The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ROELL6741, 2022-01-26 19:14:59

Senam Lantai

Senam Lantai

Pengertian Senam Lantai Menurut Ahli

Dalam hal ini para ahli juga memiliki pendapat mengenai pengertian dari senam lantai.
Berikut adalah pengertian senam lantai menurut para ahli.

Menurut Yusup Hidayat (2010), senam lantai adalah suatu latihan fisik dengan gerakan-
gerakan yang sistematis dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu.
Menurut Muhajir (2013), senam lantai adalah salah satu rumpun dalam senam. Gerakan dalam
senam lantai sangat beragam dan dilakukan sesuai dengan istilahnya yaitu di lantai.

Muhajir (2010) juga membahas mengenai senam lantai lagi, ia mengatakan bahwa senam
lantai adalah suatu cabang olahraga yang memproduksi gerakan berupa mengguling, melenting,
keseimbangan lompat, dan juga loncat. Untuk bisa melakukan kegiatan senam lantai, kamu harus
banyak melakukan latihan.

Menurut Sayuti Sahara (2010), senam atau gymnastic adalah sistem dari latihan yang
bertujuan untuk meningkatkan pengembangan fisik tubuh melalui latihan gerak tubuh.
Menurut Budi Sutrisno (2010), senam lantai mengacu pada gerakan kombinasi yang terpadu dari
setiap anggota tubuh seperti, kemampuan gerak, keseimbangan, kecepatan, kekuatan, ketepatan,
kelincahan, dan juga kelenturan tubuh.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian senam lantai adalah senam
yang memeragakan gerakan akrobatik dengan mengikuti irama lagu. Senam lantai mengutamakan
keseimbangan, kekuatan, kelenturan, dan keluwesan.
Dalam melakukan senam lantai, umumnya dibutuhkan ruangan berukuran 12 x 12 meter.
Mengingat, unsur-unsur utama dalam gerakan senam lantai meliputi gerakan mengguling,
melompat, meloncat, hingga bertumpu di udara. Sehingga, perlu ruangan yang cukup luas

9 Gerakan Senam Lantai dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Senam lantai biasanya diajarkan di beberapa sekolah dalam mata pelajaran olahraga.
Tetapi bukan berarti senam lantai hanya terbatas untuk anak-anak, Moms dan Dads juga
masih bisa berlatih senam lantai dan memetik manfaatnya.

Dikutip dari Britannica, senam lantai atau tumbling adalah latihan yang melibatkan
gerakan akrobatik seperti berguling, berputar, bertumpu pada tangan, atau meloncat yang
dilakukan di matras atau di lantai.

Salah satu cabang dari senam ini tidak membutuhkan peralatan tambahan.
Gerakan senam lantai, seperti namanya, dilakukan di lantai dan melibatkan gerakan -
gerakan dasar dari senam yang bertujuan untuk melatih keseimbangan dan kekuatan.
Berlatih gerakan senam lantai di atas matras dapat menghindari dan meminimalisir cedera,
terutama untuk pemula

Sama seperti olahraga lainnya, berbagai gerakan senam lantai mendatangkan
manfaat untuk tubuh dan aman jika dilakukan dengan teknik yang benar.
Senam lantai biasanya dilakukan dalam sebuah ruangan dengan lantai yang telah dilapisi
karet kenyal, sehingga tidak perlu khawatir merasa sakit saat terjatuh.

Jenis-jenis Senam Lantai

Latihan senam lantai cocok sebagai latihan dasar sebelum mempelajari jenis senam lainnya.
Latihan senam lantai cocok dilakukan bagi yang membutuhkan olahraga dengan intensitas sedang,
tapi efektif dalam melatih otot.
Jenis-jenis senam lantai berikut ini dapat dilakukan oleh pemula di bawah pengawasan profesional.

1. Sikap Lilin

Salah satu jenis senam lantai ini juga dikenal sebagai candle pose dan shoulder stand, memberikan
berbagai manfaat, antara lain:

1. Meringankan kram perut akibat menstruasi
2. Meregangkan otot leher dan punggung atas
3. Meringankan konstipasi, gangguan pencernaan, dan asma
4. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid
5. Meningkatkan sirkulasi darah ke kepala, sehingga dapat meringankan sakit kepala, sakit

tenggorokan, atau hidung tersumbat
6. Mengencangkan otot perut dan kaki
Sikap lilin adalah posisi saat seluruh tubuh lurus bertumpu pada bahu dengan siku dan tangan
membantu menopang berat tubuh di pinggang.
Namun, jenis senam lantai ini sebaiknya dihindari penderita hipertensi, wanita hamil, dan
glaukoma.

2. Berguling ke Depan (Forward Roll)

Jenis senam lantai ini merupakan salah satu elemen dasar dalam berbagai gerakan senam lainnya
dan salah satu gerakan yang paling awal dipelajari.
Berguling ke depan (forward roll) diawali dengan berdiri, lalu berjongkok dengan tangan
menjulur ke depan dan dibuka selebar bahu.
Kemudian masukkan dagu mendekati dada sambil mengarahkan kepala mendekat ke lantai.
Terakhir, dorong tubuh ke depan menggunakan kaki dan mendarat kembali dengan kaki, akhiri
dengan berdiri.
3. Berguling ke Belakang (Backward Roll)

Jenis senam lantai ini adalah kebalikan dari forward roll.
Berguling ke belakang (backward roll) dilakukan dengan cara yang mirip berguling ke depan
namun ke arah sebaliknya.
Tekuk tubuh ke posisi squat dengan tangan terentang ke depan.
Perlahan, turunkan bokong ke lantai diikuti dengan punggung, dengan bantuan kaki, teruskan
mendorong tubuh ke belakang, tangan berada di samping bahu untuk membantu menopang tubuh
ketika berguling. Posisi ini juga diakhiri dengan berdiri.
4. Berdiri dengan Tangan (Handstand)

Berdiri dengan tangan atau handstand adalah salah satu jenis senam lantai yang juga banyak
digunakan pada beberapa olahraga lain, seperti yoga dan tarian modern.
Berdiri dengan tangan berarti menopang seluruh tubuh dalam keadaan stabil, dalam posisi terbalik
yang lurus, dengan menggunakan tangan.
Jenis senam lantai ini bermanfaat untuk memperkuat bahu, lengan, dan pergelangan tangan.
Selain itu, melakukan handstand juga dapat meregangkan otot perut, meningkatkan rasa
keseimbangan, menenangkan otak, serta membantu meringankan stres.

5. Kayang (Bridge)

Kayang adalah posisi tubuh yang bertumpu pada kedua tangan dan kaki, dengan punggung
membentuk busur dengan posisi abdomen menghadap ke langit-langit.
Karena membutuhkan punggung yang cukup lentur, sebaiknya lakukan latihan kayang ini secara
bertahap untuk menghindari cedera.
Melakukan jenis senam lantai ini dapat bermanfaat untuk meregangkan area dada, meluruskan
lengan dan pergelangan tangan, sekaligus bersama kaki, bokong, abdomen, dan tulang punggung.
Latihan kayang ini juga memperkuat otot perut, kaki, bahu, tangan dan pinggang.

7. Loncat Harimau

Loncat harimau atau tiger sprong, adalah jenis senam lantai yang melibatkan lompatan ke depan
dengan kedua tangan lurus ke depan, kemudian dilanjutkan dengan berguling ke depan dan
diakhiri dengan posisi jongkok.
Loncat harimau bisa dibilang sebagai bentuk variasi tambahan dari forward roll.
Gerakan ini melatih koordinasi tubuh, kewaspadaan, kekuatan, dan keseimbangan tubuh.
7. Cartwheel

Jenis senam lantai ini mungkin sering Moms dan Dads lakukan saat masih kecil, namun tidak
terpikirkan untuk melakukannya saat dewasa.
Cartwheel adalah gerakan jungkir balik yang memutar seluruh tubuh ke samping dengan bertumpu
pada tangan.
Untuk melakukan cartwheel, Moms atau Dads dapat memulai dalam posisi berdiri dengan tubuh
bagian atas condong ke depan, salah satu kaki maju dan membentuk sudut siku-siku. Posisi tangan
lurus di samping kepala.
Kemudian menggunakan kaki belakang, dorong tubuh maju ke depan untuk berputar dengan
kepala di bawah dan bertumpu pada tangan.
Saat berputar, usahakan kaki lurus, punggung lurus dengan bokong, serta kepala ke dalam.
Akhiri posisi dengan berdiri mendarat di kedua kaki.
Memulai senam lantai di umur yang masih muda memang akan terasa lebih mudah, tapi bukan
berarti orang dewasa tidak boleh mencobanya.
Hanya saja, persendian dan kelenturan orang dewasa mungkin akan berbeda sehingga
meningkatkan risiko cedera jika dilakukan tanpa instruktur profesional.
Pastikan untuk selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga senam lantai.

8. Child's Pose

Di pose senam lantai yang satu ini, Moms perlu memanjangkan kedua tangan ke depan, lalu
lebarkan lutut sambil jari tetap menyentuh satu sama lain, kemudian turunkan dada di antara paha.
Gerakan ini berfungsi untuk menenangkan tubuh secara keseluruhan, meregangkan punggung
bagian bawah dan bahu, membuka pinggul, dan bahkan membantu meredakan insomnia.
9. Pose Kupu-kupu

Butterfly pose atau pose kupu-kupu ini sangat mudah dilakukan. Moms cukup duduk dengan kaki
melebar seperti sayap kupu-kupu.
Pegang kaki dengan kedua tangan sambil meluruskan punggung agar tangan, punggung, dan bahu
tertarik.
Pose senam lantai satu ini mampu menstimulasi sirkulasi darah, serta meredakan nyeri
menstruasi.

https://www.youtube.com/watch?v=my0tXUumTXs (Sikap Lilin)

https://www.youtube.com/watch?v=RHfj4bjJcXw (Sikap Kayang)

https://www.youtube.com/watch?v=qYvYsFrTI0U (Child's Pose)


Click to View FlipBook Version