The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Transformasi Tata Kelola Jabatan Fungsional

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BKPSDM Kab. Pasaman Channel, 2023-07-12 22:20:32

Transformasi Tata Kelola Jabatan Fungsional

Transformasi Tata Kelola Jabatan Fungsional

TRANSFORMASI TATA KELOLA JABATAN FUNGSIONAL Peraturan Menteri PAN & RB No. 1 Tahun 2023 2023 BADANKEPEGAWAIANNEGARA


PERMENPANRB NO.13 TAHUN 2019 PERMENPANRB PENETAPAN JF PERMENPANRB NO.1 TAHUN 2023 TRANSFORMASI JF TRANSFORMASI TATA KELOLAJABATAN FUNGSIONAL JUKLAK/JUKNIS JF PER-BKN 11/2022 • • • PER-BKN 3/2023 1


Tata cara peghitungan AK untuk perpindahan ke dalam JF Pemberian angka kredit penyesuaian Penghitungan konversi Predikat Kinerja dalam Angka Kredit Mekanisme kenaikan jenjang & tata cara penghitungan Angka Kredit Kumulatif Mekanisme kenaikan pangkat JF & Penghitungan AK Kumulatif MANDAT UNTUK BKN Tata cara penyelarasan kegiatan dan hasil kerja JF ke dalam butir kegiatan JF Tata cara penyesuaian Angka Kredit Kumulatif 2


KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB, TUGAS, DAN KLASIFIKASI JF Klasifikasi JF disusun berdasarkan kesamaan karakteristik, mekanisme, dan pola kerja dalam Unit Organisasi. 3 Pejabat Fungsional dapat ditugaskan untuk memimpin suatu Unit Organisasi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 1 Kedudukan & Tanggung Jawab: Tugas JF memperhatikan ruang lingkup kegiatan dan dapat juga diberikan tugas lainnya. 2 Tugas Jabatan Fungsional: Klasifikasi Jabatan Fungsional: 3


KATEGORI DAN JENJANG JF JF keahlian ditetapkan berdasarkan dominasi karakteristik pekerjaan pada ranah kognitif, yaitu pengetahuan dan perilaku sesuai dengan jenjang pendidikan. 1 2 JF keterampilan ditetapkan berdasarkan dominasi karakteristik pekerjaan pada ranah psikomotor, yaitu keterampilan dan perilaku sesuai dengan jenjang pendidikan. 4 Pemula Terampil Mahir Penyelia JF Keterampilan Ahli Pertama Ahli Muda Ahli Madya Ahli Utama JF Keahlian


PENGUSULAN DAN PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL 5 Pimpinan Instansi Menteri PAN & RB Menetapkan JF yang diusulkan dalam Peraturan Menteri


PENGANGKATAN DALAM JF • Pengangkatan PNS dalam JF harus mempertimbangkan lingkup tugas Unit Organisasi dengan kelompok keahlian/ keterampilan JF, serta kebutuhan organisasi. • Penetapan kebutuhan JF dilaksanakan berdasarkan pedoman penghitungan kebutuhan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengangkatan Pertama Promosi Perpindahan dari Jabatan Lain Penyesuaian Jenis Pengangkatan Ke Dalam JF 6


1. Pengangkatan Pertama Mengikuti dan lulus uji Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial, dan Kompetensi Sosial Kultural sesuai standar kompetensi yang telah disusun oleh Instansi Pembina; X “Pengangkatan pertama melalui pengisian kebutuhan JF dari calon PNS harus mencantumkan nomenklatur JF dalam keputusan pengangkatan calon PNS dan diberikan kelas jabatan sesuai kelas JF.” PNS yang telah diangkat dalam JF, paling lama 3 (tiga) tahun wajib mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan fungsional. Syara t Kewajiban X 7


2. Perpindahan dari Jabatan Lain Ketentua n 1. Mempertimbangkan kebutuhan jabatan. 2. Mempertimbangkan hasil Evaluasi Kinerja Periodik pegawai minimal 6 (enam) bulan terakhir. 3. Dalam Hal Predikat Kinerja baik dan sangat baik, perpindahan dari Jabatan lain dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspirasi pejabat fungsional yang bersangkutan. 4. Predikat Kinerja yang telah diperoleh pada jabatan sebelumnya ditetapkan sebagai Predikat Kinerja pada JF yang akan diduduki. 8 1. Perpindahan dari jabatan lain berusia paling tinggi: • 53 tahun untuk JF ahli pertama dan JF ahli muda, dan kategori keterampilan; • 55 tahun untuk JF ahli madya; dan • 60 tahun untuk JF ahli utama bagi PNS yang telah menduduki JPT; 2. Dalam hal kebutuhan Unit Organisasi, perpindahan JF ahli utama ke dalam JF ahli utama lainnya paling tinggi berusia 63 tahun. 3. Dalam hal penataan birokrasi atau kebutuhan strategis organisasi, persyaratan pengalaman dapat dipertimbangkan paling singkat 1 tahun secara kumulatif. 4. Pengusulan untuk pengangkatan JF dilaksanakan paling lama 1 tahun sebelum batas persyaratan usia.


a. Perpindahan Kelompok Jabatan Fungsional b. Antar Antar Jabatan Jenis Perpindahan Dari Jabatan Lain 9 1. Dilaksanakan antar JF 2. Sesuai kualifikasi, kompetensi dan syarat jabatan 3. Dalam satu atau lintas rumpun/klasifikasi Jabatan 4. Angka Kredit yang dimiliki pada JF sebelumnya ditetapkan sebagai AK JF yang akan diduduki. 1. Dilaksanakan antar JF, JA, atau JPT JPT Pratama, JPT Madya, JPT Utama : JF Ahli Utama Administrator : JF Ahli Madya Pengawas : JF Ahli Muda Pelaksana : JF Keterampilan/JF Ahli Pertama JF Ahli Utama : JPT Pratama JF Keterampilan, Ahli Pertama, Ahli Muda, JF Ahli Madya : JA 2. Diberikan Angka Kredit sesuai dengan ketentuan yang akan diatur oleh BKN


3 3. Penyesuaian Pengangkatan dalam JF melalui penyesuaian dilaksanakan untuk: Kebutuhan mendesak sesuai prioritas strategis instansi atau nasional. 3 10 1 Penetapan Jabatan Fungsional baru; 2 Perubahan ruang lingkup tugas Jabatan Fungsional; Dalam hal diperlukan penataan birokrasi, penyesuaian Jabatan ke dalam JF dapat dilakukan melalui Penyetaraan Jabatan dengan persetujuan Menteri.


11 PENYESUAIAN P E N G A N G KA T A N D A LA M J F ▰ Syarat PNS Minimal S1/D4 (JF Keahlian) dan SLTA/ Sederajat (JF Keterampilan) Pengalaman minimal 2 tahun pelaksanaan tugas di bidang JF yang akan diduduki Nilai Predikat Kinerja paling rendah baik dalam 2 tahun terakhir Pengangkatan melalui Penyesuaian Diberikan angka kredit sesuai ketentuan sebanyak 1 (satu) kali selama masa penyesuaian


1 2 P E N Y E S U AIA N PENGANGKATAN DALAMJF ▰ S y a r a t P N S J a b a t a n A d m i n i s t r a t o r , P e n g a w a s , P ela k s a n a ( E s elo n V ) B e r i j a z a h p ali n g r e n d a h s e s u a i d e n g a n k u a l i f i k a s i d a n j e n j a n g p e n d i d i k a n y a n g d i p e r s y a r a t k a n d ala m p e n g a n g k a t a n J F K e s e s u a i a n t u g a s , f u n g s i , p e n g ala m a n , a t a u p e r n a h m ela k s a n a k a n t u g a s y a n g b e r k a i t a n d e n g a n t u g a s J F P e n y e s u aia n m elalui P e n y et a r a a n J a b a t a n Dib e rik a n a n g k a k r e dit s e s u ai ketentuan sebanyak 1 (satu) kali selama masa penyesuaian


4. Promosi Promosi dalam jabatan fungsional dilaksanakan melalui: Promosi Ke Dalam Atau Dari Jabatan Fungsional; a Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional b 13


1 4 P R O M O SI PENGANGKATAN DALAMJF P r o m o si ke d ala m a t a u d a ri J F ▰ S y a r a t M e n g i k u t i d a n lulu s U j i Ko m p e t e n s i P r e d i k a t K i n e rj a p ali n g r e n d a h s a n g a t b a i k d a l a m 2 t a h u n t e r a k h i r R e k a m j e j a k b a i k T i d a k s e d a n g m e n j ala n i p r o s e s h u k u m a n d i s i p l i n P N S T i d a k p e r n a h d i k e n a k a n h u k u m a n p e l a n g g a r a n k o d e e t i k d a n p r o f e s i P N S d ala m 3 t a h u n t e r a k h i r T i d a k p e r n a h d i k e n a k a n h u k u m a n d i s i pli n t i n g k a t s e d a n g a t a u b e r a t d ala m 3 t a h u n t e r a k h i r • P r o m o s i J F ke d ala m J PT d a n J A d ila k u ka n s e s u a i d e n g a n k e t e n t u a n p e r a t u r a n p e r u n d a n g - u n d a n g a n • P r o m o s i J P T d a n J A ke d ala m J F d ila k u k a n b e r d a s a r k a n p e rt i m b a n g a n r e ko m e n d a s i T i m P e n ila i K i n e rj a P N S


15 PROMOSI P E N G A N G KA T A N D A LA M J F Kenaikan Jenjang Jabatan ▰ Syarat Memenuhi Angka Kredit Kumulatif kenaikan jenjang jabatan Mengikuti dan lulus Uji Kompetensi Nilai Predikat Kinerja paling rendah baik dalam 1 (satu) tahun terakhir Memenuhi syarat yang telah ditetapkan pada JF tersebut Promosi untuk Kenaikan Jenjang dilakukan berdasarkan pertimbangan rekomendasi Tim Penilai Kinerja PNS


KRITERIA a.Jumlah ASN yang dibina dan penyebaran lokasi penempatannya; dan b.struktur dan ruang lingkup organisasi Pemberian Kuasa Terdiri atas: a.Penandatanganan surat keputusan penetapan pengangkatan; b.Pemindahan; dan c.pemberhentian dalam dan dari JF. Pendelegasian Pengangkatan Ke dalam JF 16 1. Penetapan pemberian kuasa oleh PPK 2. PPK menyampaikan tembusan keputusan pendelegasian kepada Menteri dan Kepala BKN. 3. Pejabat yang menerima delegasi/pemberian kuasa menandatangani surat keputusan tersebut tidak untuk atas namanya sendiri tetapi atas nama PPK yang memberikan kuasa. ALUR PENDELEGASIAN


• • Pelantikan Pengambilan Sumpah/Janji 1 7


PENGELOLAAN KINERJA PEJABAT FUNGSIONAL 19 Predikat Kinerja Nilai Kuantitatif Sangat Baik 150% Baik 100% Cukup/Butuh Perbaikan 75% Kurang 50% Sangat Kurang 25% Predikat Kinerja PENGELOLAAN KINERJAPEJABAT FUNGSIONAL Pejabat Penilai Kinerja berperan dalam: • Menetapkan predikat kinerja • Mengkonversikan predikat kinerja menjadi AK 18


Pangkat “Kedudukan Yang Menunjukan Tingkat Seseorang PNS Dalam Rangkaian Susunan Kepegawaian Yang Digunakan Sebagai Dasar Penggajian” Kenaikan Pangkat Kenaikan Pangkat “Penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan Pengabdian PNS terhadap negara”


KENAIKAN PANGKAT JF 21 @desimaloky Kenaikan Pangkat JF • Diberikan dan dipertimbangkan apabila telah memenuhi AKKkenaikan pangkat • Diusulkan olehPyBke PPK • PPK menetapkan berdasarkan pertimbangan Tim Penilai Kinerja PNSsetelah mendapatkan Pertek BKN • Jika kenaikan pangkat JF bersamaan dengan kenaikan Jenjang, maka diutamakan naik jenjang dulu (AK yang sama diusulkan kenaikan pangkat) Kenaikan Pangkat Istimewa • Diberikan jika penilaian dan keahliannya luar biasa • Diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan 19


KENAIKAN PANGKAT JF (PASAL 38) 1) Kenaikan pangkat 1 (satu) tingkat lebih tinggi dapat diberikan dan dipertimbangkan apabila telah memenuhi paling sedikit Angka Kredit Kumulatif kenaikan pangkat. 2) Angka Kredit Kumulatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan akumulasi dari Angka Kredit tahunan dalam periode tertentu. 3) Usulan kenaikan pangkat disampaikan oleh PyB kepada PPK berdasarkan pemenuhan Angka Kredit Kumulatif kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 4) PPK menetapkan kenaikan pangkat berdasarkan pertimbangan Tim Penilai Kinerja PNS setelah mendapatkan pertimbangan teknis Badan Kepegawaian Negara. 5) Mekanisme pengusulan dan penetapan kenaikan pangkat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


KENAIKAN PANGKAT JF (PASAL 39) 1) Dalam hal Pejabat Fungsional telah memenuhi Angka Kredit Kumulatif untuk kenaikan pangkat JF bersamaan dengan kenaikan jenjang JF, dilakukan kenaikan jenjang JF terlebih dahulu, dan dengan Angka Kredit yang sama diusulkan kenaikan pangkat. 2) Dalam hal belum tersedia lowongan pada jenjang jabatan, Pejabat Fungsional yang telah memenuhi Angka Kredit Kumulatif untuk kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. 3) Pejabat Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) melaksanakan tugas JF sesuai dengan jenjang JF. 4) Kelebihan Angka Kredit Kumulatif kenaikan pangkat JF dapat diperhitungkan kembali untuk kenaikan pangkat selanjutnya sepanjang dalam jenjang yang sama. 5) Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme kenaikan pangkat JF dan tata cara penghitungan Angka Kredit Kumulatif kenaikan pangkat JF diatur dengan peraturan lembaga pemerintah nonkementerian yang diberi kewenangan melakukan pembinaan dan menyelenggarakan manajemen ASN secara nasional.


KENAIKAN PANGKAT ISTIMEWA (PASAL 40) 1. Pejabat Fungsional yang memiliki penilaian kinerja dan keahlian yang luar biasa dalam menjalankan tugas JF dapat diberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat istimewa. 2. Pemberian kenaikan pangkat istimewa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.


NOTED • KP 1 April 2023 bagi JF masih dapat menggunakan PAK dengan system konvensional, konversi dan integrasi • Untuk KP 1 Oktober 2023 akan diberlakukan sama • Bagi PNS formasi JF yang belum diangkat dalam jabatan fungsional tidak dapat diberikan kenaikan pangkat


1. 1 tahun dalam pangkat terakhir 2. Setiap unsur penilaian prestasi kerja bernilai amat baik dalam 1 th terakhir - PNS yang mendapat Anugerah ASN yg termasuk kategori 3 besar dan direkomendasikan oleh MenPAN RB - Tidak mempertimbangkan perolehan AK - Ditetapkan AKsesuai pangkat setelah KP - KP tanpa kenjab - Kenjab diusulkan sesuai peraturan - AK ditetapkan berdasarkan pertek KPLB JF Anugerah ASN Kenaikan Pangkat Luar Biasa


Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih Tinggi Pejabat fungsional yang tidak dapat diangkat ke dalam jenjang jabatan yang lebih tinggi karena tidak tersedia kebutuhan jabatan Fungsional dapat diusulkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Ketentuan a.Tidak tersedia kebutuhan dalam jenjang jabatan yang lebih tinggi. b.Memenuhi AK Kumulatif Kenaikan Pangkat. c.Melaksanakan tugas JF pada jenjang yang diduduki. d.Kelebihan AKK dapat diperhitungkan untuk kenaikan pangkat selanjutnya sepanjang dalam satu jenjang yang sama. 20


a.mengundurkan diri b.diberhentikan sementara sebagai PNS; c.menjalani cuti di luar tanggungan negara; d.menjalani tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan; e.ditugaskan secara penuh pada JPT dan JA. f.tidak memenuhi persyaratan jabatan JF yang diangkat Kembali dapat disesuaikan pada jenjang sesuai dengan pangkat terakhir pada jabatannya paling singkat 1 tahun setelah diangkat kembali pada jenjang JF terakhir yang didudukinya dengan hasil evaluasi kinerja paling rendah berpredikat baik setelah mengikuti dan lulus Uji Kompetensi apabila tersedia kebutuhan JF. Pemberhentian dan Pengangkatan Kembali • Predikat Kinerja tahunan bagi Pejabat Fungsional kurang atau sangat kurang dan tidak menunjukkan perbaikan kinerja setelah diberikan kesempatan selama 6 bulan • Tidak memenuhi standar kompetensi pada Jabatan yang diduduki. 21 Tidak Memenuhi Persyaratan Jabatan dimaknai:


KOMPETENSI Pejabat Fungsional Instansi Pembina Organisasi Profesi Wajib mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan sesuai dengan minat dan kebutuhan pelaksanaan tugas JF yang diduduki. Menyusun konten pembelajaran, strategi, dan program pengembangan kompetensi untuk mendukung percepatan pengembangan kompetensi Pejabat Fungsional Berkoordinasi dengan instansi pembina dalam pelaksanaan pembinaan jabatan fungsional. 22


1. Pedoman formasi Jabatan Fungsional; 2. Standar Kompetensi Jabatan Fungsional; 3. Petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Jabatan Fungsional; 4. Standar kualitas hasil kerja dan pedoman penilaian kualitas hasil kerja Pejabat Fungsional; 5. Pedoman penulisan karya tulis/karya ilmiah yang bersifat inovatif di bidang tugas Jabatan Fungsional; 6. Kurikulum pelatihan Jabatan Fungsional; 7. Informasi faktor jabatan untuk evaluasi jabatan. 1. Pelatihan Jabatan Fungsional; 2. Uji Kompetensi Jabatan Fungsional; Penyelenggaraan pelatihan fungsional pada lembaga pelatihan 1. penganalisisan kebutuhan pelatihan fungsional di bidang tugas Jabatan Fungsional; 2. melakukan sosialisasi petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis Jabatan Fungsional; 3. pengembangan system informasi Jabatan Fungsional; 4. Akreditasi pelatihan fungsional 5. Pemantauan dan evaluasi penerapan Jabatan Fungsional 6. Koordinasi dengan Instansi Pengguna dalam rangka pembinaan karier Pejabat Fungsional 1. Pelaksanaan tugas pokok Jabatan Fungsional; 2. Pembentukan organisasi profesi Jabatan Fungsional; 3. Penyusunan dan penetapan kode etik profesi dan kode perilaku Jabatan Fungsional; Penyusunan... . Melakukan.... Penyelenggaraan.. .. Memfasilitasi... . Pembinaan.... Tugas Instansi Pembina 23


EVALUASI TUGAS INSTANSI PEMBINA Menteri melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas instansi pembina JF terdiri atas: a) pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan JF oleh instansi pembina; dan b) pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan JF pada Instansi Pemerintah Kementerian PAN & RB Instansi Pembina Instansi pembina menyampaikan secara berkala setiap tahun pelaksanaan tugas kepada Menteri dengan tembusan Kepala Badan Kepegawaian Negara dan/atau Lembaga Administrasi Negara. 24 1. hasil pengawasan pelaksanaan JF, Menteri berwenang mempertimbangkan untuk mencabut penetapan JF. 2. Pejabat Fungsional yang pada saat penetapan JF dicabut masih menduduki JF, dapat dialihkan ke dalam jabatan lain sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi jabatan dan dilaksanakan


25 1. AK Kumulatif yang telah diperoleh berdasarkan ketentuan JF masing-masing, disesuaikan ke dalam AK Kumulatif berdasarkan Permenpan ini paling lambat 31 Desember 2023. KETENTUAN PERALIHAN 2. Hasil kerja Pejabat Fungsional yang dilaksanakan sampai dengan 31 Desember 2022, tetap dinilai AK-nya berdasarkan Peraturan Menteri yang mengatur mengenai JF masing-masing. 3. Proses penilaian Angka Kredit terhadap hasil kerja dilaksanakan paling lambat 30 Juni 2023. PADA SAAT PERATURAN MENTERI INI MULAI BERLAKU……


PEMBERIAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI BAGI PNS MELALUI JALUR PENDIDIKAN SE Menteri PANRB No. 28 Tahun 2021 “…penugasan yang diberikan oleh PPK kepada PNS dalam rangka memenuhi kebutuhan standar kompetensi jabatan dan pengembangan karier melalui pendidikan formal”. Tugas Belajar Rencana Pengembangan Kompetensi Instansi (HCDP) dapat tidak dibiayai/tidak diberhentikan dari jabatan dengan pertimbangan : 1. kebutuhan organisasi; dan/atau 2. sistem penyelenggaraan pendidikan. dibiayai dan diberhentikan dari jabatan 1. meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah. 2. membantu orang lain belajar. 3. melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik. tujuan selaras dengan panduan perilaku kompeten


1. PERSYARATAN DAN PENETAPAN TUGAS BELAJAR Instansi Pemerintah (Kementerian/Lembaga/Daerah) Rencana Pengembangan Kompetensi Instansi menyusun (Human Capital Development Plan/HCDP) masa kerja > 1 (satu) tahun sejak diangkat PNS sisa masa kerja pegawai (mempertimbangkan masa pendidikan normatif dan masa ikatan dinas) paling kurang: 1) 3 (tiga) kali waktu normatif program studi sebelum batas usia pensiun jabatan, untuk tugas belajar yang diberhentikan dari jabatan; atau 2) 2 (dua) kali waktu normatif program studi sebelum batas usia pensiun jabatan, untuk tugas belajar yang tidak diberhentikan dari jabatan. SKP 2 (dua) tahun terakhir paling rendah dengan predikat baik sehat jasmani dan rohani memenuhi persyaratan lain dan lulus seleksi yang dilaksanakan oleh instansi asal, pemberi bantuan, dan perguruan tinggi (tugas belajar yang dibiayai) menandatangani perjanjian terkait pemberian tugas belajar PERSYARATAN TIDAK SEDANG : dalam pemeriksaan pelanggaran disiplin dan/atau tindak pidana; menjalani pidana penjara atau kurungan dan/atau hukuman disiplin sedang atau hukuman disiplin berat; menjalani cuti di luar tanggungan negara dan/atau menjalani pemberhentian sementara sebagai PNS; TIDAK PERNAH : dijatuhi hukuman disiplin paling kurang tingkat sedang dalam 1 (satu) tahun terakhir; dijatuhi pidana penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dalam 1 (satu) tahun terakhir; dibatalkan atau dihentikan tugas belajarnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam waktu 2 (dua) tahun terakhir.


2. PENYELENGGARAAN DAN PERSYARATAN PROGRAM STUDI diselenggarakanpadaPerguruan Tinggi dalamnegeri dan/atau luarnegeri perguruan tinggi negeri; perguruan tinggi kedinasan; dan/atau perguruan tinggi swasta. “dapat dilakukan secara jarak jauh, kelas malam dan/atau sabtu-minggu sepanjang telah memiliki izin/persetujuan penyelenggaraan program studi dari Kemendikbud” mengakomodir “diakui oleh negara yang bersangkutan dan Kemendikbud” ProgramStudi sesuai HCDP instansi; penyelenggaraannya dalam jenis akademik, vokasi, atau profesi; akreditasi (program studi dalam negeri) paling kurang: 1) B atau baik sekali; atau 2) Catau baik atas persetujuan Menteri PANRB; program studi perguruan tinggi luar negeri harus diakui oleh Kemendikbud. - akreditasiberpedoman pada Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020-


3. PENDANAAN DAN JANGKA WAKTU TUGAS BELAJAR APBN; APBD; dan/atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. PENDANAAN sumber lain yang sah : bantuan swasta, badan, yayasan, lembaga, perusahaan, atau organisasi berbadan hukum dalam/luar negeri yang tidak mengikat. diatur lebih lanjut oleh masing-masing PPK dapat berasal lebih dari 1 (satu) sumber dana, sepanjang tidak membiayai komponen biaya tugas belajar yang sama. Tugas belajar diselenggarakan untuk jangka waktu tertentu, sesuai dengan batas waktu normatif program studi yang berlaku pada masing-masing perguruan tinggi. Jangka waktu tugas belajar diperhitungkan sebagai masa kerja PNS. JANGKA WAKTU


4. PERPANJANGAN WAKTU TUGAS BELAJAR Jangka waktu tugas belajar dapat diperpanjang paling banyak 2 (dua) semester atau 1 (satu) tahun. kriteria perpanjangan: 1. perubahan kondisi sistem studi/perkuliahan; 2. keterlambatan penerimaan dana biaya tugas belajar; dan/atau 3. penyelesaian tugas akhir membutuhkan tambahan waktu karena terdapat situasi dan kondisi diluar kemampuan PNS yang sedang menjalani tugas belajar. Perpanjangan jangka waktu tugas belajar dapat dikecualikan, dalam hal terjadi keadaan kahar yang dinyatakan oleh pejabat/instansi yang berwenang (perang, pandemi, dll). Perpanjangan jangka waktu tugas belajar ditetapkan oleh PPK dan diperhitungkan sebagai keseluruhan jangka waktu tugas belajar. dalam hal PNS tidak dapat menyelesaikan tugas belajar setelah diberikan perpanjangan, maka PPK mencabut status Tugas Belajar PNSyang bersangkutan.


5. TUGAS BELAJAR BERKELANJUTAN DAN BIAYA MANDIRI PNS dapat melaksanakan tugas belajar berkelanjutan secara berturut-turut untuk paling banyak 1 (satu) kali jenjang pendidikan di atasnya, setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. mendapat persetujuan PPK (berdasarkan HCDP Instansi); 2. prestasi pendidikan berpredikat paling rendah cumlaude atau setara; 3. tidak pernah menjalani perpanjangan jangka waktu tugas belajar; dan 4. mempertimbangkan sisa masa kerja setelah menyelesaikan tugas belajar. TUGASBELAJAR BERKELANJUTAN Dalam kondisi tertentu, pemberian tugas belajar dapat dilakukan dengan biaya mandiri. Ketentuan pemberian tugas belajar dengan biaya mandiri berlaku terhadap ketentuan pemberian tugas belajar yang diatur dalam Surat Edaran. TUGASBELAJAR BIAYAMANDIRI


6. KEWAJIBAN PNS TUGAS BELAJAR menandatangani perjanjian tugas belajar 1. subjek perjanjian; 2. kesepakatan para pihak; dan 3. objek yang diperjanjikan, antara lain nama perguruan tinggi, program studi dan akreditasi program studi, jangka waktu (masa) tugas belajar, hak dan kewajiban para pihak, konsekuensi atas pelanggaran kewajiban, keadaan kahar ( ), dan penyelesaian sengketa paling sedikit memuat mempertimbangkan sumber pendanaan dan kedudukan PNS “PNS yang telah selesai menjalani tugas belajar wajib melapor kepada PPK paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak berakhirnya masa tugas belajar”. 2 (dua) kali masa pelaksanaan tugas belajar, bagi PNS yang menjalani tugas belajar yang diberhentikan dari jabatannya. 1 (satu) kali masa pelaksanaan tugas belajar, bagi PNS yang menjalani tugas belajar yang tidak diberhentikan dari jabatannya. 1 (satu) kali masa pelaksanaan tugas belajar, bagi PNS yang menjalani tugas belajar biaya mandiri yang diberhentikandari jabatannya. PNS yang menjalani tugas belajar biaya mandiri yang tidak diberhentikan dari jabatannya, tidak wajib menjalani ikatan dinas. PNS yang telah selesai menjalani tugas belajar berkelanjutan, melaksanakan ikatan dinas secara kumulatif. IKATAN DINAS dapat dilaksanakan di instansi pemerintah yang lain sepanjang memenuhi persyaratan yang diatur masing-masing PPK atas persetujuan Menteri.


7. PEMBATALAN DAN PENGHENTIAN source : storyset.com PEMBATALAN PENGHENTIAN sebelum keberangkatan ke tempat pelaksanaan tugas belajar Alasan pengusulan pembatalan, antara lain: 1. terbukti tidak memenuhi syarat pemberian tugas belajar; 2. sedang menjalani pidana penjara atau kurungan, dan/atau sedang dalam penjatuhan hukuman disiplin paling kurang tingkat sedang; 3. sedang menjalani proses pemeriksaan atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan kewenangan jabatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara; 4. tidak berangkat ke tempat pelaksanaan tugas belajar sesuai jadwal yang telah ditentukan tanpa alasan yang sah; 5. mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai PNS tugas belajar; dan/atau 6. Alasan lain yang ditetapkan oleh PPK. harus disertai alasan dan data dukung yang diperlukan hasil pemeriksaannya dinyatakan tidak bersalah, maka PNS yang bersangkutan dapat melanjutkan tugas belajar Alasan penghentian, antara lain: 1. tidak dapat melaksanakan tugas belajar karena keadaan kahar; 2. dinyatakan tidak sehat jasmani dan rohani oleh tim penguji kesehatan sehingga tidak memungkinkan menyelesaikan tugas belajar sesuai dengan batas waktu yang ditentukan; 3. tidak mampu menyelesaikan tugas belajar berdasarkan hasil evaluasi perguruan tinggi penyelenggara tugas belajar; 4. tidak melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas belajarnya dan telah diberi peringatan tertulis oleh instansinya; 5. terbukti melakukan tindakan melawan hukum; dan/atau 6. Alasan lain yang ditetapkan oleh PPK. PNS yang tidak dapat menyelesaikan tugas belajar sesuai jangka waktu, wajib mengembalikan biaya yang dikeluarkan olehnegara selama masa tugas belajar kepada kas negara sesuai ketentuan peraturan perundangan.


PENCANTUMAN GELAR DAN PENINGKATAN PENDIDIKAN Surat Deputi Mutasi Kepegawaian BKN 17766/B-MP.01.01/SD/D/2022 tanggal 7 Juni 2022 1 2 3 PNS yang memiliki ijazah setingkat lebih tinggi dapat mengusulkan Peningkatan Pendidikan bersamaan dengan usul Kenaikan Pangkat Bagi PNS yang memiliki ijazah setingkat lebih tinggi dan sudah dalam jenjang pangkat terendah / lebih tinggi namun belum memenuhi syarat KP dapat mengajukan Pencantuman Gelar di luar periode KP KP Jabatan Fungsional yang memperoleh ijazah terlebih dahulu dilakukan penilaian PAK oleh Tim Penilai C E RT I F I C A T E


Terima Kasih


Click to View FlipBook Version