,Mengukur Terukurnya 3.3.3Beror
tekanan darah tekanan darah Memberik
pada pasien memuaska
3.3.4 Aku
hipertensi darah dapa
dengan
tensimeter
3.4 Memberikan 3.4 3.4.1 Be
edukasi Terhadap Tersampaikan Memberik
prima yan
Pasien tentang nya materi pasien
gaya hidup sehat, edukasi tentang 3.4.2 Harm
dan pentingnya gaya hidup sehat kesehatan
dan pentingnya 3.4.3 Adap
mengontrol dengan me
tekanan darah mengontrol di pahami
secara rutin tekanan darah
secara rutin 3.4.4 Kom
dengan Kompeten
menggunakan pada masy
media leaflet
Membuat 4.1 Membuat 4.1. Di 4.1.1 Ha
kelompok Persetujuan sepakatinya Keputusan
penderita dengan pasien persetujuan
4 hipertensi dan hipertensi untuk untuk masuk
sosialisasi masuk WA group
melalui media WhatssApp Grup Penderita
khusus penderita Hipertensi
hipertensi
social whatsapp 4.2 4.2 4.1.1 Adap
Mengumpulkan Terkumpulnya dan kemu
kontak hp Kontak Hp informasi u
3
rientasi Pelayanan :
kan pelayanan yang
an
untabel : Hasil tekanan
at di percaya, dan akurat
menggunakan alat
r
erorientasi pelayanan :
kan pelayanan secara
ng mudah di terima oleh
monis : Peduli terhadap Kegiatan ini berkontribusi
pasien
ptif : memberikan Inovasi terhadap Visi UPTD Memberikan
edia edukasi yang mudah Penguatan terhadap
pasien Puskesmas Cimahi Kab Nilai Organisasi
mpeten : Mengembangkan UPTD Puskesmas
nsi jaminan keselamatan Kuningan, yaitu Puskesmas Cimahi Kabupaten
yarakat Kuningan yaitu
dengan Pelayanan Bermutu pelayanan yang
armonis : Menghargai Maju
n setiap orang dan Mandiri menuju
ptif : Memberikan inovasi Masyarakat Cimahi Sehat
udahan untuk mengakses
untuk pasien hipertensi Tahun 2023, dan
berkontribusi terhadap misi
pasien yang ke 2 yaitu
peningkatan sarana dan
36
penderita Penderita
hipertensi Hipertensi
4.3 Membuat 4.3 4.3.1 Be
grup Whatsapp Terbentuknya Menyesuai
penderita grup WhatssApp masyaraka
hipertensi Penderita masyaraka
Hipertensi informasi
4.4 Memberikan 4.4 4.4.1 Adap
Sosialisasi / Terlaksananya dan kem
Edukasi, dan Diskusi Sosial
diskusi interaktif interaktif
melalui dengan
whatssApp Grup penderita
Hipertensi
5.1 Menyiapkan 5.1.1 Akun
bahan evaluasi, dengan juju
setelah di berikan disiplin, dan
edukasi melalui 5.1 Tersedianya
bahan evaluasi
homevisite
Melakukan berupa : berupa daftar
Daftar hadir
5 evaluasi hadir dan kartu
pasien ke
kegiatan control pasien 5.1.2 Kom
Pelayanan khusus tugas deng
Kesehatan, dan hipertensi
tersedianya Kartu
Kontrol Khusus
pasien hipertensi
3
prasarana dalam upaya
mendukung kualitas
pelayanan
erorientasi pelayanan :
ikan kebutuhan
at dan mempermudah
at untuk mendapat
ptif : Memberikan Inovasi,
mudahan dengan media
ntabel : melaksanakan tugas
ur, tanggung jawab, cermat,
berintegritas tinggi
Kegiatan yang akan Puskesmas Cimahi
memiliki nilai
dilaksanakan sejalan dengan Organisasi yaitu
pelayanan yang
Visi UPTD Puskesmas “PRIMA”
(Profesional,
Cimahi Kabupaten
Ramah, Integritas,
mpeten : melaksanakan Kuningan yaitu dengan Maju, dan Aman )
gan kualitas terbaik
Pelayanan Bermutu dan
Mandiri menuju Masyarakat
Cimahi Sehat Tahun 2023
37
5.2 Membuat 5.2 Terukurnya 5.2.1 Aku
laporan hasil dan tingkat tugas deng
melaporkan keberhasilan cermat, di
kepada pimpinan capaian kegiatan tinggi
5.2.2 Kom
tugas deng
5.2.3 Harm
orang
5.2.4 Kol
dengan ata
hasil evalu
Tabel 4.3
3
untabel : melaksanakan
gan jujur, tanggung jawab,
isiplin, dan berintegritas
mpeten : melaksanakan
gan kualitas terbaik
monis: menghargai setiap
laboratif : Bekerjasama
asan untuk menghasilkan
uasi yang baik
Tahapan Kegiatan Aktualisasi
38
C. Matriks Rekapitulasi Realisasi Habituasi NND PNS (BerAKHLA
No Mata Pelatihan
Ke-1 Ke-2
Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencan
1. Berorientasi Pelayanan 0 0 11 5
2. Akuntabel 33 22 1
3. Kompeten 23 23 2
4. Harmonis 35 12 2
5. Loyal 00 01 4
6. Adaptif 00 11 3
7. Kolaboratif 22 22 0
Jumlah Aktualisasi 10 13 10 12 17
per Kegiatan
Tabel 4.4 Matriks Rekapitulasi Realisa
3
AK)
Kegiatan Jumlah
Ke-3 Ke-4 Ke-5 Aktualisasi
per MP
na Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi Rencana Realisasi
5 1 2 0 2 7 10
101 2 289
2 0 0 2 2 8 10
2 0 2 0 1 6 12
411 1 167
322 0 167
001 1 156
17 4 7 6 9 46 61
si Habituasi NND PNS (BerAKHLAK)
39
D. Deskripsi Capaian Aktualisasi
1. Kegiatan 1
Melakukan konsultasi dengan mentor dan pengelola program PTM (Penyakit Tidak Menular :
Hipertensi)
1) Menyiapkan bahan konsultasi
Tahap kegiatan ini bertujuan agar saat berkonsultasi sudah tersedia bahan untuk
berkonsultasi dengan mentor, sehingga dapat terarah dengan baik kegiatan demi kegiatan yang
akan dilakukan saat aktualisasi:
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan pertama kegiatan ke satu memiliki keterkaitan dengan nilai core
value ASN yaitu: Loyal, akuntabilitas, dan kolaboratif, kompeten. Berorientasi pelayanan.
b. Output/hasil
Dari tahapan pertama kegiatan kesatu dihasilkan output berupa dokumen Rancangan
Aktualisasi. Pada tahapan kegiatan ini penulis tidak menemukan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.1 Dokumen Rancangan Aktualisasi
2) Menghadap pimpinan dan menjelaskan rencana kegiatan
Tahap kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan kepada pimpinan mengenai rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan saat aktualisasi. Secara garis besar penulis menyampaikan akan
melakukan homevisite kepada pasien sasaran dengan penyakit Hipertensi.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan pertama kegiatan ke dua memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN yaitu:
• Akuntabilitas yaitu dengan menulis catatan dengan jelas sebagaimana masukan dari atasan
25
• Kolaboratif yaitu dengan melakukan diskusi bersama (musyawarah)penulis mencatat semua
hasil-hasil diskusi bersama tersebut, serta menerima kritik dan saran (keadilan sosial & tidak
diskriminasi).
• Loyal yaitu merespon terhadap tanggapan atasan (responsif) dan saling menerima saran dan
masukan.
• Harmonis yaitu menghargai pimpinan sebelum melakukan kegiatan yang berhubungan
dengan instansi.
b. Output / Hasil
Dari tahapan kedua kegiatan ke dua, dihasilkan output berupa di berikannya arahan dari
pimpinan, hasil diskusi dengan pimpinan dengan evidence berupa dokumentasi foto pertemuan.
Pada tahapan ini tidak ada kendala yang dihadapi.
c. Evidence
Gambar 4.2 Menghadap pimpinan dan menjelaskan rencana kegiatan
3) Meminta persetujuan kegiatan dari pimpinan
Tahap kegiatan ini bertujuan untuk meminta persetujuan dari pimpinan dari setiap
kegiatan-kegiatan yang telah dirancang oleh penulis.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan pertama kegiatan ke tiga memiliki keterkaitan dengan nilai core
value ASN yaitu:
• Akuntabilitas: dengan meminta persetujuan kepada atasan untuk pelaksanaan
rancangan aktualisasi menandakan bahwa atasan percaya terhadap apa yang akan
dilaksanakan oleh penulis (kepercayaan)
• Kompeten yaitu dengan adanya surat persetujuan dari atasan membuat penulis
melaksanakan tugas dengan baik.
26
• Harmonis yaitu saling menghargai dengan atasan, sebelum melakukan kegiatan
yang berhubungan dengan instansi.
• Loyal yaitu taat aturan. Taat aturan dan sesuai prosedur, salah satu prosedur yang
benar sebelum melaksanakan kegiatan adalah adanya surat persetujuan dari atasan.
• Kolaboratif yaitu dengan terbentuknya konsep rancangan aktualisasi serta adanya
surat persetujuan menunjukkan bahwa penulis harus dapat menyesuaikan berbagai
sumber menjadi satu tujuan
b. Output / Hasil
Dari tahapan ketiga kegiatan ke tiga, dihasilkan output berupa didapatkan nya surat
persetujuan kegiatan dari pimpinan.
Pada tahapan ini, penulis tidak mendapatkan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.3. Persetujuan Kegiatan Dari Pimpinan
2. Kegiatan 2
Membuat jadwal kunjungan pada pasien/ kontrak waktu dengan pasien.
1) Konsultasi dengan mentor tentang jadwal kunjungan
Tahapan ini dikonsultasikan dengan mentor bertujuan untuk menyampaikan rencana
jadwal kunjungan kepada pasien, agar tepat sasaran dan tepat waktu.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan kedua kegiatan ke satu memiliki keterkaitan dengan nilai core
value ASN yaitu:
27
• Loyal : Mengikuti arahan mentor
• Akuntabel : Berkonsultasi dengan data yang benar
• Kolaboratif : Bekerjasama, dan bermusyawarah
• Harmonis : Saling menghargai
b. Output / Hasil
Dari tahapan kedua kegiatan kesatu, dihasilkan output berupa didapatkan nya Catatan
Mentor berupa disetujuinya jadwal kunjungan pada pasien. Pada tahapan ini tidak
ditemukan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.4 Konsultasi dengan mentor tentang jadwal kunjungan
2) Mempersiapkan bahan kunjungan
Tahapan ini bertujuan agar saat kunjungan alat dan bahan untuk melakukan pengkajian
sudah tersedia sehingga mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan kedua kegiatan ke dua memiliki keterkaitan dengan nilai core
value ASN yaitu:
• Kompeten : mengambil bahan data dari sumber yang terpercaya dan jelas
• Akuntabilitas : konsultasi dengan data yang terukur
• Kolaboratif : memadukan berbagai literatur yang berhubungan
• Berorientasi pelayanan : memberikan pelayanan yang berkualitas
• Loyal : memberikan pelayanan secara matang
b. Output / Hasil
Dari tahapan kedua kegiatan kedua , dihasilkan output berupa didapatkan nya Tersedianya
bahan kunjungan. Pada tahapan ini penulis tidak menemukan hambatan.
28
c. Evidence
Gambar 4.5 Alat dan Bahan Kunjungan
3) Menyusun jadwal kunjungan
Tahapan ini bertujuan agar tidak terjadi bentrok waktu antara penulis dengan pasien
sasaran yang akan di kunjungi.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan ke dua kegiatan ketiga memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Akuntabel : terukur dalam menjalankan kegiatan berdasarkan jadwal yang tersedia
• Adaptif : menyesuaikan diri, menghargai kesiapan jadwal pasien
• Kompeten : Mempersiapkan kegiatan dengan matang
b. Output/ Hasil
Dari tahapan kedua kegiatan ketiga, dihasilkan output berupa didapatkan nya jadwal
kunjungan dengan pasien. Dalam tahapan ini penulis tidak menemukan hambatan,
hanya saja penulis harus dapat menyesuaikan jadwal dengan pasien sasaran, karena
sebagian dar mereka merupakan tani sehingga tidak bisa di kunjungi saat pagi hari.
c. Evidence
Gambar 4.6 Jadwal Kunjungan
29
3. Kegiatan 3
Melaksanakan sosialisasi tentang gaya hidup sehat melalui homevisit
1) Menyampaikan jadwal home visit pada pasien / kontrak waktu dengan pasien
Tahapan ini bertujuan untuk menyampaikan jadwal kunjungan dengan pasien, agar
saat dilakukan kunjungan, pasien sudah siap dan berada di tempat, juga bersedia untuk di
kunjungi.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan ketiga kegiatan pertama memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Harmonis : Saling menghargai waktu
• Berorientasi pelayanan : Memberikan kepuasan terhadap pelayanan
• Adaftif : Menyesuaikan waktu dan tempat
b. Output/ Hasil
Dari tahapan ketiga kegiatan pertama, dihasilkan output berupa disepakatinya waktu
dan tempat untuk sosialisasi. Pada tahapan ini penulis bekerjasama dengan kader yang
bertugas di desa cileuya untuk menyampaikan jadwal homevisite kepada pasien sasaran
yang akan di kunjungi. Dalam tahapan ini penulis tidak menemukan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.7 Menyampaikan jadwal home visit pada pasien
30
2) Mempersiapkan Sarana Prasarana
Tahapan ini bertujuan untuk menyiapkan sarana apa saja yang di butuhkan saat melakukan
kunjungan, agar dapat mendukung dan mencapai hasil yang di harapkan.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan ketiga kegiatan ke dua memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Adaptif : Berinovasi dalam memberikan informasi yang mudah di
pahami pasien
• Berorientasi Pelayanan : Memberikan pelayanan yang lebih baik, praktis
• Loyal : memberikan pelayanan sesuai prosedur
b. Output / Hasil
Dari tahapan ketiga kegiatan kedua ini, dihasilkan output berupa tersedianya bahan dan
materi untuk melakukan sosialisai yaitu Kendaraan, leafleat, Tensimeter, Stetoscop,
buku daftar hadir pasien.
Dalam tahapan ini penulis tidak menemukan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.8 Sarana Prasarana
3) Bertemu dengan pasien sasaran ,Mengukur tekanan darah
Tahapan ini bertujuan untuk melakukan pengkajian keperawatan terhadap pasien, mengetahui
tekanan darah pasien, dan menggali alasan pasien sehingga di ketahui penyebab pasien tidak
melakukan control ke pelayanan Kesehatan dan meminum therapy secara rutin.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan ketiga kegiatan ke tiga memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
31
• Harmonis : Saling peduli terhadap pasien
• Loyal : Tidak perhitungan mengunjungi pasien
• Berorientasi Pelayanan : Memberikan pelayanan yang memuaskan
• Akuntabel : Hasil tekanan darah dapat di percaya, dan akurat dengan
menggunakan alat tensimeter
b. Output / Hasil
Dari tahapan ketiga kegiatan ketiga ini, dihasilkan output berupa Terlaksananya
bertemu dengan pasien dan terukurnya tekanan darah pada pasien hipertensi, dan
tergalinya alasan pasien sehingga di ketahui penyebab pasien tidak melakukan control
ke pelayanan Kesehatan dan meminum therapy secara rutin. Dalam tahapan ini tidak
di temukan hambatan, pasien bersikap kooperatif.
2) Evidence
Gambar 4.9 Bertemu dengan pasien sasaran saat pengukuran tekanan darah
4) Memberikan edukasi Terhadap Pasien tentang gaya hidup sehat, dan pentingnya mengontrol
tekanan darah secara rutin dengan menggunakan media leaflet.
Tahapan ini bertujuan agar pasien mampu memahami gaya hidup sehat, dan pentingnya
mengontrol tekanan darah secara rutin. Sehingga mereka mau datang ke pelayanan Kesehatan
untuk mengontrol Kesehatan atau tekanan darahnya. Dengan media leaflet diharapkan edukasi
dapat tersmpaikan dan dipahami dengan baik oleh pasien.
32
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan ketiga kegiatan ke empat memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Berorientasi pelayanan : Memberikan pelayanan secara prima yang mudah di terima
oleh pasien
• Harmonis : Peduli terhadap kesehatan pasien
• Adaptif : memberikan Inovasi dengan media edukasi yang mudah di pahami pasien
• Kompeten : Mengembangkan Kompetensi jaminan keselamatan pada masyarakat
b. Output / hasil
Dari tahapan ketiga kegiatan ke empat ini, dihasilkan output berupa Tersampaikan nya
materi edukasi tentang gaya hidup sehat dan pentingnya mengontrol tekanan darah
secara rutin melalui media leaflet. Hambatan dari pemberian edukasi ini adalah
kurangnya pemahaman pasien dalam menangkap edukasi ini, karena sebagian besar
dari mereka merupakan lansia. Dalam menghadapi hambatan ini, penulis mencoba
melibatkan keluarga untuk dapat membantu memberikan motivasi agar pasien
memahami dan mau memperbaiki gaya hidup nya menjadi gaya hidup sehat dan mau
melakukan control Kesehatan/ tekanan darah nya ke pelayanan Kesehatan.
c. Evidence
Gambar 4.10 pemberian edukasi gaya hidp sehat terhadap pasien hipertensi
33
4. Kegiatan 4
Membuat kelompok penderita hipertensi dan sosialisasi melalui media social whatsapp
1) Membuat Persetujuan dengan pasien hipertensi untuk masuk WhatssApp Grup khusus
penderita hipertensi.
Tahapan ini bertujuan untuk membentuk grup whatssApp penderita Hipertensi, terlebih dahulu
penulis meminta persetujuan kepada pasien untuk menghargai privasi dan kesediaannya.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan keempat kegiatan ke satu memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
Harmonis : Menghargai Keputusan setiap orang
Akuntable : Di berikannya kepercayaan
b. Output/ hasil
Dari tahapan ke empat kegiatan ke satu ini, dihasilkan output berupa di setujui nya /
bersedianya pasien atau keluarga untuk bergabung dalam whatssApp grup khusus
penderita Hipertensi Desa cileuya. Dalam tahapan ini ditemukannya hambatan yaitu
pasien tidak memiliki telepon genggam, rata- rata dari pasien sasaran hipertensi
merupakan lansia yang tidak bisa menggunakan telepon genggang. Dalam hambatan ini
akhirnya di temukan solusi yaitu dengan meminta persetujuan anak/ kerabat terdekat
pasien yang masuk ke dalam whatssApp grup yang nanti nya setiap informasi akan di
sampaikan oleh anak atau kerabat pasien kepada pasien tersebut.
c. Evidence
Gambar 4.11 Persetujuan dengan pasien hipertensi
34
2) Mengumpulkan kontak hp penderita hipertensi
Tahapan ini bertujuan untuk memperoleh data penderita hipertensi melalui nomor kontak
penderita. Dari nomor kontak pasien tersebut selanjutnya akan dibuat grup sebagai wadah
komunikasi dan informasi terkait upaya pencegahan (preventif), pengawasan dan penanganan
terhadap pasien penderita hipertensi
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan keempat kegiatan ke dua memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
Adaptif : Memberikan inovasi dan kemudahan untuk mengakses informasi untuk
pasien hipertensi
Kolaboratif : berkolaborasi dengan kader, mengumpulkan nomor hp penderita
hipertensi
b. Output/ Hasil
Dari tahapan ke empat kegiatan ke dua ini, dihasilkan output berupa terkumpulnya
Kontak Hp Penderita Hipertensi. Hambatan dari tahapan kegiatan ini adalah penulis
harus mencari nomor handphone kerabat atau anak pasien. Dalam kegiatan ini
penulis di bantu oleh kader, sehingga nomor HP dapat terkumpul.
c. Evidence
Gambar 4.12 Mengumpulkan kontak hp penderita hipertensi
3) Membuat grup Whatsapp penderita hipertensi
Tahapan ini bertujuan untuk membentuk grup WhatsApp khusus penderita hipertensi yang
berada di desa cileuya sehingga memudahkan dalam memberikan informasi.
35
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan keempat kegiatan ke tiga memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN yaitu:
• Adaptif : Memberikan Inovasi, dan kemudahan dengan media Sosial
• Berorientasi pelayanan : Menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan mempermudah
masyarakat untuk mendapat informasi
b. Output / Hasil
Dari tahapan ke empat kegiatan ke tiga ini, dihasilkan output berupa terbentuknya grup
WhatsApp penderita Hipertensi. Dalam tahapan ini penulis tidak mendapatkan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.13 grup Whatsapp penderita hipertensi
4) Memberikan Sosialisasi / Edukasi, dan diskusi interaktif melalui whatssApp Grup
Tahapan ini bertujuan untuk memudahkan pasien dan petugas dalam menerima dan
memberikan informasi mengenai penyakit hipertensi.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan keempat kegiatan ke empat memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Adaptif : Memberikan Inovasi, dan kemudahan dengan media Sosial
• Berorientasi pelayanan : Menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan mempermudah
masyarakat untuk mendapat informasi
b. Output / Hasil
Dari tahapan ke empat kegiatan ke empat ini, dihasilkan output berupa tersamapaikan nya
informasi menegenai penyakit hipertensi dan Terlaksananya Diskusi interaktif dengan
36
penderita Hipertensi. Dalam tahapan ini penulis tidak mendapatkan hambatan, anggota
WhatsApp grup menyambut baik dan aktif dalam berinteraksi dalam informasi yang
diberikan oleh educator.
c. Evidence
Gambar 4.14 Pembuatan Grup Whatsapp penderita hipertensi
5. Kegiatan 5
Melakukan evaluasi kegiatan
1) Menyiapkan bahan evaluasi, setelah di berikan edukasi melalui homevisite berupa :
Daftar hadir pasien ke Pelayanan Kesehatan, dan tersedianya Kartu Kontrol Khusus pasien
hipertensi
Tahapan ini bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan juga keefektifan kegiatan
aktualisasi ini.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan kelima kegiatan ke satu memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN
yaitu:
• Kompeten : melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
• Berorientasi pelayanan : melakukan perbaikan tiada henti
• Adaptif : menyediakan kartu kontrol khusus
b. Output / Hasil
Dari tahapan ke lima kegiatan ke satu ini, dihasilkan output berupa tersedianya bahan
evaluasi berupa daftar hadir dan kartu control pasien khusus hipertensi. Setelah
dilakukan homevisite dan diberikan edukasi, Pasien mau melakukan control
37
Kesehatan nya baik ke puskesmas, kegiatan posbindu atau ke puskesmas pembantu
desa cileuya dan meminum obat hipertensi dengan rutin
Dalam tahapan ini tidak ditemukan hambatan.
c. Evidence
Gambar 4.15 Evaluasi hasil kegiatan homevisite
2) Membuat laporan hasil dan melaporkan kepada pimpinan
Tahapan ini bertujuan untuk diketahui oleh mentor atau atasan hasil dari kegiatan aktualisasi.
a. Keterkaitan substansi mata pelatihan
Tahapan kelima kegiatan ke dua memiliki keterkaitan dengan nilai core value ASN yaitu:
• Akuntabel : melaksanakan tugas dengan jujur, tanggung jawab, cermat, disiplin, dan
berintegritas tinggi
38
• Kompeten : melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik
• Harmonis: menghargai setiap orang
• Kolaboratif : Bekerjasama dengan atasan untuk menghasilkan hasil evaluasi yang
baik
• Berorientasi pelayanan : monitoring evaluasi
b. Output / Hasil
Dari tahapan ke lima kegiatan ke satu ini, dihasilkan output berupa
Terukurnya tingkat keberhasilan capaian kegiatan, dengan memberikan hasil laporan
setelah dilakukan homevisite pada pasien sasaran hipertensi desa Cileuya, saat di
lakukan pengkajian kendala yang di alami oleh pasien untuk melakukan kontrol ke
pelayanan kesehatan beberapa di antara nya mereka merasa baik baik saja dengan
kesehatannya, sehingga tidak perlu mengontrol tensi nya, padahal yang di temui di
lapangan, saat di lakukan pengukuran tensi, hasil tensi mereka cukup tinggi,
pengetahuan pasien tentang hipertensi dinilai kurang, pasien hanya merasa jika tensi
mereka tinggi yang di rasakan hanya pusing saja, tidak mengetahui efek atau komplikasi
yang terjadi jika tensi tidak terkontrol. Selain dari pada itu, mereka merasa pelayanan
Kesehatan (Puskesmas Cimahi ) terlalu jauh di jangkau, padahal puskesmas cimahi
telah membuka fasilitas puskesmas pembantu di desa cileuya, atau kegiatan rutin
bulanan posbindu tetapi mereka tidak mengetahui.
Setelah diberikan edukasi dan di evaluasi, beberapa hari setelah dilakukan homevisite,
pasien sudah mulai mengerti, mereka mau melakukan control kesehatannya ke
pelayanan Kesehatan baik itu ke Puskesmas Cimahi, Puskesmas pembantu desa
Cileuya, maupun pada kegiatan Posbindu.
Saran dari penulis, baik nya tim Puskesmas Cimahi atau petugas penanggung jawab
pemegang desa masing masing, lebih aktif lagi dalam melakukan promosi Kesehatan,
mengingat dengan sudah di berikan penambahan SDM. Atau bisa melibatkan kader tiap
posko desa, untuk menggerakan masyarakat penderita hipertensi agar mau kontrol dan
meminum obat secara rutin. Setelah dilakukan kegiatan ini, diharapkan kegiatan
homevisite ini tidak berhenti sampai disini, atau dapat dilakukan secara continue
melalui program Perkesmas.
39
c. Evidence
Gambar 4.16 Membuat Laporan Hasil Dan Melaporkan Kepada Pimpinan
E. Analisis Kemanfaatan Aktualisasi
Manfaat terselesaikan core isu adalah sebagai berikut:
1. Individu Peserta
Mampu memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ANS yang
meliputi Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan
Kolaboratif (BerAKHLAK) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi khususnya sebagai perawat
terampil.
2. Instansi
a. Tercapainya visi misi UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan
b. Dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan UPTD
Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan.
3. Masyarakat
Masyarakat yang menyintas penyakit hipertensi menjadi tahu, bahaya dari akibat tidak
mengontrol tekanan darah dan rutin meminum obat.
F. Rencana Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi
Rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan setelah kembali menjalankan
tugas di UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan sosialisasi secara konsisten dan berkelanjutan dengan memaksimalkan
pemanfaatan media WhatsApp group yang sudah dibentuk sebagai wadah komunikasi untuk
konsultasi pendampingan dan monitoring pasien hipertensi, sehingga kesadaran masyrakat
terhadap pentingnya menjaga pola hidup sehat dapat mencegah terjadinya komplikasi pada
pasien penderita hipertensi, dan terkendalinya penyakit hipertensi.
2. Mengembangkan metode homevisite melalui program Perkemas yang sudah berjalan di
puskesmas Cimahi, dengan focus terhadap penanganan KK rawan Hipertansi serta gencar
40
melakukan sosialisasi jargon “PATUH”( Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran
dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi
seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman, Hindari asap rokok , alcohol dan zat
karsiogeik lainnya.)
3. Melakukan Monitoring dan Evaluasi berkala untuk memperbaiki layanan dan kinerja
Puskesmas Cimahi, serta mengontrol data KK rawan penderita hipertensi sehingga mereka
sadar akan pentingnya pola hidup sehat dan mampu meminimalisir terjadinya komplikasi pada
penderita hipertensi.
41
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Laporan aktualisasi melalui habituasi di unit kerja merupakan hasil kegiatan dalam
menyelesaikan isu dengan identifikasi isu yang telah dirumuskan melalui Analisa USG.
Identifikasi isu yang ada dapat bersumber dari Manajemen ASN maupun SMART ASN. Dari
beberapa isu yang di dapat kemudian dilakukan Analisa USG sehingga dapat ditetapkan isu
paling prioritas “Kurang terkontrolnya Pasien Penderita Hipertensi di Desa Cileuya Wilayah
Kerja UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan.”. Dari isu tersebut muncul gagasan
pemecahan isu yaitu “Optimalisasi Penanganan Penyakit Hipertensi Melalui Homevisite Di
Desa Cileuya Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan” yang dipecahkan
dalam 5 kegiatan. Adapun kegiatan tersebut sebagai berikut:
1. Melakukan konsultasi dengan mentor dan Pengelola program PTM (Penyakit Tidak
Menular : Hipertensi)
2. Membuat jadwal kunjungan pada pasien/ kontrak waktu dengan pasien
3. Melaksanakan sosialisasi tentang gaya hidup sehat melalui homevisit
4. Membuat kelompok penderita hipertensi dan sosialisasi melalui media social whatsapp
5. Melakukan evaluasi kegiatan
Hasil yang di dapatkan adalah 8 dari 9 pasien yang telah dilakukan homevisite dan di
edukasi, mau melakukan kontrol Kesehatan, mengecek secara berkala tekanan darah nya dan
berobat secara rutin ke pelayanan Kesehatan, baik itu ke puskesmas, Puskesmas pembantu Desa
Cileuya, maupun ke kegiatan Posbindu yang diselenggarakan secara rutin oleh tim UPTD
Puskesmas Cimahi.
Dalam menyelesaikan setiap kegiatan aktualisasi tersebut, tentunya penulis selalu
menerapkan Core Value ASN / Nilai-Nilai dasar ASN Ber-AKHLAK (Beroerintasi Pelayanan,
Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).untuk dapat mewujudkan 3
peran ASN yaitu sebagai Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik, Perekat dan Pemersatu
bangsa.
42
B. Saran
Dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas diharapkan semua pegawai
ASN yang berada di lingkungan UPTD Puskesmas Cimahi Kabupateen Kuningan dapat
menerapkan dan mengaplikasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi
pelayan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif dalam melaksanakan
tugas pokok nya dalam bekerja. Kegiatan homevissite ini juga diharapkan dapat terus
dilaksanakan dan di lanjutkan oleh perawat UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan
melalui program yang sudah ada yaitu program perkesmas.
43
DAFTAR PUSTAKA
UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten Kuningan. 2022. UPTD Puskesmas Cimahi Kabupaten
Kuningan Tahun 2022. Kuningan
https://jdih.menpan.go.id/data_puu/Permen%20PANRB%20No.%2020%20Tahun%202022.pdf
https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210506/3137700/hipertensi-penyebab-
utama-penyakit-jantung-gagal-ginjal-dan-stroke/
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Peraturan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia
Nomor 35 Tahun 2019 Tentang Jabatan Fungsional Perawat
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Adaptif Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Akuntabel Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Berorientasi Pelayanan Modul Pelatihan Dasar Calon
Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Harmonis Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Kolaboratif Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Kompeten Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Loyal Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.
Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. Manajemen ASN Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai
Negeri Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2021. SMART ASN Modul Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara
44
Lampiran
45
Lampiran 1. Bukti Pengendalian Pembelajaran Aktualisasi oleh Mentor
46
47
48
49
50
Foto Evidence Mentoring
18 juli 2022 19 juli 2022
25 Juli 2022 01 Agustus 2022
51
Lampiran 2. Bukti Pengendalian Pembelajaran Aktualisasi oleh Coach
No Tanggal Kegiatan Paraf Coach
1 13 Agustus Rencana pembuatan
2022 laporan
2 18 Agustus Revisi laporan/ Bahan
2022 Tayang
3 Koreksi bahan Presentasi
Agustus 2022
4 Agustus 2022 Latihan Presentasi
Foto evidence Coaching
13 Agustus 2022 18 Agustus 2022
52
Lampiran 2 Lembar Persetujuan Pelaksanaan Aktualisasi oleh Mentor
53
Lampiran 3 Media Edukasi
54
Lampiran 4 Kartu Kunjungan Hypertensi
55