Modul
SELF CONTAINED UNDER WATER BREATHING APPARATUS
(SCUBA)
PUSDIKLAT PENANGGULANGAN 0
KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN
PROVINSI DKI JAKARTA
TAHUN 2021
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta
Water Rescue
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, atas karunia-
Nya, sehingga penyusunan kembali atau revisi modul “Scuba” dapat kami
selesaikan. Modul ini disusun untuk melengkapi kurikulum pada Diklat Penyelamat
Kebakaran (Fire Rescue) di Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran Dan
Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Selain sebagai bahan ajar para instruktur, modul ini juga sebagai bahan
bacaan para peserta diklat dalam rangka untuk men ingkatkan wawasan
pengetahuan di bidang penyematan, karena modul ini memuat pokok-pokok atau
prosedur-prosedur yang harus dilakukan oleh petugas penyelamat dalam melakukan
penyelaman.
Kami sadar bahwa modul ini masih jauh dari kesempurnaan disebabkan
terbatasnya bahan bacaan dan kemampuan penyusun sendiri. Oleh sebab itu
sangat diharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk
kesempurnaan modul ini. Dalam hal ini kami mengucapkan ribuan terima kasih.
Jakarta, November 2020
Penyusun
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 1
Water Rescue
A. LATAR BELAKANG
Pada awal dibentuknya Dinas Pemadam Kebakaran adalah untuk
menangani keselamatan manusia dan harta benda dari ancaman bahaya
kebakaran. Namun dalam perkembangan selanjutnya Dinas Pemadam
Kebakaran, tugas dan fungsinya tidak hanya memadamkan kebakaran, akan
tetapi meliputi pencegahan dan pemadaman kebakaran serta penyelamatan,
sebagaimana nomenklatur Dinas yang berubah menjadi Dinas Penanggulangan
Kebakaran Dan Penyelamatan.
Di bidang penanggulangan kebakaran mencakup aspek pencegahan
kebakaran dan pemadaman kebakaran, sedangkan di bidang penyelamatan
tidak hanya penyelamatan korban di lokasi kebakaran saja akan tetapi
berkembang kepada berbagai situasi yang berbahaya, seperti penyelamatan di
bangunan runtuh, banjir, kecelakaan kendaraan dan lainnya. Selanjutnya di
dalam modul ini akan dibahas mengenai pencarian dan penyelamatan korban
di lokasi kebakaran saja.
Dalam melakukan pencarian dan penyelamatan korban petugas harus
dibekali pengetahuan dan keterampilan serta peralatan yang memadai,
sehingga petugas penyelamat dapat melakukan tugasnya dengan baik, aman,
selamat baik untuk diri sendiri, tim maupun korbannya. Petugas penyelamat
harus mewaspadai setiap kejadian kebakaran sekecil apapun kejadiannya
dimungkinkan adanya korban yang terjebak di dalam bangunan yang harus
segera dilakukan pencarian dan penyelamaatan korban.
B. TUJUAN
Tujuan umum dari penyusunan modul ini adalah mengemukakan
alternatif pemikiran yang dapat digunakan sebagai pedoman atau acuan bagi
instruktur dalam menyampaikan materi pertolongan di air, sehingga peserta
diklat dapat memahami pertolongan di air berdasarkan pengetahuan dan
keterampilan dengan benar.
1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mempelajari materi ini peserta diklat diharapkan memahami tentang
pengetahuan dasar menyelam
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mempelajari materi ini peserta diklat di harapkan mampu :
a. Menjelaskan Pengertian Scuba Diver
b. Menjelaskan Peralatan dan kelengkapan Scuba
c. Menjelaskan Pengetahuan dasar selam
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 2
Water Rescue
SELF CONTAINED UNDER WATER BREATHING APPARATUS
( SCUBA )
Pengertian Skin Diving/Snorkeling :
Adalah suatu kegiatan menyelam yang dilakukan di atas permukaan air yang
bertujuan untuk menikmati pemandangan bawah air dan penyelaman olahraga.
Peralatan yang digunakan merupakan peralatan selam dasar yang tersiri dari mask,
snorkel, dan fins.
Untuk mengadaptasikan keadaan tubuh kita pada suatu lingkungan air maka
dibutuhkan beberapa jenis peralatan,.yang mana telah kita sadari bahwa pengaruh
air akan menimbulkan kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :
• Sebuah rongga udara di depan kedua mata kita.
• Suatu bentuk isolasi (pelindung) untuk tubuh.
• Suatu pertolongan untuk mengatur keterapungan.
• Sebuah peralatan yang memungkinkan manusia untuk dapat bertahan lama
di dalam air.
Oleh karena itu manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk dapat
menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan air tersebut.
Peralatan Dasar ( Skin Diving ) :
1. Masker
2. Snorkel
3. Fin dan Boots
4. Rompi apung / Pelampung
Peralatan SCUBA diving :
1. Buoyancy Control Device (BCD)
2. Tank (Tabung Selam)
3. Regulator lengkap dengan :
a. Pengukur kedalaman (Depth Gauge)
b. Pengukur tekanan tabung (Preasure Gauge)
c. Octopus (Regulator cadangan)
4. Pemberat dan Sabuk pemberat (Weight belt)
Peralatan Tambahan :
1. Tabel penyelaman.
2. Surface Marker Buoy’s (SMB) dan Finger Real Spool
3. Computer Dive
4. Pisau selam
5. Senter selam
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 3
Water Rescue
6. Kamera bawah air
7. Dive Flag
8. Papan tulis bawah air
9. Kompresor
10. Bouy Personal
11. Sarung tangan.
12. Bootis
13. Kompas bawah air
Itu adalah antara lain peralatan-peralatan yang dibuat oleh manusia agar dapat
menyesuaikan tubuhnya dengan lingkungan air, yang mana akan berkembang terus
sesuai perkembangan zaman.
A. PERALATAN DASAR ( SKIN DIVING )
1. Masker
Masker memberikan suatu rongga udara antara mata dengan air. Dengan
masker kita juga dapat melihat lebih jelas serta melindungi terhadap iritasi
pada mata. Masker ini akan mendapat suatu tekanan hidrostatis pada waktu
menyelam.
Maka untuk menjaga tekanan keadaan ini harus di Equalisasikan, yaitu
dengan cara menghembuskan udara ke dalam masker melalui hidung. Oleh
karena itu maka hidung harus diikutsertakan kedalam masker.
Akan tetapi masker menimbulkan kerugian akibat kombinasi sudut bias dan
index bias antara air, kaca dan udara yang menyebabkan benda-benda
kelihatan lebih besar dan lebih dekat.
a. Syarat-syarat masker yang baik ;
1. Safety glass
Kacanya harus terbuat dari suatu kaca TEMPERED bukan dari plastik
yang mudah tergores. Kaca ini harus terpasang kokoh pada tempatnya.
2. Volume kecil
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 4
Water Rescue
Dengan volume yang sekecil mungkin akan memudahkan pada saat
equalisasi ataupun mask clearing.
3. Medan penglihatan luas
Hal ini bisadidapat dengan dua cara yaitu dengan kaca yang luas atau
dengan kaca yang tak terlalu luas akan tetapi letaknya sedekat
mungkin dengan mata.
2. Nose Pocket / kantung hidung
Merupakan bagian penting dari masker karena diperlukan pada saat
equalisasi tekanan yang terjadi pada masker pada saat menyelam.
3. Edge Seal
Double seal akan lebih baik daripada single seal
4. Lensa koreksi
Sekarang sudah banyak dijual dipasaran masker yang lensanya dapat
diganti dengan lensa koreksi yang sangat membantu bagi penyelam
yang berkacamata.
b. Memilih masker
Pada prinsipnya pilihlah masker yang baik dan nyaman di pakai.Pilihlah
masker yang anda sukai, kemudian tanpa mempergunakan strapnya
pasanglah masker tersebut pada muka anda.Hisaplah udara di dalamnya
dengan hidung sedikit mungkin. Kemudian tahanlah nafas anda , jika
masker tersebut dapat bertahan pada muka anda mungkin itulah masker
yang cocok untuk muka anda.
c. Jenis-jenis masker
1. Ditinjau dari bahan :
• Neoprene
• Silikone
2. Ditinjau dari kaca :
• Single
• Double
• Triple
3. Adamasker yang mempunyai katup buang dan tanpa katup buang.
Sebaiknya hindarilah model masker yang mempunyai katup buang, sebab
pada saat menyelam jika katupnya tidak berfungsi dengan baik maka air
akan masuk kedalam masker melalui katup tersebut dan ini sangatlah
tidak menyenangkan untuk melakukan sebuah penyelaman.
d. Perawatan.
Setelah melakukan penyelaman maka masker harus dibilas dengan air
bersih kemudian dikeringkan dan diberi talk, lalu simpanlah masker
ditempat yang sejuk. Terlebih lagi untuk masker yang berbahan neoprene
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 5
Water Rescue
kalau tidak dirawat dengan baik maka lama kelamaan bahan neoprenenya
akan meleleh sehingga masker tidak dapat dipakai lagi.
2. Snorkel
Adalah sebuah pipa untuk bernafas yang sederhana, dimana akan sangat
berguna untuk Skin Diving sewaktu beristirahat di permukaan air.
Dengan bantuan snorkel seorang penyelam dapat bernafas dengan mudah
tanpa harus menegakkan kepalanya keluar dari air pada saat berada di
permukaan air.Dengan demikian penyelam bebas mengamati keadaan
bawah air secara terus menerus.
Jika ada air yang masuk kedalam snorkel melalui ujung atas yang terbuka
maka si penyelam dengan mudah dapat meniup air tersebut keluar dari
snorkel sebelum mengambil nafas berikutnya.
a. Jenis-jenis snorkel
1. Ditinjau dari bahan :
a. Neoprene
b. Silikone
2. Ditinjau dari bentuk :
a. J Shaped. Type ini cukup efisien serta udara lancer mengalir
melaluinya tanpa hambatan.
b. L shaped. Type ini hamper sama dengan J shaped hanya bagian
bawahnya saja yang tidak melengkung sehingga udara yang
keluar akan mendapat sedikit hambatan.
c. Type Countur, Type ini lebih efisien lagi daripada type J shaped
sebab bagian ujungnya yang melengkung akan memudahkan
pergerakan.
d. Flexible hose, Pipa bagian yang melengkung terbuat dari bahan
yang flexible dimanabagian di dalamnya ada yang bergelombang
dan ada juga yang rata.
Terdapat juga snorkel yang mempunyai katup buang di bawahnya serta
terdapat juga bagian mouthpiece yang khusus ( moldable ) yaitu
mouthpiece yang dapat dibentuk sesuai dengan bentuk mulut sipemakai.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 6
Water Rescue
b. Memilih sebuah snorkel
Pada dasarnya pilihlah snorkel yang mempunyai pipa sependek mungkin,
serta diameter pipa yang besar dimana ini akan mempermudah
sipemakai untuk bernafas serta pilihlah snorkel yang bagian dalamnya
licin atau rata sehingga tak ada sisa air sewaktu mengeluarkan air dari
pipa dan pilihlah snorkel yang model dan mouthpiecenya sesuai dengan
anda. Hindarilah bentuk snorkel yang fleksibel.
c. Perawatan.
Sehabis melakukan penyelaman snorkel harus dibilas dengan air bersih
lalu dikeringkan dan diberi talk kemudian simpanlah ditempat yang sejuk.
d. Snorkel clearing
Snorkle clearing adalah cara untuk menguras snorkel yang terisi air
dengan menghembuskan udara kedalam snorkel melalui tekanan yang
kuat
Ada dua cara melakukan snorkel clearing :
1. Popping
Cara ini merupakan cara yang umum dan yang paling mudah
dilakukan untuk menghilangkan air dalam snorkel . Caranya yaitu dengan
menghembuskan udara kedalam snorkel sekuat kuanya sehingga air yang
beada didalam snorkel akan keluar melalui valve
2. Water displacing methode
Cara ini tidak perlu meniup udara secara kuat,hanya dengan
tengadahkan kepala sehingga ujung snorkel mengarah kebawah dan
hembuskan udara secara perlahan.
3. Fins dan boots
Fins menambah efisiensi serta mobilita kita di dalam air serta menambah laju
pergerakan dengan usaha seminimal mungkin. Hal ini akan membuat tangan
kita bebas melakukan aktivitas lainnya daripada dipergunakan untuk
berenang. Tujuan utama memakai fins adalah bergerak dengan mudah dan
konstan, jadi bukanlah kecepatan. Hal ini dilakukan dengan ayunan kaki
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 7
Water Rescue
perlahan namun kuat serta santai. Tentu saja kecepatan bias ditambah akan
tetapi hal ini skunder didalam diving.
a. Tipe-tipe fins and boots.
1. Full foot style
Jenis ini mempunyai ukuran yang serupa dengan sepatu. Umumnya
mempunyai ukuran yang lebih kecil dan lebih fleksibel dibandingkan
dengan open hill style. Fins ini relative lebih enak jika hanya berkaki
telanjang, namun bagian tumitnya akan lebih cepat rusak karena
hanya terbuat dari bahan yang tipis.
2. Open hill style
• Fixed hill
• Adjustable hill
Umumnya fins open hill mempunyai bidang yang lebih luas dan lebih
kokoh. Fins jenis ini dipakai dengan boots.
3. Rocket / jet fins.
Fins jenis ini mempunyai lubang dibagian datarnya sehingga
mengakibatkan adanya perbedaan tenaga maupun daya laju pada
ayunan kaki kemuka dan kebelakang, umumnya berbeda sekitar 25%
tergantung daripada desainnya.
4. Open tournament fins.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 8
Water Rescue
Fins jenis ini didesain untuk perlombaan fins swimming, mudah
dikenali dari bentuknya yang sangat panjang.
b. Jenis :
Ditinjau dari bahannya ada dua yaitu neoprene dan silicon.
c. Memilih fins
Umumnya SCUBA atau skin diver yang aktif membutuhkan fins yang
lebar dan kokoh untuk mendapatkan gerak laju yang maksimum dari
suatu ayunan kaki yang perlahan. Pilih juga fins yang cocok serta tidak
menjepit kaki anda.
d. Perawatan
Seperti masker dan snorkel maka setelah menyelam fins dicuci dengan
air bersih, lalu di keringkan dan diberi talk, simpan ditempat yang sejuk.
4. Rompi apung
Adalah suatu alat yang biasanya dipergunakan pada keadaan darurat.
Namun demikian rompi apung pada diving dipergunakan untuk :
• Netralisasi keterapungan pada setiap kedalaman
• Terapung dipermukaan air sambil berenang
• Beristirahat dipermukaan air dengan cara mengembangkannya secara
maksimal
• Menyelamatkan diri sendiri ataupun menyelamatkan orang lain.
Rompi apung dibedakan menjadi dua yaitu live vest yang merupakan
kelengkapan skin diving, dan buoyancy compensator yang merupakan
kelengkapan scuba diving.
a. Pelampung
Merupakan rompi apung untuk perlengkapan skin diving.Bentuk ini
mempunyai volume yang kecil dan yang di dilengkapi dengan pipa peniup
udara yang kecil dan sebuah tali pengikat tunggal.Disini terdapat dua jenis
yaitu yang langsung digantungkan di leher tetapi tidak mempunyai
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 9
Water Rescue
resleting ditengahnya dan yang digantung di leher tetapi mempunyai
resleting di tengahnya.
b. Perawatan
Setelah menyelam mungkin rompi apung akan kemasukan air, hal ini bisa
saja terjadi. Air ini tidak merusak rompi apung namun air ini harus
dikeluarkan bila rompi apung selesai dipakai.Tiupkan udara kedalamnya
melalui pipa peniup kemudian balikkanlah kebawah untuk mengeluarkan
air melalui pipa peniup. Sebaiknya rompi apung ini bagian dalam maupun
luarnya dibilas dengan air bersih kemudiandikeringkan dengan cara di
angin-anginkan. Sebaiknya juga rompi apung disimpan dalam keadaan
berisi udara.
B. PERALATAN SCUBA DIVING
Sejarah Scuba.
Sejak permulaan tahun 1800, diving dengan udara dari permukaan, sedangkan
SCUBA Diving yang kita kenal dimulai pada pertengahan abad XX.
Tahun 1943, seorang Perwira Angkatan Laut Perancis dengan seorang insinyur
mencoba suatu sistem regulator pada silinder yang berisi udara yang
dikompresikan. Unit ini dapat digantungkan dipunggung dan dibawa masuk ke
dalam air.
Orang Perancis tersebut adalah Jacques Ccounsteau dan Emile Gagnan dan
sistemnya dikenal dengan nama AQUA LUNG.
Perkembangan-perkembangan AQUA LUNG sedemikian pesatnya hingga yang
kita kenal sampai saat ini.
1. SCUBA tank ( tabung selam )
Untuk menetralisir akibat-akibat tekanan air pada tubuh, kita butuh udara
untuk mengequalisasikan tekanan dalam tubuh kita. Kita lakukan hal ini
dengan menghisap udara yang bertekanan sama dengan tekanan air
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 10
Water Rescue
disekeliling kita. Dengan cara ini bukan saja mengatasi problem tekanan air
tadi tetapi juga kita dapat tetap didalam air untuk waktu yang lebih lama.
Ada dua cara untuk memberikan udara yang bertekanan tinggi kepada
penyelam :
a. Dengan memompakan udara kedalam air dari sebuah kompresor udara
diatas permukaan air. Dengan sistim ini tentu saja penyelam mempunyai
ruang gerak yang terbatas karena adanya pipa udara.
b. Dengan suatu tabung udara yang dapat dibawa kemana saja. Ini dikenal
dengan nama SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus).
SCUBA menghasilkan mobilitas yang tinggi namun mempunyai
keterbatasan waktu tergantung pada jumlah udara yang dapat
dikompresikan kedalam tabung logam kecil tersebut. Disini kita hanya
membahas pada sistim yang mempergunakan SCUBA.
Tabung selam yang dipergunakan untuk sport diving terbuat dari :
• Steel (baja)
• Alumunium alloys
Tabung ini dirancang secara khusus dan dites untuk menampung udara
bertekanan tinggi.Udara yang diisi pada tabung tersebut adalah uadara biasa,
bukan oksigen murni. Banyak orang beranggapan bahwa sport diver
memakai oksigen murni, namun hal ini tidaklah benar. Jadi tabung selam diisi
dengan udara yang sama dengan udara yang kita hisap sehari-hari, hanya
disaring untuk membebaskan dari kotoran dan debu. Pada salah satu ujung
yang lain dipasangkan sebuah katup yang dapat dibuka dan ditutup yang kita
sebut tank valve. Pada tank valve ini dipasangkan regulator. Tabung ini
dipasang pada punggung dengan back pack atau harness.
2. Tanda-tanda tabung.
Tabung selam terdapat berbagai macam ukuran :
1. Steel (baja)38, 50, 71.2 cuft
2. Alumunium38, 50, 71.2, 80 dan 100 cuft
dan sering dua tabung dipasang menjadi satu (tandem).
3. Tanda-tanda tabung baja
DOT= Departement of Transportation yaitu badan yang ber-wenang di AS
mengawasi peredaran tabung gas bertekanan.
3AA= Menunjukkan jenis logam yang dipakai, 3AA adalah logam baja.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 11
Water Rescue
2250= Tekanan udara yang dapat diisikan pada tabung dalam psi. 123453
adalah nomor serial tabung.
PST= Pabrik yang mengeluarkan tabung tersebut (mengeluarkan tidak berarti
memproduksi sendiri tabung tsb).
6 88= Waktu test hidrostatis.
+= Khusus untuk tangki baja berarti bisa diisi 10% lebih dari yang diijinkan.
Tidak semua tabung / tangki bertanda DOT.Tangki yang lama bertanda ICC
( Interstate Commerce Commision ) yaitu badan yang mengawasi tangki yang
bertekanan sebelum digantikan oleh DOT. Sedangkan pada tangki yang baru
kadang-kadang bertanda CTC / DOT dimana CTC adalah Canadian
Transportation Commision yaitu badan yang serupa DOT tetapi ada di negara
Kanada. Pada tangki alumunium tidak dikenal adanya tanda + seperti pada
tangki baja.
Selain tanda-tanda grafis tadi ada lagi sebuah tanda yang dipasangkan pada
tabung seperti sebuah stiker kedap air dengan tulisan Equipment Safety
Program lengkap dengan tanggalnya yang berarti tabung selam tersebut telah
diperiksa bagian luar dan dalamnya dan dinyatakan bebas terhadap korosi /
karat yang berlaku selama satu tahun.
Tabung alumunium lebih tahan karat didalam air asin dibandingkan dengan
tabung baja. Jika tabung baja beroksidasi atau berkarat maka akan terbentuk
suatu lapisan yang mudah terlepas yang memungkinkan karatan berlangsung
terus, dan menyebabkan kerusakan yang berlebihan pada sebuah tabung
baja hanya dalam waktu singkat. Sedangkan pada tabung alumunium
oksidasi / karat akan menyebabkan suatu lapisan sangat tipis yang tak mudah
terlepas dan sangat ketat sehingga lapisan ini sesungguhnya akan
membatasi atau menjaga kerusakan lebih lanjut pada dinding logam.
Internal coating :
Sebelum adanya tabung alumunium problem dari berkaratnya bagian dalam
dari tabung baja menyebabkan beberapa pabrik bereksperimen membuat
agar bagian dalam tidak berkarat. Bagian dalam yang diberi lapisan plastic
rupanya tak seberapa sukses.Cara yang terbaik adalah tabung baja yang
belum diberi lapisan apa-apa pada bagian dalamnya dijaga benar-benar
terhadap kelembaban.
External Coating :
Cara terbaik menahan karat pada bagian luar dari suatu tabung baja adalah
dengan galvanisasi.Biarpun cuma sedikit setiap tabung baja harus
digalvanisasi, barulah diberi lapisan vynil atau tabung untuk warna-warna
yang dicat pada tabung untuk dekoratif.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 12
Water Rescue
Tabung alumunium tidak memerlukan galvanisasi sebagai proteksi karena
adanya oksida alumunium itu sendiri.
Akhir-akhir ini untuk sport diver tabung baja sudah jarang dipakai selain cukup
berat perawatannya juga cukup rumit.
3. Memilih Tabung
Umumnya diver-diver memilih tabung standar tunggal dengan kapasitas 80
cuft. Berat tabung merupakan suatu pertimbangan pula, yang mana tabung
gganda tentu akan dua kali lebih berat daripada tabung tunggal. Yang paling
aman adalah membeli tabung alumunium yang baru sebab tabung bekas
tentunya harus menjalani hidrostatis disamping stiker ESP.
4. Perawatan.
a. Jangan mengisi tangki melebihi tekanan yang diijinkan.
b. Isilah tangki dengan udara yang bersih.
c. Setelah melakukan penyelaman maka tangki harus dibilas / dicuci
dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa air laut. Sekali-sekali
tank boot dilepas untuk memeriksa korosi yang terjadi di dasar tabung.
d. Pemeriksaan secara visual pada bagian dalam tabung dilakukan setiap
tahun atau lebih sering, tergantung udara lembab yang mungkin masuk
kedalamnya.
e. Test hidrostatis harus dilakukan setiap lima tahun sekali.
f. Lindungilah tabung terhadap benturan baik pada saat transportasi maupun
saat penyimpanan.
g. Pakai boots yang berlubang bagian bawahnya untuk melindungi tabung.
h. Jangan sekali sekali memakai tabung sampai isinya habis sama sekali,
apalagi didalam air / uap air dapat masuk kedalamnya.
i. UntukPenyimpanan jangka panjang letakkanlah tabung secara tegak dan
berisi kira-kira 500 psi. Sebab jika tabung dalam keadaan kosong maka
uap air akan dapat masuk kedalamnya.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 13
Water Rescue
j. Usahakan agar tabung dirisi udara segar lagi sehabis disimpan lama.
k. Janganlah membawa menyimpan tabung dalam keadaan panas yang
berlebihan sebab udara yang berada dalam tabung akan mengembang
dan melebihi tekanan yang diijinkan, dan ini sangat membahayakan.
l. Jangan mencat ulang kembali tabung dengan cara membakar cat yang
lama, sebab ini akan mengubah struktur logam pada tabung sehingga
tabung tidak bisa dipakai lagi
m. Lindungilah bagian luar tabung dengan memakai tank protector.
5. Tank Valve
Adalah salah satu bagian dari tabung. Valve ini biasa dipasangkan
pada leher tabung SCUBA dan bekerja seperti kran air yaitu membuka dan
menutup serta juga sebagai tempat memasang regulator ( first stage )
a. Bentuk-bentuk tank valve.
K Valve ; Merupakan type katup yang paling sederhana, mempunyai
sebuah lubang untuk udara keluar dan masuk dengan sebuah tombol
untuk membuka dan menutup yang terletak disisinya.
J Valve; Katup type J ini hamper sama dengan type K. tetapi
mempunyai sebuah klep cadangan ( reverse ). Reverse mekanis ini
bekerja menghentikan aliran udara jika tekanan tabung turun sampai
dibawah batas yang ditentukan, biasanya 300 psi. Diver dapat membuka
katup cadangan ini dan mulai naik ke permukaan.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 14
Water Rescue
b. Bagian-bagian dari valve
• Safety plug
Adalah sumbat pengaman yang kecil bentuknya yang dipasang pada
valve dan akan pecah jika tekanan tabung melebihi tekanan kritikal
tertentu. Jelas alat ini melindungi tabung terhadap kemungkinan
meledak.
• O Ring
Adalah sebuah alat penahan kebocoran antara sambungan regulator
dengan valve, berbentuk huruf O dan terbuat dari karet atau silicon.
c. Perawatan
Karena katub-katup ini umumnya terbuat dari suatu logam campuran
yang mudah rusak, maka selama transportasi letakkanlah pada tempat
yang tidak mudah terguling atau terbentur. Untuk menghindari kotoran
masuk kedalam valve maka sebelum dan sesudah pemakaian sebaiknya
lubang tempat udara keluar ditutup baik itu dengan isolasi maupun
penutup lainnya.
d. Tank Boots
Tank boot dipasang pada bagian bawah dari tabung, dipergunakan untuk
melindungi bagian bawah tabung terhadap benturan maupun gesekan
baik itu selama dipakai di kolam renang maupun di laut.Sebaiknya tank
boot ini sekali sekali dibuka untuk melihat kondisi logam yang ada
disekitar tank boot.Sebaiknya pilihlah tank boot yang bagian bawahnya
berlubang agar air dapat keluar dari bagian bawah tabung yang tertutup
oleh tank boot tersebut.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 15
Water Rescue
2. Regulator
Regulator SCUBA merupakan alat yang sederhana.Regulator ini merubah
udara bertekanan tinggi dari tabung SCUBA menjadi suatu udara bertekanan
sesuai dengan kebutuhan nafas kita, dan hanya memberikan udara yang
diperlukan dan sesuai dengan tekanan disekelilingnya.
Type Regulator
a. Single Hose.
Umumnya semua sport diver mempergunakan single hose yang terdiri
dari dua tingkat yaitu tingkat pertama ( first stage ) yang dipasangkan
pada tabung SCUBA dan tingkat kedua ( scond stage ) yang
dipasangkan pada mulut ( mouthpiece ).
Udara pada tingkat pertama dikurangi menjadi kira-kira 100 psi diatas
tekanan sekelilingnya. Pada tingkat kedua , maka tekanan udara
dikurangi menjadi sebesar tekanan yang dibutuhkan ( bertekanan sesuai
dengan tekanan sekelilingnya ). Sebuah regulator single hose juga
dilengkapi dengan PURGE BOTTON yaitu sebuah tombol yang akan
berfungsi membuang sisa air didalam mouthpiece bilamana ditekan.
Untuk melindungi bagian first stage dari kemasukan air atau debu maka
first stage juga dilengkapi sebuah penutup ( cup ) yang dipasangkan
pada bagian first stage ( tempat udara masuk dari tabung )
b. Double hose
Regulator jenis ini masih banyak dipakai pada diving komersil, dan dalam
penyelaman didaerah yang berair dingin. Regulator double hose ini lebih
mahal ongkos pembuatannya, perawatannya lebih sulit dan dalam
pemakaiannya lebih sukar. Cara kerjanya hampir sama dengan single
hose, hanya saja sisa udara dari mouthpiece di kembalikan ke first stage
dan barulah dibuang keluar.
Selain dari jumlah hose diatas regulator dapat juga dibedakan dengan :
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 16
Water Rescue
o Balanced first stage
o Unbalanced first stage
Yang dimaksud balanced disini adalah first stage sanggup menyesuaikan
outputnya dengan keadaan isi tabung yang akan berubah menurun
tekanannya selama dipakai yaitu outputnya kira-kira 100 psi diatas
tekanan udara pada mouthpiece sedangkan tekanan tabung akan berubah
dari beberapa ribu psi menjadi sekitar 300 psi.
Selain first stage maka second stage pun ada yang adjustable.Adjustable
yang dimaksud disini bahwa yang diatur adalah besarnya tahanan waktu
menghisap yaitu sekitar 0,037 psi.Tahanan waktu menghisap ini
mengkompensasikan perbedaan elevasi antara second stage dengan
pusat paru-paru waktu diver berenang secara horizontal. Diver
merasakan sedikit tahanan waktu menghisap jika ia berdiri vertical atau
waktu ia berenang terlentang, maka diver tentunya akan menghisap lebih
mudah waktu berenang telungkup dengan muka kebawah, hal inilah yang
dikompensasikan.
Ada juga regulator yang dilengkapi dengan first stage audio yaitu suatu
first stage yang akan mengeluarkan bunyi bilamana tekanan tabung
kurang dari 350 psi diatas tekanan sekelilingnya. Jadi seolah-olah
memberikan isyarat bahwa tekanan tabung mendekati kritis .bunyi ini
dapat terdengar sampai 60 feet jauhnya.
Sebenarnya regulator dibedakan atas sistim kerja :
1. Open circuit ( Sisa udara dibuang keluar semua )
2. Semi closed circuit
( Sisa udara dibuang sebagian dan sebagian lagi disirkulasikan )
3. Closed circuit (Sisa udara disaring lagi dan disirkulasikan kembali )
c. Octopus
Sebenarnya yang dimaksud octopus regulator hanyalah sebuah second
stage dengan hose yang lebih panjang yang terpasang pada sebuah
regulator. Maksudnya sebagai second stage cadangan yang dipakai
langsung bilamana diperlukan, misalnya dalam keadaan menolong rekan
diving yang kehabisan udara atau sebagai regulator cadangan apabila
regulator pertama mengalami gangguan.Tetapi akhir-akhir ini ada juga
octopus regulator yang terpasang pada BC, jadi tidak terpasang pada first
stage.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 17
Water Rescue
d. Perawatan
Regulator haruslah dirawat secara benar setelah dipakai.Kaporit dari air
kolam renang maupun air asin dapat merusak regulator apabila tidak
dibilas dengan air bersih. Salah satu cara membilas regulator ialah
dengan cara membiarkan regulator tetap terpasang pada tabung SCUBA
dengan udara bertekanan didalamnya, lalu bilaslah dengan air bersih atau
air hangat. Jika hal tersebut tidak mamungkinkan maka cara kedua ialah
dengan meletakkan second stage dibawah kran air dan bilaslah.
Kemudian keringkan sebelum disimpan. Dalam penyimpanan janganlah
hose sampai tertekuk, sebaiknya simpanlah didalam sebuah kotak khusus
dan ditempat yang sejuk serta kering.
3. Sabuk Pemberat
Tubuh manusia mungkin akan mendapat daya tekan keatas didalam air sebesar
kira-kira 6 pound. Pakaian selam yang terbuat dari bahan neoprene akan
menambah daya apung tersebut menjadi lebih besar 5 sampai 25 pound. Untuk
menetralisir keadaan ini maka penyelam memerlukan suatu pemberat untuk
membantu masuk kedalam air dengan mudah.
a. Jenis sabuk pemberat
1. Weight belt
Adalah suatu sabuk pemberat dari nylon atau bahan lainnya yang dapat
dipasangkan pada sabuk tersebut timah timah dengan berat yang
diinginkan. Gesper dari sabuk ini haruslah terbuat dari suatu bentuk yang
mudah dilepaskan ( quick release ) pada saat keadaan bahaya.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 18
Water Rescue
2. Weight Pack
Yaitu suatu system pemberat yang langsung dipasangkan pada tabung
SCUBA.Jenis pemberat ini tidak dipergunakan lagi sebab dianggap
membahayakan penyelam jika terjadi keadaan darurat karena
pemberatnya tidak bisa dilepaskan atau dibuang.
b. Memilih system pemberat
Umumnya yang paling mudah dan murah adalah weight belt dan jika
memakai wet suit setebal 3/16 inchi biasanya membutuhkan timah seberat
10% dari berat tubuh. Namun ini tergantung dari selera masing-masing dan
latihan yang kontinyu.
c. Back Pack
Adalah suatu system harness yang berfungsi sebagai dudukan tabung pada
punggung diver.
Bentuk- bentuk back pack :
1. Harness Pack
Adalah system paling sederhana karena terbuat hanya dari sabuk-sabuk
pengikat.
2. Semi Countur Pack
Berbentuk seperti papan yang terbuat dari plastik dan ada pegangan
untuk membawanya. Plastik ini agak melengkung dan diletakkan pada
punggung dengan sabuk.
3. Contour Pack
Bentuk ini lebih besar lagi dengan lengkungan yang sesuai punggung.
Selain terbuat dari plastic ada juga yang terbuat dari alumunium.
4. Hawaian Pack
Paling sering dipakai di Pasifik Barat, mempunyai bilah logam berlapis
yang digantungkan pada bahu dengan sabuk di pinggang.
Akhir akhir ini sudah banyak beredar BC yang sekaligus tergabung dengan
back packnya, sehingga diver dapat dengan mudah memasang BC pada
tabung dan dengan mudah memakainya.
d. Perawatan
Seperti juga alat-alat selam lainnya maka setelah dipakai back pack ini harus
dicuci / dibilas dengan air bersih.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 19
Water Rescue
4. Buoyancy Control Device (BCD)
Merupakan rompi apung sebagai perlengkapan SCUBA DIVING.BCD ini
mempunyai volume yang besar. BCD diisi dengan cara mengambil udara dari
tabung melalui selang inflator yang bertekanan rendah.
BCD juga dilengkapi dengan katup pengaman yaitu bila tekanan udara yang
terdapat didalamnya berlebihan maka secara otomatis udara itu dikeluarkan
melalui katup pengaman tersebut
C. PERALATAN TAMBAHAN SCUBA
1. Tabel penyelaman.
Pada tahun 1900 seorang profesor dokter Inggris yaitu Haldane yang banyak
berkecimpung dalam penyelaman, menemukan bahwa zat gas yang diserap
oleh tubuh penyelam dapat ditahan didalamnya bila penurunan tekanan
adalah 2:1 gantinya perbandingan tekanan permukaan dengan tekanan
sekeliling selisih bandingnya tidak lebih dari 2.
Dengan demikian pada kedalaman 10 meter (33 feet) dalam waktu lama,
seorang penyelam tidak akan mengalami dekompresi (tidak terjadi
pembentukan gelombang saat muncul). Bila sudah melebihi 10 meter karena
melebihi perbandingan 2:1 maka semakin dalam menyelam, makin singkat
waktu dasar (BT). Untuk itu diperlukan tabel selam agar penyelaman
terhindar dari penyakit decompressi.
Tabel Selam
Di dalam tabel USN 1-10 disamping terdapat empat kolom yang terdiri dari.
• Depth (feet) yaitu penunjukkan kedalaman penyelaman dalam satuan
feet.
• Bottom time (min) yaitu waktu dasar adalah waktu penyelaman dihitung
saat mulai masuk dalam air hingga pada saat akan naik ke permukaan
dalam menit.
• Decompression stop (min) yaitu pada kedalaman tertentu dalam waktu
tertentu seorang penyelam harus berhenti dalam perjalanan naik ke
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 20
Water Rescue
permukaan dalam menit, terdiri dari kedalaman 20 feet dan 10 feet
sebagai station pemberhentian.
• Repetitif group yaitu abjad petunjuk tabel.
Pada kolom pertama tertulis kedalaman mulai dengan 40 feet, penambahan
kedalaman sebesar 10 feet bagi seorang penyelam harus menjadi patokan
untuk penentuan kedalaman selam. Bila kedalaman sebesar 62 feet maka
harus dihitung menjadi 70 feet, dan bila kedalamannya 75 feet maka dihitung
menjadi 80 feet dan seterusnya. Selalu harus dihitung kedalaman paling
besar yang dicapai. Misalnya bila kedalaman penyelaman 60 feet tetapi
karena sesuatu hal tiba-tiba harus turun ke 80 feet untuk beberapa saat saja,
maka kedalaman penyelaman harus dihitung menjadi 80 feet.
Kolom kedua ditulis waktu di dasar (Bottom time) dalam menit. Bila waktu
penurunan sampai kedalaman yang hendak dicapai 5 menit dan waktu yang
digunakan sebelum naik adalah 20 menit, maka waktu BT adalah 25 menit.
Pada kolom ini setiap kedalaman dimulai dengan angka yang menunjukkan
waktu maksimal pada kedalaman tersebut yang belum memerlukan
dekompresi, artinya muncul sampai di permukaan dapat dilakukan tanpa
perlu berhenti untuk membiarkan kelebihan gas yang diserap oleh tubuh
dapat lepas secara wajar. Laju kecepatan naik adalah 60 feet / menit atau 1
feet / detik. Waktu maksimal ini disebut "Batas Tanpa Dekompresi" atau
lazim disebut "No Decompressi Limit" atau "Waktu Nol".
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 21
Water Rescue
Bila melampaui batasan tersebut maka harus dilihat BT yang bersangkutan
dan perlu berhenti untuk dekompresi. Kolom ketiga adalah waktu sampai
pemberhentian dekompresi pertama (dalam menit dan detik). Kecepatan naik
1 feet/detik harus diambil sebagai patokan.
Kolom keempat adalah kedalaman pemberhentian dekompresi (dalam feet).
2. Wet suit
Dipergunakan untuk menjaga terhadap kehilangan panas tubuh yang
berlebihan dan melindungi tubuh terhadap goresan karang maupun sengatan
ubur-ubur atau racun binatang lainnya.
a. Jenis pakaian selam :
1. Wet suit
Yaitu type yang umumnya dipakai oleh sport diver. Terbuat dari busa
neoprene dengan tebal yang bermacam macam antara lain : 1/8, 3/16,
¼ dan 3/8 inchi. Wet suit ini tidak kedap air sehingga ada selaput tipis
air diantara tubuh dengan bahan neoprene tersebut.
2. Dry suit.
Hampir sama dengan wet suit, akan tetapi mempunyai resliting yang
kedap air, sehingga akan dapat menyekat air. Beberapa type dry suit
di lengkapi dengan pipa peniup udara sehingga dapat ditiupkan udara
kedalamnya untuk menambah isolasi ataupun daya apung.Tidak
seperti wet suit yang terdiri dari dua bagian, dry suit biasanya dibuat
menjadi satu antara bagian celana dengan bagian bajunya dan hanya
mempunyai sebuah risliting tunggal untuk masuk kedalamnya.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 22
Water Rescue
b. Memilih pakaian selam.
Pemilihan pakaian selam tergantung pada daerah mana pakaian selam
tersebut akan dipakai. Untuk daerah tropis bila menyelam disiang hari
yang terik mungkin cukup hanya memakai sehelai baju kaos saja. Kalau
ingin memakai wet suit pakailah yang mempunyai tebal 1/8 inchi. Air
yang dingin tentunya membutuhkan yang lebih tebal lagi ataupun dry
suit. Pakaian selam yang berwarna semarak akan mudah terlihat , pada
prinsipnya pilihlah dipakai atau jangan terlalu longgar sebab akan
kehilangan fungsinya menahan kehilangan panas
c. Perawatan
Seperti juga semua peralatan yang terbuat dari bahan neoprene
( masker, fins atau snorkel ) setelah dipakai haruslah dibilas dengan air
bersih lalu dikeringkan dan diberi talk. Selama penyimpanan lebih baik
digantung jangan dilipat.
3. Sarung tangan
Sebenarnya ini merupakan bagian tambahan dari pakaian selam seperti juga
tutup kepala dan boots. Kalau pakaian selam digunakan untuk melindungi
tubuh, sarung tangan dan boots untuk melindungi anggota tubuh sedangkan
tutup kepala jelas untuk melindungi kepala.Peralatan ini dibutuhkan bila
temperature air 22 derajat celcius atau dibawahnya. Terdapat banyak sekali
model dan warna, ada yang terbuat dari bahan katun, nylon maupun
neoprene
4. Computer Dive
Fungsi :
a) Komputer utk menghitung Non-Decompression-Limit, untuk tahu brapa
lama kita boleh dive di kedalaman tertentu
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 23
Water Rescue
b) Memberi info kapan kita mesti safety/deep stop serta mesti berapa
lama.
c) Menghitung berapa sisa nitrogen dalam tubuh, berapa saturated/jenuh
nitrogen dalam tubuh
d) Menghitung no-fly-time, berapa jam kita mesti menunda penerbangan
dan kapan kita boleh naik pesawat setelah diving.
e) Bagus utk pemula yg sering naik turun bouyancynya, biar makin baik.
f) Menghitung berdasarkan nitrox, udara biasa, atau bahkan gas lain,
atau gabungannya...yummy
g) Dive log book digital
h) Depth alarm - alarm akan bunyi saat kita mencapai max depth yg kita
set
i) Diving Time alarm - alarm akan bunyi saat kita mencapai max waktu yg
kita set
5. Pisau selam.
Pisau selam merupakan alat serbaguna.Digunakan untuk menolong,
menggali memotong tali dan sebagainya.
Pisau ini tidak disiapkan dan jangan dipakai sebagai senjata, namun sebagai
suatu perlengkapan diving yang standar.Umumnya dibuat dari bahan yang
anti karat.Pisau selam berbentuk gerigi pada mata yang lainnya berguna
untuk memotong tali didalam air.Sebaiknya jangan diasah terlalu tajam, untuk
menajamkannya dipergunakan kikir halus.
Biasanya pada sisinya tergores garis dengan angka-angka seperti pada
penggaris ( sebagai alat ukur ). Pisau selam ini biasanya di pasang pada betis
sebelah dalam untuk menghindari kemungkinan tersangkut pada rumput laut
dan sebagainya.
6. Surface Marker Buoy’s (SMB) dan Finger Real Spool
adalah pelampung yang digunakan oleh penyelam scuba , di ujung garis dari
penyelam, dimaksudkan untuk menunjukkan posisi penyelam kepada orang-
orang di permukaan saat penyelam berada di bawah air. Dua jenis
digunakan; satu (SMB) ditarik untuk seluruh penyelaman, dan menunjukkan
posisi kelompok penyelaman selama penyelaman, dan yang
lainnya, pelampung penanda permukaan yang
tertunda , DSMB atau pelampung dekompresi , digunakan menjelang akhir
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 24
Water Rescue
penyelaman sebagai sinyal untuk permukaan tempat para penyelam mulai
naik, dan tempat mereka akan naik ke permukaan. [1] Kedua jenis ini juga
dapat berfungsi sebagai referensi kedalaman untuk mengontrol kecepatan
pendakian dan secara akurat menjaga kedalaman pada penghentian
dekompresi. Pelampung penanda permukaan juga digunakan oleh
penyelam bebas di perairan terbuka, untuk menunjukkan perkiraan posisi
penyelam saat terendam. Mereka juga dapat digunakan untuk mendukung tas
tangkap atau tali pengikat ikan oleh pemburu dan kolektor bawah air.
7. Dive flag / Bendera selam
Bendera diving atau juga disebut Diver Down Flag adalah bendera yang
digunakan di permukaan air untuk menunjukkan bahwa ada seorang
penyelam bawah air. Di Amerika Utara, bendera selam secara konvensional
adalah berwarna merah dengan garis putih dari sudut kiri atas ke pojok kanan
bawah. Secara internasional, bendera kode alfa / alpha, yang berwarna putih
dan biru, digunakan untuk memberi tanda bahwa kapal memiliki seorang
penyelam bawah air dan kapal lainnya harus tetap baik jelas pada kecepatan
lambat.
Tujuan penggunaan bendera selam adalah untuk memberitahukan kepada
kapal lain untuk menjauhi wilayah terebut untuk keselamatan penyelam dan
untuk menghindari kemungkinan terjadinya tabrakan dengan kapal menyelam
yang mungkin manuver mampu keluar dari jalan.
Penggunaan bendera merah putih, yang dirancang dan diperkenalkan pada
tahun 1956 oleh veteran Angkatan Laut Denzel James Dockery, diwajibkan
oleh hukum atau peraturan di beberapa negara bagian AS dan Kanada, juga
dalam beberapa negara di dunia. Biasanya peraturan mengharuskan
penyelam untuk menampilkan bendera dan tinggal dalam jarak tertentu dari
itu ketika mereka berada dekat permukaan. Bendera ini dapat ditempatkan di
atas perahu atau pelampung penanda permukaan.
Bendera sinyal ALFA / ALPHA
Sebuah bendera, yang setengah berwarna putih, dan disebelah kanan
berwarna biru dan memiliki potongan berbentuk segitiga ke arah dalam.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 25
Water Rescue
Bendera “Alpha” atau “Alfa” menpunyai arti: “Saya memiliki seorang penyelam
bawah; melajulah pada kecepatan lambat”
Sebagai kode sinyal maritim Internasional bendera A (huruf ALFA / ALPHA)
digunakan untuk menunjukkan adanya seorang penyelam di dalam air, dan
lebih umum digunakan di Eropa dan Persemakmuran Inggris, termasuk
negara-negara seperti Inggris, Irlandia, Australia, Kanada, Selandia Baru,
Afrika Selatan, dan Kenya. Hal ini juga digunakan oleh Angkatan Laut Rusia
untuk tujuan yang sama.
Meskipun kehadiran bendera ‘A’ dapat memberikan perlindungan bagi para
penyelam di sekitar kapal yang menampilkan bendera ini, maksud dari replika
diperlukan adalah untuk memperingatkan kapal-kapal lain dari bahaya
tabrakan.
Ini menandai perbedaan antara bendera ‘A’ dan penyelam
merahdanputihbawahbenderaOther uses
Saat ini bendera merah putih sangat terkait dengan scuba diving yang juga
digunakan untuk menunjukkan tempat di mana ada layanan bagi para
penyelam.
8. Compresor
Alat ini mungkin tidak asing lagi bukan di telinga kita? Iya kompresor
adalah alat yang biasa digunakan untuk memampatkan oksigen, eh
bukan oksigen buddies! Namun memampatkan udara sekitar. Kompresor
berasal dari kata dasar kompres yang berarti sebuah proses
memampatkan. Kompresor sendiri merupakan alat atau mesin yang
berfungsi untuk memampatkan suatu fluida (gas dan liquid) yang pada
awalnya memiliki tekanan yang rendah menjadi bertekanan tinggi / kuat.
Kompresor pertama kali ditemukan oleh Otto Von Guiricke seorang
Jerman kelahiran Magdeburg (20 November 1602 – 11 Mei 1686) di usia
83 tahun pada tahun 1650.
Prinsip kerja kompresor dapat dilihat mirip dengan paru-paru manusia.
Misalnya ketika seorang mengambil napas dalam – dalam untuk meniup
api lilin, maka ia akan meningkatkan tekanan udara di dalam paru-paru,
sehingga menghasilkan udara bertekanan yang kemudian digunakan
atau dihembuskan untuk meniup api lilin tersebut.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 26
Water Rescue
9. Compas
adalah salah satu aksesori selam yang sangat berguna. Kalau kamu masuk
ke lokasi selam yang gelap atau ingin menjelajah mencari ikan atau terumbu
karang yang cantik, kompas bisa membantumu menemukan arah untuk
kembali ke kapal.
10. Papan tulis bawah air
a) untuk menulis
b) untuk menggambar
c) untuk menjelaskan suatu penjelasan berupa tulisa
11. Bouy Personal
Pelampung penanda permukaan diapungkan di permukaan selama
penyelaman untuk menandai posisi penyelam selama penyelaman
melayang , penyelaman malam , kabut atau kondisi laut yang terganggu.
12. Camera bawah air
kamera merupakan seperangkat alat atau perlengkapan yang berfungsi untuk
mengabadikan suatu objek menjadi sebuah gambar (diam maupun bergerak)
yang merupakan hasil proyeksi pada sistem lensa.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 27
Water Rescue
13. Senter selam.
Fungsi utama dari senter adalah menjadi alat penerangan. ...
Lampu senter juga berfungsi sebagai pemngirim sinyal.
14. Gear bag
Sebuah gear bag sangat dibutuhkan untuk membawa peralatan diving yang
banyak itu dan juga digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara.
Diver dapat dengan mudah menyimpan seluruh perlengkapannya didalam
sebuah gear bag pada saat mengurangi kemungkinan tercampurnya dengan
alat orang lain.
Biasanya gear bag terbuat dari suatu bahan kuat dan liat, juga bentuknya
besar sehingga dapat memuat seluruh peralatan selam kecuali tabung udara
(tank) dan sabuk pemberat yang sangat berat.
Meletakkan peralatan selam didalam sebuah gear bag haruslah sesuai
dengan urutan kebalikan waktu memakai peralatan tersebut sehingga
mengurangi kekacauan.
Terdapat berbagai jenis dan bentuk gear bag. Sebaiknya pilihlah sebuah gear
bag yang sesuai dengan kebutuhan anda.
D. Entry (Masuk air)
Penyelam tidak bisa begitu saja masuk ke dalam air terutama dengan posisi
yang tidak benar. Hal ini dapat mengakibatkan cidera cidera pada diri sendiri
ataupun merusak peralatan menyelam yang digunakan, oleh karena itu di
perlukan cara yang tepat dan aman ketika masuk kedalam air, yaitu :
1. Giant stride entry (Melangkah jauh kedepan)
Cara masuk keair dengan cara berdiri di tepian badan kapal/kolam kemudian
melangkah jauh kedepan, tanpa adanya melompatsambil salah satu tangan
memegang masker dan snorkel dan pandangan lurus kedepan
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 28
Water Rescue
2. Sitting front antry
Cara masuk keair dengan posisi duduk, kemudian biarkan fin berjuntai keluar
dan posisikan tangan disalah satu sisi, berputar dan masuk kedalam air
dengan memberikan tolakan agar badan penyelam terhindar dari benturan
dengan bagian yang dijadikan tempat enty
3. Back roll entry
Ini biasanya dilakukan posisi entry di atas kapal, yaitu dengan duduk di
pinggir perahu tekuk kaki hingga lutut menyentuh dada sambil salah satu
tangan memegang mask dan snorkel lalu gulingkan badan kebelakang tanpa
ragu
4. Fron roll entry
Yaitu kebalikannya dari back roll entry, dengan posisi badan membungkuk
sampai kepala menyentuh lutut sambil salah satu tangan memegang masker
dan snorkel . Posisi kaki lurus dan rapat, kemudian gulingkan badan lurus
kedepan tanpa ragu.
E. Equalizing
Equalizing merupakan cara untuk menyamakan tekanan di telinga dengan
tekanan air di sekitar lingkungan penyelam, equalize sangat penting dilakukan
karna apabila tidak melakukukan equalizing maka telinga akan terasa sakit dan
menyebabkan rongga sinus tertekan yang juga akan menimbulkan sakit yang luar
biasa.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 29
Water Rescue
Ada bebrapa cara equalizing, diantaranya :
1. Menutup hidung melalui pocket nose pada mask kemudian meniupkan udara
ke dalam saluran eustachius dari tenggorokan hingga terasa seperti ada
kattub yang terbuka pada bagian telinga
2. Menelan air liur hingga terasa ada katub yeng terbuka pada bagian telinga
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 30
Water Rescue
BAB. V
PENUTUP
Melalui pembelajaran berbasis modul, diharapkan akan membantu peserta
diklat akan dapat belajar secara mandiri, mengukur kemampuan diri sendiri, dan
menilai dirinya sendiri. Tidak terkecuali dalam memahami materi scuba
Semoga modul ini dapat digunakan sebagai raferensi tambahan dalam proses
pembelajaran pada kegiatan Pendidikan dan pelatihan, baik teori maupun praktik.
Peserta Diklat lebih mendalami materi lain di samping materi yang ada di modul ini
melalui berbagai sumber.
Semoga modul ini bermanfaat bagi Petugas penaggulangan Kebakaran dan
Penyelamatan khususnya yang mengambil Diklat Fire Rescue. Tak lupa dalam
kesempatan ini, penulis mohon saran dan kritik yang membangun terhadap, demi
sempurnanya penyusunan modul ini di masa-masa yang akan datang. Semoga
modul ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pembaca budiman lainnya.
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 31
Water Rescue
REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA
1. Buku-buku materi Pelatihan Rescue BASARNAS.
2. Buku Teori Pelatihan Selam Dasar TNI – AL
DISWATPERSAL ( 1999 )
3. Buku Bintang satu POSSI
Pusdiklat Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta 32
Water Rescue