Teori Dramaturgi
Erving Goffman
MK Teori Sosiologi
Kontemporer
Kelompok 7
1. Erwin Tri Wahyuni (21413241003)
2. Yuni Rahma Dianti (21413241020)
3. Giani Diva Ayu Prasetyo (21413241031)
4. Intan Yuliana Nur Indahsari (21413244033)
5. Luqyana Rahma Salsabila (21413244037)
6. Yolanda Octarini (21413244042)
01. Biografi Singkat
❑ Erving Goffman lahir pada 11 Juni
1922 di Mannville, Alberta, Kanada. Ia
berasal dari keluarga Yahudi Ukraina
yang bermigrasi ke Kanada saat
pergantian abad.
❑ Dari tahun 1937, Goofman menempuh
pendidikan di Sekolah Tinggi Teknik
St. John di Winnipeg. Kemudian pada
1939, ia terdaftar sebagai mahasiswa
jurusan kimia di Universitas Manitoba.
❑ Goffman kemudian mengembangkan minatnya dalam bidang Sosiologi dan
sempat bertemu dengan sosiolog Amerika Utara, yaitu Dennis Wrong.
❑ Goffman meninggalkan Universitas Manitoba dan mendaftar di Universitas
Toronto. Tahun 1945 dia lulus dengan gelar Bachelor of Arts (BA) dalam
bidang Sosiologi dan Antropologi.
❑ Pindah ke Universitas Chicago dan menerima gelar MA di tahun 1949, serta
gelar Ph.D di tahun 1953 dalam bidang Sosiologi.
❑ Goffman wafat pada 19 November 1982 di Philadelphia, Pennsylvania karena
penyakit kanker lambung yang dideritanya.
02. Tokoh yang Melatarbelakangi
❑ Secara singkat, Teori Dramaturgi memandang kehidupan manusia sebagai
panggung sandiwara dan manusia memainkan peran yang ia dapat sebaik
mungkin agar audience mampu mengapresiasi dengan baik pementasan tersebut
❑ Teori Dramaturgi Erving Goffman tidak dapat lepas dari pengaruh teori
George Herbert Mead dengan konsep The Self
❑ Dramaturgi juga merupakan sumbangan dari Goffman untuk perluasan teori
interaksi simbolik
❑ Menurut Mead (dalam Ritzer,
2012:636), konsep diri pada dasarnya
terdiri dari jawaban individu atas
pertanyaan mengenai “siapa aku?” yang
dikumpulkan dalam bentuk kesadaran
diri individu mengenai keterlibatan
khususnya dalam seperangkat hubungan
sosial yang sedang berlangsung
❑ Teori Dramaturgi ini juga banyak
diilhami oleh perspektif interaksi
simbolik
03. Teori yang Dikemukakan
❑ Teori Dramaturgi adalah teori yang menjelaskan bahwa di dalam kegiatan
interaksi satu sama lain sama halnya seperti pertunjukan sebuah drama.
❑ Manusia dianggap sebagai aktor yang menampilkan segala sesuatu untuk
mencapai tujuan tertentu melalui drama yang dilakukan.
❑ Dalam Dramaturgi terdiri dari front stage (panggung depan) dan backstage
(panggung belakang).
❑ Panggung depan atau front stage, yaitu ketika seseorang memainkan peran yang
bukan aslinya di hadapan seseorang. Panggung belakang atau backstage, yaitu
yang dapat mengetahui kehidupan sosial sesungguhnya adalah diri sendiri bukan
orang lain.
❑ Front stage dibagi menjadi dua bagian, yaitu 1) Setting (pemandangan fisik
yang harus ada jika aktor memainkan perannya), dan 2) Front Personal
(berbagai macam perlengkapan sebagai pembahasa perasaan dari sang aktor).
❑ Front Personal dibagi menjadi dua, yaitu 1) Penampilan (berbagai jenis barang
yang mengenalkan status sosial aktor), dan 2) Gaya (mengenalkan peran macam
apa yang dimainkan aktor dalam situasi tertentu).
❑ Ketika seseorang sedang memainkan peran dalam pentas drama, belum tentu
kehidupan nyata yang dialami sama seperti cerita yang dibuat dalam drama
tersebut karena arena yang dapat mengetahui sifat dan kehidupan seseorang
adalah diri sendiri.
❑ Pertunjukan yang terjadi di masyarakat adalah agar memberi kesan yang baik
untuk mencapai tujuan. Tujuan dari presentasi dari Diri - Goffman ini adalah
penerimaan penonton akan manipulasi. Aktor akan membawa penonton untuk
mencapai tujuan dari pertunjukan tersebut. Ini dapat dikatakan sebagai bentuk
lain dari komunikasi.
❑ Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antar manusia ada “kesepakatan”
perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari
maksud interaksi sosial tersebut.
04. Kelemahan dan Kritik
A. Kelemahan
❑ Teori ini tidak mendukung pemahaman tujuan sosiologi yang berupa kekuatan
kemasyarakatan karena tuntutan peran yang memunculkan bentrokan bila
berhadapan dengan peran kemasyarakatan
❑ Teori ini juga cenderung condong pada positivisme
B. Kritik
Kritik terhadap Teori Dramaturgi menurut Widodo (2010: 182):
❑ Dramaturgi kurang memperhatikan struktur sosial
❑ Dramaturgi dianggap menggunakan perspektif objektif
❑ Dramaturgi cenderung terbatas dan hanya berlaku pada situasi total
❑ Dramaturgi cenderung menihilkan eksistensi masyarakat
Adapun kritik terhadap Teori Dramaturgi berdasarkan pendapat pribadi:
➢ Teori Dramaturgi tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap
tujuan-tujuan sosiologi untuk memahami masyarakat
05. Contoh Fenomena
Terdapat seorang mahasiswa bernama Yuni yang mengikuti beberapa
kegiatan organisasi. Ketika hendak pergi ke kampus, kantin, perpustakaan, atau
fasilitas kampus lainnya, dia harus menyesuaikan dirinya sebaik mungkin,
berpenampilan selayaknya mahasiswa, membawa buku, pulpen, serta laptop. Sikap
yang ia bentuk itulah yang dinamakan Dramaturgi. Yuni sebagai individu
memainkan perannya sebagai mahasiswa. Ia ke kampus membawa buku, pulpen, dan
laptop untuk menunjang perkuliahannya. Di samping itu, ia memantaskan diri
dengan menggunakan pakaian selayaknya mahasiswa sesuai selera fashion-nya.
Yuni sebagai individu sekaligus mahasiswa telah dicirikan di atas, yaitu
ketika berinteraksi dan berhadapan dengan masyarakat, terutama dengan masyarakat
kampus. Kehidupan bermasyarakat inilah yang menjadi objek panggung depan atau
front stage. Ketika Yuni sudah di rumah, dia adalah individu yang berbeda atau
jarang ditonjolkan. Keadaan tersebut dinamakan backstage atau di balik
panggung/layar. Layaknya sebuah panggung teater, studio acara, atau lokasi
shooting, para aktor yang sedang di backstage tentu akan melakukan hal-hal yang
berbeda dengan yang di front stage. Mereka dapat lebih santai dan menjadi dirinya
sendiri saat berada di belakang layar. Begitu juga Yuni yang ada pada kondisi
backstage. Yuni dapat melakukan hal-hal yang tidak dilakukannya ketika di kampus
dan bisa jadi hal tersebut adalah suatu kebiasaan yang kurang berkenan jika dilihat
oleh khalayak luas.
Daftar Pustaka
Melati, M. R. (2016). Analisis Konsep Dramaturgi Erving Goffman dalam Pola Penggunaan
Ruang Publik Kafe Oleh Mahasiswa di Kota Surakarta. (Skripsi Sarjana, Universitas
Sebelas Maret, 2016). Diakses dari
https://www.neliti.com/publications/163552/analisis-konsep-dramaturgi-erving-
goffman-dalam-pola-penggunaan-ruang-publik-kaf
Pradhana, T. A. (2019). Self Presenting pada Media Sosial Instagram dalam Tinjauan Teori
Dramaturgi Erving Goffman: studi pada Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya
(Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).
Santoso, B. 2017. Teori Dramaturgi. Makalah.
Sukidin, & Suharso, P. (2015). Pemikiran Sosiologi Kontemporer. Jember: UPT Penerbitan
UNEJ.
Suneki, S. dan Haryono. (2012). Paradigma Teori Dramaturgi terhadap Kehidupan Sosial. Jurnal
Ilmiah CIVIS, 11(2). Diakses dari
https://core.ac.uk/download/pdf/234022407.pdf.
Welania, S. (2012). Teori Dramaturgi Erving Goffman. Resume. Diakses dari
https://www.academia.edu/10094552/teori_dramaturgi_erving_goffman.