The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Kegiatan UNNES GIAT 5 Desa Purana

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Tika Azizah, 2023-09-01 07:02:23

Laporan UNNES GIAT

Laporan Kegiatan UNNES GIAT 5 Desa Purana

Keywords: Unnes Giat

LAPORAN UNNES GIAT 5 DESA PURANA KECAMATAN BANTARBOLANG KABUPATEN PEMALANG DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN Nila Prasetya Aryani,S.Si., M.Si. NIP. 199006102015042003 Tim Pelaksana: 1. Vinny Juwika Sari (1401420065) 2. Putri Nur Fitriana (1401420315) 3. Lisa Edliani (2101420029) 4. Lulu Rizqiatun Lutfiah (2101420037) 5. Sefa Maylia Wulandari (3601420052) 6. Rena Amalia (4001420003) 7. Tika Azizah (4201420009) 8. Nabilla Afifatul Masruroh (5404420071) 9. Rizky Aminullah (6101420113) 10. Muhamad Nurdin Santoso (6101420113) 11. Andika Veraningsih (7101420296) UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2023


i HALAMAN PENGESAHAN


ii RINGKASAN Universitas Negeri Semarang menerbitkan program penunjang belajar mahasiswa untuk mensukseskan program MBKM. Program yang dibuat sebagai wadah mahasiswa agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki kepada masyarakat. Dalam program ini mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan diri di masyarakat, bermanfaat bagi masyarakat, berkepribadian sosial, serta memiliki jiwa bekerja sama dengan tim maupun kelompok. Melalui LPPM UNNES dibentuklah program Kegiatan Pembelajaran UNNES GIAT 5. Mahasiswa akan diterjunkan secara berkelompok di desa-desa pada kota tertentu. Kami dengan sebelas orang dalam satu kelompok ditempatkan di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten pemalang. Dengan program UNNES GIAT 5 mahasiswa dapat mengabdikan diri di masyarakat, menganalisis potensi, serta menganalisis masalah yang ada di masyarakat. Mahasiswa akan melaksanakan kegiatan UNNES GIAT selama 8 minggu yang disetarakan dengan 8 SKS Mata Kuliah. Dalam waktu 8 minggu tersebut, mahasiswa diharapkan dapat melakukan kegiatan yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang ada di desa. Pelaksanaan UNNES GIAT 5 selama 8 minggu akan kami bagi menjadi 3 tahap, dimana pada 2 minggu pertama adalah observasi, 4 minggu pelaksanaan program kerja, dan 2 minggu terakhir adalah penyusunan tugas luaran. Kegiatan observasi yang kami lakukan selama 2 minggu yaitu mengikuti kegiatan masyarakat yang rutin terlaksana. Selain itu, kami mengamati permasalahanpermasalahan yang ada di desa. Dari hasil kegiatan observasi yang sudah kami laksanakan, kami menemukan beberapa permasalahan yang ada di desa. Sehingga kami membuat program kerja yang sesuai dengan permasalahan tersebut. Program kerja tersebut antara lain: (1) bimbingan belajar anak smart kids, (2) lomba konten kreatif, (3) sosialisasi Wanita Agen Pancasila, (4) pelatihan komputer, (5) pelatihan pengelolaan konten kreatif, (6) pendampingan belajar siswa SD, (7) Sosialisasi PHBS SD, (8) ahad mengajar, (9) pendataan ATS, (10) sosialisasi bahaya penggunaan gadget, (11) Pengamalan nilai pancasila siswa kelas 5 sd, (12) permainan tradisional, (13) tari tradisional, (14) gebyar budaya, (15) PHBS, (16) penyuluhan stunting, (17) sosialisasi kesehatan lansia, (18) senam lansia, (19) senam pagi, (20) pelatihan pengolahan jagung, (21) pembuatan buket, (22) briket arang dari bonggol jagung, (23) pelatihan pembuatan eco-enzyme, (24) pelatihan pembuatan hidroponik, (25) jamaah keliling, (26) latihan rebana, dan (27) festival anak sholeh.


iii Program kerja tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik itu bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Tujuan dari pelaksanaan program tersebut adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di Desa Purana. Mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu mengembangkan potensi yang ada di Desa Purana. Selain itu, diharapkan agar masyarakat mau mengembangkan potensi yang sudah ada, atau membuat sebuah peluang usaha baru untuk meningkatkan SDM di Desa Purana. Masyarakat dapat memanfaatkan hasil luaran dari program kerja yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa. Dimana hasil luaran tersebut dapat dijadikan ide baru untuk membuka usaha. Beberapa hasil luaran dari program kerja yang sudah terlaksana meliputi: (1) Video profil desa, (2) Buku profil desa, (3) Video dokumentasi pelaksanaan UNNES GIAT, (4) Artikel pengabdian, (5) Publikasi media di media massa online, (6) Brosur Briket Arang, (7) Brosur Eco-Enzyme, (8) Brosur Diet Purin Rendah, dan (9) Brosur Diet Garam Rendah. Dengan adanya hasil luaran tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemuda di Desa Purana.


iv KATA PENGANTAR Rasa syukur selalu tercurah kepada Allah SWT. yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah serta kesehatan, sehingga kami dapat melaksanakan program UNNES GIAT 5 Mahasiswa Universitas Negeri Semarang di Kecamatan Bantarbolang Tahun 2023. Program UNNES GIAT merupakan salah satu Bentuk Kegiatan Pembelajaran (BKP) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) UNNES di bawah pengelolaan Pusat KKN Universitas Negeri Semarang. Program UNNES GIAT bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk berkegiatan di tengah-tengah masyarakat sebagai implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tak lupa pula kami berterima kasih kepada pihak-pihak terkait dalam penyelenggaraan UNNES GIAT 5 Universitas Negeri Semarang Tahun 2023, ucapan terima kasih kepada : 1. Allah SWT atau segala limpahan rahmat dan karuniaNya 2. Orang Tua yang selalu memberikan dukungan dan semangat 3. Prof Dr. S. Martono, M. Si Sebagai Rektor Universitas Negeri Semarang 4. Nila Prasetya Aryani, S.Si., M.Si. Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan Unnes Giat Angkatan 5 Desa Purana Kecamatan Bantarbolang 5. Kepala Desa Purana, Bapak Sopan, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk turut bergabung dan belajar banyak hal di Desa Purana 6. Segenap perangkat Desa Purana serta semua tokoh masyarakat yang telah memberi ilmu, nasihat, dukungan material dan moril 7. Seluruh warga Desa Purana, sebagai komponen pendukung terbesar kegiatan ini. Tanpa dukungan semua pihak, kegiatan ini tidak akan dapat berjalan sukses 8. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, kami mengucapkan terima kasih Pemalang, 12 Agustus 2023 Tim Penulis


v DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. i RINGKASAN ......................................................................................................... ii KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv DAFTAR ISI........................................................................................................... v GAMBARAN UMUM DESA................................................................................ 1 a. Letak Geografis............................................................................................ 1 b. Kondisi Wilayah........................................................................................... 2 1. Kondisi Sosial........................................................................................... 2 2. Kondisi Ekonomi...................................................................................... 3 3. Kondisi Pendidikan .................................................................................. 3 4. Potensi Wilayah........................................................................................ 3 PELAKSANAAAN PROGRAM KERJA.............................................................. 4 1. BBA (BIMBINGAN BELAJAR ANAK) SMART KIDS ............................ 4 2. Lomba Konten Kreatif ................................................................................. 6 3. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila............................................................... 6 4. Pelatihan Komputer...................................................................................... 8 5. PELATIHAN PENGELOLAAN KONTEN KREATIF.............................. 9 6. PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA SD.............................................. 10 7. SOSIALISASI PHBS SD........................................................................... 12 8. AHAD MENGAJAR ................................................................................. 14 9. PENDATAAN ATS................................................................................... 14 10. SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN GADGET........................ 16 11. PENGAMALAN NILAI PANCASILA SISWA KELAS 5 SD ............ 17 12. PERMAINAN TRADISIONAL ............................................................ 18 13. TARIAN TRADISIONAL..................................................................... 19 14. GEBYAR BUDAYA.............................................................................. 20 15. PHBS ...................................................................................................... 21 16. PENYULUHAN STUNTING................................................................ 22 17. SOSIALISASI KESEHATAN LANSIA ............................................... 23


vi 18. SENAM LANSIA .................................................................................. 24 19. SENAM PAGI........................................................................................ 25 20. PELATIHAN PENGOLAHAN JAGUNG ............................................ 27 21. PEMBUATAN BOUQUET................................................................... 28 22. BRIKET ARANG .................................................................................. 29 23. ECO ENZYME ...................................................................................... 30 24. HIDROPONIK ....................................................................................... 30 25. JAMLING............................................................................................... 31 26. REBANA................................................................................................ 31 27. FESTIVAL ANAK SHOLEH................................................................ 32 PENUTUP............................................................................................................ 33 LAMPIRAN......................................................................................................... 34


1 GAMBARAN UMUM DESA Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat merupakan satu kesatuan utuh yang memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter generasi muda penerus bangsa dan memiliki dampak bagi lingkungan masyarakat. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20 Ayat 2 menyatakan “Perguruan tinggi mempunyai kewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat”. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan implementasi dari amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat serta implementasi dari teori-teori yang telah didapatkan melalui bangku perkuliahan. Kegiatan KKN memiliki manfaat dan tujuan yang sangat besar bagi mahasiswa maupun kelangsungan kehidupan masyarakat. Melalui program KKN mahasiswa akan memperoleh pengetahuan serta pengalaman baru selama mengikuti proses KKN tersebut. KKN juga memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat dalam berbagai bidang ilmu, seperti bidang sosial, budaya, pendidikan, maupun dalam bidang-bidang yang lain serta dapat membantu program pemerintah, sehingga program KKN dapat memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang dikenal dengan nama UNNES GIAT. Adapun pelaksanaan UNNES GIAT yang sudah berada di periode ke 5 ini tersebar di 17 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah salah satunya adalah di Desa Purana, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Kegiatan Observasi dilaksanakan sebelum dan setelah penerjunan yang dilaksanakan di Kecamatan Bantarbolang diantaranya dengan melakukan kunjungan dan koordinasi dengan tokoh-tokoh penting di Desa Purana dan pengamatan langsung yang dilakukan terhadap situasi dan kondisi lingkungan masyarakat. Kegiatan observasi tersebut memperoleh gambaran mengenai deskripsi wilayah dari Desa Purana yang dapat dijelaskan sebagai berikut a. Letak Geografis Desa Purana adalah lokasi KKN Universitas Negeri Semarang semester pra gasal tahun ajaran 2023/2024. Desa Purana merupakan salah desa yang ada di Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Purana dikelilingi Sungai Comal yang melingkar dan membelah desa menjadi dua bagian, yaitu Purana Wetan dan Kedung Ampel Purana. Desa ini terdiri dari beberapa dukuh/dusun diantaranya


2 yaitu Purana Timur, Kampung Baru dan Kedung Ampel. Desa Purana berbatasan langsung dengan desa-desa lainnya. Batas-batas desanya yaitu sebagai berikut: Sebelah utara : Desa Sarwodadi Kecamatan Pemalang Sebelah selatan : Desa Suru Kecamatan Pemalang Sebelah barat : Desa Suru Kecamatan Pemalang Sebelah timur : Desa Pedagung Kecamatan Pemalang Adapun peta geografi desa purana yaitu pada gambar berikut. Gambar 1. Peta Geografi Desa Purana b. Kondisi Wilayah 1. Kondisi Sosial a. Pemerintahan, Kelembagaan, dan Organisasi Desa Purana memiliki 5 RW yang terbagi lagi menjadi 17 RT. Desa Purana dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang bernama Sobhan. Adapun organisasi masyarakat yang terdapat di Desa Purana diantaranya: PKK, Posyandu, Karang Taruna, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, Ansor, dan Banser. b. Keagamaan Kegiatan keagamaan di Desa Purana dinilai sudah maju. Hal ini terlihat dari adanya 12 majelis yang tersebar di Desa Purana dimana memiliki kegiatan rutinan masing-masing yang dilaksanakan setiap malam jumat. Selain itu terdapat 2 pondok yang ada di Desa Purana yaitu Pondok Pesantren Al-Muttaqien yang terletak di Dusun Kedung Ampel dan Pondok Pesantren AlFuadiyyah yang terletak di Purana Wetan. Serta terdapat pula


3 kegiatan pelatihan Qiroah setiap malam senin bersama rombongan ibu organisasi fatayat, muslimat, dan IPPNU. c. Keolahragaan Kegiatan keolahragaan di Desa Purana dinilai kurang maju. Hal ini terlihat dari fasilitas keolahragaan yang hanya ada satu lapangan sepak bola di Desa Purana. 2. Kondisi Ekonomi Mata pencaharian masyarakat di Desa Purana sangat beragam, diantaranya menjadi buruh, petani, wiraswasta, perangkat desa, dan sebagainya. 3. Kondisi Pendidikan Tingkat pendidikan masyarakat Desa Purana sangat beragam, mulai dari yang tidak lulus sekolah, lulusan SD, SMP, SMA atau hanya mondok. Adapun fasilitas Lembaga Pendidikan yang ada di Desa Purana meliputi PAUD, TK, dan SD dan Pondok Pesantren. 4. Potensi Wilayah Desa Purana memiliki potensi pada kondisi alam yang terlihat dari banyaknya tanaman jagung, dan pisang. Dari melimpahnya sumber daya alam tersebut maka berpotensi untuk diadakannya program yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Purana melalui kegiatan pelatihan pengolahan jagung, pengelolaan limbah bonggol jagung, dan pengelolaan limbah kulit pisang. Hal ini bertujuan agar potensi desa yang ada dapat terus bertahan seiring waktu berjalan.


4 PELAKSANAAAN PROGRAM KERJA 1. BBA (BIMBINGAN BELAJAR ANAK) SMART KIDS Gambar 2. Pelaksanaan Program Kerja BBA di Posko UNNES GIAT Pelaksanaan hari/tanggal : Juni – Agustus 2023 waktu : Senin, Rabu, dan Jumat pukul 13.00 WIB–14.30 WIB lokasi : Posko UNNES GIAT 5 Desa Purana kegiatan : bimbingan belajar anak smart kids sasaran : siswa jenjang TK dan SD Bimbingan belajar anak (BBA) smart kids merupakan salah satu program kerja UNNES GIAT 5 Desa Purana yang bergerak di bidang pendidikan. BBA yang dilakukan oleh mahasiswa UNNES GIAT 5 ini diselenggarakan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pada pukul 13.00 WIB di posko. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak jenjang TK hingga SD yang seluruhnya merupakan warga lokal di sekitar posko UNNES GIAT 5. Kegiatan bimbingan belajar ini diikuti oleh belasan anak yang antusias belajar bersama mahasiswa GIAT 5. Hal yang diajarkan pada kegiatan ini berupa latihan baca tulis, latihan menghitung untuk anak TK, menggambar, menonton animasi cerita rakyat Indonesia, serta pendalaman materi berdasarkan mata pelajaran di sekolah. Kegiatan bimbingan belajar ini berlangsung kurang lebih selama satu bulan. Selama kegiatan berlangsung antusias anak-anak dalam belajar semakin terlihat. Misalnya anak-anak datang lebih awal daripada waktu yang telah mahasiswa tentukan sebelumnya dan rela menunggu jika para mentor masih istirahat sejenak karena baru saja selesai melaksanakan kegiatan lain.


5 Kegiatan bimbingan belajar ini dimulai pada pukul 13.00 WIB yang dibuka dengan pengondisian anak-anak peserta belajar. Kegiatan pengondisian ini berupa mengatur tempat duduk dan memastikan anakanak tidak ramai. Setelah itu, anak-anak peserta belajar diminta untuk berdoa bersama sebelum memulai belajar. Kegiatan berdoa dipimpin oleh salah satu mentor dari mahasiswa UNNES GIAT 5. Agar kegiatan belajar semakin menyenangkan, mentor melakukan ice breaking setelah anakanak berdoa. Kegiatan ice breaking yang dilakukan yaitu ice breaking untuk melatih fokus anak-anak berupa tepuk pagi, siang, malam dan ikuti yang dikatakan. Anak-anak yang fokus akan diberi penguatan berupa tepuk apresiasi, sedangkan anak-anak yang tidak fokus akan mendapatkan hukuman berupa melafalkan teks Pancasila atau membaca puisi. Kemudian, mentor dari UNNES GIAT 5 akan membagi anak-anak berdasarkan jenjangnya untuk dilakukan pembelajaran. Program kerja bimbingan belajar anak memiliki manfaat bagi semua pihak, baik dari pihak mahasiswa, anak-anak, maupun orang tua. Manfaat program ini bagi mahasiswa adalah untuk melatih bagaimana cara mengajar dan menghadapi anak-anak yang berbeda latar belakang. Bagi anak-anak, manfaat program ini adalah untuk membantu mereka menyelesaikan tugas dari guru, memperkuat pemahaman materi, dan menambah kemampuan baca tulis hitung bagi anak jenjang TK. Adapun bagi orang tua, mereka dapat mengontrol kegiatan anak mereka dengan melakukan hal-hal yang positif dan dapat terbantu membelajarkan anaknya. Dari program kerja BBA smart kids ini, dapat ditarik simpulan bahwa kegiatan ini memiliki manfaat untuk semua pihak. Kendala dan solusi Hal-hal yang menjadi kendala selama menjalankan program kerja BBA, antara lain: a. Kurangnya Mentor dari Mahasiswa Dalam satu hari, terkadang ada beberapa program kerja maupun kegiatan sosial dalam masyarakat yang harus diikuti oleh mahasiswa UNNES GIAT 5. Hal tersebut membuat mahasiswa harus membaginya menjadi beberapa kelompok. Bahkan, terkadang hanya ada tiga mahasiswa yang menjadi mentor dan harus menangani beberapa anak dari jenjang kelas yang berbeda. Hal ini menjadi kendala karena setiap anak memiliki materi, kemampuan, dan penanganan yang berbeda. Solusi yang ditawarkan adalah membagi anggota dengan adil, sehingga setiap mentor fokus mengajari anak-anak sesuai jenjang bagiannya. Dengan demikian, kegiatan BBA pun berjalan dengan efektif.


6 b. Kurangnya Sumber Belajar yang Sesuai dengan Bahan Ajar di Sekolah. Kurangnya sumber belajar membuat materi yang diajarkan menjadi tidak terarah dengan baik. Solusi untuk menangani kendala ini adalah mentor harus menyiapkan sumber belajar atau media belajar, sehingga lebih siap ketika mengajar. c. Rendahnya Minat Anak-Anak dalam Mempelajari Hal Baru. Selama satu bulan lebih dilakukannya program kerja BBA ini, materi yang diajarkan kepada anak-anak terkesan monoton dan berputar-putar di satu materi saja. Terkadang ada mentor yang berinisiatif mengajarkan materi baru sesuai jenjangnya di sekolah, tetapi beberapa anak menolaknya dengan alasan tidak paham. Kendala ini dapat diatasi jika mentor menyiapkan media pembelajaran yang sederhana, tetapi dapat menarik perhatian anak-anak untuk mempelajari hal-hal baru yang sesuai dengan jenjangnya di sekolah. 2. Lomba Konten Kreatif Lomba konten kreatif merupakan salah satu program kerja yang sebenarnya akan dilaksanakan oleh tim UNNES GIAT 5 Desa Purana sebagai salah satu follow up adanya pelatihan pengelolaan konten kreatif. Akan tetapi program kerja ini tidak dilaksanakan karena adanya pertimbangan dalam berbagai hal diantaranya: a. Kurangnya antusiasme dari remaja Desa Purana terkait hal tersebut, hal ini dikarenakan saat dilakukannya pelatihan, remaja cenderung lebih banyak menginginkan adanya pelatihan dasar komputer seperti word, exel, dan sedikit yang tertarik dengan aplikasi canva karena jarang digunakan oleh mereka. b. Adanya program kerja yang dirasa lebih penting untuk diadakan. Banyak program kerja yang dilaksanakan oleh Tim UNNES GIAT 5 Desa Purana tetapi tidak terdapat di proposal karena berdasarkan permintaan atau kebutuhan desa. 3. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila Sosialisasi wanita agen pancasila dilaksanakan sebanyak dua kali, adapun untuk pelaksanaannya dilakukan pada waktu berikut: a. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila Pertama Hari/Tanggal : Minggu, 25 Juni 2023 Waktu : 13.00-selesai Tempat : Balai Desa Purana Sasaran : Ibu-Ibu PKK se Desa Purana


7 b. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila Kedua Hari/Tanggal : Rabu, 12 Juli 2023 Waktu : 13.00-selesai Tempat : Dusun Purana Sasaran : Ibu-Ibu PKK Dusun Purana Pada pelaksanaan pertama, sosialisasi dilakukan berbarengan dengan adanya rapat rutin PKK Desa Purana yang bertempat di balai desa. Pada kesempatan ini, kami mengambil tema Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berumah Tangga. Tema ini diangkat sebagai bentuk pengenalan bahwasannya kehidupan sehari-sehari terutama dalam kehidupan berumah tangga terdapat nilai-nilai pancasila yang terkandung di dalamnya. Adapun untuk pelaksanaan yang kedua terkait dengan Emansipasi Wanita. Emansipasi wanita juga bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk menuntut persamaan hak-hak kaum wanita terhadap hak-hak kaum pria di segala bidang kehidupan. Emansipasi wanita bertujuan memberi wanita kesempatan bekerja, dan belajar. Akan tetapi, wanita dan laki-laki itu tidak sama. Akan tetapi perlu adanya pengetahuan tentang emansipasi dan pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai manusia. Gambar 3. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila Pertama Gambar 4. Sosialisasi Wanita Agen Pancasila Kedua Adanya program kerja ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya: 1. Memupuk rasa nasionalisme maupun cinta tanah air serta mendorong masyarakat Indonesia untuk menjadi individu yang lebih baik. 2. Upaya menggalakkan kembali penanaman nilai-nilai Pancasila agar tumbuh kesadaran dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. Menumbuh kembangkan kembali semangat juang, persatuan dan kesatuan bangsa serta sikap ketaatan hukum dalam rangka pemahaman nilai-nilai ideologi Pancasila. 4. Upaya menuju bangsa indonesia yang proaktif untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan dalam membina identitas, kemandirian dan menghadapi tantangan dari luar tanpa konfrontasi dengan meyakinkan bangsa lain bahwa eksistensi bangsa merupakan aset yang diperlukan dalam mengembangkan nilai kemanusiaan yang beradab.


8 4. Pelatihan Komputer Gambar 5. Pelatihan Komputer Pertama Gambar 6. Pelatihan Komputer Kedua No. Pelaksanaan Peserta 1. Hari/Tanggal : Minggu, 9 Juli 2023 Waktu : 09.00 – 11.00 WIB Lokasi : Balaidesa Purana Seluruh Remaja di Desa Purana 2. Hari/Tanggal : Minggu, 23 Juli 2023 Waktu : 19.00 – 21.00 WIB Lokasi : Posko Unnes Giat 5 Seluruh Remaja di Desa Purana Komputer adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk menginput suatu data kemudian mengolah data tersebut dengan program yang ada sehingga menghasilkan output berupa informasi yang diperlukan. Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat pula membuat setiap kegiatan sehari-hari membutuhkan bantuan komputer. Perkembangan teknologi yang semakin pesat pula membuat setiap kegiatan sehari-hari membutuhkan bantuan komputer. Pendidikan, informasi, hiburan bahkan untuk menjalankan bisnis manusia dalam era digital dituntut untuk mengetahui dan menguasai cara kerja komputer. Untuk menjadikan komputer menjadi perangkat yang memiliki manfaat mempermudah pekerjaan manusia dalam berbagai bidang, diperlukan kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik dan benar. Komputer akan membantu, tentu saja dengan pemahaman tata cara pengoperasian oleh penggunanya. Pelatihan komputer ini ditujukan kepada remaja Desa Purana yang difokuskan dalam pengoperasian pengolah kata yaitu microsoft word dan pengoperasian google drive. Tujuan diadakan program ini adalah untuk mempelajari penggunaan perangkat komputer dan aplikasi dan membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan remaja desa yang digunakan dalam dunia kerja atau kehidupan sehari-hari. Sehingga menghasilkan generasi muda yang paham akan teknologi.


9 5. PELATIHAN PENGELOLAAN KONTEN KREATIF Gambar 7. Pelatihan Pengelolaan Konten Kreatif Konten berasal dari kata bahasa Inggris (content) yang bermakna isi atau kandungan. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbaru, Konten artinya suatu informasi yang tersedia pada media atau produk elektronik. Sedangkan konten kreatif adalah konten atau artikel yang ditulis sebagai produk pengembangan materi lebih lanjut berdasarkan pada hal yang sedang atau akan menjadi tren. Pelatihan konten kreatif di Desa Purana diadakan pada tanggal 16 Juli 2023 pukul 09.00 WIB. Sasaran pada pelatihan kali ini adalah remaja yang ada di Desa Purana. Fokus utama pelatihan ini adalah pelatihan konten kreatif menggunakan aplikasi edit Canva. Didalam Canva terdapat berbagai fitur-fitur menarik, template yang dapat dijadikan bahan dalam pembuatan konten kreatif. Melalui pelatihan ini diharapkan para remaja Desa Purana dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan remaja desa yang digunakan dalam dunia kerja atau kehidupan sehari-hari. Sehingga menghasilkan generasi muda yang paham akan teknologi.


10 6. PENDAMPINGAN BELAJAR SISWA SD Gambar 8. Pendampingan Latihan Pramuka SDN Purana Pelaksanaan hari/tanggal : Sabtu, 5 Agustus 2023 waktu : 09.00–11.00 WIB lokasi : SDN Purana kegiatan : pelatihan senam tongkat pramuka dan SKJ Pramuka sasaran : Siswa kelas 5 dan 6 SDN Purana Pramuka merupakan organisasi atau gerakan kepanduan. Kepramukaan merupakan wadah proses pendidikan nonformal dalam pembentukan karakter generasi bangsa yang dilaksanakan di Indonesia. Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang artinya rakyat muda yang suka berkarya. Dalam dunia internasional, Pramuka disebut dengan istilah “kepanduan” (boy scout). Kegiatan kepramukaan ini dilakukan di alam terbuka yang mana terdapat aktivitas yang menyenangkan, menarik, sehat, terarah, sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan. Sasaran kegiatan kepramukaan ini adalah untuk membentuk watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Di Indonesia, gerakan pramuka memiliki empat tingkatan. Keempat tingkatan ini disesuaikan dengan usia yang terdapat di jenjang pendidikan. Adapun tingkatan anggota gerakan pramuka terdiri atas: 1. siaga (usia 7–10 tahun) 2. penggalang (usia 11–15 tahun) 3. penegak (usia 16–20 tahun) 4. pandega (usia 21–25 tahun)


11 Kegiatan kepramukaan di SDN Purana disambut dengan baik oleh guru dan siswa. Siswa memiliki antusiasme yang tinggi untuk mengikuti kegiatan pramuka, khususnya pada materi pelatihan senam tongkat pramuka. Dilihat dari antusiasmenya, mereka sangat menyukai belajar dengan orang baru apalagi dengan mahasiswa KKN. Sehingga, hal ini sangat membantu dan mempermudah kami dalam melaksanakan kegiatan ini. Manfaat Kegiatan Secara umum, manfaat kegiatan ini adalah untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan. Adapun manfaat adanya kegiatan ini di SDN Purana adalah untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan dalam kegiatan kepramukaan, khususnya senam tongkat. Sedangkan senam SKJ pramuka termasuk dari gerakan kesehatan dan kebugaran dalam pramuka melalui gerakan-gerakan senam yang dibentuk sesuai dengan visi dan misi kegiatan pramuka. Karena senam pada dasarnya bersifat olahraga yang menyenangkan, maka gerakan-gerakan dalam pramuka diatur dengan irama musik yang bertujuan untuk bisa melatih ketangkasan gerak, kekuatan, kecepatan, serta konsentrasi terhadap setiap gerakan yang dilakukan. Selain itu, adanya kegiatan ini diharapkan juga dapat membantu sekolah untuk menyiapkan kemampuan kepramukaan, khususnya senam tongkat dan senam SKJ di SDN Purana dalam rangka menyambut lomba pramuka antarsekolah dasar. Dalam pelaksanaan kegiatan ini tidak ada kendala yang terjadi. Mengingat sasaran kegiatan adalah siswa kelas dan 5 dan 6, yang mana anak-anak sudah tergolong dewasa sehingga dalam pengkondisiannya cukup mudah, bisa diatur dan diarahkan. Daya ingat anak-anak juga sangat bagus, sehingga cukup membantu mahasiswa KKN dalam melaksanakan kegiatan ini.


12 7. SOSIALISASI PHBS SD Gambar 9. Sosialisasi Cara Menggosok Gigi Pelaksanaan Hari/tanggal : Kamis, 3 Agustus 2023 Waktu : 07.30–09.00 WIB Lokasi : SDN 1 Purana Kegiatan : Sosialisasi cara menggosok gigi Sasaran : Seluruh siswa kelas 2 SD Purana Gosok gigi merupakan kegiatan membersihkan gigi dan rongga mulut menggunakan pasta gigi dari kotoran makanan dan plak yang dilakukan selama kurang lebih dua menit. Gosok gigi idealnya dilakukan dua kali sehari setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Menyikat gigi dapat membantu mengangkat sisa makanan, bakteri, dan noda sisa makanan yang dapat merusak gigi. Sedangkan mencuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang tampak sepele, namun sangat penting dilakukan karena telah terbukti efektif untuk mencegah penyebaran penyakit dan juga pengendalian infeksi. Hal ini dikarenakan tangan sering kali menjadi perantara berbagai bakteri masuk ke dalam tubuh. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa kelas 2 SDN Purana mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta bagaimana cara menyikat gigi dan mencuci tangan dengan benar. Adapun cara menggosok gigi dengan benar dilakukan dalam beberapa langkah sebagai berikut: 1. Menggosok Seluruh Geraham Menggosok gigi dengan benar diawali dengan menggosok seluruh geraham secara memutar selama kira-kira 20 detik.


13 2. Sikat Gigi Bagian Depan Gerakan selanjutnya adalah menyikat gigi secara melingkar dan perlahan pada bagian permukaan gigi depan. Kemudian gosok gigi depan bagian dalam dengan gerakan vertikal. Ulangi cara menggosok gigi ini sebanyak 2–3 kali pada masing-masing sisi. 3. Sikat Permukaan Mengunyah Sikat permukaan gigi ini dengan gerakan memutar untuk mengangkat sisa makanan. 4. Sikat Area Lidah dan Sisi dalam Pipi Sisa makanan dan bakteri penyebab bau mulut mungkin menempel pada area lidah dan sisi dalam pipi, sehingga area ini perlu disikat dengan lembut. Adapun cara mencuci tangan dengan benar dilakukan dalam beberapa langkah sebagai berikut: 1. Basahi seluruh tangan dengan air bersih mengalir. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membasahi seluruh telapak tangan dengan air bersih. Pastikan air yang kamu gunakan air mengalir ya supaya kotoran di tangan akan terbawa dalam alirannya. 2. Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari. Gunakan punggung tangan untuk mengambil sabunnya supaya kuman di telapak tangan tidak berpindah ke tempat sabun. Setelah itu, gosok sabun ke telapak tangan, punggung tangan, dan sela jari. Pastikan seluruh telapak tangan kamu terkena sabun ya. 3. Bersihkan bagian bawah kuku. Cara untuk membersihkan bagian bawah kuku-kuku adalah dengan menggosok kuku kelima jari kanan ke telapak tangan kiri, dan sebaliknya. 4. Gosok Sela-sela Jari Hingga Bersih. Bersihkan sela-sela jari tangan dengan merapatkan kesepuluh jari secara bersilangan kanan dan kiri. Setelah itu, gerakan telapak tangan maju dan mundur untuk memberikan gosokan di sela-sela jari tangan. 5. Gosok Ibu Jari secara memutar. Cara menggosok ibu jari adalah dengan menggenggam ibu jari kanan menggunanan telapak tangan kiri dan sebaliknya, kemudian gerakan genggaman secara memutar. 6. Bilas tangan dengan air bersih mengalir. Pastikan seluruh telapak, punggung tangan, dan sela-sela jari bersih dari sabun. 7. Keringkan tangan dengan handuk/ tisu atau keringkan dengan diangin-anginkan. Seluruh permukaan tangan harus kering supaya kuman di tangan tidak menempel lagi.


14 Hasil Program 1. Meningkatnya kesadaran siswa SD tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi, mulut dan tangan 2. Siswa mampu menyikat gigi dan mencuci tangan dengan benar 3. Siswa mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kesehatan gigi, mulut dan tangan Kendala dan Solusi Kendala yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sulitnya pengkondisian siswa didalam kelas. Maka dari itu solusi yang diberikan yaitu memberikan ice breaking di tengah-tengah sosialisasi untuk pengkondisian siswa agar tetap kondusif. 8. AHAD MENGAJAR Ahad mengajar merupakan salah satu program kerja yang rencananya akan dilaksanakan oleh Tim UNNES GIAT 5. Ahad mengajar merupakan suatu program pemberian pendampingan pembelajaran terhadap santri santriwati yang ada di Pondok Al-Muttaqien. Program kerja ini nyatanya tidak dapat dilaksanakan karena satu dan lain hal, diantaranya adalah: a. Adanya jadwal program kerja yang bertabrakan yaitu senam pagi, pelatihan komputer, dan pelatihan pengelolaan konten kreatif. b. Adanya kesamaan program kerja dengan KKN UIN Gusdur sehingga keputusan pengadaan program kerja ini dialihkan ke KKN UIN Gusdur dengan koordinasi bersama. 9. PENDATAAN ATS Peraturan Daerah Kabupaten Pemalang Nomor 6 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pemalang Tahun 2021 – 2026, Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun ditetapkan sebagai salah satu prioritas pembangunan pendidikan. Sasaran Wajar 12 Tahun ini mencakup seluruh warga negara Indonesia khususnya yang berusia 6 – 21 tahun agar dapat mengenyam dan menuntaskan pendidikan dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Pemerintah yang bertanggung jawab sebagai penyelenggara pendidikan dan yang memfasilitasi keterlibatan berbagai pihak dalam pemberian layanan pendidikan dan pelatihan, telah melakukan berbagai upaya supaya anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan dan mendapatkan pelatihan yang bermanfaat. Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam hal Wajib Belajar 12 Tahun untuk Anak Tidak Sekolah ( ATS ) yaitu telah


15 melaksanakan Gerakan Njuh Sekolah Maning dengan tujuan supaya ATS di Kabupaten Pemalang dapat kembali sekolah. Gerakan tersebut sudah diawali dengan pendataan ATS di Tahun 2021 sampai dengan Tahun 2022, dan sudah ada ±211 ATS yang kembali sekolah. Pendataan akan terus dilanjutkan di Tahun 2023 sampai menjangkau ke seluruh desa / kelurahan di Kabupaten Pemalang. Pendataan ATS ini bisa saja dikatakan program kerja wajib dan merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa yang bertugas mendata ATS dan mahasiswa giat. Dalam kegiatannya, dilakukan kunjungan ke rumah-rumah warga untuk mendata ATS. Hal ini dimaksudkan untuk mendata dan kemudian dimungkinkan anak tersebut melanjutkan sekolahnya. Mahasiswa berperan dalam membantu terjun dan menginput data dari ATS. Hal ini tentu saja berguna dan merupakan program yang disarankan pada saat pembekalan UNNES GIAT 5 berlangsung. Gambar 10.11. Pendataan ATS


16 10. SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN GADGET Gambar 12. Ice Breaking Sosialisasi Pelaksanaan Hari/tanggal : Kamis, 27 Juli 2023 Waktu : 07.30–09.00 WIB Lokasi : SDN 1 Purana Kegiatan : sosialisasi bahaya penggunaan gadget Sasaran : Siswa SD kelas 3 dan 4 SDN Purana Zaman sekarang adalah zaman yang mana kemajuan teknologi sangat memengaruhi kepribadian seseorang. Salah satunya adalah gadget, sebuah teknologi yang membantu kegiatan manusia menjadi mudah dan praktis dibandingkan dengan sebelumnya. Beberapa contoh dari gadget yaitu laptop, smartphone, iPad yang dapat diisi aneka aplikasi. Disertai pula dengan kecanggihan informasi yang dapat memudahkan masyarakat untuk mengakses segala yang mereka butuhkan. Gadget juga dapat mempengaruhi perilaku sosial seseorang, hal itu tergantung bagaimana orang tersebut memanfaatkan gadget yang mereka gunakan. Kemajuan teknologi nyatanya tidak hanya merambah di kalangan anak muda dan orang dewasa saja, kalangan anak di bawah umur saat ini juga terpengaruh oleh adanya produk kemajuan teknologi ini. Saat ini banyak dari mereka yang telah memiliki gadget sendiri karena kebutuhan sekolah. Sosialisasi yang dilakukan di SDN Purana menjelaskan tentang pengaruh gadget terhadap anak-anak mulai dari faktor pendorong, dampak negatif maupun positif dalam aspek sosial dan kesehatan serta solusi dalam menghadapi candu gadget pada anak-anak saat ini.


17 Tujuan diadakan nya sosialisasi tersebut untuk memberikan edukasi dan pengetahuan bagaimana dampak positif dan negatif dari smartphone, serta apa saja yang mempengaruhi anak dalam kecanduan gadget. Ketika menyampaikan materi tersebut, antusias anak-anak sangat tinggi untuk bertanya. Tidak lupa juga memberikan saran, bagaimana agar tidak kecanduan dengan smartphone. Mahasiswa KKN berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi anak-anak. Gadget dapat membawa dampak baik maupun dampak buruk, salah satu dampak yang sangat marak dalam kehidupan anak zaman sekarang yaitu mulai hilangnya interaksi sosial serta tingkat kemalasan yang sangat tinggi. Mereka kurang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri. 11. PENGAMALAN NILAI PANCASILA SISWA KELAS 5 SD Gambar 13. Foto Bersama Siswa Kelas 5 SDN Purana Sosialisasi Pengamalan Nilai Pancasila Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tidak hanya dihafal saja. Sebagai warga negara yang baik tentu harus mengamalkan semua sila yang ada. Namun, sekarang generasi milenial yang lupa akan pentingnya pancasila. Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat masuknya berbagai macam pengaruh dari luar, termasuk gaya hidup yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Jika hal tersebut terus terjadi, akan memungkinkan nilai-nilai Pancasila akan tergilas/hilang habis oleh budaya global/luar yang datang. Oleh sebab itu, sangat diperlukan melakukan sosialisasi kepada siswa sekolah dasar (SD). Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, berarti Pancasila dijadikan pedoman dalam bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kegiatan Ini dilaksanakan pada hari selasa, pukul 08.00 WIB, tanggal 27 Juli 2023, di SDN Purana.


18 Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan siswa kelas V SD Negeri Purana dapat mengetahui dan sadar akan pentingnya nilai pancasila dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita sebagai warga negara yang baik harus menjalankan kewajiban dan hak kita sebagai warga negara indonesia. 12. PERMAINAN TRADISIONAL Pelaksanaan : Hari/tanggal : Senin, 17 Juli 2023 Waktu : 14.00-selesai Lokasi : Lapangan RW 04 Desa Purana Kegiatan : Pelestarian permainan tradisional Sasaran : Anak-anak Desa Purana Gambar 14. Pelestarian Permaina Tradisional Seiring perkembangan zaman dan berteknologi maju, eksistensi permainan tradisional kini kian luntur tergantikan dengan game modern yang tersedia di gadget. Oleh karena itu, wajar jika anak-anak zaman sekarang asing dengan banyaknya kekayaan seni dan budaya permainan tradisional yang ada di bangsa kita. Permainan yang ada di gadget dapat memberikan dampak negatif pada anak jika dilakukan terus menerus. Misalnya, anak menjadi sulit untuk bersosialisasi, karena anak hanya selalu berinteraksi dengan permainan modern, dimana permainanpermainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Selain itu pula anak akan menjadi pasif dalam kehidupan nyata, ketika anak-anak yang sudah kecanduan terhadap game maka cenderung anak akan pasif dalam kehidupan nyata, lebih memilih berdiam diri di rumah sambil bermain game, dibandingkan bermain dengan teman-temannya


19 Pelestarian permainan tradisional yang diusung mahasiswa KKN Unnes Giat 5 di Desa Purana adalah usaha untuk mempertahankan dan melestarikan warisan budaya permainan yang telah ada dalam suatu masyarakat selama berabad-abad. Permainan tradisional memiliki nilai historis, sosial, budaya, dan edukatif yang penting, dan pelestariannya memiliki manfaat dalam mempromosikan identitas budaya, membangun rasa kebersamaan dalam masyarakat, serta melestarikan pengetahuan dan keterampilan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Hasil Program : 1. Menumbuhkan kesadaran anak-anak di Desa Purana terkait pentingnya pelestarian permainan tradisional 2. Mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget 3. Menumbuhkan semangat anak-anak untuk bersosialisasi dengan teman lainnya. 13. TARIAN TRADISIONAL Gambar 15. Pelatihan Tarian Tradisional di Lapangan RW 04 Gambar 16. Penampil Tari Saman Gebyar Budaya Seni tari adalah sebuah seni yang mempelajari tentang gerak tubuh berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu. Sebagai masyarakat Indonesia yang memiliki banyak tarian tradisional, tentunya tarian tradisional harus terus dilestarikan agar seni tari di Indonesia tidak lenyap ditelan zaman. Jangan sampai juga seni tari milik Indonesia diakui oleh negara lain hanya karena kita tidak melestarikan tarian tradisional. Tari saman sendiri merupakan tarian yang berasal dari Aceh yang mana tari ini merupakan salah satu tarian yang cukup terkenal dikalangan masyarakat Aceh maupun luar. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 8-10 anak. Tarian ini terkenal dengan kekompakan para penari yang mana


20 setiap gerakan arian saman biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat. Tarian saman berisikan Gerakan tepuk tangan dan juga pukulan ke paha disertai nyanyian syair. Tarian saman selalu dimulai dengan salam dan syair-syair yang berkaitan dengan agama islam. Tari lilin berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Disebut lilin karena penari membawa lilin yang menyala di tangan mereka. Lilin tersebut berdiri tegak diatas piring kecil yang dipegang penari. Tarian ini ditampilkan secara berpasangan oleh penari perempuan dan laki-laki. Tari ampar ampar pisang menggambarkan kebiasaan masyarakat Kalimantan Selatan yang suka menyusun buah pisang yang mulai masak. Kalaupun sudah masak dan hanya sebiji, anak-anak mulai menggerumuti pisang tersebut dan memakannya. Anak-anak tersebut memakan pisang dengan lahap seperti api memakan batang kayu. Pelestarian tari tradisional diadakan pada tanggal Rabu, 26 Juli 2023 pukul 14.00 WIB. Sasaran pada pelatihan ini adalah anak-anak yang ada di Desa Purana. Terdapat tiga tarian yang dilatih untuk anak-anak, yaitu tari saman, tari lilin, dan tari kreasi ampar-ampar pisang. Melalui pelestarian ini diharapkan dapat mempertahankan dan melestarikan warisan budaya Indonesia berupa tari tradisional yang telah ada dalam masyarakat. 14. GEBYAR BUDAYA Gebyar budaya merupakan salah satu program kerja unggulan dari Tim UNNES GIAT 5 Desa Purana. Program kerja ini merupakan follow up dari adanya pelatihan dan pelestarian tarian tradisional yang dilakukan. Mereka yang sudah dilatih berbagai tarian daerah nantinya akan ditampilkan dalam acara bertajuk Gebyar Budaya yang acara ini sekaligus merupakan acara pelepasan mahasiswa UNNES GIAT 5 di Desa Purana. Gebyar budaya ini dilaksanakan pada Jumat, 11 Agustus 2023 dan bertempat di Lapangan RW 04 Dusun Kedungampel, Purana. Pada Gebyar Budaya sekaligus pelepasan UNNES GIAT 5 ini, ditampilkan ada banyak tarian dan sebuah drama kolosal. Drama kolosal yang ditampilkan pada acara Gebyar berjudul Malin Kundang. Drama ini diperankan oleh 7 ibuibu desa purana yang sangat antusias dalam pementasan. Saat pementasan, banyak orang dibuat tertawa karena memang drama yang disajikan merupakan drama malin kundang modern yang sedikit menggelitik. Khusus untuk tarian didominasi oleh siswa SDN Purana. Adapun tarian yang pertama adalah Tari Saman yang disajikan oleh siswa SD kelas VI berjumlah 9 anggota. Tarian ini cukup menyita perhatian dikarenakan baru pertama kali ditampilkan di Desa Purana dan tergolong sukses pada saat pembawaan. Tarian selanjutnya yaitu Tari Lilin yang disajikan oleh anak-anak SD kelas 4-5 dan berjumlah 6 anggota.


21 Tarian ketiga yaitu Tari Kreasi yang merupakan gabungan dari berbagai tarian daerah yang ada di Indonesia yang disajikan dalam sebuah lagu medley dan dibawakan oleh 5 orang anak. Adapun tarian yang terakhir yaitu Tari Ampar-Ampar Pisang yang dibawakan oleh 4 orang anak yang masih di jenjang TK dan kelas 1 SD. Kegiatan gebyar budaya ini menarik banyak perhatian masyarakat dibuktikan dengan ramainya penonton yang memenuhi tempat Gebyar Budaya digelar. Kegiatan ini tentunya memberikan manfaat terutama dalam hal pengenalan kebudayaan Indonesia dari berbagai daerah. Gebyar Budaya juga merupakan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat dan sekaligus edukasi kebudayaan karena di sela-sela penampilan, UNNES GIAT 5 melalui MC juga memberikan pengetahuan terkait budaya yang sedang ditampilkan. Gambar 17, 18, 19. Gebyar Budaya dan Pelepasan Mahasiswa Unnes Giat 5 Desa Purana 15. PHBS Gambar 20. PHBS ( Perilaku Hidup Bersih Sehat) di Kampung Baru Kerja bakti adalah salah satu bentuk kepedulian dan gotong royong yang dilakukan oleh masyarakat. Melalui kerja bakti, kita dapat meningkatkan rasa kebersamaan, solidaritas, serta membentuk rasa tanggung jawab. Kerja bakti juga dapat membantu membangun jiwa sosial dan mempererat hubungan manusia, dalam hal ini, yaitu antara mahasiswa


22 UNNES GIAT 5 dan masyarakat Desa Purana. Kerja bakti juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, maka dari itu tiap individu diharapkan dapat berpartisipasi dalam melakukan kerja bakti. Dengan begitu, kita dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan bersatu. Dalam melakukan kerja bakti, kita harus memperhatikan beberapa hal agar kerja bakti dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal. Pertama, kita harus memastikan bahwa kerja bakti dilakukan dengan niat baik dan tidak ada unsur-unsur yang merugikan masyarakat. Kedua, kita harus memastikan bahwa kerja bakti dilakukan dengan baik dan tidak merugikan lingkungan. Kerja bakti yang dilakukan oleh mahasiswa UNNES GIAT 5 bersama warga desa berupa aktivitas membersihkan lingkungan. Program kerja bakti ini dilaksanakan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan di Dusun Kampung Baru, Desa Purana. Program kerja bakti yang diadakan oleh mahasiswa UNNES GIAT 5 ini dilaksanakan setiap minggu yaitu pada Jumat, 21 Juli 2023. Adanya kegiatan tersebut membuat mahasiswa dan masyarakat desa saling bahu membahu membersihkan lingkungan di Dusun Kampung Baru. Tujuan mahasiswa UNNES GIAT 5 mengadakan program kerja bakti ini yaitu untuk membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat di lingkungannya; untuk menumbuhkan rasa kepedulian akan kebersihan lingkungan; untuk mempererat hubungan antar individu atau kelompok dalam masyarakat; dan untuk membangun budaya dan nilai-nilai positif seperti toleransi, kerjasama, dan gotong royong. Harapan UNNES GIAT 5 setelah diadakannya kegiatan kerja bakti ini adalah kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat membentuk perilaku hidup bersih dan sehat dalam masyarakat. 16. PENYULUHAN STUNTING Program kerja ini tidak dapat terlaksana secara langsung sebagai penyuluhan stunting, akan tetapi terdapat pemantauan tumbuh kembang bayi melalui kegiatan posyandu yang sudah berjalan di Desa Purana. Kegiatan posyandu di Desa Purana di dalamnya terdapat macam pemantauan dari mulai berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, lingkar kepala, dan pemantauan lain. Adanya posyandu ini merupakan salah satu langkah pencegahan stunting, beberapa kesempatan juga posyandu didatangi petugas dari puskesmas yang mengadakan penyuluhan. Desa dan pemerintah Kabupaten Pemalang khususnya sudah memiliki program sendiri pencegahan stunting misalnya saja pemberian PMT rutin kepada balita.


23 Hal lain yang menyebabkan program ini tidak terlaksana adalah adanya permintaan desa yang memfokuskan pada kesehatan lansia sehingga diadakan program kerja berupa sosialisasi kesehatan lansia. 17. SOSIALISASI KESEHATAN LANSIA Berdasarkan Data Susenas pada tahun 2014 jumlah lansia di Indonesia mencapai 20,24 juta jiwa. Menurut dr. Untung diperkirakan pada tahun 2020-2035 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu lonjakan jumlah lansia, sehingga kedepan tren penyakit dan kematian akibat PTM akan semakin meningkat. Oleh karena itu Kemenkes menginginkan agar lansia tetap sehat dan produktif. Untuk mendapatkan lansia yang sehat, program kesehatan melalui pendekatan life cycle diperlukan. Dengan melihat kesehatan bukan hanya dijaga dan dirawat ketika sudah tua tetapi dimulai di hulu atau awal sehingga diharapkan di hilirnya akan menjadi lebih baik, karena Lansia yang tidak sehat dan tidak mandiri akan berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi bangsa. Kebijakan Kemenkes dalam pelayanan kesehatan lanjut usia adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai lansia yang sehat, mandiri aktif, produktif bagi keluarga dan masyarakat. Kebijakan yang dilakukan antara lain dengan; pembinaan Kesehatan Lansia dilakukan dengan upaya peningkatan kesehatan dan kemampuan agar selama mungkin tetap dapat berperan aktif dalam pembangunan; pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan peran keluarga dan masyarakat serta menjalin kemitraan dengan LSM, swasta dalam penyelenggaraan upaya kesehatan lansia; pembinaan yang dilakukan melalui pendekatan holistik; pendekatan siklus hidup dalam pelayanan kesehatan untuk mencapai lanjut usia aktif dan sehat dalam konteks kesehatan keluarga; serta melalui pelayanan kesehatan dasar dan rujukan dan berkualitas. Program kerja ini berbarengan dengan pelaksanaan PTM dan Posbindu Desa Purana. Mayoritas lansia memiliki darah yang relatif tinggi. Oleh karena itu di dalam PTM dan Posbindu dilakukan tes kadar gula darah dan tes asam urat. Selain itu kegiatan utamanya yaitu adanya sosialisasi tentang Diet Purin Rendah dan Diet Garam Rendah yang sangat penting dilakukan bagi para lansia.


24 Gambar 21. Pengecekan Gula Darah dan Asam Urat Gambar 22. Sosialisasi Diet Purin Rendah dan Diet Garam Rendah 18. SENAM LANSIA No. Pelaksanaan Peserta 1. Hari/Tanggal : - Senin, 3 Juli 2023 Waktu : 09.00–09.30 WIB Lokasi : Rumah warga Seluruh lansia di Purana Timur Gambar 23 2. Hari/Tanggal : - Senin, 17 Juli 2023 Waktu : 08.00–08.30 WIB Lokasi : Balai desa Purana Seluruh lansia di Kedungampel Purana


25 Gambar 24 Senam lansia adalah serangkaian gerak yang teratur, terarah serta terencana, dilakukan untuk meningkatkan kemampuan fungsional tubuh. Senam lansia juga biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan lansia lainnya. Hal ini tentu membuat kegiatan ini terasa lebih menyenangkan karena dilakukan secara bersama-sama dengan lansia lainnya. Banyak sekali manfaat dari senam lansia itu sendiri, diantaranya terpeliharanya kesehatan jantung dan sistem pernafasannya, terpeliharanya otot, daya tahan dan kelenturannya tubuh, pengaturan metabolisme serta kenaikan berat badannya dapat terkendali, tekanan darah stabil, turunnya kadar lemak dalam darah, dapat mengurangi timbulnya serangan penyakit jantung, memperbaiki kesehatan jiwanya, serta dapat memperbaiki kepercayaan diri. Jenis senam yang diterapkan pada saat senam yaitu; a. Senam kebugaran lansia b. Senam hipertensi c. Senam diabetes 19. SENAM PAGI Gambar 25. Pelaksanaan Senam Pagi di Lapangan RW 04


26 PROGJA SENAM CERIA Senam merupakan suatu cabang olahraga yang melibatkan performa gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan dan keserasian gerakan fisik yang teratur. Senam irama merupakan jenis senam yang memiliki bermacam gerakan dan dilakukan seirama dengan musik yang mengiringinya. Senam ini bukan senam biasa, namun memiliki unsurunsur yang harus dikuasai para pesenamnya, seperti keluwesan, keseimbangan, ketepatan dengan irama, dan lain-lain. Senam aerobik merupakan gabungan antara rangkaian gerak dan musik yang dibuat sehingga muncul keselarasan antara gerakan dan musik untuk tujuan tertentu. Kegiatan senam yang menjadi program kerja UNNES GIAT 5 ini dilaksanakan di lapangan RW 4 atau di dekat posko UNNES GIAT 5. Kegiatan senam pagi ini dihadiri oleh sejumlah ibu-ibu yang tinggal di sekitar lokasi. Senam yang dilakukan adalah senam irama dan senam aerobik yang berlangsung mulai pukul 07.30 sampai dengan 09.30 WIB. Meskipun kegiatan diselenggarakan pada pagi hari, tetapi semangat peserta membuat senam berlangsung dengan lancar. Adapun Rangkaian dari kegiatan senam ceria ini : a. Pemanasan atau Peregangan b. Senam irama c. Senam aerobik d. Pendinginan Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu sangat antusias dan heboh dalam mengikuti gerakan senam. Gerakan demi gerakan diikuti diiringi musik dengan tempo yang semakin cepat dari langkah ke langkah. Seruan penyemangat pun kerap kali ditunjukkan oleh peserta. Tidak mau kalah, mahasiswa KKN juga berusaha memberikan perlawanan yang seimbang dari segi semangat dan juga gerakan. Peserta senam tidak hanya ibu-ibu yang berusia muda. Hasil Program atau Manfaat : c. Menghambat proses penuaan atau degeneratif d. Orang yang melakukan senam secara teratur, akan mendapatkan kebugaran jasmani yang baik yang terdiri dari unsur kekuatan otot, kelenturan persendian, kelincahan gerak, keluwesan, cardiovascular fitness dan neuromuscular fitness.


27 Kendala : Ketika menunggu peserta senam agak lama karena sebagian besar peserta senam adalah ibu rumah tangga yang mana kemungkinan mereka sibuk melakukan kegiatan di rumah terlebih dahulu Solusi dan Rekomendasi : a. Sebaiknya waktu senam di perlama karena terpotong untuk menunggu peserta yang belum hadir b. Tingkat kecepatan tempo musik disesuaikan dengan peserta c. Untuk musik harus lebih bervariatif 20. PELATIHAN PENGOLAHAN JAGUNG Gambar 26. Pelatihan Pengelolahan Jagung bersama Ibu-Ibu PKK e. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu, pukul 14.00 WIB, tanggal 30 Juli 2023, di balai desa Purana. f. Tujuan dan Manfaat Program Kerja Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dasar kegunaan jagung kepada ibu-ibu PKK di desa Purana. Pemilihan jagung sebagai objek utama dalam pelatihan ini, yaitu karena ratarata desa purana menanam jagung maka dijadikanlah pelatihan pengolahan dari jagung diantaranya membuat kulit kebab dari sari jagung dan bola-bola jagung. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi ibu-ibu, salah satunya mampu membuat cemilan dari jagung sendiri, tanpa harus membeli jajanan di luar. Selain itu adanya program ini memunculkan ide jualan baru bagi ibu-ibu PKK untuk


28 membuat dan menjual makanan dari jagung secara mandiri maupun berkelompok. g. Hasil Program Kerja 1. Kulit kebab dari sari jagung 2. Bola-bola jagung 3. Memunculkan ide bisnis rumahan 4. Memahami cara membuat cemilan dari jagung 21. PEMBUATAN BOUQUET Gambar 27. Pelatihan Pembuatan Buket Tren pemberian buah tangan atau hadiah berupa bucket dapat menjadi salah satu bentuk usaha bagi semua kalangan terutama kalangan remaja. Pelatihan buket bunga dan snack dapat membuat remaja sekitar menghasilkan beberapa produk hasil dari pengelolaan bunga, snack dan kertas sebagai dasar pembuatan bucket. Diadakan pelatihan ini dapat dijadikan salah satu cara dalam meningkatkan kreativitas remaja dan sebagai pembelajaran mengenai berwirausaha saat ini. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari selasa, pukul 19.00 WIB, tanggal 25 Juli 2023, di Balai Desa Purana. Hasil dari program kerja pelatihan bucket adalah buket bunga dan bucket snack. Selain itu pelatihan ini menambah kreatifitas remaja Desa Purana dalam berwirausaha.


29 22. BRIKET ARANG Gambar 28. Pelatihan Pembuatan Briket Arang dari Bonggol Jagung Pelatihan pembuatan briket arang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pengetahuan kepada masyarakat desa Purana tentang pengelolaan limbah bonggol jagung yang dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna yaitu briket atau arang. Pelatihan ini dikenalkan kepada masyarakat karena kebanyakan warga desa Purana yang menanam jagung dan menjualnya di pasar dalam bentuk jagung yang sudah dipisahkan antara biji jagung dengan bonggolnya. Sehingga banyak ditemukan limbah bonggol jagung di beberapa tempat di Desa Purana. Dari hal tersebut kami melakukan pelatihan pembuatan briket arang guna mengelola sampah organik bonggol jagung menjadi sesuatu yang berguna dalam mengatasi banyaknya sampah bonggol jagung yang ditemui saat melakukan survei. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu rumah warga pada hari Sabtu, 24 Juli 2023 pukul 14.00 WIB. Hambatan yang dialami yaitu hujan yang tiba-tiba turun dimana tempat kegiatan awal adalah di lapangan RW 4, serta peralatan yang digunakan dalam pelatihan masih terbatas. Karena turunnya hujan saat pelatihan berlangsung untuk tempat pelatihan dipindahkan ke salah satu rumah warga yang berkenan untuk digunakan sebagai tempat pelatihan serta untuk alat cetak briket yang terbatas tersebut sehingga warga dialihkan untuk mencetaknya berbentuk bulat menggunakan tangan dengan teknik mengepalkan adonan briket. Walaupun terdapat kendala saat mencetak briket namun proses pembuatan briket berjalan dengan lancar sampai akhir. Adapun hasil yang diperoleh adalah masyarakat desa Purana mendapat pengetahuan bahwa limbah bonggol jagung yang hanya dibuang oleh warga ternyata dapat diolah menjadi briket. Masyarakat setempat juga tersosialisasi dengan adanya pelatihan pembuatan briket.


30 23. ECO ENZYME Gambar 29. Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme Pelatihan pembuatan eco-enzyme (pupuk cair) dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan informasi pengetahuan kepada masyarakat desa Purana yang bekerja sebagai petani tentang pengelolaan sampah sayur dan kulit pisang yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair pertanian. Pelatihan ini dikenalkan pada para petani karena ada beberapa petani yang mengeluh harga pupuk yang semakin naik. Untuk itu kami melakukan pelatihan pembuatan eco-enzyme (pupuk cair) guna membantu para petani dalam mengatasi permasalahan mahalnya pupuk pada saat sekarang ini. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Purana pada hari kamis, 13 Juli 2023 pukul 09.00 WIB. Hambatan yang dialami yaitu terbatasnya pisau sehingga kurang serempak dalam memotong sayur dan gula merah, sehingga dari pihak panitia harus berkali-kali menginformasikan tahapan pembuatan eco-enzyme. Walaupun penggunaan pisau saling bergantian namun proses pembuatan eco-enzyme berjalan lancar sampai akhir. Adapun hasil yang diperoleh adalah masyarakat desa Purana mendapat pengetahuan bahwa limbah organik seperti sayur dan kulit pisang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai eco-enzyme (pupuk cair). Masyarakat setempat tersosialisasi untuk mengumpulkan sampah organik bersama dan membuat eco-enzyme bersama untuk dimanfaatkan bersama. 24. HIDROPONIK Pelatihan hidroponik merupakan salah satu program kerja yang diajukan atau disusun saat proposal kegiatan Unnes Giat dibuat. Akan tetapi pada kenyatanaanya, program kerja ini tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya dikarenakan adanya beberapa kendala, diantaranya:


31 a. Kurangnya persiapan dan waktu yang luang untuk pembahasan terakit program kerja ini. Hal ini dikarenakan banyak program kerja baru yang dirasa lebih penting untuk dilaksanakan diantaranya yaitu ada program kerja Festival Anak Sholeh dan kegiatan PTM Posbindu Lansia Desa Purana. b. Kurangnya pemahaman dan keterampilan terkait dengan bidang tersebut, program kerja ini awalnya adalah program kerj ayangg diusulkan desa, akan tetapi tidak jadi dilaksanakan karena dianggap terlalu membutuhkan banyak biaya dan memerlukan lahan yang cukup luas. 25. JAMLING Jamling (Jamaah keliling) merupakan kegiatan sholat berjamaah yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Unnes Giat 5 dengan membagi jadwal waktu mendatangi setiap mushola untuk melaksanakan sholat. Kegiatan jamling ini telah dilakukan mahasiswa KKN Unnes Giat 5 sejak awal datang ke Desa Purana sampai dengan selesai. Desa Purana sendiri memiliki banyak musholla sehingga mahasiswa membagi diri agar dapat mendatangi setiap musholla secara rata. Tujuan utama dari jamling adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri setiap muslim baik secara pribadi maupun dalam kehidupan bermasyarakat. 26. REBANA Latihan rebana ini dilaksanakan di TPQ Baitul Quran bersama dengan IPNU dan santri yang ada di sana. Pelaksanakan latihan rebana ini dilakukan setiap hari Jumat malam atau lebih tepatnya malam minggu. Dalam kegiatan tersebut, santri dilatih untuk memainkan alat rebana dan santriwati berlatih vocal. Di setiap akhir latihan, akan ada pembuatan video yang kemudian diunggah di channel youtube TPQ Baitul Quran. Gambar 30. Latihan Rebana TPQ Baitul Quran


32 27. FESTIVAL ANAK SHOLEH Gambar 31. Kegiatan Festival Anak Sholeh di Balai Desa Purana Festival anak sholeh merupakan prokja gabungan yang dilakukan oleh Unnes Giat 5 dengan KKN UIN Gusdur. Desa Purana dengan 100% warganya beragama muslim tentu tidak asing dengan bulan muharram atau lebih dikenal dengan bulan suro. Tepat pada 1 Muharram ini dikenal dengan tahun baru hijriah. Festival anak sholeh merupakan suatu prokja yang diperuntukkan untuk memperingati tahun baru islam. Proker ini berupa kegiatan lomba untuk anak-anak Desa Purana yang bertempat di Balai Desa Purana. Proker ini dilaksanakan pada Minggu, 23 Juli 2023. Adapun perlombaan yang dilombakan adalah sebagai berikut: h. Lomba Adzan i. Lomba Hafalan Surat Pendek j. Lomba Da’i Cilik k. Lomba Menyanyi Religu l. Lomba Mewarnai Kaligrafi


33 PENUTUP Selama menjalankan kegiatan GIAT, mahasiswa kelompok UNNES GIAT 5 Desa Purana memiliki program kerja yang dilaksanakan secara rutin. Program kerja tersebut, antara lain (1) bimbingan belajar anak smart kids, (2) sosialisasi Wanita Agen Pancasila, (3) pelatihan komputer, (4) pelatihan pengelolaan konten kreatif, (5) pendampingan belajar siswa SD, (6) Sosialisasi PHBS SD, (7) pendataan ATS, (8) sosialisasi bahaya penggunaan gadget, (9) Pengamalan nilai pancasila siswa kelas 5 sd, (10) permainan tradisional, (11) tari tradisional, (12) gebyar budaya, (13) PHBS, (14) sosialisasi kesehatan lansia, (15) senam lansia, (16) senam pagi, (17) pelatihan pengolahan jagung, (18) pembuatan buket, (19) briket arang dari bonggol jagung, (20) pelatihan pembuatan eco-enzyme, (21) pelatihan pembuatan hidroponik, (21) jamaah keliling, (23) latihan rebana, dan (24) festival anak sholeh. Hampir seluruh program kerja tersebut telah terlaksana dengan baik. Hanya saja, masih terdapat beberapa kendala, baik yang terjadi karena kekurangsiapan mahasiswa maupun karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Namun, mahasiswa dapat mengatasinya dengan baik, sehingga program kerja pun dapat berjalan sebagaimana mestinya.


34 LAMPIRAN Penerjunan Desa Sowan Kepala Desa Purana Koordinasi dengan bidan desa Rutinan IPPNU Sowan TPQ Desa Purana Posyandu Lansia Festival anak sholeh memperingati 1 muharram Pelatihan pembuatan briket arang


35 Pengajian rutin PAC Muslimat NU & Fatayat NU Kerja bakti Pelatihan UMKM Jagung EXPO Kecamatan Bantar Bolang Pelatihan pembuatan ecoenzyme Pelatihan konten kreatif “Canva”


36 Persiapan pelatihan pembuatan briket arang dari bonggol jagung Sosialisasi Implementasi Pancasila Posyandu balita Pendataan anak tidak sekolah Senam Kebugaran Jasmani Rutinan PKK Desa Purana Bimbingan Belajar Anak Sowan pengurus pondok Al-Muttaqin


37 Koordinasi kader Purana Timur Pelatihan komputer bersama remaja desa PTM Posbindu Lestari dan Senam Lansia Mengikuti pertemuan fatayat muslimat NU Jamiyah bersama ibu-ibu Desa Purana Pelatihan bucket dan snack Kunjungan terakhir ke SDN Purana Gebyar Budaya dan Pelepasan KKN Unnes Giat 5


38 Pelestarian permainan tradisional Pelatihan komputer bersama ibu-ibu Desa Purana Perlombaan dalam rangka HUT RI Sosialisasi mencuci tangan yang benar Kerja bakti dusun Kampung Baru Sosialisasi menggosok gigi yang benar


Click to View FlipBook Version