The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ENSIKLOPEDIA DIGITAL BERISI IDENTIFIKASI TUMBUHAN SPERMATOPHYTA BERBASIS POTENSI LOKAL MONUMEN KRESEK MADIUN DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI PLANTAE KELAS X SMA/MA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by shellymustika99, 2021-12-31 05:27:40

E-ENSIKLOPEDIA SPERMATOPHYTA

ENSIKLOPEDIA DIGITAL BERISI IDENTIFIKASI TUMBUHAN SPERMATOPHYTA BERBASIS POTENSI LOKAL MONUMEN KRESEK MADIUN DIGUNAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI PLANTAE KELAS X SMA/MA

Keywords: ENSIKLOPEDIA,SPERMATOPHYTA

E-Ensiklopedia

SPERMATOPHYTA

DI MONUMEN KRESEK MADIUN

OLEH:
SELLY MUSTIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENGETAHUAN
UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan nikmat serta
karunia-Nya sehingga Buku E-Ensiklopedia Spermatophyta dapat
diselesaikan. E-Ensiklopedia Spermatophyta merupakan hasil dari
penelitian identifikasi tumbuhan berbiji (Spermatophyta) yang ada
di Monumen Kresek Madiun, yang mana buku digital ini ditujukan
untuk siswa Kelas X sebagai sumber belajar pelajaran Biologi bab
pembahasan Plantae.

E-Ensiklopedia Spermatophyta dapat terselesaikan dengan
maksimal berkat kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, saya sebagai penulis menyampaikan terima kasih
kepada segenap pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan
Buku E-Ensiklopedia Spermatophyta.

Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam buku ini.
Untuk itu kritik dan saran terhadap penyempurnaan buku sangat
diharapkan. Sekian, semoga buku ini dapat memberi manfaat
untuk siswa Kelas X khususnya dan semua pihak yang
membutuhkan.

Madiun, Desember 2021

Penulis

i

Daftar Isi i
ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi 1
Petunjuk Penggunaan Buku 2
Spermatophyta 3
Angiospermae 4
Monokotil 5
6
Palem Raja 7
Dikotil 8
9
Asoka 10
Kersen 11
Mahoni
Pagoda 12
Rambutan
Sepatu 13

Gymnospermae

Pustaka

ii

Petunjuk penggunaan buku

Nama Spesies

Gambar Klasifikasi
Spesies Spesies

Keterangan Gambar
dan sumber bunga/biji

gambar Cara
reproduksi
penjelasan
morfologi
spesies

iii

SPERMATOPHYTA

Tumbuhan berbiji atau

Spermatophyta (Yunani,

sperma=biji, phyton=tumbuhan)

adalah kelompok tumbuhan yang

memiliki ciri khas, yaitu adanya

suatu organ yang berupa biji. Biji

merupakan bagian yang berasal

dari bakal biji dan di dalamnya

mengandung calon individu baru,

yaitu lembaga. Lembaga akan

terjadi setelah terjadi

penyerbukan atau persarian yang

diikuti oleh pembuahan (Lidi &

Daud, 2019) Ciri-ciri:

1.Memiliki akar, batang dan daun sejati serta berkas
pengangkut

2.Tubuhnya makroskopis dengan ukuran yang bervariasi.
3.Alat perkembangbiakan jelas antara jantan dan betina
4.Reproduksi melalui penyerbukan (polinasi) dan pembuahan

(fertilisasi).
5.Cara hidup fotoautotrof

1

Sub-divisi ANGIOSPERMAE

Angiospermae merupakan tumbuhan biji tertutup
yang masuk dalam sub divisi tumbuhan
Spermatophyta (Almukarramah et al., 2019)

Ciri-ciri:

Bakal biji diselubungi daun buah (karpela) yang merupakan bakal
buah.
Berupa herba, perdu, atau pohon.
Mempunyai organ yang berupa bunga lengkap (terdapat kelopak
bunga, mahkota bunga, serta alat kelamin berupa benang sari dan
putik).

Klasifikasi

Monokotil
Dikotil

2

Sub-divisi ANGIOSPERMAE

Monokotil

Berbiji tunggal (hanya memiliki satu daun lembaga),
berakar serabut, batang sama besar dan tidak
bercabang.
Daun tunggal berpelepah, bertulang sejajar. Bagian
bunga kelipatan tiga (trimer)
Akar dan batang tidak berkambium, xilem dan floem
tersebar.

3

Palem Raja (Roystonia Sp.)

Kingdom Klasifikasi
Divisi : Plantae
Sub Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Famili : Monocotyledonae
Genus : Aracaceae / Palmaceae
Spesies : Roystonea
: Roystonea Sp.(palem raja)

Gambar 1. tanaman palem raja
Sumber : dokumen pribadi

Morfologi Gambar 2. Buah Palem Raja
Sumber : dokumen pribadi
Palem Raja termasuk tanaman yang memiliki batang
tegak tidak bercabang dan kokoh lurus ke atas, reproduksi dengan biji
memiliki akar yang memadat sehingga dapat dan memecah diri
menopang tubuh palem. memiliki tulang daun
menyirip, dan akar yang berbentuk serabut.
memiliki 2 jenis bunga yaitu bunga betina yang
berbentuk bulat dengan ujung kelopak rata dan
bunga jantan berbentuk lonjong ujung kelopak
runcing.

4

Sub-divisi ANGIOSPERMAE

Dikotil

Berkeping dua (memiliki dua daun lembaga), akar
tunggang, batang kerucut panjang, bercabang dan
berkambium.
Daun tunggal atau majemuk, tulang daun menyirip atau
menjari, dan bagian bunga kelipatan dua, empat atau
lima.
Memiliki kambium sehingga dapat mengalami
pertumbuhan sekunder (pertumbuhan melebar), xilem
dan floem tersusun dalam lingkaran

5

Asoka (Ixora acuminata)

Kingdom Klasifikasi
Sub Divisi

Kelas
Ordo : Plantae
Famili : Spermatophyta
Genus : Magnoliopsida
Spesies : Gentianales
: Rubiaceae
: Ixora
: Ixora acuminata

Gambar 1. tanaman bunga asoka Gambar 2. bunga asoka
Sumber : dokumen pribadi Sumber : dokumen pribadi

Morfologi

bunga asoka memiliki batang berwarna kecoklatan
dan mempunyai sistem perakaran tunggang. tumbuh
tegak dan memiliki percabangan simpodial. daun
menyirip dan berpasang pasangan. bunga yang
bersifat majemuk dan berkelamin dua serta
bergerombong.

Cara perkembang biakan bunga
soka adalah dengan cara vegetatif,

yaitu dapat dikembang biakan
dengan cara stek atau cangkok

6

Kersen (Ixora acuminata)

Klasifikasi




Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Sub Kelas : Dilleniidae

Ordo : Malvales

Famili : Elaeocarpaceae

Genus : Muntingia

Spesies : Muntingia calabura L.

Gambar 1. tanaman kersen
Sumber : dokumen pribadi

Morfologi Gambar 2. bunga kersen
Sumber : dokumen pribadi
Kersen tergolong pohon kecil hingga sedang, tinggi
mencapai 12 m, pohon kebanyakan berupa perdu Cara perkembang biakan
yang besar, batang kadang lurus, bebas cabang dengan biji (vegetatif)
relatif penek, pangkal batang biasanya sedikit
berbanir. Kayu tersasnya sangat keras, agak liat
berwarna coklat, tajuk selalu hijau, percabangan
mendata membentuk naungan, ranting berambut
halus. Buah kersen termasuk buah buni bertangkai,
bentuk bulat, warna buah masak merah, diameter 1-
1,5 cm. Biji terdapat di dalam daging seperti pasir,
dalam buah terdapat beberapa ribu biji yang kecil.

7

Mahoni (Swietenia macrophylla)

Kingdom Klasifikasi
Divisi : Plantae
Subdivisi : Spermatophyta
Class : Angiospermae
Ordo : Magnoliopsida
Famili : Spindales
Genus : Meliaceae
Spesies : Swietenia
: Switenia macrophyla King..

Gambar 1. tanaman mahoni Gambar 2. Buah mahoni
Sumber : dokumen pribadi Sumber : dokumen pribadi

Morfologi

Bunga pagoda merupakan perdu meranggas. Ia
dapat tumbuh mencapai tinggi hingga 1 sampai 3
meter. Batangnya penuh dengan rambut halus,
berdaun tunggal, bertangkai, letak berhadapan,
bentuk bulat telur lebar, pangkal berbentuk
jantung, daun tua bercagap menjari yang panjang
dapat mencapai 30 cm.

Reproduksi dengan cara
vegetatif berupa cangkok

8

Pagoda (Clerodendrum paniculatum)

Kingdom Klasifikasi
Divisi : Plantae
Subdivisi : Spermatophyta
Class : Angiospermae
Ordo : Magnoliopsida
Famili : Lamiales
Genus : Lamiaceae
Spesies : Clerodendrum
: Clerodendrum paniculatum

Gambar 1. tanaman pagoda Gambar 2. Bunga Pagoda
Sumber : dokumen pribadi Sumber : dokumen pribadi

Morfologi

Pohon mahoni adalah tumbuhan berkayu keras
dengan ukuran besar. Tanaman ini mampu tumbuh
mencapi ketinggian 40 meter dengan diameter
batang hingga 120 cm. Mahoni memiliki batang yang
lurus, bentuknya silindris, banyak cabang, serta tidak
berbanir

Reproduksi dengan biji dan
cangkok

9

Rambutan (Nephelium lappaceum)

Kingdom Klasifikasi
Divisi : Plantae
Subdivisi : Spermatophyta
Class : Angiospermae
Ordo : Magnoliopsida
Famili : Sapindales
Genus : Sapindaceae
Spesies : Clerodendrum
: Nephelium lappaceum L.

Gambar 1. tanaman Rambutan Gambar 2. Bunga rambutan
Sumber : dokumen pribadi Sumber : dokumen pribadi

Morfologi Reproduksi dengan
penyerbukan
Bunga Pagoda mempunyai sistem akar tunggal.
Batang tanaman ini memiliki tekstur yang keras dan
tidak rata, serta termasuk tanaman yang berumur
panjang. Buah rambutan memiliki bentuk yang bulat
hingga bulat memanjang dengan kulit yang dipenuhi
dengan rambut. Ada yang berambut panjang ada
juga yang pendek.

10

Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Kingdom Klasifikasi
Divisi : Plantae
Subdivisi : Spermatophyta
Class : Angiospermae
Ordo : Dycotyledone
Famili : Malvales
Genus : Malvaceae
Spesies : Hibiscus
: Hibiscus rosa-sinensis L.

Gambar 1. tanaman bunga sepatu
Sumber : dokumen pribadi

Morfologi Gambar 2. bunga sepatu
Sumber : dokumen pribadi
bunga sepatu memiliki hibitus perdu tinggi sekitar 3
m dan merupakan tumbuhan tahunan. batang bunga
sepatu berkayu dan keras, daun tungga dan beringgit
berwarna hijau muda dan hijau. bunga sepatu
termasuk bunga lengkap yaitu mempunyai kelopak
yang berbentuk lonceng, mahkota, memiliki benang
sari dan putik. buah yang dihasilkan berbentuk kecil
dan lonjong.

Reproduksi bunga sepatu
dilakukan dngan autogami

11

Sub-divisi GYMNOSPERMAE

Gymnospermae merupakan tumbuhan biji terbuka
yang masuk dalam sub divisi tumbuhan
Spermatophyta (Rahayu, E., & Rahmawati, L., 2021)

Ciri-ciri:

Memiliki bakal biji yang tidak tertutup oleh daun buah.
Berupa perdu atau pohon, batang dapat tumbuh membesar dan
bercabang-cabang.
Belum memiliki bunga sejati (hanya berupa strobilus jantan dan
betina).
Gymnospermae berumah dua hanya memiliki salah satu strobilus
(jantan atau betina), sedangkan Gymnospermae berumah satu
memiliki kedua jenis strobilus.

Reproduksi

Gynmospermae bereproduksi dengan seksual atau generatif
(membentuk biji). Gymnospermae mengalami pembuahan tunggal.

11

Pustaka

Almukarramah, A., Ibrahim, I., & Sufriadi, S. (2019). Tanaman
Berkhasiat Obat dari Sub Kelas Sympetaleae yang
digunakan Masyarakat. Serambi Saintia: Jurnal Sains
dan Aplikasi, 7(1), 18-25.

Lidi, M. W., & Daud, M. H. (2019). Identifikasi Materi Lokal
Kawasan Gunung Iya sebagai Sumber Belajar Biologi di
Kota Ende. PSEJ (Pancasakti Science Education
Journal), 4(2), 97-105.

Rahayu, E., & Rahmawati, L. (2021). Teknik Perbanyakan
Tanaman Melinjo (Gnetum gnemon) Dengan Cara
Okulasi Sambung. KENANGA: Journal of Biological
Sciences and Applied Biology, 1(1), 18-24.

8


Click to View FlipBook Version