The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Kami Departemen Neurologi sangat berbahagia mendapat kesempatan untuk melepas pergi rekan kakak kelas kami, yaitu dr. Andi Muhammad Rizqi, Sp.N, dr. Putri Ulya Rachman, Sp.N, dr. Nadiah Nurul Ikhsani, Sp.N, dr. Anindito Sidhy Andaru, Sp.N, dr. Nabilla Rhamdani, Sp.N, dr. Erick Thambrin, Sp.N, dr. Ikhwanul Kamil, Sp.N, dr. Andry Khairani Ramdana, Sp.N yang menyandang predikat baru sebagai Dokter Spesialis Neurologi.

Buku ini berisikan sejumlah pesan dan harapan yang diberikan oleh Kepala Departemen/KSM Neurologi. Selain itu, dalam buku ini dicantumkan juga ringkasan tesis akhir tiap wisudawan. Kami juga melampirkan data para sesepuh, pengajar, alumni, dan residen yang turut berperan serta, baik langsung maupun tidak langsung dalam proses pendidikan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Residen Neuro FK UNPAD - RSHS, 2026-02-04 21:40:56

BREVET SPESIALIS NEUROLOGI 2026

Kami Departemen Neurologi sangat berbahagia mendapat kesempatan untuk melepas pergi rekan kakak kelas kami, yaitu dr. Andi Muhammad Rizqi, Sp.N, dr. Putri Ulya Rachman, Sp.N, dr. Nadiah Nurul Ikhsani, Sp.N, dr. Anindito Sidhy Andaru, Sp.N, dr. Nabilla Rhamdani, Sp.N, dr. Erick Thambrin, Sp.N, dr. Ikhwanul Kamil, Sp.N, dr. Andry Khairani Ramdana, Sp.N yang menyandang predikat baru sebagai Dokter Spesialis Neurologi.

Buku ini berisikan sejumlah pesan dan harapan yang diberikan oleh Kepala Departemen/KSM Neurologi. Selain itu, dalam buku ini dicantumkan juga ringkasan tesis akhir tiap wisudawan. Kami juga melampirkan data para sesepuh, pengajar, alumni, dan residen yang turut berperan serta, baik langsung maupun tidak langsung dalam proses pendidikan.

SYUKURAN DOKTERSPESIALIS NEUROLOGI BARUSYUKURAN DOKTERSPESIALIS NEUROLOGI BARUDepartemen NeurologiFakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranRSUP Dr. Hasan Sadikin BandungDepartemen NeurologiFakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranRSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


SYUKURAN DOKTERSPESIALIS NEUROLOGI BARUSYUKURAN DOKTERSPESIALIS NEUROLOGI BARUDepartemen NeurologiFakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranRSUP Dr. Hasan Sadikin BandungDepartemen NeurologiFakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranRSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


Kata PengantarBismillahirrohmaanirrohimAssalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuhKami para residen Departemen Neurologi, sangat berbahagia mendapat kesempatanuntuk melepas pergi rekan kakak kelas kami, yaitu dr. Andi Muhammad Rizqi, Sp.N, dr.Putri Ulya Rachman, Sp.N, dr. Nadiah Nurul Ikhsani, Sp.N, dr. Anindito Sidhy Andaru,Sp.N, dr. Nabilla Rhamdani, Sp.N, dr. Erick Thambrin, Sp.N, dr. Ikhwanul Kamil, Sp.N, dr.Andry Khairani Ramdana, Sp.N yang menyandang predikat baru sebagai Dokter SpesialisNeurologi.Buku ini berisikan sejumlah pesan dan harapan yang diberikan oleh KepalaDepartemen/KSM Neurologi. Selain itu, dalam buku ini dicantumkan juga ringkasan tesisakhir tiap wisudawan. Kami juga melampirkan data para sesepuh, pengajar, alumni, danresiden yang turut berperan serta, baik langsung maupun tidak langsung dalam prosespendidikan.Kami ucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik selama ini.Selamat jalan, semoga kesuksesan selalu menyertai Anda.


Laporan Ketua PanitiaYth. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranYth. Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin BandungYth. Kepala Departemen/KSM Neurologi FK Unpad/RSHSYth. Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi Neurologi FK UnpadYth. Seluruh Staf Departemen/KSM Neurologi FK Unpad/RSHSYth. Para Kepala Departemen/KSM di lingkungan FK Unpad/RSHSYth. Ketua IKASNUP dan seluruh Alumni Neurologi FK UnpadYth. Ketua Ikatan Alumni FK UnpadYth. Para sesepuh, dharma wanita, dan para tamu undangan lainnyaPara wisudawan serta keluarga dan para undangan yang berbahagiaAssalamu’alaikum wr.wbSegala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karenapada hari yang cerah ini kita semua dapat berkumpul di tempat ini.Pada siang hari ini akan diselenggarakan prosesi acara syukuran brevet keahliandalam bidang neurologi, kepada kakak-kakak Residen Neurologi yang telah menyelesaikanpendidikannya. Dengan ini, perkenankan saya mewakili segenap residen neurologimengucapkan selamat kepada dr. Andi Muhammad Rizqi, Sp.N, dr. Putri Ulya Rachman,Sp.N, dr. Nadiah Nurul Ikhsani, Sp.N, dr. Anindito Sidhy Andaru, Sp.N, dr. Nabilla Rhamdani,Sp.N, dr. Erick Thambrin, Sp.N, dr. Ikhwanul Kamil, Sp.N, dr. Andry Khairani Ramdana, Sp.Nsebagai Dokter Spesialis Neurologi yang baru. Semoga semua ilmu yang diperoleh selamapendidikan dapat diterapkan dan berguna bagi kemaslahatan masyarakat. Kami yakinwisudawan akan mengharumkan nama Neurologi Unpad di mana pun para wisudawanditempatkan.Kami juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan kerjasama yang sangatberkesan selama masa pendidikan dengan para wisudawan. Semoga hubungan baik dankerjasama ini terus terjalin di masa mendatang.


Dalam perjalanan dan perjuangan menjadi seorang dokter spesialis neurologi, bukanhanya berasal dari hasil jerih payah sendiri, tetapi juga berkat dukungan dari keluarga. Untukitu kami turut mengucapkan selamat kepada keluargawisudawan yang berbahagia, yangtelah setia mendampingi, sehingga wisudawan dapat menyelesaikan pendidikan di bidangneurologi ini.TerimakasihBandung, Februari 2026Ketua PanitiaAndhira Riyan Ashori, dr.


Sambutan WisudawanYth. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran,Yth. Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung,Yth. Kepala Departemen/KSM Neurologi FK UNPAD/RSHS,Yth. Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi Neurologi FK UNPAD,Yth. Seluruh Staf Departemen/KSM Neurologi FK UNPAD/RSHS,Yth. Para Kepala Departemen/KSM di lingkungan FK UNPAD/RSHS,Yth. Ketua IKASNUP dan seluruh Alumni Neurologi FK UNPAD,Yth. Para sesepuh, dharma wanita dan seluruh tamu undangan,Yang kami cintai: orang tua, suami/ istri, dan putra/ putri kami, danYang kami kasihi: teman sejawat residen Neurologi.Assalamu’alaikum wr.wb.Salam hormat dan salam sejahtera bagi kita semua.Dengan segala kerendahan hati, kami panjatkan puji syukur ke hadirat AllahSubhanahu wa Ta’ala atas limpahan karunia dan pertolongan-Nya sehingga kami dapatmenyelesaikan rangkaian pendidikan dokter spesialis Neurologi. Hari ini menjadi momentumyang begitu bermakna, ketika kami dapat berkumpul dalam suasana penuh syukur untukmerayakan tonggak penting dalam perjalanan kami. Shalawat dan salam semoga senantiasatercurah kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, panutan dan pembawa risalah kebenaran bagi seluruhumat manusia.Izinkan kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada berbagaipihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan kontribusi nyata dalam prosespendidikan kami. Kami menyampaikan penghargaan yang setulusnya kepada dr. H. RachimDinata Marsidi, Sp.B., FINACS., M.Kes selaku Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin saatini, serta kepada Dr. dr. Jimmy Panelewen, Sp.B-KBD yang telah mengemban amanahtersebut pada periode sebelumnya. Terima kasih kami sampaikan kepada Prof. AriefSjamsulaksan Kartasasmita, dr., Sp.M(K), M.Kes., Ph.D selaku Rektor Universitas Padjadjaran,dan kepada Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., yang menjabat di periode sebelumnya.Kami juga menghaturkan apresiasi kepada Prof. Dr. dr. Vitriana Biben, Sp.KFR, N.M(K)selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran saat ini, serta kepada Prof. Dr. dr.Yudi Mulyana Hidayat, Sp.OG, Subsp. Onk, D.MAS yang telah menduduki posisi tersebutsebelumnya dan membuka jalan bagi kami untuk dapat mengikuti pendidikan spesialisNeurologi di institusi yang kami banggakan ini.


Kami pun menyampaikan rasa hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada dr.Ahmad Rizal, Sp.S(K), Ph.D sebagai Kepala Departemen/KSM Neurologi FK Unpad/RSUPDr. Hasan Sadikin, dan kepada Prof. Dr. dr. Uni Gamayani, Sp.S(K) sebagai Ketua ProgramStudi Neurologi. Keteladanan, bimbingan, dan dukungan dari Bapak dan Ibu sangat berartidalam membentuk identitas dan etos kami sebagai dokter spesialis.Kepada para konsulen, staf pengajar, dan seluruh sivitas akademika Departemen/KSMNeurologi, kami haturkan terima kasih yang tak terhingga. Segala ilmu, waktu, dan perhatianyang telah dicurahkan kepada kami menjadi bekal yang tak ternilai dalam perjalanan kamike depan. Semoga setiap ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah yang mengalirkankeberkahan tanpa henti.Rasa terima kasih kami tujukan pula kepada orang tua tercinta, yang tanpa lelahmendoakan, mendampingi, dan menjadi penopang dalam setiap langkah kami. Semogacapaian ini menjadi hadiah kecil atas cinta dan pengorbanan yang tiada terbalas. Kepadapasangan hidup, anak-anak, serta keluarga terdekat, terima kasih atas cinta dan kesabaranyang terus menguatkan kami sepanjang perjalanan ini.Kami juga mengapresiasi sebesar-besarnya kepada para pasien dan keluarga merekayang telah berkenan menjadi bagian dari proses pembelajaran kami. Keikhlasan dankepercayaan Bapak/Ibu adalah pelajaran kemanusiaan yang paling berharga bagi kami.Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada seluruh staf di KSM Neurologi, paraperawat di bangsal dan poliklinik, serta semua pihak yang telah membantu kelancaran prosespendidikan kami, baik secara langsung maupun tidak langsung.Hari ini bukanlah penutup perjalanan kami sebagai pembelajar, tetapi menjadi titik awalpengabdian kami sebagai dokter spesialis Neurologi kepada masyarakat luas. Kamimemohon doa agar ilmu yang kami bawa senantiasa memberi manfaat dan bernilai ibadahdi hadapan Allah جل جلاله.Terakhir, kepada rekan-rekan residen yang telah membantu dalam pelaksanaan acaraini, kami ucapkan terima kasih yang tulus. Semoga semangat dan ketekunan kalian menjadijembatan menuju keberhasilan yang membanggakan di masa mendatang.Akhir kata, mohon dimaafkan atas segala kekurangan kami selama masa pendidikan.Semoga tali silaturahmi ini tetap terjaga dan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasamelimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.Wabillahi Taufik Walhidayah Wassalamu Alaikum Waromahtulloh WabarokatuhBandung, Februari 2026a/n Wisudawandr. Anindito Sidhy Andaru, Sp.N


Sambutan Kepala Departemen/KSM NeurologiYth. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran,Yth. Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung,Yth. Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi Neurologi FK Unpad,Yth. Seluruh Staf Departemen/KSM Neurologi FK Unpad/RSHS,Yth. Para Kepala Departemen/KSM di lingkungan FK Unpad/RSHS,Yth. Para dokter spesialis neurologi yang baru beserta keluarga,Yth. Ketua IKASNUP dan seluruh Alumni Neurologi FK Unpad,Yth. Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran,Yth. Para sesepuh, dharma wanita dan seluruh undangan lainnya, danYang kami cintai seluruh residen program studi Neurologi, para staf medis, serta seluruhkaryawan Departemen/KSM Neurologi FK Unpad/RS dr. Hasan Sadikin.Assalamu’alaikum wr.wb.Salam sejahtera untuk kita semua.Pada kesempatan ini marilah kita panjatkan puji syukur kepada Illahi Robbi karenatelah memberikan kesehatankepada kita semua, sehingga atas perkenan-Nya kita bisaberkumpul di sini dalam acara syukuran 6 orang dokter spesialis neurologi yang baru yaituyang masing-masing merupakan lulusan ke-320 sampai dengan ke-325 dari totallulusanDepartemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit dr.Hasan Sadikin Bandung.Terima kasih kepada daerahdan RS yang telah mempercayakan utusan terbaiknyauntuk belajar dan menimba ilmu di bagian Neurologi FK Unpad RS dr. Hasan Sadikin.Mudah-mudahan mereka dapat mengembangkan keilmuannya dan melaksanakanpelayanan di bidang Neurologi di tempat masing-masing sesuai yang diharapkan.Untuk Dokter Spesialis Neurologi yang baru, kami atas nama seluruh keluarga besarneurologi mengucapkan selamat atas keberhasilan menyelesaikan Pendidikan Program StudiNeurologi di Unpad ini. Untuk keluarga yang telah banyak membantu dan mendoakan untukkesuksesan anak, istri, suami masing-masing, kami ucapkan selamat dan terima kasih ataskerja samanya sehingga mengantarkan para lulusan menuju kepada kesuksesan.Kelulusan ini bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan awal dari babak barukehidupan Dokter Spesialis Neurologi. Pengetahuan tentang Neurologi berkembang denganpesat baik dari segi intervensi maupun non-intervensi, dan ini membutuhkan keterampilankhusus agar pelayanan optimal. Adanya pola pembayaran BPJS di masa yang akan datangakan meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Ini membutuhkan seni tersendiri dalam melayani,karena mutu pelayanan harus tetap diutamakan.


Para Dokter Spesialis Neurologi yang baru, selamat bekerja di tempat masing masing,jagalah nama baik almamater, jadilah alumni yang kami banggakan, santun dan beretikadapat bekerja sama dan menjadi tauladan di tempat kerja baru. Tetaplah menjagaalmameter dengan bergabung di IKASNUP dan tetap memberi masukan dan saran agarproses pendidikan neurologi kita dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing.Sebelum saya akhiri sambutan ini kami ucapkan terima kasih atas partisipasi panitiadan semua pihak sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik.Wabillahi Taufik Walhidayah Wassalamu Alaikum Waromahtulloh WabarokatuhBandung, Februari 2026Kepala Departemen/KSM Neurologi,Prof. Dr. dr. Uni Gamayani, Sp.S(K)NIP. 196605262003121001


Penasehat Kepala Departemen/KSM Neurologi FK UNPAD/RSHSKetua Program Studi PPDS I Departemen NeurologiFK UNPAD/RSHSKetua dr. Andhira Riyan Ashori HidayatSekretariat Koordinator dr. Nurul KhotimahWakil dr. Abdurrahman HaritsAnggota dr. Lulu Ayu Nuaridr. Aida Bazuradr. Maryam Khairunnisadr. Retno Puteri Setiawandr. Amany KhansaBendahara dr. Rina Puspita Saridr. Gusna Ridhadr. Reinecke Ribka Halimdr. Robi’ah Al’AdawiyyahSeksi Acara Koordinator dr. Raden Atika Fitria PermadiWakil dr. Fiizhda BaqarizkyAnggota dr. Henderina Welmince Doko Rehidr. Novtian Primanda Mustikandaridr. Sahala Triyanto Simamoradr. Galuga Sinalusur Saridr. Anastasia Longa SelasaSusunan Panitia


Seksi Konsumsi Koordinator dr. Nora DamayantiWakil dr. Nurul AmaliaAnggota dr. Devi Shilviadr. Vanessa Putri Hapsari Permadidr. Gesti Rachmanidr. Nadine Monarista Rikkersdr. Wilda MuhtajahSeksi Perlengkapan Koordinator dr. Zahra MuhanarizaWakil dr. Ibnu Tsabit Maulana Anggota dr. Yannuar Rifani Madanidr. Linarto Yunias Lasmonodr. Jessy Maria Joltuwudr. Githa Ayu Astarikadr. Odi Purwaka Jayadr. Elmon PatadunganSeksi IT danMultimediaKoordinator dr. Arkan Primadi JayasasmitaWakil dr. Aditya IslamiAnggota dr. Hafiz Hadidr. Radita Haura Fathinputridr. Atikah Abdullah Lubisdr. Seftia Tri Retno Furrydr. Andi Siti Bani Fitriasihdr. Putri Adinie Esca Nissadr. Caroline Janet Anamdr. Erina Della Aprila


Seksi Akomodasi Koordinator dr. Kevin Janitra IechangWakil dr. Gideon Alexander LimanjayaAnggota dr. Adri Naufandr. Vanessa Putri Hapsari Permadidr. Romadhonidr. Badruddin Yusufdr. Dika Lukmana Nur Yusuf


LULUSAN DOKTER SPESIALIS NEUROLOGIDepartemen NeurologiFakultas Kedokteran Universitas PadjadjaranRSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung


teamHEXAGONa trip down the memory lane


Tempat dan Tanggal Lahir Pekanbaru, 14 Maret 1996Orangtua Ayah : Dr. Andi Yusran, M.SiIbu : dr. YuliarniAlamat Rumah Perumahan Pandau Permai blok A4 No. 16, PekanbaruTelp/Email 0813 9409 4866 / [email protected]. ANDI MUHAMMAD RIZQI, Sp.N


2001 - 2007 SDIP YLPI Pekanbaru, Riau2007 – 2010 SMP Islam Terpadu Al-Ittihad, Pekanbaru, Riau2010 – 2011 SMA Plus Provinsi Riau2011 – 2012 SMA International Islamic Boarding School, Cikarang,Jawa Barat2012 – 2018 Pendidikan Dokter Umum, Fakultas KedokteranUniversitas Andalas, Padang, Sumatera Barat2020 - 2021 Dokter Umum RS Amalia Medika, Pelalawan, RiauRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHIntracerebral Hemorrhage Mimicking Acute Myocardial Infarction : A Diagnostic Dilemma(Published for poster presentation at the 8 Padang Symposium of Cardiology, 2021)thCo-Occurrence of Myasthenia Gravis and Multiple Sclerosis : Two Case Reports.(Published for poster presentation at International Congress of ClinicalNeurophysiology,2024)TESISFaktor-faktor yang Memengaruhi Eksaserbasi Myasthenia Gravis


ABSTRAKLatar Belakang:Myasthenia gravis (MG) adalah penyakit autoimun yang menyebabkan kelemahan ototskeletal akibat gangguan transmisi neuromuskular. Eksaserbasi MG merupakan kondisi akutyang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan kebutuhan perawatan intensif. Responterapi bervariasi antar individu, dan sebagian pasien tetap mengalami eksaserbasi meskipuntelah mendapat terapi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktoryang berhubungan dengan kejadian eksaserbasi pada pasien MGMetode:Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif berdasarkan data sekunder dari rekammedis pasien MG. Data yang dianalisis mencakup usia saat awitan, jenis kelamin, klasifikasiMGFA, kelainan timus, komorbiditas, infeksi, medikasi, serta penanda inflamasi seperti NLR,PLR, LMR, dan SII.Hasil:Dari 129 pasien MG yang dianalisis, umumnya berjenis kelamin perempuan (72,9%). Selainitu, rata-rata usia pada populasi ini adalah 42 tahun. Faktor-faktor yang menunjukkanhubungan signifikan dengan eksaserbasi MG meliputi usia awitan (EOMG), infeksi, klasifikasiMGFA awitan yang berat, abnormalitas timus (timoma dan hiperplasia), serta peningkatanpenanda inflamasi NLR, PLR, dan SII serta penurunan LMR (p<0,05). Sebaliknya, jeniskelamin, komorbiditas, dan penggunaan medikasi berupa statin tidak menunjukkan hubunganyang signifikan.Simpulan:Eksaserbasi MG dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama usia yang lebih dini saat awitan,infeksi, derajat keparahan klinis awitan, dan parameter inflamasi sistemik yang meliputi NLR,PLR, LMR dan SII. Deteksi dini terhadap faktor-faktor risiko tersebut diharapkan dapatmembantu klinisi dalam mencegah eksaserbasi dan memperbaiki luaran pasien.Kata kunci:Myasthenia Gravis, Eksaserbasi, Faktor-faktor


ABSTRACTBackground:Myasthenia gravis (MG) is an autoimmune disease characterized by skeletal muscle weaknessdue to impaired neuromuscular transmission. MG exacerbation is an acute condition that mayincrease morbidity, mortality, and the need for intensive care. This study aims to evaluatefactors associated with exacerbations in MG patients. Some individuals continue to experienceexacerbations despite receiving adequate symptomatic and immunosuppressive therapy.Methods:This retrospective cohort study analyzed secondary data from the medical records of MGpatients. Variables included age at disease onset, sex, MGFA classification, thymicabnormalities, comorbidities, infections, medication use, and inflammatory markers such asNLR, PLR, LMR, and SII.Result:Among the 129 MG patients analyzed, the majority were female (72.9%). The mean age of thepopulation was 42 years. Factors significantly associated with MG exacerbation included ageof onset (EOMG), infection, severe MGFA classification at onset, thymic abnormalities(thymoma and hyperplasia), increased inflammatory markers such as NLR, PLR, and SII, anddecreased LMR (p<0.05). In contrast, sex, comorbidities, and the use of statins were notsignificantly associated.Conclusion:MG exacerbation is influenced by various factors, particularly younger age at onset, infection,initial clinical severity, and systemic inflammatory parameters including NLR, PLR, LMR andSII. Early identification of these risk factors may assist clinicians in preventing exacerbationsand improving patient outcomes.Keywords:Myasthenia Gravis, Exacerbation, Factors


Hall of Fame


Tempat dan Tanggal Lahir Jambi, 27 November 1988Orangtua Ayah : Drs. H. A. Rahman LabuhIbu : Hj. Islahunnufus, SST, M.PdSuami dr. Rezah Vahlepi, M.Biomed, Sp.BAnak Ratu Callista AzzahraAlamat Rumah Desa Simpang Sungai Duren, Kab. Muaro JambiTelp/Email 0853 6646 6664 / [email protected]. PUTRI ULYA RACHMAN, Sp.N


1994 – 2000 SD N 73 Muaro Jambi2000 – 2003 SLTP N 1 Muaro Jambi2003 – 2006 SMA N 1 Muaro Jambi2006 – 2014 Fakultas Kedokteran Universitas Jambi2021 – 2025 Program Pendidikan Dokter Spesialis NeurologiFakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung2014 – 2015 RSIA Rimbo Medika Kota Jambi2015 – 2018 Dokter PTT Kab Lingga Provinsi Kepri2016 – 2018 RSUD Dabo Kab Lingga Provinsi Kepri2018 – 2019 RS Bhayangkara Polda Kepri2019 – 2021 RSUD Ahmad Ripin Muaro JambiRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHMatrix Metalloproteinases as Biomarkers for Ischemic Stroke: A Systematic Review(Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research, 2024)·Aneurysm to Carotid Cavernous Fisluta (Poster Presentation in PIN PERDOSNI Surabaya2024)TESISPerbedaan Kadar Matriks Metalloproteinase-9 (MMP-9) pada Subtipe Stroke IskemikAkut di Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung


ABSTRAKPendahuluan:Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan neurologis dan kematian di seluruhdunia. Salah satu penanda biokimia yang berperan penting dalam patogenesis stroke iskemikadalah Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), yang diketahui terlibat dalam kerusakan bloodbrain barrier (BBB) dan progresi lesi iskemik. Berbagai subtipe stroke iskemik akut memilikimekanisme patofisiologi yang berbeda sehingga kadar MMP-9 bervariasi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar MMP-9 antar subtipe stroke iskemik akut danhubungannya dengan tingkat keparahan stroke.Metode:Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjekpenelitian adalah 80 pasien stroke iskemik akut dengan onset 12 hingga 72 jam yang dirawatdi RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadarMMP-9 dilakukan dari serum darah vena, kemudian dibandingkan antar subtipe stroke. Ujistatistik yang digunakan meliputi uji Kruskal-Wallis untuk perbandingan kadar MMP-9 antarsubtipe stroke, uji beda antar kelompok.Hasil:Terdapat perbedaan bermakna kadar MMP-9 antar subtipe stroke (p=0,0001). KadarMMP-9 terendah ditemukan pada subtipe aterotrombotik (453,00±156,18 ng/mL), diikutitromboemboli (1164,15±760,54 ng/mL) dan tertinggi pada kardioemboli (1248,50±962,94ng/mL). Selain itu, kadar MMP-9 meningkat seiring dengan tingginya skor NIHSS,menunjukkan hubungan dengan tingkat keparahan stroke.Kesimpulan:Kadar MMP-9 berbeda secara signifikan antar subtipe stroke iskemik akut dengan kadartertinggi pada subtipe kardioemboli. Kadar MMP-9 juga berhubungan dengan derajatkeparahan stroke berdasarkan NIHSS.Kata kunci :MMP-9, Stroke Iskemik Akut, Subtipe Stroke.


ABSTRACTIntroduction:Ischemic stroke is a leading cause of neurological disability and mortality worldwide. Matrixmetalloproteinase-9 (MMP-9) is a key biochemical marker involved in the pathogenesis ofischemic stroke, contributing to blood–brain barrier (BBB) disruption and ischemic lesionprogression. The variation in pathophysiological mechanisms across ischemic stroke subtypesmay result in differences in serum MMP-9 levels. This study aimed to compare MMP-9 levelsacross stroke subtypes and examine their relationship with stroke severity.Methods:This observational analytical study employed a cross-sectional design involving 80 patientswith acute ischemic stroke onset within 12 to 72 hours, hospitalized at Dr. Hasan SadikinGeneral Hospital, Bandung. Serum MMP-9 levels were analyzed and compared across strokesubtype.. Statistical analysis included the Kruskal–Wallis test for intergroup comparisons andadditional post hoc tests.Results:A significant difference in MMP-9 levels among stroke subtypes was found (p=0.0001). Thelowest MMP-9 levels were observed in the atherothrombotic subtype (453.00±156.18 ng/mL),followed by thromboembolic (1164.15±760.54 ng/mL), and the highest in the cardioembolicsubtype (1248.50±962.94 ng/mL). Higher MMP-9 levels were also associated with increasedNIHSS scores, indicating a correlation with stroke severity.Conclusion:MMP-9 levels significantly differ among acute ischemic stroke subtypes, with the highestlevels observed in the cardioembolic subtype. MMP-9 levels are also correlated with theseverity of stroke as assessed by NIHSS.Keywords:Acute Ischemic Stroke, MMP-9, Stroke Subtypes.


Hall of Fame


Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 24 April 1995Orangtua Ayah : M. Ikhsan AsaadIbu : Syamsir AyudiningsihIstri Bagus Rafi HandanuAlamat Rumah Cinere One Residence Blok K8 No. 7, Cinere, PangkalanJati, DepokTelp/Email 0812 2007 009 / [email protected]. NADIAH NURUL IKHSANI, Sp.N


2001 – 2003 SD Islam Dian Didaktika, Depok, Jawa Barat2003 – 2007 SD Islam Athirah Makassar2007 – 2008 SMP Islam Athirah Makassar2008 – 2009 SMP Taruna Bakti, Bandung2009 – 2010 SMP Islam Dian Didaktika Depok2010 – 2013 SMA Islam Dian Didaktika Depok2013 – 2018 Pendidikan Dokter Umum, Fakultas KedokteranUniversitas Padjadjaran2021 – 2025Program Pendidikan Dokter Spesialis NeurologiFakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung2020 - 2021 Dokter Telekonsultasi PIKOBAR COVID-19 Jawa BaratDokter Magang Klinis Neurologi RSUD Cibabat, CimahiDokter Umum RSAU Lanud Sulaiman Kopo, Bandung2021 Asisten Penelitian Spinocerebellar Ataxia, Dept.Neurologi, RSHS2025 – sekarang Dokter Spesialis Neurologi, RSU Prikasih, JakartaSelatanRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHGambaran Kualitas Hidup Anak di Kecamatan Soreang Tahun 2016 (Bagian dari penelitian ALG“Peningkatan Kualitas Hidup Anak dalam Tinjauan Kedokteran Keluarga di Wilayah Kecamatan Soreang.”)Gambaran Penyakit Neurologi di RSUD Cibabat tahun 2015-2016 (Jak-News, 2021)Gambaran Demografis dan Klinis Orang dengan Epilepsi (ODE) yang Tergabung dalam Komunitas MediaSosial Tahun 2020 (Jak-News, 2021)Paralisis nervus fasialis bilateral dengan cairan serebrospinal abnormal – laporan kasus (Jak-News, 2021)Ataksia dengan atrofi serebelum bilateral – laporan kasus (Jak-News, 2021)Karakteristik Pasien dengan Keterlambatan Trombolisis Intravena pada Pasien Stroke Iskemik Fase Akut(PIN PERDOSNI, 2022)TESISFaktor-faktor yang Memengaruhi Stroke-associated Pneumonia pada Pasien Stroke Iskemik Akut di RSUPDr. Hasan Sadikin Bandung


ABSTRAKPendahuluan:Stroke iskemik merupakan tipe stroke dengan prevalensi tertinggi secara nasional maupunglobal. Salah satu komplikasi non-neurologis yang paling sering terjadi adalah strokeassociated pneumonia (SAP), yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas.Deteksi dini terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kejadian SAP penting dilakukan,dengan neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) sebagai biomarker inflamasi sistemik yangpotensial untuk digunakan dalam skrining klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiangka kejadian SAP serta menganalisis faktor-faktor biologis dan mekanik yangberpengaruh terhadap kejadian SAP pada pasien stroke iskemik akut.Metode:Penelitian ini merupakan studi retrospektif berbasis data sekunder, menggunakan data rekammedis pasien stroke iskemik akut yang dirawat di ruang rawat inap Neurologi RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung pada periode Januari 2021 hingga Desember 2024. Subjekpenelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis dilakukan secara bivariatdan multivariat menggunakan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi faktor-faktorindependen yang berpengaruh. Kemampuan diskriminatif variabel prediktor dinilai dengankurva Receiver Operating Characteristic (ROC).Hasil:Angka kejadian SAP pada pasien stroke iskemik akut sebesar 19,7%. Analisis multivariatmenunjukkan bahwa NLR > 5,21, disfagia, skor National Institutes of Health Stroke Scale(NIHSS) > 8, usia > 60 tahun, dan malnutrisi berhubungan secara signifikan dengan kejadianSAP (p < 0,05). NLR > 5,21 merupakan faktor prediktor paling dominan (aRR 10,4; IK 95%:5,74–18,93). Nilai Area Under the Curve (AUC) NLR sebesar 0,78 menunjukkan kemampuandiskriminatif yang baik.Kesimpulan:Kadar NLR, disfagia, skor NIHSS > 8, usia > 60 tahun, dan malnutrisi berhubungan signifikandengan kejadian SAP pada pasien stroke iskemik akut, dengan NLR > 5,21 sebagai faktorprediktor independen paling dominan.Kata kunci:Disfagia, NIHSS, neutrophil-to-lymphocyte ratio, stroke-associated pneumonia, strokeiskemik akut


ABSTRACTIntroduction:Ischemic stroke is the most prevalent type of stroke both globally and nationally. One of itsmost common non-neurological complications is stroke-associated pneumonia (SAP), whichsignificantly increases morbidity and mortality. Early identification of factors associated withSAP is essential, with the neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR) emerging as a practical andaccessible systemic inflammatory biomarker for clinical screening. This study aimed todetermine the incidence of SAP and analyze the biological and mechanical factorsinfluencing its occurrence in patients with acute ischemic stroke.Methods:This retrospective study used secondary data from medical records of patients with acuteischemic stroke who were admitted to the Neurology inpatient ward of Dr. Hasan SadikinGeneral Hospital Bandung from January 2021 to December 2024. Subjects were includedbased on predefined inclusion and exclusion criteria. Data analysis included bivariate testsand multivariate analysis using binary logistic regression to identify independent predictivefactors. The discriminatory ability of predictive variables was evaluated using the ReceiverOperating Characteristic (ROC) curve.Results:The incidence of SAP among patients with acute ischemic stroke was 19.7%. Multivariateanalysis revealed that NLR > 5.21, dysphagia, National Institutes of Health Stroke Scale(NIHSS) score > 8, age > 60 years, and malnutrition were significantly associated with SAP (p< 0.05). NLR > 5.21 was identified as the most dominant independent predictor (aRR 10.4;CI95%: 5.74–18.93). The Area Under the Curve (AUC) value for NLR was 0.78, indicatinggood discriminatory ability.Conclusion:NLR > 5,21, dysphagia, NIHSS score > 8, age > 60 years, and malnutrition are significantlyassociated with SAP in acute ischemic stroke patients, with NLR > 5.21 being the strongestindependent predictive factor.Keywords:acute ischemic s]troke, dysphagia, neutrophil-to-lymphocyte ratio, NIHSS, stroke-associatedpneumonia


Hall of Fame


teamPALUGADA a trip down the memory lane


Tempat dan Tanggal Lahir Sumedang, 13 Agustus 1991Orangtua Ayah : Ir. Tri Wintaryo, M.MIbu : Prihati Sulistyani, S.EIstri Nikita Bilqist Kaspia, dr.Anak Keandra OleandaruHeera Batrisya AndaruAlamat Rumah Jl. Sukamekar III, No 11 Kota BandungTelp/Email 0822.1941.0999 / [email protected]. ANINDITO SIDHY ANDARU, Sp.N


1997 – 2003 SD Negeri Sukaraja 2 Kabupaten Sumedang2003 – 2006 SMP Negeri 2 Kabupaten Sumedang2006 – 2009 SMA Negeri 10 Kota Bandung2009 – 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani2022 – 2026 Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf FakultasKedokteran Universitas Padjadjaran2016 – 2017 Dokter Internship RSUD Sumedang2018 – 2022 Dokter Ahli Pertama RSUD MajalengkaRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHEkstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb.) Terhadap KadarKolesterol HDL Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Published at PIT FK UNJANI 2013)Karakteristik Pasien Stroke Dan Covid-19 Periode Juli 2020-2021 Di Rumah SakitUmum Kabupaten Majalengka (Published at PIN PERDOSSI Banjarmasin 2021)Hubungan Temuan Transcranial Doppler Dengan Luaran Pasien Stroke Iskemik(Published at PIN PERDOSNI Palembang 2024)TESISPerbandingan Nilai National Institutes of Health Stroke Scale, Montreal CognitiveAssessment, Mean Flow Velocity Dan Pulsatility Indeks Sebelum dan Sesudah PemberianDual Antiplatelet Pada Pasien Stroke Iskemik Dengan Stenosis Intrakranial


ABSTRAKPendahuluan:Stenosis aterosklerotik intrakranial (ICAS) berperan penting dalam manajemen stroke karenaberhubungan dengan risiko kekambuhan dan mortalitas yang lebih tinggi. Pemeriksaantranskranial doppler (TCD) sebagai modalitas noninvasif dapat menggambarkanhemodinamika serebral yang berkaitan dengan perfusi jaringan otak dan luaran klinis.Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan parameter TCD berupa Mean Flow Velocity(MFV) dan pulsatility index (PI) sebelum dan sesudah pemberian dual antiplatelet therapy(DAPT) selama 90 hari pada pasien stroke iskemik dengan stenosis intrakranial.Metode:Penelitian ini merupakan studi observasional analitik prospektif dengan desain pre–post.Subjek penelitian adalah pasien stroke iskemik dengan stenosis intrakranial yang diberikanterapi dual antiplatelet (DAPT) selama 90 hari di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah pemberian DAPT meliputi luaran klinis dengan dataprimer yang diambil dari rekam medis berupa skor National Institutes of Health Stroke Scale(NIHSS) dan Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina), serta parameter hemodinamikserebral melalui pemeriksaan TCD arteri serebri media (MCA) berupa MFV dan PI. Analisisstatistik menggunakan uji t berpasangan atau uji Wilcoxon signed-rank untukmembandingkan nilai sebelum dan sesudah terapi, serta uji korelasi Pearson atau Spearmanuntuk menilai hubungan antarvariabel, dengan tingkat signifikansi p<0,05.Hasil:Studi melibatkan 69 orang yang berpartisipasi, mayoritas laki-laki (66,7%) dengan usiamedian 57 (46–63) tahun. Faktor risiko terbanyak adalah hipertensi (78,3%) dan riwayatstroke berulang (56,5%). Terdapat peningkatan MFV yang signifikan setelah pemberian DAPT(93 ± 13 vs 40 ± 22; p<0,001), disertai perbaikan skor NIHSS (4 [4–6] vs 4 [3–4]; p<0,001)dan MoCA-Ina (27 [24–29] vs 28 [26–29]; p<0,001). Sebaliknya, nilai PI tidak menunjukkanperbedaan bermakna (2,37 ± 1,28 vs 2,30 ± 1,37; p=0,684).Simpulan:Nilai MFV dan MoCA-Ina setelah pemberian DAPT selama 90 hari menunjukkan perbaikansignifikan namun tidak disertai perubahan bermakna pada PI pasien stroke iskemik denganstenosis intrakranial.Kata kunci:Transkranial doppler, stroke iskemik, stenosis intrakranial, gangguan kognitif, NIHSS, MoCaIna


ABSTRACTIntroduction:Intracranial atherosclerotic stenosis (ICAS) plays an important role in stroke management, asit is associated with a higher risk of recurrence and mortality. Transcranial Doppler (TCD), anon-invasive modality, provides an assessment of cerebral hemodynamics related to braintissue perfusion and clinical outcomes. This study aimed to analyze changes in TCDparameters, namely mean flow velocity (MFV) and pulsatility index (PI), before and after 90days of dual antiplatelet therapy (DAPT) in patients with ischemic stroke and intracranialstenosis.Methods:This prospective analytical observational study employed a pre–post design. The studysubjects were ischemic stroke patients with intracranial stenosis who received dual DAPT for90 days at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung. Assessments were conductedbefore and after DAPT administration and included clinical outcomes obtained from medicalrecords in the form of National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) and Indonesianversion of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina) scores, as well as cerebralhemodynamic parameters measured by transcranial Doppler examination of the middlecerebral artery (MCA), including MFV and PI. Statistical analyses were performed using pairedt-test or Wilcoxon signed-rank test to compare pre- and post-treatment values, and Pearsonor Spearman correlation tests to assess associations between variables, with a significancelevel of p<0.05.Results:A total of 69 participants were included, predominantly male (66.7%), with a median age of57 (46–63) years. The most common risk factors were hypertension (78.3%) and a history ofrecurrent stroke (56.5%). A significant increase in MFV was observed after DAPTadministration (93 ± 13 vs 40 ± 22; p<0.001), accompanied by improvements in NIHSS scores(4 [4–6] vs 4 [3–4]; p<0.001) and MoCA-Ina scores (27 [24–29] vs 28 [26–29]; p<0.001). Incontrast, PI values showed no significant difference (2.37 ± 1.28 vs 2.30 ± 1.37; p=0.684).Conclusion:MFV and MoCA-Ina scores showed significant improvement after 90 days of DAPT, whereasno significant change in PI was observed in patients with ischemic stroke and intracranialstenosis.Keywords:Transcranial doppler, ischemic stroke, intracranial stenosis, cognitive impairment, NIHSS,MoCa-Ina


Hall of Fame


Tempat dan Tanggal Lahir Bontang, 15 Maret 1992Orangtua Ayah : Dede Rosyid DA.Ibu : Dra. Umdah Ma’sumahSuami M. Hasan Albana, S.PdAnak Hilya Daneen Fatimah AlbanaAlamat Rumah Ds. Gunungsari, Sadananya, Kabupaten CiamisTelp/Email 0813.8013.4651 / [email protected]. NABILLA RHAMDANI, Sp.N


1999 – 2004 SD Vidatra Bontang– Kalimantan Timur2004 – 2007 SMP Vidatra Bontang– Kalimantan Timur2007 – 2010 SMAN 24 Bandung2011 – 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Padajadjaran2022 – 2026 Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf FakultasKedokteran Universitas Padjadjaran2016 – 2017 Dokter Internsip RSUD Majalengka2017 – 2019 Dokter Umum RS Al-Islam Bandung2019 – 2021 Dokter Umum RSUD CiamisRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHCase Series : Ocular manifestation in Leptomeningeal Metastase (Published at PINPERDOSNI Surabaya 2024TESISThe Correlation Between Systemic Immune-Inflammation Index (SII), RadiologicalFindings, and the Expanded Disability Status Scale (EDSS) in Patients with MultipleSclerosis at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung


ABSTRAKLatar Belakang:Expanded Disability Status Scale (EDSS) merupakan indikator utama disabilitas pada pasienMultiple Sclerosis (MS). Faktor yang mempengaruhi EDSS, termasuk beban inflamasi sistemikdan temuan radiologis, masih terus diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskorelasi antara Systemic Immune-Inflammation Index (SII) dan gambaran radiologis terhadapnilai EDSS pada pasien MS.Metode:Penelitian ini merupakan studi retrospektif observasional analitik yang melibatkan 57 pasienMS di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada periode Januari 2020 hingga Agustus 2025.Data demografis, klinis, EDSS, hasil pemeriksaan MRI kepala dan medula spinalis, sertaparameter inflamasi neutrophil-lymphocyte ratio (NLR), monocyte-lymphocyte ratio (MLR),platelet-lymphocyte ratio (PLR), dan SII dikumpulkan dari rekam medis. Analisis statistikmenggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, uji korelasi Spearman (rho) untukanalisis bivariat, dan analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi prediktorindependen terhadap EDSS.Hasil:Sebanyak 57 subjek didominasi perempuan (86,0%) dengan median usia 30 tahun dan tipeRRMS (91,2%). Median EDSS adalah 4,5. Pada analisis bivariat, SII (r=0,536; p<0,001), NLR(r=0,467; p<0,001), dan PLR (r=0,403; p=0,002) menunjukkan korelasi positif yangsignifikan dengan EDSS. Sebaliknya, tidak ada variabel demografis, klinis, maupun radiologis(lokasi dan jumlah lesi di MRI kepala, serta keterlibatan medula spinalis) yang berkorelasisignifikan dengan EDSS. Pada analisis multivariabel, setelah mengontrol usia, durasi rawat,dan keterlibatan medula spinalis, hanya SII yang merupakan prediktor independen yangsignifikan terhadap EDSS (β terstandar = 0,563; p < 0,001). Model regresi ini menjelaskan42,9% variasi nilai EDSS (R² = 0,429).Kesimpulan:SII memiliki korelasi positif yang kuat dan merupakan prediktor untuk nilai EDSS yang lebihtinggi pada pasien MS. Temuan ini menunjukkan bahwa beban inflamasi sistemik, yangdiukur dengan SII, berperan penting dalam tingkat disabilitas dan dapat berpotensi sebagaipenanda prognostik yang mudah dan murah. Gambaran radiologis otak tidak menunjukkanhubungan yang signifikan dengan EDSS dalam penelitian ini.Kata kunci:EDSS, MRI, Multiple Sclerosis,Systemic Immune-Inflammation Index


ABSTRACTBackground:The Expanded Disability Status Scale (EDSS) is a primary indicator of disability in patientswith Multiple Sclerosis (MS). Factors influencing EDSS, including systemic inflammatoryburden and radiological findings, continue to be investigated. This study aims to analyze thecorrelation between the Systemic Immune-Inflammation Index (SII) and radiological findingswith EDSS scores in MS patients.Methods:This research was an analytical observational retrospective study involving 57 MS patients atDr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung from January 2020 to August 2025.Demographic and clinical data, EDSS scores, results of brain and spinal cord MRIexaminations, and inflammatory parameters neutrophil-lymphocyte ratio (NLR), monocytelymphocyte ratio (MLR), platelet-lymphocyte ratio (PLR), dan SII were collected from medicalrecords. Statistical analysis employed the Kolmogorov-Smirnov test for normality,Spearman's rank correlation coefficient (rho) for bivariate analysis, and multiple linearregression analysis to identify independent predictors of EDSS.Results:The 57 subjects were predominantly female (86.0%) with a median age of 30 years and hadthe RRMS type (91.2%). The median EDSS score was 4.5. In the bivariate analysis, SII(r=0.536; p<0.001), NLR (r=0.467; p<0.001), and PLR (r=0.403; p=0.002) showedsignificant positive correlations with EDSS. Conversely, no demographic, clinical, orradiological variables (location and number of brain MRI lesions, as well as spinal cordinvolvement) correlated significantly with EDSS. In the multivariate analysis, after controllingfor age, length of stay, and spinal cord involvement, only SII was a significant independentpredictor of EDSS (standardized β = 0.563; p < 0.001). This regression model explained42.9% of the variation in EDSS scores (R² = 0.429).Conclusion:The SII has a strong positive correlation and is a predictor of higher EDSS scores in MSpatients. These findings indicate that systemic inflammatory burden, measured by SII, plays animportant role in the level of disability and could potentially serve as an easy and inexpensiveprognostic marker. Radiological findings of the brain did not show a significant associationwith EDSS in this study.Keywords:EDSS, MRI, Multiple Sclerosis, Systemic Immune-Inflammation Index


Hall of Fame


Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 17 Juli 1993Orangtua Ayah : Frans ThenIbu : Cin SuryanaAlamat RumahJl. Raya Bogor Km. 30.5 No. 8A, RT 003 RW 002,Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, KotaDepok 16452.Telp/Email 0812 3604 5202 / [email protected]. ERICK THAMBRIN, Sp.N


1999 – 2003 SD Santo Lukas, Jakarta Utara2003 – 2005 SD Slamet Riyadi, Cijantung2005 – 2008 SMP Bunda Hati Kudus, Kota Wisata, Cibubur2008 – 2011 SMA PSKD 7, Depok, Jawa Barat2011 – 2017 Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana2011 – 2017 Program Pendidikan Dokter Spesialis Neurologi,Universitas Padjajaran2017 – 2018 Dokter Internship, Rumah Sakit Umum Daerah Ende &Puskesmas Rukun Lima, Flores, NTT2018 – 2019 Dokter Umum, RS Eka Hospital, Cibubur2019 – 2021 Dokter Umum, RS Hermina DepokRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHAnti-N-Methyl-D-Aspartate Receptor (NMDAR) Encephalitis with Mature Ovarian CysticTeratoma: A Case Report (Published at 33 International Congress of ClinicalNeurophysiology – Jakarta, 2024)rdTESISPredictors for Paradoxical Reactions in Non-HIV Tuberculous Meningitis


ABSTRAKPendahuluan:Reaksi paradoksikal merupakan komplikasi penting selama terapi meningitis tuberkulosis(MTB), ditandai perburukan klinis atau munculnya lesi baru meskipun pengobatan adekuat.Identifikasi prediktor pada pasien MTB non- HIV diperlukan untuk deteksi danpenatalaksanaan dini.Metode:Penelitian kohort prospektif ini melibatkan 240 pasien MTB non-HIV yang dirawat antaraJanuari 2022 hingga Desember 2024. Pasien diikuti untuk menilai terjadinya reaksiparadoksikal selama pengobatan. Analisis regresi logistik univariat dan multivariat digunakanuntuk menentukan prediktor.Hasil:Sebanyak 45 pasien dirawat kembali, 25 pasien karena reaksi paradoksikal. Sebanyak 20pasien dikeluarkan dari analisis karena perawatan ulang tidak berkaitan dengan reaksiparadoksikal, sehingga total pasien yang dianalisis berjumlah 220 orang. Hasil analisismenemukan adanya demam (OR 12,49; 95% CI 2,12–244,49), penyangatan meningealberlebih (OR 40,04; 95% CI 7,04–776,31), dan tuberkuloma (OR 3,38; 95% CI 1,06–10,88)saat awal terdiagnosis dapat membantu memprediksi kejadian reaksi paradoksikal dikemudian hari, sementara penurunan kesadaran saat awal terdiagnosis berhubungan dengankejadian reaksi paradoksikal yang lebih rendah (OR 0,21; 95% CI 0,06–0,66).Kesimpulan:Demam, penyangatan meningeal berlebih, dan tuberkuloma pada saat awal terdiagnosismerupakan prediktor penting terjadinya reaksi paradoksikal pada pasien MTB non-HIV.Sebaliknya, pasien dengan penurunan kesadaran saat awal terdiagnosis lebih jarangmengalami reaksi paradoksikal selama pengobatan. Temuan ini menunjukkan bahwa reaksiparadoksikal cenderung terjadi pada pasien dengan respons inflamasi awal yang lebih aktif,namun masih memerlukan validasi dan eksplorasi lebih lanjut mengenai mekanismeimunopatologi yang mendasari reaksi paradoksikal.Kata Kunci:Meningitis tuberkulosis, reaksi paradoksikal, prediktor, non-HIV.


ABSTRACTBackground:Paradoxical reactions are an important complication during the treatment of tuberculousmeningitis (TBM), characterized by clinical deterioration or the appearance of new lesionsdespite appropriate therapy. Identifying predictors of paradoxical reactions in non-HIV TBMpatients is essential for early detection and timely management.Methods:This prospective cohort study included 240 non-HIV TBM patients admitted between January2022 and December 2024. Patients were followed to assess the occurrence of paradoxicalreactions during treatment. Univariate and multivariate logistic regression analyses wereperformed to identify predictors.Results:Of the 240 patients enrolled, 45 required readmission during follow-up, including 25 due toparadoxical reactions. Twenty patients were excluded because readmission was unrelated toparadoxical reactions, leaving 220 patients for final analysis. Baseline fever (OR 12.49; 95%CI 2.12–244.49), extensive meningeal enhancement (OR 40.04; 95% CI 7.04–776.31), andtuberculoma at diagnosis (OR 3.38; 95% CI 1.06–10.88) were associated with paradoxicalreactions. In contrast,decreased level of consciousness at presentation was associated with alowerlikelihood of paradoxical reactions (OR 0.21; 95% CI 0.06–0.66).Conclusion:Fever, marked meningeal enhancement, and tuberculoma at initial diagnosis were identifiedas important predictors for paradoxical reactions in non- HIV TBM patients. Conversely,patients presenting with decreased consciousness at baseline experienced paradoxicalreactions less frequently during treatment. These findings suggest that paradoxical reactionstend to occur in patients with a more active initial inflammatory response. Further validationand exploration ofthe underlying immunopathological mechanisms are warranted.Keywords:Tuberculous meningitis, paradoxical reaction, predictor, non-HIV.


Hall of Fame


Tempat dan Tanggal Lahir Pandeglang, 14 September 1993Orangtua Ayah : Drs. H. Nunung QomarudinIbu : Hj. MiminIstri dr. Sonia Irene ElsyahAnak Freesia Nahla KamilaAlamat Rumah Jl Labuan, Kp. Kadu Manggu, RT/RW : 001/001, Kel.Kadumadang, Kec. Cimanuk, Pandeglang, BantenTelp/Email 0877 7762 1112 / [email protected]. IKHWANUL KAMIL, Sp.N


1999 – 2005 SDN Pandeglang 4, Pandeglang - Banten2005 – 2008 MTS Daar El-Qolam Tangerang - Banten2008 – 2011 SMAS Daar El-Qolam Tangerang - Banten2011 – 2017 Fakultas Kedokteran Universitas MuhammadiyahJakarta2022 – 2026 Program Pendidikan Dokter Spesialis Saraf FakultasKedokteran Universitas Padjadjaran2017 – 2018 Dokter Internsip RSUD Berkah Pandeglang2018 – 2022 Dokter Umum PNS di RSUD Berkah PandeglangRIWAYAT PENDIDIKANRIWAYAT PEKERJAANKARYA ILMIAHPotensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.) sebagai Agen Inhibisi Proliferasi SelKanker dan Agen Preventif Kanker Paru. (Juara 1 Poster Ilmiah tingkat Nasional SRF FKUSU Tahun 2014)Potensi Ekstrak Bunga Kemuning (Murraya Paniculata L.Jack) Sebagai Agen AntiHipertensi. (Finalis Poster Ilmiah tingkat Nasional SA7 FK UDAYANA Tahun 2014)Potensi Ekstrak Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdatiffa) sebagai Agen AntiAterosklerosis Melalui Jalur Inhibisi Oksidasi LDL. (Finalis Poster Ilmiah tingkat NasionalSF FK UNDIP Tahun 2014)Hubungan Penggunaan Jenis Antimikroba dengan Luaran Klinis Pasien Stroke DenganPneumonia. (Published at PIN PERDOSNI Surabaya - 2024)TESISPerbedaan Luaran Klinis Guillain-Barré Syndrome dan Myasthenia Gravis Sebelum danSesudah Plasmaferesis di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung


ABSTRAKLatar Belakang:Plasmaferesis merupakan salah satu modalitas terapi pada penyakit Guillain-Barré Syndrome(GBS) dan Myasthenia Gravis (MG). GBS dan MG termasuk penyakit dengan kategori indikasiutama plasmaferesis menurut American Society for Apheresis (ASFA). Walaupun telahdigunakan luas dalam praktik klinis, derajat perbaikan luaran klinis sesudah plasmaferesisserta variasinya antar penyakit masih beragam, sehingga diperlukan penilaian perbedaanluaran klinis sebelum dan sesudah plasmaferesis.Metode:Penelitian retrospektif di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung periode Juli 2020-Agustus 2025. Luaran klinis pasien GBS dinilai menggunakan GBS Disability Scale (GBSDS),sedangkan pasien MG dinilai menggunakan Myasthenia Gravis Foundation of America(MGFA) yang diperoleh dari data rekam medis saat sebelum dan sesudah plasmaferesis,kemudian dibandingkan menggunakan uji Wilcoxon.Hasil:Sebanyak 82 pasien (50 GBS dan 32 MG) dianalisis. Terdapat penurunan bermakna(p<0,001) skor disabilitas pada kedua kelompok. Median skor GBSDS menurun dari 5 (IQR4–5) menjadi 4 (IQR 2–4), sedangkan median skor MGFA turun dari 5 (IQR 4–5) menjadi 2(IQR 2–3). Perbaikan klinis minimal satu tingkat skor dicapai pada 54% pasien GBS dan78,1% pasien MG. Efek samping terbanyak berupa ketidakseimbangan elektrolit, diikutihipotensi dan reaksi transfusi. Analisis tambahan menunjukkan adanya hubungan antarajumlah sesi plasmaferesis dan derajat perbaikan klinis, sedangkan komorbiditas cenderungmemperburuk luaran.Kesimpulan:Terdapat perbedaan luaran klinis yang signifikan pada kelompok GBS dan MG sebelum dansesudah plasmaferesis. Perubahan median skor yang lebih besar serta proporsi perbaikanklinis yang lebih banyak ditemukan pada kelompok MG dibandingkan kelompok GBS.Diperlukan monitoring ketat mengingat tingginya angka komplikasi prosedural.Kata Kunci:Guillain Barré Syndrome, GBS Disability Scale, MGFA, Myasthenia Gravis, Plasmaferesis.


Click to View FlipBook Version