The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

1.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 - Penugasan Kelompok Ovan Chandrawansyah, S.Pd

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ovanchandra, 2024-04-23 05:08:27

1.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 - Penugasan Kelompok Ovan Chandrawansyah, S.Pd

1.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 - Penugasan Kelompok Ovan Chandrawansyah, S.Pd

1.1.a.5. Ruang Kolaborasi - Modul 1.1 1. EKO NOVIANTO 2. ERWIN LESTIKA DEWI 3. OVAN CHANDRAWANSYAH 4. ARDIANSYAH DIAN 1. Apa kekuatan konteks sosio Jawab : Kekuatan Sosio-Kultural di Pemikiran KHD antara lain: a) Nilai-nilai Adat dan Budaya Masyarakat Sumbawa Barat dan Lombok Utara seperti semangat beragama, bersyukur, berempati, bermusyawarah, dan pemikiran KHD tentang pendidikan yang berpusa Adat Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah Rowah Saleng tulung Mempolong merenten & Saleng Satingi Saleng-pedi Saleng-santuret Ilaq / semel Awiq-awiq Tri Hita Karana (Parhayangan, Pawongan, dan palemahan) b) Semangat Kebersamaan Masyarakat Sumbawa Barat dan Lombok Utara terlihat dalam berbagai kegiatan sosial dan b musibah. Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Bakalewang Sorong serah Bejangu Mangan berema Nyongkolan Bisoq Meniq Panulung c) Cinta Kearifan Lokal Masyarakat Sumbawa Barat dan Lombok Utara dalam pendidikan. Kearifan lokal ini, seperti tradisional dan beladiri, dapat menjadi sumber belajar yang berharga bagi anak dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang kontekstual dan sesuai dengan budaya setempat. Bahasa Samawa, Sasak, Bali, Mbojo, Bugis, Jawa. Modul 1.1 - Penugasan Kelompok KELOMPOK 1 CGP A.10 Apa kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD? Kultural di Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Utara Sumbawa Barat dan Lombok Utara memiliki nilai-nilai adat dan budaya yang kuat, bersyukur, gotong royong, persaudaraan & saling menghormati, dan rasa malu, serta menjaga tradisi. Nilai-nilai ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pendidikan yang berpusat pada anak dan kodrat alamnya. Bersendikan Syara, Syara Bersendikan Kitabullah Saleng Satingi (Parhayangan, Pawongan, dan palemahan) Sumbawa Barat dan Lombok Utara terkenal dengan semangat kebersamaannya. Hal ini terlihat dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya, seperti acara pernikahan . Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Sumbawa Barat dan Lombok Utara memiliki banyak kearifan lokal yang dapat diterapkan dalam pendidikan. Kearifan lokal ini, seperti bahasa ibu, nilai-nilai moral, cerita rakyat, permainan , dapat menjadi sumber belajar yang berharga bagi anak dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang kontekstual dan sesuai dengan budaya Bahasa Samawa, Sasak, Bali, Mbojo, Bugis, Jawa. kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD? yang Sejalan dengan nilai adat dan budaya yang kuat, saling menghormati, nilai ini sejalan dengan t pada anak dan kodrat alamnya. terkenal dengan semangat kebersamaannya. Hal ini serta acara bila ada . Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang memiliki banyak kearifan lokal yang dapat diterapkan nilai moral, cerita rakyat, permainan , dapat menjadi sumber belajar yang berharga bagi anak-anak. Hal ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang kontekstual dan sesuai dengan budaya


Rabalas lawas / lelakaq (pantun sasak) Batutir Sakeco Barempuk Selodor Presean Jaga Benteng Nembang Silat d) Penghormatan terhadap Guru Masyarakat Sumbawa Barat dan Lombok Utara orang tua kedua yang memiliki peran sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya peran guru sebagai penuntun dan pembimbing anak-anak. Dea Guru Tuan Guru Basalam, Basapa, Basenyum e) Semangat Belajar Masyarakat Sumbawa Barat dan Lombok Utara menuntut ilmu. Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang membebaskan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Lalo pengajian Lalo Sekolah Ilaq / semel Kekuatan sosio-kultural di penting untuk mengembangkan pendidikan yang sejalan dengan pemikiran KHD. Dengan memanfaatkan kekuatan ini, pendidikan di bermakna dan bermanfaat bagi anak 2. Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebag sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda? Jawab : Pemikiran KHD dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengkontekstualkan nilai kearifan budaya Sumbawa Barat dan Lombok Utara individu sekaligus anggota masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, penting bagi pendidikan lokal untuk tetap menjaga dan menghormati identi tidak terpisahkan antara pendidikan dan dan peradaban bangsa yang dicita tempat bersemayam benih-benih kebudayaan, memperkuat pendidikan. Deng Sumbawa Barat dan Lombok Utara karakter yang kuat dan memperkaya hubungan individu dengan masyarakatnya. / lelakaq (pantun sasak) Penghormatan terhadap Guru Sumbawa Barat dan Lombok Utara sangat menghormati guru. Guru dianggap sebagai yang memiliki peran penting dalam pendidikan anak-anak. Penghormatan ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya peran guru sebagai penuntun dan pembimbing Basalam, Basapa, Basenyum, Basopan-santun arat dan Lombok Utara memiliki semangat belajar yang tinggi . Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang membebaskan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. kultural di Kabupaten Sumbawa Barat dan Lombok Utara dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan pendidikan yang sejalan dengan pemikiran KHD. Dengan memanfaatkan kekuatan ini, pendidikan di Sumbawa Barat dan Lombok Utara bermakna dan bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat sebagai Generasi Emas masa mendatang Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebag sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda? Pemikiran KHD dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengkontekstualkan nilai Sumbawa Barat dan Lombok Utara dalam memperkuat karakter murid sebagai individu sekaligus anggota masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, penting bagi pendidikan lokal untuk tetap menjaga dan menghormati identitas budaya setempat. tidak terpisahkan antara pendidikan dan kebudayaan untuk mencapai kebudayaan yang cita-citakan, fondasi utamanya adalah pendidikan benih kebudayaan, sebaliknya kebudayaan adalah kekuatan Dengan memadukan pemikiran KHD dengan nilai-nilai kearifan budaya Sumbawa Barat dan Lombok Utara, pendidikan dapat menjadi alat untuk mendorong pembentukan karakter yang kuat dan memperkaya hubungan individu dengan masyarakatnya. Guru dianggap sebagai anak. Penghormatan ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya peran guru sebagai penuntun dan pembimbing memiliki semangat belajar yang tinggi dalam . Semangat ini sejalan dengan pemikiran KHD tentang pentingnya pendidikan yang dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan pendidikan yang sejalan dengan pemikiran KHD. Dengan dapat menjadi lebih sebagai Generasi Emas masa mendatang. Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda? Pemikiran KHD dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengkontekstualkan nilai-nilai luhur uat karakter murid sebagai individu sekaligus anggota masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, penting bagi tas budaya setempat. Koneksi yang kebudayaan untuk mencapai kebudayaan yang dimimpikan si utamanya adalah pendidikan. Pendidikan adalah sebaliknya kebudayaan adalah kekuatan nilai kearifan budaya , pendidikan dapat menjadi alat untuk mendorong pembentukan


Bentuk pemikiran KHD yang sesuai dengan kearifan budaya lokal yang menjadi penguatan karakter antara lain : SEMANGAT BERAGAMA Adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah Kontekstualisasi : Jum’at Imtaq, Sholat Zuh BERSYUKUR Rowah Kontekstualisasi : berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. Perayaan Maulid, Bekurban. GOTONG ROYONG Saleng tulung Kontekstualisasi : Pembelajaran kolaboratif, PERSAUDARAAN DAN SALING MENGHORMATI Mempolong merente / Saleng Satingi Kontekstualisasi : Budaya Salim, Senyu Profil Pelajar Pancasila) BEREMPATI Saleng-pedi Kontekstualisasi : Infaq / sedekah pada saat musibah, BERMUSYAWARAH Saleng-santuret Kontekstualisasi : Pemilihan ketua kelas atau pengurus ekstra kulikuler / OSIS. RASA MALU Ilaq / semel Kontekstualisasi : Budaya Malu datang terlambat, malas, dan bermasalah. MENJAGA TRADISI Awiq-awiq Tri hita karana (Parhayangan, Pawongan, dan palemahan) Kontekstualisasi : Menaati aturan sekolah, Keyakinan kelas, kearifan lokal melalui kegiatan Kamis Budaya g sesuai dengan kearifan budaya lokal yang menjadi penguatan karakter Adat bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah Jum’at Imtaq, Sholat Zuhur berjamaah, Pesantren kilat. Kontekstualisasi : berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. Perayaan Maulid, Bekurban. Pembelajaran kolaboratif, Kerja Bakti kebersihan lingkungan sekolah, MENGHORMATI merente / Saleng Satingi Kontekstualisasi : Budaya Salim, Senyum, Sapa, dan Sopan, Integrasi nilai-nilai P5 ( Infaq / sedekah pada saat musibah, menjenguk antar siswa/guru yang sakit. Kontekstualisasi : Pemilihan ketua kelas atau pengurus ekstra kulikuler / OSIS. Kontekstualisasi : Budaya Malu datang terlambat, malas, dan bermasalah. Tri hita karana (Parhayangan, Pawongan, dan palemahan) Kontekstualisasi : Menaati aturan sekolah, Keyakinan kelas, memelihara lingkungan sekolah, cinta kearifan lokal melalui kegiatan Kamis Budaya / Sabtu Budaya dan belajar memperkaya bahasa ibu. g sesuai dengan kearifan budaya lokal yang menjadi penguatan karakter Kontekstualisasi : berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. Perayaan Maulid, Bekurban. Kerja Bakti kebersihan lingkungan sekolah, piket kelas nilai P5 (Proyek Penguatan menjenguk antar siswa/guru yang sakit. memelihara lingkungan sekolah, cinta erkaya bahasa ibu.


3. Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan. Jawab : Pemikiran KHD yang paling menonjol adalah berperan sebagai penuntun. Hal utama yang melekat pada murid adalah agar mereka mencapai kebahagiaan dan memiliki keluhuran karakter. Berdasarkan hal tersebut kelompok Kami sepakat memilih kearifan lokal sosial budaya yaitu Mempolong Merenten merupakan dimana perilaku berpegang teguh pada nilai persaudaraan Merenten yang harmonis diperlukan Saleng Satingi. menghormati dan menjadi pilar kehidupan masyarakat di Sumbawa Barat. Dalam berbagai aspek kehidupan, dari adat istiadat hingga interaksi sehari Mempolong Merenten dengan penuh rasa hormat yang harmonis dan penuh kebersamaan di tengah keragaman etnis dan kepercayaan. Sikap ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpribadi, tetapi juga menjaga keutuhan dan keberagaman budaya yang kaya di sebagai contoh nyata persatuan dalam keberagaman. Mempolong Merenten dan karakter atau budi pekerti murid murid yang mul konteks pendidikan, menekankan nilai dampak yang luar biasa pentingnya. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga merupakan wad membiasakan perilaku positif. Melalui pembiasaan Mempolong Merenten dan Saling Satingi di Sekolah, Guru sebagai pendidik diharapkan dapat menuntun kodrat murid untuk dapat tumbuh rasa persaudaraan yang ramah, dan memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. membantu membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi memperkuat hubungan sosial, dan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh toleransi dan saling menghormati. Kontekstualisasi Mempolong Merenten dan 1) Budaya Salim, Senyum, Sapa, Sopan dan santun 2) Budaya berempati dan tolerasi antar warga sekolah 3) Jumat Imtaq bersama 4) Kampanye anti rasis dan anti 5) Menghormati nilai-nilai keyakinan kelas satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan. Pemikiran KHD yang paling menonjol adalah semangat Merdeka Belajar bagi Murid dan Pendidik berperan sebagai penuntun. Hal utama yang melekat pada murid adalah agar mereka mencapai kebahagiaan dan memiliki keluhuran karakter. Berdasarkan hal tersebut kelompok Kami sepakat ial budaya yaitu MEMPOLONG MERENTEN dan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Lombok Utara, perilaku berpegang teguh pada nilai persaudaraan. Untuk mewujudkan Mempolong diperlukan Saleng Satingi. Saleng Satingi adalah dan menjadi pilar kehidupan masyarakat di Sumbawa Barat. Dalam berbagai aspek kehidupan, dari adat istiadat hingga interaksi sehari-hari, orang-orang saling satingi dengan penuh rasa hormat dan bersaudara. Ini menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kebersamaan di tengah keragaman etnis dan kepercayaan. Sikap ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpribadi, tetapi juga menjaga keutuhan dan daya yang kaya di Lombok Utara dan Sumbawa Barat, menjadikan daerah ini sebagai contoh nyata persatuan dalam keberagaman. Mempolong Merenten dan Saleng Satingi diperlukan untuk memperkuat pondasi nilai karakter atau budi pekerti murid murid yang mulai merosot di era abad 21 saat ini konteks pendidikan, menekankan nilai-nilai persaudaraan dan saling menghormati memiliki dampak yang luar biasa pentingnya. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga merupakan wadah untuk membentuk karakter dan membiasakan perilaku positif. Melalui pembiasaan Mempolong Merenten dan Saling Satingi di Sekolah, Guru sebagai pendidik diharapkan dapat menuntun kodrat murid untuk dapat tumbuh rasa persaudaraan yang ramah, berempati, mampu bekerja sama, mendukung satu sama lain, dan memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. Pendidikan yang menebalkan nilai membantu membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi. Mereka menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif, memperkuat hubungan sosial, dan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh toleransi dan saling menghormati. Mempolong Merenten dan Saleng Satingi di sekolah antara la Budaya Salim, Senyum, Sapa, Sopan dan santun Budaya berempati dan tolerasi antar warga sekolah rasis dan anti bulyying nilai keyakinan kelas satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan. Merdeka Belajar bagi Murid dan Pendidik berperan sebagai penuntun. Hal utama yang melekat pada murid adalah agar mereka mencapai kebahagiaan dan memiliki keluhuran karakter. Berdasarkan hal tersebut kelompok Kami sepakat SALENG SATINGI. salah satu bentuk kearifan lokal yang ada di Lombok Utara, . Untuk mewujudkan Mempolong adalah semangat saling dan menjadi pilar kehidupan masyarakat di Sumbawa Barat. Dalam berbagai aspek orang saling satingi dan . Ini menciptakan suasana yang harmonis dan penuh kebersamaan di tengah keragaman etnis dan kepercayaan. Sikap ini tidak hanya memperkuat hubungan antarpribadi, tetapi juga menjaga keutuhan dan menjadikan daerah ini memperkuat pondasi nilai-nilai ai merosot di era abad 21 saat ini. Dalam nilai persaudaraan dan saling menghormati memiliki dampak yang luar biasa pentingnya. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh ah untuk membentuk karakter dan membiasakan perilaku positif. Melalui pembiasaan Mempolong Merenten dan Saling Satingi di Sekolah, Guru sebagai pendidik diharapkan dapat menuntun kodrat murid untuk dapat tumbuh u bekerja sama, mendukung satu sama lain, Pendidikan yang menebalkan nilai-nilai ini membantu membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki reka menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi positif, memperkuat hubungan sosial, dan membantu menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh di sekolah antara lain :


Click to View FlipBook Version