The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wiwinyanti63, 2022-06-11 01:33:41

Elaborasi Pemahaman KHD Modul 1.1

Elaborasi Pemahaman KHD Modul 1.1

Elaborasi
Pemahaman

Modul 1.1

Wiwin Fida Yanti
Calon Guru Penggerak

Angkatan 5
Kabupaten Jombang

Pertanyaan Pemantik

1.Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat
dalam konteks sosial budaya di daerah saya?
Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan
untuk mewujudkannya?

2.Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan
kodrat alam dan kodrat zaman?

3.Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang
berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai
pendidik?

4.Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang
merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar
Dewantara (KHD)?

1

Perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks

sosial budaya di daerah saya adalah membimbing anak

bersikap sopan, santun, melatih anak agar bisa melakukan

kegiatan budaya daerah seperti soyo, kenduren/slametan.

Perubahan konkret yang dapat saya lakukan untuk

mewujudkannya salah satunya adalah kegiatan

pembiasaan yang dilakukan di sekolah setiap pagi yaitu

menerapkan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun),

membaca asmaul husna dan surat pendek sebelum

pelajaran dimulai, pembacaan tahlil dan istighosah setiap

hari Juma't.

Foto kegiatan

2

Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat
zaman. Pendidikan menuntun kodrat alam artinya guru sebagai
penuntun bagi kodrat alam yang sudah dimiliki siswa sejak lahir
berupa bakat dan kondisi dimana ia dilahirkan. Seorang anak harus
diajarkan sesuai dengan kodrat alam dimana ia tinggal dan
dibesarkan. Pendidikan menuntun kodrat zaman siswa artinya guru
sebagai penuntun agar siswa bisa menyesuaikan diri dengan kodrat
zaman yang oleh KHD hal ini merupakan aspek penting dalam
keberhasilan pendidikan. Guru dituntut untuk ikut mempelajari dan
mengetahui yang diketahui oleh generasi yang dihadapinya.

3

Relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada
anak” dengan peran saya sebagai pendidik adalah melihat
bahwa peserta didik bukanlah sebagai objek namun dijadikan
sebagai subjek. Memberikan mereka kesempatan dan fasilitas
mereka dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Seorang
guru harus memiliki rasa hormat, memuliakan anak sehingga
jika tumbuh perasaan tersebut, maka tanpa disadari dalam diri
anak akan tumbuh rasa senang. Kondisi ini akan bisa
memudahkan siswa untuk menyerap ilmu pengetahuan yang
guru berikan sehingga akan membawa hasil yang
memuaskan.

4

Gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran
Ki Hadjar Dewantara (KHD)

Pendidikan Harus Relevan dengan Kehidupan
Secara umum, konsep pendidikan harus relevan dengan garis hidup guna
mencerdaskan rakyat serta mengangkat martabat bangsa. Setiap individu harus bisa
memaksimalkan potensi yang dimiliki. Kecanggihan teknologi dapat dijadikan sarana
memperluas jaringan serta meningkatkan wawasan global.

Pengembangan Pendidikan Selaras dengan Nilai Budaya
Pengembangan pendidikan harus selaras dengan nilai budaya untuk memperkuat
dinamika pendidikan sebagai penguat bangsa. Ki Hajar Dewantara memandang jika
misi pendidikan nilai budaya masyarakat timur lebih cocok digunakan.Jika sistem
pendidikan sesuai dengan nilai budaya lokal, guru dapat berperan kembali sebagai
insan yang membimbing serta memimpin anak didik dengan lembut, untuk
mengembangkan bakat, potensi dan karakteristik peserta didik.

Terima
kasih


Click to View FlipBook Version