Memahami Makna Busana
Muslim/Muslimah dan Menutup
Aurat
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL
Elok Nadiatun Naimah
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang KELAS X3
MODUL SMA Brawijaya Smart School
PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X
BAB 11
BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH CERMIN
KEPRIBADIAN DAN KEINDAHAN
Berbusana Muslim dan
Muslimah Merupakan Cermin
Kepribadian dan Keindahan
Berpakaian Sesuai dengan
Ketentuan Syariat Islam dalam
Kehidupan Sehari-hari
Perintah Menutup Makna Busana KOMPETISI DASAR
Aurat Muslim/Muslima
Memahami Aurat Menunjukan Perilaku Menjelaskan Makna Berpakaian
danBatasanBatasan Berbusana sesuai dengan syariat Islan
nya Muslim/Muslimah
Memahami Dalil Membiasakan Perilaku Memahami makna dalil berpakaian
Menutup Aurat Berbusana sesuai syariat islam
Muslim/Muslimah
dalam Kehidupan
Sehari-Hari
Membedakan ketentuan berpakaian
sesuai dengan syariat islam
menurut Q.S Al- Alhzab/33;59 dan
An nur/24;31 serta hadis terkait
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X
TUJUAN PETUNJUK PENGGUNAAN
PEMBELAJARAN MODUL
1. terbiasa berbusana sesuai OLEH : ELOK NADIATUN
dengan syariat islam NAIMAH
2. menunjukan perilaku sesuai Agar modul dapat digunakan secara maksimal
dengan syariat islam maka kalian diharapkan melakukan
langkah- langkah sebagai berikut :
3. mampu menunjukan dalil
berbusana muslim 1.Pelajari dan pahami peta materi yang disajikan
dalam setiap modul
4.menganalisis Kriteria, tujuan
dan hikmah berbusana muslim 2.Pelajari dan pahami tujuan yang tercantum
dalam setiap kegiatan pembelajaran
5. mendemontrasikan tata cara
berbusana muslim 3. Pelajari uraian materi secara sistematis dan
mendalam dalam setiap kegiatan
pembelajaran.
4.Lakukan uji kompetensi di setiap akhir
kegiatan pembelajaran untuk menguasai
tingkat penguasaan materi.
5. Diskusikan dengan guru atau teman jika
mengalami kesulitan dalam pemahaman
6.Lanjutkan pada modul berikutnya jika sudah
mencapai ketuntasan yang diharapkan.
BERBUSANA MUSLIM DAN MUSLIMAH CERMIN KEPRIBADIAN DAN
KEINDAHAN
SMA Brawijaya Smart School
MEMAHAMI MAKNA BUSANA
MUSLIM/MUSLIMAH DAN MENUTUP AURAT
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
kelas X3
1. Makna Aurat
Menurut bahasa, aurat berati malu, aib, dan buruk. Kata
aurat berasal dari kata awira yang artinya hilang
perasaan. Jika digunakan untuk mata, berarti hilang
cahayanya dan lenyap pandangannya. Pada umumnya,
kata ini memberi arti yang tidak baik dipandang,
memalukan, dan mengecewakan. Menurut istilah dalam
hukum Islam, aurat adalah batas minimal dari bagian
tubuh yang wajib ditutupi karena perintah Allah Swt.
Dalam fiqih, aurat adalah bagian anggota badan yang tidak boleh ditampakkan atau
terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Sedangkan menurut salah satu ulama
fiqih, yaitu Al-Khatib As-Syirbini menyebutkan bahwa aurat merupakan bagian
tubuh yang harus ditutupi serta tidak boleh terlihat oleh orang yang tidak muhrim
dan bagian yang harus ditutupi ketika melakukan shalat.
SMA Brawijaya Smart School
PASTIKAN TIDAK ADA GANGGUAN Dari pengertian menurut ulama serta ahli fiqih, dapat
SAAT ANDA BELAJAR. JANGAN disimpulkan bahwa aurat adalah bagian tubuh seseorang
LUPA UNTUK SESEKALI
BERISTIRAHAT. yang tidak boleh terlihat ketika salat dan tidak boleh
diperlihatkan kepada orang yang bukan mahramnya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada
semua hambanya untuk menutup aurat kecuali ke
keluarga sendiri seperti suami atau istri. Dalilnya adalah
surat dalam Al Quran, yaitu:
ِا ﱠﻻ َﻋ ٰٓﲆ اَ ۡز َوا ِﺟ ِﻬ ۡﻢ اَ ۡو َﻣﺎ َﻣ َﻠـﻜَ ۡﺖ اَ ۡﻳ َﻤﺎﻧُ ُﻬ ۡﻢ َﻓ ِﺎﻧﱠ ُﻬ ۡﻢ َﻏ ۡﻴ ُﺮ َﻣﻠُ ۡﻮ ِﻣ ۡﻲ
Artinya : “(Orang beriman) adalah orang yang menjaga
kemaluan mereka. Kecuali kepada istri-istri mereka atau
budak-budak wanita mereka, jika demikian maka mereka
tidak tercela. (QS. Al Mu’minun: 5-6)”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pun
memerintahkan kepada semua umat muslim untuk
menutup dan menjaga auratnya agar tidak dilihat oleh
orang lain yang tidak hak. Bahkan untuk sesama jenis pun
tidak diperbolehkan saling melihat aurat satu sama lain.
1) Batasan – batasan aurat wanita :
Aurat wanita yang wajib ditutup ketika bershalat Aurat wanita di depan muhrimnya.
Aurat bagi seorang wanita yang wajib di perhatikan Al-Syafi‟iyah mengatakan bahwa „aurat
adalah segenap anggota tubuhnya, secuali muka dan wanita ketika berhadapan dengan
muhrimnya adalah antara pusat dengan
telapak tangan nya. Muka dan dua telapak tangan lutut. Selain batas tersebut, dapat dilihat
itu, menurut Sayyid Sabiq adalah bahagian tubuh oleh muhrimnya dan oleh sesamanya
yang dibolehkan tampak sesuai dengan kalimat illaa wanita
mââ zâhâ minhââ dalam QS An-Nur (24): 31.
Aurat wanita ketika berhadapan dengan orang-orang yang bukan muhrimnya
Aurat wanita ketika ia berada di antara orang – orang yang bukan temasuk muhrimnya menurut
kesepakatan ulama adalah meliputi seluruh tubuhnya, selaian muka dan dua telapak tangan dan
kakinya.
Disini tampaknya batasan jika aurat
wanita sama dengan batasan auratnya
ketika shalat. Ibnu Taimiyah
mengatakan bahwa sebahagian besar
fuqaha’ menilai apa yang wajib ditutup
dalam shalat (ketika berhadapan
dengan Tuhan) wajib pula ditutup dari
pandangan orang lain yang bukan
mahram.
2. Makna Jilbab dan Busana Muslimah Kewajiban menutup aurat
adalah juga dimaksudkan untuk
Dalam Al-Qur'an Allah terlihat jelas mewajibkan
seorang perempuan untuk menutup auratnya. membedakan antara wanita
Bahkan perempuan yang menampakkan sebagian terhormat dan wanita jalanan.
atau keseluruhan aurat, berbusana tipis dan Hal ini berdasarkan sebab
berlenggok lenggok akan mendapatkan ancaman turunnya ayat 59 dari Surat Al-
yang keras dari Allah SWT. Ahzab turun sebagai teguran
atas kebiasaan wanita-wanita
Pakaian yang dikenakan oleh seorang hamba Arab yang keluar rumah tanpa
memiliki nilai ibadah di sisi Allah Ta’ala. Dia dan mengenakkan jilbab. Karena
Rasul-Nya telah menetapkan kaidah umum dalam tidak la memakai jilbab, kaum
berpakaian, yang intinya adalah menutup aurat
lakilaki sering mengganggu
seorang hamba. Melalui cara berpakaian, mereka, dan diperlakukan seperti
sesungguhnya Allah berkehendak memuliakan budak. Untuk mencegah hal itu,
manusia sebagai makhluk yang mulia dan sebagai
maka turunlah ayat tersebut.
identitas keislaman seseorang.
Kewajban Menutup
Busana muslimah tidak identik dengan busana Aurat
wanita Arab, sebab Islam tidak menetukan model
busana muslimah tertentu. Karena itu, segala
model busana cocok untuk Islam, sepanjang
memenuhi kriteria menutup aurat. Bahwa dalam
kondisi tertentu, sesuai dengan pekerjaannya
yang berat dan kasar, wanita Indonesia tidak
dapat menutup semua auratnya secara normal.
Memahami Makna Busana Muslim/Muslimah dan Menutup Aurat
Adab Menutup Aurat a.Lelaki, dan wanita berbeda.
Maksudnya pakaian yang khusus
Di dalam Islam ada garis panduan
tersendiri mengenai adab berpakaian untuk lelaki tidak boleh dipakai oleh
(untuk lelaki dan wanita) yaitu : wanita, begitu juga sebaliknya.
Rasulullah SAW mengingatkan hal
a. Menutup aurat ini dengan tegas sabdanya yang
Aurat lelaki menurut ahli hukum ialah artinya: "Allah mengutuk wanita
daripada pusat hingga ke lutut. Aurat yang meniru pakaian dan sikap
lelaki, dan lelaki yang meniru
wanita pula ialah seluruh anggota pakaian dan sikap perempuan."
badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan (Bukhari dan Muslim).
tapak kakinya. b. Larangan pakai sutera.
.
Islam mengharamkan kaum lelaki
b.Tidak menampakkan tubuh
Memakai pakaian yang jarang sehingga memakai sutera. Rasulullah SAW
menampakkan aurat tidak memenuhi syarat
menutup aurat. Pakaian jarang bukan saja bersabda bermaksud: "Janganlah
menampak warna kulit, malah boleh kamu memakai sutera,
merangsang nafsu orang yang melihatnya.
sesungguhnya orang yang
memakainya di dunia tidak dapat
memakainya di akhirat." (Muttafaq
'alaih).
c.Pakaian tidak ketat. c.Berdoa
Tujuannya adalah supaya tidak kelihatan
bentuk tubuh badan yang merangsang Ketika menanggalkan pakaian,
lawan jenis untuk bermaksiat lafaz- kanlah: "Pujian kepada Allah
.
yang mengurniakan pakaian ini
d.Tidak menimbulkan perasaan riya.
Rasulullah SAW bersabda bermaksud: untuk menutupi auratku dan dapat
"Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana
perasaan sombong, Allah SWT tidak akan mengindahkan diri dalam
memandangnya pada hari kiamat." Dalam
hadis lain, Rasulullah SAW bersabda kehidupanku, dengan nama Allah
bermaksud: "Siapa yang memakai pakaian
yang berlebih-lebihan, maka Allah akan yang tiada Tuhan melainkan Dia.
memberikan pakaian kehinaan pada hari
akhirat nanti." (Ahmad, Abu Daud, an- Sebagai seorang Islam, sewajarnya
Nasa'iy dan Ibnu Majah). seseorang itu memakai pakaian
yang sesuai menurut tuntutan
agamanya.Karena sesungguhnya
pakaian yang sopan dan menutup
aurat adalah cermin seorang Muslim
yang sebenarnya.
SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL
HIKMAH MENUTUP AURAT
Setelah menjelaskan larangan Adapun hikmah menutup aurat/mengenakan
menyakiti, menghina, dan busana muslimah sebagai berikut :
mengganggu nabi dan orang- a.Wanita islam yang menutup aurat/mengenakan
orang yang beriman, Allah lalu busana muslimah akan mendapat pahala, karena ia
memerintah perempuan mukmin, telah melaksanakan perintah yang diwajibkan Allah
khususnya istri-istri nabi, agar
SWT. Bahkan ia mendapat ganjaran pahala yang
mengenakan jilbab supaya berlipat ganda karena dengan menutup aurat, ia telah
terhindar dari gangguan dan
menyelamatkan orang lain dari berzina mata.
hinaan orang-orang jahat
b.Busana muslimah adalah identitas muslimah.
Dengan memakainya yang beriman telah
menempatkan identitas lahirnya, yang sekaligus
membedakan secara tegas antara wanita beriman
dengan wanita lainnya.
c.Busana muslimah merupakan psikologi pakaian,
sebab menurut kaidah pokok ilmu jiwa, pakaian adalah
cerminan diri seseorang. Maksudnya kepribadian
seseorang dapat terbaca dari cara dan model
pakaiannya, misalnya seseorang yang bersikap
sederhana, yang bersikap ekstrim akan dapat terbaca
dari pakaiannya
Ayat-Ayat Al-Qur’ān dan Hadis tentang Perintah Berbusana
Muslim/ Muslimah
Q.S. AL-AĤZAB/33:59
ٰﻳٓﺎَﻳﱡ َﻬﺎ اﻟ ﱠﻨ ِﺒ ﱡﻲ ُﻗ ْﻞ ﱢﻻَ ْز َوا ِﺟ َﻚ َوﺑَ ٰﻨ ِﺘ َﻚ َوﻧِ َﺴﺎۤ ِء ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ِﻨ ْﻴ َﻦ ﻳُ ْﺪﻧِ ْﻴ َﻦ َﻋﻠَ ْﻴ ِﻬ ﱠﻦ ِﻣ ْﻦ َﺟ َﻼﺑِ ْﻴ ِﺒ ِﻬ ﱠۗﻦ ٰذﻟِ َﻚ اَ ْد ٰﻧ ٓﻰ
اَ ْن ﻳﱡ ْﻌﺮَ ْﻓ َﻦ َﻓ َﻼ ﻳُ ْﺆ َذ ْﻳ َۗﻦ َو َﻛﺎ َن ُﱣﷲ َﻏ ُﻔ ْﻮ ًرا ﱠر ِﺣ ْﻴ ًﻤﺎ
59. Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu
dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk
dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun,
Maha Penyayang.
AYAT-AYAT AL-QUR’ĀN DAN HADIS TENTANG PERINTAH BERBUSANA MUSLIM/ MUSLIMAH
Setelah menjelaskan larangan menyakiti,
menghina, dan mengganggu nabi dan orang-orang
yang beriman, Allah lalu memerintah perempuan
mukmin, khususnya istri-istri nabi, agar
mengenakan jilbab supaya terhindar dari gangguan
dan hinaan orang-orang jahat.
Jilbab adalah baju longgar yang menutupi baju
dan kerudung wanita atau baju luar bagi wanita.
Model jilbab beragam sesuai selera pengguna dan
adat suatu daerah. Di indonesia, jilbab dikenal
sebagai penutup kepala wanita.
Jilbab harus memenuhi beberapa kriteria, yakni
tidak transparan dan dapat menutupi kepala, leher,
serta dada. Sebelum ayat ini turun, pakaian wanita
merdeka dan budak hampir sama. Kesamaan itu
membuat mereka sulit dibedakan, sehingga laki-
laki iseng terkadang menggoda perempuan
merdeka karena disangkanya budak
.
Setelah memerintahkan perempuan yang beriman
untuk mengenakan jilbab, Allah lalu menjelaskan
ancaman kepada para pengganggu yang pada
umumnya kaum munafik. Sungguh, jika orang-
orang munafik, yaitu mereka yang pura-pura
beriman tetapi hatinya ingkar; orang-orang yang
berpenyakit dalam hatinya, seperti dengki dan
dendam sehingga gemar menyakiti dan
mengganggu orang-orang beriman;
dan orang-orang yang menyebarkan kabar bohong
di madinah tidak berhenti menyakitimu, niscaya
kami perintahkan engkau, wahai nabi Muhammad,
untuk memerangi mereka, kemudian mereka tidak
lagi menjadi tetanggamu di madinah kecuali
sebentar serta dalam keadaan terlaknat dan
terhina. Di mana saja mereka dijumpai, mereka
akan ditang-kap dan dibunuh tanpa ampun.
PENERBIT SEKOLAH KOTA BARU
AYAT-AYAT AL-QUR’ĀN DAN HADIS TENTANG PERINTAH BERBUSANA
MUSLIM/ MUSLIMAH
Q.S. AN-NŪR/24:31
َو ُﻗ ْﻞ ﻟﱢ ْﻠ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ٰﻨ ِﺖ ﻳَ ْﻐ ُﻀ ْﻀ َﻦ ِﻣ ْﻦ اَ ْﺑ َﺼﺎرِ ِﻫ ﱠﻦ َوﻳَ ْﺤ َﻔ ْﻈ َﻦ ُﻓﺮُ ْو َﺟ ُﻬ ﱠﻦ َو َﻻ ﻳُ ْﺒ ِﺪ ْﻳ َﻦ زِ ْﻳ َﻨ َﺘ ُﻬ ﱠﻦ اِ ﱠﻻ َﻣﺎ َﻇ َﻬﺮَ ِﻣ ْﻨ َﻬﺎ َو ْﻟ َﻴ ْﻀﺮِ ْﺑ َﻦ ﺑِﺨُ ُﻤﺮِ ِﻫ ﱠﻦ
َﻋ ٰﲆ ﺟُ ُﻴ ْﻮﺑِ ِﻬ ﱠۖﻦ َو َﻻ ﻳُ ْﺒ ِﺪ ْﻳ َﻦ زِ ْﻳ َﻨ َﺘ ُﻬ ﱠﻦ اِ ﱠﻻ ﻟِ ُﺒ ُﻌ ْﻮﻟَ ِﺘ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو ٰاﺑَﺎۤﯨ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو ٰاﺑَﺎۤ ِء ﺑُ ُﻌ ْﻮﻟَ ِﺘ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو اَﺑْ َﻨﺎۤﯨ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو اَ ْﺑ َﻨﺎۤ ِء ﺑُ ُﻌ ْﻮﻟَ ِﺘ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو اِ ْﺧ َﻮاﻧِ ِﻬ ﱠﻦ
اَ ْو ﺑَ ِﻨ ْٓﻲ اِ ْﺧ َﻮاﻧِ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو ﺑَ ِﻨ ْٓﻲ اَ َﺧ ٰﻮﺗِ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو ﻧِ َﺴﺎۤﯨ ِﻬ ﱠﻦ اَ ْو َﻣﺎ َﻣﻠَ َﻜ ْﺖ اَ ْﻳ َﻤﺎﻧُ ُﻬ ﱠﻦ اَ ِو اﻟ ﱠﺘﺎﺑِ ِﻌ ْﻴ َﻦ َﻏ ْﻴﺮِ اُو ِﱃ ا ْ ِﻻ ْرﺑَ ِﺔ ِﻣ َﻦ اﻟﺮﱢ َﺟﺎ ِل اَ ِو
ِاﻟ ﱢﻄ ْﻔ ِﻞ اﻟﱠ ِﺬ ْﻳ َﻦ ﻟَ ْﻢ ﻳَ ْﻈ َﻬﺮُ ْوا َﻋ ٰﲆ َﻋ ْﻮ ٰر ِت اﻟﻨﱢ َﺴﺎۤ ِء ۖ َو َﻻ ﻳَ ْﻀﺮِ ْﺑ َﻦ ﺑِﺎَ ْرﺟُ ِﻠ ِﻬ ﱠﻦ ﻟِ ُﻴ ْﻌﻠَ َﻢ َﻣﺎ ﻳُ ْﺨ ِﻔ ْﻴ َﻦ ِﻣ ْﻦ زِ ْﻳ َﻨ ِﺘ ِﻬ ﱠۗﻦ َوﺗُ ْﻮﺑُ ْٓﻮا اِ َﱃ ﱣﷲ
َﺟ ِﻤ ْﻴ ًﻌﺎ اَﻳﱡ َﻪ ا ْﻟ ُﻤ ْﺆ ِﻣ ُﻨ ْﻮ َن ﻟَ َﻌﻠﱠﻜُ ْﻢ ﺗُ ْﻔ ِﻠﺤُ ْﻮ َن
MENJAGA
PANDANGAN
wajib hukumnya bagi setiap
muslim dan muslimah
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
(aurat-nya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung
ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami
mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra- putra mereka, atau putra-
putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-
laki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama
Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki- laki (tua) yang
tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai
orang- orang yang beriman, agar kamu beruntung.”
Ayat-Ayat Al-Qur’ān dan Hadis tentang Perintah Berbusana Muslim/ Muslimah
HADIS DARI UMMU
‘AŢIYYAH
َﻋ ْﻦ أُ ﱢم َﻋ ِﻄ ﱠﻴ َﺔ َﻗﺎﻟَ ْﺖ أَ َﻣ َﺮﻧَﺎ َر ُﺳﻮ ُل ِﱠﷲ َﺻ ﱠﲆ ُﱠﷲ َﻋﻠَ ْﻴ ِﻪ َو َﺳﻠﱠ َﻢ أَ ْن ﻧُ ْﺨﺮِ َﺟ ُﻬ ﱠﻦ ِﻓﻲ ا ْﻟ ِﻔ ْﻄﺮِ َوا ْﻷَ ْﺿﺤَﻰ
ا ْﻟ َﻌ َﻮاﺗِ َﻖ َوا ْﻟﺤُ ﱠﻴ َﺾ َو َذ َوا ِت ا ْﻟﺨُ ُﺪورِ َﻓﺄَ ﱠﻣﺎ ا ْﻟﺤُ ﱠﻴ ُﺾ َﻓ َﻴ ْﻌ َﺘﺰِ ْﻟ َﻦ اﻟ ﱠﺼ َﻼ َة َوﻳَ ْﺸ َﻬ ْﺪ َن ا ْﻟﺨَ ْﻴﺮَ َو َد ْﻋ َﻮ َة
ا ْﻟ ُﻤ ْﺴ ِﻠ ِﻤﻴ َﻦ ُﻗ ْﻠ ُﺖ ﻳَﺎ َر ُﺳﻮ َل ِﷲﱠ ِإ ْﺣ َﺪاﻧَﺎ َﻻ ﻳَﻜُﻮ ُن ﻟَ َﻬﺎ ِﺟ ْﻠ َﺒﺎ ٌب َﻗﺎ َل ﻟِ ُﺘ ْﻠ ِﺒ ْﺴ َﻬﺎ أُ ْﺧ ُﺘ َﻬﺎ ِﻣ ْﻦ ِﺟ ْﻠ َﺒﺎﺑِ َﻬﺎ
Dari Umu ‘A¯iyah, ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk
keluar pada Hari Fitri dan Adha, baik gadis yang menginjak akil balig,
wanita-wanita yang sedang haid, maupun wanita-wanita pingitan. Wanita
yang sedang haid tetap meninggalkan śalat, namun mereka dapat
menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim. Aku bertanya, ‘Wahai
Rasulullah saw., salah seorang di antara kami ada yang tidak memiliki
jilbab?’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan
jilbabnya kepadanya.’” (H.R. Muslim).
Berikut ini beberapa
perilaku mulia yang harus
dilakukan sebagai
pengamalan berbusana
sesuai syari’at Islam, baik
di lingkungan keluarga,
sekolah, maupun
masyarakat.
1.Sopan-santun dan
ramah-tamah
2.Jujur dan amanah
3.Gemar beribadah
4.Gemar menolong
sesama