The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

MODUL AJAR PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ricadestaamalia02, 2023-03-07 02:38:04

MODUL AJAR PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

MODUL AJAR PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL

RENCANA IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL NAMA : RICADESTA AMALIA, M.Pd MAPEL : PPKN SEKOLAH : SMKN 4 BANDAR LAMPUNG BALAI BESAR GURU PENGGERAK PROVINSI LAMPUNG 2023


TEKNIK PEMBELAJARAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL KOMPTENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL PENGELOLAAN DIRI DAN PENGELOLAAN EMOSI (FOKUS) RUANG LINGKUP TERINTEGRASI DALAM PELAJARAN TEKNIK PEMBELAJARAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL (SESUAI DENGAN JENJANG PENDIDIKAN) Teknik: Bernafas dengan kesadaran penuh(Mindfulness) Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru memberikan informasi tentang cara melakukan praktik latihan STOP agar murid merasa rileks dan semangat untuk melanjutkan pembelajaran dengan langkah-langkah: 1.Stop: Berhenti melakukan kegiatan 2.Take a deep breath : Tarik nafas dalam dalam 3.Observe : Amati apa yang dirasakan tubuh 4. Proceed : Lanjutkan apa yang dilakukan 3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid: Guru memerintahkan murid untuk melakukan praktik STOP diluar kelas agar mendapatkan oksigen segar Siswa disilahkan untuk berhenti sejenak dari aktivitas yang kita lakukan, sekarang coba lakukan kegiatan duduk dengan nyaman diluar. Siswa setelah merasa nyaman silahkan untuk menghirup udara melalui hidung, rasakan udara yang masuk, kemudian buang udara secara perlahan, rasakan udara hangat yang keluar dari hidung. Guru mengupayakan agar ada music yg menenangkan. Siswa merasakan udara Ketika menghirup udara, perut mengempis, dan rasakan perut mengembang ketika membuang napas. Silahkan rasakan jika ada yang terasa kurang nyaman di tubuh, untuk konsentrasi kita bisa menyembuhkan sehingga bisa membuat kita nyaman Siswa di silahkan lakukan gerakan ini 3 sampai 5 kali Silahkan rasakan sampai kalian merasa segar Kembali Siswa setelah kalian tadi melakukan teknik mindfulness, badan kita sudah segar Kembali, silahkan untuk melanjutkan kembali aktivitas kitadengan sepenuh hati. Penjelasan tentang tujuan: Agar murid lebih merasa tenang dan rileks, mengelola emosi dan meningkatkan daya fokus dan perhatian pada pembelajaran.


Teknik: Refleksi Diri Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru: Guru meminta murid untuk merefleksikan pembelajaranyang telah diikuti sebagai acuan untuk pembelajaranberikutnya. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid :Apa saja yang telah kamu pelajari? Apa yang paling kamu pahami ? Adakah hal yang ingin kau ubah dalam hal sikap/sifatmu? Bagaimana caramu belajar tentang materi hari ini ?Apa yang kamu sukai dari kegiatan belajar yang sudah kamu lakukan ? Penjelasan tentang tujuan: meningkatkan kemampuan murid mengekspresikan / mengenali emosi dan perasaan serta fokus untuk mempelajari materi selanjutnya.


MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA ELEMEN NKRI (UNIT 1) Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI Penyusun Ricadesta Amalia, M.Pd. Modul ini adalah modul bahan ajar untuk memberikan pemahaman mengenai Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI yang disesuaikan dengan prinsip penyusunan modul kurikulum merdeka Minat belajar Peserta didik mampu menjelaskan tentang apa itu Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI dengan hasil/prodak media yang berbeda Peserta didik mampu mengindentifikasi tentang Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar Peserta didik mampu memberikan contoh tentang Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI yang diketahui. Nama Murid Kelompok A Kelompok B Kelompok C Produk Peserta didik diminta untuk membuat artikel/tulisan terkait Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI Peserta didik diminta untuk membuat poster berdasarkan indentifikasi tentang Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar Peserta didik diminta untuk membuat video terkait contoh tentang Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI yang diketahui. Dalam kegiatan belajar diatas, guru mendiferensiasi pembelajaran dengan mempertimbangakn kesiapan belajar peserta didik.


FORMULIR PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MURID Tujuan Pembelajaran: 1. Melalui kegiatan tutor sebaya, peserta didik mampu menyajikan hasil pengamatan tentang paham kebangsaan dan nasionalisme menurut the founding fathers sebagai wujud cinta NKRI dengan tepat. 2. Melalui game KAHOOT mampu memahami tentang paham kebangsaan dan nasionalisme sebagai wujud cinta NKRI. Nama Siswa : ………………………..... Kelas / Smt. : X / Genap 4. Preferensi Gaya Belajar: Visual Belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, diagram, power point, 1. Kegiatan apa yang saya catatan, peta konsep, graphic organizer, dsb.);minati?(MINAT) Auditori …………………………………… Belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca 2. Kegiatan apa yang saya dengan keras, mendengarkan pendapat saat tekuni?(BAKAT) berdiskusi, mendengarkan musik); …………………………………… Kinestetik Belajar sambil melakukan (misalnya sambil 3. Kegiatan apa yang saya bergerak, melakukan kegiatan hands on, dsb.). senangi/gemari? (HOBI) Dari preferensi di atas, gaya belajar seperti …………………………………… apakah yang saya sukai? (PROFIL BELAJAR) A. Visual B. Auditori C. Kinestetik Kesiapan Belajar Apa yang kamu ketahui tentang nasionalisme? ……………………………………………………………………………………. Berikan satu contoh bentuk implementasi dari nasionalisme? …………………………………………………………………………………….


ANALISIS PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MURIDBERDASARKAN KESIAPAN BELAJAR PESERTA DIDIK Tujuan Pembelajaran: 1. Melalui kegiatan tutor sebaya, peserta didik mampu menyajikan hasil pengamatan tentang paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai wujud cinta NKRI dengan tepat. 2. Melalui game KAHOOT mampu memahami tentang paham kebangsaan dan nasionalisme sebagai wujud cinta NKRI. KESIAPAN BELAJAR Peserta didik memiliki pemahaman awal yang BAIK tentang Paham Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI Peserta didik memiliki pemahaman awal yangCUKUP tentang tentang Paham Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI Peserta didik memiliki pemahaman awal yang KURANG tentang tentang Paham Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI Nama Siswa


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung ANALISIS PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MURID BERDASARKAN PROFIL BELAJAR MURID (GAYA BELAJAR) PROFIL BELAJAR VISUAL AUDITORI KINESTETIK Kesiapan Belajar Nama Siswa . Diferensiasi Konten Menampilkan makna Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI menurut the founding fathers Menyiapkan rekaman pidato Ir. Soekarno tentang tentang Paham Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI Memainkan permainan talking stick dan memberikan pertanyaan yang berkaitan dengan Paham Kebangsaan, Nasionalisme dan Menjaga NKRI Diferensiasi Proses Pada saat menjelaskan materi, guru menggunakan banyak gambar atau alat bantu visual yang mendukung. Guru menjelaskan materidan memberikan kesempatan kepada murid untuk mendengarkan sumber belajar yang dapat diperdengarkan oleh murid. Guru membuat permainan yang membuat peserta didik lebih aktif bergerak. Diferensiasi Produk Peserta didik diberikan kebebasan memilih cara untuk menyajikan hasil pendapatnya tentang paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai. Cara yang dipilih seperti membuat karya nyata pada praktik pembelajaran : 1. Murid dengan kemampuan kurang, dipersilakan untuk membuat tulisan paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai dan mengaitkanya dengan NKRI dan dikarton sesuai dengankemampuan peserta didik. 2. Murid dengan kemampuan cukup, dipersilahkan untuk menunjukan / membuat cerita perilaku yang sesuai paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai dan mengaitkanya dengan NKRI sesuai dengan kemampuan murid.


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung 3. Murid dengan kemampuan baik, dipersilakan untuk membuat drama pendek berkolaborasi dengan teman-temannya yang berisi tentang hikmah yang dapat diambil dari Mengtahui paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai dan mengaitkanya dengan NKRI sesuai dengan kemampuan murid. (berdasarkan pemetaan kebutuhan kesiapan belajar murid). Guru memberikan pembelajaran berdiferensiasi dengan mempertimbangkan gaya belajar murid berdasarkan pemetaan.


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung INFORMASI UMUM 1. Identitas Sekolah Penyusun : Ricadesta Amalia, M.Pd Sekolah : SMKN 4 Bandar Lampung Tahun Ajaran : 2022-2023 Jenjang Sekolah : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Materi : NKRI Kelas : X (Sepuluh) Alokasi Waktu : 4 × 45 Menit 2. Kompetensi Awal Tes Diagnostik Kognitif a. Apa yang kalian ketahui tentang nasionalisme? b. Apa sajakah contoh dan manfaat dari sikap nasionalisme? 3. Profil Pelajar Pancasila Beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia : Melaksanakan ajaran agama yang dianut, memenuhi hak orang lain Bernalar Kritis : Mengajukan pertanyaan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya tentang sikap nasionalis yang berlaku di masyarakat Bergotong Royong : Kerjasama, komunikasi untuk mencapai tujuan bersama Kreatif : Menghasilkan gagasan yang orisinal 4. Sarana dan Prasarana Sarana : Laptop,Video Pembelajaran, LKPD Prasarana : Buku Pendidikan Pancasila Untuk siswa SMA-SMK kelasX Kurikulum Merdeka Tahun 2022, lingkungan sekitar, jaringan internet 5. Target Peserta Didik Target Peserta Didik : - Peserta didik regular dapat mempersentasikan hasil diskusi. - Peserta didik hambatan belajar - Peserta didik istimewa berbakat 6. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode demontrasi dan talking stick.Kahoot KOMPONEN INTI 1. Tujuan Pembelajaran


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung Melalui model pembelajaran Problem Based Learning dengan metode jigsaw untuk menyelesaikan kasus motivasi belajar peserta didik yang rendah diharapkan peserta didik dapat a. Melaksanakan ajaran agama yang dianut, memenuhihak orang lain b. Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan dan menganalisis paham kebangsaan dan nasionalisme dan menjaga NKRI menurut the founding fathers sebagai dan mengaitkanya dengan NKRI 2. Pemahaman Bermakna Paham Kebangsaan dan Nasionalisme menurut Soekarno 3. Pertanyaan Pemantik a. Apakah yang kalian ketahui tentang kebangsaan? b. Apakah yang kalian ketahui tentang nasionalisme? c. Bagaimana cara menumbuhkan paham kebangsaan dan nasionalisme? 4. Persiapan Pembelajaran a. Spidol b. Kertas A4 10 lembar/ kertas untuk peserta didik mencatat hasil diskusi c. Contoh diagram peta pikiran dan diagram Venn d. Handphone/laptop KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan Pendahuluan Waktu 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan syukur dan mengawali pembelajaran dengan bacaan basmalah, mengecek kebersihan kelas dan mengecek kehadiran siswa 2. Guru memberi semangat dan afirmasi diri (Saya anak yang bertaqwa, cerdas dan sehat, saya berterimakasih kepada diri saya sendiri karena sudah melakukan hal-hal yang baik, saya yakin hari ini saya akan lebih baik dari harikemarin, saya siap dan semangat untuk belahar) pada siswa Menanyakan perasaan peserta didik pada hari ini kemudian membimbing siswa melakukan STOP (KSE – pengelolaan diri – mengelola emosi dan fokus) 3. Guru meminta peserta didik untuk mengisi google formulir berisikan pemetaan minat, bakat dan gaya belajar peserta didik 15 Menit


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung 4. Guru mengulas materi pada pertemuan sebelumnya mengenai pengertian nasionalisme 5. Guru Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai 6. Guru Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan Inti Waktu 1. Guru meminta peserta didik untuk me-scan barcode yang berisikan materi pembelajaran hari ini. 2. Guru meminta peserta didik untuk membaca artikel/ menonton video yang telah disediakan di dalam barcode sesuai dengan gaya belajar peserta didik Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan (KSE – kesadaran diri dan kemampuan berelasi) 3. Peserta didik diminta untuk memaknai dari video/artikel kemudian menghubungkannya dengan materi pembelajaran 4. Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan, mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai (KSE – kesadaran dirikemampuan berelasi – mengambil keputusan yang bertanggung jawab) 5. Guru menjelaskan materi tentang paham 50 Menit


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung kebangsaan, nasionalisme dan menjaga NKRI menurut The Founding FathersGuru memainkan games talking stick agar mengembalikan kefokusan peserta didik selama proses pembelajaran Guru menjelaskan games talking stick kepada peserta didik Peserta didik yang mendaptakn stick pada awal permainan bebas untuk memberikan stick tersebut kepada siapapun Guru dan peserta didik bersama-sama menyanyikan salah satu lagu nasional Ketika menyanyikan lagu nasional stick saling di oper dari peserta didik satu ke peserta didik lainnya Ketika guru berkata stop maka stick berhenti dan peserta didik yang mendapatkan stick tersebut harus menjawab pertanyaan yang di berikan oleh guru, jika peserta didik tidak dapat menjawab maka peserta didik akan maju kedepan kelas dan di berikan pertanyaan Games berlangsung sebanyak 2x Pemberian pertanyaan kepada peserta didik yang tidak dapat menjawab pertanyaan Guru memberikan apresiasi akan keberanian peserta didik 1. Guru menjelaskan materi tentang bentuk-bentuk nasionalisme 2. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai contoh perilaku yang mencerminkan rasa nasionalisme 3. Siswa menunjukkan contoh perilaku yang mencerminkan rasa nasionalisme dan mengkaitkannya dengan NKRI 4. Guru mempersilahkan peserta didik untuk bertanya 5. Guru memainkan game Kahoot kepada peserta didik Guru meminta peserta didik untuk mengakses situs KAHOOT Peserta didik masuk kedalam web Kahoot


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung Guru memberikan kode permainan kepada peserta ddik Dengan menggunakan LCD guru menampilkan tampilan game kahoot Guru menampilkan pertanyaan dalam game KAHOOT Peserta didik menjawab pertanyaan yang ada di proyektor dengan menggunakan handpone mereka masing-masing Setiap peserta didik berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat dan menjawab dengan tepat pertanyaan yang disedikaan oleh guru Enam nama peserta didik dengan perolehan skor tertinggi akan muncul kedalam papan skor Game diakhiri dengan tiga peserta didik yang memperoleh skor tertinggi Kegiatan Penutup Waktu 1. Guru memberikan apresiasi dan penguatan kepada seluruh peserta didik Memberikan apresiasi terhadap semua jawaban siswa, bukan hanya jawaban yang tepat saja (KSE – kesadaran sosial). 2. Guru dan peserta didik menyimpulkan materi Bersama- sama dan merefleksi pembelajaran 3. Guru bersama siswa menutup pembelajaran 15 Menit ASESMEN Asesmen Formatif Refleksi Guru Pernyataan Ya Tidak Peserta didik menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain Peserta didik dapat menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan baru Peserta didik dapat mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolahinformasi dan gagasan Peserta didik memiliki semangat didalam melaksanakan pembelajaran


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung Refleksi Peserta Didik Pertanyaan Ya Tidak Saya suka dengan kegiatan pembelajaran hari ini Saya dapat mengemukakan arti penting Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI Asesmen Sumatif Kognitif Pertanyaan Jawaban Skor Benar/salah pertanyaan di bawah ini : Bapak bangsa Indonesia sering disebut sebagai The Foundation Fathers Salah 10 yang bukan merupakan the founding fathers adalah... A. Ir. Soekarno B. Mohammad Hatta C. R.A Kartini D. Soepomo R.A. Kartini 10 Sikap cinta tanah air dan menganggap bangsa lain lebih rendah merupakan sikap nasionalisme sempit yang disebut dengan... A. Patriotisme B. Chauvinisme C. Liberalism D. komunisme Chauvinisme 10 Benar/salah pertanyaan di bawah ini .. Nasionalisme kenegaraan adalah bentuk nasionalisme dimana negara memiliki kebenaran politik dari keikutsertaan rakyatnya... Salah 10 Permasalahan paling kompleks yang dialami oleh negara Indonesia yang mengakibatkan tergerusnya nasionalisme adalah... A. rendahnya kepercayaan terhadap kinerja pemerintah Perkembangan globalisasi yang kian cepat 10


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung B. permasalahan disintegrasi kedaerahan C. lemahnya aparatur penegak hokum D. perkembangan globalisasi yang kian cepat Yang termasuk dalam ciriciri dari nasionalisme adalah... A. Pantang menyerah B. Bertanggungjawab C. Banga terhadap bangsa D. Berani Bangga terhadap bangsa 10 Contoh perilaku yang mencerminkan nasionalisme adalah, kecuali... A. Mematuhi aturan yang berlaku B. Melestarikan budaya bangsa C. Mencintai produk dalam negeri D. Bertanggungjawab atas kesalahan Bertanggungjawab atas kesalahan 10 Total skor 80 Psikomotor Kecepatan dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan di dalam game KAHOOT terkait Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI Kriteria mengukur keberhasilan tujuan pembelajaran Peserta didik mampu mengerjakan soal evaluasi 80% dan dapat menyimpulkan manfaat Paham Utuh Peserta didik mampu mengerjakan soal evaluasi 60% dan dapat menyimpulkan manfaat Paham Sebagian


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung Peserta didik mampu mengerjakan soal evaluasi dibawah 50% tetapi tidak dapat menyimpulkan manfaat Tidak Paham PENGAYAAN dan REMEDIAL Pengayaan Kegiatan pembelajaran pengayaan dapat diberikan kepada peserta didik yang menurut guru telah mencapai capaian pembelajaran. Bentuk pengayaan yang dapa tdiberikan oleh guru adalah: a) Memberikan sumber bacaan lanjutan yang sesuai dengan topic untuk dipelajari oleh peserta didik, kemudian disampaikan oleh peserta didik yang bersangkutan pada sesi pertemuanberikutnya. b) Membantu peserta didik lain yang belum mencapai capaian pembelajaran, sehingga sesame peserta didik dapat saling membantu untuk mencapai capaian pembelajaran. Remedial Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai capaian pembelajaran. Remedial ini dilakukan untuk membantu peserta didik dalam mencapai capaian pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk kegiatan remedial adalah, di antaranya: a) Guru dapat melakukan pertemuan satu per satu (one on one meeting) dengan peserta didik tersebut untuk menanyakan hambatan belajarnya, meningkatkan motivasi belajarnya, dan memberikan umpan balik kepadanya b) .Memberikan aktivitas belajar tambahan di luar jam pelajaran, baik dilakukan secara mandiri maupun bersama temannya, dengan catatan: 1) menyesuaikan dengan gaya belajar pesertadidik dan 2) membantu menyelesaikan hambatan belajarnya. REFLEKSI PESERTA DIDIK dan GURU Refleksi Guru Pernyataan Jawaban Apakah ada sesuatu yang menarik selama pembelajaran? Apa pertanyaan yang muncul selama pembelajaran? Jika ada, apa yang ingin saya ubah dari cara mengajar pada kegiatan ini? Apa yang saya sukai dan tidak sukai dari kegiatan pembelajaran kali ini? Pelajaran apa yang saya dapatkan selama proses pembelajaran? Apa yang ingin saya ubah untuk meningkatkan/memperbaiki pelaksanaan dan hasil pembelajaran? Dua hal yang ingin saya pelajari lebih lanjut setelah kegiatan ini?


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung Dengan pengetahuan yang saya miliki sekarang, apa yang akan saya lakukan jika harus mengajar kegiatan yang sama di kemudian hari? Langkah keberapakah yang paling berkesan bagi saya? Mengapa? Pada langkah keberapa murid paling banyak belajar? Pada momen apa murid menemui kesulitan saat mengerjakan tugas akhir mereka? Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut dan apa peran saya pada saat itu? Kapan atau pada bagian mana saya merasa kreatif ketika mengajar? Mengapa? Refleksi Peserta Didik Pertanyaan Ya Tidak Saya suka dengan kegiatan pembelajaran hari ini Saya dapat mampu mengemukakan arti penting Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI Saya ikut berkontribusi dalam diskusi Bandar Lampung, Maret 2023 Mengetahui Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran Ernita wati, S.Pd Ricadesta Amalia, M. Pd. NIP. 198412102009032001


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung LAMPIRAN-LAMPIRAN 1. INSTRUMEN ASESMEN Lampiran 1 LEMBAR OBSERVASI KETERLIBATAN SISWA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN: Pendidikan Pancasila MATERI AJAR : Paham Kebangsaan, Nasionalisme, dan Menjaga NKRI NO NAMA SISWA KETERLIBATAN Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif 1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung 27 28 29 30 31 32 Lampiran 2 LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK PERTEMUAN 1 (ASESMEN FORMATIF) Berilah tanda ceklis di bawah gambar emoji yang menunjukkan perasaanmu sesuai pertanyaan yang diberikan! Nama kelompok : N0 PERTANYAAN 1 Apakah kamu suka dengan kegiatan pembelajaran hari ini? 2 Apakah belajar tentang materi ini bermanfaat untuk kalian? 3 Apakah dengan berdiskusi membantumu lebih mudah dalam memahami konsep materi pembelajaran? 4 Apakah belajar materi kajian ini mudah? 5 Apakah kamu menemukan kesulitan dalam mempelajari materi ini? 2. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) A. Penilaian Pengetahuan Menggunakan Kahoot


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung A. Penilaian Sikap KB (Kurang Baik) Penilaian Sikap dilaksanakan menggunakan lembar observasi selama proses pembelajaran. Adapun lembar observasi tersebut adalah sebagai berikut: No . Nama siswa Komponen penilaian Keterangan Toleransi Berpikir kritis Percaya diri Bertanggung jawab 1 2 3 4 5 … Keterangan kualifikasi; SB ( Sangat Baik) B (Baik ) KB (Kurang Baik) Perlu pendampingan (PP) B. Penilaian Keterampilan Penilaian keterampilan dilaksanakan selama proses diskusi dan presentasi melalui lembar observasi sebagai berikut;


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung No. Nama Siswa Komponen keterampilan yang dinilai Keteranga Kerjasama komunikasi Kelengka n pan materi Bertanya/ menjawab 1 2 3 4 1. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik Pidato Ir Soekarno Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia Saya minta saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo dan saudarasaudara Islam lain: maafkanlah saya memakai perkataan “kebangsaan” ini! Sayapun orang Islam. Tetapi saya minta kepada saudarasaudara, janganlah saudarasaudara salah faham jikalau saya katakan bahwa dasar pertama buat Indonesia ialah dasar kebangsaan. Itu bukan berarti satu kebangsaan dalam arti yang sempit, tetapi saya menghendaki satu nasionalestaat, seperti yang saya katakan dalam rapat di Taman Raden Saleh beberapa hari yang lalu. Satu Nationale Staat Indonesia bukan berarti staat yang sempit. Sebagai saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo katakan kemarin, maka tuan adalah orang bangsa Indonesia, bapak tuanpun adalah orang Indonesia, nenek tuanpun bangsa Indonesia, datukdatuk tuan, nenekmoyang tuanpun bangsa Indonesia. Di atas satu kebangsaan Indonesia, dalam arti yang dimaksudkan oleh saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo itulah, kita dasarkan negara Indonesia. Satu Nationale Staat! Hal ini perlu diterangkan lebih dahulu, meski saya di dalam rapat besar di Taman Raden Saleh sedikitsedikit telah menerangkannya. Marilah saya uraikan lebih jelas dengan mengambil tempoh sedikit: Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya bangsa? Menurut Renan syarat bangsa ialah “kehendak akan bersatu”. Perlu orangorangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu. Ernest Renan menyebut syarat bangsa: “le desir d’etre ensemble”, yaitu kehendak akan bersatu. Menurut deinisi Ernest Renan, maka yang menjadi bangsa, yaitu satu gerombolan


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung manusia yang mau bersatu, yang merasa dirinya bersatu. Kalau kita lihat deinisi orang lain, yaitu deinisi Otto Bauer, di dalam bukunya “Die Nationalitatenfrage”, disitu ditanyakan: “Was ist eine Nation?” dan jawabnya ialah: “Eine Nation ist eine aus chiksals-gemeinschat erwachsene Charaktergemeinschat”. Inilah menurut Otto Bauer satu natie. (Bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib). Tetapi kemarinpun, tatkala, kalau tidak salah, Prof. Soepomo mensitir Ernest Renan, maka anggota yang terhormat Mr. Yamin berkata: “verouderd”, “sudah tua”. Memang tuantuan sekalian, deinisi Ernest Renan sudah “verouderd”, sudah tua. Deinisi Otto Bauer pun sudah tua. Sebab tatkala Otto Bauer mengadakan deinisinya itu, tatkala itu belum timbul satu wetenschap baru, satu ilmu baru, yang dinamakan Geopolitik. Kemarin, kalau tidak salah, saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo, atau Moenandar, mengatakan tentang “Persatuan antara orang dan tempat”. Persatuan antara orang dan tempat, tuantuan sekalian, persatuan antara manusia dan tempatnya! Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Ernest Renan dan Otto Bauer hanya sekadar melihat orangnya. Mereka hanya memikirkan “Gemeinschat”nya dan perasaan orangnya, “l’ame et desir”. Mereka hanya mengingat karakter, tidak mengingat tempat, tidak mengingat bumi, bumi yang didiami manusia itu. Apakah tempat itu? Tempat itu yaitu tanah air. Tanah air itu adalah satu kesatuan. Allah s.w.t membuat peta dunia, menyusun peta dunia. Kalau kita melihat peta dunia, kita dapat menunjukkan di mana ”kesatuankesatuan” disitu. Seorang anak kecilpun, jukalau ia melihat peta dunia, ia dapat menunjukkan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. Pada peta itu dapat ditunjukkan satu kesatuan gerombolan pulaupulau di antara dua lautan yang besar, lautan Pasiik dan lautan Hindia, dan di antara dua benua, yaitu benua Asia dan benua Australia. Seorang anak kecil dapat mengatakan, bahwa pulaupulau Jawa, Sumatera, Borneo, Selebes, Halmaheira, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku, dan lainlain pulau kecil di antaranya, adalah satu kesatuan. Demikian pula tiaptiap anak kecil dapat melihat pada peta bumi, bahwa pulaupulau Nippon yang membentang pada pinggir Timur benua Asia sebagai”golbreker” atau pengadang gelombang lautan Pasiik, adalah satu kesatuan. Anak kecilpun dapat melihat, bahwa tanah India adalah satu kesatuan di Asia Selatan, dibatasi oleh lautan Hindia yang luas dan gunung Himalaya. Seorang anak kecil pula dapat mengatakan, bahwa kepulauan Inggris adalah satu kesatuan. Griekenland atau Yunani dapat ditunjukkan sebagai kesatuan pula, Itu ditaruhkan oleh Allah Swt. demikian rupa. Bukan Sparta saja, bukan Athene saja, bukan Macedonia saja, tetapi Sparta plus Athene plus Macedonia plus daerah Yunani yang lainlain, segenap kepulauan Yunani, adalah satu kesatuan. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpahdarah kita, tanah air kita? Menurut geopolitik, maka Indonesialah tanah air kita. Indonesia yang bulat, bukan Jawa saja, bukan Sumatera saja, atau Borneo saja, atau Selebes saja, atau Ambon saja, atau Maluku saja, tetapi segenap kepulauan uang ditunjuk oleh Allah Swt. menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera, itulah tanah air kita! Maka jikalau saya ingat perhubungan antara orang dan tempat, antara rakyat dan buminya, maka tidak cukuplah deinisi yang dikatakan oeh Ernest Renan dan Otto Bauer


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung itu. Tidak cukup “le desir d’etre ensembles”, tidak cukup deinisi Otto Bauer “aus schiksalsgemeinschat erwachsene Charaktergemeinschat” itu. Maaf saudarasaudara, saya mengambil contoh Minangkabau, di antara bangsa di Indonesia, yang paling ada “desir d’entre ensemble”, adalah rakyat Minangkabau, yang banyaknya kirakira 2,5 milyun. Rakyat ini merasa dirinya satu keluarga. Tetapi Minangkabau bukan satu kesatuaan, melainkan hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan! Penduduk Yogyapun adalah merasa “le desir d”etre ensemble”, tetapi Yogyapun hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan. Di Jawa Barat rakyat Pasundan sangat merasakan “le desir d’etre ensemble”, tetapi Sundapun hanya satu bahagian kecil dari pada satu kesatuan. Pendek kata, bangsa Indonesia, Natie Indonesia, bukanlah sekadar satu golongan orang yang hidup dengan “le desir d’etre ensemble” di atas daerah kecil seperti Minangkabau, atau Madura, atau Yogya, atau Sunda, atau Bugis, tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusiamanusia yang, menurut geopolitik yang telah ditentukan oleh Swt., tinggal dikesatuannya semua pulaupulau Indonesia dari ujung Utara Sumatra sampai ke Irian! Seluruhnya! Konsep Kebangsaan, Nasionalisme, dan Relevansinya dengan Upaya Menjaga NKRI Dari penjelasan Soekarno di atas, tampak eksplisit, bahwa paham kebangsaan dibangun berdasarkan semangat kebersamaan, yang tidak hanya pada satu wilayah atau daerah tertentu, tetapi mencakup keseluruhan daerah, apalagi bangsa Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Karena itu, dapatlah dipahami, jika rasa cinta kita kepada tanah kelahiran dalam suatu wilayah, itu merupakan bagian penting dari semangat menjaga dan mencintai NKRI. Dari internalisasi terhadap konsep kebangsaan tersebut, melahirkan semangat nasionalisme. Dalam bukunya berjudul, Di Bawah Bendera Revolusi, Soekarno menyebutkan, “Nasionalisme itu ialah suatu i’tikad; suatu keinsyafan rakyat, bahwa rakyat itu ada satu golongan, satu “bangsa”. Dengan demikian, nasionalisme terdiri dari rasa ingin bersatu, persatuan perangai dan nasib serta persatuan antara orang dan tempat. Dalam pemahaman yang lebih luas, nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat dan bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, wilayah, serta kesamaan citacita dan tujuan. Dengan demikian, masyarakat suatu bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri. Jika seseorang memiliki pemahaman yang baik tentang paham kebangsaan, akan berimplikasi pada semangat nasionalisme, yang dalam konteks menjaga NKRI memiliki beberapa ciri, yaitu: a. Merasa memiliki dan cinta Tanah Air (patriotisme). b. Mengutamakan kepentingan bersama (bangsa) di atas kepentinga individu dan kelompoknya. c. Mementingkan persatuan dan kesatuan. d. Mengakui dan menghargai keragaman yang menjadi identitas nasional bangsa. e. Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. f. Bersedia mempertahankan dan memajukan bangsa. g. Membangun rasa persaudaraan, solidaritas, dan kedamaian


Ricadesta Amalia, M.Pd CGP Angkatan 7 Kota Bandar Lampung 2. Glosarium a. Filosofis : berdasarkan filsafat/pemikiran secara mendalam b. Nasinalisme : paham yang menganggap kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus disertakan kepada Negara kebangsaan c. Revolusi : p erubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang d. Relevansi: hubungan; kaitan e. Geopolitik: ilmu tentang pengaruh faktor geografi terhadap ketatanegaraan f. Patriotisme: semangat cinta tanah air 3. Daftar Pustaka a. Bacaan Unit 1 Buku Guru • Materi Pembelajaran Buku Siswa kelas 10 b. Teks lengkap pidato Soekarno, 1 Juni 1945: https://kepustakaanpresiden.perpusnas.go.id/ speech/ ?box=detail&id=39&from_ box=list_245&hlm=1&search_ tag=&search_keyword=&activation_ status=&presiden_ id=1&presiden=sukarno


Click to View FlipBook Version