan masih lahan kosong belum dibangun sebuah rumah. Untuk mengurus sertifikat kepemilikan tanah ini, nenek saya mengeluarkan biaya sekitar Rp 600,00. Berdasarkan sertifikat hak milik yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Wonogiri, Nomor 1931, Nomor Pendaftaran 329, Tahun 1989, menyatakan bahwa keadaan tanah merupakan sebidang tanah pekarangan kosong dan tempat tinggal saya ini memiliki luas ± 1025 m² (seribu dua puluh lima meter persegi) dan yang minta ukur yaitu atas nama Sandiyem isteri Sutiman. Tempat tinggal saya ini berbatasan langsung dengan lahan milik kakak dari nenek saya, di sebelah kiri berbatasan langsung dengan lahan milik kakak keempat nenek saya yaitu Mbah Sakiyem, di sebelah kanan berbatasan langsung dengan lahan milik kakak ketiga nenek saya yaitu Mbah Sakinem, dan bagian belakang berbatasan langsung dengan lahan milik tetangga saya yaitu Mbah Karyomejo. Hingga saat ini tempat tinggal yang saya tempati bersama keluarga ini hak miliknya masih atas nama Mbah Sandiyem. Rumah ini saya tempati bersama kakek saya yaitu Mbah Sutiman, kedua orang tua saya, dan anak bungsu nenek saya yaitu paman saya dan istrinya.


Bukti Kepemilikan Tanah


Foto Kepemilikan Tanah


Click to View FlipBook Version